Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Stamina

PEMBERDAYAAN KELOMPOK MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN OLAHRAGA PARIWISATA DI PULAU SIRANDAH MELALUI PELATIHAN TENAGA GUIDE OLAHRAGA PARIWISATA Sri Gusti Handayani; Hadi Pery Fajri; Heru Pramudia
JURNAL STAMINA Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Stamina Edisi Desember
Publisher : JURUSAN KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jst.v1i1.123

Abstract

Salah satu destinasi wisata yang sedang berkembang dan sedang hangat-hangatnya diperbincangkan adalah kawasan wisata Pulau Sirandah. Pulau Sirandah terletak di sebelah barat Pulau Sikuai. Pulau mungil ini masih perawan dan mempesona. Permasalahan mendasar pada masyarakat di sekitar kawasan wisata Bahari Pulau Sirandah adalah sebagai berikut: 1) Terumbu karang yang terdapat di perairan Kelurahan Sungai Pisang telah mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan sampai rusak berat, 2) Minimnya Sumber Daya Manusia yang professional di bidang wisata Olahraga khususnya tenaga diving, snorkeling, dan guide olahraga wisata. Solusinya pelatihan tenaga diving, snorkeling, dan guide olahraga wisata dan workshop lokakarya pengelolaan manajemen wisata, 3) Ketersediaan dan kualitas sarana prasarana parwisata olahraga yang masih terbatas, 4). Promosi dan pemasaran pariwisata olahraga Pulau Sirandah yang belum maksimal. Adapun solusi dan target luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: 1) Minimnya tenaga diving, snorkeling, dan guide olahraga wisata. Solusinya pelatihan tenaga diving, snorkeling, dan guide olahraga wisata dan workshop lokakarya pengelolaan manajemen wisata. Adapun Luarannya adalah bertambahnya kualitas SDM yang professional dan ahli di bidang pengelolaan olahraga pariwisata baik itu tenaga diving, snorkelling, sport fishing, maupun guide wisata lainnya, 2) Terumbu karang yang terdapat di perairan Kelurahan Sungai Pisang telah mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan sampai rusak berat solusinya penanaman terumbu karang, 3) Permasalahan Promosi dan pemasaran pariwisata olahraga Pulau Sirandah yang belum maksimal diberikan solusi dengan membantu membuatkan draft konsep promosi pariwisata olahraga yang dituangkan dalam sebuah draft yang berisikan video promosi sederhana dari Pulau Sirandah tentang potensi pariwisata olahraga yang ada di Pulau Sirandah.
PELATIHAN MASASE DAN TERAPI FRIRAGE BAGI MASYARAKAT MENTAWAI Liza Liza; Sri Gusti Handayani
JURNAL STAMINA Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Stamina Edisi Desember
Publisher : JURUSAN KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jst.v1i1.126

Abstract

Kabupaten Kepulauan Mentawai dikenal luas oleh masyarakat Nusantara dan dunia Internasional. Mentawai memiliki sejuta pesona akan potensi kepariwisataan itu, baik wisata bahari maupun wisata alam, wisata seni, budaya, serta wisata sejarah, sehingga tidak heran jika Mentawai dijuluki sebagai surga dunia. Memajukan Pariwisata Sumbar, jangan sampai melupakan potensi besar pariwisata yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kebijaksanaan pengembangan generasi muda dilakukan secara terkoordinasi, terarah, integral dan komprehensif. Masalah ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain adalah rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan para pemuda dalam bidang masase dan frirage. Para pemuda di Desa Maileppet Siberut Selatan Kep. Mentawai banyak yang belum memiliki pekerjaan dan cenderung tidak produktif, padahal Mentawai mempunyai potensi yang sangat besar dalam hal potensi pariwisata. Adapun permasalahan mitra antara lain: 1) Rendahnya pengetahuan Pemuda Desa Maileppet tentang ilmu massase dan Terapi Frirage, 2) Rendahnya keterampilan Pemuda Desa Maileppet dalam melakukan Masase Dan Terapi frirage 3) Kurangnya pengetahuan dan pengalaman Pemuda Desa Maileppet dalam mengelola dan menjalankan sebuah klinik massase dan terapi frirage untuk mendukung pengembangan kepariwisataan di Kab. Mentawai. Khalayak sasaran dari kegiatan ini adalah para pemuda dan masyarakat Desa Maileppet Siberut Selatan Kep. Mentawai sebanyak 30 orang. Model pembinaan melalui Kegiatan pelatihan dalam bidang keahlian Untuk mengatasi permasalahan yang ada pada pemuda tersebut maka diberikan solusi yaitu sebagai berikut: 1) Dibuatnya workshop dan pelatihan yang dengan materi sport massase dan terapi frirage, 2) Dibuat kegiatan workshop manajemen pengelolaan klinik massase dan Terapi frirage. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan para pemuda dan masyarakat Desa Maileppet Siberut Selatan Kep. Mentawai di bidang masase dan terapi frirage, meningkatnya pengetahuan dan pengalaman para pemuda dan masyarakat Desa Maileppet Siberut Selatan Kep. Mentawai dalam mengelola manajemen klinik masase dan terapi frirage. Hasil kegiatan menyimpulkan 1) Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan Pemuda dan masyarakat Desa Maileppet di bidang masase, 2) Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan Pemuda dan masyarakat Desa Maileppet di bidang terapi frirage, 3) Meningkatnya pengetahuan dan pengalaman Pemuda dan masyarakat Desa Maileppet dalam mengelola manajemen klinik masase dan terapi frirage.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MASYARAKAT DALAM MENGELOLA SANGGAR SENAM AEROBIK DAN PUSAT LATIHAN SENAM LANSIA DI KECAMATAN LENGAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN Anggun Permata Sari; Sri Gusti Handayani
JURNAL STAMINA Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Stamina Edisi Desember
Publisher : JURUSAN KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jst.v1i1.128

Abstract

Senam merupakan salah satu cabang olahraga yang meningkatkan kebugaran jasmani yang memiliki daya jual yang tinggi bagi masyarakat, sekaligus memberikan kegembiraan melalui aktivitas fisik. Dalam mencapai daya jual yang tinggi sebuah sanggar senam harus memiliki berbagai macam standar yang harus diperhatikan. Salah satu yang harus dimiliki adalah pengelolaan sanggar senam yang baik. Aspek pengelolaan yang perlu dikembangkan pada sanggar di Kabupaten Pesisir Selatan adalah sarana dan prasarana serta pemberian senam terprogram dengan baik. Oleh karena itu, setiap instruktur dituntut untuk memahami tahapan-tahap latihan dari aspek-aspek latihan tersebut sehingga mengetahui kapan dan berapa besar porsi latihan. Menguasai pengelolaan yang baik dalam senam, peserta akan merasa senang dan tidak jenuh dalam melakukan senam, sehingga memberikan kemudahan dalam mencapai tujuan yang diinginkan, akhirnya mampu menciptakan minat dan motivasi bagi peserta dalam mengikuti senam pada sanggar tersebut. Berdasarkan pengamatan di lapangan terdapat permasalahan mitra yaitu, 1) pengelolaan yang merupakan unsur penting dalam pengembangan sanggar senam, belum dimiliki secara baik pada sanggar senam Kelompok Ibu-Ibu PKK yang di Kabupaten Pesisir Selatan, 2) Latihan yang diberikan belum terprogram dengan baik dan belum menggunakan metode atau model latihan yang spesifik untuk mencapai tujuan, 3) Para instruktur sering memberikan Senam tidak sesuai dengan umur peserta serta tidak sesuai dengan tujuan yang diinginkan peserta sanggar, sehingga latihan yang diberikan belum terprogram dan belum fokus kepada tujuan yang dibutuhkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diberikan solusi yaitu sebagai berikut: 1) Pelatihan instruktur senam aerobik dan senam lansia, 2) Memberikan modifikasi senam aerobik dengan menggunakan alat seperti tingkat dan bola atau dingklik untuk menghilangka rasa jenuh pada peserta senam aerobik. 3) Pelatihan manajemen pengelolan senam aerobik dan senam lansia. Hasil kegiatan ini menyimpulkan 1) Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang instruktur senam aerobik dan senam lansia, 2) Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang manajemen pengelolan senam aerobik dan senam lansia, 3) Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang tentang modifikasi senam aerobik dengan menggunakan alat seperti tingkat dan bola atau dingklik untuk menghilangka rasa jenuh pada peserta senam aerobic dan senam lansia.
A Review Of The Literature On Sensor-Based Dynamic Balance Tools For Postural Stability Control Komaini, Anton; Rifki, Muhamad Sazeli; Welis, Wilda; Handayani, Sri Gusti; Alimuddin, Alimuddin; Pranoto, Nuridin Widya
STAMINA Vol 8 No 1 (2025): Journal of Stamina March Edition
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Equilibrium is the capacity to hold a position within the bounds of support or stability. It is demonstrated that the posture control system is crucial for preserving balance on a small support base. The intricate process makes it challenging to evaluate balancing capacities succinctly and completely. By examining numerous studies that evaluate postural balance using a variety of mechanical tools and offering a thorough summary of popular mechanical tools for this purpose, this study expands on earlier research. Finding the appropriate activity and equipment to regulate postural stability is the aim of this review. We used VOSviewer, a tool for analyzing bibliometrics from the Scopus database from Elsevier and Google Scholar, to conduct an electronic search across several prestigious journals. 154 relevant items were found after a literature search. A more thorough analysis reveals that the chosen literature solely discusses mechanical instruments for assessing static and dynamic balance. Only 12 articles from the evaluation satisfied the requirements. Four publications inertial balance sensors, Biodex Balance Systems, force plates, and 3D Joint Kinematic sensors are directly related to sensor-based dynamic tools for postural stability control, according to the search results. This sensor-based dynamic balance tool is a useful tool for teaching and assessing postural stability in a variety of contexts, including medical rehabilitation.