Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Pop Up Book dengan Pendekatan Kontekstual Pada Mata Pelajaran IPAS Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Apriani, Putu Eka; Ariasa Giri, I Made; Kadek Hengki Primayana
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v2i4.1705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan media pembelajaran konkret dalam wujud buku pop-up yang mengusung pendekatan kontekstual pada materi Bumiku Sayang, Bumiku Malang dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk siswa kelas V SD. Media ini dirancang agar memiliki tingkat validitas dan kepraktisan yang tinggi dalam penerapannya di kelas. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang mencakup lima tahap: (analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi). Model ini dipilih karena menyediakan kerangka kerja sistematis dalam proses pembuatan media pembelajaran, mulai dari desain awal hingga produk akhir berupa Pop-up Book. Teknik pengumpulan data Pengumpulan data dilakukan dengan menguji kuesioner kepada tiga pakar, yaitu pakar materi, pakar bahasa, dan pakar media. menilai validitas media. Hasil penilaian menunjukkan tingkat validitas sangat tinggi dengan skor 0,93 (materi), 0,89 (bahasa), dan 0,81 (media). Selain itu, kepraktisan media diuji dengan dilibatkannya tiga guru kelas V yang memberikan nilai kepraktisan sebesar 98,67%, serta 30 siswa kelas V yang memberikan skor 95,06%. Berdasarkan temuan ini, media Pop-up Book dinyatakan sangat valid, sangat praktis, dan layak dipergunakan pada kegiatan pembelajaran IPAS untuk siswa SD kelas V
Pengaruh Model Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) Berorientasi Tri Hita Karana Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Pendidikan Pancasila Kelas V Sekolah Dasar Gugus IV Kecamatan Gerokgak Ardiana, I Putu Agus Setiawan; Primayana, Kadek Hengki; Ardiawan, I Ketut Ngurah
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v2i4.1743

Abstract

Penelitian memiliki tujuan utama yaitu mengetahui penerapan model pembelajaran TGT terkait mengintegrasikan nilai-nilai Tri Hita Karana dapat mempengaruhi keterampilan berpikir kritis siswa kelas V di SD Gugus IV Kecamatan Gerokgak. Penggunaan metode quasi eksperimen serta pendekatan kuantitatif. Pengambilan data melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Subjek studi yakni 43 siswa kelas V SDN 2 Sanggalangit yang menjadi kelas eksperimen. Hasil penelitian menjelaskan adanya peningkatan pada keterampilan berpikir kritis siswa setelah penerapan model pembelajaran TGT berorientasi THK. Rata-rata nilai keterampilan berpikir kritis sebelum perlakuan adalah 55,60 dan meningkat menjadi 83,12, yang berarti terjadi peningkatan sebesar 59%. Serta, uji independen t-test mengonfirmasi diperoleh adanya perbedaan signifikan kedua kelompok, dengan nilai signifikansi 0,000 > 0,05. Hal ini menandai pemberian perlakuan menggunakan model TGT yang berorientasi pada THK berpengaruh nyata kepada keterampilan berpikir kritis siswa. Kesimpulannya, terdapat perbedaan yang signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran dengan model TGT berorientasi Tri Hita Karana dan yang tidak
Development of Digital-Based Ludo Game Media Material on How We Live and Grow in the Science Subject for Grade V in Elementary Schools Putrawan, Putu Rendy; Primayana, Kadek Hengki; Pancaria, I Nyoman
Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2025): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jtp.v2i4.1681

Abstract

This study aims to develop digital-based Ludo game media as a learning media on the material "How We Live and Grow" in the subject of Natural and Social Sciences (IPAS) for grade V Elementary School students. Media development uses the ADDIE model which includes the stages of analysis, design and development. This digital-based Ludo game media is designed to increase student involvement and understanding through active and enjoyable learning. The validity results from media experts, material experts and language experts show that this media is declared valid and feasible to use. Practicality tests on students show that this media is practical and effective in increasing interest in learning and understanding of the concept of IPAS material. Thus, digital-based Ludo game media can be an alternative innovative learning media and support the active learning process in grade V Elementary School.
Pelatihan dan Pendampingan Menjadi Guru yang Inovatif Pada Era Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Nusa Penida Pancaria, I Nyoman; Yulia Angga Dewi, Putu; Suparya, I Ketut; Adi Nugraha Tristaningrat, Made; Surya Adnyana, Komang; Suardipa, I Putu; Kurniawati, Ni Nyoman; Ardiawan, I Ketut Ngurah; Arya Yudaparmita, Gusti Ngurah; Candra Prastya Dewi, Ni Putu; Heny Nirmayani, Luh; Hengki Primayana, Kadek; Ari Winangun, I Made; Wahyu Wiguna, I Komang; Eka Sastrika Ayu, Putu; Arya Wiradnyana, I Gede; Ida Arsani Dewi, Putu
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 8 No. 1 (2024): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v8i1.3011

Abstract

Karakteristik utama dari kurikulum ini yang mendukung pemulihan pembelajaran adalah fokus pada materi esensial sehingga pembelajaran lebih mendalam, waktu lebih banyak untuk pengembangan kompetensi dan karakter melalui belajar kelompok seputar konteks nyata (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Capaian pembelajaran per fase dan jam pelajaran yang fleksibel mendorong pembelajaran yang menyenangkan dan relevan dengan kebutuhan pelajar dan kondisi satuan pendidikan. Modul ajar dalam konteks Kurikulum Merdeka merupakan bahan pembelajaran yang dirancang secara sistematis dan komprehensif untuk mendukung implementasi kurikulum yang berfokus pada pengembangan kompetensi peserta didik. Modul ajar Kurikulum Merdeka menekankan pada pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning). Peserta didik dihadapkan pada situasi atau masalah nyata yang harus dipecahkan melalui kegiatan proyek atau penyelidikan. Pendampingan ini akan membantu guru dalam mengatasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi, serta memberikan umpan balik yang konstruktif untuk perbaikan pembelajaran di masa depan. Peserta dalam kegiatan pelatihan ini berjumlah 25 orang yang berasal dari beberapa sekolah dasar di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SISWA DI SEKOLAH DASAR KELAS V DI SD NEGERI 1 SUDAJI Yudaparmita, Gusti Ngurah Arya; Adnyana, Komang Surya; Primayana, Kadek Hengki
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4958

Abstract

Abstract: This study aims to develop multimedia learning in the form of multimedia-based textbooks. The results of the study can be concluded that the research resulted in the development of multimedia learning in the form of e-modules with a contextual approach for grade V of the Science subject in the very valid and valid categories. In detail, the results of the material/content expert test obtained a value of 1.00 or 100%. This indicates a very valid category. For product validation testing by language experts, the results were 0.91 or 91%. This indicates that it is in the very valid category, and for product validation testing by experts on aspects of multicultural values, the results were 0.84 or 84%. This indicates that it is in the valid category. Based on the calculations, the results of product validation by student respondents were obtained, namely adjusted to the linkert scale table 5 in the range of 97.36% with the Very Practical category. Meanwhile, the results of product validation by respondents (teachers) were 0.968 adjusted to the linkert scale table 5 in the range of 96.8% with the very practical category.Keyword: multimedia, contextual, elementary school, textbookAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran dalam bentuk buku ajar berbasis multimedia. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penelitian menghasilkan pengembangan multimedia pembelajaran dalam bentul e-modul dengan pendekatan kontekstual untuk kelas V mata Pelajaran IPAS ada pada kategori sangat valid dan valid. Secara rinci hasil dari pengujian ahli materi/isi mendapatkan nilai 1,00 atau 100%. Hal ini menunjukkan kategori sangat valid. Untuk pengujian validasi produk oleh ahli Bahasa mendapatkan hasil 0,91 atau 91%. Hal ini menunjukkan ada pada kategori sangat valid, dan untuk pengujian validasi produk oleh ahli aspek nilai-nilai multicultural mendapatkan nilai sebesar 0,84 atau 84%. Hal ini menunjukkan bahwa ada pada kategori valid. Berdasarkan perhituangan maka dapat diperoleh hasil validasi produk oleh responden siswa yaitu sebesar disesuaikan dengan tabel skala linkert 5 berada pada rentangan 97,36% dengan kategori Sangat Praktis. Sedangkan untuk hasil validasi produk oleh responden (guru) yaitu sebesar 0,968 disesuaikan dengan tabel skala linkert 5 berada pada rentangan 96,8% dengan kategori sangat praktis.Kata kunci: multimedia, kontekstual, sekolah dasar, buku ajar
KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN SAD SASANA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU SD DI KABUPATEN BULELENG Dewi, Putu Yulia Angga; Primayana, Kadek Hengki
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4959

Abstract

Abtract: This study examines Sad Sasana leadership and elementary school teachers' job motivation in Buleleng Regency. Teachers are vital to education, yet low-quality teaching, educational frameworks, and pedagogical practices continue to hinder them. Teachers are crucial to knowledge acquisition and educational progress. Student performance is highly tied to teacher quality. Thus, teachers must have competences matched with national education standards to perform their duties with excellence, resulting in knowledgeable and skilled students. These findings illuminate numerous key characteristics that affect primary teacher performance. In Buleleng Regency, Sad Sasana leadership (X1) directly affects elementary school teachers (Y). The influence of Sad Sasana leadership on teacher performance was 0.806, or 80.6%. Work motivation (X2) significantly affects elementary school teachers' (Y) performance in Buleleng Regency. Work motivation affected teacher performance by 0.583, or 58.3% of the variance.Keywords: Sad Sasana Leadership, Work Motivation, Teacher Performance, Elementary SchoolAbstrak: Studi ini meneliti kepemimpinan Sad Sasana dan motivasi kerja guru sekolah dasar di Kabupaten Buleleng. Guru sangat penting bagi pendidikan, namun pengajaran berkualitas rendah, kerangka kerja pendidikan, dan praktik pedagogis terus menghambat mereka. Guru sangat penting untuk perolehan pengetahuan dan kemajuan pendidikan. Kinerja siswa sangat terkait dengan kualitas guru. Dengan demikian, guru harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar pendidikan nasional untuk melaksanakan tugasnya dengan sangat baik, sehingga menghasilkan siswa yang berpengetahuan dan terampil. Temuan ini menjelaskan berbagai karakteristik kunci yang memengaruhi kinerja guru sekolah dasar. Di Kabupaten Buleleng, kepemimpinan Sad Sasana (X1) secara langsung memengaruhi guru sekolah dasar (Y). Pengaruh kepemimpinan Sad Sasana terhadap kinerja guru adalah 0,806, atau 80,6%. Motivasi kerja (X2) secara signifikan memengaruhi kinerja guru sekolah dasar (Y) di Kabupaten Buleleng. Motivasi kerja memengaruhi kinerja guru sebesar 0,583, atau 58,3% dari varians.Kata Kunci: Kepemimpinan Sad Sasana, Motivasi Kerja, Kinerja Guru, Sekolah Dasar
PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN DEEP LEARNING BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SAWAN Suparya, I Ketut; Suryawan, I G Agung Jaya; Tristaningrat, Made Adi Nugraha; Primayana, Kadek Hengki; Dewi, Putu Yulia Angga; Wati, Ni Nyoman Kurnia; Mahartini, Komang Trisna; Pancaria, Nyoman; Wiradnyana, I Gede Arya
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i1.6562

Abstract

Kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas proses pembelajaran di sekolah dasar. Namun demikian, hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa sebagian guru sekolah dasar di Kecamatan Sawan masih mengalami kesulitan dalam merancang perangkat pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran bermakna dan pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Perangkat pembelajaran yang disusun umumnya masih berfokus pada penyampaian materi dan belum sepenuhnya mengintegrasikan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis pendekatan deep learning yang selaras dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Mitra kegiatan adalah guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Sawan yang berasal dari 45 sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan pada bulan November 2025 di SD No. 4 Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui beberapa tahapan kegiatan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam bentuk workshop, diskusi interaktif, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, serta pendampingan dalam merumuskan tujuan pembelajaran, mengembangkan aktivitas pembelajaran kontekstual, dan menyusun asesmen autentik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang lebih sistematis, kontekstual, dan berorientasi pada pemahaman mendalam siswa. Selain itu, respon peserta terhadap kegiatan sangat positif yang ditunjukkan melalui tingginya tingkat partisipasi, kepuasan, serta meningkatnya motivasi guru untuk menerapkan pembelajaran mendalam di kelas. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini terbukti efektif dalam mendukung peningkatan kompetensi profesional guru sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.