Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIFITASMEDIA SIMULASI KOMPUTER BERBASIS MICROSOFT EXCEL TERHADAP PENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DANKEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA Elfariyanti Elfariyanti; Sri Adelila Sari; Ibnu Khaldun
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.949 KB)

Abstract

Pemanfaatan komputer sebagai media pembelajaran menjadikanpembelajaranlebih efektif dan efesien.Namun pada kenyataannya, pembelajaran kimia yang dilakukan selama ini belum mampumemanfaatkan computersebagai media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahuikeefektifan simulasi komputer berbasis Microsoft Excel terhadap pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi larutan penyanggadanmengetahuitanggapan siswa terhadap media pembelajaran simulasi komputer berbasis Microsoft Excel. Metode penelitian yang digunakanadalahPre-Experimental Designdengan metode Pretest-Postest One Group Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Media Simulasi komputer berbasis Microsoft Excel efektif untukmeningkatkanpemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi larutan penyangga. Pemahaman konsep siswa meningkat dengan nilai N-gainsebesar 89,17pada kategori peningkatan tinggidan kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dengan nilai N-gainsebesar42,83 pada kategori peningkatan sedang.Tanggapan siswa terhadap media pembelajaran simulasi komputer berbasis Microsoft Excel pada materi larutan penyangga adalah 76,60% pada kategori sangat setuju.Kata kunci: media pembelajaran, larutanpenyangga, pemahaman, berpikirkritis
EDUKASI BAHAN ALAM DI SEKITAR KITA YANG DAPAT DIJADIKAN ALTERNATIF PENGOBATAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) Elfariyanti; Irma Zarwinda
Jurnal Bakti untuk Negeri Vol 3 No 2 (2023): JBN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jbn.v3i2.1618

Abstract

Educational activities have been carried out about dengue fever and its prevention in Gampong Lubok Batee, Want Jaya District, Aceh Besar Regency. Based on the data, dengue cases are still found in the gampong. Therefore, educational activities are carried out that aim to increase people's knowledge and insight regarding disease, prevention, and surrounding natural ingredients that can be used as alternative treatments for dengue fever. The method used is in the form of presentations and questions and answers with participants. Participants in this activity were 23 women from the Gampong Lubok Batee community. Based on the activities that have been carried out, it was found that the participants' knowledge about dengue fever was quite good, but it was still very low regarding how it spreads, the percentage was 30-47%. Participants' knowledge about natural ingredients that can be used as an alternative treatment for dengue fever is also very good, where the percentage of answers is 100%, but knowledge about how to process them is still lacking with a percentage of 78%. After education, participants were able to understand about disease, prevention, and natural ingredients around them that could be used as alternatives in treating dengue fever
ANALISIS NATRIUM BENZOAT PADA SIRUP PALA PRODUKSI KOTA TAPAKTUAN PROVINSI ACEH Irma Zarwinda; Elfariyanti; Safera Maulinda; Dwi Putri Rejeki
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v1i1.5

Abstract

Natrium benzoat merupakan garam natrium dari asam benzoat yang sering digunakan pada bahan makanan. Menurut Peraturan Kepala BPOM RI No. 36 tahun 2013, batas penggunaan natrium benzoat pada sirup adalah 5 mg/kg berat badan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan natrium benzoat dan kadarnya dalam sirup pala yang diproduksi di Kota Tapaktuan Provinsi Aceh. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan analisis kualitatif secara uji warna, dan kuantitatif secara spektrofotometri UVVis. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Akafarma dan Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala. Populasi dari penelitian ini seluruh sirup pala yang diproduksi di Kota Tapaktuan Provinsi Aceh. Pengambilan sampel dilakukan secara totally sampling. Sampel yang digunakan dalam Penelitian ini adalah sirup pala CR, MS, DN, UR, dan YN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel positif menggunakan bahan pengawet natrium benzoat pada masing-masing sirup pala. Kadar natrium benzoat yang didapatkan berturut-turut pada masing-masing sirup pala CR, MS, DN, UR, dan YN adalah 0,012 mg/kg, 0,012 mg/kg, 0,019 mg/kg, 0,022 mg/kg, dan 0,026 mg/kg berat badan. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan pengawet natrium benzoat pada sirup pala tersebut tidak melebihi ambang batas yang telah ditetapkan. Kata kunci: natrium benzoat, sirup pala, spektrofotometri UV-Vis.
ANALISIS KANDUNGAN KALSIUM PADA TAHU PUTIH DANTAHU SUMEDANG YANG DIJUAL DI PASAR PEUNAYONG KOTA BANDA ACEH Elfariyanti; Ainul Fahmi Syahpitri
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v1i1.6

Abstract

Kalsium adalah mineral penting yang paling banyak dibutuhkan oleh manusia yang berfungsi untuk metabolisme tubuh dalam pembentukan tulang dan gigi. Orang dewasa memerlukan 700 mg (0,7 g) kalsium/hari, dan konsumsi yang dianjurkan untuk anak dibawah 10 tahun sebanyak 500 mg (0,5 g) kalsium/hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kalsium yang terkandung pada tahu Putih dan tahu Sumedang yang dijual di pasar Peunayong Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif analitik menggunakan metode kompleksometri.Sampel dalam penelitian ini adalah tahu Putih dan tahu Sumedang yang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa kadar kalsium pada tahu Sumedang lebih tinggi dibandingkan tahu Putih dengan kadar sebesar 7,82 % atau 39,11 mg pada tahu Putih, dan sebesar 8,57 % atau 42,85 mg pada tahu Sumedang.
FORMULASI SABUN CAIR DARI EKSTRAK ETANOL SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L.) Rinaldi; Elfariyanti; Rizka Mastura
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v1i1.10

Abstract

Serai wangi (Cymbopogon Nardus L.) dalam kehidupan sehari-hari digunakansebagai salah satu bahan dalam masakan. Serai wangi juga bermanfaat untukkesehatan dengan kandungan senyawa minyak atsiri, saponin, polifenol dan flavonoid. Pemanfaatan serai wangi diformulasikan kedalam sediaan sabun cair.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sabun cair yangmengandung ekstrak etanol serai wangi. Penelitian ini bersifat eksperimentaluntuk memformulasikan sabun cair yang mengandung ekstrak etanol serai wangidengan konsentrasi 9% (F1), 18% (F2) dan 24% (F3). Parameter uji sediaansabun cair meliputi uji organoleptis (bentuk, aroma, warna), uji homogenitas, ujipH, uji tinggi busa, uji kestabilan busa dan uji alkali bebas. Hasil penelitianmenunjukan sediaan sabun cair pada formula F1, F2 dan F3 berbentuk cair,aroma khas serai wangi dan berwarna coklat, homogen. Nilai pH, tinggi busa,stabilitas busa dan kadar alkali bebas sabun cair secara berurutan masingmasingnyaadalah F1(12;70 mm;85,7% dan 0,14%),F2(11;80 mm,87,5% dan 0,10%),F3 (10; 100 mm, 90% dan 0,08%) sehingga dapat disimpulkan bahwa sediaan sabun cair ekstrak etanol serai wangi memenuhi persyaratan.
Minuman es campur, Natrium Siklamat, Gravimetri ANALISIS NATRIUM SIKLAMAT PADA MINUMAN ES CAMPUR YANG DIJUAL DI PASAR KAMPUNG BARU KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH: Analisis Natrium Siklamat Pada Minuman Es Campur Yang Dijual Di Pasar Kampung Baru Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh irma zarwinda; Merida Sasnita; Elfariyanti; Nurmalia Zakaria
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v1i2.16

Abstract

ABSTRAK Natrium siklamat merupakan pemanis buatan yang memiliki tingkat kemanisan 30 kali dari sukrosa. Menurut BPOM RI Nomor 4 Tahun 2014, batas penggunaan natrium siklamat sebesar 250 mg/Kg. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui natrium siklamat dan kadar pada es campur yang dijual di pasar Kampung Baru Kecematan Baiturrahman Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik secara kualitatif (reaksi pengendapan) dan kuantitatif (metode gravimetri) yang dilakukan di Laboratorium Akafarma Banda Aceh. Sampel dalam penelitian ini adalah 5 minuman es campur yang diproduksi di pasar Kampung Baru,teknik pengambilan sampel dilakukan secaratotally sampling. Hasil uji reaksi pengendapan didapatkan adanya endapan putih pada semua sampel es campur,yang artinya positif mengandung natrium siklamat. Hasil uji kadar natrium siklamat pada es campur kode Ar, Br, Cn, Dn, dan Enberturut-turut adalah15.500 mg/Kg;8.620 mg/Kg;4.080 mg/Kg;8.440 mg/Kg; dan12.120 mg/Kg Berat Bahan. Kesimpulanya es campur yang dijual di pasar Kampung Baru Kecematan Baiturrahman Kota Banda Aceh mengandung natrium siklamat, dan kadarnyamelebihi ambang batas yang telah ditetapkan oleh BPOM RI No.4 Tahun 2014. Kata Kunci :Minuman es campur, Natrium Siklamat, Gravimetri
Teh Poci, Natrium Siklamat, Gravimetri ANALISIS KANDUNGAN NATRIUM SIKLAMAT PADA MINUMAN TEH POCI YANG DIJUAL DI KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH: Analisis Kandungan Natrium Siklamat Pada Minuman Teh Poci yang Dijual di Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh Elfariyanti; Rizki Andalia; Nuri Alfalah
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v1i2.20

Abstract

Siklamat adalah pemanis buatan yang diizinkan untuk dikonsumsi berdasarkan Permenkes no 033 tahun 2012. Peraturan Kepala BPOM RI NO 4 Tahun 2014 menetapkan bahwa konsumsi zat ini per hari maksimal 11 mg/Kg Berat Badan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui kandungan natrium siklamat pada minuman teh poci yang dijual di Kecamatan Baiturrahman kota Banda Aceh dan mengetahui kadarnya. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Akafarma Banda Aceh menggunakan metode gravimetri. Sampel dalam penelitian ini adalah 5 teh poci yang dijual di Kecamatan Baiturrahman kota Banda Aceh yang diambil secara totally sampling. Hasil Penelitian didapatkan bahwa kelima sampel yang diuji yaitu positif mengandung natrium siklamat dengan kadar sampel A-E berturut-turut sebesar 14.73 mg/ BB, 10.34 mg/ BB.4.69 mg/ BB; 9.87 mg/ BB; dan 8.30 mg/ BB. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kadar natrium siklamat pada sampel A tidak memenuhi persyaratan BPOM, sedangkan sampel B, C, D dan E masih memenuhi persyaratan BPOM. Kata Kunci : Teh Poci, Natrium Siklamat, Gravimetri
IDENTIFIKASI BETAKAROTEN PADA SAYURAN BERWARNA HIJAU Elfariyanti
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v2i1.38

Abstract

Betakaroten adalah salah satu senyawa pigmen dari tumbuhan ataupun dari hewan yang memiliki struktur polyene yaitu senyawa organik dengan atom karbon berantai lurus memiliki ikatan rangkap yang bermanfaat sebagai antioksidan. Betakaroten dapat ditemukan pada buah dan sayur yang bewarna kuning hingga jingga, akan tetapi dapat ditemukan juga pada sayuran yang bewarna gelap seperti hijau dan merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan betakaroten pada ekstrak sayuran berwarna hijau yang biasa dijual di pasar kota Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Akafarma Banda Aceh menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Sampel dalam penelitian ini adalah 6 sayuran berwarna hijau yaitu daun bayam, daun katuk, daun singkong, daun melinjo, kangkung, dan daun pakis. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu dengan ciri-ciri sayuran daun berwarna hijau dan masih segar. Hasil penelitian didapatkan bahwa pada daun singkong terdapat 4 bercak warna noda yaitu hijau tua, kuning, hijau lumut dan orange dengan nilai Rf berturut-turut sebesar 0.13, 0.15, 0.40, dan 0.93, daun bayam hanya ada 1 bercak noda berwarna hijau lumut dengan nilai Rf 0.20. Daun pakis ada 2 bercak noda yang muncul yaitu hijau lumut dan kuning dengan nilai Rf 0.13 dan 0.20. Daun katuk terdapat 5 bercak noda yaitu kuning, hijau lumut, hijau, kuning, dan orange dengan nilai Rf berturut-turut sebesar 0.12, 0.15, 0.18, 0.41, 0,93. Daun melinjo terdapat2 bercak warna yaitu kuning dan hijau dengan nilai Rf 0.13 dan 0.20. Adapun sampel daun kangkung juga terdapat 2 bercak warna noda yaitu hijau dan kuning dengan nilai Rf 0.14 dan 0.42. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat dua sampel yang positif mengandung betakaroten yaitu daun singkong dan daun katuk dengan nilai Rf sebesar 0,93. Kata kunci : Sayuran hijau, betakaroten, Kromatografi Lapis Tipis.
ANALISA NATRIUM SIKLAMAT DAN NATRIUM BENZOAT PADA LIMUN CAP 36 irfan mustafa; Azmalina Adriani; Elfariyanti; , Fadhillah Azahra
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i2.102

Abstract

Limun merupakan minuman bersoda yang terdiri dari air, gula, dan bahan tambahan pangan lainnya. Natrium benzoat dan natrium siklamat merupakan salah satu pengawet dan pemanis yang diizinkan penggunaanya dalam makanan dan minuman tercantum dalam Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 11 Tahun 2019 Untuk minuman manis bersoda berbasis air berperisa dan berkarbonat adalah 350 mg/kg bahan dan BPOM RI Nomor 36 Tahun 2013 yaitu sebesar 400 mg/kg bahan pada Natrium Benzoat. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu analisa kualitatif dan kuantitatif, Penelitian bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya serta mengetahui kadar natrium benzoat dan natrium siklamat dalam limun Cap 36. Penelitian dilakukan di Laboratorium Akademi Analis Farmasi dan Makanan, pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Berdasarkan hasil penelitian dari sampel Limun Cap 36 mengandung Natrium Benzoat dengan kadar 25,7% sehingga Natrium Benzoat dinyatakan tidak memenuhi persyaratan Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 36 Tahun 2013, tidak mengandung pemanis buatan Natrium Siklamat. Kesimpulan Limun Cap 36 mengandung pengawet yaitu Natrium Benzoat, Limun Cap 36 tidak mengandung Natrium Siklamat atau pemanis.
Analisis Kandungan Vitamin C dan Aktivitas Antioksidan Buah-Buahan Khas Dataran Tinggi Gayo Aceh Elfariyanti; Irma Zarwinda2; Mardiana; Rahmah
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i2.280

Abstract

Vitamin C merupakan salah satu zat gizi yang berperan sebagai antioksidan dan efektif mengatasi radikal bebas yang merusak sel atau jaringan tubuh. Vitamin C dapat dijumpai pada bahan alam di sekitar kita salah satunya buah-buahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kadar vitamin C dan aktifitas antioksidan yang terdapat pada perasan buah kesemek, jeruk keprok dan terong belanda yang berasal dari dataran tinggi Gayo Aceh Tengah. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode spektrofotometri UV Vis dan DPPH (1,2 Dyphenyl-1-picrylhydrazyl) untuk analisis antioksidan. Pengambilan sampel di lakukan secara purposive sampling yaitu dengan kriteria buah yang matang dan segar. Hasil penelitian didapatkan bahwa kadar vitamin C pada buah kesemek sebesar 2,878 mg/100 g; jeruk keprok sebesar 3,716 mg/100 g dan terong belanda sebesar 11,328 mg/100 g. Adapun hasil uji antioksidan didapatkan nilai IC50 pada perasan buah kesemek sebesar 101,42 ppm pada kategori lemah, perasan jeruk keprok sebesar 90 ppm pada kategori sedang, dan perasan buah terong belanda sebesar 47,5 ppm pada kategori kuat. Dapat disimpulkan bahwa, diantara ketiga sampel yang diuji buah terong belanda memiliki kadar vitamin C dan aktivitas antioksidan yang paling tinggi.