Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA NATRIUM SIKLAMAT DAN NATRIUM BENZOAT PADA LIMUN CAP 36 irfan mustafa; Azmalina Adriani; Elfariyanti; , Fadhillah Azahra
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i2.102

Abstract

Limun merupakan minuman bersoda yang terdiri dari air, gula, dan bahan tambahan pangan lainnya. Natrium benzoat dan natrium siklamat merupakan salah satu pengawet dan pemanis yang diizinkan penggunaanya dalam makanan dan minuman tercantum dalam Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 11 Tahun 2019 Untuk minuman manis bersoda berbasis air berperisa dan berkarbonat adalah 350 mg/kg bahan dan BPOM RI Nomor 36 Tahun 2013 yaitu sebesar 400 mg/kg bahan pada Natrium Benzoat. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu analisa kualitatif dan kuantitatif, Penelitian bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya serta mengetahui kadar natrium benzoat dan natrium siklamat dalam limun Cap 36. Penelitian dilakukan di Laboratorium Akademi Analis Farmasi dan Makanan, pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Berdasarkan hasil penelitian dari sampel Limun Cap 36 mengandung Natrium Benzoat dengan kadar 25,7% sehingga Natrium Benzoat dinyatakan tidak memenuhi persyaratan Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 36 Tahun 2013, tidak mengandung pemanis buatan Natrium Siklamat. Kesimpulan Limun Cap 36 mengandung pengawet yaitu Natrium Benzoat, Limun Cap 36 tidak mengandung Natrium Siklamat atau pemanis.
Identifikasi Kandungan Formalin dan Boraks Pada Ikan Asin Belanak di Pasar Suboh Pidie Jaya Yuni Dewi Safrida; Rizki Andalia; Rizqa Mulyani; Elfariyanti Elfariyanti
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v4i1.132

Abstract

Ikan asin sangat digemari oleh masyarakat khususnya di Aceh sebagai bahan lauk makanan. Proses pembuatan ikan asin sering sekali menggunakan bahan tambahan berbahaya seperti formalin dan boraks, yang ditambahkan agar tahan lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dalam ikan asin belanak yang dijual di pasar Suboh Pidie Jaya mengandung formalin dan boraks. Penelitian ini menggunakan asam kromatofat dan pereaksi KMnO4 untuk pengujian formalin serta menggunakan metode uji nyala api dan uji kertas kurkumin untuk pengujian boraks. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 sampel ikan asin belanak yang dijual dipasar suboh Pidie Jaya yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil uji formalin dengan menggunakan asam kromatofat dan KMnO4 ketiga sampel negatif mengandung formalin, sedangkan pada uji boraks dengan menggunakan uji nyala api dan kertas kurkumin ketiga sampel juga negatif mengandung boraks
Formulasi Sediaan Krim Body Scrub Dari Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa blimbi L.) dan Ampas Kopi Arabika Gayo (Coffea arabica L.) Sebagai Eksfolian Zarwinda, Irma; Elfariyanti, Elfariyanti; Safira, Rifa Risti; Rizki, Putri Humaira
Journal of Pharmaceutical and Health Research Vol 5 No 3 (2024): October 2024
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jharma.v5i3.6164

Abstract

Abstrak− Body scrub adalah salah satu sediaan farmasi yang digunakan untuk mengangkat sisa kotoran, sel-sel kulit mati, debu, dan minyak pada kulit dengan bantuan bahan scrub sebagai pengampelas kulit. Daun belimbing wuluh dan ampas kopi arabika Gayo terbukti mengandung senyawa aktif antioksidan dan antibakteri, selain itu, penggunaannya dalam rangka memanfaatkan potensi kearifan lokal provinsi Aceh dan sangat pontensial sebagai bahan pembutan body scrub berbahan alam. Tujuan penelitian untuk mengetahui stabilitas mutu fisik sediaan body scrub ekstrak daun belimbing wuluh dan ampas kopi arabika Gayo serta efektivitasnya sebagai eksfolian. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Formulasi krim body scrub dalam penelitian ini dibuat dalam 4 formula dengan memvariasikan proporsi ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) berturut-turut yaitu F0(0%), F1(1%), F3(2%), dan F3(3%), sedangkan proporsi bubuk ampas kopi arabika Gayo dibuat tetap. Parameter yang diuji adalah mutu fisik, uji iritasi dan uji efektivitas body scrub (eksfolian). Hasil penelitian selama 14 hari penyimpanan. Organoleptis keempat body scrub memiliki bentuk semi padat, berwarna coklat hingga coklat kehitaman, dan aroma kopi. Nilai pH berkisaran dari 7,7-8 dan semua sediaan homogen. Tipe emulsi minyak dalam air, memiliki daya sebar kisaran 5,4 – 5,9. Semua formula tidak menimbulkan iritasi dan tingkat kecerahan kulit sukaerelawan meningkat 1 tingkat dilihat dari kertas indikator. Hasil uji kelembaban kulit, F2 dan F3 menunjukkan hasil paling baik, dengan persentases kenaikan 13%, sedangkan F0 meningkat 5% dan F1 6%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sediaan body scrub yang telah dibuat memiliki hasil yang baik dan stabil serta dapat digunakan sebagai eksfolian. Kata Kunci: ampas kopi arabika Gayo; body scrub; daun belimbing wuluh; eksfolian.
Evaluasi Fisik dan Uji Kesukaan Sediaan Masker Gel Peel Off Serbuk Cangkang Telur (Pullum Ovum) dan Madu (Apis) Zakaria, Nurmalia; Fauziah; Sari, Amelia; Zarwinda, Irma; Elfariyanti
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v4i2.85

Abstract

Cangkang telur (Pullum Ovum) dan memiliki kandungan 97% kalsium karbonat, fosfor, magnesium, natrium, kalium, seng, mangan, besi, dan tembaga. Madu merupakan humektan alami dimana madu bisa menarik air dan mempertahankannya di dalam lapisan kulit sehingga terhidrasi dan kenyal. Kombinasi kedua bahan ini diharapkan mampu memberikan efek perawatan pada kulit wajah sebagai anti aging untuk kulit wajah. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan serbuk cangkang telur dan madu dalam sediaan masker gel peel off dan melakukan evaluasi fisika, uji iritasi dan uji kesukaan panelis. Penelitian bersifat eksperimen yang dilaksanakan di Laboratorium Farmasetika Akafarma Banda Aceh pada tahun 2022. Masker gel peel off dibuat dalam 4 formula dengan variasi konsentrasi serbuk cangkang telur yaitu 1% (F1), 2% (F2), 3% (F3). Basis yang digunakan yaitu Polivinyl Alkohol (PVA) dan Hidroxy Propyl Methyl Cellulosa (HPMC) dan dilakukan evaluasi fisik terhadap sediaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan ketiga formula masker gel peel off memenuhi syarat evaluasi fisika dan uji iritasi. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa formula yang paling disukai responden dari segi bentuk F1, dari segi warna F1 dan F2, dari segi aroma yaitu F2. Maka disimpulkan bahwa Serbuk cangkang telur dan madu dapat diformulasikan dalam sedian masker gel peel off dengan karakteristik fisik dan hasil uji iritasi yang baik. Kata kunci : Cangkang telur, Madu, Formulasi, Masker gel peel-off, Evaluasi sediaan
Formulasi dan Karakterisasi Sabun Padat Transparan Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (Psidium guajava L) Rinaldi; Adriani, Azmalina; Aria Suzanni, Mulia; Elfariyanti
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v4i2.155

Abstract

Sabun padat transparan memiliki bentuknya yang menarik dengan aneka warna dan aroma. Sabun padat transparan memiliki busa lebih lembut, penampakan yang berkilau dan memiliki daya tahan yang lama. Sabun padat transparan dapat ditambahkan senyawa antioksidan, untuk memberi perlindungan terhadap kulit dari paparan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karaketerisasi sabun padat transparan ekstrak etanol daun Jambu biji (Psidium guajava L) pada konsentrasi ekstrak yang berbeda dan mengetahui sabun padat transparan memenuhi persyaratan uji. Penelitian ini bersifat eksperimental untuk memformulasikan ekstrak etanol daun jambu biji pada konsentrasi eksterak yang berbeda formula F1 (0,5%), F2 (1%), F3 (2%), F4 (4%), dan F5 (8%). Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2024 di Laboratorium AKAFARMA Banda Aceh. Daun jambu biji yang digunakan adalah daun jambu biji yang segar tidak layu, berwarna hijau; posisi daun nodus 3-5 dari pucuk. Daun diuji determinasi tanaman di BRIN. Sediaan sabun dari masing-masing formula diujikan secara organoleptis, pH, stabilitas busa, uji iritasi, Uji kelembaban dan uji hedonic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara organoleptis ke-lima formula berbentuk padat transparan berbau khas ekstrak daun jambu biji dengan warna coklat – hitam. Nilai pH berkisar pH 9,8 – 10,2. Stabilitas busa F1 (81,3%), F2 (77,8%) F3 (86,7%), F4 (86,3%) dan F5 (90,0%). Semua sabun (formula F1-F5) tidak mengiritasi, tingkat kelembaban berkisar antara 2,5% - 6%. Dari semua formula sabun, formula F1 (0,5%) lebih disukai responden karena sediaan yang dihasilkan berbentuk padat yang lebih transparan dan warna yang terang (coklat muda). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava L.) dapat diformulasikan kedalam sediaan sabun padat trasparan. Kata kunci : Sabun Padat Transparan, daun jambu biji, Formulasi sabun
Analisis Kandungan Pemanis Buatan Siklamat, Sakarin dan Aspartam Pada Permen Gulali (Halus Manis) Yang Beredar Di Kecamatan Baiturahman Kota Banda Aceh Zarwinda, Irma; Zakaria, Nurmalia; Elfariyanti
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v5i1.161

Abstract

Pemanis buatan merupakan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang dapat memberikan rasa manis pada produk makanan, akan tetapi tidak memiliki nilai gizi. Penggunaan pemanis buatan dalam produk pangan diatur dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) nomor 11 tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan pemanis buatan sakarin, siklamat, dan aspartam pada jajanan gulali yang beredar di Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh memenuhi standar yang ditetapkan BPOM atau tidak. Jenis penelitian adalah kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis kualitatif menggunakan reaksi warna dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), sedangkan analisis kuantitatif menggunakan metode gravimetri. Sampel pada penelitian ini berjumlah 3 (Tiga) sampel yang diambil secara total sampling. Hasil analisis kualitatif didapatkan bahwa ketiga sampel gulali positif mengandung pemanis siklamat, sedangkan sakarin dan aspartam menunjukkan hasil negatif. Hasil penetapan kadar siklamat didapatkan pada sampel 1 yaitu sebesar 5.123 mg/kg, sampel 2 sebesar 9.366 mg/kg, dan sampel 3 sebesar 8.694 mg/kg. Kadar pemanis siklamat ketiga sampel melebihi ambang batas yang ditetapkan BPOM yaitu 500 mg/kg berat bahan.
Studi Keamanan Pangan Pada Sirup Pala Produksi Kota Tapaktuan: Kajian Pemanis Siklamat dan Pengawet Asam Benzoat Elfariyanti; Zarwinda, Irma; Ayuni; Maulinda, Safera
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v5i1.164

Abstract

Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya untuk mencegah pangan dari cemaran biologi, fisik, dan kimia yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Produk hasil pangan dalam bentuk olahan hasil produksi Industri Rumah Tangga perlu dievaluasi keamanannya terutama dalam penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pemanis dan pengawet buatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keamanan produk sirup pala yang diproduksi di kota Tapaktuan dari pemanis siklamat dan pengawet asam benzoat, apakah memenuhi syarat Peraturan Kepala BPOM nomor 11 tahun 2019 tentang BTP atau tidak. Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif menggunakan reaksi warna dan pengendapan, sedangkan analisis kuantitatif menggunakan metode gravimetri dan spektrofotometri UV Vis. Sampel penelitian berjumlah 5 sampel sirup pala dari produsen yang berbeda yang diambil secara total sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa semua sampel sirup pala positif mengandung siklamat dan asam benzoat. Kadar siklamat yang didapatkan jauh melebihi ambang batas yang ditetapkan BPOM yaitu 500 mg/Kg bahan. Kadar siklamat sampel A-E berturut-turut sebesar 26.910 mg/Kg; 21.850 mg/Kg; 22.020 mg/Kg; 24.430 mg/Kg; dan 26.040 mg/Kg. Adapun kadar asam benzoat masih di bawah ambang batas yang diperbolehkan (600 mg/Kg), yaitu berturut-turut sebesar 58,50 mg/Kg; 70,13 mg/Kg; 58,50 mg/Kg; 79,66 mg/Kg; dan 95,53 mg/Kg. Produk sirup pala produksi kota Tapaktuan masih aman untuk dikonsumsi jika tidak melebihi dari 15 mL per hari. Kata kunci : sirup pala; siklamat; asam benzoat; gravimetri; spektrofotometri UV Vis
Penyuluhan tentang Zat Kimia Berbahaya yang Terkandung di dalam Kosmetik Bagi Kader PKK di Desa Doy Ulee Kareng Banda Aceh Lidyawati; Rosa Mardiana; Dwi Putri Rejeki; Sasmiati Farach Dita; Verawati; Nurjannah; Irma Zarwinda; Elfariyanti; Fita Nelyza
Jurnal Mitra Pengabdian Farmasi Vol. 2 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Akademi Farmasi YPPM Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cosmetics are considered very important in today's life, not only women who use cosmetics but men also use it for their needs and lifestyle. There are also a lot of cosmetic products marketed by manufacturers, so people have to be more observant in choosing cosmetics that are safe to use, because not all producers pay attention to the safety quality of the ingredients of the products they produce, if people are wrong in choosing cosmetic products/using cosmetics that contain hazardous chemicals will cause health problems. The method used in this community service is counseling by providing knowledge about safe cosmetics, and prohibited and dangerous chemicals that are often used in cosmetics, then followed by a question and answer session. Furthermore, the PKK cadres were given a questionnaire which aims to determine the level of understanding of the PKK cadres after being given counseling. The activity was carried out in Doy Village, Ulee Kareng District, Banda Aceh. The results of the questionnaire show that 96 percent of PKK cadres understand how to choose safe cosmetics.
Formulasi dan Evaluasi Stabilitas Fisika Sirup Poliherbal yang Mengandung Ekstrak Daun Kelor, Rimpang Kunyit, dan Rimpang Jahe Secara Uji Stabilitas Dipercepat: Formulation and Evaluation of Physical Stability of Polyherbal Syrup Containing Extract of Moringa Leaf, Turmeric Rhizome, and Ginger Rhizome Using Accelerated Stability Test Zakaria, Nurmalia; Safrida, Yuni Dewi; Jannah, Rauzatul; Elfariyanti, Elfariyanti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i3.2097

Abstract

Moringa leaf, turmeric rhizome and ginger rhizome polyherbal syrup (SPKKJ) is a very strong antioxidant syrup. The efficacy and safety of SPKKJ as a pharmaceutical preparation is strongly influenced by the stability of the preparation within a certain shelf life both physically, chemically and biologically. Stability testing is carried out to ensure the identity, strength, quality and purity of products that have been approved and circulated in the market, so that they are safe for use by consumers. This study aims to determine the physical stability of SPKKJ using the accelerated stability test method, which is 40°C ± 2°C / 75% RH ± 5% for three months. The research was a laboratory experiment by designing three syrup formulas using a variety of preservatives, namely sodium benzoate, methyl paraben, and propyl paraben. The results showed that the three SPKKJ formulas had good physical stability, indicated by no change in terms of organoleptic, pH, viscosity and specific gravity of the preparation during three months storage. Keywords:          Polyherbal Syrup, Moringa Leaf, Turmeric Rhizome, Ginger Rhizome, Physical Stability   Abstrak Sirup poliherbal daun kelor, rimpang kunyit, dan rimpang jahe (SPKKJ) merupakan sirup antioksidan yang sangat kuat. Khasiat serta keamanan dari SPKKJ sebagai suatu sediaan farmasi sangat dipengaruhi oleh stabilitas sediaan dalam masa simpan tertentu baik secara fisika, kimia dan biologi. Pengujian stabilitas dilakukan untuk menjamin identitas, kekuatan, kualitas dan kemurnian produk yang telah diluluskan dan beredar di pasaran, sehingga aman untuk digunakan oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan stabilitas fisika SPKKJ menggunakan metode uji stabilitas dipercepat yaitu suhu 40°C ± 2° C / 75% RH ± 5% selama tiga bulan. Penelitian bersifat eksperimen laboratorium dengan merancang tiga formula sirup menggunakan variasi pengawet yaitu natrium benzoate, metil paraben, dan propil paraben. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula SPKKJ memiliki stabilitas fisika yang baik, ditunjukkan dengan tidak adanya perubahan dari segi organoleptik, pH, viskositas dan bobot jenis sediaan selama penyimpanan tiga bulan. Kata Kunci:         Sirup Poliherbal, Daun Kelor, Rimpang Kunyit, Rimpang Jahe, Stabilitas Fisika
Analisis mutu bubuk kopi arabika gayo yang dijual di toko oleh-oleh khas Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh Zarwinda, Irma; Elfariyanti, Elfariyanti; Zakaria, Nurmalia; Humaira, Humaira
Journal of Pharmaceutical and Sciences Suppl. 1, No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i5-si.311

Abstract

Gayo Arabica coffee is a typical coffee produced from plantations in the Gayo area of Aceh Province, especially Bener Meriah Regency. This research aims to determine the quality of packaged coffee powder that does not have a distribution permit, which is sold in souvenir shops in Bener Meriah Regency, Aceh Province. The method used in this research is quantitative analytical descriptive. The sample used in this research was coffee powder that did not have a distribution permit, which was taken as a total sampling in 5 souvenir shops in 4 sub-districts in Bener Meriah Regency. The results of organoleptic observations on coffee powder with codes P1, P2, P3, and P4 were in the form of coarse powder, while P5 was in the form of fine powder. P1 and P2 coffee grounds are dark brown, and P3, P4, and P5 are brown. The taste of coffee powder P1, P2, P3, and P5 has no taste, and P4 tastes bitter. The overall aroma of the sample is typically aromatic. The water content test results were 0.74%, 0.66%, 0.58%, 0.14%, and 1.40%, respectively. The ash content test results were obtained: 4.60%, 4.47%, 4.37%, 44.65%, and 4.50%, respectively. The coffee essence levels were 23.97%, 25.80%, 25.70%, 25.10%, and 30.2%, respectively. The results of the quality analysis of Gayo Arabica coffee powder in the souvenir shop of Bener Meriah Regency, province, have met the quality requirements by SNI 01-3542-2004.