Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN DAN PEMBENTUKAN KELOMPOK USAHA SERBUK DAUN KELOR SEBAGAI BAHAN BAKU PRODUK HERBAL DI PKK DESA LAM ARA KECAMATAN BANDA RAYA BANDA ACEH Nurmalia Zakaria; Rizki Andalia; Elfariyanti; Asrarika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 31 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v31i4.69163

Abstract

Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Lam Ara salah satu PKK di kota Banda Aceh yang berfungsi sebagai fasilitator dan penggerak utama dalam memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup melalui 10 Program Pokok PKK, salah satunya program pendidikan dan keterampilan. Ketua PKK Lam Ara memiliki misi menjadikan desa Lam Ara sebagai “Desa UMKM Herbal”, melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakatnya. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melatih keterampilan para anggota PKK Lam Ara dalam mengolah daun kelor menjadi serbuk yang tahan lama dan mudah diolah lebih lanjut menjadi produk herbal dan kesehatan. Metode pengabdian berupa penyuluhan, pelatihan, dan pengembangan teknologi tepat guna yang disusun ke dalam lima tahapan yaitu sosioalisasi kegiatan, pelatihan pengolahan daun kelor, penerapan teknologi, pendampingan evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan serbuk daun kelor diikuti oleh ibu-ibu PKK sebanyak 20 orang, usia 25-60, dengan mayoritas berdidikan SMA (75%) dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga 85%). Hal ini menunjukkan adanya minat yang tinggi dari peserta pelatihan. Pengetahuan dan kerampilan peserta pelatihan meningkat signifikan dengan rata-rata keseluruhan nilai pre-test sebesar 62,75% dan post-test sebesar 94,5% (Sig. <0,05). Sebanyak 10 peserta pelatihan telah mampu mengolah daun kelor menjadi serbuk (50%). Dari hasil kegiatan ini juga terbentuk satu kelompok usaha serbuk daun kelor bernama UMKM Herbal Berkah Sejahtera dan dihasilkan produk serbuk kelor sebanyak 20 botol. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil dilaksanakan dengan baik sebagai upaya menjadikan desa Lam Ara sebagai Desa UMKM herbal
Pemberdayaan Masyarakat melalui Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Cot Bagi, Kecamatan Blang, Bintang, Kabupaten Aceh Besar Elfariyanti, Elfariyanti; Safrina, Safrina; Rinaldi, Rinaldi; Adriani, Azmalina; Suzanni, Mulia Aria
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.18276

Abstract

Background: Program pemberdayaan masyarakat berbasis pelatihan budidaya dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dilaksanakan di Desa Cot Bagi, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan minat masyarakat dalam mengelola TOGA secara berkelanjutan. Metode: Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner tertutup berbasis skala Likert (15 item, 5 aspek) yang telah divalidasi melalui expert judgment, serta diuji reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha = 0,84). Hasil: Hasil analisis pre dan post-test menunjukkan peningkatan rerata skor sebesar +1,7 pada aspek pengetahuan dan keterampilan. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik mampu meningkatkan kompetensi warga dalam pengelolaan TOGA sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis komunitas, serta relevan untuk direplikasi dalam program pemberdayaan lokal di wilayah lain.
Effect of Melinjo (Gnetum gnemon L) Peel Flour Fortification on the Quality of Tuna Crackers Humaira, Yara; zarwinda, irma; Elfariyanti, Elfariyanti
Serambi Journal of Agricultural Technology Vol 7, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/sjat.v7i2.10385

Abstract

This study aimed to determine the effect of melinjo (Gnetum gnemon L.) peel flour fortification on the chemical and sensory quality of tuna fish (Euthynnus affinis, locally known as tongkol) crackers. The research was conducted using an experimental laboratory design with four formulations: F0 (without melinjo peel flour), F1 (5 g), F2 (10 g), and F3 (15 g). The parameters observed included sensory evaluation (color, aroma, taste, texture, and crispness) and chemical analysis consisting of moisture content, acid-insoluble ash, and protein content, in accordance with the Indonesian National Standard (SNI 8272:2016). The results showed that the addition of melinjo peel flour significantly affected the protein content of tuna fish crackers. Protein levels increased from 7.8% in F0 to 13.3% in F3, while moisture content decreased from 6.91% to 5.72%. Acid-insoluble ash values ranged from 0.08% to 0.17%, and all samples met the SNI quality standard of less than 0.20%. Sensory evaluation indicated that adding 10–15 g of melinjo peel flour produced the highest acceptance scores, characterized by a natural brownish color, distinctive aroma, and crisp texture.These findings demonstrate that melinjo peel flour can be effectively used as a natural fortifying ingredient to enhance the protein content and sensory quality of tuna fish crackers without reducing consumer acceptance. This fortification approach also supports the development of healthy, economical, and sustainable functional foods based on local resources.
Improving Community Knowledge in Cot Bagi on the Processing of Simplicia from Family Medicinal Plants (TOGA): Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Cot Bagi Dalam Pengolahan Simplisia Dari Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Irma Zarwinda; Nurmalia Zakaria; Elfariyanti
Jurnal Mitra Pengabdian Farmasi Vol. 5 No. 1 (2025): Oktober 2025
Publisher : Akademi Farmasi YPPM Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cot Bagi Village, Blang Bintang District, Aceh Besar Regency, has significant potential for the development of Family Medicinal Plants (TOGA). However, the utilization of TOGA by the community remains limited, particularly in processing harvested plants into high-quality simplicia with economic value. This community service program aimed to improve community knowledge in Cot Bagi Village regarding the processing of simplicia from TOGA. The activity was conducted through active health promotion using counseling and hands-on training, supported by educational modules. Participants’ knowledge improvement was measured using pre-test and post-test questionnaires. The results showed a substantial increase in participants’ knowledge, from 37% in the pre-test to 88.5% in the post-test, indicating a significant improvement. This program positively enhanced community understanding of proper TOGA processing, including harvesting, drying, storage, and simplicia preparation. The activity is expected to encourage optimal utilization of TOGA and support community independence and welfare.
Uji Iritasi dan Efektivitas Lulur Serbuk Dari Ampas Kopi Arabika Gayo (Coffea arabica L.), Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.), dan Rimpang Jahe (Zingiber officinale) Untuk Mencerahkan Kulit Elfariyanti; Irma Zarwinda; Intan Azura; Milda Sari
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v6i1.174

Abstract

Merawat kulit secara teratur merupakan langkah awal untuk menambah dan menjaga kecantikan kulit secara alami. Salah satu cara merawat kulit yaitu menggunakan sediaan kosmetik seperti lulur. Saat ini lulur yang terbuat dari bahan alami lebih disukai karena tidak menimbulkan efek samping. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keamanan dan efektivitas sediaan lulur serbuk dari ampas kopi arabika Gayo (Coffea arabica L.), ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) dan rimpang jahe (Zingiber officinale) untuk mencerahkan kulit. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif melalui uji di laboratorium dan menggunakan sukarelawan. Sediaan lulur dibuat dalam 3 formula dengan cara memvariasikan berturut-turut komposisi serbuk ampas kopi arabika Gayo, ubi jalar ungu dan rimpang jahe yaitu F1 (1:3:1), F2 (2:2:1), dan F3 (3:1:1). Uji iritasi dilakukan pada 8 orang sukarelawan, sedangkan uji kecerahan kulit dilakukan pada 3 orang sukarelawan. Hasil penelitian didapatkan bahwa semua formula lulur tidak menimbulkan iritasi pada kulit sukarelawan. Adapun pada uji kecerahan kulit didapatkan bahwa formula F3 menunjukkkan terjadinya peningkatan kecerahan kulit menjadi satu tingkat lebih cerah, sedangkan formula F1 dan F2 tidak menunjukkan peningkatan kecerahan kulit sukarelawan setelah pemakaian lulur selama 2 minggu. Hasil tanggapan sukarelawan menunjukkan bahwa formula F3 paling disukai. Kata Kunci: lulur serbuk; uji iritasi; efektivitas; ampas kopi arabika Gayo; ubi jalar ungu
Karakteristik Fisik dan Uji Hedonik Minuman Serbuk Instan Dari Kulit Buah Semangka (Citrullus lanatus) Kombinasi Buah Terong Belanda (Solanum betaceum) Irma Zarwinda; Elfariyanti; Rini Putri Balqis
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minuman serbuk instan adalah produk kering dibuat dari campuran buah atau sayuran atau bahan lain yang dapat larut dalam air dan praktis dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik meliputi organoleptik, pH, kadar air, waktu larut, waktu alir, dan sudut diam, serta tingkat kesukaan (hedonik) minuman serbuk instan dari kulit buah semangka kombinasi terong belanda. Minuman serbuk instan dibuat dalam 3 formula dengan kode F1 (20%:10%), F2 (30%:10%), dan F3 (40%:10%). Perbedaan ketiga formula dari komposisi bahan yang digunakan. Hasil penelitian didapatkan bahwa sediaan minuman serbuk instan hasil formulasi secara umum memiliki karakteristik fisik yang baik secara organoleptik dan waktu larut. Formula F1 dan F2 memiliki kadar air yang memenuhi standar SNI 01-4320-2004 tentang minuman serbuk yaitu lebih kecil dari 3%, sedangkan formula F3 tidak memenuhi standar (4,7%). Formula F1, F1 dan F3 memiliki kadar abu yang memenuhi standar SNI 01-4320-2004 tentang minuman serbuk yaitu maksimal 1,5%, Uji pH tidak memenuhi standar pH yang baik (5-7), semua formula rata-rata memiliki pH di bawah 5. Waktu alir lebih dari 10 detik dan sudut diam lebih dari 45o yang artinya tidak memenuhi standar. Hasil uji hedonik didapatkan bahwa formula F1 paling disukai dengan persentase tingkat kesukaan sebesar 4,38, disusul F2 sebesar 4,14, dan F3 sebesar 4,18. Semua formula berada pada kategori sangat suka. Kata Kunci : Minuman Serbuk Instan, Kulit Semangka, Terong Belanda, Karakteristik Fisik, Uji Hedonik.