Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Desa Andepali Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe I Putu Sudayasa; Muhammad Fathur Rahman; Amiruddin Eso; Jamaluddin Jamaluddin; Parawansah Parawansah; La Ode Alifariki; Arimaswti Arimaswati; Andi Noor Kholidah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3491

Abstract

ABSTRAKPenyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak ditularkan dan tidak ditransmisikan kepada orang lain dengan bentuk kontak apapun, menyebabkan kematian dan membunuh sekitar 35 juta manusia setiap tahunnya, atau 60% dari seluruh kematian secara global, dengan 80% pervalensi pada negara berkembang. Penyakit tidak menular, khususnya penyakit kardiovaskuler, kanker, penyakit pernapasan kronis, dan diabetes merupakan ancaman utama bagi kesehatan dan perkembangan manusia saat ini. Tujuan pengabdian masyarakat yang terintegrasi kuliah kerja nyata (KKN) Tematik, untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular, pada masyarakat Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe. Metode kegiatan berupa penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah sewaktu dan asam urat. Telah dilakukan skrining dan deteksi dini fator risiko penyakit tidak menular terhadap 67 orang responden, meliputi 14 laki–laki dan 53 perempuan. Pada hasil pemeriksaan tekanan darah, didapatkan jumlah yang mengalami hipertensi 28,35 %, normotensi 67,16, dan hipotensi 4,47 %. Pada pemeriksaan Kolesterol Total, didapatkan  kolesterol dalam batas normal 2,38 % dan tinggi 37,31 %.  Hasil pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), didapatkan kadar GDS dalam batas normal 85,07 % dan kadar GDS tinggi 14,92 %. Pada pemeriksaan Asam Urat didapatkan dalam batas normal adalah 91,04 % dan tinggi 8,95 %.Kata kunci: faktor risiko; penyakit tidak menular Early Detection of Non-communicable Disease Risk Factors in Andepali Village Community, Sampara District, Konawe RegencyABSTRACTNon-communicable disease (PTM) is a disease that is not transmitted and is not transmitted to others by any form of contact, causing death and killing around 35 million people each year, or 60% of all deaths globally, with 80% prevalence in developing countries. PTM, especially cardiovascular disease, cancer, chronic respiratory diseases, and diabetes are the main threats to human health and development today. The purpose of integrated community service is the Thematic Real Work Study (KKN), to detect risk factors for non-communicable diseases, in the community of Sampara District, Konawe Regency. The method of activity in the form of health education, blood pressure, cholesterol levels, blood sugar and uric acid. Screening and early detection of risk factors for non-communicable diseases have been carried out on 67 respondents, including 14 men and 53 women. On the results of blood pressure examination, it was found that the amount of hypertension was 28.35%, normotension 67.16% and hypotension 4.47%. In the examination of Total Cholesterol, cholesterol was found to be within the normal limit of 2.38% and 37.31% high. Examination results of Blood Sugar (GDS), obtained levels of GDS in the normal range of 85.07% and high GDS levels of 14.92%. In the examination of Gout found in the normal range is 91.04% and high 8.95%.Keywords: gout; blood sugar; cholesterol; non-communicable diseases; blood pressure 
Hubungan antara Kadar Low Density Lipoprotein dengan Tekanan Darah Sistolik saat Puncak Exercise pada Personil Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (The Relationship between Low Density Lipoprotein Levels and Systolic Blood Pressure during Peak Exercise of Police Personnel in Southeast Sulawesi) Dina Fitriana; Hilma Yuniar; Jamaluddin Jamaluddin
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v7i2.11970

Abstract

Background: Systolic blood pressure during exercise is the blood pressure as measured by aneroid sphygmomanometer at the peak exercise (treadmill), namely when the subject has experienced fatigue or heart rate has reached > 85% of Maximum Heart Rate. Purpose:This research purpose is to determine the relationship between LDL level and systolic blood pressure at the exercise peak of  police personnel in Southeast Sulawesi. Methods: This research used analytical-observasional study with cross sectional aproach. The independent variables used in this research are LDL level while the dependent variables was systolic blood pressure during the peak exercise. Research location is in Maxima Laboratory Kendari.The subjects of this study were 95 people based on the inclusion and exclusion criteria that selected by Purposive Sampling method. Data collection was gained by taking the secondary data and was processed by using statistical test data of Independent T-test with a significance p-value <0.05. Result: The result of bivariate analysis showed that there was a relationship between LDL level and systolic blood pressure at the exercise peak on the police personnel in Southeast Sulawesi with a p-value = 0,000 (<0.05). Conclusion: This study can be conlcuded that there was a relationship between LDL level and systolic blood pressure at the peak exercise of police personnel in Southeast Sulawesi.Keywords: low density lipoprotein, systolic blood pressure, peak exercise. ABSTRAKLatar belakang : Puncak tekanan darah sistolik pada saat exercise adalah tekanan darah sistolik yang diukur dengan menggunakan sfignomanometer air raksa pada saat puncak exercise, dimana subyek sudah mengalami kelelahan atau denyut jantung telah mencapai 85% dari denyut jantung maximal. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar LDL plasma dengan tekanan darah sistolik pada puncak exercise pada personil Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara. Metode: penelitian ini merupakan penelitian analitik-observasional dengan metode cross sectional. variabel independen adalah kadar LDL plasma dan dependen variabel adalah tekanan darah sistol pada puncak exercise. penelitian dilakukan di Laboratorium Klinik Maxima Kendari. sebanyak 95 sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diambil dengan metode purposive sampling. Data tekanan darah saat puncak exercise dan kadar LDL plasma diambil dari data sekunder rekam medik pasien. Data kemudian dianalisa dengan uji statistik Independent T-test dan bermakna bila nilai p <0,05. Hasil: Analisa statistik menunjukkan adanya hubungan antara kadar LDL plasma dengan tekanan darah sistolik pada puncak exercise pada personil POLDA Sulawesi Tenggara, dengan nilai p=0,000. Simpulan : Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kadar LDL plasma dengan tekanan darah sistolik pada puncak exercise pada personil POLDA Sulawesi Tenggara.Kata Kunci: low density lipoprotein, tekanan darah sistolik, puncak exercise
Analysis of Leukocyte Count in Patients Acute Coronary Syndrome with ST-Segment Elevation and Acute Coronary Syndrome without ST-Segment Elevation at Kendari City General Hospital Jamaluddin Jamaluddin; Irawaty Irawaty; Fercee Primula
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v9i2.25462

Abstract

Background: Acute coronary syndrome (ACS) is an acute complication of coronary heart disease due to rupture of an atherosclerotic plaque, resulting in the formation of a thrombus, narrowing the lumen, resulting in impaired blood supply and decreased strength of heart muscle contraction. The occurrence of inflammation in the atherosclerotic process is characterized by an increase in the number of leukocytes, which causes increased leukocyte recruitment at the site of plaque rupture and is thought to play an important role in the incidence and prognosis of ACS. Purpose: The aim of this study was to determine the comparison of the number of leukocytes in STE and NSTE ACS patients. Methods: This research was an observational analytic study. The research design used a cross sectional study carried out at the Kendari City Regional General Hospital with the independent variable STE and Non STE ACS and the dependent variable was the leukocytes count. The number of samples was 73 patients. Data were collected from medical record data in accordance with the inclusion criteria.  Bivariate analysis to compare the number of leukocytes using the unpaired T test. Results: Research from 73 respondents found that STE ACS patients had a mean leucocyte count of 10.31±3.50x103/μL while NSTE ACS patients had a mean leukocyte count of 8.62±3.43 x 103/μL (p=0,000). Conclusion: There was a significant difference of leukocyte count in STE ACS and NSTE ACS patients.
Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Kelompok Berisiko Pada Pedagang Pasar Berusia Lanjut Melalui Screening Kesehatan Adius Kusnan; Jamaluddin Jamaluddin; Rahmawati Rahmawati; La Rangki La Rangki; Haryati Haryati; Arfiyan Sukmadi; La Ode Alifariki
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023373

Abstract

Peningkatan prevalensi penyakit tidak menular menjadi ancaman yang serius dalam pembangunan, karena mengancam pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu dikembangkan model pengendalian PTM berbasis masyarakat melalui Posbindu PTM. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mencegah penurunan kesehatan pada pra lansia dan lansia yang bekerja di pasar. Manfaat bagi pra lansia dan lansia yang beraktivitas di pasar adalah meningkatnya derajat kesehatan, pengetahuan, dan kesadaran pralansia dan lansia tentang kesehatan dan juga tidak menyita waktu mereka. Perusahaan Daerah Pasar Kota Kendari diharapkan dapat menjadi role model untuk pasar lain dan meningkatkan derajat kesehatan pralansia dan lansia yang bekerja dan terciptanya masyarakat pasar yang sehat. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2022. Prosedur pelaksanaan dimulai dengan melakukan pelatihan pada kader posbindu pasar, menyiapkan alat, media promosi kesehatan, dan tempat yang digunakan untuk pelaksanaan program. Kegiatan dalam POSBINDU ini terdiri dari senam anti hipertensi, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan lingkar perut, pengecekan tekanan darah dan gula darah sewaktu, konseling kesehatan, dan pemberian minuman tambahan. Evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan cara skrining kesehatan dan pengukuran kualitas hidup pra lansia dan lansia dengan menggunakan kuesioner WHOQoL (Quality of Life). Hasil pengabdian menujukkan bahwa mayoritas lansia memiliki kualitas hidup yang rendah terutama pada aspek dimensi fisik. Kesimpulan penelitian adalah kegiatan screening kesehatan telah menemukan beberapa lansia yang menderita penyakit fisik dengan kualitas hidup rendah.   
IDENTIFIKASI JENIS CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTH (STH) PADA FESES PEKERJA PENGANGKUT SAMPAH KOTA KENDARI DENGAN METODE MODIFIKASI HARADA MORI DAN METODE MODIFIKASI KATO KATZ Arimaswati Arimaswati; La Ode Alifariki; Faning Fridayani; Jamaluddin jamaluddin
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.087 KB) | DOI: 10.35842/mr.v15i1.270

Abstract

Background: helminthiasis is classified as negleted disease, which is an infection that is not considered and is chronic without causing clear clinical symptoms and its effects can only be seen in the long term. Objective: to identify the types of worms in the feces of Kendari garbage transportation workers. Methods: uses laboratory observation methods to identify the type of Soil that is Contagious. Using 42 stool samples that have been stored for ± 2 months were taken from the stools of Kendari municipal waste workers and examined using the modified kato-katz, Harada Mori and Direct slide methods. Results: the results of various inspection methods namely, direct slide, Kato-katz modification and Harada Mori modification. Identification of the egg stage, the p-value is 0.002 <α = 0.05. This shows that the Kato-katz method is far better than the direct shear method in the examination of STH worm eggs. The p-value results in the examination of Harada mori larvae and the direct shear value were 0.001 <α = 0.05. This shows that the Harada mori method is better at identifying fecal larvae than the direct glide method. The Kato-Katz modification method is more effective in identifying the type of worm egg than the direct slide method. The most common type of Transmitted Helminth earthworm identified in this study is hookworm. Conclusion: The Kato Katz method is a better method used than the direct slide method in identifying the type of Soil transmitted Helminth (STH) in the egg phase. Harada mori is a better method used than the direct slide method in identifying the type of Soil transmitted Helminth (STH) worm in the larval phase. The type of STH worm most identified in this study is the hookworm.
Upaya Tanggap Bencana Nasional Melalui Edukasi dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Di Kota Baubau Jamaluddin Jamaluddin; Sufiah Asri Mulyawati; Zida Maulina Aini; Sulastrianah Sulastrianah; Raja Al Fath Widyaiswara
Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia Vol 1 No 1 (2020): September 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1455.619 KB) | DOI: 10.33096/jpki.v1i1.104

Abstract

Kota Bau – Bau terletak pada selat Buton yang mempunyai aktivitas kelautan yang sangat tinggi, berperan sebagai titik transit sekaligus daerah penghubung bagi jalur nasional sekunder. Coronavirus adalah zoonosis atau virus yang ditularkan antara hewan dan manusia. Penyebaran penyakit ini telah memberikan dampak luas secara sosial dan ekonomi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan covid-19. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi kegiatan daring maupun luring seperti edukasi kepada masyarakat melalui video penyuluhan, pembagian masker, Hand sanitizer, dan pembagian Alat pelindung Diri. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian ini melibatkan seluruh elemen masyarakat secara bersama-sama, bersinergi, multidisiplin, dan bermitra sehingga dapat membantu mengendalikan penyebaran Covid 19 dan menurunkan jumlah kasus diwilayah Kota Bau Bau. Program kerja yang dilaksanakan berdasarkan potensi dan permasalahan yang ada di Kota Bau Bau. Hasil dari pengabdian masyarakat ini berupa edukasi penanganan dan pencegahan Covid 19 dan penerapan protokol kesehatan di era new normal, pendistribusian masker kain, pendistribusian hand sanitizer, pembuatan sarana cuci tangan, serta pembagian alat pelindung diri bagi tenaga medis di kota Bau Bau. Capaian dan luaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan Covid 19 dan penerapan protokol kesehatan, peningkatan penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat, tersedianya Alat Pelindung Diri bagi tenaga kesehatan khususnya pada puskesmas dan rumah sakit.
Upaya Peningkatan Status Kesehatan Ibu Hamil dan Anak di Kelurahan Toronipa Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Jamaluddin Jamaluddin; La Ode Alifariki; Agussalim Ali; La Rangki; Rahmawati Rahmawati; Sufiah Asri Mulyawati
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024667

Abstract

Hipertensi dalam kehamilan adalah adanya tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih setelah kehamilan 20 minggu pada wanita yang sebelumnya normotensif, atau kenaikan tekanan sistolik 30 mmHg dan atau tekanan diastolik 15 mmHg di atas nilai normal. Hipertensi pada kehamilan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas kematian ibu dan janin. Kondiis ini menjadi permasalahan mitra di lokasi KKN, sehingga dianggap perlu untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut. Adapun rencana kegiatan yang akan dilaksanakan berupa screening kesehatan ibu hamil dan pemeriksaan kesehatan jantung bagi anak, pemberian KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi), dan pemberian pengobatan sebagai tindaklanjut hasil screening. Pengabdian kesehatan ini rencana akan dilaksanakan di Kecamatan Soropia Kelurahan Toronipa Kabupaten Konawe yang akan dilaksanakan oleh Tim gabungan Dosen dan mahasiswa. Target luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah. Target luaran PKM ini adalah tersedianya data kesehatan ibu hamil dan kesehatan anak serta peningkatan kesehatan ibu dan anak. Pengabdian kepada masyarakat ini sudah dilaksanakan dengan melibatkan anak anak dan masyarakat di Kelurahan Toronipa. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan mulai pemeriksaa kesehatan ibu dan anak, serta pengobatan massal. Simpulan pengabdian ini bahwa ada peningkatan status kesehatan masyarakat dan juga meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan.
Pelatihan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Pada Kader Posbindu Di Wilayah Kerja Puskesmas Kapoiala I Putu Sudayasa; La Ode Alifariki; Jamaluddin Jamaluddin; Saida Saida; Sufiah Asri Mulyawati
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024668

Abstract

Secara global, WHO (World Health Organization) memperkirakan penyakit tidak  menular  menyebabkan sekitar  71% dari  jumlah  kematian di  seluruh  dunia. Data tahun  2018 di  Indonesia  menunjukkan  kenaikan prevalensi  penyakit  tidak  menular  seperti  kanker,  stroke,  penyakit  ginjal  kronik,  diabetes  melitus  dan hipertensi dibanding lima  tahun  sebelumnya. Saat  ini  Kementerian  Kesehatan  RI  sudah  melaksanakan program  deteksi  dini  dan  pencegahan  penyakit  tidak  menular  di  masyarakat  dengan  melakukan  kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif bagi individu dan masyarakat melalui Posbindu PTM di sekolah, tempat  kerja,  lapas/rutan,  terminal,  kampung  nelayan. Pelatihan  dilakukan  oleh  tim  FK Universitas Halu Oleo sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan peserta berjumlah 15 kader Puskemas Kapoiala, 5 Petugas Puskesmas dan 6 orang dari FK Universitas Halu Oleo. Tujuan pelatihan yaitu peserta mampu melakukan pengelolaan dan pelaksanaan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM). Materi yang diberikan dengan metoda ceramah, tanya jawab, diskusi, praktek keterampilan  yaitu  memberikan  pengetahuan  tentang  PTM,  Posbindu  PTM,  memberikan  kemampuan  keterampilan dalam memantau faktor risiko PTM serta konseling. Terdapat peningkatan nilai posttest yang signifikan dibanding pretest, yang berarti ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan deteksi dini faktor risiko PTM. Kegiatan ini menginiasiasi terbentuknya Posbindu PTM Institusi FK Universitas Halu Oleo
SKRINING PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA MASYARAKAT KECAMATAN NAMBO KOTA KENDARI Agusalim Ali; I Putu Sudayasa; Jamaluddin Jamaluddin; Arimaswati Arimaswati; Andi Nurcholida; La Rangki La Rangki
JURNAL PARADIGMA (PEMBERDAYAAN & PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol 3 No 2 (2021): JURNAL PARADIGMA VOLUME 3 NOMOR 2 OKTOBER 2021
Publisher : STIKES NGUDIA HUSADA MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are responsible for at least 70% of deaths in the world. Although it cannot be transmitted from person to person or from animal to person, weak control of risk factors can lead to an increase in cases every year. Nationally, the results of Riskesdas 2018 show that the prevalence of the population with high blood pressure is 34.11%. The prevalence of high blood pressure in women (36.85%) is higher than that of men (31.34%). The prevalence in urban areas is slightly higher (34.43%) compared to rural areas (33.72%). Prevalence increases with age. This screening activity aims to determine blood pressure, blood glucose levels, uric acid and cholesterol in the people of Nambo sub-district. The measurement results showed that most of the people who participated in this screening activity experienced hypertension and only a small portion had high levels of glucose, uric acid and cholesterol.
Analysis of Factors Contributing to Readmission in Congestive Heart Failure Patients at Kota Kendari Hospital Oza Jumatan Aso; Amiruddin Eso; Jamaluddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1605

Abstract

Patients with heart failure exhibit a significant risk of readmission. This study seeks to examine the influences of age, comorbidities, and medication adherence as determinants of readmission in patients with congestive heart failure at Kota Kendari Hospital. This research employed an observational analytic methodology with a case-control design. The case sample comprises congestive heart failure patients who experience readmission, whereas the control group consists of those who do not. The study sample comprised 43 case samples and 43 control samples. The data were evaluated utilizing the chi-square test, deemed significant if the p-value was less than 0.05, alongside the odds ratio test to assess the value of risk factors. Bivariate analysis results revealed that the characteristics associated with readmission risk in congestive heart failure patients included age (p = 0.009, OR = 3.168), comorbidities (p = 0.004, OR = 3.675), and medication adherence (p = 0.000, OR = 7.719). There is a correlation between congestive heart failure readmissions and age, comorbidities, and medication adherence.