Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Comparison of QTc Interval Before and After Hydroxychloroquine Therapy in Covid-19 Patients at Kendari City Hospital Jamaluddin; Yusuf Musafir Kolewora; Ditha Arisqa Nasir
MEDULA: Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo Vol. 10 No. 3 (2023): Suplemen
Publisher : MEDULA: Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Corona Virus Disease 19 (COVID-19) is caused by SARS-COV 2 which is of global public health concern. Hydroxychloroquine is a drug that is thought to be useful in treating COVID-19, but the mechanism of action of this drug is to block potassium channels and potentially extend the QTc interval. The purpose of this study was to determine the difference in QTc intervals before and after hydroxychloroquine therapy in COVID-19 patients at Kendari City Hospital. Methods:. This research is an observational analytic study, with a cross-sectional design, which was conducted at the Regional General Hospital of Kendari City. The number of samples in this study were 106 patients. Qtc interval values ​​before and after hydroxychloroquine therapy were collected using medical record data according to the inclusion criteria. Data was processed using paired t test analysis. Results: Bivariate analysis showed that there was a difference in the average Qtc interval before and after hydroxychloroquine therapy (409.02 vs 426.10, p<0.05). Conclusion:. There are differences in QTc intervals before and after hydroxychloroquine therapy in COVID-19 patients at Kendari City Hospital
Mewujudkan Desa Pesisir Sehat: Edukasi Praktik Pengolahan Herbal Fungsional Berbasis Pekarangan di Kecamatan Abeli Waode Syahrani Hajri Rasjid; Jamaluddin Jamaluddin; La Rangki, Rangki; Sukurni Sukurni; Arfiyan Sukmadi; Ida Mardhiah Afrini Kasman Arifin
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1720

Abstract

. Pemanfaatan tanaman herbal berbasis pekarangan rumah merupakan salah satu strategi yang berpotensi mendukung promosi kesehatan dan pencegahan penyakit tidak menular di masyarakat. Namun, pemanfaatan tanaman herbal oleh masyarakat pesisir masih terbatas pada penggunaan sebagai bumbu dapur dan belum banyak dikembangkan menjadi produk herbal fungsional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keyakinan masyarakat dalam memanfaatkan herbal fungsional berbasis pekarangan rumah melalui edukasi dan praktik pengolahan herbal. Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Abeli dengan melibatkan 24 peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik pengolahan minuman herbal berbahan jahe dan serai, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 61,8 menjadi 86,5 dalam membudidayakan, mengolah, dan memanfaatkan herbal fungsional. Peserta juga mampu mengolah minuman herbal jahe-serai secara mandiri dan menunjukkan minat yang lebih tinggi untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber tanaman herbal keluarga. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk memanfaatkan tanaman herbal sebagai upaya mendukung kesehatan keluarga dan mewujudkan desa pesisir yang lebih sehat
Membangun Literasi Kesehatan Reproduksi Wanita di Ujung Timur Indonesia: Pengabdian Masyarakat pada Komunitas Adat Kampung Kokoda, Kota Sorong, Papua Barat Daya I Putu Sudayasa; Jamaluddin Jamaluddin; Nasruddin Andi Mappaware; Adius Kusnan; Liasari Armaijn; Nur Upik En Masrika; Rahmawati Silava; Yunita Tri Wahyuni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Akademik Multidisiplin Kesehatan: KABANTI
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kesehatan reproduksi wanita di wilayah terpencil seperti Kampung Kokoda, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, seringkali tidak terdeteksi dan tidak tertangani secara optimal akibat keterbatasan akses layanan kesehatan, rendahnya literasi kesehatan, dan hambatan budaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan wanita Kampung Kokoda tentang kesehatan reproduksi secara komprehensif, mencakup infeksi genital, menopause, kanker reproduksi, dan teknik deteksi dini. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Februari 2026 dalam rangka Program Kolaborasi Nasional AIPKI oleh civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (FK UHO) Kendari. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan interaktif yang sensitif terhadap nilai budaya lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan tentang infeksi genital dan penanganannya, gejala dan manajemen menopause, kanker reproduksi wanita (serviks, endometrium, ovarium, payudara), serta teknik SADARI, SADAMI, SADARO, dan pentingnya Pap smear serta vaksinasi HPV. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi khususnya pada sesi menopause dan deteksi dini kanker. Kolaborasi nasional AIPKI terbukti efektif sebagai platform edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif dan berbudaya di wilayah terpencil Indonesia.
Gambaran Rasio Trigeliserida/High Density Lipoprotein (HDL) pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Hilma Yuniar Thamrin; Jamaluddin; Ermawati Rahim; Nelini
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Juni 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i6.2568

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit dengan angka kematian tertinggi di dunia. Secara global, kematian akibat penyakit jantung mencapai 18,6 juta setiap tahun dan diperkirakan akan meningkat menjadi 24,2 juta pada 2030. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran rasio trigeliserida/high density lipoprotein (HDL) pada pasien penyakit jantung koroner di RSUD Kota Kendari. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif dengan menggambarkan suatu objek sesuai data yang ada. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien penyakit jantung koroner di RSUD Kota Kendari yaitu sebanyak 336 pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang diambil melalui cacatan rekam medis dalam SIMRS yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar trigeliserida dengan kategori normal sebanyak 216 (64,4%), kadar high density lipoprotein (HDL) dengan kategori normal sebanyak 139 (41,4%) dan rasio trigeliserida/high density lipoprotein (HDL) dengan kategori sangat tinggi sebanyak 186 (55,4%). Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh mayoritas pasien penyakit jantung koroner memiliki rasio trigeliserida/high density lipoprotein (HDL) sangat tinggi di RSUD Kota Kendari.
Intervensi Air Minum Aman Pascabencana Banjir melalui Pemasangan Filter Air Bersih di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Jamaluddin Jamaluddin; Asmarani Asmarani; Amiruddin Eso; Raja Alfath Widya Iswara; Sri Susanty; Muh. Syarief; Diva Ayudia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Akademik Multidisiplin Kesehatan: KABANTI
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam menyebabkan penurunan kualitas air minum secara drastis akibat kontaminasi lumpur, limbah domestik, dan mikroorganisme patogen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terdampak terhadap air minum aman melalui pemasangan filter air bersih siap minum, disertai edukasi penggunaan dan perawatan sarana secara berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Februari 2026 oleh civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (FK UHO) Kendari sebagai bagian dari intervensi terpadu pemulihan pascabencana banjir. Pemasangan filter air bersih siap minum dilakukan di Pondok Tahfiz Ashabul Kahfi, Landuh, Kota Liang Atas, yang dipilih berdasarkan hasil pemetaan lapangan sebagai titik terdampak terparah dengan fungsi sosial komunal yang luas. Sarana yang terpasang tidak hanya dimanfaatkan oleh santri dan pengelola pondok, tetapi juga oleh ratusan kepala keluarga di lingkungan sekitar. Kegiatan ini disertai edukasi kepada pengelola pondok dan perwakilan masyarakat mengenai cara penggunaan, perawatan rutin, serta prosedur kebersihan dalam pengambilan air minum. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi filter air bersih secara efektif meningkatkan ketersediaan air minum layak konsumsi, menurunkan ketergantungan masyarakat pada sumber air yang tercemar, serta memperkuat kapasitas masyarakat dalam mempertahankan kualitas air minum secara mandiri dan berkelanjutan.
Skrining Bakteri Termohalofilik Penghasil L-asparaginase dari Sumber Air Panas Wawolesea Sulawesi Tenggara dan Uji Aktivitas Enzimnya Muzuni Muzuni; Jamaluddin Jamaluddin; Suriana Suriana; Ardiansyah Ardiansyah; Nur Arfa Yanti
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 20, No 1 (2024): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.20.1.73523.12-21

Abstract

L-asparaginase merupakan enzim yang mengubah L-asparagin menjadi L-aspartat. L-asparagin dapat dimanfaatkan oleh sel kanker leukemia sebagai salah satu sumber nutrisinya. Penambahan L-asparaginase dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Penggunaan L-asparaginase dalam skala industri lebih mengutamakan L-asparaginase yang memiliki aktivitas dan stabilitas optimum di suhu tinggi, karena kecepatan reaksi dalam menghidrolisis L-asparagin tinggi, stabil dari denaturan misalnya detergen dan senyawa organik, dan stabil pada kondisi asam maupun basa. L-asparaginase yang memiliki aktivitas dan stabilitas di suhu tinggi dapat dieksplorasi dari mikroorganisme yang hidup di lingkungan yang bersuhu dan bersalinitas tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh isolat bakteri termohalofilik penghasil enzim L-aparaginase dari sumber air panas Wawolesea dan untuk mengetahui aktivitas enzim L-asparaginase yang dihasilkannya. Bakteri termohalofilik penghasil enzim L-asparaginase diperoleh dengan tahapan: isolasi bakteri pada media NA yang mengandung NaCl 1,5% – 1,6%; seleksi bakteri penghasil L-asparaginase pada media M-9; produksi L-asparaginase dengan prinsip fermentasi pada media produksi serta pengukuran aktivitas dan aktivitas spesifik enzim L-asparaginase. Hasil isolasi menunjukkan adanya 14 isolat bakteri termohalofilik yang mampu menghasilkan enzim L-asparaginase. Aktivitas enzim L-asparaginase tertinggi yaitu 86,61 IU/mL pada isolat AAT3.2 dan terendah yaitu 38,24 IU/mL pada isolat CAT1.1. Aktivitas spesifik tertinggi 6767,98 IU/mg pada isolat CAT3.2 dan terendah 684,54 IU/mg pada isolat CAT1.1.Screening of L-asparaginase-Producing Thermohalophilic Bacteria from Wawolesea Hot Springs in Southeast Sulawesi and Their Enzyme Activity Test. The L-asparaginase is an enzyme that can convert L-asparagine to L-aspartate. L-asparagine can be utilized by leukemia cancer cells as a source of nutrition. The use of L-asparaginase on an industrial scale prioritizes L-asparaginase that exhibits optimal activity and stability at high temperatures due to the high reaction rate in hydrolyzing L-asparagine, stability against denaturants such as detergents and organic compounds, and stability under acidic or basic conditions. L-asparaginase with activity and stability at high temperatures can be explored from microorganisms that live in high-temperature and high-salinity environments. This study aimed to obtain isolates of thermohalophilic bacteria that produce L-asparaginase enzymes from Wawolesea hot springs and determine the activity of the L-asparaginase enzymes. Thermohalophilic bacteria producing L-asparaginase from Wawolesea hot springs were obtained by the following steps: isolation of bacteria on NA (Nutrient Agar) media containing 1.5% – 1.6% NaCl, selection of L-asparaginase-producing bacteria on M-9 media, production of L-asparaginase with the principle of fermentation on production media and measurement of activity and specific activity of L-asparaginase enzyme. The isolation results showed that there were 14 isolates of thermohalophilic bacteria capable of producing L-asparaginase. The highest L-asparaginase enzyme activity was 86.61 IU/mL in AAT3.2 isolates, and the lowest was 38.24 IU/mL in CAT1.1 isolates. The highest specific activity was 6767.98 IU/mg in isolate CAT3.2, and the lowest was 684.54 IU/mg in isolate CAT1.1.
Aktivasi Edukasi Interaktif Penyakit Tidak Menular (PTM) Melalui Aplikasi Eduwhap Pada Lansia di Wilayah Kelurahan Abeli Sri Susanty; Ashaeryanto; Jamaluddin; Waode Sitti Asfiah Udu; La Rangki; Pranita Aritrina
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.190

Abstract

Masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap perilaku sehat, seperti manajemen minum obat dan pola hidup sehat, berpotensi meningkatkan risiko penyakit dan menurunkan kualitas hidup. Intervensi edukatif yang terarah diperlukan untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan dan praktik kesehatan masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan praktik masyarakat terkait perilaku sehat melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Tim pengabdi yang terdiri dari dosen Fakultas Kedokteran dibantu mahasiswa melaksanakan kegiatan PKM di Balai Desa/Kelurahan. Kegiatan meliputi pra pelaksanaan (identifikasi masalah, perencanaan, koordinasi, dan sosialisasi), pelaksanaan (penyuluhan, demonstrasi praktik, pembinaan perilaku, dan pendampingan individual), evaluasi (kuesioner dan observasi perilaku), serta monitoring selama tiga bulan pasca kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik sehat masyarakat. Keberhasilan ini didukung oleh partisipasi aktif masyarakat, dukungan tokoh masyarakat, dan penggunaan media edukatif yang sesuai. Faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, resistensi terhadap perubahan, dan keterbatasan sarana, yang diatasi melalui pendampingan intensif dan fleksibilitas jadwal kegiatan. Kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan kesadaran dan perilaku sehat masyarakat serta memberikan pengalaman pembelajaran berharga bagi mahasiswa.
Penyuluhan Metode Ceramah Gizi Ibu Hamil Pada Kelas Ibu Hamil Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Djusiana Eka Cessaria; Jamaluddin; Ashaeryanto; Rahmawati; La Ode Alifariki; Parawansah
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.218

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap kesehatan dan produktivitas. Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang gizi berkontribusi terhadap tingginya angka stunting di Indonesia, termasuk di Kota Kendari. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang gizi dan pencegahan stunting melalui penyuluhan dengan metode ceramah. Metode pengadian ini adalah metode ceramah yang dilakukan di Puskesmas Wua-wua, Kota Kendari, pada Juli–Agustus 2025, melibatkan 35 peserta (ibu hamil dan kader posyandu). Metode pelaksanaan meliputi pra pelaksanaan (survei awal), pelaksanaan (ceramah interaktif), evaluasi (pre-test dan post-test), serta monitoring. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata 43% pada pre-test menjadi 92% pada post-test. Antusiasme peserta tinggi dan kegiatan didukung tenaga kesehatan serta media edukatif yang kontekstual. Kesimpulan pengabdian ini bahwa ceramah efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting dan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan melalui kegiatan kelas ibu hamil di Puskesmas.
Edukasi Pemanfaatan Biota Laut Sebagai Sumber Gizi dalam Pencegahan Malnutrisi Anak Usia Sekolah di Wilayah Pesisir Arfiyan Sukmadi; Jamaluddin; Sukurni; La Rangki; Waode Syahrani Hajri; Ida Mardhiah Afrini
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.253

Abstract

Wilayah pesisir di Indonesia menghadapi beban gizi ganda, termasuk stunting, kurus, dan defisiensi mikronutrien pada anak usia sekolah yang dipengaruhi kerentanan pangan dan rendahnya pemanfaatan pangan lokal bergizi seperti biota laut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar wilayah pesisir tentang pemanfaatan biota laut sebagai pangan bergizi dalam upaya pencegahan malnutrisi serta menumbuhkan perilaku menjaga kebersihan laut. Pengabdian dilaksanakan di SDN 33 Kendari, Kelurahan Abeli, Kota Kendari, melalui sosialisasi interaktif yang meliputi pemutaran media visual, permainan edukatif, dan diskusi mengenai jenis biota laut, manfaat gizi rumput laut, dan perilaku menjaga lingkungan laut; pengetahuan dinilai menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebanyak 67 siswa mengikuti kegiatan, dengan hasil peningkatan pengetahuan pada seluruh indikator: kemampuan menyebutkan minimal dua contoh biota laut naik dari 50% menjadi 85%, mengetahui bahwa rumput laut adalah pangan bergizi untuk anak naik dari 45% menjadi 90%, menyebut minimal dua manfaat gizi rumput laut meningkat dari 30% menjadi 80%, dan menyebut minimal dua cara menjaga kebersihan laut naik dari 55% menjadi 88%. Kesimpulan pengabdian bahwa edukasi berbasis potensi lokal biota laut terbukti efektif meningkatkan literasi gizi dan lingkungan pada anak usia sekolah pesisir, dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui integrasi dengan program UKS serta intervensi gizi berbasis produk olahan rumput laut.  
Edukasi Pencegahan Primer dan Sekunder PJK pada Pasien dan Keluarganya di Poli Jantung RSUD Kota Kendari Jamaluddin Jamaluddin; Asmarani Asmarani; Nina Indriyani; Adry Leonard Tendean; Niza Amalia; Sari Yuniar; La Ode Alifariki
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i2.269

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat penyakit tidak menular. Rendahnya pemahaman pasien dan keluarga mengenai pencegahan primer dan sekunder PJK berkontribusi terhadap tingginya risiko kekambuhan dan komplikasi penyakit. Edukasi kesehatan yang melibatkan pasien dan keluarga diperlukan sebagai upaya promotif dan preventif di fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien PJK dan keluarganya mengenai pencegahan primer dan sekunder PJK. Kegiatan dilaksanakan di Poli Jantung RSUD Kota Kendari pada bulan Januari 2026 dengan melibatkan 100 peserta yang terdiri dari pasien PJK dan anggota keluarganya. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Tim pelaksana merupakan kolaborasi antara dosen Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo, mahasiswa, dan pembimbing klinik RSUD Kota Kendari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor risiko PJK, pentingnya kepatuhan pengobatan, penerapan gaya hidup sehat, serta peran keluarga dalam mendukung perawatan pasien. Peserta menunjukkan respons positif dan keterlibatan aktif selama kegiatan edukasi berlangsung. Edukasi pencegahan primer dan sekunder PJK yang melibatkan pasien dan keluarga efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran terhadap pengelolaan PJK