Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Strategi Sekolah dalam Mengantisipasi Perundungan Melalui Program Keagamaan Disah Alya Nabila; Wawan Hermawan; Agus Fakhruddin
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1845

Abstract

Maraknya kasus perundungan yang terjadi di berbagai kalangan, tidak terkecuali di lingkungan pendidikan, menjadi isu yang harus disikapi secara serius. Lingkungan pendidikan seharusnya menjadi tempat yang bebas akan kasus kekerasan dan menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk menuntut ilmu. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskrisikan upaya untuk mengantisipasi praktik perundungan di lingkungan sekolah melalui kegiatan keagamaan yang dilakukan di Sekolah Dasar. Secara khusus penelitian ini berupaya untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) Rancangan program keagamaan, (2) Implementasi program keagamaan, (3) Peran pembelajaran PAI, (4) Hasil dari pelaksanaan program keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dengan melibatkan kepala Sekolah, siswa kelas 4, 5 dan 6, guru PAI, dan seluruh guru SD Negeri 1 Sedongkidul. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahawa melalui kegiatan keagamaan seperti pembiasaan membaca surat pendek, asmaul husna, selawat dan silsilah Nabi serta nasihat-nasihat yang diberikan setiap pagi dapat memperkuat sikap postif siswa. Selain itu, penyuluhan dari kepolisian dapat mendorong siswa untuk berperilaku baik. Pembelajaran PAI juga memiliki peranan penting dalam menekan siswa untuk berperilaku dan memiliki akhlak yang baik. Melalui jurnal catatan amal saleh siswa dapat merefleksikan perilaku sehari-harinya sehingga dapat menciprakan lingkungan yang lebih aman dan harmonis di lingkungan sekolah.
Implementing Islamic Law in Diaspora Naturalization: A Middle East, Southeast Asia, and West Hermawan, Wawan; Islamy, Mohammad Rindu Fajar; Faqihuddin, Achmad; Ulum, Miftahul
AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah Vol 25, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajis.v25i1.41465

Abstract

This study examines the implementation of Islamic law in diaspora naturalization, comparing dynamics across the Middle East, Southeast Asia, and the West. While naturalization has expanded globally due to economic integration, political participation, and security concerns, the role of Islamic law varies regionally. Using a qualitative comparative approach, this research analyzes policies in the three regions, supplemented by a Quantitative Systematic Literature Review (SLR) of Scopus-indexed journals under the PRISMA model. Findings reveal stark contrasts: In the Middle East, Islamic law is central to citizenship, particularly in religion-based status and family law, with deep integration into national legal systems. Southeast Asia adopts a more adaptive approach, prioritizing economic and skill-based naturalization while retaining Islamic principles in marriage and inheritance. Conversely, Western secular frameworks exclude formal recognition of Islamic law in naturalization, though diaspora communities often navigate dual legal realities. The study highlights how regional legal traditions, socio-political contexts, and migration policies shape these disparities. It concludes that Islamic law’s influence persists most strongly in the Middle East, remains contextually flexible in Southeast Asia, and operates informally in the West despite systemic secularization. These insights contribute to debates on religion, migration, and legal pluralism in global citizenship regimes. Abstrak:Penelitian ini mengkaji implementasi hukum Islam dalam naturalisasi diaspora dengan membandingkan dinamika di Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Barat. Meskipun naturalisasi telah meluas secara global karena integrasi ekonomi, partisipasi politik, dan pertimbangan keamanan, peran hukum Islam bervariasi secara regional. Menggunakan pendekatan kualitatif komparatif, penelitian ini menganalisis kebijakan di ketiga wilayah, dilengkapi dengan Systematic Literature Review (SLR) kuantitatif terhadap jurnal terindeks Scopus menggunakan model PRISMA. Temuan mengungkap kontras yang tajam. Di Timur Tengah, hukum Islam menjadi sentral dalam kewarganegaraan, terutama menyangkut status berbasis agama dan hukum keluarga, dengan integrasi mendalam ke dalam sistem hukum nasional. Asia Tenggara mengadopsi pendekatan lebih adaptif, mengutamakan naturalisasi berbasis ekonomi dan keterampilan sambil mempertahankan prinsip Islam dalam perkawinan dan warisan. Sebaliknya, kerangka sekuler Barat tidak mengakui hukum Islam secara formal dalam naturalisasi, meskipun komunitas diaspora sering menghadapi realitas hukum ganda. Studi ini menyoroti bagaimana tradisi hukum regional, konteks sosio-politik, dan kebijakan migrasi membentuk disparitas ini. Disimpulkan bahwa pengaruh hukum Islam paling kuat di Timur Tengah, tetap fleksibel secara kontekstual di Asia Tenggara, dan beroperasi secara informal di Barat meski ada sekularisasi sistemik. Temuan ini berkontribusi pada debat tentang agama, migrasi, dan pluralisme hukum dalam rezim kewarganegaraan global.
Interaksi Sosial dan Praktik Keagamaan dalam Program Tahsin Daring: Studi Sosiologis atas Majelis Fathimah Karimah Muhammad Hizba Aulia; Wawan Hermawan; Fadhilah Sukmawati Tanjung
Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Vol 11, No 2 (2025): Jurnal SMaRT : Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/smart.v11i2.3242

Abstract

This study examines the social dynamics of online tahsin learning, with a primary focus on patterns of social interaction and the formation of participants’ religious habits at Majelis Fathimah Karimah as a non-formal religious institution adopting a digital learning model. The main concern of this study is how social interaction and religious habits are formed and transformed within an online learning environment. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through semi-structured and in-depth interviews, questionnaires, digital documentation and participatory observation of online learning interactions. The findings indicate that the online tahsin program successfully fosters strong social bonds, encourages active participation and facilitates participants’ religious transformation. Online platforms such as Zoom and WhatsApp enable direct recitation feedback, emotional connection and peer support. Social interaction occurs not only explicitly through dialogue but also implicitly through shared learning experiences. The program also cultivates new religious habits, including consistent Qur’anic recitation, group-based motivation and personal development. Nevertheless, challenges such as unstable internet connectivity and the absence of a formal attendance system remain obstacles to program implementation. Overall, this study concludes that online tahsin programs can serve as transformative spaces for religious education, in which technology supports cognitive achievement alongside the strengthening of social and spiritual dimensions.