Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh kombinasi ekstrak buah nanas dan pepaya pada konsentrasi yang berbeda terhadap kadar protein dan lemak daging itik petelur afkir Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih; Dyah Lestari Yulianti
Jurnal Sains Peternakan Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v6i01.2792

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak buah nanas dan pepaya pada konsentrasi yang berbeda terhadap kualitas daging itik petelur afkir. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan konsentrasi kombinasi ekstrak nanas (N) dan papaya (P) sebagai perlakuan. Adapun perlakuan penelitiannya yaitu P0 (0%N, 0%P); (P1 25%N, 75%P); P2 (50%N, 50%P), and P3 (75%N, 25%P). Setiap perlakuan diulang 3 kali. Variabel dalam penelitian adalah kadar protein dan kadar lemak daging itik pedaging. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan untuk konsentrasi kombinasi ekstrak buah nanas dan Abstract The purpose of this study was to determine the effect of a combination of pineapple and papaya fruit extracts at different concentrations on the quality of the meat of post-production laying ducks. The method used was a Completely Randomized Design (CRD) with a combination of pineapple extract (N) and papaya (P) as a treatment. The research treatment is P0 (0% N, 0% P); (P1 25% N, 75% P); P2 (50% N, 50% P), and P3 (75% N, 25% P). Each treatment was repeated 3 times. The variables in the study were protein content and fat content of broiler duck meat. The results showed a significant difference for the concentration of the combination of pineapple and papaya fruit extracts on protein content (P <0.01) with an average P0 (21.98%), P1 (17.40%), P2 (17.37%), P3 ( 17.62%) and fat content (P <0.01) with an average P0 (2.15%), P1 (3.75%), P2 (3.41%), P3 (3.54%). Based on the results it can be concluded that the best experiment is at 75% N 25% P.
Pengaruh penambahan ekstrak daun beluntas dan azolla terhadap income over feed cost (iofc) dan nilai ekonomis pakan itik pedaging Doroteus Popot Simi; Dyah Lestari Yulianti; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih
Jurnal Sains Peternakan Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v6i01.2793

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak daunbeluntas dan Azolla terhadap inccome over feed cost dan nilai ekonomis pakanitik pedaging. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 48 ekor itik pedaging dan bahan dengan komposisi sesuai dengan standar kebutuhan itik pedaging serta beluntas dan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan Lapang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu 4 perlakuan dan setiap perlakuan diulangi sebanyak 4 kali. Masing-masing percobaan diisi dengan 3 ekor itik. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0: (complete feed 100%), P1: complete feed 50% + ((azolla 85%) + (ekstrak bluntas 15%) 50%); P2: complete feed 50% +(( azolla 90%) + (ekstrak bluntas 10% )50%), P3: complete feed 50% +(( azolla 95% )+ (ekstrak bluntas 5% )50%). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah inccome over feed cost dan nilai ekonomis pakan itik pedaging, dan di analisis dengan menggunakan analisis ragam dengan rancangan Acak Lengkap (RAL). Apa bila antara perlakuan ada perbedaan, dilanjutkan dengan Uji BNT.Hasil penelitian menunjukan bahwa IOFC tertinggi pada perlakuan P0 dan terendah pada perlakuan P3. Dengan nilai P0 sebesar Rp 6.262 dan nilai P3 sebesar Rp 605. Sedangkan Nilai ekonomis yang tertinggi terdapat pada kelompok P3 dan terendah pada P1 dengan nilai P3 Rp 27.940 dan nilai P1 sebesar Rp 26.312. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pengguanaan ekstrak daun bluntas dan azolla sebagai pakan fermentasi sampai level 95% tidak memberikan pengaruh terhadap inccome over feed cost (IOFC), danNilai ekonomis pakan. Abstract The purpose of this research is to know the effect of using bluntas extract and Azolla as addition feed for inccome over feed cost and the economic value of ducks feed. The subject of this research were 48 ducks, complete feed, bluntas and azolla. Field exprerimental method was a method that was used in this research by using (completely randomized design) wherareas 4 treatments were applied. Each of treatment was repeated 4 times. The treatment of this researc were P0 : (complete feed 100%), P1: complete feed 50% +((azolla 85%)+(bluntas exstract 15%) 50%), P2: complete feed 50%, +((azolla 90%)+(bluntas exstract 10%) 50%), P3: complete feed 50%, +((azolla 95%)+(bluntas exstract 5%) 50%). Variable of this study was income over feed cost and the economic value of ducks feed. The result of this study showed that the higher income over feed founded on treatment of P0 group with Rp. 2626 mean while the lowest on P2 group with Rp. 605. Wide result shows that the treatment give real effect (P<0,05) to IOFC of ducks. There was significant affect of IOFC and the economic value of boiler ducks feed. It was concluded that the combination of the level of protein interaction and Azolla and Bluntas. Obtained an IOFC of Rp 6.626, with production economic value of ducks feed of Rp 27. 940, at the age of 5 weeks Hbri ducks (P3)
Pengaruh penggunaan tepung emping melinjo (gnetum gnemon) dalam pakan terhadap ph, kadar air, dan daya susut daging ayam kampung Yopianus Anamila; Dyah Lestari Yulianti; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih
Jurnal Sains Peternakan Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v6i2.2973

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung emping melinjo (Gnetum gnemon) pada pakan terhadap pH, kadar air, dan penyusutan daging ayam. Dalam percobaan dengan rancangan acak lengkap 4 perlakuan, 4 ulangan, satu unit eksperimen yang terdiri dari 5 ayam ayam yang dibagi secara acak. Keempat ulangan tersebut konsisten dengan empat perlakuan dari penelitian ini, masing-masing mengandung P0, P1, P2, dan P3 adalah 0% (kontrol), 5%, 10%, dan 15%. Melinjo emping flour (Gnetum gnemon) adalah sebagai pakan tambahan yang didapat dari pasaran. Variabel penelitian adalah: pH, kadar air, dan konsumsi daging ayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar keripik leleh (Gnetum gnemon) tidak berpengaruh terhadap pH daging (P> 0,05) sedangkan pada kadar air dan penyusutan Daging ayam menunjukkan perbedaan pengaruh yang sangat signifikan (P <0,01). Nilai pH rata-rata pada perlakuan P0, P1, P2, dan P3 adalah 5,9; 5.9; 6.0 dan 5.9. Nilai rata-rata kadar air dalam perlakuan P0, P1, P2, dan P3 adalah 79,30; 84,90; 83.30, dan 83.40. Nilai rata-rata penyusutan daging ayam dalam perlakuan P0, P1, P2, dan P3 adalah 2,7; 4.2; 4,7 dan 4,7. Disimpulkan bahwa penambahan pati emping melinjo (Gnetum gnemon) berpengaruh pada kadar air dan penyusutan daging ayam. Namun, penggunaan tepung emping melinjo (Gnetum gnemon) tidak berkaryh pada pH daging ayam. ABSTRACT This study aims to determine the effect of the use of emping melinjo flour (Gnetum gnemon) in a feed to pH, moisture content, and shrinkage of chicken meat. In an experiment with a completely randomized design of 4 treatments, 4 replications, one experimental unit consisting of 5 randomly divided chicken chickens. The four replications were consistent with four treatments from the study, each containing P0, P1, P2, and P3 were 0% (control), 5%, 10%, and 15%. Melinjo emping flour (Gnetum gnemon) is as an additional feed obtained from the market. The research variables were: pH, Water content, and Chicken Meat Meat Consumption. The results showed that the level of using melting chips (Gnetum gnemon) did not give effect to meat pH (P> 0,05) while in water content and shrinkage Chicken meat showed a very significant difference of influence (P <0.01). The mean pH value at treatment P0, P1, P2, and P3, was 5.9; 5.9; 6.0 and 5.9. The average value of water content in the treatment of P0, P1, P2, and P3 was 79.30; 84.90; 83.30, and 83.40. The mean value of shrinkage of chicken meat in treatment P0, P1, P2, and P3 was 2.7; 4.2; 4.7 and 4.7. It was concluded that the addition of emping melinjo starch (Gnetum gnemon) had an effect on water content and shrinkage of chicken meat. However, the use of emping melinjo flour (Gnetum gnemon) is not significant at the pH of chicken meat.
Substitusi limbah ulat hongkong (Tenebrio molitor) sebagai pengganti konsentrat terhadap konsumsi protein dan protein efisiensi rasio (per) pada daging kelinci pedaging Melody Yoman; Tri Ida Wahyu Kustyorini; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i1.3132

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui subtitusi limbah ulat hongkong sebagai pengganti konsentrat terhadap konsumsi protein dan protein efisiensi rasio (PER) pada ternak kelinci. Materi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi ternak kelinci sebanyak 12 ekor, kandang, peralatan dan pakan ternak yaitu limbah ulat hongkong, konsentrat, hijauan. Metode yang digunakan adalah percobaan laboratorium dengan mengunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan, meliputi, P0 : Kontrol (Konsentrat 60% + Hijauan 40%), P1 : Limbah Ulat 20% + Konsentrat 40% + Hijauan 40%. P2 : Limbah Ulat 40% + Konsetrat 20% + Hijauan 40%. P3: Limbah Ulat 60% + Hijauan 40%. Adapun variabel penelitian meliputi konsumsi protein dan protein efisiensi rasio (PER). Data yang di dapat pada penelitian ini dianalisis, dengan menggunakan RAL, jika terdapat pengaruh dilanjutkan dengan uji BNT. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa penambahan limbah ulat pada pakan kelinci memberikan pengaruh yang nyata(P<0,05) terhadap protein efisiensi rasio (PER) dan tidak memberikan pengaruh(P>0,05) terhadap Konsumsi protein. Konsumi protein tertinggi pada P0 (18,81 gr), dan PER tertinggi dicapai pada P1 (1,19). Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa substitusi limbah ulat hongkong sebanyak 20% memberikan nilai terbaik terhadap protein efisiensi rasio (PER). ABSTRACT The purpose of this study was to determine the substitution mealworm waste at concentrate substitusi To the consumption of protein and protein efficiency ratio (PER) in the rabbit.the interial of this research were rabbit, melworn waste, concentrat, forage. The method of this research were. Fleeld experiment,with 4 treatments and 3 replications. Such us P0. Concentrat 60%+ forageP1: waste silkworn 20% + concentrate 40% + forage 40%, P2: waste silkworn 20% + concentrate 40% forage 40% P3: waste mealworm 60% + 40% forage, while The date was analyzed using analysis of variance RAL, if there is the influence followed by LSD test. The result of research were, the substitution of melworn waste on concentrate gave significant effect (P<0.05) to protein eficienci ratio (PER) and did’t gave effect (P>0.05) to protein consumtion. The highest consumtion of protein P0 (18.89) and the highest PER in P1 91,19). Based on the results of the discussion can be concluded that the feed control provides the best value. But economically and based on the use of waste as much as 20%melwormhongkong provide the best value.
The effect of different diluent toward abnormality and motility sexing sperm of etawa cross-bred goat (pe) using egg white sedimentation method Yohanis PIndu Amah; Enike Dwi Kusumawati; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i1.3133

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari Kabupaten Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh berbagai metode Sedimentasi putih telur terhadap abnormalitas dan motilitas spermatozoa semen sexing kambing PE. Metode penelitian ini yang digunakan adalah percobaan laboratorium dengan analisis varian. Hasil penelitian menunjukkan pemeriksaan semen berdasarkan evaluasi mikroskopis yang diperoleh menunjukkan gerak massa yang sangat bagus, cepat dan gelap dengan skor positif 3, motilitas individu 94,8%, konsentrasi 3540,2 juta per ml, viabilitas 96,35%, abnormalitas 2,9%. Motilitas spermatozoa dengan menggunakan pengencer Tris lapisan bawah memiliki nilai terendah dibandingkan pengencer lainnya (P<0,01) sebesar 4,71±0,09%. Dapat disimpulkan bahwa abnormalitas dan motilitas spermatozoa semen sexing menggunakan sedimentasi putih telur yang terbaik yaitu dengan pengencer Tris Aminomethan kuning telur dengan rataan motilitas sebesar 65,4% dan rataan abnormalitas sebesar 4,71%. ABSTRACT This research was conducted at the Center for Artificial Insemination Singosari district Malang with the purpose of this research is to know and investigate the effect of various methods of white egg sedimentation to abnormalities and motility sexing sperm goat. This research method used a laboratory experiment with analysis was variance. The results showed sperm examination by microscopic evaluation obtained showed a mass movement which was very nice, fast and dark with a positive score of 3, the individual motility was 94.8%, 3540.2 million per ml concentration, viability was 96.35%, abnormalities 2.9 %. Motility was using Tris bottom layer has the lowest value compared to the other diluent (P <0.01) was 4.71 ± 0.09%. It can be concluded that abnormalities and motility sexing sprem using egg whites sedimentation are best used with Tris Aminomethan yolks egg with the average motility was 65.4% and the average abnormalities was 4.71%.
Kualitas spermatozoa semen sexing kambing peranakan etawa (pe) dengan metode sedimentasi putih telur menggunakan pengencer yang berbeda Kornelis Tamo Ama; Enike Dwi Kusumawati; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i1.3136

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas spermatozoa semen hasil sexing kambing Peranakan Etawa (PE) dengan metode sedimentasi putih telur menggunakan pengencer yang berbeda. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semen segar kambing PE. Metode percobaan yang digunakan adalah percobaan laboratorium dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) Setiap perlakuan semen sexing kambing Peranakan Etawa dengan pengencer yang berbeda yaitu (P0) CEP, (P1) CEP+kuning telur+putih telur, (P2)CEP+putih telur (P3), CEP+kuning telur dan diulang sebanyak 10 kali. Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa. Data yang diperoleh dianalisis dengan mengunakan analisis varian. Apabila perlakuan memberikan pengaruh maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas spermatozoa kambing Peranakan Etawa (PE) dengan berbagai macam pengencer menunjukkan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01). Motilitas dan Viabilitas menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) pada berbagai pengencer Motilitas terbaik pada beberapa lapisan atas sebesar 65% dan CEP+PT lapisan atas 60% dilanjutkan oleh CEP+KT+PT lapisan bawah 55,9% dan CEP+PT lapisan bawah 55% dilanjutkan lagi oleh CEP+KT lapisan atas 50% dan lapisan bawah 45% dan yang paling terkecil adalah CEP lapisan bawah 40%. Viabilitas spermatozoa dari yang tertinggi yaitu CEP+KT+PT lapisan atas sebesar 69,553% dan CEP+PT lapisan atas sebesar 69,519% dan dilanjutkan dengan CEP+PT lapisan bawah sebesar 65,504% dan CEP+KT+PT lapisan bawah 65,473%, dan dilanjutkan lagi dengan CEP+KT lapisan atas sebesar 60,269% dan lapisan bawah sebesar 53,476% dan yang paling terkecil yaitu CEP lapisan bawah sebesar 40,371%. Presentase Abnormalitas menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05). Tetapi CEP+KT+PT lapisan atas menunjukkan persentase yang paling rendah yaitu sebesar 4,88% dibandingkan perlakuan lainnya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas spermatozoa semen sexing kambing PE dengan menggunakan pengencer CEP+ kuning telur + putih telur pada lapisan atas memberikan hasil terbaik terhadap kualitas spermatozoa ditinjau dari motilitas, viabilitas dan abnormalitas. ABSTRACT The purpose of this study was to determine the sexing sperm quality of Etawa cross-bred goat (PE) with egg white sedimentation method using different diluents. The material used in this study was the fresh semen Etawa crossbreed goat (PE) of the center for Artificial Insemination (BBIB) Singosari Malang. The method is laboratory research using completely randomized design. Consist of CEP, CEP + KT, CEP + PT, CEP + KT + PT and repeated 10 times. The variables are motility, viability and abnormality of sperm. Data were analyzed by using variance analysis. If the treatment effect then continued by Least Significant Difference (LSD). The results showed that the quality of Etawa cross-bred goat sperm with various diluents showed a significant influence (P <0.01). Motility and viability showed differences (P <0.01) in various diluents. The best motility and viability on top layer of CEP+KT+PT diluent were 65% and 69%, 55%. Percentage abnormalities showed that the treatment was not significant effect (P> 0.05). but top layer CEP+KT+PT diluent shows the percentage of abnormality west 4.88% compared to the other treatments. From the results of this study concluded that the quality of sexing semen quality by using dilution CEP + yolk white egg on the top layer gives the best results on the quality of sperm in terms of motility, viability and abnormalities. Based on this study it is suggested that the use of sexing semen with egg white sedimentation method using diluent CEP + yolk + white egg.
Pengaruh pemberian libah kulit ubi kayu dan ampas tahu terfermentasi terhadap berat karkas dan persentase karkas pada ayam pedaging Laurensius Geofri Killa; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih; Dyah Lestari Yulianti
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i2.3158

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah kulit ubi kayu dan ampas tahu terfermentasi terhadap berat karkas dan persentase karkas ayam pedaging. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam pedaging umur 2 minggu berjumlah 100 ekor, strain MB-202P yang di produksi oleh PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk, dengan pemberian limbah kulit ubi kayu dan ampas tahu terfermentasi selama 15 sampai 30 hari. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas (P0 :0%, P1 :5%, P2 :10%, P3 :15% dan P4 :20%). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah berat karkas dan persentase karkas. Apabila ada perlakuan memberiakan perbedaan maka dilanjutkan dengan Uji Beda nyata Terkecil ( BNT). Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan limbah kulit ubi kayu dan ampas tahu terfermentasi memberikan hasil yang sangat nyata terhadap berat karkas (P<0,01) dan sangat nyata terhadap persentase karkas (P<0,01). Berat badan tertinggi terdapat pada P1 (1900,0 gram), sedangkan berat badan terendah terdapat pada PO sebesar (1686,2 gram). Nilai tertinggi berat karkas terdapat pada P1 (1400,0 gram ), kemudian berat karkas terendah terdapat pada P0 (1186,3 gram). Persentase karkas tertinggi terdapat pada perlakuan P1 73,7%, sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan PO 70,3%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan limbah kulit ubi kayu dan ampas tahu terfermentasi sebesar 5% memberikan berat karkas tertinggi dan persentase karkas tertinggi yaitu 1400 gram dan 73,7 %. ABSTRACT The study of this research aimed to determine the effect of giving the waste of peel cassava and the soyben curd waste to the weight carcass and the percentage of carcass in broilers, from 23 June to 28 July 2015 in Animal Husbandry Laboratory of Kanjuruhan University of Malang. This research used 100 broilers , market merk MB 202P. This research also used the completely random experimental method (RAL). It consists of 5 treatments and 4 replications. The treatments consist of ( P0 ) : basal feed or control feed, ( P1 ) : basal feed + fermented feed 5 %, ( P2 ) : basal feed + fermented feed 10 %, ( P3 ) : basal feed + fermented feed 15 %, ( P4 ) : basal feed + fermented feed 20 %. The data is analyzed by using the completely random experimental method (RAL) if the treatment gives the real effect then continued with the least real surgery test. The results of this research showed that giving the waste of peel cassava and the soyben curd waste affected the real result ( P<0,01 ) in weight carcass and the percentage of carcass in broilers. The highest heavy carcass and the percentage of carcass are exist in ( P1 ) : 1900 gram and 70,3 %. Then the lowest weight carcass and the percentage of carcass are exist in ( P0 ) : 1186,3 and 70,3%. Based on the results of this research, it can be concluded that giving the waste of peel cassava and the soyben curd waste give the real results to the weight carcass and the percentage of carcass in broilers. The researcher suggests to the breeder to harness the waste of peel cassava and the soyben curd wastw as the alternative feed because these will give them the highest weight carcass and the percentage of carcass.
Pengaruh penggunaan tepung daun sambiloto (andrographis paniculata nees) sebagai feed additive terhadap kualitas telur itik mojosari Moh Yunus Bahtiar; Dyah Lestari Yulianti; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i2.3159

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas telur itik Mojosari yang diberi feed additive tepung daun sambiloto pada pakan. Materi yang digunakan 100 ekor itik Mojosari, telur itik dari berbagai perlakuan dan ulangan pakan basal berupa complete feed serta tepung daun sambiloto (TDS). Metode yang digunakan adalah metode percobaan lapang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 4 ulangan, perlakuan yang diterapkan adalah P0 : pakan + 0% TDS, P1 : pakan + 0,2% TDS, P2 : pakan + 0,4% TDS, P3 : pakan + 0,6% TDS dan P4 : pakan + 0,8% TDS. Variabel yang diamati adalah berat telur, tebal kerabang, berat kerabang, haugh unit dan skor kuning telur. Adapun data yang didapat pada penelitian ini dianalisis sidik ragam apabila terdapat pengaruh pada perlakuan maka dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TDS sebagai feed additive pada P3 memberikan perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap berat kerabang (9,16±0,64 g) dan pada P1 tidak berpengaruh nyata (P<0,05) pada haugh unit (106,61±3,15), tetapi pada P0, P2 dan P4 menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap berat telur (59,02±3,88 g ; 61,58±2,34 g ; 63,10±5,27 g) tebal kerabang (0,55±0,05 mm ; 0,56±0,12 mm ; 0,67±0,17 mm) serta skor kuning telur (8,50±2,38 ; 10,25±0,57 ; 10,75±1,29). Dapat disimpulkan bahwa pemberian feed additive TDS dilevel 0,6 % pada pakan itik Mojosari dapat meningkatkan berat kerabang dan pada level 0,2 % dapat meningkatkan nilai haugh unit telur itik Mojosari, akan tetapi tidak dapat meningkatkan berat telur, tebal kerabang dan skor kuning telur itik Mojosari. Abstract The purpose of this research is to find out how the quality of Mojosari duck eggs are fed feed additive of bitter leaf starch on the feed. Material used 100 ducks Mojosari, duck eggs from various treatments and replication of basal feed in the form of complete feed and bitter leaf flour (TDS). The method used was field experiments using Completely Randomized Design (RAL) with 5 treatment 4 replications, the treatment applied was P0: feed + 0% TDS, P1: feed + 0.2% TDS, P2: feed + 0.4% TDS, P3: feed + 0.6% TDS and P4: feed + 0.8% TDS. The variables observed were egg weight, thickness of the shell, weight of shell, haugh unit and egg yolk score. The data obtained in this study was analyzed variance if there is influence on the treatment then continued with the smallest real difference test (BNT). The results showed that the use of TDS as feed additive on P3 gave significant difference (P <0,05) to shell weight (9,16 ± 0,64 g) and at P1 gave significant difference (P <0.05) at Haugh units (106.61 ± 3.15), but at P0, P2 and P4 showed no significant differences (P> 0.05) with respect to egg weight (59.02 ± 3.88 g; 61.58 ± 2.34 G; 63.10 ± 5.27 g) shell thickness (0,55 ± 0,05 mm; 0,56 ± 0,12 mm; 0,67 ± 0,17 mm) and egg yolk score (8,50 ± 2.38; 10.25 ± 0.57; 10.75 ± 1.29). Based on the result of the research, it can be concluded that giving feed additive of TDS at 0,6% at feed of Mojosari duck can increase shell weight and at level 0,2% can increase haugh unit of Mojosari duck egg, but can not increase egg weight, thick of kerabang And egg yolk score of Mojosari ducks.
Pengaruh penggunaan ramuan herbal sebagai feed additive terhadap in come over feed cost ayam broiler Ferdianus Nono; Dyah Lestari Yulianti; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i2.3160

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan ramuan herbal terhadap income over feed cost ayam broiler. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah: ayam broiler DOC. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri dari 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penggunaan ramuan herbal dalam air minum dengan level penggunaan sebagai berikut : P0: tanpa penambahan ramuan herbal, P1:air + 10 % ramuan herbal, P2: air + 15 % ramuan herbal, P3: air + 20% ramuan herbal. Variabel yang di amati dalam penelitian ini adalah konsumsi pakan, biaya pakan, dan income over feed cost ayam broiler. Data yang diperoleh (income over feed cost) di analisis dengan menggunakan analisis ragam dengan rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya pakan tertinggi terdapat pada kelompok perlakuan P3 diikuti berturut-turut oleh P1, P2, P0 dan yang terendah adalah P0. Sedangkan pada P0 biaya pakan paling rendah karena tidak ada penggunaan ramuan herbal. Berdasarkan data penerimaan, penerimaan tertinggi terdapat pada kelompok kontrol P1 Rp 31.430,6 sedangkan penerimaan terandah terdapat pada kelompok P0 sebesar Rp 24.814,8.100 Rendahnya penerimaan dalam penelitian ini disebabkan oleh rendahnya bobot badan ayam broiler selama penelitian. Income Over Feed Cost selama penelitian yang tertinggi terdapat pada kelompok P3 (3.568), dan terendah terdapat pada perlakuan P1 (979) P0 (1.964), P2 (1.937) karena biaya pakan lebih tinggi dari pada penerimaan.Ini berarti bahwa penggunaan ramuan herbal dalam air minum berpengaruh sangat nyata (P< 0,01) terhadap Income Over Feed Cost. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan ramuan herbal sebagai feed additive memberikan pengaruh sangat nyata terhadap IOFC ayam broiler. Abstract The purpose of this study was to determine the effect of using herbal ingredients on income over feed costs of broiler chickens. The material used in this study was: broiler DOC. This study was designed using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and each treatment consisted of 4 replications. The treatment used in this study is the use of herbal ingredients in drinking water with the use level as follows: P0: without the addition of herbal ingredients, P1: water + 10% herbal ingredients, P2: water + 15% herbal ingredients, P3: water + 20% herbal concoctions. The variables observed in this study were feed consumption, feed costs, and income over feed costs for broiler chickens. The data obtained (income over feed cost) is analyzed using a variety of analysis with a completely randomized design (CRD). The results showed that the highest feed costs were found in the P3 treatment group followed by P1, P2, P0 and the lowest was P0. Whereas at P0 the cost of feed is lowest because there is no use of herbal ingredients. Based on acceptance data, the highest revenue was in the P1 control group of Rp. 31,430.6 while the lowest acceptance was in the P0 group of Rp. 24,814.8,100. The low acceptance in this study was caused by the low body weight of broiler chickens during the study. Income Over Feed Cost during the highest research was found in the P3 group (3,568), and the lowest was found in the treatment of P1 (979) P0 (1,964), P2 (1,937) because the cost of feed was higher than acceptance. drinking water has a very significant effect (P <0.01) on Income Over Feed Cost. Based on the results of the study it can be concluded that the use of herbal ingredients as additive feeds has a very significant effect on IOFC broiler chickens.
Pengaruh lama perendaman biji jagung pada larutan urin kelinci terhadap produktivitas fodder jagung (zea mays) dengan sistem hidroponik Lesmin Yigibalom; Tri Ida Wahyu Kustyorini; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih
Jurnal Sains Peternakan Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v5i2.3162

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman biji jagung pada larutan urin kelinci terhadap produktivitas fodder jagung(zea mays) dengan sistem hidroponik.Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan lapang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan.Perlakuan penelitian yaitu P0 (tanpa perendaman), P1 perendaman pada air 24 jam, perendaman pada larutan urin P2 (8 jam), P3 (16 jam), dan P4 (24 jam). Variabel yang diamati dalam penelitian ini lama perendaman biji jagung yang berbeda dan larutan urin kelinci, variabel tersebut berkaitan dengan persentase perkecambahan, persentase kecambah normal, produksi segar, produksi bahan kering, produksi bahan organik, produksi protein kasar, produksi serat kasar. Analisis yang digunakan adalah analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil menunjuk kan bahwa perlakuan perendaman biji jagung dalam larutan urin kelinci memberi pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap Persentase kecambah normal produksi hijauan segar, produksi bahan kering, produksi bahan organik,produksi serat kasar , produksi protein kasar, sedangkan pada hasil pengamatan pada persentase kecambah memberi pengaruh tidak nyata (P>0,05), persentase kecambah normal tertinggi pada perlakuan P2 (99,3%) dan P1 (98,1%), produksi segar tertinggi pada P2 (384,2 gram) produksi bahan kering tertinggi pada P2 (113,92 gram), produksi protein kasar tertinggi pada P2 (61,2 gram) produksi bahan organik P2 (36,0 gram) dan produksi serat kasar P2 (55,58 gram). Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa perlakuan perendaman biji jagung selama 8 jam dengan larutan urin kelinci dapat membrikan pengaruh yang lebih baik terhadap produktivitas fodder jagung dengan sistem hidroponik. Abstract This study aimed to determine the effect of soaking time of corn kernels on rabbit urine solution on the productivity of corn fodder (zea mays) with hydroponic systems. The research method used was a field experiment using a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 5 replications. Maintenance treatment is P0 (without immersion), P1 (immersion on water 24 hours), immersion on urine solution P2 (8 hours), P3 (16 hours), P4 (24 hours). Variables observed in this study were different lengths of corn seed immersion and rabbit urine solution, these variables were related to germination percentage, percentage of normal sprouts, fresh production, dry matter production, organic matter production, crude protein production, crude fiber production. The analysis used was variance analysis (ANOVA). These results indicate that the treatment of soaking corn kernels in the urine solution of rabbits had a very significant effect (P <0.01). ) to the percentage of normal germination of fresh forage production, dry matter production, production of organic matter, crude fiber production, crude protein production, while the results of observations on the percentage of sprouts had no significant effect (P> 0.05) P2 (99.3%) and P1 (98.1%), highest fresh production in P2 (384.2 grams) highest dry matter production in P2 (113.92 grams), highest crude protein production in P2 (61.2 gram) production of organic matter P2 (36.0 grams) and production of crude fiber P2 (55.58 grams). The conclusions from the results of this study that the treatment of corn seed immersion for 8 hours with rabbit urine solution can provide a better influence on the productivity of corn fodder with a hydroponic system.
Co-Authors Abi, Veronika Krisnawati Abrori, Yuridlo Jaka Aditya Umbu Kulli Walangara Alfindo Agung Setiawan Aswin Kurniawan Brihandhono Brihandhono Brihandhono, Ari Dewi Khosiya Robba Didakus Santitores Didik Wahyudi Dimas Pratidina Puriastuti Dimas Pratidina Puriatuti Hadiani Dimas Zulfikar Hanif Djalal Rosyidi Doroteus Popot Simi Dwi Agus Setiawan Dwi Gusmalawati Dyah Lestari Yulianti Dyah Lestari Yulianti Dyah Lestari Yulianti Dyah Lestari Yulianti Dyah Setyawati Dyah Tuwi Ramsiati Egidius Ulus Ethelburg Rafael Warin Hera Fabiana Lija Fachturohman, Muchammad Fahmi Arif Zakaria Falensio Yano Karo Ferdianus Nono Hadiani, Dimas Pratidina Puriastuti Hillarius Betu Ikhwan, Amin Nur Imam Thohari Jenitha Verawati Fallo Juventus Peso Karisman, Prelis Kornelis Tamo Ama Kris Nur Utomo Kupertus M Radang Kusumawati, Enike Dwi Laurensius Geofri Killa Leondro, Henny Lesmin Yigibalom Lilik Eka Radiati M. Nur Ihsan Magdalena Meo Maria Korsini Bagus Maria Meryana Fila Maris Kurniawati Melody Yoman Meo, Magdalena Mochammad Chanafi Moh Yunus Bahtiar Nur Khoiriyah Oke Anandika Lestari Peni Wahyu Prihandini Permata Ika Hidayati Philipus Pati Pelang Sekosi Pranata, Yudi Wiliyam Prihandini, Peni Wahyu Puguh Surjowardojo Puguh Surjowardojo purwadi purwadi Revi Selvian Revi Selviana Santitores, Didakus Selvinus Lawu Woli Selvinus Lawu Woli Sembiring, Rinawati Syam Rahadi Tri Ida Wahyu Kustyorini Wahyuni Indah Wulansari Walangara, Aditya Umbu Kulli Waluyo Edi Susanto Waluyo Edi Susanto Waluyo Edi Susanto Waluyo Edi Susanto Susanto Wempilianus Bai Ria Widya Hanum Sari Pertiwi, Widya Hanum Wiji Setiyaningsih Yohanis PIndu Amah Yopianus Anamila Yuli Arif Tribudi Yulianti, D. L. Yulianti, Diyah Lestari