Claim Missing Document
Check
Articles

SUBSTITUSI KONSENTRAT DENGAN AMPAS KEDELAI TERHADAP FCR (FEED CONVERSIO RATIO) DAN IOFC (INCOME OVER FEED COST) AYAM PEJANTAN Abi, Veronika Krisnawati; Kustyorini, Tri Ida Wahyu; Krisnaningsih, Aju Tjatur Nugroho
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 5 No. 1 (2023): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v5i1.19896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai FCR dan IOFC ayam pejantan ketika konsentrat dalam ransum diganti dengan ampas kedelai. Pada penelitian ini menggunakan 30 ekor ayam pejantan, umur 30 hari, dan berat badan rata-rata 500 gram per ekor, ampas kedelai, dan konsentrat. Penelitian ini menggunakan eksperimen lapangan dengan tiga perlakuan dan lima ulangan dan diatur sesuai Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diterapkan adalah P0 (konsentrat 100 %), P1 (konsentrasi 90 % dan ampas kedelai 10%), dan P2 (konsentrat 80 % dan ampas kedelai 20%). Variabel  yang diteliti dalam penelitian ini adalah nilai FCR dan IOFC. Analisis varians (ANOVA) dilakukan untuk menguji data, dan jika terdapat pengaruh perlakuan, dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi konsentrat dengan ampas kedelai menghasilkan pengaruh yang sangat signifikan (P<0,01) terhadap rasio konversi pakan (FCR) dan IOFC ayam jantan. Nilai FCR terbaik ditunjukkan perlakuan P1 (2,01). Nilai IOFC terbaik ditunjukkan perlakuan P1 (Rp 13.749,2). Disimpulkan bahwa substitusi 90% konsentrat dengan 10% ampas  kedelai memberikan nilai terbaik untuk FCR dan IOFC.
TINGKAT RESPON PETERNAK TERHADAP PEMANFAATAN RECORDING INSEMINASI BUATAN UNTUK MENGHINDARI INBREEDING TERNAK SAPI POTONG Karisman, Prelis; Krisnaningsih, Aju Tjatur Nugroho; Kusumawati, Enike Dwi
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 6 No. 1 (2024): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v6i1.21528

Abstract

Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui respon peternak terhadap pemanfaatan recording Inseminasi buatan untuk menghindari inbreeding ternak sapi potong. Populasi dari penelitian ini adalah 100 orang peternak dan kemudian diambil sampel sebanyak 50 orang, data diolah dengan metode survey, observasi, dan wawancara. Survey merupakan metode yang digunakan untuk pengolahan data pada usaha peternakan sapi potong. Observasi, wawancara dan dukumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengolah data. Variabel penelitian yang digunakan sebagai berikut keterampilan peternak, umur peternak, pengetahuan tingkat pendidikan peternak, sikap, dan  jumlah kepemilikan ternak. Penelitian yang dilakukan menghasilkan bahwa tingkat respon para peternak terhadap pemanfaatan recording Inseminasi Buatan (IB) untuk menghindari inbreeding di Desa Pesanggaran peternak yang terbanyak berdasarkan tingkat umur adalah peternak yang berumur 40 – 60 tahun yaitu sebesar 31 orang atau 62%, Peternak yang berpendidikan SMP sebanyak 22 orang atau 44% dan lulusan SMA sebanyak 22 otrang atau 44%. Mayoritas peternak berpendidikan SMP dan SMA, jumlah ternak yang dimiliki oleh peternak yang paling tinggi yaitu 1 – 5 ekor yaitu sebanyak 42 orang peternak atau 84%. Peternak termasuk dalam kategori pengetahuan sedang 96%, kategori sikap sedang 82%, dan kategori keterampilan 70%. Dapat disimpulkan tingkat respon peternak terhadap pemanfaatan recording Inseminasi Buatan untuk menghindari inbreeding di Desa Pesanggaran tergolong dalam kategori sedang. Saran perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui keefektifan recording Inseminasi Buatan untuk menghindari inbreeding pada ternak sapi potong.
KONSENTRASI LARUTAN URIN KELINCI YANG BERBEDA SEBAGAI MEDIA PENYIRAMAN DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP JUMLAH DAUN DAN TINGGI TANAMAN HIDROPONIK FODDER JAGUNG (Zea mays) Kustyorini, Tri Ida Wahyu; Krisnaningsih, Aju Tjatur Nugroho; Hadiani, Dimas Pratidina Puriastuti
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 6 No. 1 (2024): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v6i1.21613

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan urin kelinci yang berbeda terhadap jumlah daun dan tinggi tanaman jagung pakan ternak hidroponik (zea mays). Materi penelitian adalah jagung, urin, dan air. Metode yang digunakan adalah percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (larutan urine 0%), P1 (larutan urine 5%), P2 (larutan urine 10%), P3 (larutan urine 15%) Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi jumlah daun dan tinggi tanaman. Analisis data menggunakan analisis varians, jika terjadi efek, maka dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah daun tertinggi pada perlakuan P2 yakni 2,4 helai, dan tinggi tanaman terbaik pada perlakuan P2 (33,2 cm). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemupukan menggunakan larutan urin 10% memberikan nilai variabel terbaik.
Komponen Bioaktif pada Tanaman Centrocema Pubescens dan Potensinya sebagai Pakan Ternak Peni Wahyu Prihandini; Henny Leondro; Yuli Arif Tribudi; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih; Dimas Pratidina Puriastuti Hadiani; Dewi Khosiya Robba; Dyah Tuwi Ramsiati; Mochammad Chanafi; Wahyuni Indah Wulansari
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 7 No. 1 (2024): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2024.007.01.6

Abstract

Centrosema pubescens adalah leguminosa merambat yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak karena kandungan proteinnya yang tinggi. Namun, penelitian seputar tanaman Centrosema pubescens masih sangat minim, terutama dalam bidang identifikasi senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak Centrosema pubescens. Bagian daun, batang dan bunga tanaman Centrosema pubescent diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70%, dipekatkan menggunakan rotary evaporator, kemudian dianalisis menggunakan perangkat LC-MS. Hasil analisis LC-MS menunjukkan keberadaan 86 senyawa yang diketahui. Kromatogram pada tanaman Centrosema pubescens terdapat satu puncak tertinggi dengan komposisi 3,490% yaitu senyawa prodephinidin C2 (golongan senyawa flavonoid). Lebih lanjut, senyawa golongan flavonoid glikosida seperti rutin, naringin, dan kaempferol juga terindentifikasi pada legum ini. Untuk senyawa yang teridentifikasi yaitu 20-hydroxyecdysone. Berdasarkan banyaknya senyawa bioaktif pada Centrosema pubescens, maka dapat direkomendasikan sebagai fitobiotik pada pakan ternak
Teknologi Silase Pakan Ternak Domba di Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Berbasis Limbah Buah – buahan Sebagai Bio Starter Leondro, Henny; Hadiani, Dimas Pratidina Puriastuti; Setyawati, Dyah; Krisnaningsih, Aju Tjatur Nugroho; Pranata, Yudi Wiliyam
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 8, No 1 (2024): EDISI JUNI 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v8i1.5722

Abstract

Indonesia is a country rich in agricultural products. Abundant agricultural products are accompanied by a large amount of agricultural waste from by-products that can be processed and used as animal feed. This service activity was carried out in the Tajinan District, Malang Regency, from June to August 2023 to provide farmers with silage technology solutions, such as sheep feed based on fruit waste as a bio starter. The method used is the socialization of activities to breeders regarding the problems partners face, direct counseling, and assistance. The counseling is related to fruit waste, which can be used as a bio starter in making silage, introduction to several types of plants and agricultural waste, which can be used as silage material for sheep feed, and training in making bio starter and silage. The fruit waste used in this service is pineapple and banana, which are no longer suitable for consumption. The results of this activity show that breeders are enthusiastic and proactive in participating in extension activities. This program positively impacts the partner environment, namely providing solutions and alternative solutions to problems faced by breeders. Farmers can make silage as sheep feed during the dry season. This service program has received a good response from farmer group partners, and they intend to apply it to their livestock business, which was not previously carried out.ABSTRAKIndonesia merupakan Negara agraris yang kaya akan hasil pertanian. Hasil pertanian yang melimpah diikuti dengan banyaknya limbah pertanian dari hasil samping dapat diolah dan dijadikan sebagai pakan ternak. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang pada bulan Juni sampai Agustus 2023 dengan tujuan untuk memberikan solusi pada peternak terkait pengunaan teknologi silase sebagai pakan ternak domba berbasis limbah buah-buahan sebagai bio starter.  Metode yang digunakan adalah sosialisasi kegiatan kepada peternak terkait permasalahan yang dihadapi mitra, penyuluhan serta pendampingan secara langsung. Penyuluhan yang diberikan terkait tentang limbah buah-buahan yang dapat digunakan sebagai bio starter pada pembuatan silase, pengenalan beberapa jenis tanaman dan limbah pertanian yang dapat digunakan sebagai bahan silase untuk pakan ternak domba, pelatihan pembuatan bio starter dan silase.  Limbah buah-buahan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah buah nanas dan pisang yang sudah tidak layak konsumsi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peternak antusias dan proaktif dalam mengikuti kegiatan penyuluhan. Dengan adanya program ini memberikan dampak yang positif di lingkungan mitra yaitu memberikan solusi dan alternative pemecahan masalah yang dihadapi oleh peternak. Peternak dapat membuat silase sebagai pakan ternak domba disaat musim kemarau. Program pengabdian ini mendapatkan respon yang baik dari mitra kelompok peternak dan berniat untuk mengaplikasikannya pada usaha peternakan mereka yang sebelumnya tidak dilakukan.
Clitoria ternatea Increases Milk Production in Dairy Cows by Inhibiting Dopamine Receptor D2: A Computational Study Leondro, Henny; Hadiani, Dimas Pratidina Puriastuti; Krisnaningsih, Aju Tjatur Nugroho; Lestari, Oke Anandika; Wahyudi, Didik; Gusmalawati, Dwi; Tribudi, Yuli Arif; Prihandini, Peni Wahyu
Indonesian Journal of Chemistry Vol 24, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.92920

Abstract

Dairy cow's milk is a primary commodity in various countries and increasing milk production in dairy cows is crucial. Clitoria ternatea has the potential to enhance milk production in dairy cows. This research aims to analyze C. ternatea's ability to induce milk production in dairy cows by targeting the DRD2 protein. The compounds within C. ternatea were screened for drug-likeness, toxicity, physicochemical properties, and membrane permeability parameters. The DRD2 protein in dairy cattle was modeled using homology modeling. The interaction stability between C. ternatea compounds and DRD2 was analyzed through molecular docking and dynamic using AutoDock Vina and Webgro. The study results revealed that among the 18 compounds, 5 passed the drug-likeness screening: citronellal, alpha-terpinolene, 15-methyxypaysine, allyl-crotyl-zinc, and 9,12-octadecadiynoic. These 5 compounds exhibited low toxicity and demonstrated easy penetration of lipid membranes. Molecular docking results indicated that citronellal and alpha-terpinolene had the lowest binding energy values and were bound to the inhibitor's side. Molecular dynamic simulations also confirmed the stability of the interaction between citronellal and alpha-terpinolene with DRD2. In conclusion, this research suggests that C. ternatea can potentially increase milk production in dairy cows by inhibiting the DRD2 protein, primarily through citronellal and alpha-terpinolene.
The level of satisfaction of internal stakeholders on the implementation of the relevance of the MBKM-based learning process at the Faculty of Animal Science, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih; Tri Ida Wahyu Kustyorini; Dimas Pratidina Puriastuti; Waluyo Edi Susanto Susanto; Brihandhono Brihandhono
Journal of Education Technology and Inovation Vol. 5 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Program Pasca Sarjana, Universias PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jeti.v5i1.959

Abstract

This study aims to determine the extent to which the level of satisfaction of the academic community as internal stakeholders on the relevance of the MBKM-based learning process at the Faculty of Animal Husbandry, Unikama. The method used in this research is a survey. The variables measured are the level of satisfaction of the academic community regarding the improvement of Soft-skills and hard skills obtained after participating in the MBKM-based learning process, breadth of the learning experience, effectiveness in dealing with the world of work, and application of methods. case method learning in student lectures. The research data were processed and analyzed based on the percentage of alternative answers to questionnaires and presented descriptively. The results showed that the level of respondents' satisfaction with the improvement of Soft-skills and hard skills obtained after participating in the MBKM Program in Competency/Skills Development as a provision after graduation, breadth of the learning experience, effectiveness in dealing with the world of work, application of the case method learning method in student lectures. produces a very good response. It can be concluded that the implementation of the MBKM-based learning process at the Unikama Faculty of Animal Science provides a very good level of internal stakeholder satisfaction
Efficacy Of White Turmeric Solution as A Natural Preservative for Eggs: A 12-Hour Soaking Evaluation on Internal Quality Krisnaningsih, Aju Tjatur Nugroho; Brihandhono, Ari; Abrori, Yuridlo Jaka
ANIMAL PRODUCTION Vol. 26 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University in associate with the Animal Scientist Society of Indonesia (ISPI) and the Indonesian Association of Nutrition and Feed Science (AINI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jap.2024.26.1.300-1

Abstract

The present study investigated the influence of a 12-hour soak in white turmeric solutions at varying concentrations on the internal quality characteristics of eggs laid by purebred chickens, assessing its potential as a natural preservation method. This study utilized 64 one-day-old eggs from Isa Brown hens. This study used a complete randomized design in a lab setting with four treatments and four replications. Each replicate consisted of 4 eggs. The eggs were soaked in one of the following solutions of white turmeric for the study: P0: 0%, P1: 15%, P2: 30%, and P3: 45%. The variables observed consisted of egg yolk color, egg white index, egg yolk index, and egg pH. The recorded data were subjected analysis of variance. Least significance difference test was applied to identify which mean populations are statistically different. The results showed that soaking eggs using turmeric white solution had a highly significant effect (P<0.01) on egg yolk color, egg white index, egg yolk index, and egg pH. The average yolk color was highest at P2 (7.69±0.13), egg white index at P2 (0.08±0.01), egg yolk index at P2 (0.44±0.01), lowest pH value at P2 at 7.73 and highest at 9.14 at P0. It can be concluded that the internal quality of purebred chicken eggs can be enhanced by soaking them for 12 hours in a solution of 30% white turmeric, which can be used as a natural preservative.
Evaluasi Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Potong di Dataran Tinggi dan Rendah Kusumawati, Enike Dwi; Ikhwan, Amin Nur; Krisnaningsih, Aju Tjatur Nugroho
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.01.5

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada sapi potong di dataran tinggi dan dataran rendah. Daerah yang digunakan dalam penelitian adalah daerah dataran tinggi Kecamatan Prigen dan dataran rendah Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 Juni – 2 Juli 2023. Materi penelitian adalah sapi potong yang berada di wilayah Kecamatan Prigen dan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dimana data primer diperoleh dari recording inseminator disertai peninjauan secara langsung. Variabel yang diamati adalah service per conception dan conception rate pada sapi potong setelah dilakukan perkawinan dengan inseminasi buatan di dataran tinggi dan dataran rendah. Metode atau teknik analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data primer maupun data sekunder yang diperoleh dalam bentuk kuantitatif dan dianalisis menggunakan Uji T. Banyaknya akseptor IB Kecamatan Prigen selama bulan April - Mei tahun 2023 adalah 230 ekor dengan jumlah bunting 215 ekor. Banyaknya akseptor IB Kecamatan Kraton selama bulan April - Mei tahun 2023 adalah 176 ekor dengan jumlah bunting 167 ekor. Berdasarkan perhitungan Conception Rate (CR) pada dataran tinggi dan rendah. Angka konsepsi di daerah Kecamatan Kraton adalah 55,68% sedangkan daerah Kecamatan Prigen 69,13%, sedangkan berdasarkan perhitungan Service Per Conception nilai S/C di Kecamatan Kraton adalah 1,53 sedangkan nilai S/C di Kecamatan Prigen adalah 1,36. Dari hasil pengujian hipotesis menggunakan uji T didapatkan bahwa Conseption Rate dan Service Per Conception antara dataran rendah dan dataran tinggi terdapat perbedaan yang nyata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil inseminasi buatan lebih bagus di dataran tinggi daripada dataran rendah. Nilai Conception Rate (CR) di daerah dataran tinggi Kecamatan Prigen sebesar 69,13% dan dataran rendah Kecamatan Kraton 55,68% sedangkan Service Per Conception (S/C) di dataran tinggi Kecamatan Prigen 1,36 dan dataran rendah Kecamatan Kraton 1,53.
Internal Quality of Mojosari Duck Eggs by Soaking in Bandotan Plant Solution (Ageratum Conyzoides L) as a Natural Preservative Krisnaningsih, Aju Tjatur Nugroho; Setiawan, Dwi Agus; Leondro, Henny
Jurnal Agripet Vol 25, No 2 (2025): Volume 25, No. 2 October 2025
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v25i2.44413

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of soaking in a solution of Bandotan plants (Ageratum conyzoides L) on the quality of Mojosari duck eggs. This research method was a laboratory experiment with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of five treatments and three replications. The concentration of egg soaking in a solution of Bandotan plants was 0% (T0), 10% (T1), 20% (T2), 30% (T3), and 40% (T4). The research data were analysed using Analysis of Variance (ANOVA), if there were differences between treatments, then continued with Duncan's Multiple Range Test. The results showed that soaking in a solution of Bandotan plants gave a significant difference (P0.05) to the shrinkage of egg weight, egg cavity height, egg yolk index, egg white index, haugh unit (HU). The value of egg weight shrinkage from the smallest to the largest as follows 6.87% (T2) and 12.14% (T0). Egg cavity height: 4.41 (T2) and 10.31 (T0). Egg yolk index: 0.12 (T0) and 0.46 (T2). Egg white index: 0.043 (T0) and 0.101 (T2). Haugh unit (HU): 52.20 (T0) and 80.37 (T2). Based on the results of this study, it can be concluded that soaking Mojosari duck eggs in a 20% solution of Bandotan (A. conyzoides L) for 12 hours was the most effective concentration for maintaining internal egg quality during 21 days of storage at room temperature.
Co-Authors Abi, Veronika Krisnawati Abrori, Yuridlo Jaka Aditya Umbu Kulli Walangara Alfindo Agung Setiawan Aswin Kurniawan Brihandhono Brihandhono Brihandhono, Ari Dewi Khosiya Robba Didakus Santitores Didik Wahyudi Dimas Pratidina Puriastuti Dimas Pratidina Puriatuti Hadiani Dimas Zulfikar Hanif Djalal Rosyidi Doroteus Popot Simi Dwi Agus Setiawan Dwi Gusmalawati Dyah Lestari Yulianti Dyah Lestari Yulianti Dyah Lestari Yulianti Dyah Lestari Yulianti Dyah Setyawati Dyah Tuwi Ramsiati Egidius Ulus Ethelburg Rafael Warin Hera Fabiana Lija Fachturohman, Muchammad Fahmi Arif Zakaria Falensio Yano Karo Ferdianus Nono Hadiani, Dimas Pratidina Puriastuti Hillarius Betu Ikhwan, Amin Nur Imam Thohari Jenitha Verawati Fallo Juventus Peso Karisman, Prelis Kornelis Tamo Ama Kris Nur Utomo Kupertus M Radang Kusumawati, Enike Dwi Laurensius Geofri Killa Leondro, Henny Lesmin Yigibalom Lilik Eka Radiati M. Nur Ihsan Magdalena Meo Maria Korsini Bagus Maria Meryana Fila Maris Kurniawati Melody Yoman Meo, Magdalena Mochammad Chanafi Moh Yunus Bahtiar Nur Khoiriyah Oke Anandika Lestari Peni Wahyu Prihandini Permata Ika Hidayati Philipus Pati Pelang Sekosi Pranata, Yudi Wiliyam Prihandini, Peni Wahyu Puguh Surjowardojo Puguh Surjowardojo purwadi purwadi Revi Selvian Revi Selviana Santitores, Didakus Selvinus Lawu Woli Selvinus Lawu Woli Sembiring, Rinawati Syam Rahadi Tri Ida Wahyu Kustyorini Wahyuni Indah Wulansari Walangara, Aditya Umbu Kulli Waluyo Edi Susanto Waluyo Edi Susanto Waluyo Edi Susanto Waluyo Edi Susanto Susanto Wempilianus Bai Ria Widya Hanum Sari Pertiwi, Widya Hanum Wiji Setiyaningsih Yohanis PIndu Amah Yopianus Anamila Yuli Arif Tribudi Yulianti, D. L. Yulianti, Diyah Lestari