Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE FONIK DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA DINI Lina Nurhayati; Ardhana Januar Mahardhani; Ida Yeni Rahmawati
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.6877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode fonik dalam pembelajaran membaca permulaan anak usia dini pada kelas A taman kanak-kanak. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kemampuan membaca permulaan anak serta penggunaan metode pembelajaran yang belum optimal dalam mengenalkan hubungan antara huruf dan bunyi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 20 anak yang terdiri atas 12 laki-laki dan 8 perempuan, serta melibatkan 2 guru sebagai informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode fonik dilakukan melalui pembelajaran klasikal dan pendampingan individual, dengan penekanan pada pengenalan hubungan antara huruf dan bunyinya. Guru menggunakan berbagai strategi, seperti pengulangan bunyi, penggunaan media visual, serta pendekatan yang disesuaikan dengan kemampuan anak. Respons anak terhadap pembelajaran menunjukkan antusiasme yang baik, meskipun terdapat variasi kemampuan dalam membaca permulaan. Sebagian besar anak mulai mampu mengenal bunyi huruf dan membaca suku kata sederhana, sementara beberapa anak masih memerlukan bimbingan lebih lanjut. Kesimpulannya, metode fonik mampu mendukung proses pembelajaran membaca permulaan yang lebih interaktif dan bermakna serta berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan dan kepercayaan diri anak dalam membaca. Oleh karena itu, metode fonik dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran membaca permulaan di lembaga pendidikan anak usia dini.
Voicing heartbreak: The sociopragmatics of ‘Cidra’ and Javanese masculinity in Didi Kempot’s lyrics Daroe Iswatinginsih; Nguyen Thanh Tuan; Purwati Zisca Diana; Ida Yeni Rahmawati; Ridho Covinda Wahyu Firmansyah
BAHASTRA Vol. 45 No. 2 (2025): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the representation of cidra (heartbreak or betrayal of promise) and the construction of Javanese masculinity in Didi Kempot’s song lyrics through a sociopragmatic approach. Drawing on seven songs from four albums, the analysis proceeds in three steps: (1) segmenting the lyrics into expressive speech acts, (2) interpreting them through affective cultural scripts, and (3) situating the findings within masculinity discourses. The results reveal a tripartite model of male emotionality: (1) loyalty and patience that affirm Javanese cultural values, (2) emotional fragility expressed through crying and complaint, which challenges the script of stoic masculinity, and (3) resignation (lilo) as a culturally sanctioned coping mechanism. These dimensions converge into the concept of hybrid masculinity, which reconciles normative ideals with emotional expressions previously deemed inappropriate for Javanese men. Theoretically, this study contributes a sociopragmatic framework for analyzing emotional speech acts in non-Western contexts and positions popular music not only as a reflection but also as a site for reshaping gender norms. Practically, it demonstrates how Didi Kempot’s songs function as a form of collective cultural therapy, offering insights for culturally sensitive approaches to men’s mental health.
Fenomena Peniruan Bahasa Anak Usia 5–6 Tahun pada Tayangan YouTube dalam Perspektif Vygotsky Audy Putri Oktaviani; Ida Yeni Rahmawati; Muhammad ‘Azam Muttaqin
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i3.1610

Abstract

Peniruan bahasa di era digital menjadi fenomena krusial karena tingginya intensitas interaksi anak dengan gadget. Penelitian ini bertujuan mengkaji fenomena peniruan bahasa anak usia 5–6 tahun dari tayangan YouTube dalam perspektif sosiokultural Vygotsky. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis, riset melibatkan 20 anak kelompok B sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi, lalu dianalisis secara interaktif model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan anak meniru kosakata, intonasi, ekspresi, dan gaya bicara dari YouTube, yang kemudian menyebar dalam interaksi sosial melalui teman sebaya. Temuan ini membuktikan YouTube berperan sebagai lingkungan kultural yang memberikan indirect scaffolding bagi bahasa anak. Implikasinya, diperlukan pendampingan aktif dari orang tua dan guru sebagai kurator digital agar anak mampu menyerap bahasa secara kontekstual.