Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

GAYA BAHASA DALAM BERITA ACARA PEMERIKSAAN (BAP) OLEH PENYIDIK DI POLRES CIAMIS Permata, Tresna Ayu; Hendaryan, R; Hidayatullah, Asep
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2025): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v9i2.19204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan karakteristik gaya bahasa yang digunakan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polres Ciamis. Fokus utama penelitian terletak pada klasifikasi gaya bahasa berdasarkan teori Keraf, yaitu berdasarkan pilihan kata, nada, struktur kalimat, dan langsung tidaknya makna. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi terhadap sepuluh dokumen BAP dari tiga unit kepolisian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa dalam BAP cenderung formal, teknis, dan menggunakan ragam bahasa hukum yang khas. Analisis mendalam terhadap gaya bahasa ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas komunikasi hukum serta sebagai referensi dalam studi linguistik forensik.
Sundanese cultural values in paribasa as a guide to language politeness: An ethnopragmapedagogy approach Hidayatullah, Asep; Anshori, Dadang S.; Sastromiharjo, Andoyo
Studies in English Language and Education Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v12i3.41872

Abstract

This research aims to identify and analyze the values embedded in Sundanese paribasa, sourced from traditional manuscripts, and to explore their application in teaching language politeness in pragmatics courses through an ethnopragmapedagogy approach. The ethnopragmapedagogy approach integrates ethnopedagogy, which incorporates cultural values into education, with ethnopragmatics, which emphasizes the contextual and cultural interpretation of language use. The data were collected through content analysis of selected Sundanese manuscripts documenting paribasa reflecting politeness values. These data were systematically categorized and analyzed to uncover nine key indicators of language politeness: friendliness, clarity, accuracy, honesty, wisdom, respect, sensitivity, promise-keeping, and quality. The academic basis for each category is grounded in pragmatic and pedagogical theories, emphasizing the cultural significance of politeness in communication. The findings highlight the relevance of Sundanese paribasa as a teaching material in pragmatics courses, providing practical examples of ethical communication and cultural awareness. This research reveals that integrating local cultural artifacts into education strengthens the ethical foundation of learners, particularly in developing respect and empathy in communication. The implications suggest that the ethnopragmapedagogy approach can serve as a model for embedding cultural heritage into language teaching, ensuring that students strengthen not only linguistic competence but also intercultural awareness and social responsibility.
PELATIHAN LITERASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU DI KABUPATEN GARUT Mulyati, Yeti; S. Damayanti, Vismaia; Sastromiharjo, Andoyo; Hidayatullah, Asep; Permana, Indra; Sulaiman, Zoni; Sari, Faradilla Intan
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.10684

Abstract

Pemahaman mengenai model pembelajaran berbasis proyek sangat penting dalam mendukung keterampilan siswa pada kurikulum merdeka belajar. Permasalahan prioritas guru mata pelajaran bahasa Indonesia yang terhimpun dalam organisasi MGMP bahasa Indonesia di Kabupaten Garut adalah kurangnya pemahaman terhadap model pembelajaran. Hal tersebut terbukti dari hasil kuesioner, rata-rata peserta tidak mengetahui secara komprehensif mengenai model pembelajaran berbasis proyek. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasai permasalahan pada mitra adalah dengan pemberian materi awal yang meliputi materi tentang konsep dasar, karakteristik, tujuan, keunggulan, kelemahan, dan tahapan atau alur model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning). Langkah selanjutnya, peserta melakukan simulasi pelaksanaan model pembelajaran berbasi proyek yang meliputi: (1) orientasi peserta didik pada masalah; (2) mengorganisasikan peserta didik untuk belajar; (3) membimbing penyelidikan individu maupun kelompok; (4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya; dan (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, dan diakhiri dengan mendiskusikan kompetensi dasar kelas X, XI, dan XII yang relevan disampaikan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek (project Based Learning). Melalui metode tersebut, pemahaman model pembelajaran berbasis proyek peserta meningkat yang dibuktikan melalui tugas yang telah dikerjakan.
PELATIHAN TATA BAHASA BAKU BERMUATAN KARAKTER PANCASILA PADA KELOMPOK PUSAT INFORMASI KONSELING REMAJA (PIK-R) DI KABUPATEN CIAMIS Hidayatullah, Asep; Mulyani, Sri; Andini, Siti; Munir, Sirojul
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.10279

Abstract

Penguasaan tata bahasa sangat penting dalam mendukung keterampilan berbicara dan menulis. Permasalahan prioritas kelompok PIKR adalah penguasaan tata bahasa yang rendah. Rendahnya penguasaan tata bahasa anggota kelompok PIKR terlihat dari seringkali menggunakan bahasa Indonesia yang dipadukan dengan bahasa gaul. Bukan itu saja, pada saat mengikuti acara formal, kebanyakan dari mereka juga masih menggunakan percampuran bahasa gaul. Karena penguasaan tata bahasa masih rendah, kemampuan menulis generasi muda anggota PIKR juga masih rendah. Nilai rata-rata prapelatihan mendapatkan nilai 60. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasai permasalahan pada mitra adalah (1) pelatihan tata bahasa baku bermuatan karakter Pancasila I, (2) sesi tugas, kuis, dan umpan balik I, (3) pelatihan tata bahasa baku bermuatan karakter Pancasila II, dan (4) sesi tugas, penghargaan, dan umpan balik II. Tahapan dalam melaksanakan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra meliputi empat tahapan. Tahap pertama, pelatihan tata bahasa baku bermuatan karakter Pancasila I. Pada tahap ini diberikan pemahaman tentang konsep tata bahasa baku dengan materi tata bunyi dan bentuk. Tahap kedua, sesi tugas, kuis, dan umpan balik I. Tahap ketiga, dilakukan pelatihan lanjutan berkaitan dengan tata bahsa baku: tata makna. Tahap keempat, sesi tugas, penghargaan, dan umpan balik II. Tahap ini melanjutkan pengerjaan tugas berdasarkan hasil pelatihan kedua. Melalui metode tersebut, kemampuan tata bahasa peserta meningkat. Nilai pascapelatihan I mendapatkan nilai rata-rata 75 dan nilai pascapelatihan II mendapatkan nilai rata-rata 80.