Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pelatihan Digital Storytelling sebagai Inovasi Pedagogidalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra bagi Guru SMP Priyanto Priyanto; Lusia Oktri Wini; Yusra D; Agus Setyonegoro; Hary Soedarto Harjono; Sri Wachyunni
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.1023

Abstract

Pelatihan digital storytelling bagi guru menjadi kebutuhan mendesak seiring dengan tuntutan pembelajaran kreatif dan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Namun, banyak guru masih mengalami keterbatasan dalam mengembangkan konten digital yang naratif, terstruktur, dan menarik bagi peserta didik. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan media pembelajaran berbasis digital storytelling melalui pelatihan yang mengadaptasi model delapan langkah Morra (2013). Metode yang digunakan meliputi pelatihan tatap muka, pendampingan teknis, praktik langsung, dan evaluasi berbasis indikator keterampilan proses yang mencakup aspek ide cerita, riset, penulisan naskah, pembuatan storyboard, pemanfaatan multimedia, dan penyatuan konten. Peserta terdiri dari 29 guru dari berbagai jenjang pendidikan yang mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan selama satu bulan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada semua indikator, dengan persentase peserta yang mencapai kategori baik hingga sangat baik sebesar 72,4%–82,8%. Selain itu, uji normalitas, homogenitas, dan linearitas membuktikan bahwa data hasil pelatihan memenuhi asumsi statistik parametrik. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis guru, tetapi juga memperkuat kemampuan pedagogis mereka dalam merancang pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Dengan demikian, pelatihan digital storytelling ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan kesiapan guru dalam menghadapi era pendidikan digital.
REPRESENTASI ID PADA TOKOH UTAMA IAN DALAM FILM PERAYAAN MATI RASA : KAJIAN PSIKOANALISIS Irene kristiani; Dimas Anugrah Adiyadmo; Yusra D
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2589

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi emosional tokoh Ian dalam film Perayaan Mati Rasa karya Umay Shahab melalui pendekatan psikologi sastra dengan landasan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Fokus kajian diarahkan pada dominasi struktur id dalam dinamika kepribadian tokoh serta pergeserannya menuju integrasi dengan ego dan superego sepanjang alur cerita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa analisis dialog, monolog, dan adegan visual yang memuat ekspresi emosional tokoh. Data dianalisis melalui tahapan identifikasi, klasifikasi berdasarkan struktur kepribadian Freud (id, ego, dan superego), serta interpretasi makna psikologis yang terkandung dalam perilaku tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur id merupakan aspek kepribadian yang paling dominan pada fase awal hingga pertengahan narasi, dengan jumlah temuan yang lebih tinggi dibandingkan ego dan superego. Dominasi id tersebut terepresentasi dalam lima bentuk utama, yaitu ledakan amarah, dorongan memperoleh pengakuan dan validasi, hasrat melarikan diri dari tekanan, ketakutan akan kehilangan figur signifikan, serta konflik emosional terhadap figur ayah. Emosi-emosi ini berkaitan erat dengan pengalaman traumatis masa kecil dan tekanan ekspektasi keluarga, sehingga menimbulkan konflik intra psikis antara dorongan naluriah dan tuntutan moral. Seiring perkembangan cerita, fungsi ego dan superego mulai menguat, menandai proses regulasi diri serta integrasi kepribadian yang lebih stabil. Temuan ini menegaskan bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai representasi kompleksitas psikologis individu modern yang mengalami tekanan emosional dan krisis makna hidup.Bottom of Form
Analisis Tokoh dan Penokohan dalam Naskah Drama “ Pada Suatu Hari” Karya Arifin C. Noer sebagai Bahan Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar (Pendekatan Psikologi Sastra) Mela Yohana Bakkara; Yusra D; Annisa Alin Melia; arifahp2
Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Pendidikan Dasar - Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpd.v16i2.64237

Abstract

This study aims to analyze the characters and characterization in the drama script "Pada Satu Hari" by Arifin C. Noer using a literary psychology approach and explore its relevance as a literary learning material for elementary school students. Arifin C. Noer's work is known for its richness in human values ​​and inner reflection, which are crucial for understanding the motivations and psychological dynamics of the characters. The method used in this study is descriptive qualitative with content analysis techniques. Data were obtained through in-depth reading and identification of the characters' psychological elements, which were then synthesized into teaching materials appropriate to the cognitive and affective development of elementary school students. The results show that the main character experiences an intrapersonal conflict between idealism and social reality. Characterization is complexly depicted through dialogue and actions that reflect a search for self-identity. In the context of elementary school education, the results of this analysis are adapted into teaching materials that emphasize character recognition, empathy, and simple conflict resolution. The novelty of this research lies in the effort to construct the results of a complex literary psychology analysis into applicable drama learning tools for elementary school students. These findings are expected to enrich educators' references in selecting drama texts that are able to build students' emotional intelligence and character through an appreciation of modern realistic literature.
Representasi Alam dan Perempuan dalam Film Perempuan Tanah Jahanam Karya Joko Anwar: Tinjauan Ekofeminisme: Representation of Nature and Women in Joko Anwar's Film Perempuan Tanah Jahanam: An Ecofeminist Perspective Dhea Larasati; Yusra D; Deri Rachmad Pratama
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v10i1.3490

Abstract

This study aims to examine the representation of nature and women in the film Perempuan Tanah Jahanam directed by Joko Anwar through an ecofeminist perspective. Employing a qualitative descriptive approach, the analysis focuses on dialogues and events that represent the relationship between nature, women, and patriarchal social structures. The findings indicate that nature is represented as an entity possessing subjectivity and intrinsic value, functioning as a space of memory and recovery from collective violence. Women are portrayed as experiencing exploitation and violence within patriarchal systems, yet they also demonstrate active forms of resistance through symbolic and transformative actions. The relationship between nature and women reveals a structural interconnectedness, in which both are positioned as victims of patriarchal and capitalist logics of domination. These findings underscore that Perempuan Tanah Jahanam articulates a critique of power relations that simultaneously oppress women and degrade nature.
Nilai Moral Tokoh Utama dalam Film Ali Topan Karya Sidharta Tata: Kajian Sosiologi Sastra Ramadan Desrianto; Yusra D; Nurfadilah Nurfadilah
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i2.4450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai moral tokoh utama dalam film Ali Topan karya sutradara Sidharta Tata melalui kajian sosiologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa dialog, tindakan, dan adegan tokoh utama yang mengandung nilai moral dalam film. Sumber data penelitian adalah film Ali Topan produksi Falcon Pictures tahun 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipatif dan dokumentasi dengan cara menonton film secara berulang serta mencatat data yang relevan dengan fokus penelitian. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai moral tokoh utama dalam film Ali Topan meliputi nilai moral terhadap diri sendiri, nilai moral terhadap sesama manusia, dan nilai moral terhadap Tuhan. Nilai moral terhadap diri sendiri ditunjukkan melalui sikap tanggung jawab, keteguhan pendirian, keberanian, dan kesadaran diri. Nilai moral terhadap sesama manusia meliputi kepedulian sosial, toleransi, rasa hormat terhadap orang lain, kesetiaan, dan sikap menolong tanpa pamrih. Sementara itu, nilai moral terhadap Tuhan ditunjukkan melalui kesadaran religius, penyesalan moral, dan keikhlasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai moral terhadap sesama manusia menjadi kategori yang paling dominan dalam film. Film Ali Topan tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral bagi masyarakat.