Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

DISTOPIA DALAM NOVEL TERJEMAHAN THE LONG WALK KARYA STEPHEN KING (KAJIAN PSIKOLOGI ABNORMAL DAVISON) Putra, Natanael Ricky; Dermawan, Taufik
ATAVISME Vol 26, No 2 (2023): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v26i2.881.102-116

Abstract

Novel The Long Walk karya Stephen King memiliki muatan distopia dan abnormalitas. Distopia merupakan kondisi berlatar masa depan yang penuh dengan kehancuran. Untuk itulah, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk distopia dan dampaknya dalam novel The Long Walk karya Stephen King. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa dialog dan paragraf dalam novel The Long Walk. Hasil penelitian menunjukkan adanya kehidupan dehumanisasi, penyeragaman harapan, penggunaan propaganda sebagai kontrol masyarakat, serta adanya ideologi yang salah. Bentuk-bentuk distopia di atas yang pada akhirnya memicu perilaku abnormal para tokohnya, seperti mengidap skizofrenia, perilaku menyimpang hiperseks, dan pembunuhan massal berkedok perlombaan.
Metafora Alam Dalam Kumpulan Puisi “Nyanyian Dari Jalanan” Karya W.S. Rendra Pangestu, Dicko Abdullah; Dermawan, Taufik
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v6i12022p121-144

Abstract

Penelitian ini membahas tentang metafora alam dalam kumpulan puisi “Nyanyian dari Jalanan” karya W.S. Rendra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah berupa kata atau lirik puisi yang mengandung metafora yang perbandingannya menggunakan bentukan-bentukan alam yang menunjukkan adanya suatu alam pikiran tertentu dari seorang pengarang yang diperoleh dari puisi-puisi Nyanyian dari Jalanan. Hasil penelitian didapatkan  metafora alam yang dihadirkan pada tiap puisi dalam kumpulan puisi Nyanyian dari Jalanan berjumlah 1 sampai 4 jenis metafora. Keseluruhan data yang ditemukan dalam kumpulan puisi tersebut berjumlah 152 data.
Dekonstruksi budaya dalam puisi rakyat Sumbawa Sukiman; Dermawan, Taufik; Sulistyorini, Dwi
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.23639

Abstract

Puisi rakyat Sumbawa menjadi induk dari segala kesenian dan budaya Sumbawa serta bagian dari kehidupan masyarakat Sumbawa. Dengan demikian, penelitian ini memiliki tujuan untuk mendekonstruksi bentuk budaya dalam lawas Sumbawa. Metode penelitian yang digunakan merupakan kualitatif dengan rancangan dekostruksi. Jenis data berupa kata-kata dalam buku Kumpulan Lawas Sumbawa Barat. Data dikumpulan melalui teknik membaca berulang-ulang untuk menginterpretasi isi dan struktur lawas. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan teknik identifikasi berdasarkan data yang telah diklasifikasikan, kemudian mengkelompokan berdasarkan makna dan menginterpretasi data. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada puisi rakyat Sumbawa ditemukan bahwa bentuk budaya yang terdekonstruksi dari puisi rakyat Sumbawa, yaitu budaya-bercocok tanam, berburuh, bajajak tercermin dalam lawas. Selain kebudayaan yang telah dijelaskan, kebudayaan yang terdekonstruksi dari puisi rakyat Sumbawa, yaitu budaya persaingan dalam hal beli-membeli perabot rumah tangga. Budaya dalam tata kerama bertamu ke rumah orang lain. Budaya meminang sampai proses resepsi dalam perkawinan. Budaya saling pendih merupakan kebudayaan yang telah menjadi warisan leluhur masyarakat Sumbawa. Perkembangan kehidupan masyarakat Sumbawa tersimpan dengan rapi dalam lawas. Oleh karena itu, lawas bagi masyarakat Sumbawa menjadi bagian dari segela jenis kebudayaan yang ada di Sumbawa. Lawas selalu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sumbawa, baik dalam bidang pertanian, sosial, mapun adat perkawinan Sumbawa.
Pengembangan Media Pembelajaran Hikayat Hang Tuah Berbasis 3D Hologram Untuk Kelas X SMA Adlina, Adlina; Dermawan, Taufik; Karkono, Karkono
Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diksa.v10i2.34517

Abstract

The limitations of Hikayat learning media made researchers take the initiative to develop 3D hologram-based learning multimedia. This development research is used as a form of actualization and utilization of technology in learning Hikayat in high school. This research adapts the Research and Development (R&D) research design using the ADDIE method (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Researchers took 30 samples from the total population for data processing. In relation to data sources and data collection techniques, researchers used three data collection techniques, namely observation, interviews, and questionnaires. The observation technique is used to explore data about the way teachers teach, the media that teachers usually use in the process of learning Hikayat, and the enthusiasm of students in learning Hikayat in class X Science 2, X Science 5, and X Science 6 at SMA Negeri 2 Jember. The development of multimedia prototypes based on holography technology uses the Hang Tuang Hikayat as material that is adapted to the context and development of students. The focus of the problems in this study are (1) the needs of teachers and students regarding the learning media for Hikayat texts (2) the design of learning media using 3D Holograms (3) The use of media for learning Hikayat in high school. The purpose of this research is to produce HOLY (Hologram Literary) products. The product results in the form of a video about the Hikayat story by modifying the 3D model and adding audio. The product results are displayed by utilizing a 3D hologram fan projector. HOLY multimedia combines text, images, and digital animation that will develop creativity and imagination so that it can process students' thoughts, feelings and attention in learning.
Pandangan Dunia Kahlil Gibran dalam Novel Sayap-Sayap Patah Fuad, Akhmad Dzukaul; Dermawan, Taufik
BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2022): BELAJAR BAHASA : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v7i1.10

Abstract

The structure of the novel broken wings consists of ten parts that describe the stages of the "I" love journey. My character is a representation of the author, in another novel he calls himself "the Prophet". As if Kahlil Gibran did not want to part with the structure he created. The depiction of the figure I in each stage displays the dialectics of conflict between structures that form the theme of social inequality. The author examines the structure of the text in the novel broken wings as a thematic structure, the structure of the text is interpreted as social themes that shape social classes based on education and religion. The social reality of society in the novel of broken wings gives birth to binary opposition of social class based on education and religion. Social classifications based on education distinguish educated and barbarians, while classifications based on religion distinguish imams and worshipers. The novel of the broken wings positions the author's partisanship on the young man who fails to fight for his love due to the injustice wrapped up in religious dogma.
Proses Resepsi Pembaca terhadap Hati Suhita di Kalangan Pesantren Lisana Sidqin Aliyya; Djoko Saryono; Taufik Dermawan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3132

Abstract

Dengan pendekatan kualitatif sosiologis penelitian ini meneliti Hati Suhita yang merupakan novel dengan pembaca lintas kalangan. Kalangan pesantren menjadi salah satu kalangan yang menarik untuk diteliti. Sumber data penelitian berasal dari 16 teks berupa resensi, informasi, dan berita tentang Hati Suhita yang ditulis oleh kalangan pesantren dan diunggah ke situs internet. Hasil dari penelitian ini ditemuakan beberapa variasi dalam proses resepsi yang digunakan oleh kalangan pesantren meliputi proses menyertakan yang dilakukan oleh pembaca dengan menyatukan diri ke dalam teks Hati Suhita melalui proses artistik embrionik dan membayangkan hal yang terjadi apabila Gus Birru pada akhirnya lebih memilih Rengganis dari pada Alina, proses merinci dengan menjelaskan informasi berupa tokoh, latar, dan alur yang ada dalam Hati Suhita, proses memahami dengan menggambarkan karakter tokoh dalam cerita berdasarkan pengetahuan tokoh,sosial-masyarakat, konteks budaya dan memahami bagian-bagian penting dalam cerita, proses menerangkan dengan mencoba menjelaskan sebaik mungkin mengapa para tokoh bertindak dalam sebuah peristiwa dengan menjelaskan kronologi dan latar belakangnya, proses menghubungkan dilakukan pembaca dengan menghubungkan pengalaman hidup dengan tokoh cerita dan membandingkan Hati Suhita dengan genre novel yang sama, proses menafsirkan ditunjukkan dengan pemberian makna terhadap tema, tokoh, dan peristiwa dalam Hati Suhita, dan proses menilai ditunjukkan dengan memberikan pendapat terhadap unsur dan isi cerita secara keseluruhan .
Paradigma Etika Lingkungan dalam Novel Kekal Karya Jalu Kencana Alvian Guntur Prasetya Aziz; Taufik Dermawan; Dwi Sulistyorini
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3242

Abstract

Etika lingkungan hidup dapat diartikan sebagai disiplin ilmu yang membahas nilai, norma, dan prinsip moral yang mengatur tingkah laku manusia terkait dengan lingkungan, serta nilai dan prinsip moral yang mendasari sikap manusia dalam interaksinya dengan lingkungan. Etika lingkungan hidup memperhitungkan keberadaan moral semua makhluk, tidak hanya manusia, dalam lingkup perhatian moral manusia. Novel Kekal karya Jalu Kancana menceritakan kegiatan eksploitasi yang dilakukan oleh perusahaan tambang panas bumi di Kawasan Cagar Alam Kamojang. Penelitian ini membahas paradigma etika lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan paradigma etika lingkungan aposentrisme, ekosentrisme,dan bosentrisme. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Sumber data penelitian ini ialah novel dengan judul Kekal karya Jalu Kancana yang diterbitkan oleh Buku Mojok di Sleman Yogyakarta tahun 2019. Hasil analisis menunjukkan sudut pandang antroposentrisme yang memandang manusia sebagai pusat peradaban, sudut pandang ekosentrisme ditandai dengan hubungan antara sesama makhluk hidup dan ekologi yang mana ekologi lebih penting daripada ekonomi, dan sudut pandang biosentrisme dapat dilihat dari hubungan makhluk hidup dengan makhluk hidup lain yang memiliki hak untuk hidup dan diperlakukan setara.
Tipe Kepribadian Ekstrover Tokoh Utama Novel Ganjil Genap Karya Almira Bastari: Kajian Psikoanalisis Carl Gustav Jung : Indonesia Desy Irafadillah Effendi; Taufik Dermawan; Dwi Sulistyorini; Widia Tamara
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v5i1.7480

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tipe kepribadian ekstrover tokoh utama dalam novel Ganjil Genap Karya Almira Bastari. Metode yang digunakan, yaitu metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan objektif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata, kalimat, atau paragraf berkaitan dengan narasi, dialog, maupun tingkah laku yang menunjukkan tipe kepribadian ekstrover tokoh utama yang terdapat dalam novel Ganjil Genap. Sumber data dalam penelitian ini berupa novel Ganjil Genap Karya Almira Bastari. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik baca dan catat dengan langkah kerja membaca secara intensif, cermat dan berulang-ulang novel Ganjil Genap sebagai proses pencarian data yang memuat tipe kepribadian ekstrover, menandai data yang sesuai permasalahan penelitian dan pencatatan data. Teknik analisis data menggunakan model Milles & Huberman dengan mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya tipe kepribadian ekstrover dalam novel Ganjil Genap. Tipe kepribadian ekstrover yang terdapat dalam novel Ganjil Genap, yaitu ekstrover-pikiran, ekstrover-perasaan, ekstrover-penginderaan, dan ekstrover-pengintuisian. Peneliti menemukan tipe kepribadian ekstrover dalam novel Ganjil Genap secara ekstrover-pikiran dan ekstrover-perasaan lebih dominan daripada ekstrover-penginderaan dan ekstrover-pengintuisian. Hasil penelitian ini juga diharapkan mampu meningkatkan minat baca dan mengapresiasi para peminat sastra. Manfaat bagi pendidikan dapat menjadi salah satu acuan bahan pengajaran serta dapat mengambil pelajaran dari inti sari nilai pendidikan yang terdapat dalam novel.
Warisan Gelap Kekerasan: Menguak Budaya Perundungan di Sekolah Dasar dalam Novel Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga Karya Erni Aladjai Sajidah Nur; Taufik Dermawan; Karkono Karkono
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 2 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i2.8065

Abstract

The purpose of this study is to examine the portrait of bullying in the novel Haniyah and Ala at Teteruga's House. This study uses a qualitative approach. The research data are in the form of dialogues and narratives that describe bullying. The data source for this research is the novel Haniyah and Ala at Teteruga's House by Erni Aladjai. Data collection was carried out using documentation techniques. Data validity was tested using credibility techniques, while data analysis was carried out using a flow model. The results of the study indicate that the character Ala experienced bullying from a teacher (Mrs. Hijima) and her peers for five years. The teacher who bullied Ala was a victim of bullying from her teacher during elementary school, and she repeated this form of violence to her students. In addition, Ala's peers began bullying after seeing Mrs. Hijima's actions against her. These findings indicate that violence has become a normalized and inherited culture in the educational environment. The bullying experienced by Ala caused traumatic impacts, namely reluctance to go to school and trauma accompanied by physical symptoms. However, Ala was able to face and stop the bullying. Based on the research results, there are three important implications. First, anti-bullying education needs to be implemented at the elementary, secondary, and tertiary levels for both educators and students. Second, any violence in schools disguised as discipline and learning deserves to be reexamined. Third, programs to break the chain of bullying need to be implemented in various educational institutions. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengkaji potret perundungan dalam novel Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian berupa dialog dan narasi yang menggambarkan perundungan. Sumber data penelitian ini adalah Novel Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga karya Erni Aladjai. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan teknik kredibilitas, sedangkan analisis data dilakukan dengan model alir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Ala mengalami perundungan dari seorang guru (Ibu Guru Hijima) dan teman-teman sebayanya selama lima tahun. Guru yang merundung Ala merupakan korban perundungan dari gurunya semasa sekolah dasar, dan ia mengulangi bentuk kekerasan tersebut kepada siswanya. Selain itu, teman-teman sebaya Ala mulai merundung setelah melihat tindakan Ibu Guru Hijima terhadapnya. Temuan ini menunjukkan bahwa kekerasan menjadi budaya yang dinormalisasi dan diwariskan di lingkungan pendidikan. Perundungan yang dialami Ala menimbulkan dampak traumatis, yakni keengganan untuk sekolah dan trauma yang disertai gejala fisik. Kendati demikian, Ala mampu menghadapi dan menghentikan perundungan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tiga implikasi penting. Pertama, pendidikan antiperundungan perlu diselenggarakan di tingkat dasar, menengah, dan tinggi bagi pendidik maupun peserta didik. Kedua, setiap kekerasan di sekolah yang berkedok pendisiplinan dan pembelajaran patut dipertanyakan ulang. Ketiga, program pemutusan rantai perundungan perlu diadakan di berbagai institusi pendidikan.