Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

The Impact of the Covid-19 Pandemic on the Online Learning Process of Students in Junior High School Kamaruddin, Kamaruddin; Patimbangi, Andi; Ismail, Ismail; Armita, Devi
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 54, No 3 (2021): OCTOBER 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.776 KB) | DOI: 10.23887/jpp.v54i3.40900

Abstract

Online learning is one of the best solutions in the world of education to suppress the spread of the Covid-19 virus in the world of education, it's just that the implementation of online learning is not fully able to run optimally and causes various kinds of impacts in the learning process, including learning for junior high school students. This study aims to analyze the impacts felt by junior high school students in the online learning process during the covid-19 pandemic. This research is a type of descriptive research using a library research model. The subjects in this study were articles and news related to the research topic, so the data collection technique used was to carry out a documentation study which was then analyzed using qualitative descriptive data analysis using 4 stages of analysis, namely data collection, data reduction, data display and, conclusion. The results in this study indicate that the impact of online learning during the pandemic is student learning, experiencing interference in assessments, cancellation of assessments, opportunities to get jobs after graduating from education, cancellation of public assessments for qualifications in job selection. So it can be concluded that there are various kinds of impacts that arise as a result of the online learning process, where negative impacts should be immediately sought to solve problems so that these impacts do not spread to other components of education.
GEN REGULASI TANAMAN LOKAL INDONESIA: IMUNOMODULATOR COVID-19 Isna Rasdianah Aziz; Devi Armita; Hajrah Hajrah; Kurnia Makmur
Teknosains Vol 14 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v14i2.15901

Abstract

Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia pada akhir tahun 2019 meresahkan semua kalangan. Di tengah kekhawatiran tersebut, pada peneliti terus mengembangkan vaksin dan obat-obatan untuk memerangi serangan virus SARS-CoV-2 tersebut. Tak terkecuali, tanaman lokal berbagai Negara, termasuk Indonesia yang diyakini mampu memberi sumbangsih perbaikan imun sebagai upaya pencegahan dan pertahanan imun. Tanaman lokal mampu berperan sebagai imunomodulator karena kapabilitasnya menghasilkan senyawa bioaktif tertentu. Regulasi ekspresi gen berperan langsung pada biosintesis senyawa bioaktif dalam tanaman lokal tersebut.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS PADA SALURAN MATA AIR LANGLANG DENGAN VEGETASI RIPARIAN YANG BERBEDA DI DESA NGENEP, KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR Devi Armita; Hafizhah Al Amanah; Syarif Hidayat Amrullah
Teknosains Vol 15 No 2 (2021): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v15i2.19520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobentos pada saluran mata air Langlang yang terdapat di Desa Ngenep Kabupaten Malang sebagai interpretasi dari kualitas perairan dengan melihat pengaruh dari kualitas riparian yang ada di sekitar mata air tersebut. Lokasi penelitian terdapat di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pengambilan dan analisis contoh air dilakukan di lokasi pengambilan sampel (in situ) dan di laboratorium. Parameter kualitas air yang dianalisis dan dikaji adalah parameter pH, kecerahan, DO, konduktivitas, kecepatan arus, kedalaman, turbiditas, substrat, dan suhu. Lokasi penelitian dilakukan di dua stasiun dengan tiga segmen pada tiap stasiun. Penentuan lokasi sampling (stasiun) dilakukan dengan metode purposive sampling yang didasarkan pada kondisi riparian yang terdapat di saluran irigasi sehingga dapat dibandingkan pengaruh kondisi riparian terhadap kualitas perairan di sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan pendekatan deskriptif yaitu memberi gambaran tentang kualitas air di saluran mata air Langlang. Hasil yang diperoleh terkait struktur komunitas makrozoobentos yang ditemukan pada stasiun I dan stasiun II relatif sama. Pada stasiun I ditemukan 14 taksa dengan indeks diversitas (H’) sebesar 3,35 sedangkan pada stasiun II ditemukan 15 taksa dengan indeks diversitas (H’) sebesar 2,86. Sedangkan untuk penentuan kualitas air berdasarkan nilai Family Biotic Index (FBI) diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa nilai FBI stasiun I sebesar 4,19 yang berarti kualitas air pada stasiun ini berada pada kategori sangat bagus, sedangkan stasiun II sebesar 4,56 yang berarti kualitas air pada stasiun ini berada pada kategori bagus. Berdasarkan hasil analisis vegetasi yang dilakukan pada tiap stasiun, diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa vegetasi riparian pada stasiun I lebih bagus bila dibandingkan vegetasi riparian pada stasiun II, dilihat dari persentase penutupan jenis tumbuhan baik itu pohon, semak, maupun herba. Hasil korelasi Pearson antara kelimpahan makrozoobentos dan persentase tutupan riparian menunjukkan bahwa persentase penutupan jenis tumbuhan pada vegetasi riparian akan mempengaruhi kelimpahan makrozoobentos yang terdapat di perairan tersebut.
KARAKTER MORFOLOGI DAN FISIOLOGI PERKECAMBAHAN UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) PADA PENYIMPANAN SUHU RENDAH Selis Meriem; Devi Armita; Rahmat Fajrin Alir; Masriany Masriany
Teknosains Vol 15 No 2 (2021): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v15i2.19992

Abstract

Produktivitas bawang putih yang terbatas di Indonesia membuat komoditas impor semakin meningkat. Perkecambahan bawang putih sangat bergantung pada faktor abiotik yang terkontrol dan tepat termasuk paparan suhu dan kelembaban, karena itu bawang putih ini dapat mengalami fase dorman. Namun, penelitian yang berfokus pada perkecambahan bawang putih masih jarang dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur karakteristik morfologi dan fisiologis siung bawang putih (Allium sativum L.) yang diberi perlakuan suhu yang bervariasi. Perlakuan dilakukan secara eksperimen faktorial dengan satu faktor suhu kamar (K) sebagai kontrol, suhu rendah (dingin) selama 3 hari (R3) dan 5 hari (R5). Suhu dingin dirancang pada 7oC, sedangkan kontrol pada suhu 29oC. Perlakuan awal perkecambahan bawang putih tidak berpengaruh nyata terhadap parameter fisiologis. Namun, perlakuan R5 menunjukkan nilai rata-rata yang jauh lebih tinggi yaitu 18,75% dan persentase kecepatan perkecambahan 16,32% lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Selanjutnya, penyimpanan pada suhu 7oC selama 3 hari menunjukkan laju pertumbuhan 76,44% dan 45,75% lebih tinggi, serta indeks vigor 76,73% dan 45,76% lebih tinggi dibandingkan perlakuan R3 dan kontrol. Perlakuan R5 secara nyata meningkatkan tinggi tanaman, panjang akar dan jumlah daun yang masing-masing 66,43%, 54,45%, dan 50% lebih tinggi dibandingkan dengan R3 dan 84,26%, 61,79%, dan 50% lebih tinggi dari pada tanaman kontrol. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perawatan pra-perkecambahan dalam penyimpanan dingin dapat menginduksi pertumbuhan dan proses perkecambahan yang lebih baik. Untuk meningkatkan varietas bawang putih lokal di Indonesia perlu kajian lebih lanjut khususnya lama penyimpanan dingin yang tepat untuk mengatur dormansi yang mungkin terjadi pada budidaya bawang putih di luar musim tanam yang sesuai.
DIAGNOSIS VISUAL MASALAH UNSUR HARA ESENSIAL PADA BERBAGAI JENIS TANAMAN Devi Armita; Wahdaniyah Wahdaniyah; Hafsan Hafsan; Hafizhah Al Amanah
Teknosains Vol 16 No 1 (2022): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v16i1.28639

Abstract

Essential nutrients are chemical elements needed by plants to support their growth and development. Essential nutrients based on the level of plant needs are divided into three, namely basic nutrients, macronutrients and micronutrients. Plants have the potential to experience nutrient problems, either deficiency or toxicity. Nutrient deficiency and toxicity experienced by plants can be identified by performing a visual diagnosis which is the easiest method to apply. This study aims to identify nutrient problems experienced by various types of plants based on visual symptoms shown by plants. This research was conducted in November 2021 in the vicinity of the researcher's residence. This research is an exploratory descriptive study conducted by observing various types of plants suspected of having nutrient deficiency and toxicity problems which are then compared with related references (books and journals). The results showed that there were 10 plant species that showed symptoms of deficiency or toxicity of macronutrients and micronutrients based on visual symptoms, namely rambutan, mung beans, gude beans, corn, cassava, bananas, onion, hibiscus, elephant ears, and taro. Keywords: deficiency; macronutrient, micronutrient; plant; toxicity; visual diagnosis
Plant Breeding Through Protoplast Fusion Devi Armita
Jurnal Biologi Universitas Andalas Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jbioua.8.2.42-47.2020

Abstract

Protoplast culture (protoplast fusion) is one method of tissue culture that is widely used in plant breeding programs in a relatively short time. This method is used to overcome the problem of plants that are difficult or impossible to cross conventionally as well as used for species improvement by transferring the desired gene from the donor plant to the target plant via protoplast fusion. Protoplast fusion makes it possible to produce plants that are resistant to a disease and various abiotic stresses, rapid growth rates and have a better quantity and quality of metabolites than their parents. Various factors affect the success of fusion and regeneration of protoplasts into whole plants, including the source of explants, the composition of the enzyme solution and the duration of incubation, fusagen type and culture media for regeneration.
Kajian Keterkaitan antara Nutrisi, Hormon, dan Perkembangan Akar Tanaman (Sebuah Review) Devi Armita
Prosiding Seminar Biologi Vol 5 No 1 (2019): PROSIDING SEMINAR BIOLOGI BIODIVERSITAS INDONESIA
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v5i1.11857

Abstract

Root is a vegetative organ that plays a role in the absorption of water and nutrients in the soil or growth media in plants. Therefore the organ which is directly affected by changes in soil conditions is the root. Nutrient supply can influence root development both directly as an external signal and indirectly through changes in internal nutrition. Changes in internal nutrition will be a signal in changes in the distribution of hormones in plants which will eventually cause changes in root morphology. Several studies have reported relationship between the availability of nutrients in the soil and the level of hormones present in plants with the end result of changes in root development and morphology, especially the relationship between nitrogen and some endogenous hormones that play a role in root growth and development in plants, including auxin, cytokinins and abscisic acid (ABA). Deficiency or excess conditions affect the levels of auxin, cytokinins and ABA and affect auxin transport. Different nitrogen fertilizers, NO3- and NH4+ produce different responses in plants to influence root growth and development.
Diversitas senyawa volatil dari berbagai jenis tanaman dan potensinya sebagai pengendali hama yang ramah lingkungan Masriany Masriany; Afridha Sari; Devi Armita
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.16949

Abstract

Senyawa volatil merupakan metabolit sekunder yang diproduksi oleh tumbuhan dengan sifat mudah menguap. Senyawa volatil memiliki peranan penting dalam sistem komunikasi bagi tumbuhan dengan orgasnisme lain di sekitarnya. Studi ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui diversitas senyawa volatil dari berbagai tanaman dan potensinya sebagai pengendali hama. Hasil studi menunjukkan bahwa diversitas senyawa volatil dari berbagai tanaman terdiri atas beberapa kelompok senyawa, yaitu antara lain: (1) Derivatif asam lemak; (2) Terpenoids; (3) Fenol, dan lain-lain. Senyawa volatil dapat dimanfaatkan dalam pengendalian hama secara alami karena beberapa senyawa volatil mampu menjadi atraktan ataupun repellent bagi serangga herbivora dengan demikian kemampuan tersebut dapat dijadikan sebagai acuan untuk memformulasi bioinsektisida dalam pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.
The Impact of the Covid-19 Pandemic on the Online Learning Process of Students in Junior High School Kamaruddin Kamaruddin; Andi Patimbangi; Ismail Ismail; Devi Armita
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 54 No 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.776 KB) | DOI: 10.23887/jpp.v54i3.40900

Abstract

Online learning is one of the best solutions in the world of education to suppress the spread of the Covid-19 virus in the world of education, it's just that the implementation of online learning is not fully able to run optimally and causes various kinds of impacts in the learning process, including learning for junior high school students. This study aims to analyze the impacts felt by junior high school students in the online learning process during the covid-19 pandemic. This research is a type of descriptive research using a library research model. The subjects in this study were articles and news related to the research topic, so the data collection technique used was to carry out a documentation study which was then analyzed using qualitative descriptive data analysis using 4 stages of analysis, namely data collection, data reduction, data display and, conclusion. The results in this study indicate that the impact of online learning during the pandemic is student learning, experiencing interference in assessments, cancellation of assessments, opportunities to get jobs after graduating from education, cancellation of public assessments for qualifications in job selection. So it can be concluded that there are various kinds of impacts that arise as a result of the online learning process, where negative impacts should be immediately sought to solve problems so that these impacts do not spread to other components of education.
The Empowering Women through Diversification of ASUH Local Animal Food Products in Benteng Gajah Village: Pemberdayaan Perempuan Melalui Diversifikasi Produk Pangan Hewani Lokal Yang ASUH di Desa Benteng Gajah Hafsan Hafsan; Devi Armita; Ar. Syarif Hidayat; St. Aisyah Sijid; Hajrah; Zulkarnain; Irwan Misbach
Jurnal SOLMA Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v10i1.5491

Abstract

Background: Benteng Gajah adalah desa di kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia. Sebagian besar penduduk desa bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Perempuan di Desa Benteng Gajah umumnya hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, sehingga nyaris tidak berkontribusi secara langsung terhadap peningkatan perekonomian masyarakat secara umum. Metode: Teknik-teknik pengabdian tersebut terutama difokuskan pada upaya pelibatan komunitas dampingan serta mendorong partisipasi mereka secara maksimal. Tahapan dalam pendampingan pelatihan keterampilan membuat beberapa produk olahan pangan hewani khususnya daging broiler dengan memegang prinsip keamanan pangan yang dikemas dalam kegiatan “Pelatihan diversifikasi pangan hewani lokal yang ASUH”. Hasil: Hasil ternak yang dihasilkan umumnya dipasarkan langsung tanpa melalui pengolahan hasil panen. Padahal sebagai produsen bahan pangan hewani berupa daging dan telur, hasil-hasil ternak tersebut dapat didiversifikasi menjadi aneka olahan yang memiliki rasa, bentuk yang menarik dan bernilai gizi tinggi serta aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). Kesimpulan: Kaum Perempuan di Desa Benteng Gajah menjadi berdaya serta mampu dalam meningkatkan kualitas pangan bagi keluarganya serta dapat meningkatkan perekonomian keluarganya.