Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analysis of Effect Application of Stad-Type Cooperative Learning Model on Learning Outcomes at Elementary School Nureva Nureva; Devi Armita
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 5 No 2 (2022): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v5i2.188

Abstract

This study aims to determine the Influence of Cooperative Learning Model Student Team Achievement Division (STAD) Toward Learning Outcomes IPS Class V SDN 63 Gedong Tataan Pesawaran District Subdistrict.This research is using research design pretest-posttes group design. The independent variables in this study is a cooperative learning model STAD while the dependent variable is the result of learning. The data collection technique used is the test, and documentation. The data analysis technique consists of three stages, namely, stage description of the data, the test phase of requirements analysis and hypothesis testing phase.step description of the data include data distribution learning outcomes. Test requirements analysis phase includes tests of normality and homogeneity. While the hypothesis testing phase using T-test analysis results of data analysis showed> ie 5.37> 1.68 to 0.05 level signitifkan.this proves that rejected or accepted, which means there is influence between STAD cooperative learning on the results of social studies class V SDN 63 Gedong Tataan District of Gedong Tataan Pesawaran District. Keywords: Cooperative Learning, Learning Outcome, STAD-Type Cooperative Learning
Analysis of Effect Application of Stad-Type Cooperative Learning Model on Learning Outcomes at Elementary School Nureva Nureva; Devi Armita
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 5 No 2 (2022): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v5i2.188

Abstract

This study aims to determine the Influence of Cooperative Learning Model Student Team Achievement Division (STAD) Toward Learning Outcomes IPS Class V SDN 63 Gedong Tataan Pesawaran District Subdistrict.This research is using research design pretest-posttes group design. The independent variables in this study is a cooperative learning model STAD while the dependent variable is the result of learning. The data collection technique used is the test, and documentation. The data analysis technique consists of three stages, namely, stage description of the data, the test phase of requirements analysis and hypothesis testing phase.step description of the data include data distribution learning outcomes. Test requirements analysis phase includes tests of normality and homogeneity. While the hypothesis testing phase using T-test analysis results of data analysis showed> ie 5.37> 1.68 to 0.05 level signitifkan.this proves that rejected or accepted, which means there is influence between STAD cooperative learning on the results of social studies class V SDN 63 Gedong Tataan District of Gedong Tataan Pesawaran District. Keywords: Cooperative Learning, Learning Outcome, STAD-Type Cooperative Learning
EVALUASI STATUS KESUBURAN TANAH PADA LAHAN PERTANIAN BAWANG MERAH DI SULAWESI SELATAN Fatmawati Nur; Devi Armita
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3168

Abstract

Soil fertility is the ability of the soil to provide complete nutrients in optimum conditions for plants. Evaluation of soil fertility status is very important in crop cultivation activities, including shallot cultivation. This study aims to evaluate the status of soil fertility based on the physico-chemical properties of various shallot agricultural land in South Sulawesi, to be precise in three districts which are the centers of shallot production, namely Enrekang, Jeneponto, and Bantaeng Regencies. This research was conducted in March-May 2022 with research stages including taking soil samples at 5 locations and continued with an analysis of the physico-chemical properties of the soil at the Soil, Plant, Fertilizer, Water Laboratory of BPTP South Sulawesi with parameters including soil texture (physical properties) and parameters of soil chemical properties include pH, organic matter content, total phosphorus (P) and potassium (K), CEC, and base saturation (BS). The results obtained show that based on soil physical properties, agricultural land in Bantaeng Regency is the most appropriate land for shallot cultivation compared to the other four locations because it has a sandy loam soil texture. The same thing applies to the chemical properties of the soil, namely agricultural land in Bantaeng Regency has very high soil fertility status based on the parameters of C-organic, P and K-total content and CEC in the very high category and BS value in the high category, while 2 locations in Enrekang Regency is in the low category and agricultural locations in Jeneponto Regency are in the medium and high categoriesINTISARIKesuburan tanah merupakan kemampuan tanah untuk menyediakan unsur hara yang lengkap dalam kondisi optimum bagi tanaman. Evaluasi status kesuburan tanah sangat penting dilakukan dalam kegiatan budidaya tanaman, termasuk budidaya bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status kesuburan tanah berdasarkan sifat fisika-kimia tanah berbagai lahan pertanian bawang merah di Sulawesi Selatan tepatnya di tiga kabupaten yang menjadi sentra penghasil bawang merah yaitu Kabupaten Enrekang, Jeneponto, dan Bantaeng. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2022 dengan tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel tanah pada 5 lokasi dan dilanjutkan dengan analisis sifat fisika-kimia tanah di Laboratorium Tanah, Tanaman, Pupuk, Air BPTP Sulawesi Selatan dengan parameter meliputi tekstur tanah (sifat fisika) dan parameter sifat kimia tanah meliputi pH, kandungan bahan organik, fosfor (P) dan kalium (K) total, KTK, dan kejenuhan basa (KB). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa berdasarkan sifat fisika tanah, lahan pertanian di Kabupaten Bantaeng merupakan lahan yang paling tepat untuk budidaya bawang merah dibandingkan keempat lokasi lainnya karena memiliki tekstur tanah lempung berpasir. Hal yang sama berlaku untuk sifat kimia tanah, yaitu lahan pertanian di Kabupaten Bantaeng memiliki status kesuburan tanah kategori sangat tinggi berdasarkan parameter kandungan C-organik, P dan K-total serta KTK dengan kategori sangat tinggi dan nilai KB dengan kategori tinggi sedangkan 2 lokasi di Kabupaten Enrekang pada kategori rendah dan pada lokasi pertanian di Kabupaten Jeneponto berada pada kategori sedang dan tinggi. 
Jamur Patogen Kelapa Sawit (Elais guineensis Jacq.) di Perkebunan Sawit Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju Sakinah Sakinah; Hafsan Hafsan; Eka Sukmawaty; Devi Armita
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.449

Abstract

Tanaman kelapa sawit (Elais guineensis Jacq.) adalah salah satu sumber minyak nabati yang digunakan di berbagai macam industri, baik pangan maupun non pangan akan tetapi produksi kelapa sawit sering menurun diakibatkan oleh berbagai serangan jamur patogen. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gejala infeksi jamur patogen pada tanaman kelapa sawit dan jenis jamur patogen yang menginfeksi tanaman sawit di perkebunan kelapa sawit Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling kemudian dilakukan isolasi jamur dari tanaman yang menunjukkan gejala serta dilanjutkan dengan identifikasi jenis jamur dengan buku identifikasi Illustrated Genera of Imperfect Fungi dan Description of Medical Fungi Second Edition serta dilakukan uji Postulat Koch. Hasil yang diperoleh yaitu gejala infeksi jamur patogen pada tanaman kelapa sawit (E. guineensis Jacq.) di perkebunan kelapa sawit Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju yaitu bercak kuning pada daun yang disebabkan oleh genus Curvularia, bercak cokelat pada daun disebabkan oleh Sarocladium, busuk kecokelatan pada buah dari genus Penicillium, dan busuk kehitaman pada buah dari genus Aspergillus. Berdasarkan uji Postulat Koch yang dilakukan didapatkan bahwasanya keempat isolat yang didapatkan merupakan penyebab penyakit dan sesuai dengan beberapa gejala yang ditemukan pada awal pengambilan sampel. Informasi jenis patogen yang menginfeksi tanaman kelapa sawit dapat digunakan sebagai dasar untuk penanganan penyakit tanaman sawit yang tepat sesuai dengan jenis patogen yang menginfeksi.
GIBERELIN (GA3) MENDUKUNG KETAHANAN KECAMBAH PADI VARIETAS PULU MANDOTI EMAS TERHADAP CEKAMAN SALINITAS Meriem, Selis; Armita, Devi; Ridha, Ariati A.; Masriany, Masriany
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i1.5665

Abstract

Perluasan lahan yang terdampak salinitas saat ini menghambat ekstensifikasi budidaya pertanian khususnya padi sebagai makanan pokok Indonesia. Untuk mencegah dampak kerusakan akibat cekaman salinitas, penelitian bertujuan untuk menguji pengaruh giberelin (GA3) terhadap karakter morfologi kecambah padi (Oryza sativa L.) varietas lokal Pulu Mandoti Emas (PME). Penelitian ini menggunakan tiga taraf perlakuan yaitu giberelin (0, 8, 16, dan 24 ppm), lama perendaman (12 dan 24 jam), dan NaCl (0, 1000 ppm, dan 2000 ppm). Perkecambahan dilakukan menggunakan metode UKDD (Uji Kertas Digulung Didirikan). Pengamatan karakter morfologi diukur pada 14 HST. Hasil uji menunjukkan adanya pengaruh tunggal faktor GA3 dan NaCl yang signifikan. Perlakuan dengan pemberian 8 ppm GA3 meningkatkan panjang akar dan daun. 16 ppm GA3 tunggal meningkatkan berat tajuk dan berat total. 24 ppm GA3 menunjukkan berat akar dan rasio A/T tertinggi. Cekaman NaCl hanya menurunkan panjang daun kecambah. Akan tetapi panjang akar, berat tajuk, rasio A/T dan berat total tertinggi ditunjukkan pada perlakuan salinitas. Faktor perlakuan menunjukkan adanya interaksi yang nyata terhadap parameter pengamatan. Penambahan GA3 dalam kondisi cekaman NaCl pada berbagai konsentrasi membuktikan adanya peningkatan pertumbuhan panjang akar, panjang daun, berat akar, berat tajuk, rasio A/T, dan berat total yang lebih baik. Penambahan GA3 sangat penting diaplikasikan sebagai regulator pertumbuhan kecambah padi dalam kondisi cekaman salin.
Analisis Kromosom Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens) Terhadap Lama Perendaman Hidroksiquinolin Al-Amanah, hafizhah; Ashar, Zulfardi; Fitri, Fitri; Armita, Devi; Larekeng, Siti Halima
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i1.3754

Abstract

Penghitungan jumlah kromosom dapat dilakukan dengan cara analisis kromosom dengan perlakuan pretretment. Merupakan suatu metode pembuatan preparate kromosom yang tepat dalam menghasilkan pemisahan kromosom yang jelas baik, sehinggah memudahkan dalam penghitungan kromosom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pemberian hidroksiquinolin pada pembuatan preparate akar tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens). Penelitian ini meliputi dua kegiatan yaitu persiapan bahan serta pembuatan preparat kromosom akar cabai. Ada dua hal yang diamati pada preparat kromosom akar cabai, yaitu kemampuan pemisahan kromosom dan ketajaman pewarnaan kromosom dibandingkan dengan sitoplasma sekelilingnya. Kesimpulan pada penelitian ini adalah adalah jumlah kromosom cabai rawit 2n=2x=24,  analisis kromosom akar maristematis pada tanaman cabai rawit dengan pemberian perlakuan lama perendaman hidroksiquinolin selama 4 jam setelah di fiksasi menggunakan larutan farmer dapat menghasilkan tampilan pemisahan kromosom terbaik dibawah mikroskop lebih jelas dan memudahkan dalam penghitungan jumlah kromosom.
OPTIMALISASI KONSENTRASI AIR KELAPA (COCOS NUCIFERA) UNTUK PERTUMBUHAN IN VITRO TANAMAN KRISAN (CHRYSANTHEMUM SP.) Musmar, Musdalifah; Mansyur; Armita, Devi
Agrica Ekstensia Vol 19 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v19i1.249

Abstract

Krisan (Chrysanthemum morifolium) adalah tanaman bunga hias yang berasal dari Cina. Tanaman ini sering diperbanyak dengan kultur jaringan karena memungkinkan perbanyakan cepat dalam jumlah besar dan waktu singkat serta kualitas yang konsisten. Salah satu faktor penting dalam keberhasilan perbanyakan melalui kultur jaringan adalah media yang digunakan. Pada penelitian ini dilakukan perbanyakan tanaman krisan pada media Murashige & Skoog (MS) dengan penambahan air kelapa (Cocos nucifera) karena mengandung berbagai zat penting terutama hormon. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi optimal air kelapa dalam media MS untuk memaksimalkan pertumbuhan in vitro tanaman krisan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap 1 faktor dengan empat taraf konsentrasi air kelapa pada media MS yaitu 50 ml/L, 60 ml/L, 100 ml/L, dan 150 ml/L dengan masing-masing 3 ulangan. Data dianalisis secara statistik dengan uji ANOVA taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Parameter yang diamati meliputi persentase hidup eksplan, tinggi planlet, jumlah tunas, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan penambahan air kelapa pada media MS menghasilkan persentase hidup eksplan tertinggi pada konsentrasi 100 ml/L sebanyak 100%. Parameter jumlah tunas, jumlah daun, dan tinggi planlet juga menunjukkan nilai tertinggi pada konsentrasi tersebut, yaitu dengan rata-rata masing-masing 3,8 tunas, 5,7 helai daun dan 3,2 cm secara berturut-turut. Hasil ini berbeda signifikan secara statistik dengan konsentrasi lainnya. Dapat disimpulkan bahwa penambahan air kelapa pada media MS dengan konsentrasi 100 ml/L menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan terbaik untuk tanaman krisan. Sehingga direkomendasikan penggunaan air kelapa sebagai bahan tambahan pada media kultur jaringan sebagai pengganti zat pengatur tumbuh.
Teknik kultur jaringan untuk perbanyakan dan konservasi tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) secara in vitro Putri, Andi Besse Sri; Hajrah, Hajrah; Armita, Devi; Tambunan, Ika Roostika
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 1 No 2 (2021): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.325 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v1i2.23801

Abstract

Kentang merupakan salah satu tanaman hortikultura yang dapat dijadikan sebagai alternatif sumber karbohidrat. Kentang berpotensi untuk menunjang diversifikasi pangan, komoditas ekspor dan bahan baku industri makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung kegiatan budidaya kentang (Solanum tuberosum L.) secara kultur jaringan, yang meliputi persiapan media, sterilisasi, penanaman eksplan, subkultur dan penyimpanan in vitro. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Laminar Air Flow (LAF), oven, autoclave, hot plate and stirerr, pH meter, freezer, timbangan analitik, tabung ukur, beaker glass, labu takar bervolume, cawan petri, botol media berbagai ukuran, pipet volumetrik, dan tabung erlemeyer. Sedangkan, bahan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pinset, pisau steril, gunting steril, bak media, keranjang dorong, tunas dan eksplan tanaman kentang. Hasil dari pengamatan selama kurun waktu 3 minggu dengan pengamatan seminggu sekali menunjukkan bahwa eksplan dari 10 varietas kentang yang ditanam pada media ½ K0,5 memiliki pertumbuhan yang cepat. Sedangkan, kentang yang ditanam pada media media ½ K0,5 + manitol 2% memiliki pertumbuhan yang lambat. Manitol 2% mampu menghambat pertumbuhan biakan kentang sehingga berpeluang diterapkan untuk konservasi in vitro jangka menengah dengan teknik pertumbuhan minimal. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa jenis eksplan bagian pucuk yang paling baik untuk konservasi planlet kentang sehingga memiliki viabilitas yang baik normal.
Identifikasi masalah nutrisi berbagai jenis tanaman di Desa Palajau Kabupaten Jeneponto Inaya, Nur; Armita, Devi; Hafsan, Hafsan
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 1 No 3 (2021): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.229 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v1i3.26114

Abstract

Nutrisi tanaman adalah unsur kimia penting yang dibutuhkan oleh tanaman dan secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam metabolisme serta aktivitas fisiologis dalam tubuh tanaman. Berdasarkan tingkat kebutuhan tanaman, nutrisi dibedakan menjadi 3 yaitu nutrisi dasar, nutrisi makro yaitu Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg) dan Belerang (S) serta nutrisi mikro yaitu Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Molibdenum (Mo), Tembaga (Cu), Seng (Zn) dan Klor (Cl). Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi gejala defisiensi dan toksisitas nutrisi yang dialami oleh tanaman di Desa Palajau Kabupaten Jeneponto. Identifikasi gejala dilakukan secara visual (pengamatan langsung). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa jenis tanaman yang mengalami masalah nutrisi yaitu tanaman kacang hijau menunjukkan gejala defisiensi unsur Fe dan toksisitas unsur Zn, jagung menunjukkan gejala defisiensi unsur K, kelapa menunjukkan gejala defisiensi unsur Mg dan K, jeruk menunjukkan gejala defisiensi unsur N, S, dan Ca, mangga menunjukkan gejala defisiensi unsur K dan gangguan unsur B, serta tanaman srikaya yang menunjukkan gejala defisiensi unsur K. Pengamatan visual merupakan langkah awal untuk mengetahui masalah nutrisi pada tanaman, sehingga perlu dilakukan analisis laboratorium berupa analisis tanah (soil testing) dan analisis jaringan tanaman untuk mendukung data yang diperoleh di lapangan.Kata Kunci: idefisiensi, identifikasi visual, nutrisi tanaman, toksisitas
Perbandingan efektivitas perangkap lalat buah (Bactrocera sp.) melalui indikator warna di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku Fathoni, Andi Afif; Armita, Devi; Iqbal, Andi
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 3 No 1 (2023): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.106 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v3i1.29551

Abstract

Lalat buah (Bactrocera sp.) merupakan hama yang sangat merusak tanaman jenis holtikultura khususnya buah-buahan dan sayuran. Hama ini menimbulkan kerugian baik secara kualitas maupun kuantitas. Kondisi ini menyebabkan komoditas buah-buahan lokal kurang dapat bersaing di kancah internasional, karena kualitas tidak sejalan dengan tingginya permintaan akibat gangguan hama dan penyakit. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui efektivitas perangkap lalat buah yang merupakan salah satu hama buah dengan menggunakan indikator warna di BBPP Batangkaluku Gowa. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 4-6 Februari 2022 di lahan buah pada Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku, Gowa. Metode yang digunakan ialah pengamatan uji coba (eksperimen) dengan mengamati secara langsung jumlah lalat buah (Bactrocera sp.) yang ditemukan pada perangkap lalat. Hasil pengamatan menunjukkan sebanyak 7 individu Bactrocera sp. selama 3 hari ditemukan pada perangkap. Warna perangkap kuning merupakan warna yang efektif dan mempengaruhi banyaknya jumah individu yang ditemukan, dibandingkan warna merah, biru, dan netral.