Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KEPUASAN PASIEN DIABETES MELITUS RUJUK BALIK PESERTA BPJS KESEHATAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI KLINIK DAN APOTEK KOTA YOGYAKARTA S, Hilda; Fudholi, Achmad; Puspandari, Diah Ayu
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 5, No 4
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.155

Abstract

Pelayanan program rujuk balik merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta BPJS Kesehatan penderita penyakit kronis diantaranya penyakit diabetes melitus yang sudah stabil/terkontrol, namun masih memerlukan asuhan keperawatan dan pengobatan dalam jangka panjang yang diberikan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.Kepuasan pasien akan mempengaruhi keberlangsungan program-program dalam sistem JKN. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan antara lain pelayanan kefarmasian dan karakteristik pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pelayanan kefarmasian dan karakteristik pasien terhadap kepuasan pasien rujuk balik diabetes melitus peserta BPJS Kesehatan di klinik dan apotek Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain survey cross sectional. Data diambil secara kuantitatif dengan menggunakan kuisioner dan dilengkapi dengan data kualitatif melalui wawancara untuk memperdalam temuan di lapangan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling untuk klinik dan apotek rujuk balik danjumlah sampel sebanyak 100 responden. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square untuk melihat hubungan karakteristik pasien dengan kepuasan dan regresi linear untuk melihat hubungan pelayanan kefarmasian dengan kepuasan. Pelayanan kefarmasian yaitu kemudahan akses, ketersediaan obat, dan hubungan pasien dengan apoteker memiliki hubungan yang signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikansi (p) berturut-turut: 0,031; 0,027; dan 0,003. Karakteristik pasien yang memiliki hubungan yang signifikan terhadap kepuasan pasien adalah pekerjaan (p=0,015). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelayanan kefarmasian meliputi kemudahan akses,ketersediaan obat, dan hubungan pasien dengan apoteker, dan karakteristik pasien yaitu pekerjaan, memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien rujuk balik diabetes diabetes melitus peserta BPJS Kesehatan di klinik dan apotek Kota Yogyakarta.
PENGARUH KADAR BAHAN PENGIKAT MUSILAGO GUMMI ARABICI DAN UKURAN GRANUL BASAH TERHADAP MIGRASI OBAT SELAMA PROSES PENGERINGAN Endarti, Dwi; Fudholi, Achmad
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 3, No 3 (2007)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wet granulation is one of compressed tablet method that used widely. This experiment purposed to study the effect of gummi arabici mucilage binder concentration and wet granul size on drug migration during drying process which used vitamin B6 as a model of drug. Three formulation of granul was prepared using gummi arabici mucilage binder which concentration 10%, 15%,20%. Each formula was sieved used sieving number 8, 12, 16 mesh. Granul was dried in oven at temperature 60°C for 3,5 hours used drying cell. Drug migration was known by calculating the coefficient of migration value. The result was analyzed used statistic method ANOVA two way at 95% level of significant and student-t test if there’s a significant of difference. The result of experiment showed a significant of difference on coefficient of migration that influenced by gummi arabici mucilage concentration, but the wet granul size didn’t give a significant of difference. The coefficient of migration value which resulted at granul size 8, 12, 16 mesh at each formula are FI 0,230, 0,215, 0,209; FII 0,161, 0,151, 0,138; FIII 0,087, 0,071, 0,063. ABSTRAK Granulasi basah merupakan salah satu metode pembuatan tablet yang digunakan secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar bahan pengikat musilago gummi arabici dan ukuran granul basah terhadap migrasi obat selama proses pengeringan dengan menggunakan vitamin B6 sebagai model obat. Untuk mencapai tujuan tersebut dibuat 3 macam formula granul dengan bahan pengikat musilago gummi arabici dengan kadar 10%, 15%, 20%. Masing-masing formula tersebut diayak dengan ayakan no 8, 12, 16 mesh. Granul dikeringkan dalam lemari pengering pada suhu 60°C selama 3,5 jam dengan menggunakan sel pengering. Besarnya migrasi obat diketahui dengan menghitung harga koefisien migrasi. Selanjutnya hasil yang diperoleh dianalisa dengan ANOVA dua jalan dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji t (student) jika terdapat perbedaan yang bermakna. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada koefisien migrasi obat karena pengaruh kadar bahan pengikat musilago gummi arabici yang digunakan, sedangkan ukuran granul basah tidak memberikan perbedaan yang bermakna. Harga koefisien migrasi yang diperoleh pada granul dengan ukuran 8, 12, 16 mesh pada masing-masing formula adalah FI 0,230, 0,215, 0,209; FII 0,161, 0,151, 0,138; FIII 0,087, 0,071, 0,063.
PENGARUH KADAR BAHAN PENGIKAT MUSILAGO GUMMI ARABICI DAN UKURAN GRANUL BASAH TERHADAP MIGRASI OBAT SELAMA PROSES PENGERINGAN Endarti, Dwi; Fudholi, Achmad
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 3, No 3 (2007)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v3i3.81

Abstract

Wet granulation is one of compressed tablet method that used widely. This experiment purposed to study the effect of gummi arabici mucilage binder concentration and wet granul size on drug migration during drying process which used vitamin B6 as a model of drug. Three formulation of granul was prepared using gummi arabici mucilage binder which concentration 10%, 15%,20%. Each formula was sieved used sieving number 8, 12, 16 mesh. Granul was dried in oven at temperature 60°C for 3,5 hours used drying cell. Drug migration was known by calculating the coefficient of migration value. The result was analyzed used statistic method ANOVA two way at 95% level of significant and student-t test if thereâ??s a significant of difference. The result of experiment showed a significant of difference on coefficient of migration that influenced by gummi arabici mucilage concentration, but the wet granul size didnâ??t give a significant of difference. The coefficient of migration value which resulted at granul size 8, 12, 16 mesh at each formula are FI 0,230, 0,215, 0,209; FII 0,161, 0,151, 0,138; FIII 0,087, 0,071, 0,063. ABSTRAK Granulasi basah merupakan salah satu metode pembuatan tablet yang digunakan secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar bahan pengikat musilago gummi arabici dan ukuran granul basah terhadap migrasi obat selama proses pengeringan dengan menggunakan vitamin B6 sebagai model obat. Untuk mencapai tujuan tersebut dibuat 3 macam formula granul dengan bahan pengikat musilago gummi arabici dengan kadar 10%, 15%, 20%. Masing-masing formula tersebut diayak dengan ayakan no 8, 12, 16 mesh. Granul dikeringkan dalam lemari pengering pada suhu 60°C selama 3,5 jam dengan menggunakan sel pengering. Besarnya migrasi obat diketahui dengan menghitung harga koefisien migrasi. Selanjutnya hasil yang diperoleh dianalisa dengan ANOVA dua jalan dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji t (student) jika terdapat perbedaan yang bermakna. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada koefisien migrasi obat karena pengaruh kadar bahan pengikat musilago gummi arabici yang digunakan, sedangkan ukuran granul basah tidak memberikan perbedaan yang bermakna. Harga koefisien migrasi yang diperoleh pada granul dengan ukuran 8, 12, 16 mesh pada masing-masing formula adalah FI 0,230, 0,215, 0,209; FII 0,161, 0,151, 0,138; FIII 0,087, 0,071, 0,063.
Validasi Metode HPLC untuk Penetapan Aspirin dan Asam Salisilat dalam Plasma Kelinci (Lepus curpaeums) secara Simultan Siswanto, Agus; Fudholi, Achmad; Nugroho, Akhmad Kharis; Martono, Sudibyo
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 6, NOMOR 2, AGUSTUS 2016
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jki.v6i2.2922

Abstract

Aspirin is a nonsteroidal anti-inflammatory drug which also has the effect of antiplatelet for stroke prevention. Aspirin inside human body is very easy to break down into salicylic acid as the main metabolite. The aim of this study is to develop and validate the method for determinating aspirin and salicylic acid concentration in plasma by HPLC. Method validation including system suitability test, linearity test, determination of LOD and LOQ, recovery, accuracy and precision. Concentration of analytes in blood is measured by HPLC using benzoic acid as internal standard, with condition Purospher column Endcapped Star RP-18 (250 x 4.6 mm id, 5 m), acetonitrile : buffer phosphate 20 mM pH 2.5 (30:70 v/v) as mobile phase, injection volume 20 mL, flow rate 1.5 mL/minute, and UVVis detector λ 230 nm. The results showed that the proposed method meets the requirements of system suitability and good linearity (r > 0,990) with LOQ (aspirin = 0.024 mg/mL, salicylic acid = 0.336 mg/mL) and LOD (aspirin = 0.007 mg/mL, salicylic acid = 0.101 mg/mL). The method of analysis provides recovery of 85-115 %, accuracy and precision in accordance with the requirements for bioanalytical with CV < 5 %. Therefore, the proposed method is applicable to determine of aspirin and salicylic acid concentration in plasma.
Uji Bioavailabilitas Tablet Floating Aspirin Siswanto, Agus; Fudholi, Achmad; Nugroho, Akhmad Kharis; Martono, Sudibyo
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 7, NOMOR 2, AGUSTUS 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jki.v7i2.3498

Abstract

Aspirin is a non-steroidal anti-inflammatory drug with potential as antiplatelet for stroke prophylaxis. Several approaches of aspirin formulations in various dosage forms have been performed. Formulations of aspirin in conventional tablet dosage form often cause gastric irritation. Aspirin is rapidly absorbed in the upper gastrointestinal tract, especially the first small intestine. Therefore formulation of floating drug delivery system are designed to improve the bioavailability of aspirin. The floating system will retain the tablet in stomach, allowing sufficient absorption time for aspirin in stomach and upper intestine. Aim of this study was to determine relative bioavailability of aspirin floating tablets compared to the aspirin enteric coated tablets in rabbits with crossover design method. Serial blood samples were collected from rabbit ear marginal vein over a 10-h period. Drugs concentration in plasma (aspirin and salisylic acid) were determined by HPLC with benzoic acid as internal standard. The results showed that the floating aspirin tablet has better bioavailability with shorter tmax and more uniform of aspirin levels compared to enteric coated tablets, though the parameters AUC and Cpmax both of those products were not significant (p> 0.05).
Optimasi Formula Tablet Floating Nifedipin Menggunakan HPMC K15M, PVP K-30 dan Avicel PH 102 dengan Metode Simplex Lattice Design Aisiyah, Siti; Fudholi, Achmad; Rohman, Abdul
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2013
Publisher : Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nifedipine is a drug with a small solubility in water, a consequence, in order to obtain the desired drug release, the solubility of nifedipine should be increased by the addition of PVPK-30.This study was aimed to know the effect of HPMC K15M, PVP K-30 on the release of nifedipin, and Avicel PH 102 on the floating lag time of nifedipine floating tablet, and to find out the proportion of each ingredient to produce the optimum formula of nifedipin floating tablet. The study was conducted using Simplex Lattice Design (SLD) with 3 components i.e. HPMC K15M, PVPK-30 andAvicel PH 102 in order to obtain 14 formulas. The optimization parameter consists of absorption tablet, floating lagtime, C360 and DE360. The four parameters were analyzed using Design Expert7.1.3 software to determine the optimum formula. The optimum formula was obtained by determining the desired target for each parameter. The absorption was selected in maximum target, floating lag time was selected in minimum target, C360 targeted at number 54 and DE360 targeted at number 40. HPMC K15M at the highest concentration affected the smallest release of nifedipin, the highest PVP K-30 concentration affected the most of nifedipin release, where as high concentration Avicel PH 102 had a small affected reduce in floating lag time of nifedipin floating tablet. The composition of the optimum formula is as follows: 80mg HPMC K15M, 97mg PVPK-30 and 45mg Avicel PH 102. The results of tablet absorption, C360 and DE360 did not differ significantly; floating lag time gave significantly different results to obtain from software. The release kinetics of all formulas fit order 1, which indicated that the drug release occurred through a diffusion mechanism.
MENGGUNAKAN MATRIKS HPMC K100M DAN XANTHAN GUM DENGAN METODE EFFERVESCENT OPTIMASI FORMULA TABLET FLOATINGNIFEDIPIN Nurniswati, Nurniswati; Fudholi, Achmad; Rohman, Abdul
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 11 No. 1: Maret 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v11i1.1394

Abstract

Nifedipin  (NIF)  adalah  obat  kardiovaskular  dengan  frekuensi  penggunaan berulang  kali  dalam  sehari.  Ketika  diberikan  secara  oral  dalam  bentuk  sediaan padat konvensional, absorpsi NIF rendah. Sehingga perlu dikembangkan sediaan lepas lambat  yang dapat dipertahankan lama dalam lambung. Dengan sistem ini NIF  bisa  diberikan  1x1  hari,  yang  akan  menjamin  kepatuhan  pasien  dan pencapaian  target  terapi.Penelitian  bertujuan  untukmengetahui  pengaruh  kombinasi HPMC K100M,xanthan gum dan komponen effervescent terhadap sifat fisik  massa  tablet,  sifat  fisik  tabletdan  pelepasan  zat  aktifnya,  serta  berapa komposisi  tiap faktor  untuk  menghasilkan  formula  optimum. Rancangan penelitian  yang  digunakan  adalah  rancangan  faktorial  23 sehingga  didapatkan  8 formula. Parameter optimasi yang digunakan adalah floating lag time(FLT),  daya serap,  C 360 dan  DE 360.  Penentuan  profil  disolusi  berdasarkan  metode  linierisasi kurva.Berdasarkanpendekatan  nilai  desirability diperoleh  formula  optimum dengan komposisi HPMC K100M 81,0 mg, xanthan gum 48,2 mg dan komponen effervescent 60,0  mg. Formula optimum memberikan hasil pengujian  floating lag time,  daya  serap  dan  C360 yang  tidak  berbeda  signifikan  terhadap  hasil  prediksi softwareyang digunakan (Design Expert7.1.3). Profil pelepasan formula optimum mengikuti kinetika orde 1.
Co-Authors . Sismindari A. Kharis Nugroho, A. Kharis Abdul Rohman Agus Siswanto Akhmad Kharis Nugroho Amrullah, Hafizh Anitawati, Enggar Ardiningtyas, Bondan Aris Perdana Kusuma, Aris Perdana Basu Swastha Dharmmesta Carolien, Ivonie Daulay, Eliza Hanum Devi, Andika Purnama Dinaryanti, Pratiwi Drastiana, Friska Eka Deddy Irawan Erlianti, Karina Fithria Dyah Ayu Suryanegara, Fithria Dyah Ayu Gede Bayu Suparta Gozali, Mu’min Gunawan Pamudji Widodo Hari Kusnanto Hartati Hartati Herri S. Sastramihardja Heru Sasongko Ika Ratna Hidayati Iwan Dwiprahasto Kencanasari, Tiekha Lannie Hadisoewignyo Lolok, Nike Herpianti Marchaban Marchaban, Marchaban Meilanda, Rastria Muhammad Ridwan Ni Made Dharma Shantini Suena Ningsih, Andriyani Ningsih, Andryani Nining Sugihartini Nugroho, Edy Prasetyo Nurmainah Nurmainah Nurniswati Nurniswati Oviani, Gusti Ayu P., I Gusti Ngurah Agung Windra W. Parina, Ana Bella Purnamasari, Vina Puspandari, Dyah Ayu Puung, Florensia Kurnia R., Wirdah Wati Resti, Adestria Resti, Adestria Rizellia, Rizellia S, Hilda S., Hilda Sahlani, Suci Paramitasari Sampurno Sampurno Samsubar Saleh Saputri, Laras Tri Sarie, Lamlay Sarifudin, Barbara Azalya Satibi Satibi Sirait, Septilina Melati Sismindari . Siti Aisiyah Siti Aminah Sudibyo Martono Sumarni Sumarni Suwaldi . Suwendar Suwendar Suwidjiyo Pramono Swastiandari, Gabriela Larasati T.N. Saifullah Sulaiman, T.N. Saifullah Tri Murti Andayani Trisnawati, Komang Tuko, Eirene Copalcanty Wahyono Wahyono Wawang Anwarudin Zubaydah, Wa Ode Sitti