Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Classroom Action Research

Kelayakan Perangkat Pembelajaran IPA Tematik Berbasis Etnosains Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Dan Karakter Budaya Peserta Didik SD Ningsyih, Suriya; Fauziah, Nurul
Journal of Classroom Action Research Vol. 4 No. 4 (2022): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v4i4.2239

Abstract

Tujuanpenelitianini untukmengetahuikelayakan perangkat pembelajaran tematik berbasis etnosains untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan karakter budayapesertadidik pelajaran IPA SD. Penelitianinimerupakanpenelitianpengembangandengan model pengembanganNieveens yang terdiri dari reviewliteratur, merancangpetunjukdesain, evaluasisumatif,menuliskankeseluruhanstudi dan dokumentasi. Kualitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan diukur melalui analisis validitas. Penilaian validitas produk menggunakan angket validasi yang dibagikan kepada ahli dengan menggunakan 2 validator ahli. Data hasil validasi pengembangan perangkat pembelajaran diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data angket dengan menggunakan skor skala Likert empat tingkat 1, 2, 3, dan 4. Rumus yang digunakan untuk menghitung ContentValidity (V) adalah rumus Aiken’s V. Aspek kelayakan yang dinilai dari perangkat pembelajaran yang dikembangkan ini yaitu, isi, bahasa, dan konstruk. Penelitianini menghasilkan produk perangkata pembelajaran tematik berbasisetnosains untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan karakter budaya pesertadidik pelajaran IPA SD. Perangkat pembelajaran tematik berbasis etnosains dalam penelitian ini merupakan soalketerampialan proses sains, angket karakter budaya dan LKPD IPA tematik yangmengintegrasikan beberapa materi yang memuat nilai kearifan lokal, budaya, lingkungan, danBahasa. Penelitian ini menghasilkan rata-rata kelayakan 0,96 dikategorikan sangat layak. Kelayakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dari masing-masing aspek yaitu aspek isi sebesar 0,93 dengan kategori sangat layak, aspek bahasa sebesar 0,97 dikategorikan sangat layak dan aspek konstruk sebesar 1,00 yang dikategorikan sangat layak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran tematik berbasis etnosainsyang dikembangkan memenuhi kriteria pengembangan produk berkualitas yang layak.
Profil Kemampuan Literasi Sains Mahasiswa Program Studi Pendidkan Guru Sekolah Dasar Pada Mata Kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup : Sebuah Studi Pendahuluan Fauziah, Nurul; Ningsyih, Suriya; Khusaini, Fakhri
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i1.6971

Abstract

Literasi sains siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Literasi sains berarti bukan hanya sekedar kemampuan untuk membaca dan menulis tentang sains melainkan juga mengandung kemampuan untuk menerapkan  memproses, memberikan sikap yang tepat terkait konsep sains dalam kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kompetensi dan level awal literasi sains mahasiswa program studi sekolah dasar serta mendeskripsikan kemampuan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan (elementary research). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik analisa data secara induktif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program studi Pendidikan guru sekolah dasar yang memprogram mata kuliah pendidikan lingkungan hidup. Data pada penelitian ini diperoleh melalui tes tertulis dan dianalisis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi literasi sains mahasiswa pada menginterpretasi data dan bukti ilmiah, merangcang dan evaluasi penyelidikan ilmiah, dan menjelaskan fenomena ilmiah berturut-turut yakni: 27%, 50% dan 43%. Pencapaian level literasi tertinggi yakni pada level 1, sebesar 85,3 %, dan terendah pada level 5 sebesar 7,86 %. Hal ini menunjukkan kemampuan mahasiswa berdasarkan level soal masih sangat rendah.