Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN OBJEK WISATA HIDDEN CANYON DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN Jayaningsih, A.A Raka; Anggreswari, Ni Putu Yunita
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.243 KB) | DOI: 10.38043/jids.v3i1.1730

Abstract

Bali merupakan penyumbang devisa terbesar di Indonesia. Besarnya pendapatan pulau dewata di sektor pariwisata tentu tidak terlepas dari peran komunikasi pemasaran dalam memperkenalkan destinasi-destinasi pariwisata baru yang ada di Bali. Strategi komunikasi pemasaran dilakukan dengan menggunakan bauran yang terdiri dari periklanan, pemasaran langsung, hubungan masyarakat, penjualan personal dan promosi penjualan. Penelitian ini akan berfokus pada bauran komunikasi pemasaran yang diimplementasikan dalam memperkenalkan destinasi wisata Hidden Canyon Beji Guwang. Hidden Canyon Beji Guwang merupakan objek wisata susur alam yang berlokasi di desa Guwang, Sukawati, Gianyar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif karena berusaha menampilkan dan menjelaskan fenomena yang ditemukan di lapangan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi yakni melakukan pengamatan langsung pada objek penelitian. Teknik pengumpulan data juga menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan mewawancarai beberapa informan yang terdiri dari kepala desa adat Guwang, manajer dan pengelola Hidden Canyon, wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik, serta beberapa tokoh masyarakat. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Hidden Canyon menerapkan bauran komunikasi pemasaran sebagai upaya untuk meningkatkan brand awareness yang terdiri dari periklanan, penjualan personal, pemasaran langsung, hubungan masyarakat dan publisitas serta promosi penjualan. Hidden Canyon menerapkan periklanan dengan cara beriklan di televisi untuk menjangkau wisatawan domestik, iklan juga dimuat dalam media cetak lokal. Sementara itu pemasaran langsung dilakukan dengan cara menjalin kerjasama dengan tour travel di Bali. Penjualan personal sendiri diterapkan oleh seluruh pengelola Hidden Canyon yang mana seluruh pengelola serta guide Hidden Canyon dibekali dengan kemampuan untuk melakukan personal selling. Seluruh pengelola juga berperan sebagai Public Relations yang bertugas untuk menjaga hubungan antara pihak internal dan masyarakat eksternal. Sementara itu dalam promosi penjualan Hidden Canyon menawarkan paket-paket harga yang menarik untuk wisatawan.Kata Kunci: Strategi, Komunikasi Pemasaran
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN BRAND AWARENESS TERHADAP BAGUS AGRO PLAGA RESORT Gorda, A.A Ngurah Eddy Supriyadinatha; Anggreswari, Ni Putu Yunita; Parasari, Nyoman Sri Manik
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.183 KB) | DOI: 10.38043/jids.v3i2.2210

Abstract

Bali merupakan destinasi wisata dunia yang selalu sukses dalam meluncurkan destinasi-destinasi pariwisata baru untuk menarik wisatawan. Bali adalah penyumbang devisa terbesar di Indonesia. Besarnya pendapatan pulau dewata di sektor pariwisata tentu tidak terlepas dari peran komunikasi pemasaran dalam memperkenalkan destinasi-destinasi pariwisata baru yang ada di Bali. Terlebih lagi saat ini sedang muncul trend wisata agro atau yang biasa dikenal dengan nama agro wisata. Munculnya objek wisata baru yang terletak di desa Plaga merupakan strategi awal dalam pengembangan agro wisata baru yang ada di Bali, adapun objek wisata baru yang dikembangkan adalah agro wisata dengan konsep resort yakni Bagus Agro Plaga Resort. Agro resort merupakan resort pertama di Bali yang memadukan konsep modern dengan agro wisata, Bagus Agro Plaga Resort memiliki beberapa sajian unik yang bisa dinikmati oleh wisatawan yakni memiliki pelatihan pengolahan kopi, organic farm, serta beauty and healing culture. Munculnya Bagus Agro Plaga Resort yang merupakan destinasi wisata antimainstraim tentu perlu menerapkan strategi komunikasi pemasaran yang mumpuni agar dapat mengembangkan brand awareness bagi wisatawan terlebih lokasi yang dipilih adalah desa Plaga yang belum dikenal sebagai destinasi pariwisata. Bauran komunikasi pemasaran yang akan diteliti pada penelitian ini terdiri dari periklanan (advertising), pemasaran langsung (direct marketing), hubungan masyarakat (public relations), penjualan personal (personal selling), pemasaran internet (internet marketing) dan promosi penjualan (sales promotion). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif karena berusaha menampilkan dan menjelaskan fenomena yang ditemukan di lapangan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi yakni melakukan pengamatan langsung pada objek penelitian. Teknik pengumpulan data juga menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan mewawancarai beberapa informan yang terdiri dari pengelola Bagus Agro Plaga Resort dan wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik, serta beberapa tokoh masyarakat. 
UPAYA PENINGKATAN KESADARAN PENGELOLAAN 3R DI DESA DAUH PURI KLOD DENPASAR Parasari, Nyoman Sri Manik; Pradhana, I Putu Dharmawan; Febrianti, Ni Putu Debi; Anggreswari, Ni Putu Yunita; Maheswari, Anak Agung Istri Agung
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i1.43342

Abstract

Pengelolaan sampah di Desa Dauh Puri Klod dihadapi berbagai tantangan, termasuk rendahnya kesadaran masyarakat terhadap konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan minimnya infrastruktur pendukung. Melalui kegiatan penyuluhan dan edukasi yang dilakukan mengenaitingkat pemahaman dan partisipasi masyarakat, terutama siswa SDN 11 Dauh Puri, mengalami peningkatan yang signifikan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa mampu mengidentifikasi perbedaan jenis sampah dan menerapkan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari, serta terdapat peningkatan partisipasi dalam kegiatan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah dan desa. Dampaknya, kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah meningkat, yang tercermin dari peningkatan kontribusi masyarakat dalam program daur ulang dan pengelolaan sampah organik di lingkungan sekitar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program edukasi efektif dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, serta berkontribusi pada pencapaian lingkungan yang bersih dan sehat di Desa Dauh Puri Klod. Kata kunci: Lingkungan sehat, pengelolaan sampah, sosialisasi, 3R. ABSTRACT Waste management in Dauh Puri Klod Village faces various challenges, including low public awareness of the 3R concept (Reduce, Reuse, Recycle) and a lack of supporting infrastructure. Through counseling and education activities, the level of understanding and participation of the community, especially students of SDN 11 Dauh Puri, has increased significantly. The evaluation results showed that students were able to identify different types of waste and apply the 3R principles in their daily lives. There was an increase in participation in waste management activities in the school and village environment. As a result, the community's awareness of the importance of waste management increased, reflected in a rise in community contributions to recycling programs and organic waste management in the surrounding environment. The results of this study show that the education program is effective in increasing community awareness and participation, as well as contributing to the achievement of a clean and healthy environment in Dauh Puri Klod Village. Keywords: Healthy environment, socialization, waste management, 3R.
KONSTRUKSI MOTIVASI PEMULIHAN PECANDU NARKOBA MELALUI KOMUNIKASI INTERPERSONAL KONSELOR DI BNNP BALI Ni Wayan Eka Yunita Dewi; Putri Ekaresty Haes; Ni Putu Yunita Anggreswari; Putu Suparna
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi interpersonal antara konselor dan klien di Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, khususnya di Klinik Pratama, membentuk motivasi pemulihan bagi pecandu narkoba. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teori Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal memiliki peran penting dalam membangun hubungan terapeutik yang efektif antara konselor dan klien selama proses rehabilitasi. Berdasarkan teori FIRO, terdapat tiga kebutuhan utama dalam hubungan interpersonal, yaitu kebutuhan untuk diterima (inclusion), kebutuhan untuk memiliki kendali (control), dan kebutuhan untuk menjalin hubungan yang hangat (affection). Ketiga kebutuhan ini menjadi dasar bagi konselor dalam merancang pendekatan komunikasi yang empatik, terbuka, dan manusiawi. Melalui pemenuhan kebutuhan tersebut, klien merasa dihargai, dipercaya, dan didukung secara emosional, sehingga muncul motivasi intrinsik untuk pulih dan berkomitmen pada proses rehabilitasi. Dengan demikian, komunikasi interpersonal yang berlandaskan pemenuhan kebutuhan interpersonal menurut teori FIRO berperan sebagai fondasi utama dalam membangun motivasi pemulihan yang berkelanjutan di lingkungan rehabilitasi BNN Provinsi Bali.
DIFUSI INOVASI DAN KEARIFAN LOKAL KAIN ENDEK KLUNGKUNG SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA DI ERA GLOBALISASI Ni Kadek Dwita Hapsari Yuniar; Putri Ekaresty Haes; Ni Putu Yunita Anggreswari; Putu Suparna
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kain endek Klungkung menghadapi tantangan ganda, mempertahankan kearifan lokal dalam proses produksinya sekaligus beradaptasi terhadap tuntutan pasar di era globalisasi. Penelitian kualitatif studi kasus deskriptif ini bertujuan menganalisis bagaimana inovasi motif dan produk endek berdifusi dan bagaimana kearifan lokal dipertahankan di tengah dinamika tersebut, menggunakan teori difusi inovasi (Everett M. Rogers). Hasil penelitian menunjukkan bahwa difusi inovasi motif kain endek terjadi secara efektif melalui saluran komunikasi digital (media sosial) dan disebarkan oleh kategori inovator dan pengadopsi awal (penjual dan perajin). Inovasi tersebut dapat diterima karena memenuhi kriteria keunggulan relatif (meningkatkan daya jual) dan kesesuaian (compatibility) yang difilter oleh kearifan lokal. Kearifan lokal bertindak sebagai penyeimbang, memastikan inovasi motif baru tidak melanggar pakem filosofis, sehingga kain endek Klungkung berhasil menjadi identitas budaya yang adaptif dan berkelanjutan di pasar global
Peran Strategi Digital Marketing dalam Meningkatkan Brand Awareness XOVID20 Nyoman Sri Manik Parasari; Anggreswari, Ni Putu Yunita; Maheswari, Anak Agung Ari; Suanda, I Wayan Seven Wisnu Putra
Jurnal Maneksi (Management Ekonomi Dan Akuntansi) Vol. 14 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/jm.v14i1.2932

Abstract

This research aims to analyze the digital marketing strategy implemented by Xovid20 in building brand awareness in the digital market. Using a qualitative approach, this research involves in-depth interviews with owners, designers, and consumers of Xovid20 products, as well as analysis of digital content shared by the brand. The results showed that Xovid20 successfully strengthened brand awareness through the utilization of social media, particularly Instagram, as the main platform for communication and marketing. The digital marketing strategy implemented focuses on creating creative content relevant to the brand identity, which is able to attract and maintain consumer engagement. Xovid20's success in building brand awareness is also supported by the consistency of themes and brand identity in every digital content they share. These findings provide valuable insights into the effectiveness of digital marketing in strengthening brand awareness in the digital era, and can serve as a reference for other companies in developing their marketing strategies.
Representasi Kesepian Ibu dalam Film Bila Esok Ibu Tiada melalui Pendekatan Semiotika Ferdinand de Saussure Tiffania, Ni Kadek Ayusrine; Anggreswari, Ni Putu Yunita; Ramadiansyah, Sahri Aflah; Haes, Putri Ekaresty
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 10 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i10.4778

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of a mother’s loneliness in the film Bila Esok Ibu Tiada through Ferdinand de Saussure’s semiotic perspective. The research employs a qualitative descriptive approach with textual and visual analysis of the film as the primary data. Saussure’s semiotics—particularly the relationship between signifier and signified, and the concept of langue and parole—are used to interpret the meanings embedded in the mother’s loneliness. The findings indicate that loneliness is represented through verbal and non-verbal signs, including dialogue, facial expressions, mise-en-scène, and cinematographic composition. The contrast between the mother’s domestic space and her emotional isolation illustrates the separation between social reality and inner experience. The study reveals that the film constructs loneliness not merely as an emotional condition but as a social discourse reflecting the marginalization of women’s roles in modern families. In conclusion, Saussurean semiotics provides a framework for understanding how cinematic language conveys complex meanings of maternal loneliness.
Pendekatan Komunikasi Pemasaran Digital oleh Komunitas Fandom SBT Enhypen di Platform X Widyaswari, Ni Kadek Wulan; Anggreswari, Ni Putu Yunita; Pratiwi, Nuning Indah; Ramadiansyah, Sahri Aflah
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 10 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i10.4779

Abstract

This study aims to analyze the digital marketing communication strategies of the SBT Enhypen fandom community in promoting K-Pop merchandise through the X platform (formerly Twitter). As part of the global K-Pop culture, fandoms have become active agents of digital marketing, transforming fan participation into a form of collective consumption and brand advocacy. Using a theoretical study approach, this research explores how communication strategies on social media—particularly on X—serve to build awareness, engagement, and loyalty among fans. The analysis draws upon concepts of digital marketing communication, the promotion mix, and the AIDA model. The findings reveal that fandom-based digital marketing employs a combination of interactive communication, emotional attachment, and cultural identity narratives to drive consumption behavior. Moreover, the SBT Enhypen community illustrates how user-generated content, hashtags, and real-time interactions can function as powerful tools for product dissemination and fan mobilization. In conclusion, digital marketing communication within fandoms not only contributes to product promotion but also reinforces the cultural ecosystem of participatory media in contemporary pop culture.
KOMUNIKASI PEMASARAN DESA WISATA TEGALALANG DALAM MENCIPTAKAN BRAND EQUITY MELALUI TEGALLALANG LASCARYA FESTIVAL Anggreswari, Ni Putu Yunita; Parasari, Nyoman Sri Manik; Pramesti, I Gusti Ayu Ratna
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i2.2622

Abstract

Tegallalang Lascarya Festival is an event that combines art and charity. This festival is held in an effort to create brand equity in the Tegallalang village, Gianyar. In establishing brand equity, marketing communication is needed which includes as well as steps in creating brand equity. This research uses qualitative research methods with descriptive research type. The result of this research is that the holding of the Tegallalang Lascarya Festival departs from the anxiety of the Tegallalang village youth forum organization which wants to introduce Tegallalang as a tourist village. The establishment of brand equity in Tegallalang village uses three marketing communication methods which include defining the communications objectives to be accomplished, determining the specific strategies and tasks needed to attain them, and estimating the costs associated with the performance of these strategies and tasks. In creating brand equity in Tegallalang village, it is carried out through four stages which include brand identity, brand meaning, brand response, and brand relationship. There are several advantages or values possessed by the village of Tegallalang, where Tegallalang is known as a village that offers beautiful natural panoramas, with a touch of culture, spirituality, and art.Tegallalang Lascarya Festival merupakan sebuah acara yang menggabungkan seni dan charity. Festival ini diselenggarakan sebagai upaya menciptakan brand equity pada desa Tegallalang, Gianyar. Dalam membentuk brand equity diperlukan komunikasi pemasaran yang meliputi serta langkah-langkah dalam menciptakan brand equity itu sendiri. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Adapaun hasil dari penelitian ini adalah bahwa diselenggarakannya Tegallalang Lascarya Festival berangkat dari kegelisahan organisasi forum pemuda desa Tegallalang yang ingin memperkenalkan Tegallalang sebagai desa wisata. Dibentuknya brand equity pada desa Tegallalang menggunakan tiga metode komunikasi pemasaran yang meliputi menentukan tujuan komunikasi pemasaran, menentukan strategi dan pembagian tugas, serta merumuskan pembiayaan yang akan dihabiskan. Sementara itu dalam menciptakan brand equity pada desa Tegallalang, dilaksanakan melalui empat tahap yang meliputi brand identity, brand meaning, brand response, dan brand relationship. Terdapat beberapa keunggulan atau nilai yang dimiliki oleh desa Tegallalang, dimana Tegallalang dikenal dengan desa yang menawarkan panorama alam yang indah, dengan sentuhan budaya, spiritual dan seni.
Peran Media Digital dalam Pelestarian Kesenian Joged Bumbung untuk Mewujudkan Ketahanan Budaya Kota Denpasar Pani, Ni Made Harum Pranji; Parasari, Nyoman Sri Manik; Anggreswari, Ni Putu Yunita; Maheswari, A. A. Istri Agung
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 1 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i1.19930

Abstract

Kesenian tradisional Joged Bumbung adalah warisan budaya yang kaya akan sejarah dan makna, menjadi elemen penting dalam identitas Kota Denpasar. Dalam era digital yang terus berkembang, peran media digital menjadi kunci dalam mengangkat, mempromosikan, dan menjaga keberlangsungan kesenian ini. Jurnal ini mengeksplorasi berbagai strategi pemanfaatan media digital untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan kesenian tradisional serta memperkuat ketahanan budaya Kota Denpasar Melalui platform digital, kesenian Joged Bumbung dapat dihadirkan secara lebih luas dan menarik perhatian generasi modern yang terhubung dengan dunia digital.
Co-Authors A.A. Istri Agung Maheswari, A.A. Istri Agung A.A.Ngr. Oka Suryadinatha Gorda AAN Oka Suryadinatha Gorda Anak Agung Istri Agung Maheswari Anak Agung Istri Agung Maheswari Anak Agung Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda Anak Agung Ngurah Oka Suryadinatha Gorda Argiyanti, Ni Kadek Pradnya Arniti, Ni Ketut Dewi, Ni Putu Dian Cahayani Surya Dewi, Putu Sasmita Febrianti, Ni Putu Debi Geovani Ika Pranata Puteri Gorda, A.A Ngurah Eddy Supriyadinatha I Gusti Ngurah Widya Hadi Saputra I Made Galang Suputra I Nyoman Windu Surya Sidantha I Putu Dharmawan Pradhana I Wayan Joniarta Ida Ayu Iswari Pidada Jayaningsih, A.A. Raka Kadek Adyatna Wedananta Kadek Aulya Ari Maharani Swibawa Ketut Bayu Surya Prayoga Komang Nyanyi Romayanti Latupeirissa, Jonathan Jacob Paul Maharani, Dian Putri Maheswari, A. A. Istri Agung Maheswari, A.A. Istri A. Maheswari, Anak Agung Ari Maheswari, Anak Agung Istri Agung Melo, Chelo Alcina Carlota Alves de Muhammad Rifqi Ni Kadek Dwita Hapsari Yuniar Ni Kadek Yosi Febrianti Ni Ketut Elly Sutrisni, Ni Ketut Elly Ni Putu Bayu Widhi Antari Ni Putu Yunita Anggreswari Ni Wayan Eka Yunita Dewi Nugraha, I Putu Jaya Putra Nuning Indah Pratiwi Pani, Ni Made Harum Pranji Parasari, Nyoman Sri Manik Pramesti, I Gusti Ayu Ratna Putri Ekaresty Haes Putri, Gusti Ayu Nadya Tamara Putu Astrid Harikaputri Putu Suparna putu suparna, putu Romayanti, Komang Nyanyi Sahri Aflah Ramadiansyah Sarahswati, Made Dwi Kanaka Sheila Novita Isnaeni Suanda, I Wayan Seven Wisnu Putra Sulih Indra Dewi, Sulih Indra Tiffania, Ni Kadek Ayusrine Widyaswari, Ni Kadek Wulan Zulkha, Ikmal