Claim Missing Document
Check
Articles

Development of an Android Educational Game Magic Square -Megaforce Assisted to Improve Students' Creative Thinking Skills Fatahillah, Arif; Wicaksono, Arif; Hussen, Saddam; Setiawani, Susi; Murtikusuma, Randi Pratama
Al-Khwarizmi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 11 No. 2 (2023): Al-Khwarizmi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jpmipa.v11i2.2922

Abstract

Abstract:The development of educational games is very relevant to learning activities in schools today. This research developed the Android educational game Magic Square – Megaforce to be valid, practical, and effective in improving students' creative thinking skills. This research is a development research with a 4-D model. The validity of educational games reached a high category with a correlation coefficient value of 0.95. This educational game is also declared practical with an average learning implementation of 100%. The effectiveness of this educational game was assessed based on classical learning completeness of 85.7%, student learning activities of 80%, and student response questionnaires of 85.5%, all of which were in the Good category. Educational game design can still be refined for further research so that it is more varied.Abstrak:Pengembangan game edukasi sangat relevan dengan kegiatan pembelajaran di sekolah saat ini. Penelitian ini mengembangkan game edukasi Android Magic Square – Megaforce hingga valid, praktis, dan efektif meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4-D. Validitas game edukasi mencapai kategori tinggi dengan nilai koefisien korelasi 0,95. Game edukasi ini juga dinyatakan praktis dengan rata-rata keterlaksanaan pembelajaran sebesar 100%. Efektifitas game edukasi ini dinilai berdasarkan ketuntasan belajar klasikal sebesar 85,7%, aktivitas belajar siswa sebesar 80% dan angket respon siswa sebesar 85,5% yang semuanya berada pada kategori Baik. Desain game edukasi masih dapat disempurnakan untuk penelitian selanjutnya sehingga lebih variatif.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Numerasi dengan Konteks Sosial Budaya pada Materi Pola Bilangan Latifa, Siti; Lestari, Nurcholif Diah Sri; Jatmiko, Dhanar Dwi Hari; Trapsilasiwi, Dinawati; Murtikusuma, Randi Pratama
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Vol 8 No 2 (2024): JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA AL QALASADI
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qalasadi.v8i2.9038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD berbasis numerasi dengan konteks sosial budaya untuk meningkatkan kemampuan matematika peserta didik, khususnya materi pola bilangan. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan modifikasi dari model pengembangan Thiagarajan 4D (define, design, and develop). Subjek penelitian ini adalah 29 siswa kelas VIII A SMP Negeri 9 Probolinggo. Metode pengumpulan data melalui angket, wawancara, dan tes. Hasil dari pengembangan ini adalah tiga set LKPD masing-masing dengan tujuan pembelajaran yang berbeda dan setiap LKPD terdapat dua permasalahan berbasis numerasi dengan konteks sosial budaya. Selain itu, terdapat buku panduan penggunaan LKPD yang berisi petunjuk setiap langkah cara menggunakan LKPD, alternatif jawaban LKPD, contoh tes harian beserta kunci jawaban dan pedoman penskorannya yang dapat membantu guru dalam pembelajaran dan juga penilaian siswa, dimana produk tersebut valid, praktis, dan efektif. Berdasarkan hasil analisis data LKPD diperoleh nilai validitasnya sebesar 3,66; kepraktisannya sebesar 92,24%; dan keefektifannya dengan rata-rata total nilai N-Gain sebesar 0,67.
PENGEMBANGAN SOAL NUMERASI MODEL AKM KONTEN ALJABAR SUBDOMAIN RASIO DAN PROPORSI UNTUK JENJANG SMP DENGAN KONTEKS PERSONAL [DEVELOPING AKM MODEL NUMERACY PROBLEMS IN ALGEBRA CONTENT FOR THE RATIO AND PROPORTION SUBDOMAIN AT THE JUNIOR HIGH SCHOOL LEVEL IN A PERSONAL CONTEXT] Aini, Filda Nur; Kurniati, Dian; Oktavianingtyas, Ervin; Murtikusuma, Randi Pratama; Safrida, Lela Nur
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 8 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v8i2.8401

Abstract

The Merdeka Belajar curriculum has been implemented by the Ministry of Education and Culture. There are many programs in Merdeka Belajar curriculum. One of them is the Minimum Competency Assessment (AKM) that measures literacy and numeracy skills. During the implementation of the AKM in 2021, students experienced confusion in understanding the questions because they were not familiar with literacy and numeracy questions. Additionally, students' numeracy skills were low because they did not fully understand the Minimum Competency Assessment questions and had never attempted to work on them. This study aims to develop numeracy literacy questions for the Minimum Competency Assessment. The research type used in this study was Research and Development (R&D), with Thiagarajan's 4-D model chosen as the framework. The 4-D development model consists of four stages: define, design, develop, and disseminate. In the defining stage, observations and analyses of problems occurring in schools were carried out. Subsequently, an initial design of numeracy questions was prepared in the design stage based on data from the previous stage. The initial design then underwent validity and reliability testing in the development stage. The validity test was conducted by three validators, resulting in an average score of 3.89, categorizing the questions as valid. The reliability tests were carried out in a field trial with 26 students, yielding a reliability score of r = 0.607 which is interpreted as high. The results of the practicality test showed an outcome of 86.21%, indicating a very practical category. Numeracy problems that passed the validity, reliability, and practicality tests were distributed both offline and online.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kurikulum Merdeka Belajar telah diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ada banyak program dalam Kurikulum Merdeka Belajar, salah satunya adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur keterampilan literasi dan numerasi. Selama pelaksanaan AKM pada tahun 2021, siswa mengalami kebingungan dalam memahami soal-soal karena mereka tidak terbiasa dengan soal literasi dan numerasi. Selain itu, keterampilan numerasi siswa rendah karena mereka tidak sepenuhnya memahami soal-soal Asesmen Kompetensi Minimum dan belum pernah mencoba mengerjakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan soal literasi numerasi untuk Asesmen Kompetensi Minimum. Jenis penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah Research and Development (R&D), dengan model 4-D Thiagarajan yang dipilih sebagai kerangka kerja. Model pengembangan 4-D terdiri dari empat tahap: pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Pada tahap pendefinisian, dilakukan observasi dan analisis terhadap masalah yang terjadi di sekolah. Selanjutnya, rancangan awal soal numerasi disiapkan pada tahap perancangan berdasarkan data dari tahap sebelumnya. Rancangan awal tersebut kemudian menjalani pengujian validitas dan reliabilitas pada tahap pengembangan. Uji validitas dilakukan oleh tiga validator, menghasilkan skor rata-rata 3,89, yang mengkategorikan soal tersebut sebagai valid. Uji reliabilitas dilakukan melalui uji coba lapangan dengan 26 siswa, menghasilkan skor reliabilitas r = 0,607 yang diinterpretasikan sebagai tinggi. Hasil uji kepraktisan menunjukkan nilai 86,21%, yang menunjukkan kategori sangat praktis. Soal numerasi yang lolos uji validitas, reliabilitas, dan kepraktisan didistribusikan baik secara offline maupun online.
Tinjauan Gaya Belajar: Bagaimana Kemampuan Numerasi Siswa Auditorial Dalam Menyelesaikan Soal Tes Tertulis AKM Materi Bentuk Aljabar Mardiana, Nanda Putri; Lestari, Nurcholif Diah Sri; Putri, Inge Wiliandani Setya; Trapsilasiwi, Dinawati; Murtikusuma, Randi Pratama
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v13i1.20538

Abstract

Kemampuan numerasi merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa pada abad ke-21 untuk menyelesaikan permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa auditorial dalam menyelesaikan soal tes tertulis. Penelitian dilakukan dengan prosedur menyusun instrumen, menyebarkan angket gaya belajar untuk memilih subjek penelitian, mengumpulkan data penelitian dengan tes tertulis AKM dan wawancara yang dianalisis berdasarkan indikator numerasi, menguji keabsahan data dengan member check, menyajikan data penelitian, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah siswa auditorial cenderung mampu menyebutkan strategi dan operasi matematika secara lisan. Siswa auditorial cenderung mampu menyajikan informasi yang ada pada soal secara lisan, tetapi terdapat siswa auditorial yang menyajikan informasi secara lisan dan tertulis. Siswa auditorial cenderung tidak mampu merepresentasikan model matematika dikarenakan tidak tahu bagaimana cara memodelkan, tetapi terdapat siswa auditorial yang mampu merepresentasikan model matematika dari permasalahan untuk mendapatkan solusi. Siswa auditorial cenderung mampu menerapkan strategi dan operasi yang dipilih untuk menyelesaikan soal secara tertulis dan lisan. Siswa auditorial cenderung mampu memberikan interpretasi dari hasil perhitungan yang telah dilakukan. Meskipun demikian, siswa tetap perlu dibiasakan mengerjakan latihan soal numerasi untuk meningkatkan kemampuan numerasi yang dimiliki.   Numeracy skills are one of the abilities that students must have in the 21st century to solve math problems in everyday life. This type of research is qualitative descriptive research with the aim of describing the numeracy skills of auditorial students in solving written test questions. The research was conducted with the procedure of compiling instruments, distributing learning style questionnaires to select research subjects, collecting research data with AKM written tests and interviews analyzed based on numeracy indicators, testing data validity with member checks, presenting research data, and drawing conclusions. The results of this study are that auditorial students tend to be able to mention mathematical strategies and operations orally. Auditorial students tend to be able to present information in the problem orally, but there are auditorial students who present information orally and in writing. Auditorial students tend to be unable to represent mathematical models because they do not know how to model, but there are auditorial students who are able to represent mathematical models of problems to get solutions. Auditorial students tend to be able to apply the strategies and operations chosen to solve problems in writing and orally. Auditorial students tend to be able to provide interpretations of the results of calculations that have been carried out. However, students still need to be familiarized with numeracy exercises to improve their numeracy skills.    
Higher Order Thinking Skill of Students Assisted by Mathematics Olympiad Senior High School in Solving Algebra Problems in Terms of Self Regulated Learning Hidayatulloh, Muhammad Syarif; Oktavianingtyas, Ervin; Murtikusuma, Randi Pratama; Susanto; Putri, Inge Wiliandani Setya
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika Vol. 8 No. 1 (2024): JRPIPM SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v8n1.p29-45

Abstract

This study aims to describe the higher-order thinking skills of students assisted by the Mathematics Olympiad of SMA Negeri 2 Jember in solving algebra problems in terms of self-regulated learning. This research is included in qualitative description research. Data were obtained from the results of self-regulated learning questionnaires, written tests/higher-order thinking skills tests, and interviews. Self-regulated learning questionnaire data aims to group students in low, medium, and high categories. In this study there were 5 research subjects where 4 students with high self-regulated learning ability and 1 student with moderate self-regulated learning ability. Test and interview result data are used to describe the higher-order thinking skills of students assisted by the Mathematics Olympiad in solving algebraic problems. The results showed that, students with high self-regulated learning ability met all indicators of higher-order thinking skills, students with self-regulated learning ability were meeting until the evaluation stage. Students with low self-regulated learning skills were not found in the subjects of this study.
PROSES BERPIKIR SISWA LEVEL VISUALISASI DALAM MENYELESAIKAN MASALAH DIMENSI TIGA BERDASARKAN LANGKAH-LANGKAH POLYA Ramadhani, Ariel Bachtiar; Yudianto, Erfan; Susanto, Susanto; Murtikusuma, Randi Pratama; Ambarwati, Reza
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses berpikir siswa level visualisasi dalam menyelesaikan masalah dimensi tiga berdasarkan langkah-langkah polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMK AR-RAUDLAH. Subjek penelitian ini terdiri dari 2 siswa level visualisasi. Penelitian ini menggunakan metode tes dan wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain tes VHGT, tes penyelesaian masalah dan pedoman wawancara. Hasil tes VHGT pada penelitian ini, hanya ditemukan level pra visualisasi, visualisasi dan analisis dengan presentase berturut-turut adalah 58,33%, 29,17% dan 4,17%. Selanjutnya, siswa level visualisasi diberi tes penyelesaian masalah untuk mengetahui proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah dimensi tiga. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa proses berpikir siswa level visualisasi dalam menyelesaikan masalah dimensi tiga menjadi empat langkah yaitu memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Pada saat memahami permasalahan dimensi tiga, peristiwa equilibrium terjadi ketika siswa mampu mengidentifikasi syarat-syarat dalam permasalahan serta mampu membuat sketsa gambar dari permasalahan. Pada saat menyusun rencana, peristiwa equilibrium terjadi ketika siswa mampu menentukan rencana yang akan digunakan dengan menggunakan semua informasi yang telah didapatkan untuk menyelesaikan permasalahan melalui gambar. Pada saat melaksanakan rencana, peristiwa equilibrium terjadi ketika siswa mampu memastikan dan menyelesaikan permasalahan sesuai dengan rencana. Pada saat memeriksa Kembali, peristiwa equilibrium terjadi ketika siswa mampu menjelaskan kembali hasil penyelesaian dari permasalahan.
Kemampuan Berpikir Logis Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Peluang Ditinjau dari Self-Regulated Learning Jatmiko, Dhanar Dwi Hary; Putra, Aldi Maulana; Kristiana, Arika Indah; Murtikusuma, Randi Pratama; Adawiyah, Robiatul
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 1 (2025): Januari- Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i1.921

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir logis siswa dalam memecahkan masalah peluang ditinjau dari self-regulated learning. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa SMP kelas IX. Sampel penelitian kualitatif yang diambil sebanyak 3 siswa yang memiliki self-regulated learning yang berbeda, yaitu siswa dengan self-regulated learning tinggi, siswa dengan self-regulated learning sedang dan siswa dengan self-regulated learning rendah. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah materi peluang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan self-regulated learning tinggi memenuhi 3 tahapan dengan 4 indikator berpikir logis. Siswa dengan self-regulated learning sedang memenuhi 3 tahap dengan 4 indikator meskipun pada tahap kemampuan argumentasi masih belum lengkap. Siswa dengan self-regulated learning rendah memenuhi tahapan berpikir runtut namun tidak memenuhi tahapan kemampuan berargumentasi dan menarik kesimpulan.
BERPIKIR KRITIS SISWA BERKEPRIBADIAN SENSING, INTUITION, THINKING DAN FEELING DALAM MENYELESAIKAN MASALAH DENGAN INFORMASI KONTRADIKSI Kurniati, Dian; Umami, Anggi Nabilla; Murtikusuma, Randi Pratama; Setiawan, Toto Bara; Jatmiko, Dhanar Dwi Hary
Jurnal Edukasi dan Sains Matematika (JES-MAT) Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Edukasi dan Sains Matematika (JES-MAT)
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jes-mat.v9i1.7341

Abstract

Critical thinking skill is necessary to be learned by every students, because by thinking critically students are able to understand other mathematical skills. One of the problems that can improve critical thinking skills is Problem With Contradiction Information (PWCI), which means problem that contains wrong information. Every student has their own characteristics, it also influences their critical thinking. One of the ways to identify a type of personality people is by using the Myers Briggs Type Indicator (MBTI), which classifies humans based on several perspectives, such as how to understanding and receiving information (Sennsing-Intuition), also how to make a conclusion and decision (Thinking-Feeling). The purpose of this study is to describe the critical thinking skills of students with sensing, intuition, thinking and feeling personalities. This research is a descriptive study with a qualitative approach. This research was based on SMAN Arjasa, and the subject was 8 students consisting of 2 students each with sensing, intuition, thinking and feeling personality. Data collection methods used are test and interview. The analysis technique used is the analysis of test results, interviews and triangulation.  The results of this research revealed that students with sensing, intuition, thinking and feeling personality types have their own characteristics when solving the problem. The results of the critical thinking test found that there were no students who were able to fulfill critical thinking skills but there were students who were able to find contradictory information in the question
PENGEMBANGAN MEDIA KEBUN BERHITUNG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN PADA KELOMPOK A TK THEOBROMA 1 Aprilia, Rikza Veronika; Murtikusuma, Randi Pratama; Aisyiah, Laily Nur; Yuliati, Nanik; Atika, Aisyah Nur; Fitria, Luluk
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6826

Abstract

This research was motivated by the low initial numeracy skills of group A children at Theobroma 1 Kindergarten, which was caused by monotonous learning and the lack of interactive media. The focus of this research was to develop and test the feasibility of the "Kebun Berhitung" learning media as an innovative solution to improve children's early numeracy skills. As a crucial step, this development research used the ADDIE model, which includes the stages of needs analysis, design, product development, implementation through group trials, and evaluation. Data on validity, effectiveness, and practicality were collected through expert questionnaires, observation sheets of children's activities, and teacher responses. The main findings showed that the "Kebun Berhitung" media was declared highly feasible with an expert validation score of 3.9. This media was also proven to be effective in increasing children's learning activities (score 4.9) and very practical for use by teachers (score 96.4%). In conclusion, the "Kebun Berhitung" media was proven to be valid, effective, and practical for improving early numeracy skills. By presenting a concrete and enjoyable learning experience, this media has succeeded in becoming a recommended solution to overcome the challenges of mathematics learning at the early childhood education level. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berhitung permulaan pada anak kelompok A di TK Theobroma 1, yang disebabkan oleh pembelajaran monoton dan kurangnya media interaktif. Fokus penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran "Kebun Berhitung" sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan keterampilan numerasi awal anak. Sebagai langkah penting, penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE, yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, desain, pengembangan produk, implementasi melalui uji coba kelompok, hingga evaluasi. Data validitas, efektivitas, dan kepraktisan dikumpulkan melalui angket ahli, lembar observasi aktivitas anak, serta respons guru. Temuan utama menunjukkan bahwa media "Kebun Berhitung" dinyatakan sangat layak dengan skor validasi ahli 3,9. Media ini juga terbukti efektif meningkatkan aktivitas belajar anak (skor 4,9) dan sangat praktis digunakan oleh guru (skor 96,4%). Kesimpulannya, media "Kebun Berhitung" terbukti valid, efektif, dan praktis untuk meningkatkan kemampuan berhitung permulaan. Dengan menyajikan pengalaman belajar yang konkret dan menyenangkan, media ini berhasil menjadi solusi yang direkomendasikan untuk mengatasi tantangan pembelajaran matematika di tingkat PAUD.
ANALISIS KONEKSI MATEMATIS SISWA DALAM MEMECAHKAN PERMASALAHAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DITINJAU DARI KECERDASAN LOGIS MATEMATIS Rohmah, Zulfiani Ainur; Pambudi, Didik Sugeng; Murtikusuma, Randi Pratama
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6833

Abstract

This research is motivated by the low mathematical connection skills of Indonesian students, a crucial skill for effective problem-solving, where logical-mathematical intelligence is identified as an internal influencing factor. The focus of this study is to analyze and describe students' mathematical connection skills in solving Systems of Linear Equations in Two Variables (SLSV), viewed from three different levels of logical-mathematical intelligence: high, medium, and low. As a crucial step, this study employed a descriptive qualitative approach, with three eighth-grade students selected as subjects through purposive sampling based on their intelligence test results. Data on connection skills were collected through the SLSV problem-solving test and in-depth interviews. The main findings indicate a clear correlation between intelligence level and connection skills: students with high intelligence systematically met all indicators, students with medium intelligence demonstrated inconsistent connections, while students with low intelligence failed to establish meaningful connections. In conclusion, logical-mathematical intelligence fundamentally determines students' ability to connect mathematical concepts to solve problems effectively. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan koneksi matematis siswa di Indonesia, sebuah keterampilan krusial untuk pemecahan masalah yang efektif, di mana kecerdasan logis-matematis diidentifikasi sebagai faktor internal yang memengaruhinya. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa dalam memecahkan permasalahan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV), ditinjau dari tiga tingkatan kecerdasan logis-matematis yang berbeda: tinggi, sedang, dan rendah. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, di mana tiga siswa kelas VIII dipilih sebagai subjek melalui purposive sampling berdasarkan hasil tes kecerdasan. Data kemampuan koneksi dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah SPLDV dan wawancara mendalam. Temuan utama menunjukkan adanya korelasi yang jelas antara tingkat kecerdasan dengan kemampuan koneksi: siswa berkecerdasan tinggi memenuhi seluruh indikator secara sistematis, siswa berkecerdasan sedang menunjukkan koneksi yang tidak konsisten, sementara siswa berkecerdasan rendah gagal membangun koneksi yang bermakna. Kesimpulannya, kecerdasan logis-matematis secara fundamental menentukan kemampuan siswa dalam menghubungkan konsep-konsep matematika untuk memecahkan masalah secara efektif.
Co-Authors Abdurrahman Salim Abi Suwito Afifah, Ngizatul Aini, Filda Nur Aisyiah, Laily Nur Ambarwati, Reza Ana Masuda Anjani, Diva Setyo Aprilia, Rikza Veronika Arif Fatahillah Arif Wicaksono Arika Indah Kristiana Atika, Aisyah Nur Budi Wahyu Agung Pramana Cahya, R.Aj. Rafika D. Dafik Desak Made Dwika Saniriati Dian Kurniati Didik Sugeng Pambudi Dinar Aulia Wahyuningtyas Dinawati Trapsilasiwi Erfan Yudianto Ervin Oktavianingtyas Evy Alvionita Laurita, Shofia Faruq, Fathulloh Finlantya Elsa Hutami Firda, Jazilatul Fitri Annisa Fitria, Luluk FNU Hobri Hermawan, Lendi Ike Hidayatulloh, Muhammad Syarif Hobri Ika Mareta Inge Wiliandani Setya Putri istiqomah, puji nur Ivent Astiantari Jatmiko, Dhanar Dwi Hari Jatmiko, Dhanar Dwi Hary Karina Cindy Cahyadewi Latifa, Siti Latifah, Izza Wardatul Lestari, Nurcholif Diah Sri Lina Anggraini Lioni Anka Monalisa, Lioni Anka Mahmudah, Khoirotul Mardiana, Nanda Putri Meilysa Ajeng Kartika Putri Millah Kusumawaty Mulyo, Robbi Nur Nanik Yuliati Naziroh, Irmu Afin Ni Kadek Widyasari Nirmala Wulan Suci Nisyak, Robiatun Nurbuono, Mousthapaa Nurcholif Diah Sri Lestari Nurwijayanti Osman, Sharifah Pramana, Budi Wahyu Agung Pratiwi, Cikal Citra pratiwi, devi anggraeni Putra, Aldi Maulana Putri, Inge Wiliandani Setya Putri, Meilysa Ajeng Kartika Rachmawati, Fitri Kurnia Rahayu, Diah Pujining Rahmani, Putri Aprilia Eka Ramadhani, Ariel Bachtiar Rizqika, Putri Robiatul Adawiyah Rohmah, Zulfiani Ainur Rosyidah, Afni Nur S Suharto S Sunardi S Susanto Saddam Hussen Samsul Arifin Saniriati, Desak Made Dwika Santoso, Mutiara Winda Saputri, Risma Rintias Sepeng, Percy Shofiah, Ulfatus Solly Aryza Sunardi Sunardi Susanto SUSANTO Susanto Susanto Susi Setiawani Syafitri, Risma Widya Hadi Titik Sugiarti Toto Bara Setiawan Triana, Renka Mey Umami, Anggi Nabilla Untung Ali Miftahuddin Wahdana, Akfi Hikmah WIHARDJO, EDY