Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGARUH METODE EXPERIENTIAL LEARNING DAN METODE EGP (EMOSIONAL, GERAK CEPAT, DAN PEREVISIAN) TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS CERITA PENDEK SISWA KELAS VIII SMPN 16 KOTA TANGERANG SELATAN Wulandari, Adelia; Ediwarman; Ilmi Solihat
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Many students still face difficulties in writing short stories, especially in terms of developing ideas, plot, language, and imagination. This emphasizes the importance of implementing learning methods that support the creative writing process. The purpose of this study was to determine the effect of the experiential learning method, the effect of the EGP method (Emotional, Fast Action, and Revision), and the differences in the effects of both on the short story writing skills of class VIII students of SMPN 16 South Tangerang City. This research with a quantitative approach uses an experimental method with a Quasi Experimental Nonequivalent Control Group Design. The research sample was conducted using the Purposive Sampling technique, namely class VIII C as the experimental class and VIII D as the control class. Data were obtained from the results of the pretest and posttest of short story writing skills and through statistical calculations with the help of SPSS version 25. The results of the t-test showed that the significance of the experiential learning method and the EGP method were both 0.000 <0.05 so that Ha was accepted and Ho was rejected. There was an increase in the average pretest and posttest results in the experiential learning method of 16.17 points while in the EGP method it was 10.63 points. This shows that the experiential learning method is superior to the EGP method (Emotional, Fast Action, and Revision) in improving the short story writing skills of class VIII students of SMPN 16 South Tangerang City. Keywords: Write Short Stories, Experiential Learning Method, EGP Method (Emotional, Fast Movement, and Revision)
Analysis of Slang Language in The “Full Senyum” Community on X and Implications Natalia, Iis; Aceng Hasani; Ilmi Solihat
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/disastri.v7i1.8275

Abstract

This research is motivated by the tendency of teenagers to use slang language on social media X, leading to the emergence of new vocabulary. The use of slang on social media ultimately results in a low understanding of formal language, correct language structures, and misinterpretation of meanings. Therefore, the purpose of this study is to describe the forms and meanings of slang vocabulary within the Full Senyum Community on X. The method used in this study is descriptive qualitative, employing observation, note-taking, and documentation techniques for data collection. The results of the data analysis reveal five forms of slang vocabulary: basic word forms, derived word forms, acronym forms, abbreviation forms, and reduplication forms. In addition to these forms, the analysis also identifies four types of slang word meanings: general meanings, reduction meanings, denotative meanings, and connotative meanings. The findings of this research have implications for Indonesian language learning in high schools. It emphasizes the need for a pedagogical approach that integrates the phenomenon of slang to enhance students' linguistic awareness and their formal and informal language skills. Furthermore, incorporating slang language as teaching material can make learning more engaging and relevant to students' lives.
Analisis Kontrastif Bahasa Minangkabau dan Bahasa Indonesia Dalam Proses Afiksasi dan Reduplikasi dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Lidia Putri; Ediwarman Ediwarman; Ilmi Solihat
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.2740

Abstract

Kemampuan dua bahasa perlu diimbangi dengan pemahaman analisis kontrastif untuk menghindari terjadinya kesalahan (interferensi). Tujuan penelitian ini yaitu, (1) mendeskripsikan bentuk analisis kontrastif bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia dalam proses afiksasi, (2) mendeskripsikan bentuk analisis kontrastif bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia dalam proses reduplikasi, dan (3) menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data kepustakaan dan wawancara terencana-terstruktur, serta teknik pemeriksaan keabsahan data yaitu triangulasi penyidik. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 49 data yang terdiri dari 7 afiksasi bahasa Minangkabau, 4 afiksasi bahasa Indonesia, 16 reduplikasi bahasa Minangkabau, dan 22 reduplikasi bahasa Indonesia, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan antara bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia dalam proses afiksasi dan reduplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran bahasa Indonesia di SMA, khususnya pelajaran teks debat di kelas X dengan Kompetensi Dasar (KD) 4.12 Mengembangkan isi teks debat berkaitan dengan bidang pekerjaan secara lisan dan tulis.
NARASI SIMBOL DAN MAKNA PADA TEKS SAWERAN PERNIKAHAN DESA KADU GEDONG KABUPATEN PANDEGLANG BANTEN SEBAGAI UPAYA MEMPERKAYA BAHAN PEMBELAJARAN SASTRA DI SMP Ilmi Solihat; Farid Ibnu Wahid
Jurnal Prasasti Ilmu Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Prasasti Ilmu
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpi.v1i3.6563

Abstract

This study was conducted to determine the functions and meanings contained in the traditional expression of the text of the Saweran wedding ceremony in Kadu Gedong Village, Pandeglang, Banten. The text studied is the kawih text, which will be analyzed with a semantic approach. The values of character education are also important points in this study, such as religious values, honesty, and tolerance in order to advance a person's basic potential to behave well and think positively, as well as develop the behavior of the nation's multicultural children. Furthermore, the results of the analysis of the narration of symbols and meanings in the Saweran text at the wedding ceremony in Kadu Gedong Village will be associated with existing competencies in junior high school, then a literary module, especially poetry learning, will be made. The results of the analysis show that first, the text of kawih saweran marriage has a function as a mandate to the bride and groom, and becomes a provision in the household, as well as a form of joy carried out by the two couples. Second, it has an inherent meaning, such as lexical meaning, direct meaning, figurative meaning, grammatical meaning, and cultural meaning. Third, it has character education values that are in accordance with the VII grade VII Junior High School learning implementation plan.
PENGARUH MEDIA KOMIK DAN FILM PENDEK TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS CERPEN SISWA SMP Aaz Fauzi Wahid; Tatu Hilaliyah; Ilmi Solihat
Asas: Jurnal Sastra Vol. 15 No. 1 (2026): Asas:Jurnal Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ajs.v15i1.72637

Abstract

Keterampilan menulis cerpen merupakan tantangan kompleks yang terus terjadi, kurangnya minat siswa dalam menulis cerpen dan masih rendahnya keterampilan menulis siswa sehingga tidak mampu berpikir secara kritis. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh media komik digital dan film pendek terhadap keterampilan menulis cerpen siswa kelas IX SMPN 14 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian pretest-posttest control group design. Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple ramdom sampling dengan terpilih kelas IX A sebagai kelas eksperimen dan IX-B sebagai kelas kontrol. Data penelitian berupa pretest dan posttest dari hasil tes menulis cerpen, dengan instrument penilaian yaitu isi, organisasi, kosakata, penggunaan bahasa, dan mekanik. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh media komik digital dengan nilai rata-rata pretest sebesar 55,56 dan nilai rata-rata posttest sebesar 81,24 dengan selisih poin 25,68. Kemudian pengaruh media film pendek dengan hasil pretest menunjukkan nilai rata-rata sebesar 48,40 dan posttest dengan nilai rata-rata sebesar 67,12 dan memiliki selisih poin sebesar 18,72. Dari hasil temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa media komik digital lebih berpengaruh dibandingkan media film pendek dalam meningkatkan keterampilan menulis cerpen siswa.
INTERFERENSI DAN PEMBUKTIAN BAHASA BUGIS PADA TATARAN VOKAL DAN KONSONAN Muldawati Muldawati; Ilmi Solihat; Farid Ibnu Wahid; Ade Anggraini Kartika Devi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i1.11112

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan vokal dan konsonan serta interferensi bahasa Bugis dengan bahasa Indonesia yang kerap memberikan kekeliruan dalam penafsiran antara B1 dan B2. Tujuan penelitian ini yaitu menyelidiki jenis vokal dan konsonan bahasa Bugis, mencari perbedaan jenis vokal dan konsonan bahasa Bugis dengan bahasa Indonesia, serta menganalisis interferensi yang ada dalam bahasa Bugis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu simak catat dengan menerapkan pengucapan responden terhadap kata-kata yang telah disiapkan oleh peneliti. Data dalam penelitian ini berupa penemuan, verifikasi dan penyelidikan. Berdasarkan data pembuktian yang diperoleh dari responden selama ini membuktikan bahwa: (1) dalam bahasa Bugis terdapat fonem vokal sebagai berikut: /u/, /Ø/, /o/, /i/, /e/, / a/ dan fonem konsonan /w/, /b/, /f/, /t/, /k/, /c/, /p/, /h/, /m/, /n/ dan /Ɉ/ (2 ) Interferensi fonologi bahasa Bugis dalam bahasa Indonesia yang terjadi pada tataran vokal yaitu perubahan vokal dan bidang konsonan yaitu perubahan konsonan berupa penambahan bunyi konsonan, penghilangan bunyi konsonan, dan penggantian bunyi konsonan.Kata Kunci: Interferensi, Vokal, Konsonan, Bugis
Peran Pendidikan Sejarah Terhadap Nasionalisme dan Patriotisme Siswa SMA: Suatu SLR Rio Refki Maulana; Zahra Maulidya Hanifah; Levina Naura Artianti; Aulia Miftahurriqi; Ilmi Solihat
Jurnal Artefak Vol 12, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v12i2.22153

Abstract

This study aims to map research trends and findings on the role of history education in fostering nationalism and patriotism among Indonesian high school students from 2015 to 2025. Using a Systematic Literature Review (SLR) guided by the PRISMA 2020 framework, data were collected from Google Scholar, SINTA, Garuda databases. Out of 500 initial articles, 20 met the PICOC inclusion criteria and were analyzed through thematic synthesis. The findings reveal three main themes: digital technology integration in history learning, revitalization of local history to strengthen national identity, and participatory methods that foster empathy and historical awareness. History education plays a crucial role in internalizing national values in the digital era. This review is limited to high school-level studies and predominantly qualitative designs; thus, further mixed-method research is recommended to enhance result validity.
REPRESENTASI KONFLIK BATIN PADA FILM AGAK LAEN SUTRADARA MUHADKLY ACHO DALAM PERSPEKTIF PSIKOANALISIS SEBAGAI MODUL AJAR PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Nanda Nurdiani; Ahmad Supena; Ilmi Solihat
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.7918

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan dinamika konflik batin tokoh utama dalam film Agak Laen sutradara Muhadkly Acho dengan menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa adegan dan dialog film yang telah ditranskripsikan ke dalam bentuk novelisasi maupun naskah drama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui simak dan catat, kemudian data dianalisis dengan mengidentifikasi konflik antara id, ego, dan superego yang tampak melalui perilaku verbal dan nonverbal tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin dalam film Agak Laen berkembang secara progresif seiring meningkatnya tekanan situasi yang dihadapi tokoh. Bentuk konflik batin yang dominan meliputi kecemasan dan rasa bersalah, khususnya pada tokoh Bene yang mengalami tekanan superego paling kuat. Tokoh Jegel dan Boris menunjukkan konflik batin yang relatif lebih stabil karena fungsi ego masih mampu menengahi dorongan id dan tuntutan superego, sedangkan tokoh Oki cenderung didominasi oleh id berupa kepanikan dan dorongan menyelamatkan diri. Temuan ini menunjukkan bahwa film Agak Laen tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga merepresentasikan dinamika psikologis manusia yang kompleks dan relevan untuk kajian psikologi sastra dan pembelajaran sastra di SMA.
Analisis Kontrastif Sufiks Bahasa Sunda Dialek Banten dan Bahasa Indonesia dalam Tindak Tutur Mahasiswa Untirta Agus Iryana; Erwin Salpa Riansi; Ilmi Solihat; Nesa Salsa Bila
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4903

Abstract

Bahasa sebagai alat komunikasi memiliki sistem morfologi yang kompleks, salah satunya melalui proses afiksasi, termasuk sufiks. Dalam konteks bilingual di lingkungan kampus, penggunaan sufiks dalam bahasa daerah dan bahasa Indonesia menjadi menarik untuk dikaji secara kontrastif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan sufiks bahasa Sunda dialek Banten dan bahasa Indonesia dalam tindak tutur mahasiswa Untirta. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik simak dan catat melalui observasi penggunaan bahasa di lingkungan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan pada penggunaan sufiks seperti -an, -eun, -keun, -na, dan -ing/-ning, baik dari segi bentuk, fungsi, maupun makna. Beberapa sufiks memiliki padanan langsung dalam bahasa Indonesia, sementara yang lain mengalami perbedaan fungsi gramatikal. Kesimpulannya, analisis kontrastif sufiks kedua bahasa dapat membantu memahami potensi kesulitan dan kemudahan dalam pembelajaran bahasa serta memperkaya kajian morfologi dan tipologi bahasa.
Ketidakadilan dan Kepercayaan dalam Naskah Drama Matahari di Sebuah Jalan Kecil Karya Arifin C. Noor : (Pendekatan Semiotika Roland Barthes) Erni Febriyani; Ana Aulia; Agung Yudistira; Anggun Widhiyani; Nabil Tsaqif; Davila Anggara; Kintan Audina; Azi Najar; Tyara Widhianingsih; Widati Widati; Ilmi Solihat
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2026): JUNI:ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/enggang.v6i2.24162

Abstract

This study aims to uncover the hidden sign system and meanings in the drama script Matahari di Sebuah Jalan Kecil by Arifin C. Noor using Roland Barthes’ semiotic approach. The drama depicts the social conditions of lower-class communities facing economic pressure, moral conflict, social inequality, and the erosion of interpersonal trust in everyday life (Azizah et al., 2025). This research employs a descriptive qualitative method with semiotic analysis consisting of three main levels: denotation, connotation, and myth. The findings indicate that important signs in the drama, such as the symbol “Sun” and the characters “Pemuda” and “Simbok,” represent profound social criticism of poverty, corruption, injustice, and the decline of empathy within society. Through Barthes’ semiotics, Pemuda’s inability to pay for food is not merely interpreted as an economic incident but as a sign of social despair. This condition is further reinforced by the myth that poor people are inherently associated with dishonesty. Overall, the drama reflects a complex social reality rich in humanistic critique.