Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Uji Aktivitas Antikoagulan Pada Sel Darah Manusia dari Ekstrak Alga Coklat Turbinaria ornata Armiyanti, Lessy; Paransa, Darus S.; Gerung, Grevo S.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 2 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.1.2.2013.2094

Abstract

Penelitian inidilakukan untuk menentukan apakah sepsis Turbinariaornata berpotensi sebagai antikoagulasi atau koagulasi. penelitian inimenggunakan darah manusia yang diasumsikan tidak memiliki gangguan koagulasidarah. Pengujian dilakukan pada darah manusia golongan darah B, O, AB dan A dan masing masing dengan 5 kali perlakuan. Perlakuanyang pertama dilakukan pada darah sebagai kontrol; Perlakuan ke dua padadarah yang diberi ekstrak Turbinaria ornata; perlakuan ke tiga pada darah yang diberi perlakuan  EDTA danekstrak Turbinaria ornata; perlakuan ke empat pada darah yang diberikan EDTA; perlakuanke lima pada darah yang diberikanetanol PA. Pada perlakuan pertamamenunjukkan terjadi pembekuan darahpada kategori pembekuan darah normal yaitu antara 8-13 menit. Pada perlakuan ke dua,darah yang diberi ekstrak basah dan kering Turbinariaornata terlihat membeku antara 8-10 menit. Pada perlakuanke tiga, darah yang diberi EDTA danekstrak basah dan kering Turbinariaornata terlihat tidak membeku. Pada perlakuan keempagt, darah yang diberi EDTA juga tidak membeku. Padaperlakuan ke lima yaitu darah yang diberi etanol PA, terlihat darah membeku pada menit ke 3-4.Sehingga dari pengujian di laboratorium secara in vitro, ekstrak basah dankering Turbinaria ornata tidakmemiliki aktivitas antikoagulasi, tetapi memiliki sifat koagulasi yaitupembekuan darah.
Uji Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Total Alga Hijau Halimeda opuntia Linnaeus dan Halimeda macroloba Decaisne dari Perairan Teluk Totok Leibo, Regina; Mantiri, Desy; Gerung, Grevo
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 4, No 2 (2016): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.4.2.2016.14081

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis aktivitas  antioksidan dari Halimeda opuntia Linnaeus dan Halimeda macroloba Decaisne. Sampel diperoleh dari perairan Teluk Totok, Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara dan dilanjutkan dengan analisis laboratorium. Analisis uji aktivitas antioksidan dengan alat Spektrofotometer dan menggunakan metode 1,1-phenil-2-pikrihidrazil (DPPH). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ekstrak pigmen total Halimeda opuntia dan Halimeda macroloba yang hidup di daerah relatif tercemar masih tetap berkembang dan memiliki kandungan antioksidan. Sesuai dengan presentase nilai inhibisi dari kedua ekstrak umumnya sangat tinggi. Karena semakin kecil nilai absorban maka semakin tinggi nilai inhibisi dimana aktivitas antioksidan pada ekstrak semakin tinggi.
Identifikasi jenis alga Koralin di pulau Salawati, Waigeo Barat kepulauan Raja Ampat dan pantai Malalayang kota Manado Tampanguma, Biondi; Gerung, Grevo; Sondak, Calvyn; Wagey, Billy; Manembu, Indri; Kondoy, Khristin
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 5, No 1 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.5.1.2017.14986

Abstract

Alga koralin merupakan kelompok alga laut (seaweed) yang diklasifikasikan kedalam Divisi Rhodophyta, Kelas Florideophyceae, Ordo Cryptonemiales, Famili Corallinaceae. Secara morfologi (external appearance) kelompok famili ini terbagi atas 2 bagian, yaitu: alga koralin bersegmen (articulated/geniculated Coralline Algae) dan alga koralin tidak bersegmen (non-articulated/nongeniculated Coralline Algae). Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi jenis alga koralin dan mendeskripsikan morfologi alga koralin. Pengambilan sampel dilakukan di Pulau Salawati, Waigeo Barat Kepulauan Raja Ampat dan Pantai Malalayang Kota Manado. Pengambilan sampel dilakukan dengan bantuan peralatan SCUBA dan diambil pada kedalaman 1-5 meter dengan menggunakan metode survey jelajah. Setiap alga koralin yang di ambil dimasukan ke dalam plastik sampel. Sampel alga koralin di bawah ke Laboratorium Biologi Kelautan FPIK UNSRAT. Selanjutnya, setiap alga diidentifikasi, dicatat dan didokumentasi menggunakan kamera. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi berjumlah 4 spesies alga koralin. Keempat spesies tersebut yaitu 1 Mastophora rosea dari Waigeo Barat, 2 dari Pulau Salawati Amphiroa rigida dan Galaxaura rugosa, dan 1 dari Pantai Malalayang Peyssonnelia caulifera.
Komparasi Struktur Komunitas Lamun Di Bantayan Kota Dumaguete Filipina Dan Di Tanjung Merah Kota Bitung Indonesia Sauyai, Anas Niko Robetson; Wagey, Billy Theodorus; Gerung, Grevo Soleman
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 3, No 1 (2015): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.3.1.2015.8045

Abstract

Lamun adalah tumbuhan berbiji tunggal (monokotil) dari kelas Angiospermae.Tumbuhan ini telah menyesuaikan diri untuk hidup terbenam di dalam laut. Lamun terdiri dari rhizome atau rhizoma (batang terbenam atau akar rimpang), daun  dan akar. Perairan Bantayan, Kota Dumaguete dan perairan Tanjung Merah berbeda letak geografis, tetapi sama-sama memiliki padang lamun, sehingga perlu dilakukan penelitian dalam rangka menyediakan informasi ilmiah mengenai padang lamun tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur komunitas lamun di kedua perairan tersebut. Pengambilan data dilakukan di daerah padang lamun kedua lokasi penelitian dengan luas masing-masing area 50 x 100 atau 5000 m2 (0,5 Ha) dengan menggunakan kuadran 50 x 50 cm pada 3 line transek.Hasil penelitian diperoleh sebanyak 8 spesies lamun di perairan Bantayan sedangkan di perairan Tanjung Merah diperoleh 7 spesies. Nilai kepadatan lamun di perairan Bantayan yaitu 0,4448 sedangkan di perairan Tanjung Merah adalah 0,3464 (kepadatan tertinggi di perairan Bantayan). Luas tutupan lamun di perairan Bantayan 0,00378 % sedangkan di perairan Tanjung Merah 0,00372 %. Indeks keanekaragaman (H’) lamun di perairan Bantayan yaitu 0,8574 sedangkan di Tanjung Merah 0,7074, dari hasil ini menujukkan bahwa keanekaragaman lamun di perairan Bantayan lebih tinggi dari perairan Tanjung Merah.
Uji aktivitas antibakteri fraksi n-heksana, metanol dan air dari ascidian Lissoclinum sp. Opa, Samuel; Bara, Robert; Gerung, Grevo; Rompas, Rizald; Lintang, Rosita; Sumilat, Deiske
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 1 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.6.1.2018.20566

Abstract

Ascidian adalah avertebrata laut yang diketahui memproduksi senyawa bioaktif seperti antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektiviitas fraksi n-heksana, metanol, dan air dari ekstrak etanolik ascidian Lissoclinum sp. sebagai antibakteri terhadap 2 spesies bakteri Gram positif Staphylococus saprophyticus dan Bacillus megaterium serta 2 spesies bakteri Gram negatif yaitu Pseudomonas aeruginosa dan Escherechia coli. Ekstraksi diawali dengan Maserasi sampel menggunakan etanol 95% selama tiga kali dan kemudian filtrat yang didapatkan dievaporasi dengan Rotary vacuum evaporator. Ekstrak yang didapatkan difraksinasi dengan metode Partisi menggunakan pelarut n-Heksana, metanol, dan air. Metode Pengujian aktivitas antibakteri yang digunakan adalah difusi agar (disc diffusion Kirby and Bauer) yang telah dimodifikasi. Hasil yang diperoleh yaitu didapatkan aktivitas antibakteri dari fraksi air dan aktivitas antibakterinya ditunjukkan terhadap keempat bakteri uji dan menjelaskan senyawa antibakteri tersebut berspektrum luas.
Biodiversitas Alga Makro Di Lagun Pulau Pasige, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro Tampubolon, Agrialin; Gerung, Grevo S.; Wagey, Billy
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 2 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.1.2.2013.2122

Abstract

Alga makro sebagai salah satu sumberdaya yang ada di perairan Indonesia dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan misalnya Gracilaria, Euchema dan Kappaphycus, disamping itu juga untuk kebutuhan farmasi, kosmetik, kertas dan cat, alga bernilai ekonomis penting dan memiliki tingkat kegunaan yang tinggi karena komoditas alga laut dapat bermanfaat baik bagi manusia maupun lingkungan perairan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis alga makro yang ada di perairan Pulau Pasige, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro dengan mengidentifikasi jenis-jenis alga makro yang ditemukan. Dari hasil penelitian ini ditemukan ada 9 jenis alga hijau Halimeda macroloba, Halimeda opuntia, Halimeda discoidea, Halimeda incrassata, Caulerpa lentillifera,Caulerpa racemosa, Boergesenia forbesii, Dictyospheria cavernosa, Boodlea coacta 10 alga merah Gracilaria blodgetti, Gracilaria edulis, Laurencia papilosa, Amphiroa fragilisima, Gelidiopsis intricata, Gracilaria verucosa, Acanthopeltis sp, Hypnea sp, Amansia glomerata, Euchema denticulatum dan 2 alga coklat Padina minor, Turbinaria ornata.
Morfologi Sargassum sp dI kepulauan RAJA AMPAT, PAPUA BARAT Pansing, Jenita; Gerung, Grevo; Sondak, Calvyn; Wagey, Billy; Ompi, Medy; Kondoy, Khristin
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 5, No 1 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.5.1.2017.14990

Abstract

Sargassum sp. merupakan salah satu sumberdaya alam pesisir yang memiliki fungsi ekologis dan ekonomis bagi masyarakat pesisir. Di Kepulauan Raja Ampat ini belum banyak alga Sargassum yang di eksplorasi. Alga Sargassum memiliki berbagai macam bentuk morfologi tallus, misalnya ada yang berbentuk seperti benang yang halus, bercabang banyak, berbentuk gelembung, daun yang lebar, bergerigi pada bagian daun dan bertalus lebar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan mendeskripsikan morfologi Sargassum yang ditemukan di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat. Dari hasil penelitian ditemukan ada 4 spesies di Pulau Yeftip Yefnawam (S. paniculatum, S. grevillei, S. cristaefolium), dan yang ditemukan di Pulau Salawati (S. polycystum).
Study on carrageenan content and growth of seaweed, Kappaphycus alvarezii, infected by white spot disease using different doses of NPK in Banggai Islands Poke, Aounorofiq M; Gerung, Grevo S; Montolalu, Roike I
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Edisi Khusus 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.0.0.2014.7303

Abstract

This study was aimed at assessing the carrageenan content and the growth of seaweed K. alvarezii in white spot disease infection conditions with different doses of NPK in Banggai waters. Results showed that all doses could increase the carrageenan content of the white spot-infected seaweed, with the highest content in treatment D (25 g of NPK/ 10 liters of water), 43.862 ± 19.546, followed by  C (20 g of NPK /10 liters of water) 35.685 ± 14.693, B (15 g of NPK/10 liters of water), 23.208 ± 5.992, A (10 g of NPK/10 liters of water),19.132 ± 4.405, and K (without dose), 10.225 ± 2.782, respectively. The highest growth was recorded in treatment D, 401.333 ± 3.215 g, followed by treatment C, 310.000 ± 6.000 g, B, 7.211 g ± 298.000+ 7.211 g, A,  256. 667 ± 11.547 g, and the lowest in control treatment, 218.000 ± 9.849 g, respectively. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan karaginan dan pertumbuhan dari rumput laut K. alvarezii pada kondisi terkena penyakit white spot dengan dosis NPK yang berbeda di Perairan Kabupaten Banggai. Hasil percobaan menunjukkan bahwa semua dosis mampu meningkatkan kandungan karaginan pada rumput laut yang terinfeksi white spot. Kandungan tertinggi terdapat pada perlakuan D (dosis NPK 25 g/10 liter air) yaitu 43.862±19.546, diikuti perlakuan C (dosis NPK 20 g/10 liter air) 35.685±14.693, B (dosis NPK 15 g/10 liter air) 23.208±5.992, A (dosis NPK 10 g/10 liter air) 19.132±4.405 dan K (tanpa dosis) 10.225±2.782. Pertumbuhan tertinggi terdapat pada perlakuan D yaitu sebesar 401.333 ± 3.215 gram, kemudian diikuti oleh perlakuan C 310.000 ± 6.000 gram, B 298.000 ± 7.211 gram, A sebesar 256.667 ± 11.547 gram, dan terendah pada perlakuan kontrol  yaitu sebesar  218.000 ± 9.849 gram.
SIPUT GASTROPODA PADA ALGA MAKRO DI TANJUNG ARAKAN DAN PULAU NAIN, SULAWESI UTARA Nono, Davidson R; Boneka, Farnis B; Gerung, Grevo S
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jpkt.9.2.2013.4173

Abstract

Pengambilan sampel dilakukan di Taman Nasional Bunaken yakni Pantai Pulau Nain dan Tanjung Arakan pada bulan Februari 2012. Penelitian dimulai dengan menyusuri pantai pada pagi hingga siang hari saat air sedang surut dengan menggunakan alat snorkeling. Penelitian ini berhasil menemukan 15 jenis siput dari 9 famili dan 5 jenis alga makro dari 3 famili.  Komunitas siput gastropoda di kedua stasiun penelitian memiliki nilai indeks kesamaan sebesar 63%. Sedangkan komunitas alga makro memiliki nilai indeks kesamaan sebesar 75%. Hal tersebut menyatakan bahwa siput gastropoda dan alga makro di kedua stasiun penelitian relatif memiliki kesamaan dalam komposisi jenis. Untuk siput jenis Strombus labiatus, Strombus sp 1, Strombus urceus, Pyrene scripta, Cerithium rostratum, Cymatium vespacium, Phasianella solida, Vexillum vulpecullum, Gyrineum bituberculare dan Clanculus atropurpureus lebih cenderung memilih alga makro jenis Halimeda opuntia sebagai habitatnya. Relung ekologi Pyrene scripta di Tanjung Arakan dan Pulau Nain memiliki nilai yang tertinggi (maksimum). Hal ini menandakan bahwa siput Pyrene scripta merupakan siput yang generalis karena tersebar pada hampir seluruh jenis alga makro. Kata kunci: Taman Nasional Bunaken, gastropoda, alga makro, kesamaan komunitas, relung ekologi.   Samples were collected from Nain Island and Arakan Cape in Bunaken National Park area, in February 2012. The collection was conducted by snorkeling along the coastline in the morning, when the tide was low. This study found 15 species of slugs from nine families and 5 species of macro algae from three families. Communities of gastropod snails in both research stations have similarity index value of 63%, while the macro algae communities have similarity index value of 75%. This indicated that the gastropod snails and macro algae from both study sites were relatively similar concerning their species composition. Some slugs such as Strombus labiatus, Strombus sp 1, Strombus urceus, Pyrene scripta, Cerithium rostratum, Cymatium vespacium, Phasianella solida, Vexillum vulpecullum, Gyrineum bituberculare and Clanculus atropurpureus were more likely to choose the Halimeda Opuntia macro algae as their habitat. Ecological niche of Pyrene scripta on the Arakan Cape and Nain Island showed the highest value (maximum). This indicated that Pyrene scripta are generalized species that lived on nearly all types of macro algae.Keywords: Bunaken National Park, gastropoda, macro algae, similarity community, ecological niche.
Penerapan teknologi rekayasa konstruksi wadah budi daya rumput laut bagi masyarakat di Pulau Nain Ngangi, Edwin L. A.; Kreckhoff, Reni L.; Gerung, Grevo S.
e-Journal BUDIDAYA PERAIRAN Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/bdp.7.1.2019.28065

Abstract

The Higher Education Community Empowerment Program (PPMUPT) activity aimed to disseminate research results on design engineering and construction materials for verticultural cultivation of seaweed; Seed quality from seaweed cultivation centers in North Sulawesi; and Co-cultivation of seaweed and sea tilapia. The implementation partnered with the Nain Princess and Mekar Laut Groups, and was supported by the Nain Village Government. The three partners expressed their willingness and ability to work together in formulating and finding solutions to problems, as well as planning the implementation stages and all of these activities. In addition, partners continue to contribute throughout the activity. Formulation of problems with partners, are: Is there a technology that can minimize disease attacks on seaweed. The solution is in the form of: a. Engineering design and construction material for cultivation containers, b. Verticultural cultivation of engineering methods. The method applied was the classical and individual approach in the form of class lectures, demonstrations, and practices about the innovation of seaweed cultivation technology. The outputs of the PPMUPT activities were productive economic partners that have increased knowledge, skills, quality, quantity, and types of products. Participants were principally satisfied with this PPMUPT activity, and even 92.86% stated that they were very satisfied in participating in PPMUPT activities regarding the use of strings as ris ropes with seaweed verticulture methods.