Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Anatomical characteristics of macroalgal species from Bombuyanoi Island, East Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi Patra, Frian; Kepel, Rene Ch.; Lumingas, Lawrence J.L.; Gerung, Grevo S.; Kondoy, Khristin F.; Sumilat, Deiske A.; Undap, Suzanne L.
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 9, No 2 (2021): OCTOBER
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.v9i2.35229

Abstract

This research aims to study the anatomical structure of macroalgae. Sample of macroalga was collected by using Line Intercept Transect (LIT) method with sampling quadrat. Macroalgae samples were dried and separated from the roots, stems, leaves and receptacles (if present). Samples were cut transversely and longitudinally at each section and observed under binoculared microscope of Olympus CX with monitor. Based on the histology, anatomical structure of macroalgae species can be divided into two tissues from outside to inside, namely cortex and medullary cells. The cortex is composed of one layer or more. The cortex is the area between the epidermis and the central column. The medulla cells only have one layer which is the largest layer. Based on the observation result of cells type from observed spesies Eucheuma denticilatum, Gracilaria arcuata, Hydropuntia edulis, G. salicornia, Hypnea valentiae, Turbinaria deccurens, and T. ornata, it shows that cells of medulla become small toward cortex.Indonesian title:  Karakteristik anatomi jenis makroalga dari Pulau Bombuyanoi, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara
Macroalgae Biodiversity in Ondong Coastal Waters. Kandati, Feibe R. S.; Kepel, Rene Charles; Rangan, Jety Kornela; Gerung, Grevo S.; Salaki, Meiske Sofie; Lasabuda, Ridwan
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 1 (2021): ISSUE JANUARY - JUNE 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.9.1.2021.34136

Abstract

This research was conducted in the coastal waters of Ondong, West Siau District, Siau Islands Regency Tagulandang Biaro with the aim of knowing the composition of macroalgae taxa through a morphological approach. Data retrieval is done by using the Line Transect quadratic method. The results of the study found 15 species consisting of 3 divisions, 3 classes, 10 orders, 12 families, and 12 genera.AbstrakPenelitian ini dilakukan di perairan pesisir pantai Ondong, Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dengan tujuan untuk mengetahui komposisi taksa makroalga melalui pendekatan morfologi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Line Transect kuadrat. Hasil penelitian menemukan 15 spesies yang terdiri dari 3 divisi, 3 kelas, 10 ordo, 12 famili, dan 12 genera.
Identification of Coraline Algae In Meras Waters Bunaken District Pondaag, Kristy Sofia; Gerung, Grevo Soleman; Sinjal, Chatrien Annita; Sondak, Calvyn F. A.; Tilaar, Sandra O.; Kreckhoff, Reny L.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 2 (2022): ISSUE JULY-DECEMBER 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i2.42462

Abstract

Marine algae are part of marine organisms, especially plants, and are included in lower plants that do not have different skeletal structures such as roots, stems, and leaves. Although it looks different, algae is actually just a form of the thallus. Coralline algae belong to the Rhodophyta Division, Class Florideophycidae, Order Corallinales. Coralline algae are divided into two parts based on their shape (morphology), namely non-geniculate and geniculate. This study aims to identify the types of coralline algae that are crustose (non-geniculate) and branched (geniculate) found in Meras, Bunaken District and can explain the morphology of coralline algae in diffuse non-geniculate and geniculate forms. This research was conducted in Meras, Bunaken District by means of SCUBA diving at a depth of 3 – 7 meters, and samples were taken using the cruising survey method. After that, the samples were brought ashore for the next identification process. The results of the research that has been conducted on samples of coralline algae obtained in Meras, Bunaken District are that there are 2 types of non-geniculate, namely Peyssonnelia caulifera and Peyssonnelia Orientalis, and 1 species of geniculate, namely Tricleocarpa fragilis identified.Keywords: Identification, Coralline Algae, MerasAbstrakAlga laut adalah bagian dari organisme laut khususnya tumbuhan dan termasuk dalam tumbuhan tingkat rendah yang tidak mempunyai perbedaan susunan kerangka seperti akar, batang dan daun. Walaupun terlihat memiliki perbedaan, sebenarnya alga hanya merupakan bentuk talus belaka. Alga koralin tergolong kedalam Divisi Rhodophyta, Kelas Florideophycidae, Ordo Corallinales. Alga koralin terbagi menjadi dua bagian berdasarkan bentuknya (morfologi), yaitu non geniculate (tidak bercabang) dan geniculate (bercabang). Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengidentifikasi jenis alga koralin bentuk tidak bercabang (non geniculate) dan bentuk bercabang (geniculate) yang terdapat di Perairan Meras, Kecamatan Bunaken serta dapat menjelaskan morfologi alga koralin bentuk tidak bercabang (non geniculate) dan bentuk bercabang (geniculate). Penelitian ini dilakukan di Perairan Meras Kecamatan Bunaken dengan cara SCUBA diving pada kedalaman 3 – 7 meter dan sampel diambil menggunakan metode survey jelajah. Setelah itu sampel dibawa ke darat untuk proses identifikasi selanjutnya. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan pada sampel alga koralin yang didapat di Perairan Meras, Kecamatan Bunaken adalah terdapat 2 jenis spesies alga koralin bentuk tidak bercabang (non geniculate) yaitu Peyssonnelia caulifera dan Peyssonnelia orientalis serta 1 jenis spesies alga koralin bentuk bercabang (geniculate) yaitu Tricleocarpa fragilis yang berhasil teridentifikasi.Kata Kunci: Identifikasi, Alga Koralin, Meras
Gastropods in tidal of Bulo, Mandolang District, North Sulawesi Azzahra Aulina; Ompi, Medy; Kaligis, Erly Yosef; Rumampuk, Natalie Detty C; Rimper, Joice Rinefi T.S.L; Gerung, Grevo S.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.51083

Abstract

A tidal area is a part of the coast that is influenced by the rise and fall of the tides. The area is a dynamic area, which experiences exposure to the air when low tide comes, easily mixed with fresh water in the rainy season and inundation. Marine flora and fauna that live in the area can adapt to it. The purpose of this study was to identify gastropod species and the density of each species that were found attached to the hard substratum in the tidal area of Bulo, Mandolang District, North Sulawesi. Data were collected by line transect and squared methods. Gastropod samples obtained were treated by using 70% alcohol. The length of each species was measured before being identified at the species level. The results show 175 individuals consisting of 30 species from 14 families were recorded. Substrat of rock and dead coral were covered and dominated the intertidal bottom. The highest density of Gastropods in the tidal area of Bulo, Mandolang District, North Sulawesi was the species of Cellana radiata. The density of Cellana radiata was 3.8 ind./m², while for the other 20 species of gastropods, each species was 0.07 ind./m². Physical and biological factors that affected the presence and density of gastropod species are discussed. Keywords: Gastropods; Density; Tidal; Mollusc; Bulo Village. Abstrak Daerah pasang surut adalah salah satu daera di pesisir yang dipengaruhi oleh air pasang tinggi dan rendah. Daerah ini adalah sebagai daerah yang dinamamis, di mana adalah daerah yang terekspos dengan sinar matahari pada saat pasang rendah, mudah bercampur dengan air tawar di saat musium hujan, serta daerah yang mudah dijangkau oleh masyarakat pensisir. Biota yang hidup di daerah ini memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan-perubahan lingkungan ini. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis Gastropoda dan mengetahui kepadatan jenis-jenis Gastropoda, yang menempati substrat keras di daerah pasang surut Bulo Kecamatan Mandolang, Sulawesi Utara. Pengumpulan data adalah dengan menggunakan metode ‘line transect’ dan kuadrat. Sampel Gastropoda yang didapatkan diberi alkohol 70%, Panjang masing-masing spesies diukur sebelum diidentifikasi pada tingkat spesies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 175 individu yang terdiri dari 30 spesies dari 14 famili. Kepadatan tertinggi Gastropoda di daerah pasang surut Bulo Kecamatan Mandolang, Sulawesi Utara adalah Cellana radiata yang memiliki kepadatan 3.8 ind./m2, sedangkan 20 jenis Gastropoda lainnya memiliki kepadatan untuk setiap jenis, yaitu 0.07 ind./m2. Kata kunci: Gastropoda; Kepadatan; Pasang Surut; Moluska; Desa Bulo.
Isolation and Potential of Plastic-Degrading Bacteria from Plastic Waste Fatti, Clara; Rumampuk, Natalie Detty C.; Gerung, Grevo Soleman; Wullur, Stenly; Mamuaja, Jane Marianne; Ginting, Elvy Like
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i1.58358

Abstract

Plastic waste is an environmental issue, including in marine environments. One method of managing plastic waste is through biodegradation using bacteria. This study aims to isolate bacteria from plastic waste in Malalayang, and North Sulawesi waters, and test their potential to degrade plastic using laboratory experimental methods. Bacteria were isolated using a Nutrient Agar (NA) medium and then tested for their ability to degrade plastic using a Nutrient Broth (NB) medium containing plastic fragments. The NB medium with plastic fragments was incubated using an orbital shaker at room temperature with agitation at 130 rpm for 30 days. Five bacterial isolates were successfully obtained from plastic waste: isolates C1, C2, C3, C4, and C5. Four of the bacterial isolates were found to be capable of degrading plastic, as indicated by the reduction in the dry weight of the plastic after 30 days of incubation. The highest plastic weight reduction was shown in isolate C2, with a decrease of 2.95%, while the lowest reduction was observed in isolate C4, with a decrease of 2%. Keywords: Bacteria, Isolation, Biodegradation, Plastic. Abstrak Sampah plastik merupakan masalah lingkungan termasuk lingkungan laut. Salah satu pengelolaan sampah plastik adalah melalui biodegradasi menggunakan bakteri. Penelitian ini bertujuan mengisolasi bakteri dari sampah plastik Perairan Malalayang, Sulawesi Utara dan melakukan uji potensi bakteri tersebut dalam mendegradasi plastik menggunakan metode eksperimen laboratorium. Bakteri diisolasi menggunakan medium Nutrient Agar (NA), kemudian diuji kemampuan mendegradasi plastik dengan menggunakan medium Nutrient Broth (NB) yang berisi potongan plastik. Medium NB berisi potongan plastik diinkubasi menggunakan orbital shaker pada suhu ruang dengan agitasi 130 rpm selama 30 hari. Lima isolat bakteri berhasil diisolasi dari sampah plastik, yaitu isolat C1, C2, C3, C4 dan C5. Didapatkan empat isolat bakteri yang mampu mendegradasi plastik, yang ditunjukkan dengan pengurangan berat kering plastik setelah diinkubasi selama 30 hari. Pengurangan berat plastik tertinggi ditunjukkan oleh isolat C2 sebesar 2,95 %, sedangkan pengurangan berat terendah oleh isolat C4 sebesar 2 %. Kata kunci: Bakteri, Isolasi, Biodegradasi, Plastik.
KONDISI PADANG LAMUN DI PANTAI TASIK OKI KECAMATAN KAUDITAN KABUPATEN MINAHASA UTARA Manoppo, Toshiko M.; Sondak, Calvyn F.A.; Warouw, Veibe; Gerung, Grevo S.; Kumampung, , Deislie R.H.; Mangindaan, Remy E.P
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.1.2025.60574

Abstract

Lamun adalah tumbuhan berbiji satu (monokotil) yang terdiri dari rhizoma, daun, akar, dan bunga sehingga membuat lamun dikategorikan sebagai tumbuhan tingkat tinggi. Lamun (seagrass) merupakan salah satu komponen ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi laut, termasuk sebagai habitat bagi berbagai biota. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis-jenis lamun dan menilai kondisi ekosistem padang lamun, dengan menghitung tutupan serta melihat kualitas parameter perairan. Metode yang digunakan yaitu survei jelajah dan line transek frame kuadrat. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan 6 jenis lamun yaitu Halodule pinifolia, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, dan Syringodium isoetifolium. Jenis lamun yang mendominasi di Pantai Tasik Oki ini adalah C. rotundata dengan nilai rata-rata tutupan sebesar 11,23%. Berdasarkan hasil perhitungan, transek 1 diperoleh nilai tutupan 19,33%, transek 2 dengan nilai tutupan 28,13% dan transek 3 dengan nilai tutupan 23,73% yang memperoleh nilai rata-rata tutupan lamun sebesar 23,73%. Berdasarkan nilai ini maka kondisi padang lamun di lokasi penelitian dikategorikan jarang/miskin. Kata kunci: padang lamun, identifikasi, kondisi, Pantai Tasik Oki
KOMPOSISI DAN DISTRIBUSI GRANULOMETRI SEDIMEN PADA BEBERAPA KAWASAN WISATA PANTAI KECAMATAN LEMBEAN TIMUR KABUPATEN MINAHASA Papoiwo, Evilin; Rampengan, Royke M.; Windarto, Agung B.; Gerung, Grevo S.; Manembu, Indri S.; Mamuaja, Jane M.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.1.2025.61284

Abstract

Kecamatan Lembean Timur di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara merupakan kecamatan  sedang berkembang aktivitas wisata pantainya, memanfaatkan keberadaan lahan gisik sebagai objek utamanya.  Oleh karena itu telah dilaksanakan penelitian bertujuan mendeskripsi komposisi dan menganalisis distribusi granulometri sedimen yang menghampari permukaan gisik beberapa kawasan wisata pantai di Kecamatan Lembean Timur. Pengambilan sampel sedimen dilaksanakan tanggal 6 Juni 2024 di gisik kawasan wisata Kamenti Beach, Kora-Kora Beach, dan BW Beach.  Pengambilan sedimen dilakukan pada permukaan lahan gisik dengan ketebalan 1 cm.  Hasil penelitian menunjukkan komposisi sedimen permukaan lahan gisik terdiri dari sedimen berukuran debu sampai dengan kerakal.  Sedimen pada permukaan gisik lebih dari 90 % berupa pasir dari berbagai ukuran (pasir sangat halus sampai pasir sangat kasar) di mana kondisi ini sangat menunjang berkaitan dengan penggunaan lahan untuk wisata pantai. Peubah rataan empirik  menunjukkan kecenderungan peningkatan ukuran butir sedimen untuk kawasan pantai yang berada di bagian Selatan kecamatan ini.  Kriteria penyortiran umumnya tersortir sedang, kemencengan umumnya berada pada kriteria simetris granulometri sampai asimetris kuat ke ukuran kecil. Peruncingan berada pada kriteria leptokurtik sampai platikurtik di mana pada lahan gisik di kawasan wisata yang terletak semakin ke arah Selatan terjadi peningkatan proporsi kriteria platikurtik. Kata kunci: sedimen gisik, komposisi sedimen, distribusi granulometri, Lembean Timur