Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Sosialisasi Rekam Medik Elektronik pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Saputro, Arief Adi; Rusidah, Yunita; Budianita, Avira
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v5i2.10797

Abstract

Electronic medical record is a clinical data storage application, as a clinical decision support system, standardization of medical terms, computerized data entry, as well as medical and pharmaceutical documentation in an organized manner. The First Level Health Facility is one of the places used by patients to request health services so that they have a record of interactions with patients. So this socialization is very important to do to reduce losses in terms of time and energy for both medical record officers and patients. This community service activity is carried out in first-level health facilities by providing education and socialization provided in the form of using Electronic Medical Records. Community service activities are carried out using the presentation/lecture method at IDI Kudus Regency on June 11, 2022. The use of electronic medical records is expected to improve and strengthen services for patients, including clinical (medical) and administrative services. Information generated from electronic medical records is also useful for education, regulation formulation, research, community health management, policy support, and to support referral health services. It is hoped that the application of electronic medical records can be easily used by all officers, both from medical record officers and medical personnel, the creation of integrated patient data, no duplication of medical record numbers that can make it difficult to find patient data at the time of re-treatment and holding further socialization regarding the application electronic medical record. The benefits will be felt optimally if the application of electronic medical records is evenly distributed and is supported by updated information systems and technological materials.
The Relationship between Adherence to Antihypertensive Medication and Microalbumin Levels in Hypertension Prolanis Patients Saputro, Arief Adi; Sholikhati, Anisa; Rusidah, Yunita
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v8i1.6320

Abstract

Hypertension is one of the main health problems faced by people throughout the world, including in Indonesia. Uncontrolled hypertension can cause various complications such as heart disease, stroke and kidney damage. Microalbuminuria, namely the presence of small amounts of albumin in the urine, is an early indicator of kidney damage. In hypertensive patients, microalbuminuria can be an early sign of hypertensive nephropathy, which is a serious complication of high blood pressure. Compliance with taking medication affects blood pressure control. This study aims to evaluate the relationship between adherence to antihypertensive medication and microalbumin levels in hypertension prolanis patients. This research is observational analytic with a cross sectional approach. Data was obtained prospectively in the period July-August 2024 with a sample size of 33 respondents. Medication adherence was taken using a questionnaire, and data on microalbuminuria levels was obtained through medical record data. Next, the results were subjected to a chi-square statistical correlation test. Microalbumin levels and medication adherence blood pressure lowering medication, obtained a value of p = 0.0 (p < 0.05) which indicates that statistically there is a significant relationship between microalbumin levels and compliance of taking blood pressure lowering medication. The frequency distribution of hypertensive sufferers with high microalbumin levels, namely ≥ 30 mg/dL, shows a result of 51.6% (17 patients).
Sosialisasi Perencanaan Evaluasi Public Private Mix Penguatan Komitmen Penanggulangan Tuberkulosis di Kudus Saputro, Arief Adi; Sa’adah, Arina Lis; Ulfa, Navira Septiana; Tanaya, Nindy
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/k4yavv86

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Indonesia merupakan negara penyumbang kasus Tuberkulosis terbesar kedua di dunia setelah India. Kasus TBC di Indonesia mengalami peningkatan salah satunya di kabupaten Kudus. Komitmen global dan nasional dalam penanggulangan Tuberkulosis dituangkan dalam Strategi End TB yang menargetkan penurunan kematian akibat Tuberkulosis sebesar 90% pada tahun 2030. Untuk mewujudkan visi tersebut, perlu adanya komitmen dari seluruh pemangku kepentingan dalam penanggulangan TBC di kabupaten Kudus. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan sosialisasi tentang perencanaan evaluasi bagi dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya yang berperan dalam penanggulangan TBC di kabupaten Kudus dalam memperkuat komitmen program penanggulangan TBC. Hasil setelah dilakukan sosialisasi kepada tenaga kesehatan di kabupaten Kudus yaitu peserta dapat memperkuat komitmen tenaga kesehatan dalam meningkatkan penanggulangan TBC di kabupaten Kudus.  
SOSIALISASI CEGAH STUNTING ANAK DENGAN ASUPAN PROTEIN HEWANI Anisa Sholikhati; Arief Adi Saputro; Achmad Ridwan; Nunung Qomariyah; Susi Nurohmi; Milad Naufal Akbar
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 2 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i2.2210

Abstract

Stunting merupakan gangguan tumbuh dan kembang anak yang salah satu penyebabnya adalah masalah kurang gizi kronis. Stunting yang telah terjadi apabila tidak diimbangi dengan cath-up growth (tumbuh kejar) akan berpotensi terhambatnya pertumbuhan motorik dan mental, rendahnya kemampuan belajar, meningkatkan resiko penyakit kronis seperti obesitas, diabetes dan hipertensi. Asupan makanan yang penting untuk mencegah stunting anak adalah protein hewani. Asupan makanan ini berperan penting dalam tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi tentang pencegahan stunting anak dengan asupan protein hewani. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui dua tahap yaitu tahap koordinasi dan tahap sosialisasi. Tahap koordinasi dilaksanakan tim dengan mitra yaitu anggota Nasyiatul Aisyiah Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus terkait dengan perijinan kegiatan. Tahap sosialisasi merupakan inti pelaksanaan kegiatan dengan kegiatan awal yaitu tim memberikan informasi tentang definisi stunting dan bagaimana ciri-ciri anak stunting, kegiatan selanjutnya adalah tim menjelaskan penyebab stunting pada anak dan menjelaskan cara pencegahan stunting anak dengan asupan protein hewani. Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi.
EDUKASI PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL SEBAGAI STRATEGI PENCEGAHAN DBD DAN STUNTING DI DESA CENDONO KABUPATEN KUDUS Mu&#039;adzah Mu&#039;adzah; Avira Budianita; Hasriyani Hasriyani; Arief Adi Saputro; Fania Nurul Khoirunnisa
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1704

Abstract

Desa Cendono Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Permasalahan kesehatan di Desa Cendono tidak jauh beda dengan permasalahan kesehatan Nasional, suhu yang tropis menyebabkan banyaknya kasus DBD. Selain itu kasus stunting yang tak kunjung usai, sudah menjadi perhatian nasional, idak terkecuali di kabupaten Kudus. Indonesia merupakan wilayah yang kaya akan tanaman, tidak terkecuali tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan, seperti tanman herbal. Dalam upaya memberikan kesadaran dalam memelihara kesehatan serta lingkungan, dilakukan edukasi tanaman herbal sebagai strategi pencegahan DBD dan stunting di Desa Cendono Kabupaten Kudus. Dimana setelah dilakukan edukasi pengetahuan masyarakat di Desa Cendono bertambah dan mampu untuk menerapkan ilmu yang diperoleh.
GAMBARAN PEMERIKSAAN HBSAG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI KLINIK PRATAMA KABUPATEN KUDUS Arief Adi Saputro; Okta Yosiana Dewi; Yunita Rusidah; Nurul Islamiyah
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 5, No 1 (2024): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v5i1.2212

Abstract

Virus Hepatitis B (HBV) adalah virus yang menyebabkan peradangan atau infeksi pada sel hati. Kejadian hepatitis yang sama mungkin terjadi sepanjang trimester ketiga kehamilan. Sebuah penelitian menemukan bahwa 9,5% kasus virus hepatitis terjadi pada trimester pertama, 32% pada trimester kedua, dan 58% pada trimester ketiga. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran pemeriksaan skrining HBsAg pada Ibu Hamil Trimester III di Klinik Pratama Kabupaten Kudus. Penelitian dilakukan di Klinik Pratama Kabupaten Kudus Pada Bulan Juni 2023. Populasi dan sampel penelitian ini yaitu hasil pemeriksaan ibu hamil  yang melakukan pemeriksaan anti-HbsAg di Klinik Pratama. Besar sampel ditentukan menggunakan “Total Sampling” dengan 41 ibu hamil pada trimester III. Sampel serum darah digunakan untuk pemeriksaan HBsAg menggunakan Rapid Test stik dengan metode consecutive sampling. Dari hasil analisis data yang dilakukan terdapat ibu hamil yang memiliki usia 35 tahun sebanyak 6 responden (14,63). Ibu hamil trimester 3 yang mengalami anemia  sebanyak 11 gr/dl sebanyak 14 (34,14%) yang menandakan adanya anemia pada ibu hamil. Distribusi hasil pemerikasaan HBsAg pada Ibu Hamil Trimester III. Responden berjumlah 41 ibu hamil yang mengikuti pemeriksaan HBsAg, tidak ditemukan ibu hamil positif HBsAg di Klinik Pratama Kabupaten Kudus. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap gambaran pemeriksaan HbsAg dengan Ibu Hamil Trimester III menunjukkan bahwa seluruh ibu hamil negatif (100%).
ANALISIS KORELASI ANTARA KADAR HBA1C DAN TRIGLISERIDA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KLINIK SRIKANDI HUSADA KUDUS: SEBUAH STUDI OBSERVASIONAL Arief Adi Saputro; Sukarmin Sukarmin; Yunita Rusidah; Arina Lis Sa&#039;adah
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 5, No 2 (2024): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v5i2.2474

Abstract

Diabetes melitus merupakan krisis kesehatan global yang disebabkan oleh urbanisasi yang cepat, gaya hidup yang berubah, dan pola makan yang tidak baik (Widiasari et al., 2021). Diabetes melitus merupakan penyakit genetika yang biasanya diturunkan dari pewarisan kedua orang tua maupun salah satunya dimana keturunan dari penderita diabetes melitus dua kali lebih beresiko terkena diabetes melitus. Pada dasarnya diabetes melitus mempunyai banyak tipe, salah satu tipe yang sering dijumpai yakni diabetes melitus tipe 2. Untuk mengetahui hubungan hba1c dengan kadar trigliserida pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di klinik srikandi husada kudus. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode Cross Sectional menggunakan total sampling sebanyak 30 sampel penderita DIABETES tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi. Kriteria inklusi yaitu pasien penderita diabetes mellitus tipe 2 yang mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Klinik Srikandi Husada Kudus, pasien diabetes mellitus tipe 2 yang berusia   antara 30-75 tahun. Uji Chi Square kadar HbA1c dengan kadar trigliserida pada penderita diabetes mellitus tipe 2 didapatkan nilai p = 0,020 (p 0,05) yang menandakan bahwa secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c dengan kadar trigliserida.Simpulan : Distribusi frekuensi penderita diabetes melitus tipe 2 dengan kadar HbA1c tinggi yaitu ≥7,0 mg/dL menunjukan hasil 60% (18 pasien) AbstractDiabetes mellitus is a global health crisis caused by rapid urbanization, changing lifestyles and poor diet (Widiasari et al., 2021). Diabetes mellitus is a genetic disease that is usually inherited from both parents or one of them, where the offspring of diabetes mellitus sufferers are twice as likely to develop diabetes mellitus. Basically, diabetes mellitus has many types, one of the types that is often found is type 2 diabetes mellitus. To determine the relationship between hba1c and triglyceride levels in type 2 diabetes mellitus sufferers at the Srikandi Husada Kudus Clinic. This type of research is analytical observational with The Cross Sectional method used a total sampling of 30 samples of type 2 DIABETES sufferers who met the inclusion criteria. Inclusion criteria are patients suffering from type 2 diabetes mellitus who take part in the Chronic Disease Management Program (Prolanis) at the Srikandi Husada Kudus Clinic, type 2 diabetes mellitus patients aged between 30-75 years. Chi Square test for HbA1c levels and triglyceride levels in sufferers type 2 diabetes mellitus obtained a p value = 0.020 (p 0.05) which indicates that statistically there is a significant relationship between HbA1c levels and triglyceride levels. Frequency distribution of type 2 diabetes mellitus sufferers with high HbA1c levels, namely ≥7.0 mg/dL showed results of 60% (18 patients)
PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU MENGGUNAKAN METODE GLUCOSE OXIDASE – PEROXIDASE AMINOANTYPIRIN (GOD-PAP) DAN STRIP TEST POCT (POINT CARE OF TESTING) Okta Yosiana Dewi; Arief Adi Saputro; Nurul Islamiyah; Shinta Dwi Kurnia
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 4, No 2 (2023): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v4i2.2044

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Prevalensi penyakit diabetes melitus telah mencapai tingkat atau proporsi epidemik di beberapa negara dan menjadi sebuah perhatian yang penting dalam dunia kesehatan. Upaya pencegahan terhadap diabetes melitus dapat dilakukan melalui skrining dengan pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu. Metode GOD-PAP telah ditetapkan sebagai baku standar emas untuk pemeriksaan glukosa darah. Namun, saat ini banyak dipasarkan alat pengukur kadar glukosa darah cara reagen kering(POCT) yang umumnya sederhana dan mudah. Secara berkala, hasil pemantauan dengan cara reagen kering perlu dibandingkan dengan baku emas yaitu GOD-PAP. Tujuan: Mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP dan strip POCT. Metode: Penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 16 sampel.  Hasil: Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah metode GOD-PAP didapatkan hasil rerata sebesar 91.87 mg/dL, kadar darah metode strip POCT didapatkan hasil rerata sebesar 83.56 mg/dL. Uji Independent T Test dengan tingkat selang kepercayaan 95% didapatkan p = 0,037  ( p 0,05 ). Kesimpulan : terdapat perbedaan hasil antara glukosa darah metode GOD-PAP dan strip POCT
STUDI KUALITAS PRODUK HEWANI MELALUI PENGUJIAN MIKROBIOLOGI, ORGANOLEPTIK DAN DERAJAT KEASAMAN SUSU SAPI SEGAR YANG DIPRODUKSI KOTA KUDUS Yunita Rusidah; Qurrotu A&#039;yuni Auliya; Arief Adi Saputro
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 3, No 2 (2022): JURNAL MEDIKA INODNESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v3i2.1550

Abstract

Kualitas susu sapi merupakan hubungan sifat-sifat susu meliputi sifat fisik, kimia dan mikrobiologis. Mencerminkan penerimaan susu tersebut oleh konsumen dan merupakan hal yang penting dalam produksi dan perdagangan susu. Penelitian bertujuan mengetahui kandungan mikrobiologis, organoleptik dan tingkat keasaman dari susu segar yang diproduksi Kota Kudus. Penelitian dilakukan di Laboratorium Universitas Muhammadiyah Kudus, bulan Juni 2021. Total sampel ada 5 diambil dari peternakan susu di Kota Kudus. Variabel penelitian yang diamati adalah mikrobiologis, organoleptik dan tingkat keasaman. Data yang diperoleh dianalis dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil analisa mikrobiologis yaitu rerata total bakteri terdapat  pada sampel susu sapi segar. Uji metylen blue menunnjukkan katagori susu yang baik, karena waktu yang diperlukan untuk perubahan warna susu 8 jam sehingga perkiraan jumlah bakteri per ml hanya   50000 koloni. Analisa kualitas organoleptik dari 5 sampel menunjukan hasil normal dari segi rasa, warna dan bau. Analisa pH atau derajat keasaman berkisar pada pH mendekati normal yaitu 6.58 sampai dengan 7,25. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas susu sapi dari peternakan Kudus ditinjau dari kandungan mikrobiologis, pH dan orgonoleptik dalam katogori aman dan laik sebagai dikonsumsi.
PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SESUDAH DONOR DARAH PADA WANITA PEKERJA PABRIK ROKOK DJARUM DI KUDUS Arief Adi Saputro; Arum Mawati
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 1, No 2 (2020): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v1i2.1110

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan di Indoesia terutama bagi wanita pekerja, hasil Riskesdas tahun 2018 diketahui prevalensi anemia sebanyak 48,9%. Kadar Hemoglobin sebagai salah satu komponen dalam sel darah merah merupakan salah satu indikator seseorang mengalami anemia, oleh karenanya kehilangan darah seperti saat mendonor darah dapat menyebabkan penurunan kadar hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah mendonor pada wanita pekerja. Sampel yang diambil setelah donor darah sebanyak 49 pendonor darah wanita yang berhasil  melakukan donor darah pada mobile unit di PT Djarum Kudus. Pengukuran kadar hemoglobin sebelum dan sesudah donor  menggunakan Hb Checker (Compolab TS).  Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Analisis data menggunakan Uji Paired sample T-Tes. Hasil penelitian ini didapatkan nilai terendah kadar hemoglobin mengalami penurunan dari 12,5 gr/dl menjadi 10,3 gr/dl. Nilai tertinggi kadar hemoglobin mengalami penurunan dari 16,2 gr/dl menjadi 14,6 gr/dl. Nilai rata- rata kadar hemoglobin mengalami penurunan dari 13,6 gr/dl menjadi 11,9 gr/d. Dari 49 subjek orang didapatkan persentase anemia dengan nilai kadar hemoglobin 12 gr/dl sebanyak 83,7% dengan jumlah 41 orang. Sedangkan persentase nilai kadar hemoglobin normal sebanyak 16,3% sejumlah 8 orang. Kesimpulan penelitian terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan sesudah donor darah pada wanita pekerja pabrik rokok Djarum di Kudus.