Claim Missing Document
Check
Articles

Consumption Time of Captopril Influenced the Outcomes of Patients with Stage 1 Hypertension Sulastri Herdaningsih; Ahmad Muhtadi; Keri Lestari
Pharmacology and Clinical Pharmacy Research Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Padjadjaran, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.853 KB) | DOI: 10.15416/pcpr.v2i1.16213

Abstract

Differences in drugs consumption time may affect its absorption and metabolism in the bodywhich could lead to differences in its efficacy. For hypertension patients, one of the mostfrequently used drugs for lowering blood is captopril. However, information regarding theinfluence of consumption time on captopril efficacy was limited. Therefore, this study wasconducted to compare the efficacy of captopril in lowering blood pressure when administeredbefore and after meal. This was an experimental study with two treatment groups,conducted at Dr. Soedarso General Hospital, Pontianak, Indonesia, during April-June 2015.Statistical analysis was performed using Mann-Whitney, Exact-Fisher, and T-test. We foundout that the reduction of systolic blood pressure in group who consumed captopril beforeand after meal was 30 mmHg and 25 mmHg, respectively (p<0.05). The similar reduction indiastolic bloos pressure was observed in both groups (10 mmHg, p>0.05). In conclusion, itis recommended to take captopril on an empty stomach since it showed better efficacy whenadministered before meal compared to after meal consumption.Keywords: hypertension, captopril, absorption
Hypoglicemia Risk Factors on Hospitalized Type 2 Diabetes Mellitus Patients Meilani Jayanti; Keri Lestari; Rizky Abdulah
Pharmacology and Clinical Pharmacy Research Vol 3, No 2
Publisher : Universitas Padjadjaran, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.595 KB) | DOI: 10.15416/pcpr.v3i2.16453

Abstract

Hypoglycemia is one of the most important complications of diabetes treatment and it becomes an obstacle in hypoglycemia medication. Besides, hypoglycemia can cause nerve damage and impaired cognitive function so that it influences the patients mortality, morbidity, and quality of life. Recognition of hypoglycemia risk factors, blood glucose monitoring, selection of appropriate regimens and educational programs for healthcare professionals and patients with diabetes are the major issues to maintain good glycemic control, minimize the risk of hypoglycemia, and prevent long-term complications. This research employs retrospective method and the design of the research is case control.  The sample of this research is 72 patients with type 2 diabetes which is divided into two groups.  The first group is case and It consists of 23 patients (31,9%) getting hypoglycemia. Then, the second group is control and it consists of 49 patients (68,1%). In the second group the 49 patients do not get hypoglycemia and they do not receive any hypoglycemia medication in the hospital. The Results of multivariate logistic regression analysis shows that there is a significant different between the variables reduction in food intake (p 0,011) and lower laboratory result of HbA1C (p 0,003) on the incidence of hypoglycemic, where the variable reduction in food intake has the strong relationship with most major hypoglycemic (OR 9,329). On the other hand, other variables such as the use of antidiabetic drugs, diabetes duration, age, comorbidities and polypharmacy showed no significant association with hypoglycemic events. Thus, the hypoglycemic risk factors in patients with type 2 diabetes receiving antidiabetic therapy due to reduction in food intake and lower laboratory results of HbA1C. Patients with reduction in food intake at risk of hypoglycemic events nine times greater than patients with normal food intake. Keywords: type 2 diabetes mellitus, hypoglycemia, food intake, HbA1C
Kajian Farmasi Klinik Potensi Interaksi Obat Dengan Kontrasepsi Oral Putri Kholilah Maulida; Keri Lestari
Farmaka Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i2.38329

Abstract

Kontrasepsi oral sebagai salah satu alat kontrasepsi yang digunakan di Indonesia harus memiliki efektivitas yang baik agar sesuai dengan tujuan penggunaannya. Interaksi obat harus dipertimbangkan ketika meresepkan kontrasepsi oral dengan obat lain untuk menghindari resiko kegagalan kontrasepsi dan efek samping lainnya. Artikel ini membahas kajian farmasi klinik potensi interaksi obat dengan kontrasepsi oral dengan memperhatikan mekanisme farmakokinetik dan farmakodinamik komponen kontrasepsi oral yaitu estrogen dan progesteron. Berdasarkan kajian ini didapatkan adanya potensi interaksi obat dengan kontrasepsi oral yang berpengaruh terhadap efektivitas keduanya sehingga diperlukan pemantauan terapi obat untuk menghindari penurunan efektivitas maupun reaksi obat yang tidak diinginkan.
REVIEW ARTIKEL : POTENSI TANAMAN HERBAL DI INDONESIA DALAM MENINGKATKAN KEBUGARAN TUBUH Fadila Nur Annisa; Ganis Fitria Fauziyyah; Imam Adi Wicaksono; Keri Lestari
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v5i2.8841

Abstract

Kebugaran tubuh perlu dicapai dan dipertahankan agar terhindar dari kelelahan berlebihan saat melakukan setiap aktivitas fisik. Terdapat banyak tanaman herbal yang secara empiris digunakan oleh masyarakat dalam membantu meningkatkan kebugaran tubuh. Pembuktian aktivitas stimulan dapat dilakukan dengan pengujian efek tonikum pada setiap tanaman herbal, yang dilakukan secara praklinik pada hewan uji dengan menggunakan metode natatory exhaustion. Tujuan dibuatnya artikel ini yaitu untuk memberikan informasi mengenai tanaman apa saja yang memiliki potensi dalam meningkatkan kebugaran melalui penelusuran pustaka jurnal pada database elektronik berupa Google Scholar. Beberapa tanaman herbal di Indonesia yang diperoleh seperti ceguk, gula aren, ilalang, kayu akway, kemiri, kenikir, lada hitam, mengkudu, nira aren dan air tebu, pandan, pasak bumi, pegagan, petai, sambiloto, sawo manila, dan secang. Metabolit sekunder dalam tanaman yang paling berpengaruh dalam kebugaran tubuh diantaranya flavonoid, alkaloid, fenol, terpenoid, dan juga saponin.
REVIEW ARTIKEL : ROKOK DAN BERBAGAI MASALAH KESEHATAN YANG DITIMBULKANNYA Anisa Marieta; Keri Lestari
Farmaka Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i2.34618

Abstract

ABSTRAKRokok merupakan hasil olahan tembakau termasuk cerutu atau bentuk lainnya. Merokok menjadi salah satu faktor resiko penyebab berbagai penyakit dan kematian dini.  Prevalensi pengguna rokok di Indonesia terus mengalami peningkatan yang awalnya 7.2% di tahun 2013 menjadi 9.1% di tahun 2018 dan 19.2% di tahun 2019. Seiring dengan prevalensi yang meningkat, penyakit yang terkait dengan penggunaan tembakau dan perilaku merokok juga meningkat.  Berdasarkan beberapa penelitian ternyata rokok dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti katarak, kerontokan rambut, penyakit paru obstruktif kronis, osteoporosis, gangguan pendengaran, karies, penyakit terkait kardiovaskular, kemandulan dan impotensi, kanker ovarium, kanker paru, kanker kulit, kanker usus.Kata kunci : Rokok, merokok, penyakit.
Peran Konseling Apoteker Terhadap Kepatuhan Terapi Pasien Hipertensi Pada Program Rujuk Balik BPJS di Puskesmas Kota Bandung Fitriah Nurhayani; Rini Hendriadi; Keri Lestari; Iis Rumawati
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42271

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan menimbulkan masalah ketidakpatuhan sehingga pengelolaannya dapat dilakukan melalui program rujuk balik BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian konseling apoteker terhadap kepatuhan pasien hipertensi pada program rujuk balik BPJS di puskesmas kota Bandung dengan menggunakan kuesioner Medication Adherence Report Scale (MARS). Studi ini merupakan penelitian quasi experimental dengan metode pretestdanposttestwith control group design yang dilakukan pada bulan februari 2019 sampai dengan bulan april 2019 di puskesmas kota Bandung. Sebanyak 82 pasien dikelompokan secara non random menjadi kelompok yang mendapatkan intervensi berupa konseling (41 pasien) dan kelompok tanpa intervensi atau kontrol (41 pasien) yang diikuti selama tiga bulan untuk mengukur tingkat kepatuhan pasien dengan kuesioner MARS. Konseling apoteker memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kepatuhan pasien hipertensi dalam program rujuk balik  untuk kelompok kontrol(p 0,025) dan kelompok intervensi (p 0,000). Setelah dilakukan konseling pada kelompok intervensi terjadi perubahan  dari kepatuhan sedang sebanyak 11 pasien (26,80%) menjadi kepatuhan tinggi sebanyak 30 pasien (73,20%). Terdapat pengaruh pemberian konseling oleh apoteker terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi program rujuk balik BPJS.
ANALISIS CIRCULATING RETINOL BINDING PROTEIN 4 (RBP4) DAN ADIPONEKTIN DARI EKSOSOM SEBAGAI PENANDA BIOKIMIA UNTUK RESISTENSI INSULIN PADA SUBJEK DENGAN OBESITAS SENTRAL Catharina A. P. Utami; Keri Lestari; Miswar Fattah
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42476

Abstract

Circulating RBP4 dan adiponektin yang dapat ditemui pada cairan tubuh khususnya serum dan eksosom. Penelitian ini dilakukan untuk menilai perbedaan kadar circulating RBP4 dan adiponektin dalam eksosom dan serum serta menilai hubungannya dengan resistensi insulin. Sebanyak 65 subjek berpartisipasi dalam penelitian ini yang selanjutnya dianalisa berdasarkan tiga kelompok penelitian, yakni 18 non obese (non-diabetes), 39 obesitas sentral (non-diabetes), dan 8 obesitas sentral (prediabetes). Sampel serum dikumpulkan dari masing-masing peserta dan eksosom diisolasi dari sampel serum menggunakan Total Exosome Isolation Kit (Invitrogen). Pengukuran kadar RBP4 dilakukan menggunakan ELISA, sementara adiponektin menggunakan flowcytometri. Hasil penelitian ini diperoleh perbedaan yang signifikan kadar circulating RBP4 dalam eksosom (p=0,030) dibandingkan dalam serum (p=0,806). Selain itu terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar circulating RBP4 dalam eksosom pada kelompok obesitas sentral (non-diabetes) (p= 0,016) dan obesitas sentral (prediabetes) (p=0,054) dibandingkan kelompok non-obese (non-diabetes) (p= 0,164). Sehingga circulating RBP4 pada eksosom dapat digunakan untuk mendeteksi kondisi prediabetes lebih signifikan dibandingkan pada serum. Sedangkan pada adiponektin, tidak ditemukan perbedaan bermakna kadarnya dalam eksosom (p=,397) dan serum (p=0,138). Hasil ini menunjukkan bahwa pemeriksaan adiponektin cukup dapat dilakukan melalui serum.Pada uji korelasi dengan HOMA IR, menunjukkan tidak adanya korelasi parameter circulating RBP4 eksosom (p=0,923; r= 0,031) dan serum (p=0,413; r= -0,103), namun terdapat korelasi negatif dengan adiponektin dalam eksosom (p=0,002; r= -0,381) dan serum (p= <0,001; r= -0,432). Signifikansi hubungan adiponektin dengan resistensi insulin terlihat dalam kelompok eksosom non-obese (non-diabetes) (p=0,012; r=-0.580). Hasil ini menunjukkan bahwa adiponektin dalam eksosom dapat berpotensi menjadi penanda biokimia untuk resistensi insulin pada pasien dengan obesitas sentral.
PENGARUH KONSELING APOTEKER TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT DAN KONTROL GLIKEMIK PASIEN DM TIPE 2 PADA PROGRAM RUJUK BALIK BPJS KESEHATAN DI PUSKESMAS KOTA BANDUNG Rizky H. Rambe; Keri Lestari; Auliya A. Suwantika; Iis Rukmawati
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42481

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan salah satu penyakit kronis yang masuk dalam Program Rujuk Balik (PRB) BPJS Kesehatan karena memerlukan pengobatan dalam jangka panjang. Untuk itu, kepatuhan penggunaan obat merupakan hal yang penting dalam pengobatan DM tipe 2 agar tercapai kontrol glikemik yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling apoteker terhadap kepatuhan penggunaan obat serta kontrol glikemik pasien DM tipe 2 yang mengikuti PRB BPJS Kesehatan di Puskesmas A dan Puskesmas B di Kota Bandung. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan metode pretest posttest with control group design dan dilaksanakan pada bulan Februari-April 2019. Pengukuran kepatuhan dilakukan menggunakan kuesioner Medication Adherence Rating Scale (MARS). Subjek penelitian yang masuk dalam kriteria inklusi sebanyak 60 orang. Berdasarkan hasil penelitian, peningkatan rata-rata skor MARS kelompok intervensi adalah 3,23 ± 2,31 lebih tinggi dari kelompok kontrol yaitu 1,07 ± 2,33. Sementara penurunan GDP pada kelompok intervensi sebesar 7,8 ± 57,4 mg/dL, dan kelompok kontrol mengalami kenaikan GDP sebesar 23,7 ± 59,4 mg/dL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konseling apoteker memberikan pengaruh terhadap kepatuhan penggunaan obat serta kontrol glikemik pasien DM tipe 2 yang mengikuti PRB BPJS Kesehatan.
HUBUNGAN PAJANAN PESTISIDA DAN HORMON REPRODUKSI PRIA PADA PENYEMPROT PESTISIDA DI AREA BANDUNG Wahyu P. Sari; Keri Lestari; Mulyana Mulyana
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42348

Abstract

Pestisida merupakan salah satu bahan kimia yang telah diidentifikasi peranannya sebagai senyawa pengganggu endokrin (endocrine disruptor) pada manusia. Gangguan pada endokrinologi reproduksi dapat mengakibatkan berbagai efek samping pada sistem reproduksi dan perkembangan, berpengaruh terhadap fungsi seksual serta kadar hormon reproduksi yang terganggu. Penelitian yang akan dilakukan bertujuan untuk melihat hubungan antara pajanan pestisida dan variabel individu terhadap hormon reproduksi pria penyemprot pestisida setelah pajanan kronis. Penelitian dilakukan pada Bulan Juni 2019 terhadap pria penyemprot pestisida di perkebunan bunga, buah dan sayur di Lembang dan Pangalengan, Bandung. Hasil menunjukkan terjadi penurunan aktivitas enzim asetilkolinestrase (AChE) eritrosit antara kelompok yang bekerja dengan golongan pestisida inhibitor asetilkolinesterase dengan yang tidak, dengan perbedaan yang signifikan (p = 0.057). Variabel indeks massa tubuh berkorelasi negatif dengan kadar testosteron (p = 0.001). Kadar LH dan FSH berkorelasi positif dengan variabel usia dan masa kerja.
FORMULASI TABLET DARI EKSTRAK BIJI PALA (Myristica fragrans Houtt.) BEBAS MIRISTISIN DAN SAFROL DENGAN METODE GRANULASI BASAH Yova Amijaya Fitri; Dradjad - Priambodo; Keri - Lestari
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.879 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v5i2.55

Abstract

AbstrakIndonesia adalah negara yang kaya akan tanaman obat. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan obat adalah pala (Myristica fragrans Houtt.). Namun, kandungan miristisin dan safrol pada biji pala memberikan efek yang tidak diharapkan bagi tubuh sehingga harus dipisahkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Pemisahan miristisin dan safrol dapat dilakukan dengan metode kromatografi kolom sehingga diperoleh ekstrak biji pala yang bebas miristisin dan safrol. Berdasarkan penelitian sebelumnya, ekstrak biji pala bebas miristisin dan safrol (PBMS) memiliki aktivitas sebagai antihiperglikemik dan antidislipidemik. Penelitian ini bertujuan membuat formula sediaan tablet dari ekstrak PBMS yang memenuhi persyaratan dan memiliki aktivitas sebagai antihiperglikemik dan antidislipidemik. Metode penelitian eksperimental meliputi ekstraksi, pemisahan miristisin dan safrol, formulasi sediaan tablet dengan perbedaan variasi konsentrasi PVP yaitu 2%, 3%, 4%, dan 5%, evaluasi sediaan tablet, dan pengujian aktivitas sediaan tablet. Hasil penelitian menujukkan bahwa sediaan tablet yang dibuat memenuhi persyaratan kualitas tablet. Berdasarkan data hasil kromatografi lapis tipis (KLT), zat berkhasiat dari ekstrak PBMS masih terdapat dalam sediaan tablet setelah melalui tahapan formulasi. Berdasarkan pertimbangan klinis untuk terapi diabetes melitus maka diperlukan tablet yang dapat segera hancur agar dapat segera memberikan aktivitas. Tablet yang memiliki waktu hancur tercepat adalah tablet formula 1 (F1) dengan waktu hancur 6,71 menit. Kata kunci : Ekstrak, Formulasi, Myristica fragrans Houtt., Pala, Tablet AbstractIndonesia is a rich country in medicinal plants. One of the plants can be used as a medicinal plant is nutmeg (Myristica fragrans Houtt.). However, the content of myristicin and safrole on nutmeg give undesirable effects to the body, so they need to be removed. Myristicin and safrole can be removed using column chromatography method. Based on previous research, nutmeg seed extract free myristicin and safrole (PBMS) have antihiperglicemic and antidislipidemic activities. This research aims to create a tablet formulation of PBMS that meet the requirements and have antihiperglicemic and antidislipidemic activities. Experimental methods include extraction, separation myristicin and safrole, tablet formulations with variations concentration of PVP 2%, 3%, 4% and 5%, evaluation of tablets and tablet activities assay. The results showed that the tablets which formulated are meet the requirements of good quality tablets. Based on the data of thin layer chromatography (TLC), efficacions substance of PBMS were found in the tablets after formulation steps done. Based on clinical considerations for the treatment of diabetes mellitus then needed a tablet that can be disintegrated immediately in order to provide immediate activity. Tablets that have the fastest time of disintegration is formula 1 (F1) which disintegration time is 6.71 minutes.  Keyword : Extract, Formulation, Myrisytica fragrans Houtt., Nutmeg, Tablet
Co-Authors Abdurahman Ridho ADIRA RAHMAWATY Adit Taufik Ahmad Muhtadi Ajeng Diantini, Ajeng Albertus Budi Sulistya Anas Subarnas Andi Wijaya ANISA MARIETA Anna Meiliana Anna Meiliana Arifin, Arief Riadi Arsenila Dewi Pramanti Asti Y. Rindarwati Aulia, Gina Auliya A. Suwantika Babikian, Haig Barliana, Melisa I. BERLIAN HANUTAMI N.P. Bryan J. Siagian Budi Setiabudiawan Catharina A. P. Utami Chandra Agung Purnama Cissy Bana Kartasasmita Cynthia Retna Sartika Destiani, Dika P. Desyandri Desyandri Dika P. Destiani DILA TRIARINI, DILA Dradjad - Priambodo Dwi Lestari Sulistyaningsih Eli Halimah, Eli Erizal Sugiono Erizal Sugiono, Erizal Fadila Nur Annisa Fadlilah, Aida Roja Fajriansyah Fajriansyah FATHYA ULFA Ferdy Ferdian Fitriah Nurhayani Florencia, Carla Furqani, Winda H. Ganis Fitria Fauziyyah Geofanny Facicilia Ghassani, Salma K. Gina Aulia Herdaningsih, Sulastri Herdaningsih, Sulastri Iceu Dimas Kulsum Ida Paulina Sormin Ida Paulina Sormin Iis Rukmawati Iis Rumawati Imam Adi Wicaksono Indriyanti Rafi Sukmawati Insani, Widya N. Irma M. Puspitasari Irma M. Puspitasari Irma M. Puspitasari, Irma M. Irma Rahayu Latarissa Irmansyah Irmansyah Iskandarsyah, Aulia Ismail, Efriadi Jutti Levita Khaerani, Fitri Azlia Khoirunnisa, Izzatul Kristin Talia Marbun Kusnendar, Ahmad Nada Lisna Nur Imani Magdarita Riwu Maharani, Devita Salsa Marsya Nilam Kirana Mas Rizky Anggun Adipurna Syamsunarno Meilani Jayanti Melisa Fuji Faujiah Dwi Putri Melisa I Barliana Melisa I. Barliana Melisa Intan Barliana MICHELLE FERDINAND Miswar Fattah Mulyana Mulyana Mulyanto, Sangkan Mutakin Mutakin Nabilah Azka Nihlah Nabilah Nadhif Nabilah Nadhif Nimas T. I. Tarina Norisca A. Putriana Nuning Nurcayani Nyai Ayu Sylfia Stannia Puspitasari Helmi Oktavelia, Wanda Pradana, Eky Septian Prayudi Santoso Putri Kholilah Maulida Putri, Adinda Naswa Putri, Norisca A. Putri, Norisca A. Putriana, Norisca A. Ramadhan, Iqbal Sujida Rano K. Sinuraya Rima Haifa Rina Triana Rindarwati, Asti Y. Rini Hendriadi Rizky Abdulah Rizky H. Rambe Salma K. Ghassani Setiawan Setiawan Siagian, Bryan J. Sinuraya, Rano K. Siti Saidah Siti Saidah Soemita, Nanang Sumalim, Yelsen Taofik Rusdiana Taufik, Adit TIANA MILANDA Triatmaja, Dendy Vani Rahmasari Wahyu P. Sari Wida Mulyaningsih Widya N. Insani Winda H. Furqani Yova Amijaya Fitri Yovita Hartantri Yussy Afriani Dewi YUSUF, RAMAYANI Zaerani, Rani Zelika Mega Ramadhania Zulfahmidah, Zulfahmidah Zulfan Zazuli