Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI INTERAKSI ANTAR OBAT PADA RESEP SALAH SATU APOTEK DI BANDUNG TRIARINI, DILA; Lestari, Keri; Mulyanto, Sangkan
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.509 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22977

Abstract

Interaksi antar obat merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya polifarmasi. Identifikasi interaksi antar obat dilakukan pada resep yang masuk di salah satu Apotek di Bandung pada bulan April 2019. Dari 61 resep yang diambil secara acak, terdapat 18 interaksi obat pada 15 resep yang berbeda. Interaksi antar obat yang teridentifikasi terdiri dari 5 interaksi kategori major (27,7%), 9 interaksi kategori moderate (50%), dan 4 interaksi kategori minor (22,2%). Pengaruh dari interaksi antar obat dapat diminimalisir melalui peningkatan kewaspadaan oleh tenaga kesehatan professional, terutama farmasis.Kata kunci: interaksi obat, apotek, interaksi antar obat
Assessment of Health-Related Quality of Life Among Patients Management Program of Chronic Diseases Type 2 Diabetes Mellitus Fajriansyah1,2, Iskandarsyah A3, IM Puspitasari1,4, Keri Lestari1,4
Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Vol. 14 No. 2 (2020): Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology
Publisher : Institute of Medico-legal Publications Pvt Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37506/ijfmt.v14i2.3076

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) has significant adverse effects on health-related quality of life. PROLANIS program is a system of governance of health services and health education for social health insurance participants who suffer from type 2 diabetes mellitus to achieve the optimal quality of life independently. This research aims to measure quality of life in T2DM patient. The research was an analytical non-experimental study according to the patient’s perspective using prospective data collection techniques. The subjects are PROLANIS patient T2DM who comply inclusion and exclusion criteria.The data were collected by using the European Quality of Life 5 Dimensions 5 Levels (EQ-5D-5L) Indonesian questionnaire. Data analysis using EQ-5D preference weight for each health state using Indonesian EQ-5D-5L Value Set. Furthermore, the percentage of the patients’ problems, EQ-5D index (utility) and EQ-5D VAS were calculated. A total of 220 patients were included. Seventy-two different EQ-5D index values were described by the patients. Obtained 37 subjects (16.82%) had no problems. The EQ-5D index value highest is 1,000 (n = 32, 14,54%) and EQ-5D index value lowest is -0,384 (n = 1, 0,45%). EQ-5D index value has an average is 0.57 (SD 0,32) and EQ VAS value has an average is 72.19 (SD 14.73). This study also confirmed that T2DM remains a critical predictor of health outcomes among patients. Results from this study could be constructive in clinical practice, particularly in the early treatment of T2DM patients where improving HRQoL is still possible.
Pengukuran Kualitas Hidup Pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tamalanrea Makassar Fajriansyah Fajriansyah; Keri Lestari; Aulia Iskandarsyah; Irma M. Puspitasari
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25886

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) memiliki dampak yang kuat terhadap kualitas hidup pasien. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) merupakan suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas hidup pasien PROLANIS DMT2 di Puskesmas Tamalanrea kota Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional rancangan potong lintang dengan pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner secara prospektif. Subjek penelitian adalah pasien PROLANIS DMT2 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang berobat di Puskesmas Tamalanrea periode Januari-Juni 2017. Kualitas hidup pasien diukur secara generik dengan menggunakan kuesioner Euro Quality of Life 5 Dimension 5 Level (EQ5D5L) Bahasa Indonesia. Analisis data setiap kondisi kesehatan menggunakan nilai indeks utilitas EQ5D5L Indonesia. Selanjutnya dihitung persentase masalah pasien, indeks utilitas dan nilai Visual Analogue Scale (VAS). Sebanyak 69 pasien bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini. Diperoleh 39 nilai indeks status kesehatan EQ5D5L. Nilai indeks EQ5D5L tertinggi adalah 1,000 (10 pasien 14,49%) dan nilai terendah adalah 0,035 (1 pasien 1,45%). Rata-rata nilai indeks EQ5D5L adalah 0,609±0,26 dan rata-rata nilai VAS adalah 74,36±14,60. 10 pasien (14,49%) tidak memiliki masalah pada kelima dimensi, 51 pasien (73,91%) bermasalah pada dimensi kemampuan berjalan, 46 pasien (66,67%) bermasalah pada dimensi kegiatan yang biasa dilakukan, 45 pasien (65,21%) bermasalah pada dimensi rasa cemas/depresi (sedih), 44 pasien (63,77%) bermasalah pada dimensi rasa nyeri/tidak nyaman dan 42 pasien (60,87%) bermasalah pada dimensi perawatan diri. Sehingga, kualitas hidup pasien PROLANIS DMT2 di Puskesmas Tamalanrea menunjukkan angka yang rendah.
IDENTIFIKASI POTENSI INTERAKSI ANTAR OBAT PADA RESEP SPESIALIS PENYAKIT DALAM DI SALAH SATU APOTEK DI KOTA BANDUNG FATHYA ULFA; Eky Septian Pradana; Keri Lestari
Farmaka Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i1.32314

Abstract

Permasalahan terkait pengobatan merupakan suatu kondisi dalam penatalaksanaan terapi pasien yang dapat menyebabkan, atau memiliki potensi yang menyebabkan tidak tercapainya hasil terapi yang optimal.Salah satu permsalahanterkait obat yaitu interaksi obat.Adanya interaksi obat dengan obat lainnya dapat menyebabkan tidak tercapainya efek terapi atau dapat menimbulkan efek samping. Walaupun efek samping dapat terjadi karena faktor individu, penyakit, atau obat. Oleh karena itu dilakukan identifikasi untuk melihat gambaran potensi interaksi obat pada resep spesialis penyakit dalam di salah satu apotek di Kota Bandung. Resep dari dokter spesialis penyakit dalam diambil dari salah satu apotek di kota Bandung pada bulan Mei-Agustus 2020. Setiap resep dilakukan analisis terkait interaksi obat dengan menggunakan software Interactions Checker pada drugs.com yang dapat diakses secara online yang kemudian diklasifikasikan menjadi 3 kategori yaitu major, moderate, dan minor. Hasil yang didapatkan yaitu dari 974 resep terdapat 31,83 % potensi interaksi dengan 123 interaksi major, 168 interaksi moderate dan 19 interaksi minor.Obat yang paling banyak ditemukan memiliki interaksi yaitu rifampisin dan pirazinamid. Kombinasi tersebut dapat meningkatkan risiko hepatotoksik sehingga penggunaannya perlu dilakukan pemantauan terhadap fungsi hati.
NEUTRALIZING ANTIBODY TERJADI PADA MANUSIA DARI VIRUS SARS-COV-2 AKIBAT VAKSIN YANG BEREDAR DI INDONESIA Nyai Ayu Sylfia Stannia Puspitasari Helmi; Keri Lestari
Farmaka Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i1.33924

Abstract

ABSTRAKKebutuhan akan vaksin untuk menanggulangi Covid-19 semakin meningkat. Penelitianpun digencarkan untuk mendapatkan vaksin yang lebih baik dari segi efektivitas dan keamanannya. Selain itu dilihat pula respon yang terjadi didalam tubuh setelah diberikan vaksinasi. Antibodi penetral adalah penanda kekebalan tubuh terhadap infeksi berulang dari virus yang sama dan muncul sebagai respon tubuh setelah diberikan vaksinasi. Peneliti dari seluruh dunia berpacu dengan waktu mengembangkan vaksin dengan efek yang terbaik. Dari vaksin-vaksin tersebut pemerintah telah menetapkan beberapa vaksin yang akan digunakan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk merangkum antibodi penetral dan sel yang berkontribusi terhadap kekebalan tubuh yang muncul setelah dilakukannya vaksinasi. Sehingga didapatkan informasi terkait antibodi penetral yang muncul dan efektivitas vaksin tersebut dalam menjaga kekebalan tubuh.ABSTRACTThe need for vaccines to cope with Covid-19 is increasing. Research was launched to get a better vaccine in terms of effectiveness and safety. In addition, it is also seen the response that occurs in the body after vaccination. Neutralizing antibodies are markers of the body's immunity against recurrent infections of the same virus and appear as a response of the body after vaccination. Researchers from around the world are racing against the clock to develop a vaccine with the best effects. From these vaccines the government has determined several vaccines that will be used in Indonesia. This study aims to summarize neutralizing antibodies and cells that contribute to the immunity that arises after vaccination. So that information related to neutralizing antibodies that appear and the effectiveness of the vaccine in maintaining immunity.Keywords : Neutralizing Antibodi, COVID-19, Vaccine
REVIEW ARTIKEL : Manajemen Terapi Demam Tifoid : Kajian Terapi Farmakologis dan Non Farmakologis Vani Rahmasari; Keri Lestari
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.558 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17445

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Penderita demam tifoid di Indonesia mencapai 81% per 100.000. Demam tifoid dapat diberikan terapi farmakologis maupun non farmakologis yang bertujuan untuk mempercepat penyembuhan, meminimalkan komplikasi sekaligus untuk mencegah penyebaran penyakit. Metode yang digunakan dalam pengerjaan literatur review ini adalah studi literatur yang bersumber dari jurnal, e-book, dan artikel ilmiah nasional maupun internasional dengan tahun terbit maksimal 5 tahun terakhir. Terapi farmakologis yang dapat diberikan pada penderita demam tifoid yaitu terapi antibiotik seperti penggunaan Ciprofloxacin, Cefixime, Kloramfenikol, Tiamfenikol, Azitromisin, Ceftriaxone dan terapi kortikosteroid seperti penggunaan Dexametasone. Namun, perlu diperhatikan dalam penggunaan antibiotik maupun kortikosteroid dalam pengobatan demam tifoid. Penggunaan secara sembarangan menyebabkan peningkatan kejadian demam tifoid yang resistensi terhadap antibiotik maupun timbulnya efek samping terhadap antibiotik maupun kortikosteroid yang justru memperburuk kondisi penderita demam tifoid.Terapi non farmakologis untuk demam tifoid yaitu tirah baring, diet lunak rendah serat serta menjaga kebersihan. Kajian terapi farmakologis diperlukan dalam pemilihan jenis obat  yang akan sangat menentukan kualitas penggunaan obat dalam pemilihan terapi dan kajian non farmakologis diperlukan untuk mendukung keberhasilan terapi.Kata Kunci : Demam tifoid, terapi farmakologis, terapi non farmakologis
REVIEW : NUTRASEUTIKAL UNTUK PASIEN DIABETES MICHELLE FERDINAND; Keri Lestari
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.302 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22157

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit dengan gangguan metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang mampu menyebabkan kematian. Penderita penyakit ini semakin tahun semakin meningkat sebanding dengan jumlah angka kematian karena diabetes mellitus. Indonesia menduduki peringkat ke-7 dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia dan diabetes mellitus termasuk ke dalam 10 penyebab kematian di dunia. Diabetes ini juga dapat menyebabkan berbagai risiko komplikasi dengan penyakit lainnya. Penanganan terhadap diabetes ini dapat dilakukan dengan berbagai cara pengobatan yaitu dengan menggunakan obat – obatan. Terapi diabetes tidak hanya bertumpu pada obat sebagai terapi farmakologi, namun juga pada terapi non farmakologi yang mencakup pengendalian pola makan dan rekayasa pola hidup. Akan lebih menguntungkan jika selama terapi ditunjang oleh nutrisi makanan fungsional (nutrasetikal) yang bermanfaat untuk menunjang pengendalian gula darah pasien diabetes. Secara empiris, herbal yang digunakan masyarakat untuk terapi pasien diabetes mellitus adalah bawang merah, bawang putih, lidah buaya, sambiloto, teh hijau, cabe rawit, tapak dara, kayu manis, kunyit, mangga, pare, stevia, dan jahe dengan nama latin Allii Cepa Bulbus, Allii Sativi Bulbus, Aloe vera, Andrographis paniculata, Camelia sinensis,  Capsicum annuum, Catharanthus roseus (L.) G. Don, Cinnamon zeylanicum, Curcuma domestica, Mangifera indica, Momordica charantia, Stevia rebaudina, dan Zingiber officinale.
Identifikasi Interaksi Antar Obat Pada Resep di Apotek Kimia Farma 58 Kota Bandung BERLIAN HANUTAMI N.P.; Keri Lestari
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2308.439 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22956

Abstract

Penggunaan obat semakin hari semakin meningkat untuk itu diperlukan penggunaan obat yang rasional bagi setiap pasien. Polifarmasi merupakan salah satu bentuk penggunaan obat yang irasional. Polifarmasi dapat menyebabkan timbulnya interaksi antar obat yang dapat meningkatkan atau menurunkan efektifitas dari salah satu obat. Interaksi obat dapat menyebabkan penurunan efek obat sehingga hasil terapi tidak maksimal. Oleh karena itu dilakukan identifikasi interaksi obat mencegah timbulnya resiko morbiditas dan mortalitas dalam pengobatan pasien. Identifikasi interaksi obat dilakukan dengan memilih secara acak dua resep perharinya lalu ditentukan tingkat keparahannya.menggunakan situs www.drugs.com dan aplikasi Medscape. Hasil yang didapatkan yaitu terdapat 21 resep dari 60 resep yang terdapat interaksi antar obat. Potensi interaksi antar obat sebesar 35 %. Untuk interaksi minor 23,8 %, interaksi moderate 57,14 % dan interaksi mayor 19,04 %.Kata Kunci : Interaksi Obat, Mayor, Minor, Moderate, Polifarmasi
REVIEW : POTENSI SEL DENDRITIK SEBAGAI VAKSIN COVID-19 DAN PERBANDINGANNYA DENGAN VAKSIN YANG TELAH BEREDAR DI INDONESIA ADIRA RAHMAWATY; Keri Lestari
Farmaka Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i3.33638

Abstract

Covid 19 merupakan pandemi yang masih dihadapi hingga saat ini. Berbagai penelitian dilakukan untuk mencari agar dunia dapat kembali beraktivitas seperti sebelumnya, mulai dari penelitian obat hingga vaksin. Vaksin menjadi hal yang sangat populer akhir-akhir ini terutama di Indonesia. Hadirnya berbagai macam vaksin membawa efektifitas dan keunggulannya masing-masing, di satu sisi Indonesia sendiri melakukan penelitian dan pengembangan vaksin dalam negeri salah satunya vaksin nusantara. Metode yang digunakan untuk membuat vaksin ini berbeda dengan vaksin-vaksin yang sudah beredar di Indonesia. Vaksin nusantara ini menggunakan sel dendritik sehingga pembuatan dan penggunaan vaksin ini berdasarkan individu masing-masing. Sel dendritik memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi vaksin Covid 19. Berdasarkan hal tersebut didapatkan 318 artikel riset yang berkaitan dengan kata kunci dan 25 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Pengembangan sel dendritik untuk menjadi vaksin memang masih belum banyak dilakukan, sel dendritik sendiri selama ini dimanfaatkan sebagai terapi untuk pengobatan beberapa kanker. Pengembangan sel dendritik menjadi salah satu kandidat vaksin Covid 19 merupakan suatu hal yang menjadi tantangan karena segi efektifitas dan efisiensi dalam pembuatan vaksin tersebut hingga masalah biaya yang perlu ditanggung.
PENETAPAN KADAR DEHIDRODIISOEUGENOL DALAM TABLET EKSTRAK PALA DENGAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Dwi Lestari Sulistyaningsih; Mutakin Mutakin; Keri Lestari; Jutti Levita
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2143.441 KB) | DOI: 10.24198/.v4i2.16802

Abstract

AbstrakPenetapan kadar dehidrodiisoeugenol dalam tablet ekstrak pala dapat menggunakan KCKT fase terbalik dengan kolom C18, fase gerak metanol dan air dengan perbandingan 73:27 menggunakan detektor ultraviolet pada panjang gelombang 282 nm dan waktu retensi dehidrodiisoeugenol 13,79 menit. Perolehan kembali dehidrodiisoeugenol 100,14%±0,55% Batas deteksi 0,892 μg/ml dan batas kuantisasi 2,97 μg/ml. Kadar tablet ekstrak pala 300 mg mengandung dehidrodiisoeugenol sebanyak 0,818 mg.Kata kunci : dehidrodiisoeugenol, validasi, KCKT
Co-Authors Abdurahman Ridho ADIRA RAHMAWATY Adit Taufik Ahmad Muhtadi AJENG DIANTINI Ajeng Diantini, Ajeng Anas Subarnas Andi Wijaya ANISA MARIETA Anna Meiliana Arifin, Arief Riadi Asti Y. Rindarwati Aulia, Gina Auliya A. Suwantika Babikian, Haig Barliana, Melisa I. BERLIAN HANUTAMI N.P. Bryan J. Siagian Budi Setiabudiawan Catharina A. P. Utami Chandra Agung Purnama Destiani, Dika P. Desyandri Desyandri DIANTINI, AJENG - Dika P. Destiani DILA TRIARINI, DILA Dwi Lestari Sulistyaningsih Eli Halimah Eli Halimah, Eli Erizal Sugiono, Erizal Fadila Nur Annisa Fadlilah, Aida Roja Fajriansyah Fajriansyah FATHYA ULFA Ferdy Ferdian Fitriah Nurhayani Florencia, Carla Furqani, Winda H. Ganis Fitria Fauziyyah Ghassani, Salma K. Gina Aulia Herdaningsih, Sulastri Herdaningsih, Sulastri Iceu Dimas Kulsum Ida Paulina Sormin Iis Rukmawati Iis Rumawati Imam Adi Wicaksono Insani, Widya N. Irma M. Puspitasari Irma M. Puspitasari Irma M. Puspitasari, Irma M. Iskandarsyah, Aulia Ismail, Efriadi Jutti Levita Khaerani, Fitri Azlia Khoirunnisa, Izzatul Kusnendar, Ahmad Nada Magdarita Riwu Maharani, Devita Salsa Meilani Jayanti Melisa I. Barliana Melisa Intan Barliana Melisa Intan Barliana MICHELLE FERDINAND Miswar Fattah Mulyana Mulyana Mulyanto, Sangkan Mutakin Mutakin Nabilah Azka Nihlah Nabilah Nadhif Nabilah Nadhif Nimas T. I. Tarina Norisca A. Putriana Nuning Nurcayani Nyai Ayu Sylfia Stannia Puspitasari Helmi Oktavelia, Wanda Pradana, Eky Septian Prayudi Santoso Putri Kholilah Maulida Putri, Adinda Naswa Putri, Norisca A. Putri, Norisca A. Putriana, Norisca A. Ramadhan, Iqbal Sujida Rano K. Sinuraya Rindarwati, Asti Y. Rini Hendriadi Rizky Abdulah Rizky H. Rambe Salma K. Ghassani Setiawan Setiawan Siagian, Bryan J. Sinuraya, Rano K. Siti Saidah Siti Saidah Soemita, Nanang Sumalim, Yelsen Taofik Rusdiana Taufik, Adit TIANA MILANDA Triatmaja, Dendy Vani Rahmasari Wahyu P. Sari Widya N. Insani Winda H. Furqani Yovita Hartantri YUSUF, RAMAYANI Zaerani, Rani Zelika Mega Ramadhania Zulfan Zazuli