Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS POTENSI INTERAKSI OBAT PADA RESEP SPESIALIS PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN DI SALAH SATU KLINIK DI KOTA BANDUNG Khoirunnisa, Izzatul; Pradana, Eky Septian; Lestari, Keri
Farmaka Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i1.30498

Abstract

ABSTRAKInteraksi obat dengan obat merupakan proses di mana obat berinteraksi dengan obat lain dan memengaruhi aktivitasnya dengan meningkatkan atau menurunkan efeknya. Interaksi antar obat dapat menyebabkan efek samping atau menghasilkan efek baru yang tidak terkait dengan efek keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan mekanisme interaksi obat pada resep spesialis penyakit kulit dan kelamin dan  mengidentifikasi obat yang sering berinteraksi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi retrospektif dengan menggunakan data resep yang tersimpan secara elektronik pada bulan Mei, Juni dan Juli Tahun 2020 dengan metode observasional cross-sectional. Analisis interaksi antar obat dilakukan menggunakan aplikasi Interactions Checker pada drugs.com dan diperoleh bahwa 3 resep memiliki potensi DDI (Drug-Drug Interaction) atau sekitar 0,2% potensi DDI. Klasifikasi interaksi dibagi menjadi tiga kelompok yaitu terdapat 1 resep yang memiliki potensi DDI kategori minor (0,06%), 2 resep yang memiliki potensi DDI kategori moderate (0,13%) dan tidak ada resep dengan potensi DDI kategori mayor.Kata Kunci: Interaksi Obat, Spesialis Kulit dan Kelamin.
REVIEW ARTIKEL : PERAN APOTEKER DALAM PENGOBATAN SKABIES DI APOTEK Florencia, Carla; Lestari, Keri
Farmaka Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i2.46293

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Tungau masuk ke dalam kulit yang menyebabkan rasa gatal. Penularan terjadi karena adanya perpindahan tungau betina yang hamil dengan adanya penularan secara kontak langsung dan tidak langsung. Diagnosis umunya menggunakan metode invasif yaitu mengkerok kulit yang terinfeksi. Terapi yang dapat diberikan antara lain adalah permetrin krim, sediaan krim yang mengandung lindane 1% dan asam usnat 1% dan ivermektin oral. Peran apoteker dalam terapi skabies di apotek adalah dengan memberikan pelayanan kefarmasian berupa dispensing, pelayanan informasi obat, konseling, pelayanan kefarmasian ke rumah, pemantauan terapi obat, dan monitoring efek samping yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Tinjauan Pustaka: Kajian Klinis Penggunaan Obat Keras pada Minor Illness Oktavelia, Wanda; Lestari, Keri
Farmaka Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i2.52994

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya seseorang melakukan pengobatan mandiri untuk mengatasi gejala atau keluhan yang ringan atau disebut sebagai minor illness. Kondisi minor illness dapat diobati dengan menggunakan obat yang termasuk dalam golongan obat over the counter (OTC), tetapi tidak jarang pasien juga menggunakan golongan obat keras. Obat keras yang dimaksud merupakan obat yang terdapat dalam daftar Obat Wajib Apotek (OWA) yang dapat dibeli dan diserahkan oleh apoteker tanpa mengunakan resep dokter. Penggunaan obat keras pada minor illness harus sesuai dengan kondisi yang dialami dan mematuhi persyaratan yang ada. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara klinis pengunaan obat keras pada kondisi minor illness.
Review: Peran Antioksidan dalam Imunitas Tubuh Fadlilah, Aida Roja; Lestari, Keri
Farmaka Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i2.45929

Abstract

Antioksidan merupakan molekul yang mencegah kerusakan sel terhadap radikal bebas. Sel membutuhkan tingkat pertahanan antioksidan yang memadai untuk menghindari efek berbahaya dari produksi reactive oxygen species (ROS) yang berlebihan dan untuk mencegah kerusakan sel kekebalan. Selama proses inflamasi, aktivasi fagosit dan/atau aksi produk bakteri dengan reseptor spesifik mampu mendorong perakitan multikomponen flavoprotein NADPH oksidase, yang mengkatalisis produksi radikal anion superoksida (O2-) dalam jumlah tinggi. Dalam keadaan khusus ini, neutrofil dan makrofag menghasilakan radikal bebas superoksida dan H2O2, yang penting untuk pertahanan melawan mikroba. Untuk itu, antioksidan mutlak diperlukan untuk mengatur reaksi yang melepaskan radikal bebas. Antioksidan yang biasa disertakan dalam makanan seperti vitamin E, vitamin C, Vitamin A, selenium, zinc, cuprum dan iron menunjukkan peran yang penting dalam meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.Kata kunci: Antioksidan, Radikal Bebas, Sistem Imun
Peran alumni SMP Negeri 2 Bandung pada percepatan vaksinasi Covid 19 untuk mengurangi penyebaran Covid 19 Yusuf, Ramayani; Lestari, Keri; Soemita, Nanang; Kusnendar, Ahmad Nada
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v6i3.1441

Abstract

Menggunakan segala sumber daya yang tersedia dari masyarakat, pemerintah, dan masyarakat, alumni SMP Negeri 2 Bandung memberikan vaksinasi sebagai bentuk pengabdian masyarakat untuk mengurangi risiko penyebaran virus Covid 19 di Kota Bandung. Masyarakat umum, keluarga besar, dan lulusan SMP 2 Bandung yang belum mendapatkan imunisasi Covid 19 dosis 1 atau 2 merupakan penerima manfaat yang dituju. Proses yang digunakan dibagi menjadi tiga tahap: perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan. Pada 30 Oktober 2021 telah dilaksanakan implementasi dengan total 858 peserta vaksinasi. Kelancaran acara dan peningkatan jumlah penerima vaksin di Kota Bandung dimungkinkan berkat partisipasi IKA SMP 2 Bandung dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya vaksinasi.
Monitoring Terapi Warfarin pada Pasien Pelayanan Jantung pada Rumah Sakit di Bandung Putri, Norisca A.; Lestari, Keri; Diantini, Ajeng; Rusdiana, Taofik
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.259 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui monitoring terapi warfarin untuk menjamin ketepatan dosis,keamanan terapi, dan mengetahui apakah dosis terapi warfarin yang digunakan telah memenuhi kriteria  penggunaan obat warfarin yang rasional. Derajat antikogulasi setiap pasien diukur dengan parameter waktu protrombin yang dinyatakan dengan International Normalized Ratio (INR). Metode Penelitian meliputi monitoring terapi warfarin terhadap 80 pasien di pelayanan jantung melalui PT-INR, pendataanklinis pasien meliputi, usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, jenis penyakit, dosis yang digunakan dan obat lain yang dikonsumsi secara bersamaan. Hasil monitoring menunjukkan rata-rata INR pasien yaitu 1,38± 0,42 hasil ANAVA (α = 0,05) menunjukkan tidak ada pengaruh dosis terhadap INR(p=0,13) tetapi ada pengaruh pada umur (p =0,014), hasil uji beda (α = 0,05) menunjukkan tidak ada perbedaan terhadap rata-rata INR berdasarkan jenis kelamin (p =0,051), umur (p =0,397), dan variasi dosis (p = 0,057). Hasil tersebut menunjukkan bahwa dosis warfarin belum mencapai target terapi INR (2–3).Kata kunci: Warfarin, penyakit trombotik, PT-INR Warfarin Therapy Monitoring of Cardiac Care Patients in Hospital in BandungAbstractThe aims of this study were to identify the rational warfarin monitoring therapy to guarantee the rightdose, therapy security, and whether the dose of warfarin therapy has completed the rational criteria ornot. Degree of antikoagulasi for each patient is measured with protombin time as International Normalized Ratio (INR). The methods consist of warfarin monitoring therapy towards 80 patients at the heart service through the PT-INR constant, medical data, such as age, gender, weight, height, type of the disease, dose usage and another medicine which is used together, and statistical test of the average of INR. The monitoring result shows that patient’s INR average is 1,38 ±0,42, the result of ANAVA (α=0,05)shows that there’s no impact of dose towards INR (p=0,13) but there’s an INR average impact basedon gender (p=0,051), age (p=0,397) and dose variation (p=0,057). The results shown that warfarin dose which used is not bleeding risk.Key words: Warfarin, trombotic disease, PT-INR
The Combination of Gardenia jasminoides, Boswellia serrata, Commiphora myrrha, Foeniculum vulgarae, and Daucus carota Essential Oil Blend Improved the Inflammatory and Clinical Status in Respiratory Tract Infection of COVID-19 Patients: A Multicentre, Randomized, Open-label, Controlled Trial Lestari, Keri; Babikian, Haig; Kulsum, Iceu Dimas; Ferdian, Ferdy; Ismail, Efriadi; Sumalim, Yelsen; Setiawan, Setiawan; Santoso, Prayudi; Hartantri, Yovita; Arifin, Arief Riadi; Meiliana, Anna; Sormin, Ida Paulina; Sugiono, Erizal
The Indonesian Biomedical Journal Vol 16, No 3 (2024)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v16i3.3023

Abstract

BACKGROUND: Essential oils (EO) are complex volatile, naturally synthesized compounds from aromatic plants. It considers as healthy, effective, and safe since they were coming from nature. Gardenia jasminoides, Boswellia serrata, Commiphora myrrha, Foeniculum vulgarae, and Daucus carota are known to have antimicrobials, antioxidants, antiinflammation properties against respiratory tract infection. However, despite its natural content, a safety profile needs to be observed. Therefore, in this study, EO blend (EOB) made from the combination of these 5 plants was assessed for its efficacy and safety for respiratory tract infection in human.METHODS: A multicentre, randomized, open-label, phase II controlled trial involving 80 hospitalized adults with COVID-19 was conducted. One group of subjects only received standard of care (SoC), while the other group receive SoC and EOB orally for 10 days.RESULTS: There were significant decrease in interleukin (IL)-6 level (p=0.016) and interferon (IFN)-γ level (p=0.012), as well as better respiratory rate (p=0.024) for the group receiving SoC and EOB compared to the group receiving SoC only. However, there was no significant differences in aspartate aminotransferase (AST), alanine aminotransferase (ALT), creatinine, and the corrected QT interval (QTc) prolongation value in both groups. All subjects with adverse effects were improved and recovered, and there were no serious adverse events found.CONCLUSION: The combination of G. jasminoides, B. serrata, C. myrrha, F. vulgarae, and D. carota EOB could improve the inflammatory and clinical status and safe to be used as adjuvant therapy for treating COVID-19 in adults.KEYWORDS: essential oils, COVID-19, inflammation, safety
ANALISIS PENGENDALIAN OBAT ANTIDIABETES DENGAN METODE MINIMUM MAXIMUM STOCK LEVEL DI KLINIK X BANDUNG (APRIL-JUNI 2025) Maharani, Devita Salsa; Lestari, Keri; Ramadhan, Iqbal Sujida; Zaerani, Rani
Farmaka Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v23i3.66725

Abstract

Pelayanan kefarmasian yang optimal menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan di klinik. Pengeloaan sediaan farmasi harus dapat memastikan ketersediaan obat yang memiliki mutu tinggi dan sesuai dengan kebutuhan agar dapat mencegah terjadinya kekurangan obat (stockout) maupun kelebihan obat (stagnant). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan obat antidiabetes menggunakan metode Minimum-Maximum Stock Level (MMSL) di instalasi farmasi salah satu klinik di Bandung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif melalui tahapan pengumpulan data dan wawancara dengan apoteker di klinik terkait rata-rata penggunaan obat per hari, lead time, dan periode pengadaan pada 3 bulan terakhir yaitu April-Juni 2025, selanjutnya dilakukan perhitungan serta analisis menggunakan metode MMSL. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh jenis obat antidiabetes yang tersedia di Klinik X Bandung. Sampel ditentukan berdasarkan data penggunaan obat yang tercatat dalam sistem pengelolaan obat. Jenis obat yang dianalisis terbatas pada golongan antidiabetes, sedangkan insulin dan obat lain di luar kategori tersebut tidak termasuk dalam penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa obat antidiabetes dengan kebutuhan persediaan item tertinggi adalah Metformin 500 mg dengan batas minimum sebanyak 4.158 tablet dan batas maksimum sebanyak 13.068 tablet, sedangkan jumlah persediaan terendah adalah Fonylin MR 60 mg dengan batas minimum 30 tablet dan batas maksimum 180 tablet. Penerapan metode MMSL dapat dijadikan estimasi mengenai kebutuhan persediaan obat yang lebih terukur sehingga dapat dijadikan acuan dalam pengadaan dan pengendalian obat di instalasi farmasi klinik.
STUDI RETROSPEKTIF POTENSI KEJADIAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN POLI JANTUNG DI KLINIK X KOTA BANDUNG PADA PERIODE JANUARI-MARET 2025 Khaerani, Fitri Azlia; Khoirunnisa, Izzatul; Dandan, Keri Lestari
Farmaka Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v23i3.66808

Abstract

Rasionalitas obat sebagai salah satu bentuk dari pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada pasien menjadi hal yang krusial, mengingat angka kejadian penyakit kardiovaskuler yang semakin meningkat sehingga pasien dengan polifarmasi pun turut meningkat. Penggunaan obat yang kian bertambah menjadi salah satu potensi terjadinya permasalahan terkait obat berupa interaksi obat. Oleh karena itu, diperlukan studi analisis kejadian interaksi obat sebagai langkah preventif terjadinya risiko mortalitas dan morbiditas. Proses identifikasi interaksi obat dilakukan melalui pengambilan resep dari salah satu dokter poli jantung pada Klinik X Kota Bandung periode Januari hingga Maret 2025. Tingkat keparahan interaksi obat ditelusuri melalui situs drugs.com. Berdasarkan hasil identifikasi dari 516 resep yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi maka diperoleh potensi kejadian interaksi obat sebanyak 2579 interaksi. Penyebaran interaksi obat berdasarkan tingkat keparahannya dibagi menjadi kategori mayor, moderat, dan minor dengan persentasenya berturut-turut sebesar 7,4%; 68,7%; dan 23,9%.
Health-Related Quality of Life in Patients with COVID-19 in Indonesia: A Cross-Sectional Study Fajriansyah, Fajriansyah; Lestari, Keri; Zulfahmidah, Zulfahmidah
Sciences of Pharmacy Volume 5 Issue 1
Publisher : ETFLIN Publishing House

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/sciphar0501487

Abstract

Evidence on health-related quality of life (HRQoL) among hospitalized COVID-19 patients in Indonesia remains limited, particularly during the acute phase of infection. This study aimed to describe HRQoL and its associated sociodemographic and clinical factors among hospitalized COVID-19 patients in Indonesia. A cross-sectional study was conducted among adult patients with polymerase chain reaction confirmed COVID-19 who were hospitalized at Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Jakarta, between October - December 2021. HRQoL was assessed using the validated Bahasa Indonesia version of the EQ-5D-5L questionnaire, including the utility index derived from the Indonesian value set and the EQ visual analogue scale (EQ-VAS). Descriptive statistics were used to summarize HRQoL distributions, and group differences were analyzed using the Mann–Whitney U test and Kruskal–Wallis test. A total of 154 patients were included in the analysis. The mean EQ-5D-5L utility index was 0.762 (SD 0.23; 95% CI: 0.726–0.798), and the mean EQ-VAS score was 75.00 (SD 15.81; 95% CI: 72.48–77.52). Utility index values ranged from 0.311 to 1.000, with 31.17% of participants reporting full health. Among the EQ-5D-5L dimensions, anxiety/depression was the most frequently reported problem (68.83%). Statistically significant differences in utility index scores were observed across sex, age groups, and occupational status (p < 0.05). In conclusion, hospitalized COVID-19 patients in Indonesia reported moderately high overall HRQoL, while psychological problems particularly anxiety and depression were highly prevalent. These findings highlight the importance of integrating mental health support into inpatient care and recovery services. 
Co-Authors Abdurahman Ridho ADIRA RAHMAWATY Adit Taufik Ahmad Muhtadi Ajeng Diantini, Ajeng Albertus Budi Sulistya Anas Subarnas Andi Wijaya ANISA MARIETA Anna Meiliana Anna Meiliana Arifin, Arief Riadi Arsenila Dewi Pramanti Asti Y. Rindarwati Aulia, Gina Auliya A. Suwantika Babikian, Haig Barliana, Melisa I. BERLIAN HANUTAMI N.P. Bryan J. Siagian Budi Setiabudiawan Catharina A. P. Utami Chandra Agung Purnama Cissy Bana Kartasasmita Cynthia Retna Sartika Destiani, Dika P. Desyandri Desyandri Dika P. Destiani DILA TRIARINI, DILA Dradjad - Priambodo Dwi Lestari Sulistyaningsih Eli Halimah, Eli Erizal Sugiono Erizal Sugiono, Erizal Fadila Nur Annisa Fadlilah, Aida Roja Fajriansyah Fajriansyah FATHYA ULFA Ferdy Ferdian Fitriah Nurhayani Florencia, Carla Furqani, Winda H. Ganis Fitria Fauziyyah Geofanny Facicilia Ghassani, Salma K. Gina Aulia Herdaningsih, Sulastri Herdaningsih, Sulastri Iceu Dimas Kulsum Ida Paulina Sormin Ida Paulina Sormin Iis Rukmawati Iis Rumawati Imam Adi Wicaksono Indriyanti Rafi Sukmawati Insani, Widya N. Irma M. Puspitasari Irma M. Puspitasari Irma M. Puspitasari, Irma M. Irma Rahayu Latarissa Irmansyah Irmansyah Iskandarsyah, Aulia Ismail, Efriadi Jutti Levita Khaerani, Fitri Azlia Khoirunnisa, Izzatul Kristin Talia Marbun Kusnendar, Ahmad Nada Lisna Nur Imani Magdarita Riwu Maharani, Devita Salsa Marsya Nilam Kirana Mas Rizky Anggun Adipurna Syamsunarno Meilani Jayanti Melisa Fuji Faujiah Dwi Putri Melisa I Barliana Melisa I. Barliana Melisa Intan Barliana MICHELLE FERDINAND Miswar Fattah Mulyana Mulyana Mulyanto, Sangkan Mutakin Mutakin Nabilah Azka Nihlah Nabilah Nadhif Nabilah Nadhif Nimas T. I. Tarina Norisca A. Putriana Nuning Nurcayani Nyai Ayu Sylfia Stannia Puspitasari Helmi Oktavelia, Wanda Pradana, Eky Septian Prayudi Santoso Putri Kholilah Maulida Putri, Adinda Naswa Putri, Norisca A. Putri, Norisca A. Putriana, Norisca A. Ramadhan, Iqbal Sujida Rano K. Sinuraya Rima Haifa Rina Triana Rindarwati, Asti Y. Rini Hendriadi Rizky Abdulah Rizky H. Rambe Salma K. Ghassani Setiawan Setiawan Siagian, Bryan J. Sinuraya, Rano K. Siti Saidah Siti Saidah Soemita, Nanang Sumalim, Yelsen Taofik Rusdiana Taufik, Adit TIANA MILANDA Triatmaja, Dendy Vani Rahmasari Wahyu P. Sari Wida Mulyaningsih Widya N. Insani Winda H. Furqani Yova Amijaya Fitri Yovita Hartantri Yussy Afriani Dewi YUSUF, RAMAYANI Zaerani, Rani Zelika Mega Ramadhania Zulfahmidah, Zulfahmidah Zulfan Zazuli