Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS RESIKO TAHAP ENGINEERING DESIGN PADA PEMBIAYAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI PROYEK EPC (Studi Kasus : Asam-Asam CPP And OLC Project, PT. Krakatau Engineering) GUNARSO GUNARSO; KUKUH KURNIAWAN DWI SUNGKONO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 22 No. 26 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam  tahap  perencanaan  atau  engineering  perusahaan  EPC  harus  mempunyai sumber daya  manusia  yang  sangat  tinggi.  Mengingat  kompleksitas  pekerjaan,  pada  tahap  ini harus  mempunyai  konseptual  dari  basic  engineering  design  sampai  detail  engineering design yang matang. PT. KE adalah perusahaan EPC yang telah melaksanakan beberapa pekerjaan konstruksi dengan jenis kontrak EPC. Salah satu pekerjaan pada tahun 2011 adalah  Asam-Asam  CPP  And  OLC  Project.  Pada  kajian  analisis  resiko  engineering terhadap   biaya   ini  digunakan   skala   likert.   Responden   memberikan   penilaian   pada variabel resiko yang kemungkinan terjadi dan dampak terhadap pembiayaan. Dari hasil penelitian   yang   dilakukan,   responden   menyatakan  bahwa  variabel  resiko   yang  ada sebanyak 57 variabel tersebut merupakan variabel yang dominan pada tahapan engineering.Tahap  basic  engineering,  variabel  yang  dominan  adalah  manajemen perusahaan dimana untuk  satu sumber daya manusia diperuntukan bagi berbagai proyek yang   ditangani  perusahaan.   Sumber  daya  manusia  sebagai  kebutuhan  utama  dalam proses  desain  engineering  menjadi  resiko  yang  dominan,engineer  harus  bekerja  secara matrik dan jadwal penyelesaian pekerjaan yang ketat. Tahap detail engineering variabel dominan  produk  desain  engineering  yang  ekonomis berdampak  pada biaya yang cukup besar. Dalam proses detail desain dituntut menghasilkan desain yang optimal dan sesuai dengan  kebutuhan  pekerjaan  lapangan.  Karena  pada  tahal  detail  desain,  hasil  desain sudah harus bisa diaplikasikan dan meminimalisasi ketidak sesuaian saat dilakukan pemasangan.  
COMPRESSIVE STRENGTH OF GEOPOLYMER LIGHTWEIGHT CONCRETE WITH COMPARISON OF RICE HUSK ASH AND ALKALI ACTIVATOR 50% -50% IN CURING TIME VARIATIONS KUKUH KURNIAWAN D.S; TEGUH YUONO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Today, concrete is a very important building material material in construction. Geopolymers are concrete technologies that utilize polymerization reactions in the binding process. The main arrangement of this geoplimer material is silica and alumina (aluminum silica hydroxide). Silica material used is derived from inorganic materials that have high silica content. Rice husk ash is one of the industrial by-products that have high silica content. Rice husk ash resulting from burning bricks reaches a temperature of 400o C and has a silica content of around 85%. High silica content in rice husk ash can be used as a binding material in geopolymer concrete. The study carried out on lightweight geopolymer concrete rice husk ash with a ratio of rice husk and alkali activator ratio is 50%:50%, in the variation of curing time 12 hours and 24 hours. It was concluded that the compressive strength of geopolymer concrete from rice husk ash increases with the duration of curing time.
EVALUASI KONDISI JARINGAN DAN PERKERASAN JALAN DI LINGKUNGAN KELURAHAN GILINGAN SURAKARTA TEGUH YUONO; KUKUH KURNIAWAN DWI SUNGKONO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 24 No. 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v24i1.824

Abstract

The road network has a very important function, namely as an infrastructure for moving people and goods, encouraging economic growth and equitable development efforts. The frequency of vehicles passing through a road causes the road to become easily worn and damaged. Regular repairs or maintenance are needed so that more severe damage can be avoided. Careful planning is needed by the community so that the road is always in good condition so that it can provide optimal service. Identification of network conditions and road pavement is needed in each region so that appropriate efforts to handle it. The stages of this study include: road network mapping, identification of types of pavement, inventory of road pavement damage and preparation of damage repair plans. The results showed that the existing road network was connected from a small road (alley) to the road to the road to the main road. There are four types of pavement in the research location, namely asphalt road, concrete road, paving road and dirt road, dominated by 18,875 km of asphalt road. Generally the road conditions are still good but damage to some roads is found. Damage found on the asphalt road: drop, divided plate, cracks, damage to the connection cover, and surface damage. On the concrete road, deformation, cracks, disintegration, down edges, patches, holes and damage to the joints were found to be damaged. Damage repair needs to be done as soon as possible so that damage does not spread. Jaringan jalan mempunyai fungsi yang sangat penting yaitu sebagai prasarana untuk memindahkan orang maupun barang, mendorong pertumbuhan ekonomi dan upaya pemerataan pembangunan. Besarnya frekuensi kendaraan yang melewati sebuah jalan menyebabkan jalan menjadi mudah aus dan rusak. Perbaikan atau pemeliharaan rutin diperlukan agar kerusakan yang lebih parah dapat dihindari. Perencanaan yang matang sangat dibutuhkan masyarakat agar jalan selalu dalam kondisi baik sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal. Diperlukan identifikasi kondisi jaringan dan perkerasan jalan pada tiap wilayah sehingga tepat upaya penanganannya. Tahapan penelitian ini meliputi: pemetaan jaringan jalan, identifikasi jenis perkerasan, inventarisasi kerusakan perkerasan jalan dan penyusunan rencana perbaikan kerusakan. Hasil penelitian didapatkan jaringan jalan yang ada telah terkoneksi dari jalan kecil (gang) ke jalan lingkungan sampai ke jalan besar. Ada empat jenis perkerasan jalan dilokasi penelitian yaitu jalan aspal, jalan beton, jalan paving dan jalan tanah, dengan didominasi jalan aspal sepanjang 18,875 km. Umumnya kondisi jalan masih baik tetapi dijumpai kerusakan pada beberapa jalan. Pada jalan aspal dijumpai kerusakan : penurunan, pelat terbagi, retak, kerusakan penutup sambungan, dan kerusakan permukaan. Pada jalan beton ditemukan kerusakan deformasi, retak, disintegrasi, pinggir turun, tambalan, lubang dan kerusakan penutup sambungan. Perlu dilakukan perbaikan kerusakan sesegera mungkin agar kerusakan tidak meluas. Kata kunci: jaringan jalan, kondisi, perbaikan kerusakan.
Respon Spektra Gempa Kota Yogyakarta, Surakarta Dan Semarang Berdasarkan Peta Gempa Sni 2012 Dan Peta Gempa 2017 Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2019): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.313 KB) | DOI: 10.32511/juteks.v4i1.304

Abstract

Saat ini peraturan tentang kegempaan yang mengatur tentang perencanaan bangunan ketahanan gempa terbaru adalah SNI 1726:2012, peraturan ini didasarkan pada peta gempa 2010. Pada tahun 2016 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membentuk “Tim Pemuktahiran Peta Gempa Indonesia Tahun 2017 Dan Penyiapan Pusat Studi Gempa Nasional”. Salah satu tugasnya adalah melakukan pemutakhiran Peta Hazard Gempa Indonesia 2010. Pada kota Yogyakarta, Surakarta dan Semarang, percepatan batuan dasar periode pendek (SS) dan dan periode 1 detik (S1) mengalami peningkatan dan penurunan. Percepatan batuan pada periode pendek dan 1 detik pada Peta Gempa 2017, didasarkan pada kondisi maksimal di area tersebut dengan rata-rata nilai minimum dan maksimum pada nilai percepatan batuan dasar. Spektrum respons desain SNI 2012 dan Peta Gempa 2017, kota Yogyakarta mengalami peningkatan signifikan pada kelas situs SE, SD dan SC. Pada kota Surakarta, pada kelas situs SD dan SC spektrum respons desain gempa anatara SNI 2012 dan Peta Gempa 2017 peningkatannya tidak signifikan. Dan pada kelas situs SE peningkatannya sangat kecil. Di kota Semarang, perubahan spektrum respons desain tidak berubah signifikan
APLIKASI BUILDING INFORMASI MODELING (BIM) TEKLA STRUCTURE PADA KONSTRUKSI ATAP DOME GEDUNG OLAHRAGA UTP SURAKARTA Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2018): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5247.137 KB) | DOI: 10.32511/juteks.v3i2.278

Abstract

Pekembangan teknologi informasi dibidang konstruksi berkembang semakin pesat. Teknologi virtual building dengan sistem komputasi dikembangkan dengan prinsip Building Information Modeling (BIM), mampu menciptakan modeling secara 3D di bidang konstruksi (arsitektur, struktur dan MEP). Tekla Structures salah satu perangkat lunak berbasis BIM yang mampu membuat dan mengelola data akurat dan rinci. Tekla Structures mempunyai kemampuan dalam modeling, detailing, engineering, drawing, reporting, scheduling. Pembangunan atap dome baja menggunakan sistem truss pada Gedung Olahraga UTP Surakarta dengan bentang 40meter. Memerlukan detail drawing yang baik pada proses fabrikasi, sehingga didapatkan hasil yang presisi pada saat pemasangan. Proses pemasangan dilakukan secara segmented. Gambar fabrikasi atap dome terdiri dari Gambar Arrangement, Section drawing : Kuda-kuda K1 & K2, Anchor bolt plan, Lateral & Windbrace, Purlin & Sagrod, Detail drawing : Rafter 1 s/d 13, Cutting plan. Dan report bill of materials (BOM) terdiri dari Assembly List, Assembly Part List, Bolt List, Material List dan Part List.
Analysis of Water Balance in Nyaen Irrigation Area Sukoharjo Regency Muhammad Fitra Zidane; Erni Mulyandari; Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono
Jurnal Syntax Admiration Vol. 5 No. 8 (2024): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v5i8.1442

Abstract

Nyaen Weir is one of the weirs in Sukoharjo Regency. This weir has an irrigation area called the Nyaen irrigation area. The Nyaen irrigation area experiences water shortages in the third planting period. Therefore, further analysis is needed to overcome the water shortage appropriately. This study aims to determine the water balance in the Nyaen Irrigation Area. The method used is direct observation along with a quantitative descriptive method. The analysis stage begins with a site survey to discover the problems in the irrigation network and then collect secondary data at the research location. The water balance analysis step is to compare the availability of water with irrigation water needs. According to the water balance analysis in the Nyaen Irrigation Area, it is not balanced because the right intake is 25% sufficient, and the left intake is 75% acceptable.
EVALUASI BANGUNAN GEDUNG PERKULIAHAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono; Reki Arbianto; Teguh Yuono; Suryo Handoyo; Erni Mulyandari; Paska Wijayanti; RA Dinasty Purnomoasri; Tri Hartanto
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v4i1.3066

Abstract

Evaluasi struktur bangunan dibutuhkan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan struktur bangunan dan atau kualitas material. Kekuatan dan kemampuan struktur dalam menahan beban rencana menjadi unsur utama sebuah bangunan. Pada bangunan yang sudah ada, untuk mengetahui mutu kuat tekan beton dilakukan dengan metode uji tidak merusak (non-destructive test, NDT) dan uji merusak (destructive test, DT). Daya dukung tanah dapat diperoleh dari pengujian lapangan yaitu Cone Penetration Test (CPT) atau sondir. Metode evaulasi bangunan dilakukan pada material beton dan daya dukung tanah. Evaulasi material beton dilakukan dengan hammer test dan core drill pada elemen balok kolom bangunan. Sedangkan pengujian tanah menggunakan metode CPT atau sondir sebanyak 2 titik. Hasil pengujian core drill menunjukkan kuat tekan balok sebesar 6,33 MPa dan kolom sebesar 2,48 MPa. Berdasarkan penyelidikan tanah, tanah keras berada pada kedalaman 5-meter. Berdasarkan data pengujian core drill dan sondir, perlu dilakukan analisis kinerja bangunan terhadap resiko gempa. Untuk memastikan bangunan aman terhadap resiko terjadinya kegagalan pada saat terjadi gempa.
PERENCANAAN BANGUNAN MASJID SMK NEGERI 1 WONOGIRI Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono; Reki Arbianto; Teguh Yuono; Suryo Handoyo; Erni Mulyandari; Paska Wijayanti; RA Dinasty Purnomoasri; Tri Hartanto
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v4i2.3671

Abstract

SMKN 1 Wonogiri yang terletak di Kabupaten Wonogiri, memiliki rencana untuk pembangunan rumah ibadah 2 lantai dengan memodifikasi bangunan existing. Perencanaan bangunan bertingkat harus dilakukan dengan baik untuk memastikan kekuatan dan kenyamanan pengguna. Analisis struktur sangat penting untuk memastikan bagaimana alur, distribusi dan dampak beban terhadap struktur yang ditinjau. Analisis struktur adalah proses menghitung dan menentukan efek akibat beban yang bekerja pada struktur (bangunan, jembatan, dermaga atau objek lainnya) yang menimbulkan reaksi berupa gaya dalam pada struktur. Perencanaan struktur dilakukan sesuai dengan peraturan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagaimana yang telah diatur. Keterbatasan lahan dan kebutuhan ruang SMKN 1 Wonogiri dalam pembangunan memerlukan keterlibatan tenaga ahli dalam perencanaan dan pembangunan. Perencanaan bangunan dengan melakukan analisis bangunan bertingkat menjadi sangat penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bangunan. Berdasarkan permasalahan diatas, maka diusulkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Perencanaan Bangunan Masjid SMKN 1 Wonogiri”. Rencana kegiatan ini akan bekerja sama dengan sekolah SMKN 1 Wonogiri dan Alumni SMKN 1 Wonogiri sebagai lokasi yang akan dilakukan pekerjaan perencanaan. Berdasarkan hasil pengujian daya dukung tanah yang dilakukan, tanah keras diperoleh pada kedalaman 5 meter. Sehingga pondasi yang digunakan adalah pondasi strauss pile dia. 300mm dengan kedalaman 6 meter. Masjid SMKN 1 Wonogiri dengan kondisi exsisting yang masih difungsikan dalam proses pembangunan nantinya, maka struktur baja menjadi pilihan sebagai material struktural.
KARAKTERISTIK MORTAR GEOPOLIMER BERBASIS FLY ASH KELAS C DENGAN PENAMBAHAN BORAKS Yuuwono, A. Bamban; Sungkono, Kukuh Kurniawan Dwi
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 29 No. 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v29i1.2895

Abstract

Cement has been widely utilized as a primary material in the construction of structural and architectural elements. The cement factory industry can contribute to 30% of global carbon dioxide emissions. Geopolymers were first introduced by Davidovits in 1979 to represent inorganic polymers produced from geochemistry. Geopolymer materials make use of waste materials such as fly ash as a substitute for concrete binders. In this study, Class C (high calcium) fly ash from the Paiton Power Plant was used. The mix design for geopolymer mortar in this study employed the absolute volume calculation method. Absolute volume calculations are based on the absolute volume proportions of each constituent material within 1 m3. The compressive strength of geopolymer mortar with the addition of 5% borax to the molarity value, the alkali/cementitious ratio showed good performance in the mechanical properties of geopolymer mortar. Alkali/cementitious ratios of 0.3, 0.35, and 0.4 in Class C-based geopolymer mortar with 5% borax addition exhibited good workability, making it suitable for use as a base material in architectural material production.
ANALISIS KINERJA STRUKTUR PADA GEDUNG BERTINGKAT DENGAN ANALISIS PUSHOVER BERDASARKAN ATC-40: ANALISIS KINERJA STRUKTUR PADA GEDUNG BERTINGKAT DENGAN ANALISIS PUSHOVER BERDASARKAN ATC-40 Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono; Krisdianti, Ega Ayu; Gunarso, Gunarso
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 29 No. 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v29i2.3300

Abstract

Indonesia is an area prone to earthquakes. Earthquakes can cause infrastructure damage and casualties. Efforts are needed to reduce the risk of earthquake hazards by strengthening earthquake-resistant infrastructure. The design procedures for earthquake-resistant buildings are carried out using a performance-based design approach. Building performance can be estimated through non-linear static pushover analysis. This research takes a case study in Jongke Market, Surakarta. This research aims to determine the capacity curve, performance level, and structure collapse mechanism. The method used is pushover analysis with the capacity spectrum. The result of this analysis is a capacity curve that processed to determine the level of structure performance referring to the drift ratio limitation table in the Applied Technology Council (ATC-40). Based on the results of this research, displacement that occurred in the x direction is 92 mm and in the y direction is 77 mm. Building displacement is good because the displacement that occurred is smaller than the displacement limit (control). The total maximum drift in the x direction is 0.007 and in the y direction is 0.006. The maximum inelastic total drift in the x direction is 0.005 and in the y direction is 0.004. Based on the drift ratio limitation table in the ATC-40 document, this building has an immediate occupancy performance level. Based on the plastic hinge mechanism formed, the existing structure also meets the ideal collapse concept (strong column-weak beam).