Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Vector Form Implementation in Three-Phase Power Flow Analysis Based on Power Injection Rectangular Coordinate Lukmanul Hakim; Fandi Prayoga; Khairudin Khairudin; Herri Gusmedi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 8, No 1: March 2019
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.127 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v8n1.612.2019

Abstract

This paper aims to propose the vector form implementation into three-phase power flow analysis. The developed algorithm is based on Newton-Raphson method with voltage is represented in rectangular coordinate. The Python programming language and its mathematical libraries are used in this works. Three-phase power flow analysis in vector form utilizes sparse matrix ordering algorithm, so the elements of the coefficient correction matrix can be rearranged easily. This method was used to solve three-phase power flow for balance or unbalance network in two actual distribution system feeders in Lampung, i.e. 119 nodes and 191 nodes. Comparison with traditional Newton-Raphson method (non-vector) shows the vector form is able to solve computation up to eight times faster than non-vector. Keywords: Three-phase power flow, Vector form, Newton-Raphson, Rectangular, Python
The Influence of Change Load Against Fuel Cost in Coal-fired Power Tarahan Lampung Unit 3 and 4 Endah Komalasari; Rahmattulloh Rahmattulloh; Herri Gusmedi
INSIST Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.733 KB) | DOI: 10.23960/ins.v2i1.27

Abstract

Abstract—The operation of a power plant depends on fuel where fuel costs are incurred on a generating unit is a function of the plant load. The ability power plant carry the load determine the reliability of an electrical system, hence the power raised always be done equal to needs in side load all the time. Fluctuations demand of electrical power in side load will cause fluctuations change fuel cost. In this paper, the correlation both commonly called input-output characteristics of the power plant needs to be determined. These characteristics declared total input tons of coal per hour is used and net electrical output where the output power is available to the electric utility. One way to achieve this goal is to match polynomial regression on the data using a second order polynomial. This model allows the study of the  incremental fuel cost resulting from a change load in a coal-fired power plant.Keywords—Coal-fired power, economic dispatch, incremental cost characteristics, input-output characteristics, second order polynomial regression.
Estimasi Rasio Redaman dan Moda Osilasi Menggunakan Metode Hilbert-Huang Transform(HHT) pada Two Area Four Machine (TAFM) System Puji Ayuning Lestari; Khairudin; Herri Gusmedi; Lukmanul Hakim
Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.92 KB) | DOI: 10.36706/jres.v2i1.21

Abstract

Osilasi sistem tenaga merupakan fenomena stabilitas dinamis pada sistem tenaga. Osilasi pada sistem tenaga ini dikarenakan adanya variasi sudut rotor pada generator yang disebabkan oleh perubahan variasi pembebanan dan pembangkit. Osilasi sistem tenaga apabila dibiarkan terus-menerus dengan rasio redaman yang buruk maka kestabilan dinamis sistem akan terganggu. Diperlukan adanya mitigasi dini supaya sistem tetap berada dalam kondisi stabil. Pendekatan Hilbert-Huang Transform digunakan untuk menganalisa stabilitas dinamis pada suatu sinyal yang mengandung moda osilasi dan rasio redaman pada sinyal stasioner maupun non-stasioner. Two Area Four Machine System merupakan suatu sistem dengan dua area dengan masing-masing memiliki dua generator yang dihubungkan melalui weak tie line. Simulasi dengan metode Hilbert-Huang Transform dilakukan pada model Two Area Four Machine System dengan memberikan gangguan berupa short circuit pada weak tie line untuk mendapatkan rasio redaman dan moda osilasi yang nantinya akan dibandingkan dengan hasil estimasi menggunakan metode eigenvalue (sebagai referensi) dan metode Complex Morlet-Continuous Wavelet Transform untuk memvalidasi metode yang digunakan. Setelah dilakukan simulasi,maka didapatkan kesimpulan bahwa metode Hilbert-Huang Transform dapat digunakan untuk mengestimasi rasio redaman dan moda osilasi, dan setelah dilakukan perbandingan antara hasil estimasi dengan metode eigenvalue, Complex Morlet-Continuous Wavelet Transform, dan Hilbert-Huang Transform dapat dikatakan bahwa metode Hilbert-Huang Transform lebih praktis karena tidak memerlukan setting bandwidth seperti pada metode Complex Morlet-Continuous Wavelet Transform. Di sisi lain, metode Hilbert-Huang Transform memiliki kelemahan yaitu adanya residu yang mempengaruhi hasil estimasi dengan karakteristik sinyal tertentu.
Analisis Kontigensi Saluran Transmisi Dengan Menggunakan Indeks Performa Tegangan (PIV) Dan Indeks Performa Daya Aktif (PIMW) Herri Gusmedi; Lukmanul Hakim Jenni Legita
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 1 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.388 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i1.79

Abstract

Analisis kontingensi diperlukan untuk memastikan operasi yang aman dari sistem tenaga listrik saat terjadinya gangguan seperti hilangnya komponen sistem tenaga listrik. Penelitian ini mengusulkan indeks performa untuk analisis kontingensi sistem tenaga listrik. Metode aliran daya Newton-Raphson digunakan dalam pekerjaan ini untuk mendapatkan kondisi sistem daya atau keadaan pada operasi normal dan setelah terjadi kontingensi. Dua indeks performa, yaitu indeks performa tegangan dan indeks performa daya aktif dihitung berdasarkan kondisi ini. Metode yang diusulkan diterapkan untuk mengevaluasi kinerja Sistem Tenaga Listrik 150 kV UPT Tanjung Karang di bawah dua kondisi pembebanan, yaitu beban puncak dan beban off-peak untuk berbagai kombinasi kontingensi ke sistem tenaga listrik. Setelah menghitung indeks, indeks gabungan dari indeks yang dihitung sebelumnya ditetapkan dan kontingensi diberi peringkat berdasarkan indeks kombinasi ini. Oleh karena itu, tingkat keparahan dari kontingensi ditunjukkan oleh tingginya angka indeks ini. Metode ini berhasil mengidentifikasi kontingensi mana dengan tingkat keparahan yang tinggi ke sistem tenaga listrik.
Sistem Manajemen Daya Energi Terbarukan Berbasis Microgrid Zulmiftahul Huda; Herri Gusmedi; Osea Zebua
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.84 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.99

Abstract

Microgrid telah menarik perhatian yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir karena memberikan keuntungan yang signifikan bagi konsumen listrik dan operator jaringan listrik. Penerapan microgrid mampu untuk meningkatkan kualitas daya, mengurangi emisi, mengurangi beban jaringan dan rugi-rugi daya, meningkatkan efisiensi, dan berpotensi meningkatkan ekonomis sistem. Microgrid juga dapat mengurangi investasi tambahan pada pembangkit dan transmisi daya listrik untuk mensuplai beban dengan jarak yang jauh. Selain itu, kemampuan mikrogrid dapat mengatasi jika terjadi gangguan di jaringan hulu akan meningkatkan keandalan serta ketahanan jaringan dan pelanggan. Hasil yang diperoleh dari penelitian pada kondisi partial shading PV saat 0,35 detik berada pada kondisi local maximum power point dan pada saat 0,4 detik PV mencapai kondisi global maximum power point. Model yang telah dibuat mampu memperoleh daya output maksimum saat kondisi partial shading dan kekurangan daya dapat diatasi dengan suplai daya dari grid.
Sistem Penyeimbang Baterai Dengan Single Storage Device Untuk Aplikasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) OFF GRID Ahmad Adrian Saputra; Lukmanul Hakim; Afri Yudamson; Herri Gusmedi
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.103

Abstract

Penggunaan energi baru terbarukan semakin banyak digunakan sebagai pengganti dari energi fosil yang sudah menipis ketersediaannya di alam. Pembangkit Listrik Tenaga Surya menjadi salah satu alternatif dari energi baru terbarukan yang dimanfaatkan karena ketersediaan energi matahari tidak pernah habis. Baterai sebagai perangkat penyimpanan energi pada PLTS. Ketidakseimbangan sel baterai dapat memengaruhi proses charging dan discharging pada baterai. Penelitian ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan pada sel baterai sehingga memaksimalkan energi yang disimpan dari panel surya dan dikonsumsi sebagai sumber energi. Penelitian ini membuat simulasi rangkaian penyeimbang baterai pada Matlab Simulink. Jenis baterai Li-ion CGR18650 AF sebagai penyimpanan energi pada PLTS karena karakteristik baterai Li-ion yang memiliki kepadatan daya yang tinggi. Penyeimbangan baterai dengan menggunakan metode active cell balancing dengansingle storage device ini memiliki kelebihan yaitu waktu dan efisiensi dalam penyeimbangan baterai. Hasil dari penelitian ini adalah rangkaian penyeimbang baterai dengan single storage device dapat menyeimbangkan empat sel baterai padasaat kondisi charging dan discharging. Arus charging dan discharging dibedakan dari 0.05 A, 0.1 A, 0.15 A. dan 0.2 A dengan hasil penyeimbangan selisih nilai tegangan pada masing-masing sel baterai sebesar 0.01 V. Waktu penyeimbangan baterai berbanding terbalik dengan nilai arus. Apabila nilai arus pengisian semakin besar maka akan semakin cepat waktu penyeimbangan sel baterai.
Penerapan Listrik Tenaga Surya Untuk Penerangan Pada Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Lampung Lukmanul Hakim; Khairudin Khairudin; Herri Gusmedi; Diah Permata; Septuri Septuri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v4i2.115

Abstract

Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Lampung didirikan tahun 2018 merupakan afiliasi Pondok Pesantren Sunan Pandanaran di Yogyakarta. Lokasinya di Desa Banding Agung, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran cukup jauh dari jalan utama sehingga penarikan saluran listrik tegangan rendah berjarak 2 km dari gardu distribusi PT. PLN (Persero) terdekat. Para santri yang berjumlah 22 orang sering mengalami kendala saat belajar dan mengulang hafalan Al Quran pada malam hari jika terjadi gangguan listrik PLN yang frekuensi pemadamannya agak sering pada musim hujan. Untuk itulah tim pengabdi menginstalasi sistem penerangan listrik tenaga surya pada posisi-posisi penting dalam menunjang aktivitas santri di malam hari. Pada kegiatan ini, 4 titik lampu DC 12 watt dengan panel surya berukuran 100 watt-peak dipasang lengkap dengan pengontrol cas dan baterai 12 volt. Hasil pemasangan panel surya dan lampu mendapat respon memuaskan dari pengelola pesantren dan para santri dimana cahaya lampu ini cukup untuk mendukung aktivitas santri pada saat malam.
Pengaruh Penambahan Asam Sulfat (H2SO4) pada Bentonit untuk Penurunan Nilai Tahanan Pentanahan Jefrianto Simamora; Yul Martin; Herri Gusmedi
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 10 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v10n1.191

Abstract

Intisari — Sistem pentanahan merupakan salah satu bagian penting yang harus diperhatikan untuk menjamin keamanan dan keandalan operasi sistem tenaga listrik. Pada saat terjadi gangguan di sistem tenaga listrik, dengan adanya sistem pentanahan menyebabkan arus gangguan dapat dengan cepat dialirkan kedalam tanah dan disebarkan kesegala arah. Tahanan pentanahan yang baik sesuai dengan standar yang berlaku tidak boleh lebih dari 5 Ω. Keadaan tanah yang akan ditanam dengan sistem pentanahannya sering kali tidak sesuai dengan yang diharapkan.Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu cara yang dapat memperbaiki nilai tahanan pentanahan adalah dengan mengunakan zat adiktif berupa bentonit pada tanah pentanahan. Bentonit diuji pada jenis tanah lempung dan ladang. Bentonit yang digunakan adalah bentonit yang telah diaktivasi dengan asam sulfat (H2SO4) 0,8M, 1M, dan 1,2M. Nilai tahanan pentanahan diukur mengunakan earth resistace tester selama 14 hari berturut-turut. Hasil pengujian pada tanah lempung tanpa bentonit didapatkan rata-rata nilai tanahan penatanahannya sebesar 329,89 Ω, dengan bentonit tanpa aktivasi 122,54 Ω, Bentonit teraktivasi 0,8M sebesar 101,64 Ω, bentonit teraktivasi 1M sebesar 96,71 Ω dan bentonit teraktivasi 1,2M sebesar 85,5 Ω. Sedangkan pada tanah ladang tanpa bentonit didapatkan 124,89 Ω, dengan bentonit tanpa aktivasi 70,24 Ω, bentonit teraktivasi 0,8 M sebesar 37,96 Ω, bentonit teraktivasi 1M sebesar 28,07 Ω dan bentonit teraktivasi 1,2M sebesar 85,5 Ω. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan konsentrasi terbaik untuk aktivasi bentonit adalah 1,2 M. Kata kunci — Tahanan pentanahan, bentonit teraktivasi, asam sulfat. Abstract — Grounding system is one of the important part which must be considered to ensure the safety and reliability of electric operating system. When the disruption happened in electric power system, Grounding system can divert the uncontrolled current from disruption quickly into the ground and spread it everywhere. The resistance of good grounding which according the regulation, must not be more than 5 Ω. The condition of ground that will be planted with grounding system, sometimes does not fit the expectation. To solve this problem, we need to fix the resistance's value by adding addictive substance that is bentonit in ground. Grounding is tested on the type of clay and fields. Bentonit that is used by us, has been activated with sulfuric acid (H2SO4) 0,8M, 1M, dan 1,2M.  Earthing resistance values measured using earth resistance tester for 14 days in row. The result of testing in clay without bentonit, we got the average value of grounding is 329,89 Ω, bentonit without activation, we got 122,54 Ω, 0,8M  Activated Bentonit changed the resistance to 101,64 Ω, 1M Activated Bentonit changed the resistance to 96.71 Ω. Meanwhile, in the fields without bentonit, we got 124.89 Ω, Non-activated bentonit changed the resistance to 70.24  Ω, 0.8 M activated bentonit changed the resistance to 37.96 Ω, 1M activated bentonit changed the resistance to 28.07 Ω, and 1.2 M activated bentonit changed the resistance to 85.5 Ω. From the observation, we can conclude that the best concentration for activating bentonit is 1.2 M. Keywords— Grounding Resistance, Activated Bentonit, Sulfuric acid.
Perbaikan Tahanan Pentanahan dengan Menggunakan Bentonit Teraktivasi Devy Andini; Yul Martin; Herri Gusmedi
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 10 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v10n1.193

Abstract

Intisari — Salah satu hal yang mempengaruhi tahanan pentanahan adalah tahanan jenis tanah. Tahanan jenis tanah dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu struktur tanah, temperatur, pengaruh kandungan air (kelembaban), dan pengaruh kandungan kimia dalam tanah. Dalam penelitian ini untuk menurunkan tahanan pentanahan dilakukan penambahan bentonit kedalam tanah, tetapi sebelum digunakan bentonit terlebih dulu diaktivasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui perubahan besar tahanan pentanahan yang diberikan bentonit yang belum teraktivasi dan sudah teraktivasi. Pentanahan yang diberikan bentonit teraktivasi memiliki nilai tahanan pentanahan lebih kecil dibandingkan saat diberikan bentonit yang belum teraktivasi. Persentasi perubahan bentonit yang telah teraktivasi yaitu sebesar 79,97%-85,24% sedangkan persentasi perubahan tahanan pentanahan saat diberikan bentonit yang belum teraktivasi sebesar 22,84%-85,25%. Kata kunci — Tahanan pentanahan, tahanan jenis tanah, aktivasi bentonit Abstract — One of the things that affect the grounding resistance is soil resistivity. Soil resistivity is influenced by several things: the structure of the soil, the temperature, the influence of the water content (moisture), and the effect of chemical constituents in the soil. In this research to lose custody grounding the addition of bentonite into the ground, but before use bentonite first in activation. The aim of this study is to know the major changes grounding given bentonite which has not been activated and has been activated .Grounding were given activated bentonite has a grounding resistance value is smaller than when given bentonite which has not been activated .Percentage changes that have been activated bentonite in the amount of 79,97%-85,24% whereas the percentage change in resistance grounding when given bentonite which has not been activated by 22,84%-85,25%. Keywords— Grounding, Soil Resistivity, Activation of bentonite
Rancang Bangun Alat Monitoring Arus dan Tegangan Berbasis Mikrokontroler dengan SMS GatewayRancang Bangun Alat Monitoring Arus dan Tegangan Berbasis Mikrokontroler dengan SMS Gateway Afrizal Fitriandi; Endah Komalasari; Herri Gusmedi
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 10 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v10n2.215

Abstract

Intisari—Banyak daerah di Indonesia yang belum terjangkau PLN terutama daerah terpencil. Kondisi ini yang mendorong masyarakat untuk membangun sistem pembangkit listrik sendiri seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Oleh karena pembangkit ini memanfaatkan kondisi alam maka energi yang dihasilkan juga sangat bergantung dengan alam, maka dibutuhkan alat untuk menggabungkan pembangkit listrik alternatif ini menjadi satu jaringan untuk menambah kehandalan jaringan. Dengan cara menghibridkan pembangkit alternatif maka menambah kehandalan dari jaringan, namun jaringan yang sudah hibrid butuh dimonitoring untuk memantau arus dan tegangan yang ada pada jaringan tersebut.Monitoring arus dan tegangan dari system hybrid dibuatlah alat monitoring arus dan tegangan berbasis mikrokontroler dengan sms gateway untuk mempermudah monitoring arus dan tegangan. Arus dan tegangan akan dimonitoring secara berkala melalui jaringan telekomunikasi melewati sms setiap 5 menit.Kata kunci —SMS, PLN, PLTMH, PLTS, Monitoring. Abstract —Many areas in Indonesia which have not been reached PLN particularly remote areas. These conditions which encourage people to build their own power generation systems such as micro hydro power plant and Solar Power. Therefore, these plants utilize natural conditions, the energy generated is also very dependent on the nature, it is necessary tool to combine alternative power generation is becoming one network to increase network reliability. By way of an alternative plant menghibridkan then add to the reliability of the network, but the network already hybrids need to be monitored to the current and voltage monitor that exist on the network.Monitoring current and voltage in a hybrid system made of current and voltage monitoring tool based microcontroller with sms gateway to facilitate monitoring of current and voltage. Current and voltage to be monitored on a regular basis via telecommunications networks pass through sms every 5 minutes.Keywords—SMS, PLN, Solar Power Plant, Micro Hydro Power Plant, Monitoring.