Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA TERPADU MODEL WEBBED TEMA LINGKUNGAN Amarila, Raula Samsul; Habibah, Noor Aini; Widiyatmoko, Arif
Unnes Science Education Journal Vol 3 No 2 (2014): July 2014
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v3i2.3449

Abstract

Kemampuan berpikir kritis penting dalam pembelajaran IPA terpadu, tetapi belum diperhatikan dengan detail karena alat evaluasi yang ada tidak dapat mengukur kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA terpadu di sekolah. Perlu dilakukan pengembangan alat evaluasi untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang dimiliki dan memudahkan menerapkan konsep yang telah dipelajarinya. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat evaluasi yang dikembangkan sangat layak digunakan dengan memperoleh skor rata-rata 82 (87,23%). Alat evaluasi yang dikembangkan juga mampu mengukur kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA terpadu model webbed tema lingkungan yang ditunjukkan dengan hasil validasi ahli dan angket tanggapan guru yang mendapat skor maksimal 4. Alat evaluasi kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA terpadu model webbed tema lingkungan yang dikembangkan terbukti layak digunakan dan dapat mengukur kemampuan berpikir kritis pada siswa.  Critical thinking skills is important in natural science learning, but have not paid attention because there is not an evaluation tool that can evaluate students' critical thinking skills in schools . It is necessary to develop an evaluation tool to determine the success rate of students in developing critical thinking skills and facilitate to apply concepts they have learned. The research method applied is the research and development (R & D). The results showed that the developed evaluation tools reached a very decent average score of 82 (87.23%). The evaluation tool also able to evaluate students' critical thinking skills in an natural science learning environment theme webbed models indicated by the results of the validation expert and teacher questionnaire responses received the maximum score of 4. It can be concluded that the evaluation tools students' critical thinking skills in an natural science learning environment theme webbed models proved to be feasible and can be used to evaluate students’ critical thinking skills.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU MODEL WEBBED PADA TEMA HAMA DAN PESTISIDA Ridho, Shofwan; Haryani, Sri; Habibah, Noor Aini
Unnes Science Education Journal Vol 3 No 3 (2014): December 2014
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v3i3.4271

Abstract

Pembelajaran IPA terpadu di SMP N 2 Subah Batang terkendala dengan belum tersedianya buku IPA terpadu. Buku – buku yang selama ini dijumpai untuk dipakai dalam pembelajaran IPA belum IPA terpadu. Buku tersebut masih tersusun berdasarkan bab-bab yang tersendiri antara fisika, biologi dan kimia tanpa adanya keterpaduan di antara disiplin ilmu. Melalui modul IPA terpadu guru akan lebih mudah dalam melaksanakan pembelajaran dan siswa akan lebih terbantu serta mudah dalam belajar secara mandiri. Metode Penelitian yang diterapkan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Hasil penelitian dari validasi pakar pada kelayakan isi sebesar 79,2% dengan kriteria layak, kelayakan kebahasaan sebesar 95% dengan kriteria sangat layak dan kelayakan penyajian  sebesar 85,9% dengan kriteria sangat layak. Tanggapan guru terhadap modul sebesar 92,5% dengan kriteria sangat layak dan tanggapan siswa terhadap modul sebesar 97,3% dengan kriteria sangat layak. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan modul IPA terpadu model webbed pada tema hama dan pestisida melalui tahapan identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba skala kecil, revisi, ujicoba skala besar, revisi  dan produksi akhir. Modul yang dikembangkan layak digunakan sebagai sumber belajar siswa. Integrated science learning in SMP N 2 Subah Batang is constrained by lack of a unified science books. Books that have been found to be used in science teaching is not integrated science. The book is still arranged by chapters that separate between physics, biology and chemistry without any integration among the disciplines. This research was aimed to develop an integrated webbed science module on the theme of pests and pesticides. Through an integrated science module, teachers will be easier to implement learning and students will be helped and easy to learn independently. The research method applied was the research and development (Research and Development). The results of the experts' validation study on the feasibility of the content was 79.16% categorized in a decent criteria, linguistic eligibility criteria was 95% in a very decent criteria and proper presentation was 85.93% in a very decent criteria. Teacher's response to the module was 92.50% in a very decent criteria and student responses to the module was 96.53% also in a very decent criteria. It can be concluded that the development of webbed integrative science module on the theme of pests and pesticides was started from the identification of potential problems, data collection, product design, design validation, design revisions, small-scale trials, revisions, large-scale trials, revision and final production. Modules developed fit for use as a source of student learning. 
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN SISTEM DALAM KEHIDUPAN TUMBUHAN BERBASIS WEB DENGAN VISUALISASI DAN SIMULASIPENGEMBANGAN PEMBELAJARAN SISTEM DALAM KEHIDUPAN TUMBUHAN BERBASIS WEB DENGAN VISUALISASI DAN SIMULASI Mundiyakin, Ika; Herlina, Lina; Habibah, Noor Aini
Journal of Biology Education Vol 1 No 3 (2012)
Publisher : FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbe.v1i3.10255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pembelajaran sistem dalam kehidupan tumbuhan berbasis web dengan visualisasi dan simulasi. Penelitian ini dikatakan layak jika hasil penilaian kelayakan dari pakar media dan materi 70% dan hasil belajar klasikal ≥ 75% di atas nilai KKM. Penelitian ini merupakan Research and Development (R & D) yang akan menghasilkan web pembelajaran pada materi sistem dalam kehidupan tumbuhan di MTs Negeri. Hasil analisis penilaian kelayakan pakar materi adalah 85% dan hasil penilaian oleh pakar media 75,76%. Pada uji coba skala terbatas hasil belajar siswa mencapai 100%. Pada uji coba pemakaian kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol. Terbukti dengan pencapaian hasil belajar kelas eksperimen ketuntasan klasikal mencapai 100% dan pada kelas kontrol ketuntasan klasikalnya hanya 75%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran biologi berbasis web dengan visualisasi dan simulasi layak digunakan pada materi sistem dalam kehidupan tumbuhan di MTs Negeri.   The purpose of this study was to know the appropriateness of web based learning system plant life topic with visualization and simulation. The experiment was considered succesfull if the results of quality assessment of media experts and materials was 70% and the results of classical learning ≥ 75% was which above the standard of KKM. This study was a Research and Development (R & D) that the result is web-learning system material in the plant life in the MTs. The results of expert analysis for feasibility assessment of the material was 85% and the results of expert assessment for the media is 75.76%. On a limited scale trial, students assessment reached 100%. On the trial application, experiment class performed better than the control class. It could be showed by study result assessment in the experiment class. The classical completeness was 100% and the control class was 75%. Based on the results, it could be concluded that the use of web-based biology learning media with visualization and simulation was appropriate to be used in the system in the living plant material in MTs.  
EFEKTIVITAS LEMBAR KERJA SISWA (LKS) IPA TERPADU TEMA PENCEMARAN LINGKUNGAN TERHADAP PENANAMAN NILAI KARAKTER DAN PEMAHAMAN KONSEP Utami, Rizqi; Sumarni, Woro; Habibah, Noor Aini
Unnes Science Education Journal Vol 3 No 2 (2014): July 2014
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v3i2.3345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan pembelajaran dengan menggunakan LKS IPA terpadu pada tema pencemaran lingkungan terhadap penanaman nilai karakter dan pemahaman konsep siswa kelas VII. Populasi yang diambil adalah siswa SMP Negeri 1 Tempuran kelas VII semester genap tahun ajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah post test only control design dengan menerapkan pembelajaran menggunakan  LKS IPA terpadu pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang menerapkan pembelajaran tanpa menggunakan LKS. Pengambilan data melalui observasi pengukuran nilai karakter dan pemahaman konsep yang berupa hasil belajar kognitif. Hasil analisis data penelitian menunjukkan nilai karakter dan hasil belajar kognitif kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Rata-rata nilai karakter komunikatif sebesar 88, rasa ingin tahu sebesar 86,9 dan kreatif sebesar 78,3 pada kelas eksperimen dan pada kelas kontrol rata-rata nilai karakter komunikatif sebesar 78,1, rasa ingin tahu sebesar 71,8 dan kreatif sebesar 63,1. Sedangkan hasil belajar kognitif pada kelas eksperimen sebesar 88,63 dan 80,19 pada kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan LKS IPA terpadu tema pencemaran lingkungan efektif terhadap penanaman nilai karakter dan pemahaman konsep. The purpose of this study to describe the effectiveness of learning by using the Integrated Science worksheets on the theme of environmental pollution to instill character values and understanding concept of grade VII. Population of this study are all of students grade VII of SMP Negeri 1 Tempuran on 2012/2013 academic year. The study design was used  post-test only control design which on experimental class the learning using the Integrated Sciences student worksheet and control class, the learning without the use of worksheets. The data were collected from the observation to measurement of the character value and cognitive test to measurement understanding concept. The result of the study showed that the average of the character value and understanding concept on axperimental class better than control class.The average value of communicative character is 88, curiosity character is 86.9 and creative character is 78.3 in the experimental class and on the control class, average communicative character values ​​is 78.1, 71.8 of curiosity characterand creative character is 63.1. While the average of cognitive test on the experimental class is 88.63 and 80.19 on the control class. Based on these results, it can be concluded that the application of Integrated Sciences worksheet on the theme environmental pollution effective against the character value and understanding concepts. 
PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA TERPADU MODEL WEBBED TEMA LINGKUNGAN Amarila, Raula Samsul; Habibah, Noor Aini; Widiyatmoko, Arif
Unnes Science Education Journal Vol 3 No 2 (2014): July 2014
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v3i2.3449

Abstract

Kemampuan berpikir kritis penting dalam pembelajaran IPA terpadu, tetapi belum diperhatikan dengan detail karena alat evaluasi yang ada tidak dapat mengukur kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA terpadu di sekolah. Perlu dilakukan pengembangan alat evaluasi untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang dimiliki dan memudahkan menerapkan konsep yang telah dipelajarinya. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat evaluasi yang dikembangkan sangat layak digunakan dengan memperoleh skor rata-rata 82 (87,23%). Alat evaluasi yang dikembangkan juga mampu mengukur kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA terpadu model webbed tema lingkungan yang ditunjukkan dengan hasil validasi ahli dan angket tanggapan guru yang mendapat skor maksimal 4. Alat evaluasi kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA terpadu model webbed tema lingkungan yang dikembangkan terbukti layak digunakan dan dapat mengukur kemampuan berpikir kritis pada siswa.  Critical thinking skills is important in natural science learning, but have not paid attention because there is not an evaluation tool that can evaluate students' critical thinking skills in schools . It is necessary to develop an evaluation tool to determine the success rate of students in developing critical thinking skills and facilitate to apply concepts they have learned. The research method applied is the research and development (R & D). The results showed that the developed evaluation tools reached a very decent average score of 82 (87.23%). The evaluation tool also able to evaluate students' critical thinking skills in an natural science learning environment theme webbed models indicated by the results of the validation expert and teacher questionnaire responses received the maximum score of 4. It can be concluded that the evaluation tools students' critical thinking skills in an natural science learning environment theme webbed models proved to be feasible and can be used to evaluate students’ critical thinking skills.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU MODEL WEBBED PADA TEMA HAMA DAN PESTISIDA Ridho, Shofwan; Haryani, Sri; Habibah, Noor Aini
Unnes Science Education Journal Vol 3 No 3 (2014): December 2014
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v3i3.4271

Abstract

Pembelajaran IPA terpadu di SMP N 2 Subah Batang terkendala dengan belum tersedianya buku IPA terpadu. Buku – buku yang selama ini dijumpai untuk dipakai dalam pembelajaran IPA belum IPA terpadu. Buku tersebut masih tersusun berdasarkan bab-bab yang tersendiri antara fisika, biologi dan kimia tanpa adanya keterpaduan di antara disiplin ilmu. Melalui modul IPA terpadu guru akan lebih mudah dalam melaksanakan pembelajaran dan siswa akan lebih terbantu serta mudah dalam belajar secara mandiri. Metode Penelitian yang diterapkan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Hasil penelitian dari validasi pakar pada kelayakan isi sebesar 79,2% dengan kriteria layak, kelayakan kebahasaan sebesar 95% dengan kriteria sangat layak dan kelayakan penyajian  sebesar 85,9% dengan kriteria sangat layak. Tanggapan guru terhadap modul sebesar 92,5% dengan kriteria sangat layak dan tanggapan siswa terhadap modul sebesar 97,3% dengan kriteria sangat layak. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan modul IPA terpadu model webbed pada tema hama dan pestisida melalui tahapan identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba skala kecil, revisi, ujicoba skala besar, revisi  dan produksi akhir. Modul yang dikembangkan layak digunakan sebagai sumber belajar siswa. Integrated science learning in SMP N 2 Subah Batang is constrained by lack of a unified science books. Books that have been found to be used in science teaching is not integrated science. The book is still arranged by chapters that separate between physics, biology and chemistry without any integration among the disciplines. This research was aimed to develop an integrated webbed science module on the theme of pests and pesticides. Through an integrated science module, teachers will be easier to implement learning and students will be helped and easy to learn independently. The research method applied was the research and development (Research and Development). The results of the experts' validation study on the feasibility of the content was 79.16% categorized in a decent criteria, linguistic eligibility criteria was 95% in a very decent criteria and proper presentation was 85.93% in a very decent criteria. Teacher's response to the module was 92.50% in a very decent criteria and student responses to the module was 96.53% also in a very decent criteria. It can be concluded that the development of webbed integrative science module on the theme of pests and pesticides was started from the identification of potential problems, data collection, product design, design validation, design revisions, small-scale trials, revisions, large-scale trials, revision and final production. Modules developed fit for use as a source of student learning. 
Pengembangan Rumah Anggrek Kalisegoro menuju Kampung Sejuta Anggrek Anggraito, Yustinus Ulung; Habibah, Noor Aini; Widiatningrum, Talitha
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v23i1.8686

Abstract

Anggrek merupakan tanaman dengan nilai ekonomis tinggi. Pemeliharaan anggrek memerlukan peralatan dan ketrampilan khusus supaya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Griya anggrek Mekar Sari merupakan salah satu rumah anggrek di wilayah Kalisegoro yang mempunyai potensi besar untuk berkembang. Pengembangan rumah anggrek ini terkendala adanya kurangnya sarana dan keterampilan pengelola dalam budidaya anggrek maupun pemasaran anggrek. Saat ini peralatan yang digunakan masih sangat terbatas. Selain itu pengadaan pupuk dan juga pembasmi hama juga masih terkendala oleh dana. Perawatan anggrek saat ini hanya berkisar penyiraman saja karena masih terbatasnya pengetahuan dan ketrampilan Ibu-Ibu PKK RW 4 Kalisegoro. Dukungan untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya penyediaan alat dan bahan yang bekaitan dengan budidaya anggrek, pelatihan mengenai budidaya anggrek dan pelatihan pemasaran anggrek. Strategi pemasaran anggrek akan didukung dengan pembuatan web Griya Anggrek Mekar Sari sehingga Griya Anggrek Mekar Sari tidak hanya dikenal di sekitar lingkungan Kalisegoro tetapi juga daerah lain. Web Griya Mekar sari telah berhasil dikembangkan. Penambahan koleksi anggrek, peralatan dan juga bahan untuk pemeliharaan anggrek meningkatkan kualitas dan kuantitas anggrek. Peningkatan kualitas dan kuantitas anggrek serta adanya strategi pemasaran meningkatkan omzet penjualan anggrek. Selain itu keterampilan peserta juga meningkat dengan adanya pelatihan persilangan anggrek dan tambahan pengetahuan berkaitan dengan display anggrek pada showroom.
Pertumbuhan Kalus Rejasa (Elaeocarpus grandiflorus) dari Eksplan Tangkai Daun pada Kondisi Gelap Wijawati, Nur; Habibah, Noor Aini; Musafa, Fajar; Mukhtar, Khoirul; Anggraito, Y. Ulung; Widiatningrum, Talitha
Life Science Vol 8 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v8i1.29986

Abstract

Rejasa (Elaeocarpus grandiflorus) is a Salatiga identity plant which is now rarely found. Rejasa produces secondary metabolites that have the potential as drugs. This study tested the growth of rejasa callus in the medium with the addition of various types and concentrations of growth regulators. The independent variables used were the type and concentration of growth regulators (2,4-dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D) with concentrations of 1.5; 2.5 and 3.5 ppm and Picloram with a concentration of 3.5; 5; and 7.5 ppm). The dependent variable in this study was the growth of callus regeneration (percentage of callus growth, time of callus formation and morphology of callus) observed for five months in dark conditions. Explants used were young petiolus and the medium used in this study was medium Murashige and Skoog (MS). The results showed the lowest percentage of callus induction was found in explants with the addition of Picloram growth regulators with a concentration of 7.5 ppm (14%). Explants maintained in the medium with the addition of Picloram with a concentration of 5 ppm resulted in the highest percentage of callus induction. The time of callus induction is in the range of 10-22 days. The explants with the addition of Picloram growth regulator substances with a concentration of 5 ppm had the best callus induction time, which was 12 days. Most of the callus formed was friable and yellowish. Based on the results of this research, the best medium for callus induction of rejasa in dark conditions was medium with the addition of 5 ppm Picloram. Rejasa (Elaeocarpus grandiflorus) adalah tanaman identitas Salatiga yang mulai jarang ditemukan. Pertumbuhan populasinya memiliki perkembangan yang lambat. Perkembangan generatif melalui perkecambahan biji terjadi dalam tingkat yang sangat rendah. Dalam kelangkaannya, rejasa memiliki khasiat sebagai tanaman obat melalui metabolit sekunder yang dihasilkan. Penelitian ini menguji pertumbuhan kalus rejasa dalam variasi jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh. Variabel bebas yang digunakan adalah jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh (2,4-dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D) dengan konsentrasi 1,5; 2,5; dan 3,5 ppm serta pikloram dengan konsentrasi 3,5; 5; dan 7,5 ppm). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pertumbuhan kalus rejasa (persentase tumbuh kalus, waktu berkalus, dan morfologi kalus) dalam medium yang diamati selama 5 bulan. Eksplan yang digunakan adalah tangkai muda yang ditanam dalam medium agar Murashige & Skoog dengan penambahan zat pengatur tumbuh 2,4-D dan pikloram dalam berbagai konsentrasi dan dipelihara dalam kondisi gelap. Hasil penelitian menunjukkan persentase induksi kalus paling rendah terdapat pada eksplan dengan penambahan zat pengatur tumbuh pikloram dengan konsentrasi 7,5 ppm (14%). Eksplan yang dipelihara pada medium dengan penambahan pikloram konsentrasi 5 ppm memghasilkan persentasi induksi kalus tertinggi. Waktu induksi kalus berada dalam rentang 10-22 hari. Eksplan dengan penambahan zat pengatur tumbuh pikloram konsentrasi 5 ppm memiliki rerata waktu induksi kalus paling baik yaitu 12 hari. Kalus yang terbentuk dominan berwarna kekuningan dengan jenis meremah. Berdasarkan hasil penelitiaan, medium yang paling baik untuk induksi kalus dalam kondisi gelap adalah medium MS dengan penambahan zat pengatur tumbuh pikloram konsentrasi 5 ppm.
Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh 2,4-D dan Kinetin terhadap Pertumbuhan dan Morfologi Sel Gembili (Dioscorea esculenta) Sri Puspitasari, Anisa Dewi; Habibah, Noor Aini
Life Science Vol 10 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v10i2.54460

Abstract

Gembili (Dioscorea esculenta) bioactive compounds that can be used for treatment. Cell culture is a method that can be used to produce bioactive compounds from plant. The success of cell culture techniques is influenced by the type and concentration of plant growth (PGR). This study aims to analyze the effect of 2,4-D and kinetin on the growth and morphology of gembili cells. Murashige & Skoog (MS) medium with the addition of 2,4-D and kinetin (1 ppm 2,4-D + 1 ppm kinetin; 1 ppm 2,4-D + 0,5 ppm kinetin; 0,5 ppm 2,4-D + 1 ppm kinetin; 0,5 ppm 2,4-D + 0,5 ppm kinetin; and 0 ppm 2,4-D + 0 ppm kinetin) were used for gembili cell growth. The observed parameters are fresh weight and morphology of cells. The results showed that the combination of 1 ppm 2,4-D + 1 ppm kinetin produces the highest fresh weight (2,1782 g). The resulting cells are predominantly globular, but there are some that differentiate into elongated ones. Cell color in all treatments was variated from light brown to darker brown. The findings may provide preliminary information using cell suspension cultures in the production of secondary metabolites from Dioscorea esculenta. Gembili (Dioscorea esculenta) menghasilkan senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan. Kultur sel merupakan metode yang dapat digunakan untuk produksi senyawa bioaktif yang terkandung dalam tumbuhan. Keberhasilan dari teknik kultur sel di antaranya dipengaruhi oleh jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh (ZPT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ZPT 2,4-D dan kinetin terhadap pertumbuhan dan morfologi sel gembili. Variabel bebas yang digunakan pada penelitian ini yaitu kombinasi antara ZPT 2,4-D dan kinetin (1 ppm 2,4-D + 1 ppm kinetin; 1 ppm 2,4-D + 0,5 ppm kinetin; 0,5 ppm 2,4-D + 1 ppm kinetin; 0,5 ppm 2,4-D + 0,5 ppm kinetin; dan 0 ppm 2,4-D + 0 ppm kinetin). Tipe kultur yang digunakan adalah kultur suspensi sel menggunakan media MS dengan penggojogan. Variabel terikat pada penelitian ini yaitu berat basah dan morfologi sel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara ZPT 1 ppm 2,4-D + 1 ppm kinetin menghasilkan berat basah yang paling tinggi yaitu sebesar 2,1782 gram. Sel yang dihasilkan dominan berbentuk globular, namun ada beberapa yang berdiferensiasi menjadi memanjang, sedangkan warna sel bervariasi dari cokelat muda hingga cokelat tua. Temuan dapat menjadi informasi awal menggunakan kultur suspensi sel dalam produksi senyawa metabolit sekunder dari gembili.
Identifikasi dan Manfaat Tanaman Obat Keluarga di Masyarakat Desa Sukorejo Gunungpati, Semarang Ari Yuniastuti; Nugrahaningsih Nugrahaningsih; Noor Aini Habibah; Talitha Widiatningrum; Tyas Agung Pribadi; Fitri Arum Sasi
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 1 (2021): February, Pages 1-160
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i1.233

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dikenal sebagai apotik hidup merupakan tanaman yang ditanam di halaman rumah. Penanaman TOGA di pekarangan warga RT02/RW05 Sukorejo, Gunungpati, Semarang selama ini belum terlaksana dengan baik. Oleh karena itu dilakukan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader PKK dalam identifikasi dan pemanfaatan TOGA melalui penyuluhan, pelatihan dan pendampingan TOGA. Khalayak sasaran  adalah kader PKK RT 02/RW05 dan ibu-ibu yang dipilih karena memiliki kemampuan lebih dalam menjalankan kegiatan PKK dan pandai mendesiminasikan hasil pengabdian pada khalayak yang lebih luas. Kegiatan berlangsung selama 6 bulan meliputi persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi meliputi a) penyuluhan potensi tanaman rempah-rempah bagi kesehatan dan perlunya menanam rempah-rempah dalam bentuk Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di pekarangan, b). pelatihan bagi kader PKK RT02/RW 05 tentang cara menaman TOGA di lahan minimalis dan c) pelatihan mengolah hasil pasca panennya menjadi berbagai minuman yang berkhasiat bagi kesehatan. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kader PKK RT 02/ RW 05 tentang pengelolaan dan pemanfaatan taman TOGA, terwujudnya taman TOGA di masing-masing perkarangan halaman depan rumah, serta kemandirian dalam pemenuhan pengobatan tradisonal. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat dilakukan dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan menanam TOGA, sehingga pemanfataan TOGA untuk kesehatan dapat dilakukan secara berkesinambungan dan berdampak pada sosial ekonomi masyarakat.
Co-Authors Aini Sa’adah Alin Liana Amalia, Adninta Husnu Amin Rertoningsih Amin Rertoningsih, Amin Ananda Lutfiah Andin Irsadi Anindya Ardiansari Anisa Dewi Sri Puspitasari Ardiansari, Anidya Ari Indrianto Ari Indrianto Ari Yuniastuti Arief, Nurul Huda Am Zen Arif Widiyatmoko, Arif Arumsasi, Fitri Aulia, Siska Na'ilil Bahrunnisa, Atiqah Damar Galih Dewi Mustikaningtyas Endah Suwarni Endah Suwarni Endah Suwarni Enni Suwarsi Rahayu Fajar Musafa Farikha, Sabrina Nur Fitri Arum Sari Fitri Arum Sasi, Fitri Arum Fitrianti, Destri Firlidya Furzani Pa’ee Griyani -, Griyani Hapsari Ika Mundiyakin, Ika Intan Kristanti Intan Kristanti, Intan Krispinus Kedati Pukan Kukuh Santoso Kumala Dewi Kumala Dewi Lina Herlina Lina Herlina Lina Herlina Linda Noviyanti Lisdiana Lisdiana Melati, Dinda Meti Indrowati Mia Chalimatur Rosyidah Mualimin Mualimin Muhyidin, Faricha Aulia Mukhtar, Khoirul Mun Isyatul Millah Mun Isyatul Millah, Mun Isyatul Munisyatul Millah Munisyatul Millah Musafa, Fajar Nafia, Rosyida Nugrahaningsih Nugrahaningsih Nugrahaningsih Nugrahaningsih Nur Wijawati Pa’ee, Furzani R Susanti Raula Samsul Amarila, Raula Samsul Rizqi Utami, Rizqi Safitri Safitri Samkhatin Khaniyah Samkhatin Khaniyah Sasabila Mumtaz Shofwan Ridho, Shofwan Sinaga, Na Dame Maulibulung Siti Alimah Siti Harnina Bintari Sri Ambar Sri Ambar Sri Haryani Sri Nanan B Sri Pudyastuti Sri Pudyastuti Sri Puspitasari, Anisa Dewi Sukarti Moeljopawiro Sukarti Moeljopawiro Sumadi - Sumadi - Sumadi - Supriyanto Supriyanto SUTIKNO Sutikno Sutikno Talitha Widiatningrum Taqiyyah Rabbani Ramadhan Titis Purwanti, Titis Tyas Agung Pribadi Vira Ayuningrum Wijawati, Nur Wiwi Isnaeni Wiyanto - Wiyanto Wiyanto Woro Anindito Sri Tunjung Woro Sumarni Wulan Christijanti Y. Ulung Anggraito Y. Ulung Anggraito, Y. Ulung Yustinus Ulung Anggraito