Claim Missing Document
Check
Articles

INDUKSI KALUS KRISAN (Chrysanthemum morifolium) DENGAN PENAMBAHAN BERBAGAI KOMBINASI PIKLORAM DAN BAP Farikha, Sabrina Nur; Habibah, Noor Aini
JURNAL AGROTROPIKA Vol. 24 No. 2 (2025): Jurnal Agrotropika Vol 24 No 2, Oktober 2025
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v24i2.11197

Abstract

Chrysanthemum (Chrysanthemum morifolium) contains secondary metabolites that are used as anticancer, anti-inflamantory, antioxidant, and antibiotic agents. In vitro techniques or tissue culture are considered capable of producing metabolites through callus culture with the addition of growth regulators (GRs). The objective of this study was to analyzed the effect of the type and concentration of Picloram and BAP on the formation of chrysanthemum callus. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with two factors: treatment, consisting of the type of PGR (Picloram and BAP), and concentration, consisting of four treatment levels: 0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, and 3 ppm. Quantitative data, including growth time, percentage, fresh weight and dry weight of callus, were analyzed using IBM SPSS Statistic 27, while qualitative data, including color and texture morphology of callus, were analyzed descriptively. The result show that Picloram has a significant effect on all observed parameters. The addition of BAP only affect the fresh weight of the callus, while the combination of Picloram and BAP affect both the fresh and dry weight of the callus. A Picloram concentration of 3 ppm was the most optimal treatment for all parameters, and the combination of 3 ppm Picloram + 3 ppm BAP produced the highest fresh and dry weights of the callus. The callus formed was predominantly yellowish-green in color with a crumbly texture. These findings indicate that the combination of 3 ppm Picloram + 3 ppm BAP is effective in increasing the efficiency of callus induction in C. morifolium.   Key words: BAP,callus, chrysanthemum, picloram
Pengaruh Intensitas Cahaya, Jenis Pemadat Media, dan Konsentrasi BAP terhadap Kadar Klorofil dan Pertumbuhan Krisan (Chrysanthemum indicum L.) secara In Vitro Amalia, Adninta Husnu; Habibah, Noor Aini; Rahayu, Enni Suwarsi
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.63079

Abstract

Abstrak Krisan memiliki tingkat heterozigositas dan self incompatibility yang tinggi. Hal tersebut mengakibatkan krisan jarang membentuk biji. Perbanyakan tanaman Krisan secara in vitro dianggap lebih menguntungkan karena dapat menghasilkan bibit dalam jumlah banyak dan waktu yang relatif singkat. Kultur in vitro dipengaruhi oleh lingkungan pertumbuhan, komposisi media dan zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas cahaya, jenis media dan konsentrasi BAP serta interaksinya terhadap kadar klorofil dan pertumbuhan krisan secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok tiga faktor yaitu intensitas cahaya (1000 lux, 3000 lux dan 5000 lux), jenis pemadat media (agar-agar dan vermikulit) dan konsentrasi BAP (0 ppm; 0,25 ppm; 0,5 ppm dan 1 ppm) diulang sebanyak 3 kali pada setiap taraf perlakuan dengan unit perlakuan 1 eksplan/botol. Parameter yang diamati adalah pertambahan tinggi plantlet, pertambahan jumlah daun, pertambahan jumlah tunas dan perhitungan kadar klorofil total yang seluruhnya dilakukan pada 8 minggu setelah tanam (MST). Data dianalisis dengan Anava tiga arah dan Kruskal Wallis serta uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan jumlah daun, pertambahan jumlah tunas dan tinggi planlet hanya dipengaruhi jenis media. Interaksi media agar-agar dan BAP 1 ppm menghasilkan pertambahan tunas paling banyak, sedangkan kadar klorofil total planlet krisan tidak dipengaruhi oleh intensitas cahaya, jenis media dan konsentrasi. Untuk perbanyakan krisan secara in vitro seebaiknya menggunakan media agar-agar + BAP 1 ppm dan pada rentang cahaya 1000 lux - 5000 lux
Diversifikasi Produk Griya Anggrek Mekar Sari Kalisegoro Gunungpati Semarang Habibah, Noor Aini; Sutikno; Rahayu, Enni Suwarsi; Anggraito, Yustinus Ulung; Sasi, Fitri Arum; Hapsari
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v5i1.3020

Abstract

Anggrek merupakan tanaman dengan nilai ekonomis tinggi. Griya anggrek Mekar Sari merupakan salah satu rumah anggrek di wilayah Kalisegoro yang mempunyai potensi besar untuk berkembang. Kegiatan saat ini yang dilakukan di Griya Mekar Sari hanya pemeliharaan dan penjualan anggrek saja. Rutinitas ini memberikan dampak menurunnya antusiasme pengelola. Selain itu tidak beragamnnya produk anggrek yang ditawarkan menyebabkan turunnya omzet penjualan. Sejak berdiri hingga sekarang rerata penjualan anggrek hanya berkisar 4 tanaman perbulan. Jumlah penjualan ini masih rendah dan belum memberikan dampak ekonomi yang berarti bagi anggota Griya Anggrek Mekar Sari. Tingkat penjualan yang rendah antara lain disebabkan karena koleksi anggrek yang masih terbatas dan tidak adanya produk lain yangberkaitan dengan anggrek yang dijual. Perlu adanya suatu terobosan berupa diversifikasi produk yang dapat menarik pembeli dan juga meningkatkan antusime pengelola. Solusi dari berbagai permasalahan yang dialami oleh mitra akan dilakukan bersama-sama antara tim pengusul dengan mitra. Jabaran dari solusi tersebut adalah sebagai berikut: (1) Peningkatan koleksi anggrek. (2) Peningkatan diversifikasi produk anggrek. Diversifikasi produk yang ditawarkan adalah kit pemeliharaan anggrek (berisi media tanam, pot kecil dan bibit anggrek dalam botol kecil) dilengkapi dengan manual penggunaannya, gantungan kunci dan hiasan meja berisi tanaman anggrek, peralatan standar pemeliharaan anggrek, pot cantik homemade, dan juga produk berupa kemasan anggrek yang menarik. Diharapkan diversivikasi produk ini akan meningkatkan omzet penjualan dan juga meningkatkan motivasi bagi pengelola Griya Anggrek Mekar Sari.
Vanilla Callogenesis with the Addition of Picloram and BAP under Dark and Light Conditions Bahrunnisa, Atiqah; Noor Aini Habibah
Life Science Vol. 14 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/unnesjlifesci.v14.i1.22275

Abstract

Vanillin is a secondary metabolite in vanilla, with a 1%–3% content. Tissue culture is an effective alternative for producing plant secondary metabolites. This study aimed to analyze the effect of picloram and BAP under light and dark conditions on the callogenesis of vanilla leaf explants. A randomized block design was used with two factors: picloram concentration (0 ppm, 2.5 ppm, 5 ppm, 7.5 ppm) and BAP (0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm), as well as lighting conditions (light and dark). Vanilla leaf explants were cultured on MS medium and incubated for three months. The observed parameters included the time for explants to curve, the percentage of curved explants, the time of callus formation, the percentage of callus-forming explants, and callus morphology. The results showed that PGRs type/concentration significantly affected the percentage of curved explants but had no significant effect on other parameters. Lighting and its interaction with PGRs had no significant effect. The best combination of picloram and BAP resulted in 100% curved explants but was less optimal for inducing callus formation in vanilla leaf explants. This study can open scientific insights into the combination of picloram and BAP and the effects of different lighting in vanilla leaf callogenesis.
Enhancing Plantlet Growth of Vanda floresensis Motes through Acclimatization Chamber, Chitosan Spraying, and Mixed Medium Rahayu, Enni Suwarsi; Habibah, Noor Aini; Anggraito, Yustinus Ulung; Melati, Dinda; Sinaga, Na Dame Maulibulung; Pa’ee, Furzani
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol. 17 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v17i3.33383

Abstract

The conservation of  Vanda floresensis Motes has been conducted using in vitro techniques and has produced a large number of plantlets. These plantlets require acclimatization, but the optimal method has not yet been found. The aims of the research were to develop an acclimatization protocol by verifying the effectiveness of an acclimatization chamber (AC), chitosan spraying, and mixed medium composition on plantlet growth.  The research was conducted in a screen house of Universitas Negeri Semarang, using a factorial randomized block design with three factors. The AC factor consisted of two levels: inside and outside the AC. The chitosan concentration factor consisted of five levels, namely 0.0, 1.5, 3.0, 4.5, and 6.0 ppm. The composition of the mixed medium consisted of three levels. The observed variables included the increase in number, length, and width of the leaf, total chlorophyll content, and wilted leaf. Data were analyzed by ANOVA and Duncan test. It can be concluded that the use of AC, chitosan spraying, and mixed medium composition was effective in increasing leaf growth and total chlorophyll content and reducing wilted leaf.  Spraying chitosan of 1.5 - 3.0 ppm with the use of AC and spraying chitosan of 1.5 ppm with a mixed medium of brick pieces, coconut fibre, and tree bark chips with a ratio of 1:2:1 resulted in the highest leaf growth and total chlorophyll content, and the lowest wilted leaf. The results of this study can be used as an acclimatization protocol for orchid propagation for conservation purposes.
REKAYASA SUBSTRAT POC PLUS BIOFERTILIZER DARI LIMBAH CAIR OLAHAN KEDELAI BERBASIS KOMUNITAS BSM Bintari, Siti Harnina; Habibah, Noor Aini; Isnaeni, Wiwi; Sutikno, Sutikno
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 12 (2024)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BSM merupakan unit usaha di kelurahan Patemon Gunung Pati, dijalankan lima belas orang ibu dengan berbagai kegiatan meliputi mendaur ulang minyak jelantah menjadi sabun, limbah kain perca, kertas menjadi bunga dan pernik bunga. Telah dilakukan pengolahan limbah organik menjadi ecoenzym, dan dilanjutkan pembuatan pupuk organik cair dari limbah olahan kedelai yang kaya protein. Tujuannya untuk menguatkan komunitas bank sampah melalui kegiatan pengolahn limbah cair dan meningkatkan ketrampilan melalui pembuatan biofertilizer berupa pupuk cair untuk dipergunakan sendiri guna merawat tanaman di sekitar rumah, lingkungan dan taman toga. Metode yang digunakan meliputi diskusi informasi, pelatihan, penerapan dan implementasi produk. Teknologi yang digunakan adalah fermentasi spontan melalui rekayasa substrat tinggi protein dengan komposisi terdiri atas telur ayam sebagai sumber protein hewani, whey tahu dan atau limbah rendaman kedelai sebagai sumber protein nabati, vitamin dan mineral dari bawang merah, molase dan starter EM4. Hasil kegiatan berupa pupuk organik cair dengan formula “plus” dari bahan utama dan pengaya menghasilkan kompleks suspensi cairan berwarna coklat tua, beraroma alkoholik dengan Rasio C/N, P dan K sebesar berturut-turut 1.86%, 0.076% dan 0,198%. Implementasi POC plus pada tanaman rumah tangga cabe, terong dan tomat memberikan trend pada kemunculan bunga lebih awal. Produk POCplus merupakan produk baru sebagai biofertilizer yang spesifik.
Co-Authors Aini Sa’adah Alin Liana Amalia, Adninta Husnu Amin Rertoningsih Amin Rertoningsih, Amin Ananda Lutfiah Andin Irsadi Anindya Ardiansari Anisa Dewi Sri Puspitasari Ardiansari, Anidya Ari Indrianto Ari Indrianto Ari Yuniastuti Arief, Nurul Huda Am Zen Arif Widiyatmoko, Arif Arumsasi, Fitri Aulia, Siska Na'ilil Bahrunnisa, Atiqah Damar Galih Dewi Mustikaningtyas Endah Suwarni Endah Suwarni Endah Suwarni Enni Suwarsi Rahayu Fajar Musafa Farikha, Sabrina Nur Fitri Arum Sari Fitri Arum Sasi, Fitri Arum Fitrianti, Destri Firlidya Furzani Pa’ee Griyani -, Griyani Hapsari Ika Mundiyakin, Ika Intan Kristanti Intan Kristanti, Intan Krispinus Kedati Pukan Kukuh Santoso Kumala Dewi Kumala Dewi Lina Herlina Lina Herlina Lina Herlina Linda Noviyanti Lisdiana Lisdiana Melati, Dinda Meti Indrowati Mia Chalimatur Rosyidah Mualimin Mualimin Muhyidin, Faricha Aulia Mukhtar, Khoirul Mun Isyatul Millah Mun Isyatul Millah, Mun Isyatul Munisyatul Millah Munisyatul Millah Musafa, Fajar Nafia, Rosyida Nugrahaningsih Nugrahaningsih Nugrahaningsih Nugrahaningsih Nur Wijawati Pa’ee, Furzani R Susanti Raula Samsul Amarila, Raula Samsul Rizqi Utami, Rizqi Safitri Safitri Samkhatin Khaniyah Samkhatin Khaniyah Sasabila Mumtaz Shofwan Ridho, Shofwan Sinaga, Na Dame Maulibulung Siti Alimah Siti Harnina Bintari Sri Ambar Sri Ambar Sri Haryani Sri Nanan B Sri Pudyastuti Sri Pudyastuti Sri Puspitasari, Anisa Dewi Sukarti Moeljopawiro Sukarti Moeljopawiro Sumadi - Sumadi - Sumadi - Supriyanto Supriyanto SUTIKNO Sutikno Sutikno Talitha Widiatningrum Taqiyyah Rabbani Ramadhan Titis Purwanti, Titis Tyas Agung Pribadi Vira Ayuningrum Wijawati, Nur Wiwi Isnaeni Wiyanto - Wiyanto Wiyanto Woro Anindito Sri Tunjung Woro Sumarni Wulan Christijanti Y. Ulung Anggraito Y. Ulung Anggraito, Y. Ulung Yustinus Ulung Anggraito