Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Griya Anggrek Mekar Sari Kelurahan Kalisegoro Semarang Noor Aini Habibah; Anindya Ardiansari; Y. Ulung Anggraito; Fitri Arum Sari
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i1.542

Abstract

Griya anggrek Mekar Sari merupakan rumah anggrek di wilayah Kalisegoro yang mempunyai potensi besar untuk berkembang. Tujuan pendirian Griya Anggrek Mekar Sari adalah meningkatkan keterampilan dan juga pendapatan Ibu-Ibu di wilayah RW 4 Kalisegoro Gunungpati Semarang. Tetapi sampai saat ini, 1 tahun setelah berdiri, tujuan tersebut belum tercapai. Berbagai penyebab telah diidentifikasi yaitu : penjualan yang rendah dan manajemen keuangan yang belum dilakukan. Tingkat penjualan yang rendah antara lain dipengaruhi terbatasnya koleksi anggrek, pemasaran yang hanya terbatas pada wilayah sekitar Kalisegoro, dan juga belum memadainya jumlah tenaga yang terampil memelihara anggrek serta sarana dan prasarana yang masih terbatas.  Koleksi anggrek masih didominasi oleh jenis Dendrobium dengan keanekaragaman yang masih rendah. Terbatasnya jumlah tenaga terampil dalam budidaya anggrek menyebabkan kualitas anggrek yang ada juga tidak maksimal. Kurangnya sarana dan prasarana untuk budidaya anggrek juga menyebabkan kualitas anggrek sulit ditingkatkan. Belum dilaksanakannnya manajemen keungan juga menyebabkan rendahnya pendapatan. Dukungan untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan pengelolaan Griya Anggrek Mekar Sari yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan manajemen keuangan, budidaya anggrek, pemasaran anggrek serta  penyediaan sarana dan prasarana yang memadai untuk budidaya anggrek. Terlaksananya manajemen keuangan yang baik, kualitas anggrek yang tinggi, koleksi anggrek yang beragam dan pemasaran anggrek yang luas telah meningkatkan penjualan. Koleksi anggrek meningkat hingga 98 %. Penjualan meningkat hingga 81%. Program pengembangan rumah anggrek  Griya Anggrek Mekar Sari memberikan hasil yang positif. 
Transfer Gen Penanda Pada Kentang (Solanum tuberosum L.) CV Panda dan Atlantik dengan Bantuan Agrobacterium Noor Aini Habibah; Sri Nanan B
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 22, No 1 (2005)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2005.22.1.91

Abstract

This research was carried out to evaluate the efficiency of marker gene transfer of potato (Solanum tuberosum L.) explant tissues, which were co-cultivated with Agrobacterium tumefaciens strain LBA 4404 carrying binary vector pBI121. Nodes and leaf segments from shoot cultures of Panda and Atlantic cultivars were used as explants. The marker gene transfer procedure was initiated with explant pre-conditioning, followed with co-cultivating and selecting of putative transformant cells. Explants were pre-conditioned over-night in callus induction medium containing basal medium of MS (Murashige & Skoog, 1962) supplemented with 5 mg/l naphthalene acetic acid (NAA) and 0.1 mg/l benzyl adenine. After 10 min. inoculation in  A. tumefaciens suspension, explants were co-cultivated for 1, 3, 5, 7 and 9 days. After co-cultivation, explant tissues were placed on callus induction medium added with 150 mg/l kanamycin. Successful marker gene transfer was calculated as the percentage of total explants producing callus on selection medium. Results showed that more co-cultivated nodal explants became resistant to kanamycin than co-cultivated leaf explants. The highest efficiency of transformation (45%) of nodal explants was observed in Panda cultivar whereas that in Atlantik was only 30%. The most efficient transformation of leaf explants was observed in Panda cultivar (20%) whereas that in Atlantik was15%. The PCR analysis detected the presence of NPTII gene in transgenic tissues.
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN KARTU BERGAMBAR BERBENTUK POP UP CARD PADA PEMBELAJARAN SISWA SMP Noviyanti, Linda; Santoso, Kukuh; Aini Habibah, Noor
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 42, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v42i2.2916

Abstract

Pembelajaran materi organisasi sistem kehidupan di SMP Negeri 3 Pabelan tidak dapat dilakukan dengan pengamatan langsung karena keterbatasan sarana dan prasarana. Media kartu pop up  card adalah salah satu yang dapat digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pop up card dalam pembelajaran materi organisasi kehidupan di sekolah ini. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan ialah metode “True Experimental Design” bentuk “Pretest-Posttest Only Control Design”. Data yang diambil adalah data hasil belajar siswa, aktivitas siswa, tanggapan siswa dan tanggapan guru. Berdasarkan hasil uji t perbedaan mean antara pretest posttest diperoleh t hitung = 1.679 dan t tabel = 1.671, untuk t t tabel, maka Ho ditolak. Analisis hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas eksperimen mencapai ketuntasan 93,94%, sedangkan kelas kontrol 78,13%. Aktivitas siswa kelas eksperimen, 72,7% siswa pada pertemuan pertama dan 84,8% siswa pada pertemuan kedua tergolong aktif dan sangat aktif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan, penggunaan kartu pop up card efektif dalam pembelajaran sistwm organisasi kehidupan di SMP N 3 Pabelan Learning material organization of life systems in SMP Negeri 3 Pabelan can not be carried out by direct observation because of limitations facilities and infrastructure. Pop up card is media that can be used. This research aims to determine the effectiveness of pop up card in learning material organization of life in this school. The samples in this study were taken by purposive sampling technique. The method is the True Experimental Design form Pretest-Posttest Only Control Design. The data is taken from student learning outcomes, student activities, student and teacher responses. Based on the results of t-test the mean difference between pretest posttest obtained t = 1.679 and the t table = 1.671, t t table, so Ho is rejected. Analysis of the research showed that the experimental class students achieve mastery 93.94%, while the control class is 78.13%. Experimental activity graders, 72.7% of students at the first meeting and 84.8% of students in the second meeting have an active and very active criteria.  Based on the results of this study concluded that pop up card is effectively used in learning the material organization of life systems in SMP N 3 Pabelan 
Pengembangan Taman TOGA Untuk Peningkatan Kesehatan Warga Panti Asuhan Yafikhi Semarang R. Susanti; Wulan Christijanti; Noor Aini Habibah; Dewi Mustikaningtyas; Fitri Arum Sasi; Damar Galih; Sasabila Mumtaz; Anisa Dewi Sri Puspitasari
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v6i1.1066

Abstract

Panti Asuhan Yafikhi memiliki lahan kosong yang berpotensi digunakan sebagai perkebunan. Tantangan dalam pengembangan pertanian hortikultura adalah keseimbangan penggunaan bahan organik dan anorganik. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberdayakan warga panti asuhan Yafikhi dalam (1) merancang arsitektur landscape “Taman TOGA” sesuai dengan luas dan kondisi lahan, (2) mengumpulkan dan menanam toga sesuai dengan landscape yang telah dibuat, (3) Menerapkan bioteknologi dalam pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik, (4) merawat dan mengelola kebun TOGA menggunakan pupuk organik, (5) memanfaatkan tanaman obat untuk menjaga kesehatan. Metode yang digunakan adalah workshop, praktik, dan pendampingan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman warga mitra (Panti Asuhan Yafikhi Semarang) tentang pentingnya tanaman obat untuk menjaga kesehatan, terampil merancang dan mewujudkan Taman TOGA, terampil mengelola sampah rumah tangga menjadi kompos padat dan pupuk organik cair, dan terampil menggunakan pupuk organik untuk memelihara taman TOGA.
Pengembangan Bahan Ajar Sistem Respirasi Berbasis Pbl Untuk Meningkatkan Pemahaman Kosep, Sikap Dan Perilaku Terhadap Bahaya Merokok Aini Sa’adah; Lisdiana Lisdiana; Noor Aini Habibah
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.4039

Abstract

The 2013 curriculum demands that learners be active. One of the efforts is by applying problem-based learning. This research developed effective and valid PBL teaching material about the respiratory system material for XI graders at Islamic Senior High School. This Research & Development validated the teaching material with the assessment sheets of the validator. Then, the researchers analyzed the percentages descriptively. The researchers examined the levels of the teaching material readability within a small-scale test. The large-scale test of the teaching material implementation involved 34 learners from the XI Mathematics & Science program. The test applied conceptual understanding results and the assessment of smoking attitude and avoidance behavior. The results showed the validation score of the media expert was 93.12%. The validation score of the material expert was 89.39%. Then, the biology teacher's validation score was 92.5%. All percentages showed that the product was extremely valid. The conceptual understanding results found higher posttest scores than the pretest score with the N-gain of 0.54, categorized moderate. The attitude assessment score of the smoking behavior based obtained a percentage mean of 86.77%, categorized as extremely high. The avoidance behavioral assessment of smoking obtained a percentage mean of 90,02%, categorized as extremely high. The results showed the teaching material about the respiratory system based on PBL was valid and effective to apply in the eleventh grade of Mathematics Science at MA NU 01 Banyuputih.
POTENSI KECAMATAN GUNUNGPATI SEMARANG SEBAGAI SENTRA PERTANIAN ORGANIK MELALUI KEGIATAN IPTEKS BAGI MASYARAKAT KELOMPOK WANITA TANI Dewi Mustikaningtyas; Wiyanto Wiyanto; Noor Aini Habibah
Jurnal Abdimas Vol 20, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v20i2.8331

Abstract

Kecamatan Gunungpati Semarang memiliki potensi untuk menjadi sentra pertanian kebun buah dan sayur organik salah satunya melalui kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT). Namun selama ini, kegiatan yang ada di KWT dan hasil pertanian belum optimal. Hal ini dikarenakan belum efektifnya penataan tanaman di kebun pekarangan rumah, masih ada lahan kebun yang kosong belum dimanfaatkan, belum ada pembukuan kegiatan dan manajemen penjualan hasil pertanian, masih rendah difersifikasi hasil pertanian menjadi produk bernilai jual tinggi, dan minimnya pengetahuan dan sarana pembuatan pupuk kompos dari limbah organik di lingkungan sekitar sebagai upaya meminimalisir pengeluaran untuk kebutuhan pupuk. Berdasarkan permasalahan tersebut, iptek bagi masyarakat (IbM) melalui program pengabdian masyarakat dilakukan dengan cara pemberian pengetahuan dan keterampilan di bidang optimalisasi lahan, pembukuan dan manajemen hasil pertanian, difersifikasi jahe menjadi minuman jahe instan, dan pembuatan pupuk kompos. Luaran yang dihasilkan adalah peningkatan keterampilan anggota KWT dalam optimalisasi lahan untuk pertanian organik, terampil dalam mengolah jahe menjadi minuman jahe instan, membuat pupuk organik, serta kompeten dalam pembukuan dan manajemen penjualan hasil pertanian.
OPTIMASI STERILISASI PERMUKAAN DAUN DAN ELIMINASI ENDOFIT PADA BURAHOL Noor Aini Habibah; Sumadi -; Sri Ambar
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 5, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v5i2.2748

Abstract

AbstrakBurahol termasuk tanaman yang buahnya dapat dimakan, dan mempunyai zat-zat aktif yang berpotensi sebagai obat dan deodoran alami. Kultur in vitro merupakan salah satu cara dalam produksi metabolit sekunder. Tingginya kontaminasi merupakan salah satu hal yang menjadi kendala dalam kultur  in vitro. Salah satu sumber kontaminan adalah eksplan yang digunakan dalam kultur in vitro. Optimasi sterilisasi permukaan merupakan langkah awal yang sangat penting dalam pengembangan kultur in vitro. Penelitian ini bertujuan mendapatkan prosedur optimasi sterilisasi permukaan eksplan daun burahol dan juga melakukan deteksi dan eliminasi edofit pada daun burahol. Optimasi sterilisasi permukaan dilakukan dengan perlakuan variasi konsentrasi klorox dan waktu perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun burahol mengandung jamur endofit. Eliminasi jamur endofit dapat dilakukan dengan penyiraman tanaman dengan fungisida. Sterilisasi permukaan eksplan yang paling optimal adalah dengan fungisida selama 24 jam, dilanjutkan dengan perendaman bakterisida dan fungisida selama 30 menit, perendaman pada alcohol 70% selama 1 menit, dilanjutkan dengan klorox 15% 10 menit, dan klorox 10% 10 menit berturut-turut. AbstractBurahol has active substances with potential as a drug and natural deodorant. In vitro culture is one way to production of secondary metabolites. High contamination is one of the things that become obstacles in in vitro culture . One of the contaminant source is explant that used in in vitro culture. Optimization of surface sterilization is a very important first step in the development of in vitro culture. This study aims to get the optimization procedure surface sterilization of burahol leaf explant and also perform detection and elimination endophyte on burahol leaves. Optimization surface sterilization is done by treatment by variations clorox concentration and immersion time. The results showed that the burahol leaves contain fungal endophytes. Endophytic fungus elimination can be done by sprinkling the plants with fungicides. Explant surface sterilization is the most optimal with fungicide for 24 hours, followed by immersion bactericide and fungicide for 30 minutes, immersion in 70 % alcohol for 1 min, followed by 10 minutes clorox 15 %, and 10 % clorox 10 minutes.
Efektivitas Penambahan Elisitor Asam Jasmonik dalam Peningkatan Sintesis Senyawa Bioaktif Andrografolid pada Kultur Suspensi Sel Sambiloto (Effectiveness of Jasmonic Acid Elicitor Addition for Andrographolide Synthesis Induction of Sambiloto Culture) Noor Aini Habibah
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 1, No 1 (2009): March 2009
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v1i1.42

Abstract

In this research, we have studied synthesis of improvement of andrographolid bioactive compound on cell culture of sambiloto by addition of jasmonic acid. The essential problems in this research are firstly, the effects of addition of jasmonic acid either can induce or not andrographolide synthesis improvement of cell culture of sambiloto and secondly, to observe the largest content of andrographolide in jasmonic acid concentrations. Meanwhile, the purpose of this research are to observe the functions of jasmonic acid elicitor for induction of andrographolide synthesis improvement of cell culture of sambiloto and to optimize jasmonic acid concentrations which can produce the largest andrographolide content. The independent variable is concentration of addition of jasmonic acid on cell culture and the dependent variable are the growth of cell suspension culture and andrographolide bioactive content. Experiment result show that the optimum medium of sambiloto cell consist of Murashige Skoog (1962) medium supplemented by 0,5 ppm kinetin and 2,4-D 5 ppm. The cell growth phases are the followings : lag phase at age of 0-5 days, exponential phase of 5-15 days, and stationary phase at age of longer than 15 days. The highest andrographolide was 4,66 x 10-2 reached in cell culture was supplemented with 10 µM jasmonic acid. Keywords : andrographolide, sambiloto cell suspension culture, jasmonic acid elicitor.
Profile of Flavonoid and Antioxidant Activity in Cell Suspension Culture of Elaeocarpus grandiflorus Noor Aini Habibah; Nugrahaningsih Nugrahaningsih; Safitri Safitri; Fajar Musafa; Nur Wijawati
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 13, No 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v13i3.32715

Abstract

Cell suspension cultures of Elaeocarpus grandiflorus produce flavonoids and various secondary metabolites. Flavonoid profile and antioxidant activity of the suspension culture extract of E. grandiflorus cells have not been studied. Therefore, this research aimed to analyze the antioxidant activity and flavonoid profile of the suspension culture extract of E. grandiflorus cells. Cell suspension cultures of E. grandiflorus were produced from leaf stalk callus that grew on WPM medium with a growth regulator 2.5 ppm 2,4-D. Cells were harvested at 30 days old and then extracted for profile analysis of bioactive compounds using the LC-MS method. The antioxidant activity analysis was conceded out using the DPPH method. The results showed that there were 32 types of flavonoids, of which 11 compounds had a concentration of more than 1% of the total bioactive compounds and had the potential to have antioxidant activity. The analysis results also showed that flavonoids type, composition, and antioxidant activity were not significantly different between the ages of E. grandiflorus cell suspension cultures. In addition, there was no correlation between flavonoid concentration and antioxidant activity. This study enriches information about secondary metabolites production in the E. grandiflorus cell culture which is still very rarely studied because of its rarity. The study also provides potential antioxidant as a scientific basis evident for E. grandifloras cell culture application in medical purpose.
EFEKTIVITAS ZPT 2,4 D PADA MEDIUM MS DAN LAMA PENCAHAYAAN UNTUK MENGINDUKSI KALUS DARI KOTILEDON KEDELAI Sri Pudyastuti; Noor Aini Habibah; Sumadi -
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 4, No 1 (2012): March 2012
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v4i1.2267

Abstract

Dalam upaya menghasilkan kedelai yang tahan terhadap hama penyakit, dan cekaman, maka dilakukan pemuliaan dengan kultur jaringan, melalui kalus. Penggunaan kalus sebagai tahap penelitian selanjutnya yaitu induksi variasi somaklonal atau transformasi genetik. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi cahaya, konsentrasi 2,4 D optimal dalam setiap kombinasi perlakuan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 2 faktor. Konsentrasi 2,4-D dan keadaan cahaya. Konsentrasi 2,4-D terdiri dari 4 taraf (0 ppm; 3 ppm; 6 ppm; dan 9 ppm;) dan 2 taraf lama pencahayaan (24 dan 0 jam). Variabel yang diamati adalah waktu muncul kalus, persentase tumbuh kalus dan berat kalus. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi 2,4 D merupakan faktor yang mempengaruhi induksi kalus, interaksi 2,4 D dan kondisi pencahayaan tidak berpengaruh terhadap pembentukan kalus. Interaksi 2,4 D dan kondisi pencahayaan tidak ada yang efektif untuk menginduksi kalus. Berdasarkan uji Duncan dihasilkan konsentrasi 2,4-D yang paling optimal adalah 9 ppm. In an effort to produce soybean that are resistant to pests and diseases and stress, the breeding was done by tissue culture, through callus. The use of callus is the further step in the research phases of somaclonal induction or genetic transformation. This study aimed to determine the condition of light, the optimal concentration of 2,4 D in any combinations of treatment. The research was using randomized block design consisting of two factors: the concentration of 2,4 D and the light. There was 4 levels of 2,4 D concentration (0 ppm; 3 ppm; 6 ppm; 9 ppm), and 2 levels of light exposure (24 and 0 hours). The observed variable was the time of the callus emerged, the percentage of the callus growth and the weight of the callus. The result showed that the concentration of 2,4 D was the factor affecting callus induction, whereas 2,4D and the interaction of light condition was not effective to induce callus. Based on Duncan test, the optimum concentration of 2,4 D was 9 ppm.
Co-Authors Aini Sa’adah Alin Liana Amalia, Adninta Husnu Amin Rertoningsih Amin Rertoningsih, Amin Ananda Lutfiah Andin Irsadi Anindya Ardiansari Anisa Dewi Sri Puspitasari Ardiansari, Anidya Ari Indrianto Ari Indrianto Ari Yuniastuti Arief, Nurul Huda Am Zen Arif Widiyatmoko, Arif Arumsasi, Fitri Aulia, Siska Na'ilil Bahrunnisa, Atiqah Damar Galih Dewi Mustikaningtyas Endah Suwarni Endah Suwarni Endah Suwarni Enni Suwarsi Rahayu Fajar Musafa Farikha, Sabrina Nur Fitri Arum Sari Fitri Arum Sasi, Fitri Arum Fitrianti, Destri Firlidya Furzani Pa’ee Griyani -, Griyani Hapsari Ika Mundiyakin, Ika Intan Kristanti Intan Kristanti, Intan Krispinus Kedati Pukan Kukuh Santoso Kumala Dewi Kumala Dewi Lina Herlina Lina Herlina Lina Herlina Linda Noviyanti Lisdiana Lisdiana Melati, Dinda Meti Indrowati Mia Chalimatur Rosyidah Mualimin Mualimin Muhyidin, Faricha Aulia Mukhtar, Khoirul Mun Isyatul Millah Mun Isyatul Millah, Mun Isyatul Munisyatul Millah Munisyatul Millah Musafa, Fajar Nafia, Rosyida Nugrahaningsih Nugrahaningsih Nugrahaningsih Nugrahaningsih Nur Wijawati Pa’ee, Furzani R Susanti Raula Samsul Amarila, Raula Samsul Rizqi Utami, Rizqi Safitri Safitri Samkhatin Khaniyah Samkhatin Khaniyah Sasabila Mumtaz Shofwan Ridho, Shofwan Sinaga, Na Dame Maulibulung Siti Alimah Siti Harnina Bintari Sri Ambar Sri Ambar Sri Haryani Sri Nanan B Sri Pudyastuti Sri Pudyastuti Sri Puspitasari, Anisa Dewi Sukarti Moeljopawiro Sukarti Moeljopawiro Sumadi - Sumadi - Sumadi - Supriyanto Supriyanto SUTIKNO Sutikno Sutikno Talitha Widiatningrum Taqiyyah Rabbani Ramadhan Titis Purwanti, Titis Tyas Agung Pribadi Vira Ayuningrum Wijawati, Nur Wiwi Isnaeni Wiyanto - Wiyanto Wiyanto Woro Anindito Sri Tunjung Woro Sumarni Wulan Christijanti Y. Ulung Anggraito Y. Ulung Anggraito, Y. Ulung Yustinus Ulung Anggraito