Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

DAMPAK DIMENSI KUALITAS PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN BLACKWHITE BARBERSHOP DENGAN PENDEKATAN STRUCTURAL EQUATING MODELING Ridwan, Muhammad; Aminuddin AP, Rezki Amelia; Hakim, Hakim
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 6 No. 02 (2025): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/just-me.v6i02.195

Abstract

Indonesia yang kaya akan sumber daya alam mendorong pertumbuhan UMKM, termasuk industri kecantikan dan barbershop. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan di Blackwhite Barbershop Makassar. Pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) yang digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, dengan path coefficient sebesar 0,541 dan p-value kurang dari 0.05. Selain itu, kepuasan pelanggan juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan, dengan path coefficient sebesar 0,255 dan p-value kurang dari 0,05. Penelitian ini memberikan kualitas layanan melalui pelatihan staff, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, serta menawarkan layanan tambahan yang dapat meningkatkan loyalitas pelanggan.
Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Untuk Menentukan Kriteria Karyawan Baru Divisi Marketing di PT Aman Global Pasific Cabang Makassar Khatimah, Nur Husnul; Hakim, Hakim; Andrie, Andrie
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 6 No. 02 (2025): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/just-me.v6i02.196

Abstract

Keberhasilan perusahaan dalam menjalankan usahanya sangat ditentukan oleh kualitas karyawan yang ada didalamnya. Untuk memperoleh karyawan-karyawan yang berkualitas yang dibutuhkan, perusahaan mengadakan proses seleksi dalam pemilihan kriteria-kriteria yang harus dipenuhi guna mendukung peran karyawan baru tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kriteria-kriteria karyawan baru dan kriteria yang paling penting diantaranya. Metode yang digunakan dalam proses analisis yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP). Pengambilan data dilakukan dengan wawancara serta pembagian kuisioner terhadap karyawan PT.Aman Global Pacific Cabang Makassar dengan populasi sebanyak 5 orang. Adapun hasil dari penelitian yaitu berdasarkan hasil wawancara didapatkan 3 kriteria pemilihan karyawan baru yaitu, pengetahuan dan keterampilan, konsep diri, motif dan sifat. Kriteria yang paling prioritas yaitu kriteria pengetahuan dan keterampilan dengan bobot 0,49 prioritas kedua yaitu kriteria motif dan sifat dengan bobot 0,32. Dan yang terakhir yaitu kriteria konsep diri dengan bobot 0,18.
Optimizing Local Economic Potential to Increase Regional Food Security through Village-Owned Enterprises Empowerment (Mixed Method: Explanatory Sequential Design) Alhakim, Rahmat; Hakim, Hakim; Mujab, Inam Fakhrul; Fitriani, Reza Nur
International Journal of Economics Development Research (IJEDR) Vol. 6 No. 6 (2025): International Journal of Economics Development Research (IJEDR)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ijedr.v6i6.9886

Abstract

This study aims to identify and optimize local economic potential to strengthen regional food security through the empowerment of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in Cilacap Regency. Using a mixed-method explanatory sequential design, quantitative analysis was conducted through Klassen Typology, Static and Dynamic Location Quotient (LQ–DLQ) to identify base and prospective agricultural commodities across sub-districts. The results were further elaborated using the Analytic Hierarchy Process (AHP) involving key stakeholders. The findings indicate that rice remains a permanent base commodity, while cassava, soybeans, and sweet potatoes show strong potential for future development. Strategic priorities emphasize food diversification, institutional strengthening of BUMDes, and multi-stakeholder collaboration to support regional food security and the Free Nutritious Meal (MBG) program
Pemberdayaan UMKM Risoles oleh Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Produksi, Desain Kemasan, dan Strategi Pemasaran Digital A.P., Rezki Amelia Aminuddin; Hakim, Hakim; Tahir, Tahir; Munawwarah, Suci Rizki; Mustamin, Reski Aulia Azzahra Lulu
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 9, No 2 (2025): EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v9i2.7649

Abstract

This community service program was implemented to empower Risoles Maycake MSMEs, managed by housewives in Berua Village, Biringkanaya District, Makassar City. The partners faced various challenges, including inconsistent and unhygienic production, simple packaging without brand identity, and conventional marketing strategies. The program activities consisted of training on risoles production based on food hygiene SOPs, product diversification, professional packaging design workshops, and training on digital marketing strategies using social media and marketplaces. The implementation method was participatory, involving socialization, training, application of appropriate technology, mentoring, and evaluation. The results indicated an increase in production capacity from 20–50 risoles per day to 100–150 risoles per day, the creation of three new attractive and informative packaging designs, and the adoption of digital marketing strategies that expanded the market reach to three city regions. Positive impacts were also evident, with an average sales growth of 40% within three months after the program's implementation. Therefore, this community service program proved effective in enhancing the competitiveness of risoles MSMEs and strengthening the economic independence of housewives.ABSTRAKProgram pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memberdayakan UMKM Risoles Maycake yang dikelola oleh ibu rumah tangga di Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Mitra menghadapi berbagai kendala, mulai dari produksi yang belum higienis dan konsisten, kemasan sederhana tanpa identitas merek, hingga pemasaran yang masih konvensional. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan produksi risoles berbasis SOP higienitas pangan, diversifikasi varian rasa, workshop desain kemasan profesional, serta pelatihan strategi pemasaran digital menggunakan media sosial dan marketplace. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi dari 20–50 risoles per hari menjadi 100–150 risoles per hari, munculnya tiga desain kemasan baru yang lebih menarik dan informatif, serta penerapan strategi digital marketing yang mampu memperluas pasar hingga tiga wilayah kota. Dampak positif juga terlihat dari peningkatan omzet rata-rata sebesar 40% dalam tiga bulan setelah program berjalan. Dengan demikian, kegiatan PKM ini terbukti efektif dalam meningkatkan daya saing UMKM risoles sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi ibu rumah tangga.
Pengaruh Innovation Capability Dan Blue Ocean Strategy Terhadap Competitive Advantage Pada UMKM Sektor Kuliner Kecamatan Cilacap Selatan Hakim, Hakim; Artopo, Ardi; Amalia , Siti
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh innovation capability dan blue ocean strategy terhadap competitive advantage pada UMKM sektor kuliner di Kecamatan Cilacap Selatan. Persaingan usaha kuliner yang semakin ketat menuntut pelaku UMKM untuk memiliki kemampuan inovasi yang berkelanjutan serta strategi penciptaan pasar baru guna meningkatkan keunggulan bersaing. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada pelaku UMKM kuliner. Data dianalisis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa innovation capability dan blue ocean strategy secara parsial maupun simultan berpengaruh positif terhadap competitive advantage serta hasil R2 variabel X1, X2 mempengaruhi competitive advantage sebesar 55,3%. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan UMKM dalam menciptakan inovasi produk, proses, dan pemasaran, serta penerapan strategi diferensiasi yang unik, mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku UMKM dan pemangku kebijakan dalam merumuskan strategi pengembangan UMKM sektor kuliner.   This study aims to analyze the effect of innovation capability and blue ocean strategy on competitive advantage among culinary sector MSMEs in South Cilacap District. Increasingly intense competition in the culinary business requires MSME actors to possess sustainable innovation capabilities and market-creating strategies in order to enhance competitive advantage. This research employs a quantitative approach with data collected through questionnaires distributed to culinary MSME owners. The data were analyzed using multiple regression analysis. The results indicate that innovation capability and blue ocean strategy have a positive effect on competitive advantage, both partially and simultaneously. The coefficient of determination (R²) shows that 55.3% of the variation in competitive advantage is explained by the independent variables (X1 and X2), while the remaining percentage is influenced by other factors outside the research model. These findings suggest that the ability of MSMEs to develop product, process, and marketing innovations, along with the implementation of unique differentiation strategies, can enhance business competitiveness and sustainability. This study is expected to serve as a reference for MSME practitioners and policymakers in formulating development strategies for the culinary sector MSMEs  
Studi evaluatif ketersediaan dan kualitas ruang terbuka hijau di kawasan Kecamatan Jatinegara Hakim, Hakim; Endangsih, Tri; Rismawandi, Rismawandi
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.10.1.84-100

Abstract

The area surrounding Jatinegara Station has transformed into a commercial zone, driving the expansion of surrounding settlements into densely populated areas. This condition limits the availability of amenities and infrastructure, particularly Green Open Space (GOS), as increasing business intensity drives the transformation of GOS into built-up areas. This study aims to assess the current condition of GOS in the Jatinegara Station area and compare it with the standards stipulated in the Minister of Public Works Regulation Number 05/M/PRT/2008. The method used in this study is a quantitative descriptive analysis technique. GOS requirements are determined based on a standard ratio of 30% of total land area, a standard requirement of 20 square meters per person, and a hierarchical method based on oxygen absorption capacity. The analysis stages involve identifying GOS characteristics, followed by assessments of accessibility, shape, and type. Research findings indicate that while GOS needs based on population and oxygen have been met at 20.78% of the total TOD area, this remains below the regulatory standard of 30%, which requires 20% public and 10% private GOS. Therefore, increasing the GOS area through development and management initiatives that emphasize carbon dioxide-absorbing plants is necessary.