Claim Missing Document
Check
Articles

Pengukuran Kinerja Supply Chain Otak-Otak Bandeng Menggunakan Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) Akhmad Wasiur Rizqi; Dhidu Usrin Yadani; Muhammad Syafiqul Ma’arif
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v10i2.12851

Abstract

The supply chain is one of the things that plays a role in business continuity. Not only in large-scale industries, a small and medium SME also needs to pay attention to the supply chain so that the business can develop and be sustainable. Supply chain performance measurement needs to be done to measure and evaluate supply chain performance that is currently ongoing. Supply chain operation reference and Analytical Hierarchy Process are used in creating performance measurement models. There are 29 validated Key peformance Indicators to create hierarchical models which are then normalized snorm de boer and AHP in determining weights with Expert choice 11. The measurement of supply chain performance in milkfish SMEs bu afifah obtained 64 meaning average or average with an indicator range between 50-70. In addition, the attribute that has the greatest influence weight is plan with a value of 0.302, then source with a value of 0.246, make with a value of 0.168, deliver with a value of 0.119, return with a value of 0.084 and enable with a value of 0.080
Studi Kelayakan Usaha Budidaya Ikan Bandeng di Kota Gresik Menggunakan Analisis SWOT Dan Kelayakan Finansial Akhmad Wasiur Rizqi; Rafiq Putra Purnomo; Iqbal Putra Ramadhan
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v12i1.23836

Abstract

Milkfish is a leading fishery commodity with increasing demand. Gresik Regency, as a coastal area and industrial area, faces challenges to the sustainability of its cultivation business due to land conversion and environmental pressures. This study aims to analyze the feasibility of milkfish cultivation at UD Tiga Saudara in Manyar District, Gresik Regency, from both non-financial and financial aspects. The research method uses a qualitative descriptive approach through SWOT analysis and a quantitative approach using Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PP). Data were obtained through field observations, interviews, questionnaires, and literature studies. The results of the study indicate that non-financially the business has dominant strengths and opportunities, while financially the NPV is Rp2,268,090,078, the IRR is greater than the 10% discount rate, and the Payback Period is 0.77 years. Thus, UD Tiga Saudara's milkfish cultivation business is declared feasible and prospective for sustainable development.
Analisis Risiko Pengelasan di Industri Kontruksi: Integrasi Metode Job Safety Analysis (JSA) dan Fault Tree Analysis (FTA) untuk Pengembangan SOP Berbasis Risiko: (Studi Kasus: PT Fisaka) Mohammad Adam Khusen; Akhmad Wasiur Rizqi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. I (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1324

Abstract

Tingkat risiko kecelakaan kerja yang signifikan dalam bisnis konstruksi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengintegrasikan teknik analisis pohon kesalahan (FTA) dan analisis keselamatan kerja (JSA) guna mengidentifikasi potensi bahaya dan menciptakan praktik kerja yang aman untuk kegiatan pengelasan di PT Fisaka. Melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi aktivitas kerja aktual, penelitian ini menggunakan strategi deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan data. Hasil analisis JSA menunjukkan bahwa aktivitas pengelasan memiliki tingkat risiko tertinggi dengan risk rating sebesar 16 (high risk), disebabkan oleh paparan asap CO₂, percikan bunga api, sinar cahaya intens, serta kondisi area kerja yang kurang aman. Tahapan pekerjaan lain seperti pemotongan material dan fit-up juga memiliki risiko sedang hingga tinggi akibat tindakan tidak aman (unsafe action) dan kondisi tidak aman (unsafe condition). Analisis FTA menunjukkan bahwa akar penyebab utama kecelakaan berasal dari ketidakdisiplinan penggunaan alat pelindung diri (APD), kurangnya inspeksi peralatan, serta ventilasi kerja yang tidak memadai. Integrasi JSA dan FTA memberikan gambaran komprehensif terhadap hubungan sebab-akibat kecelakaan kerja serta menjadi dasar dalam penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) baru yang berbasis risiko. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan sistem manajemen K3 dan membangun budaya kerja yang lebih aman di lingkungan industri konstruksi.
Analisis Losses atau Penguapan Pada Pengisian Gas Argon Dengan Metode FTA & FMEA: (Studi Kasus: PT Asuka Solusi Gasindo) Bey Robbi Hawad Zainunnushhi; Akhmad Wasiur Rizqi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. I (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1339

Abstract

                Perusahaan gas industri merupakan perusahaan yang memiliki risiko tinggi terhadap terjadinya losses (Penguapan Gas) yang dapat menyebabkan kerugian pada Perusahaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi losses (Penguapan Gas) yang terjadi pada proses pengisian Gas Argon di PT Asuka Solusi Gasindo. Metode yang digunakan adalah Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi penyebab potensial kegagalan suatu sistem dengan model grafis berupa diagram pohon kesalahan, metode ini menetapkan top event atau menentukan kejadian kegagalan utama yang kemudian yang ingin di analisis, dengan metode Fault Tree Analysis (FTA) bertujuan untuk membantu mencegah kegagalan dengan memahami akar permasalahan serta memungkinkan langkah-langkah pencegahan yang efektif untuk mencegah kegagalan sistem di masa depan. Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) suatu metode analisis sistematis untuk mengidentifikasi, menilai, mencegah potensi kegagalan dalam desain atau proses, yang bertujuan untuk mendeteksi dan menghindari potensi cacat atau kegagalan sebelum terjadi, sehingga dapat meningkatkan kualitas, keandalan, dan keselamatan atau produk suatu layanan. Hasil dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mencegah terjadinya losses (Penguapan Gas) pada suatu proses pengisian Gas Argon di PT. Asuka Solusi Gasindo, hal tersebut juga harus di dukung dengan adanya pengecekan secara rutin kondisi tangki Gas Argon, perubahan jadwal pengisian Gas Argon.
Analisis Metode HIRARC untuk Menunjang Implementasi Budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Dan Rajin) Pada Area Kerja Fabrikasi: (Studi Kasus: PT Ravana Jaya) Muhammad Ibnu Khizmi; Akhmad Wasiur Rizqi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. I (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1437

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di area fabrikasi PT Ravana Jaya menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC), serta menyusun rekomendasi pengendalian berbasis budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) yang terintegrasi dengan tingkat risiko. Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi literatur. Penilaian risiko mengacu pada standar AS/NZS 4360:1999 dengan mempertimbangkan parameter likelihood dan severity. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari sembilan aktivitas kerja yang diidentifikasi, terdapat tujuh aktivitas dengan tingkat risiko tinggi, yaitu proses cutting gas, drilling (magnetic bor dan punching), assembly, serta pengelasan MIG dan las stik portable. Risiko tinggi dipengaruhi tidak hanya oleh bahaya teknis mesin, listrik, dan panas, tetapi juga oleh faktor housekeeping yang kurang baik, rendahnya kepatuhan terhadap SOP dan penggunaan alat pelindung diri, serta perawatan peralatan yang belum optimal. Integrasi HIRARC dan 5R memberikan pendekatan pengendalian risiko yang lebih komprehensif, di mana HIRARC berfungsi sebagai alat prioritisasi risiko, sedangkan 5R berperan sebagai pengendalian berbasis perilaku dan lingkungan kerja. Pendekatan ini menghasilkan rekomendasi perbaikan yang aplikatif dan berpotensi menurunkan risiko kecelakaan kerja secara berkelanjutan.
Evaluasi Kesesuaian Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Berdasarkan ISO 45001:2018 Menggunakan Metode Gap Analysis dan PDCA : (Studi kasus: PT Swabina Gatra) Muhammad Hafidz Bahaudin; Akhmad Wasiur Rizqi; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. I (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT Swabina Gatra berdasarkan standar internasional ISO 45001:2018. Latar belakang penelitian ini didasari oleh adanya kesenjangan praktis antara prosedur formal perusahaan dan implementasinya di lapangan yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, studi dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan pihak manajemen HSE serta pekerja produksi. Instrumen evaluasi menggunakan checklist standar yang mencakup 26 subklausul ISO 45001:2018 untuk mengidentifikasi gap secara sistematis. Hasil analisis menunjukkan bahwa PT Swabina Gatra mencapai tingkat kesesuaian sebesar 73%, yang termasuk dalam kategori cukup baik. Namun, masih ditemukan celah sebesar 27% pada tujuh klausul utama, seperti konteks organisasi, kebijakan K3, identifikasi bahaya, kompetensi, komunikasi internal dan eksternal, serta tindakan perbaikan. Temuan tersebut diintegrasikan ke dalam model perbaikan berkelanjutan berbasis siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA). Simpulan penelitian menegaskan bahwa meskipun organisasi memiliki landasan implementasi yang kuat, penguatan koordinasi antarunit dan standardisasi prosedur investigasi insiden sangat diperlukan untuk mencapai kepatuhan standar yang menyeluruh serta menjamin lingkungan kerja yang aman secara berkelanjutan.
Analisis Risiko Produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Menggunakan Metode House Of Risk (HOR) Pada Kemasan Cup 240 ml Dan Botol 600 ml Muhammad Maulana Abim Al Iskhaqi; Akhmad Wasiur Rizqi; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber risiko yang menyebabkan terjadinya kecacatan produk serta menentukan prioritas strategi mitigasi pada proses produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di PT XYZ dengan menggunakan metode House of Risk (HOR). Fokus penelitian meliputi produk kemasan cup 240 ml dan botol 600 ml yang masih mengalami berbagai jenis defect, seperti lid tidak presisi, cup ganda, kebocoran cup, botol penyok, botol bocor, dan tutup tidak sesuai. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner untuk menilai tingkat severity dan occurrence. Hasil analisis HOR fase 1 menunjukkan adanya 6 risk event dan 12 risk agent, dengan nilai Aggregate Risk Potential (ARP) tertinggi pada A12 (botol tipis dan deform), diikuti oleh A2 dan A9 sebagai prioritas utama. Pada HOR fase 2, strategi mitigasi PA6 memiliki nilai Effectiveness to Difficulty Ratio (ETD) tertinggi sehingga menjadi alternatif paling efektif untuk diterapkan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengendalian kualitas yang difokuskan pada sumber risiko utama mampu menurunkan tingkat kecacatan dan meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan.
Analisis Postur Kerja Teknisi Air Conditioner (AC) Menggunakan Metode REBA dan RULA untuk Mengidentifikasi Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs): (Studi Kasus : PT. Swabina Gatra) Bisma Pratama Putra Fahnury; Akhmad Wasiur Rizqi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1770

Abstract

Pekerjaan teknisi Air Conditioner (AC) memiliki tingkat risiko ergonomi yang cukup tinggi karena sering melibatkan posisi kerja yang tidak nyaman, seperti membungkuk, berjongkok, maupun bekerja pada ketinggian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat risiko ergonomi dalam aktivitas kerja teknisi AC dengan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA), serta menyusun rekomendasi perbaikan guna menekan potensi terjadinya gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs). Objek penelitian meliputi empat aktivitas utama, yaitu perbaikan unit outdoor AC, cleaning indoor AC, cleaning outdoor AC, dan pengisian freon AC, dengan metode observasi langsung terhadap postur kerja teknisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas perbaikan unit outdoor dan cleaning indoor AC memiliki tingkat risiko tinggi hingga sangat tinggi dengan skor REBA 9 dan RULA 7, sedangkan cleaning outdoor AC memiliki risiko tinggi dengan skor REBA 8 dan RULA 6. Aktivitas pengisian freon AC memiliki risiko sedang dengan skor REBA 7 dan RULA 5. Tingginya risiko dipengaruhi oleh postur kerja tidak ergonomis, durasi kerja statis, serta keterbatasan alat bantu kerja. Rekomendasi perbaikan meliputi perbaikan teknik melalui penggunaan alat bantu ergonomis, perbaikan administratif berupa pengaturan waktu kerja dan SOP, serta peningkatan kesadaran pekerja melalui pelatihan ergonomi. Implementasi rekomendasi tersebut diharapkan mampu mengurangi tingkat risiko ergonomi sekaligus meningkatkan kenyamanan dalam bekerja.
Analisis Potensi Bahaya Kerja pada Proyek Rehabilitas NPK 3 Dinding menggunakan JSA dan HIRA Friscilla Diva Christy Indriarko; Akhmad Wasiur Rizqi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1986

Abstract

Pekerjaan rehabilitasi dinding pada Unit NPK 3 melibatkan rangkaian aktivitas berisiko tinggi, mulai dari persiapan material, pemotongan, pengeboran, dan fabrikasi, sandblasting dan painting, pemasangan scaffolding, pembongkaran dan pemasangan dinding, hingga pembongkaran scaffolding. Setiap tahapan pekerjaan tersebut berpotensi menimbulkan bahaya kerja yang dapat mengakibatkan kecelakaan apabila tidak dikendalikan secara sistematis. Penelitian Ini ditujukan untuk mengenali potensi bahaya serta mengukur tingkat risiko pada tiap tahapan paket pekerjaan dengan menerapkan metode Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification Risk Assessment (HIRA), serta merumuskan usulan tindakan pengendalian risiko. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan prosedur keselamatan kerja yang lebih efektif pada proyek sejenis.
Penerapan Metode Six sigma dengan Fault Tree Analysis (FTA) untuk Pengendalian Kualitas Produksi Figure Toys Disney: (Studi Kasus: PT LBJ) Shahrul Zalvanda; Akhmad Wasiur Rizqi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1384

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengurangi tingkat kecacatan produk pada proses produksi figure toys Disney di PT LBJ. Selama periode pengamatan dari Juni hingga Agustus, perusahaan mencatat tingkat kecacatan rata-rata sebesar 6%, jauh di atas standar perusahaan sebesar 2%. Fault Tree Analysis (FTA) juga digunakan sebagai kerangka analisis. Pengolahan data menggunakan P-Chart menunjukkan bahwa proses belum stabil meskipun cacat berada dalam batas kendali. Perhitungan DPMO menghasilkan nilai 60.968 dengan level sigma 3,05, menunjukkan bahwa proses produksi masih berada pada tingkat kualitas rendah jika dibandingkan dengan standar industri global. Analisis fishbone dan FTA mengidentifikasi penyebab utama cacat spray kurang, yaitu ketiadaan SOP, kurangnya pengawasan, material cat yang tidak sesuai standar, alat spray rusak, tidak adanya checklist monitoring, serta kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Rekomendasi perbaikan meliputi pembuatan SOP, pelatihan operator, peningkatan kontrol material, perawatan alat, serta pengendalian lingkungan produksi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar peningkatan pengendalian kualitas secara berkelanjutan dan menurunkan tingkat cacat produk di masa mendatang
Co-Authors - Hidayat Achmad Dani Syahfudin Achmad Dicky Ardianto Achmad Khatammi Aditya Fakhri Wafiq Ahmad Fauzal Ibnu Amalik Ahmad Fian Mahendra Akhmad Adi Susatyo Akhmad Ghozali Fitrah Ikhsan Akhmad Wahyu Gondho Purnomo Alamul Yaqin Alfin Nurissa'adah Alif Putra Awanda Alyssa Jayne Milla Novita Amalik, Ahmad Fauzal Ibnu Amrillah, Mohammad Suhud Anang Firdaus Andi Rahmad Rahim Ar Rohman, Muhammad Hafid ardiansyah putra Arif Rachman Awaludin Iqbal Iqbal Bey Robbi Hawad Zainunnushhi Bisma Pratama Putra Fahnury Bustomi, Ali Wafa Zainul Deny Andesta Dhidu Usrin Yadani Dhidu Usrin Yadani Dzakiyah Widyaningrum Efta Dhartikasari Priyana Efta Dhartikasari Priyana Efta Dhartikasari Priyana Eka Haris Setyawan Elly Ismiyah Elly Ismiyah Elly Ismiyah Faizal Amsyari Fath Iqbal Alfarisi Firdaus, Ahmad Mujaki Friscilla Diva Christy Indriarko Fuad, Achmad Nur Gangsar Mulya Sani Harunur Rosyid Hermanto, Muhammad Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Ikhwatun Khasanah Inas Putri Salsabillah Indah Dwi Sefty Indrik Affua Bayu Nirwana Iqbal Putra Ramadhan Khizmi, Muhammad Ibnu Khofidatul Sesilia Lathif, Muhammad Khalabi M Jufriyanto M. Fauzan Eksando Pramaisyah M.Syafiqul Ma’arif M.Syafiqul Ma’arif Maulan Najib Maulana Aldi Pratama Maulidy, Muhammad Satrio Misbah Miskiyah, Roihatus Moch Nuruddin Moch Nuruddin Moch. Nuruddin Mochamad Mauludin Rizki Mochammad Nuruddin Moh Fahmi Hidayatullah Moh Fani Rusli Rosyid Moh Jufriyanto Moh Nurudddin Moh. Abdurrahman Moh. Dian Kurniawan Moh. Fikri Pratama Moh. Jufriyanto Moh. Jufriyanto Moh. Jufryanto Mohammad Adam Khusen Mohammad Fachrurrozi Adi Mohammad Fachrurrozi Adi Mohammad Rizal Muhamad Iskhaq Muhamad Nur Afandi Muhammad Abdan Syakuro Billah Muhammad Adi Purwanto Muhammad Ahnaf Faiq Hibatullah Muhammad Ary Verdiansyah Muhammad Dafa Pratama Rahman Muhammad Daffa Ardiansyah Muhammad Dian Kurniawan Muhammad Fahmi Adityah Muhammad Fatikhul Ikhsan Muhammad Hafidz Bahaudin Muhammad Ibnu Khizmi Muhammad Ivan Yudha Rifdhani Muhammad Maulana Abim Al Iskhaqi Muhammad Nurul Fatach Muhammad Satrio Alfariki Muhammad Syafiqul Ma’arif Muhammad Yusuf Bachtiar Muzakiki, Muchamad Abib Nadifa Yusrianafi NAFHANI, MUHAMMAD Natasya Sabrina Al Alifah Nugroho, Rizal Dwi Nur Afni Fakhrudin Ma’ruf Nur Fauziyah Nur Hidayatul Ummah Nur Hidayatul Ummah Nurul Adniyah Pratama, Muhammad Rizky Yoga Pregiwati Pusporini PURWANTO Putri Nur Nabila Rafiq Putra Purnomo Rahmadhani, Muhammad Alfyan Rizqi Reza Izzazulqaq Ricky Darmawan Riski Ardiansyah Risky Akbar Riswan Afandi rizal hadi Rizki Ahmad Prayogi Rozaqi, Gala Arda Fahmi Rozikin, Muhammad Khoiru Said Salim Dahdah Salman Al Farisy Sandy Cahyo Mahardika Shahrul Zalvanda Soffiana Agustin, Soffiana Sukaris Sukma Dwi Yuliana Sukma Dwi Yuliana Syachputra, Arizal Rizki Syafiqul Ma’arif, Muhammad Teguh Imansyah, Teguh Toni Indra Gunawan Usrin Yadani, Dhidu Vicky Ahmadi, Muhammad Widiharti Widiharti Wijaya, Muchammad Sandy Yanuar Pandu Negoro Yudha Adhitya Kurniawan