Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Patients and Their Families’ Perception on The Performance of Nurses with Certified Wound Care Competency Bratajaya, Cicilia Nony Ayuningsih; Ernawati, Ernawati
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 20 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2025.20.1.11383

Abstract

Chronic wound care for patients with diabetes mellitus requires long and challenging treatment. Nurses’ skills and the right approach are certainly needed to enhance the healing process. In Indonesia, there was no study aimed at exploring wound care nurses’ skills. Therefore, this study aimed to explore patients’ experiences with chronic diabetic ulcers treated by wound care nurses. Specifically, to identify important skills of the nurses that would enhance the wound healing process. This qualitative phenomenological study involved seven participants with chronic diabetes mellitus ulcers who received wound care within the last six months which were recruited through purposive sampling. Data was obtained using semi-structured questions and analyzed using the Colaizzi approach. This study emerged with two themes: (1) The indispensable skills for wound healing; and (2) education as a complement to treatment. Hard skills are needed: wound care management, wound evaluation, and digital literacy. Soft skills: team skills, positive work ethics, and social skills; the nature of the disease, frequency of visits, nutrition, and treatment options were the information needed by study participants. In wound care, nurses need specific hard and soft skills. Studies on skills for wound care nurses still need to be carried out in various contexts.
Motivasi berhenti merokok pada remaja pesisir pantai sederhana Kabupaten Bekasi Budiarto, Ellang; Agustin, Mely; Bratajaya, Cicilia Nony Ayuningsih; Sartika, Mila
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2025): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v9i1.365

Abstract

Latar Belakang: Salah satu penyebab utama penyakit serius seperti kanker dan penyakit jantung adalah penggunaan tembakau, yang merupakan praktik yang berbahaya bagi kesehatan. Karena pengaruh lingkungan sekitar dan kurangnya pemahaman mengenai konsekuensi merokok, kaum muda sangat rentan untuk memulai perilaku ini. Tujuan Penelitian: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderungan berhenti merokok pada remaja di Pesisir Pantai Sederhana, Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari teknik kuantitatif yang menampilkan desain korelasional deskriptif dan kerangka kerja cross-sectional. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 81 remaja laki-laki yang merokok, dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel yang komprehensif. Data dikumpulkan melalui survei dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara pengetahuan (p=0,334) dan persepsi (p=1,000) terhadap motivasi untuk berhenti merokok (p>0,05). Mengenai dorongan untuk berhenti merokok, terdapat korelasi yang kuat antara lingkungan sosial (p=0,000) dan kerabat dekat (keluarga) (p=0,001) (p>0,05). Simpulan: Elemen kunci dalam meningkatkan motivasi remaja untuk berhenti merokok adalah dorongan yang mereka terima dari keluarga dan teman. Singkatnya, inisiatif yang dirancang untuk membantu remaja menghindari atau berhenti merokok dapat memperoleh manfaat dari fokus pada pengaruh hubungan dekat mereka, seperti keluarga, dan kelompok sebaya mereka.
Dengue hemorrhagic fever: Knowledge, attitude, and practice in Palmeriam, Jakarta, Indonesia Martina, Siska Evi; Bratajaya, Cicilia Nony Ayu; Ernawati, Ernawati
GHMJ (Global Health Management Journal) Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35898/ghmj-21184

Abstract

Background: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is the most rapidly spreading mosquito-borne viral disease in the world. It is an emerging disease, episodic and occurring annually.  Aims: This study was to examine the knowledge, attitude, and practice of community in Palmeriam, Jakarta regarding dengue hemorrhagic fever. Methods: A community-based cross-sectional study was designed in this study between June to July 2016. Purposive sampling was done to collect data from 148 respondents. Results: This study found that average age was 47 years old, 75% were women, and 46.6% finished secondary high school. In another hand, 23.6% respondents had good knowledge, and 49.3% had a neutral attitude for preventing dengue hemorrhagic fever. The study found that 68.2% respondents had a mid-level of practice prevention dengue hemorrhagic fever and it can be improved. This study indicated that the community was quite familiar with Dengue hemorrhagic fever, but there was confusion about water storage and environment effect. Conclusion: Health promotion program and community participation should improve dengue awareness. Continuous campaign for enhancing the knowledge and attitude would result in better practice for DHF prevention.   Received: 11 December 2017; Reviewed: 05 January 2018; Received in revised form: 14 February 2018: Accepted: 28 February 2018.
Dengue hemorrhagic fever: Knowledge, attitude, and practice in Palmeriam, Jakarta, Indonesia Martina, Siska Evi; Bratajaya, Cicilia Nony Ayu; Ernawati, Ernawati
GHMJ (Global Health Management Journal) Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is the most rapidly spreading mosquito-borne viral disease in the world. It is an emerging disease, episodic and occurring annually.Aims: This study was to examine the knowledge, attitude, and practice of community in Palmeriam, Jakarta regarding dengue hemorrhagic fever.Methods: A community-based cross-sectional study was designed in this study between June to July 2016. Purposive sampling was done to collect data from 148 respondents.Results: This study found that average age was 47 years old, 75% were women, and 46.6% finished secondary high school. In another hand, 23.6% respondents had good knowledge, and 49.3% had a neutral attitude for preventing dengue hemorrhagic fever. The study found that 68.2% respondents had a mid-level of practice prevention dengue hemorrhagic fever and it can be improved. This study indicated that the community was quite familiar with Dengue hemorrhagic fever, but there was confusion about water storage and environment effect.Conclusion: Health promotion program and community participation should improve dengue awareness. Continuous campaign for enhancing the knowledge and attitude would result in better practice for DHF prevention. Keywords: Knowledge, Attitude, Practice, Dengue Hemorrhagic Fever. Received: 11 December 2017; Reviewed: 05 January 2018; Received in revised form: 14 February 2018: Accepted: 28 February 2018. DOI: https://doi.org/10.35898/ghmj-21184
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERAPAN TEORI THE GOAL ATTAINMENT DALAM ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN TIROID PADA PERAWAT DI JAWA BARAT Wiratikusuma, Yohana; Nony, Cicilia
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v13i1.1335

Abstract

Latar Belakang: Gangguan tiroid seringkali berdampak pada kualitas hidup dan psikologis. Perawat berperan memberikan asuhan keperawatan yang tepat berlandaskan teori. Penggunaan teori  The Goal Attainment masih kurang disadari, padahal berguna sebagai panduan interaksi perawat - klien. Tujuan:    Mengetahui faktor yang berhubungan dengan penerapan teori The Goal Attainment dalam asuhan keperawatan gangguan tiroid pada perawat. Metode: Kuantitatif deskriptif korelasi desain cross sectional dilakukan Agustus – Desember 2022 di dua Rumah Sakit di Jawa Barat. Sebanyak 106 perawat dengan teknik Simple Random Sampling menjadi responden. Hasil uji valid kuesioner menunjukkan pada pengetahuan ? = 0,580, perilaku ? = 0,922. Analisis data menggunakan uji Kendalls Tau non parametrik korelasi. Hasil: Diketahui tingkat pengetahuan baik dalam penerapan teori The Goal Attainment 63 responden (59,4%), perilaku baik dalam penerapan teori The Goal Attainment sebanyak 57 responden (53,8%), sebagian besar memiliki lama bekerja ? 5 tahun yaitu sebesar 43 perawat (40,6%). Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan perawat P value 0,01 (P- value ? 0,05), perilaku perawat P value 0,01 (P- value ? 0,05)  dan lama bekerja perawat P value 0,05 (P- value ? 0,05)  dengan penerapan teori The Goal Attainment  dalam asuhan keperawatan gangguan tiroid. Kesimpulan: Penerapan teori The Goal Attainment sangat bermanfaat diterapkan dalam asuhan keperawatan gangguan tirod, interaksi perawat dan pasien menjadi kunci kesembuhan pasien melalui komunikasi dan kerjasama yang baik antara perawat, klien, dan keluarganya serta dalam relasi dengan teman sekerja, Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dan masyaraka diharapkan dapat memberikan penanganan secara tepat dan cepat bagi masyarakat khususnya klien gangguan tiroid.
Peningkatan Bblr Dengan Pmk Menggunakan Kain Stretchy Wrap Yang Dilakukan Orang Tua Di Rumah Sakit X Dewi, Anita Puspita; Simangunsong, Lilis; Bratajaya, Cicilia Nony Ayuningsih
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.21212

Abstract

LBW is a baby born with a weight below normal (<2,500 grams) and it has a higher risk of morbidity and mortality compared to babies with normal weight. Therefore various methods are needed in caring for LBW babies, one of which is the kangaroo method of care. KMC is a method that makes direct contact between the baby's skin and the mother's skin and places the baby in that area. Kangaroo Mother Care (KMC) has benefits for improving vital signs and weight of low birth babies. The purpose of this study was to determine the effectiveness of kangaroo mother care by parent with stretchy wrap onnweight gain in LBW babies at the X Hospital. The design of this study was a quasi-experimental one group pretest posttest design with a cross-sectional approach with a sample of 20 respondents, sampling using the total sampling technique. The results obtained the average weight before kangaroo method treatment was 2275 grams and after kangaroo method treatment the average baby weight increased to 2329 grams, with an average increase of 10.50 gramss for 4 days with a duration of 1 hour where the p value is 0.000 (<0.05). Iit is said that kangaroo Mother care by parent with stretchy wrap on weight gain in LBW babies at X Hospital is effective. To conclude, KMC with stretchy wrap could be an alternative to increase weight of newborn baby with LBW.
Faktor Risiko Pradiabetes pada Mahasiswa Keperawatan Universitas X di Cikarang, Jawa Barat Bratajaya, Cicilia Nony Ayuningsih
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.3004

Abstract

Prevalensi pradiabetes usia muda meningkat. Oleh karena itu, skrining pradiabetes perlu dilakukan pada remaja, terutama mahasiswa keperawatan. Sebagai calon tenaga kesehatan, mereka adalah duta kesehatan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan risiko pradiabetes pada mahasiswa S-1 reguler keperawatan di Cikarang, Jawa Barat. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini menggunakan metode total sampling pada 170 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan instrumen Prediabetic Test Screening Tools yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan usia (r= 0,168; p= 0,029), riwayat keluarga diabetes melitus (r= 0,273; p= 0,001), riwayat keluarga hipertensi (r= 0,250; p= 0,001), IMT (r= 0,354; p= 0,001), lingkar pinggang (r= 0,428; p= 0,001), aktivitas fisik (r= 0,352; p= 0,001), konsumsi makanan manis (r= 0,225; p= 0,002), serta konsumsi sayur dan buah (r= 0,404; p= 0,001) memiliki hubungan signifikan dengan risiko pradiabetes. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dan risiko pradiabetes (r= 0,012; p= 0,875). Risiko pradiabetes memiliki nilai tinggi pada individu tidak rutin olahraga (OR= 27,61; 95% CI 3,65-208,47) dan lingkar pinggang lebih dari (OR= 17,33 CI 4,99-60,21). Mahasiswa keperawatan memiliki tugas memberi contoh rutin berolahraga, mengurangi makanan manis, serta konsumsi sayur dan buah setiap hari.
EFEKTIVITAS EDUKASI CUCI TANGAN DRAMA MUSIKAL TERHADAP PENGETAHUAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) PADA SISWA SD DI CIKARANG Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; Aan Darwati; Amelia Elfa Riani; Cantika; Luna Nazwa Sumarno; Siti Nur Ameliya Sari; Nazwa Alfiyyah Kultsum
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/nnca9v63

Abstract

Cuci Tangan Pakai Sabun merupakan bagian penting dalam membiasakan diri untuk hidup bersih dan sehat sedini mungkin. Edukasi kesehatan bagi anak sekolah diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan pentingnya menjaga kebersihan tangan. Subyek penelitian ini adalah siswa Sekolah Dasar di Cikarang. Desain quasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest digunakan dalam penelitian ini. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling, yaitu seluruh siswa SD kelas II B dengan jumlah 25 siswa.Kuesioner pengetahuan CTPS terdiri dari 10 soal skala Guttman. Kuesioner  telah dilakukan uji validitas  dan reliabilitas.  Uji Wilcoxon digunakan untuk menganalisis perbedaan nilai kemampuan CTPS sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-Value 0,001 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa edukasi drama musikal berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada siswa kelas II Sekolah Dasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa drama musikal sesuai diterapkan pada anak usia sekolah dasar. Pendidikan kesehatan kreatif memberikan dampak positif untuk menguatkan daya ingat siswa dan memiliki implikasi pada tenaga kesehatan dalam edukasi kesehatan kreatif.