Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pelatihan Penulisan Bahan Ajar Membaca Ekstensif Bertema Ekoliterasi bagi Guru Bahasa Inggris SMP Kota Surabaya Pratiwi Retnaningdyah; Zainul Aminin; Ali Mustofa; Ahmad Munir; Him’mawan Adi Nugroho; Wiwiet Eva Savitri; Rizki Ramadhan
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 02 (2025): ISSUE DESEMBER
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membaca Ekstensif (Extensive Reading) adalah sebuah pendekatan membaca bahasa kedua. Ketika pembelajar membaca secara ekstensif, mereka membaca buku-buku yang sangat mudah dan menyenangkan untuk membangun kecepatan dan kelancaran membaca mereka. Bagi banyak guru, hanya ada satu cara untuk mengajar membaca yaitu dengan melibatkan guru memandu seluruh kelas melalui bacaan. Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah membekali para guru SMP dengan pengetahuan, keterampilan, dan bahan-bahan yang dapat memfasilitasi mereka untuk memasukkan isu-isu kritis ini ke dalam pembelajaran terutama terkait isu-isu lingkungan. Metode yang akan diterapkan dalam kegiatan ini adalah dengan lokakarya, pelatihan, pemberian contoh, praktik mengajar, dan berinteraksi secara langsung dengan peserta lokakarya yaitu: guru-guru di SMP se-Kota Surabaya. Adapun hasil kegiatan antara lain para peserta berhasil merancang rancangan bahan ajar kontekstual yang siap digunakan di kelas mereka masing-masing. Materi yang dikembangkan bersifat tematik, mengintegrasikan konsep ekoliterasi—seperti konservasi air, pengelolaan sampah, keanekaragaman hayati, dan perubahan iklim—ke dalam pembelajaran bahasa Inggris melalui pendekatan extensive reading. Selain itu, PKM ini telah memberikan kontribusi nyata dalam menguatkan peran guru sebagai agen perubahan (change agent) di bidang pendidikan bahasa dan lingkungan, sekaligus memperkuat ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan di Kota Surabaya.
PEMETAAN AYAT-AYAT NĀSIKH-MANSŪKH (Studi Komparatif dalam kitab Al- Burhan Fi Ulumul Quran dan Al-Itqān Fi Ulumul Quran) Anggun Murniati; Ahmad Munir
At-Tafasir: Journal of Al-Qur'an Studies and Contextual Tafsir Vol. 2 No. 1 (2025): At-Tafasir: Journal of Al-Qur'an Studies and Contextual Tafsir
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article compares the concept of nāsikh–mansūkh in two classical works of Qur’anic sciences: Al-Itqān by al-Suyūṭī and Al-Burhān by az-Zarkashī. Using a textual comparative method, it examines their definitions, criteria, and classification of surahs containing abrogating or abrogated verses. Although both scholars agree that abrogation applies only to legal verses, their mappings differ due to methodological variations. Al-Suyūṭī identifies 43 surahs as free from abrogation, while az-Zarkashī lists only 34, applying a stricter interpretation of verses that remain recited but are no longer practiced. These differences reflect diverse scholarly perspectives rather than contradiction. The study recommends integrating both approaches to develop a more comprehensive understanding of nāsikh–mansūkh.