Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN PARKIR MENGGUNAKAN METODE ABILITY TO PAY DI MALL MALANG TOWN SQUARE Azizah Trigita Pamungkas; Fajar Subkhan; Udi Subagyo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3768

Abstract

Mall Malang Town Square merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang berada di Kota Malang. Padatnya pengunjung sering menimbulkan penuhnya lokasi parkir kendaraan sehingga timbulnya antrian karena kendaraan yang diparkir masuk dan keluar secara bersamaan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis karakteristik dan kapasitas parkir serta memberikan alternatif berupa perubahan pola parkir, perubahan tarif parkir hingga menganalisis pendapatan parkir di kawasan tersebut. Data yang dibutuhkan meliputi volume kendaraan, kapasitas parkir, data pekerjaan pengunjung hingga frekuensi kunjungan kepada pengunjung mall. Metode penelitian ini dilakukan survei 3 hari yaitu Sabtu, 27 Juni 2020, Minggu, 28 Juni 2020, Sabtu, 4 Juli 2020 pukul 10.00 – 22.00 untuk menghitung karakteristik parkir di Mall Malang Town Square. Kemudian dilakukan analisis karakteristik parkir yang berupa volume, akumulasi, durasi, tingkat pergantian, dan indeks parkir serta menghitung biaya tarif parkir menggukan metode Ability to Pay dan perhitungan pendapatan. Hasil penelitian karakteristik diperoleh volume parkir terbesar sebanyak 997 mobil dan 1401 motor, akumulasi parkir terbesar sebanyak 1943 mobil dan 820 motor, durasi parkir rata-rata selama 1 jam 36 menit untuk mobil dan 54 menit untuk motor, tingkat pergantian terbesar sebanyak 2 kendaraan/SRP/hari untuk mobil dan 3 kendaraan/SRP/hari untuk motor, dan indeks parkir terbesar sebanyak 2,73 untuk mobil dan 1,36 untuk motor. Hal tersebut menunjukkan diperlukannya alternatif yaitu perubahan pola parkir dengan sudut 30o, 45o, 60o, dan perubahan tarif dari metode Ability to Pay Rp. 2.209 untuk kendaraan mobil dan Rp. 1608 untuk kendaraan motor. Hasil analisis pendapatan setelah dilakukan alternatif 1 sebesar Rp. 1,222,560,000 /tahun untuk kendaraan mobil Rp. 1,285,200,000/tahun untuk kendaraan motor. Sedangkan alternatif 2 sebesar Rp. 900,028,791/tahun untuk kendaraan mobil dan Rp. 1,033,292,750/tahun untuk kendaraan motor.
KELAYAKAN FINANSIAL DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN JALAN TOL MALANG-KEPANJEN Muhammad hifzhan Azh Zhafir; Burhamtoro Burhamtoro; Muhammad Fajar Subkhan
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4080

Abstract

Analisis kelayakan pembanguna jalan tol Malang-Kepanjen sangat penting bagi masyarakat pengguna jalan, pemerintah, dan investor. Tujuan penelitian ini yaitu memberikan opsi bagi masyarakat dalam hal pengguna jalan menentukan rute perjalanannya dan menjadi salah satu pertimbangan untuk pemerintah dan investor dalam menganalisis kelayakan pembangunan dari aspek finansialnya. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif dengan menggunakan data primer berupa hasil survei volume lalu lintas di beberapa titik pada jalan eksisting di sekitar tol Malang-Kepanjeng dan data sekunder berupa data geomteri jalan tol Malang-Kepanjen, PDRB dan populasi penduduk Kota Malang, nilai investasi jalan tol Malang-Kepanjen serta harga komponen BOK. Tahapan analisis data dalam penelitian ini terdiri atas 5 tahapan yaitu forecasting, trip assignment dengan menggunakan metode Smock dan dibagi menjadi 2 seksi, analisis kondisi jalan atau kinerja lalu lintas sebelum dan sesudah proyek, analisis kelayakan ekonomi dan kelayakan finansial berdasarkan perhitungan pendapatan tarif tol, BCR, NPV, Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period (PP). Berdasarakan hasil analisis, didapatkan aspek kelayakan finansial menurut data volume hasil perhitngan dapat diketahui nilai BCR (1,16 > 1), nilai NPV (510.338,2 (million) > 1), nilai IRR (13,70% > 5,25%) dan PP (45 tahun < 50 tahun) serta tarif tol Malang – Kepanjen sebesar Rp. 1200/Km serta kenaikan tarif tol 12% per dua tahun.
ANALISA BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN JALUR LINTAS SELATAN LOT 8 JARIT-PUGER DENGAN JALAN EKSISTING MENGGUNAKAN METODE MOVING CAR OBSERVER (MCO) Muhammad Faiz Zurroyyan; Burhamtoro Burhamtoro; Muhammad Fajar Subkhan
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4276

Abstract

Pada daerah Jarit sampai Puger terdapat keberadaan pasar dan kegiatan lokal aktifitas masyarakat sekitar sehingga menyebabkan terjadinya hambatan di sepanjang jalan tersebut yang mengakibatkan menurunya kecepatan kendaraan yang melintasi jalan tersebut, yang mempengaruhi pada waktu tempuh kendaraan yang semakin lama dan peningkatan konsumsi BBM. Tahapan metode penelitian yaitu dimulai dengan menghitung volume lalu lintas di lapangan. Dari hasil pehitungan volume tersebut dicari volume puncak, dan juga mencari kecepatan rata-rata kendaraan yang melintas. Setelah itu menghitung BOK dengan metode Moving Car Observer (MCO). Metode MCO ini dimulai dengan mengobservasi kerdaraan yang melewati Jalur Lintas Selatan (JLS), jalan eksisting 1 dan jalan eksisting 2. Berdasarkan 1. Dari hasil analisis dan perhitungan volume kendaraan, didapatkan nilai derajat kejenuhan (DS) kondisi Jalur Lintas Selatan (JLS) sebesar 0,21; jalan eksisting 1 pada segmen 1 sebesar 0,82 , segmen 2 sebesar 0,59 , segmen 3 sebesar 0,82; jalan eksisting 2 pada segmen 1 sebesar 0,82 , segmen 2 sebesar 0,58 , segmen 3 sebesar 0,84 , segmen 4 sebesar 0,28 ,dan segmen 5 sebesar 0,21. Perbandingan BOK Jalur Lintas Selatan (JLS) lebih ekonomis bila dibandingan jalan eksisting 1 dan jalan eksisting 2. Dimana nilai BOK yang melewati Jalur Lintas Selatan (JLS) pada kendaraan mobil penumpang (LV) sebesar Rp 3.576,89 dan untuk jalan eksiting 1 sebesar Rp 3.576,89 untuk jalan eksisting 2 sebesar Rp 3.576,90 . Pada kendaraan berat menengah (HV) sebesar Rp7.646,09 dan untuk jalan eksiting 1 sebesar Rp7.806,23 untuk jalan eksisting 2 sebesar Rp 7.856,35 Pada kendaraan bus besar (LT) sebesar Rp 8.388,39 dan untuk jalan eksiting 1 sebesar Rp 8.550,63 untuk jalan eksisting 2 sebesar Rp 8.601,11
EVALUASI KERUSAKAN JALAN SITIREJO – RAYA MULYOREJO MALANG BERDASARKAN PEDOMAN IKP PD-01-2016-B Ivand Azriel Hekmatiar; Achendri M. Kurniawan; Muhamad Fajar Subkhan
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6221

Abstract

Ruas Jalan Sitirejo – Raya Mulyorejo di Malang merupakan jalan dengan lalu lintas padat, sehingga sering mengalami kerusakan yang mengganggu kenyamanan berkendara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan tingkat kerusakan jalan, kondisi kerusakan jalan, menentukan bentuk penanganan jalan, serta menghitung rencana anggaran biaya. Penelitian dilakukan dengan pengumpulan data primer (survei kondisi jalan) yaitu melakukan penentuan jenis dan tingkat setiap kerusakan, melakukan perhitungan pada setiap segmen. untuk data sekunder (lokasi penelitian, harga satuan pokok kegiatan kota Malang tahun 2024 dan standar harga satuan kabupaten Malang 2023). Analisis kondisi jalan mengacu pada pedoman Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) Pd-01-2016-B. Hasil analisis menunjukkan jenis dan tingkat kerusakan seperti lubang, retak buaya, retak tepi, retak blok, tambalan, retak memanjang/melintang. Kondisi kerusakan di ruas Jalan Sitirejo – Raya Mulyorejo STA 0+000 – 5+000 pada lajur 1 memiliki kondisi jalan sangat baik 54%, baik 13%, sedang 11%, jelek 16%, parah 6%, serta lajur 2 memiliki kondisi jalan sangat baik 68%, baik 8%, sedang 12%, jelek 9%, parah 3%. Pemeliharaan berkala meliputi Lapis Tipis Aspal Pasir (Latasir), penambalan lubang, dan pengisian celah (sealing). Untuk peningkatan struktural dan rekonstruksi, dilakukan penggalian perkerasan beraspal tanpa Cold Milling Machine dan Laston Lapis Aus (AC-WC). Rencana anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp1.053.641,000 (Satu Miliar Lima Puluh Tiga Juta Enam Ratus Empat Puluh Satu Ribu Rupiah).
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN PERKERASAN PADA RUAS JALAN JEPUN – SANGGRAKAN KABUPATEN TULUNGAGUNG DENGAN METODE PCI Suci wahyuni; Muhammad Fajar Subkhan
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.8254

Abstract

Jalan Jepun – Sanggrahan merupakan Jalan Kolektor Primer yang terletak di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Jalan ini merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Tulungagung dengan Kabupaten Trenggalek. Meskipun pemerintah telah melakukan perbaikan pada tahun 2015, kondisi jalan kembali mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu. Pengamatan terkini di tahun 2025 menunjukan pada ruas jalan terdapat kerusakan pada perkerasan yang mengurangi kenyamanan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kondisi perkerasan jalan Jepun – Sanggrahan berdasarkan metode PCI (Pavement Condition Index) yang digunakan sebagai dasar untuk mengetahui jenis penanganan pemeliharaan jalan. Data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu data hasil survei kerusakan, data teknis jalan dan AHSP. Seluruh data diolah untuk menentukan nilai kondisi perkerasan, jenis penanganan kerusakan yang diperlukan, dan rencana anggaran biaya penanganan. Hasil dari penelitian yang diperoleh menggunakan metode PCI dengan panjang sampel jalan 5.308 KM yaitu nilai kondisi perkerasan 71.55 (satisfactory). Presentase jenis kerusakan yaitu retak kulit buaya 42%, retak tepi 1%, retak memanjang / melintang 36%, tambalan 15%, lubang 4% dan retak blok 2%. Penanganan yang diperlukan berdasarkan nilai PCI yaitu pemeliharaan berkala. Berdasarkan perhitungan RAB, biaya yang dibutuhkan untuk penanganan kerusakan mencapai Rp. 1.962.718.000,00 terbilang Satu Milyar Sembilan Ratus Enam Puluh Dua Juta Tujuh Ratus Delapan Belas Ribu Rupiah.
Assessing the Correlation between Camera Angle and the Accuracy of Elevation Measurements Derived from UAV-Photogrammetry: - Helik Susilo; Dandung Novianto; Trias Rahardianto; Dyah Ayu Rahmawati Cupasindi; Muhamad Fajar Subkhan; Supiyono; Fuji Asema
CIVED Vol. 12 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v12i1.750

Abstract

Elevation measurement is essential for various applications, including construction engineering, monitoring land subsidence, maintaining infrastructure, etc. A conventional method for elevation measurement involves terrestrial surveying using a Total Station instrument. However, this method can be time-consuming and requires a considerable number of personnel. Unmanned Aerial Vehicle (UAV) photogrammetry method offers a more efficient solution for determining elevation. This method utilizes UAVs equipped with camera sensors to capture aerial photos. In this research, aerial photos were taken using three different camera angle configurations: nadir (90°), oblique (65°), and oblique (45°). The elevation points derived from the UAV photogrammetry data were compared with the elevation measured by the Total Station. The analysis showed that the nadir (90°) camera angle configuration had the lowest Root Mean Square Error (RMSE) at 0.0471 meters, followed by the oblique (65°) configuration with RMSE of 0.0508 meters, and the obliqu (45°) configuration with RMSE of 0.1399 meters. According to the t-test, the elevations derived using the UAV photogrammetry method were not significantly different from the elevations measured with the Total Station.