Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Inventarisasi Parasitoid Larva Hama Penggulung Daun Pisang (E. Thrax L.) Di Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Ameilia Zuliyanti Siregar; M Hafizhan Lubis; Mukhtar Iskandar Pinem
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v7i2.6186

Abstract

Deli Serdang is the district with the highest banana production in North Sumatra. The main pest is Erionota thrax. And one of the natural enemies used for control is parasitoids. The purpose of this study was to determine the parasitoid larvae of the banana leaf rolling pest (Erionota thrax) and to calculate the level of pest attack in Sampali Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency and insect identification activities were carried out at the Pest and Plant Disease Laboratory, Faculty of Agriculture, University North Sumatra. The research method used a random sampling method, carried out in Sampali Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency. ByOtherwise, calculating pest population density and pest attack rate done. The results showed two types of parasitoids, namely Cotesia erionotae and Brachymeria lasus were idinfied. The highest population density of E. thrax in Barangan banana was 1.63, the highest population density of E. thrax in Kepok banana was 1.45. The attack rate of E. thrax on Barangan bananas reached 95%, and the attack rate of E. thrax on Kepok bananas reached 97.5%. Keywords: inventory, Erionota thrax, parasitoid, Barangan banana, Kepok banana
PELATIHAN DAN PENGOLAHAN BAWANG MERAH KHAS MEDAN Ameilia Zuliyanti Siregar; Tulus Tulus; Elisa Julianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.17646

Abstract

ABSTRAKBawang merah (Allium ascalonicum) merupakan tanaman komersial didunia yang banyak dikembangkan di daerah Cirebon, Brebes, Tegal, Pekalongan, Solo, Yogyakarta dan Medan. Bawang goreng termasuk produk olahan bawang merah yang belum banyak dikembangkan oleh mitra UD Rasifa karena cara dan waktu pengolahan cukup sulit dan lama disebabkan alat dan mesin produki masih dibuat secara manual. Pada era modern, masyarakat lebih mengutamakan hal yang praktis dengan harga terjangkau dalam produk kuliner dan olahan makanan. Masalah yang teridentifikasi pada mitra adalah pengetahuan mitra rendah dalam produksi, keterbatasan alat, keterampilan produksi, promosi dan distribusi bawang goreng belum optimal. Tim Pengabdian Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM)  LPPM USU berinisiasi dan bersinergi dengan mitra melakukan sosialisasi, FGD, pelatihan, dan mendesain alat inovasi usaha bawang goreng yang terdeteksi dengan permintaan tinggi dari masyarakat Kota Medan. Usaha Dagang (UD) Rasifa beralamat di Jalan Marelan VI, Pasar 2 Timur, Gang Perdamaian No 4, Kel Rengas Pulau, Kec. Medan Marelan yang memproduksi minyak goreng, garam dan bawang merah, memiliki potensi untuk dikembangkan dengan modal semangat wirausaha, gigih dan mau belajar untuk meningkatkan produktivitas bawang merah goreng khas Medan. Luaran dari PBM dari hasil pelatihan adalah menghasilkan produk bawang goreng berkualitas, teknologi tepat guna dan pelatihan pengolahan bawang merah agar meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga. Kata Kunci: bawang merah; khas medan; alat iris; spinner; vacuum dryer. ABSTRACTShallot (Allium ascalonicum) is a commercial crop in the world that is widely developed in Cirebon, Brebes, Tegal, Pekalongan, Solo, Yogyakarta, and Medan. Fried shallots are processed shallot products that have not been developed much because the processing method and time are quite difficult and long because the production tools and machines are still made manually. People prioritize practical things at affordable prices in culinary and processed food products in the modern era. The problems identified with the partners were the partners' low knowledge in production, limited tools, production skills, promotion and distribution of fried shallots that were not optimal. Based Empowerment Service (BES) of The Community Research and Development Institutions (CRDI) of the University Sumatera Utara team initiated and synergized with partners to conduct outreach, FGDs, training, and design innovation tools for the fried onion business which were detected with high demand from the people of Medan City. Rasifa's Trading Business (UD) is located at Jalan Marelan VI, Pasar 2 Timur, Peace Alley No. 4, Kel Rengas Pulau, Kec. Medan Marelan produces cooking oil, salt, and shallots, which can be developed with the capital of an entrepreneurial spirit, persistence, and willingness to learn to increase the productivity of Medan's typical fried shallots. The output of BES is to produce quality fried onion products, appropriate technology, and training produce of shallot for increase family economic income. Keywords: shallots; typical Medan; slicer; spinner; vacuum dryer.
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI KUTU PUTIH (Paracoccus marginatus) (HEMIPTERA: PSEUDOCOCCIDAE) PADA TERUNG DI RUMAH KACA Pratomi Simarmata; Maryani Cyccu Tobing; Ameilia Zuliyanti Siregar
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i3.4678

Abstract

Terung (Solanum melongena) merupakan tanaman sayur-sayuran dari famili Solanaceae yang dapat ditemukan tumbuh di daerah tropik maupun subtropik. P. marginatus merupakan hama polipag yang menyerang tanaman terung. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari beberapa aspek biologi kutu putih (P. marginatus) pada tanaman terung. Penelitian biologi serangga kutu putih (Paracoccus marginatus) dilaksanakan di rumah kaca dan laboratorium Hama Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: telur menetas setelah 6-8 (7.2±0.78) hari, nimfa instar pertama 5-7 (5.6±0.69) hari, nimfa instar kedua jantan 5-6 (5.4±0.51) hari, nimfa instar kedua betina 4-5 (4.4±0.51) hari, nimfa instar ketiga jantan 3-4 (3.5±0.52) hari, nimfa instar ketiga betina 4-5 (4.5±0.52) hari dan pupa jantan 4-7 (4.7±0.94) hari. Siklus hidup P. marginatus berkisar antara 31-37 (33,5 ± 5,18) hari. Umur imago betina 14-16 (14.7±0.67) dan imago jantan 3-5 (4.2±0.78) hari. Imago betina selama hidupnya dapat menghasilkan 1-2 ovisak dengan presentase telur yang menetas 89.08%. Perbandingan nisbah kelamin P. marginatus jantan : betina adalah 1 : 2.67.
Education on the Role of Mangroves in Increasing the Potential of Muaragembong Community Ponds, West Java Ameilia Zuliyanti Siregar; Oding Affandi; Basyuni Basyuni; Bejo Slamet; OK Hasnanda; Masitta Tanjung; Yaya Ilhamuddin; Suyadi Suyadi; Irmayeny Irmayeny; Virni Budi Arifanti; Sri Suharti; Yulizar Rahmila; Mira Yulianti
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1337

Abstract

This community service program was conducted by the PUI Mangrove USU and PKR Mangrove Ecology PREE BRIN teams in Muaragembong District, Bekasi Regency, West Java on October 26, 2024. The aim was to raise awareness and support the conservation of mangrove ecosystems to improve community pond productivity. Primary data were collected through field observations, interviews, and purposive sampling of 12 members of the KTH Sumber Makmur group. Activities included planting 10,000 Rhizophora mucronata and Avicennia sp. seedlings, educational outreach, and focus group discussions on mangrove functions in environmental protection and socio-economic development. The silviforestry approach, integrating fish, shrimp, and seaweed cultivation in mangrove ecosystems, has increased production while maintaining water quality. Planned mangrove ecotourism development offers further economic potential if supported by local regulations. These efforts are expected to improve ecosystem sustainability and local welfare.
Edukasi bencana banjir kepada masyarakat sekitar DAS Deli Ameilia Zuliyanti Siregar; Raihan Azhari Sagala; Niza Ervia Seftiawati; Devira Evina Putri Iriana; Dian Novita; Juannita Arta Mulviyani; Krisna Indrawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25335

Abstract

Abstrak Kelompok masyarakat Daerah Aliran Sungai Deli (DAS) di kawasan Jl.Palang Merah Medan, Sumatera Utara merupakan mitra kegiatan Mahasiswa Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program Modul Nusantara Kelompok 4 Universitas Sumatera Utara dan Education Foundation. Kegiatan Kontribusi Sosial (KS) dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2024 bertujuan mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat sekitar DAS Deli agar tanggap dan dapat melakukan mitigasi bencana banjir. Mahasiswa PMN KS 4 USU menyerahkan bantuan perlatan mitigasi bencana banjir, yaitu 2 pasang jaket pelampung, tali, peluit, dan kit P3K. Selanjutnya proses pelatihan mitigasi bencana banjir dilakukan pada 20 orang, terdiri dari 14 orang anak-anak, berusia 10-16 tahun, dan 6 orang dewasa. Pelaksanaan KS dilakukan menggunakan metode  kualitatif deskriptif melalui observasi, kuisoner, wawancara, pelatihan fisik, dan evaluasi. Hasil dari sosialisasi ini memperlihatkan kesadaran anak-anak dan masyarakat DAS Deli tentang pentingnya pengetahuan, aksi nyata, dan tanggap saat penyelamatan diri dari banjir mendapat respon yang baik dan mendukung kerjasama saat pelatihan berlangsung di Sungai Deli. Kata kunci: banjir; edukasi; masyarakat; DAS Deli; Sumatera Utara. Abstract The Deli River Basin (DAS) community group in the Jl. Palang Merah Medan area, North Sumatra is a partner in the Independent Campus Learning (MBKM) Student Activity of the Nusantara Module Program Group 4 of the University of North Sumatra and the Education Foundation. The Social Contribution (KS) activity was carried out on June 2, 2024 with the aim of socializing and educating the community around the Deli DAS to be responsive and able to mitigate flood disasters. PMN KS 4 USU students handed over assistance in the form of flood disaster mitigation equipment, namely 2 pairs of life jackets, ropes, whistles, and first aid kits. Furthermore, the flood disaster mitigation training process was carried out on 20 people, consisting of 14 children, aged 10-16 years, and 6 adults. The implementation of KS is carried out using descriptive qualitative methods through observation, questionnaires, interviews, physical training, and evaluation. The results of this socialization show the awareness of children and the Deli River Basin community about the importance of knowledge, real action and responsiveness when saving themselves from floods received a good response and supported cooperation during the training on the Deli River. Keywords: flood; education; community; Deli river basin; north sumatra
Pelatihan metode 4MW (Membaca, Menulis, Menghitung, Mengaji dan Kewirausahaan) dengan anak-anak dari Panti Asuhan Rumah Anak Tercinta, Kapala Batas-Penang, Malaysia Ritha F. Dalimunthe; Ameilia Zuliyanti Siregar; Meutia Nauly; Hairani Siregar; Pujiati Pujiati; Syarifah Syarifah; Eva Syahfitri Nasution; Saidatulakmal Binti Mohd; Mohd Faiz Fansuri bin Mohd Affandy; Noor Faizah Anak Abu Hassan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29929

Abstract

Abstrak Pemberdayaan anak-anak panti asuhan melalui metode 4MW (Membaca, Menulis, Berhitung, Mengaji, dan Berwirausaha) di Malaysia menjadi fokus penting untuk meningkatkan pengetahuan, kesejahteraan ekonomi dan sosial. Anak-anak di panti asuhan yang dikelola memiliki potensi yang besar, namun seringkali terkendala oleh masalah keterbatasan akses infrastruktur, permodalan, dan kurangnya pemahaman dalam memanfaatkan teknologi informasi. Program Pengabdian Mandiri Internasional melalui penerapan metode 4MW digadang-gadang sebagai solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan membaca, menulis, berhitung, mengaji dan jiwa kewirausahaan anak-anak panti asuhan. Kendala utama yang dihadapi antara lain: kurangnya waktu untuk berlatih membaca dan berhitung, terbatasnya akses dan sumber daya untuk pelatihan, serta mahalnya biaya untuk penggunaan internet. Selain itu, stereotip sosial dan keterbatasan waktu juga menghambat keterlibatan penuh anak-anak panti asuhan dalam dunia pendidikan dan jiwa kewirausahaan. Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Sumatera Utara (USI) bersama dengan Pusat Kajian Wanita dan Gender (Kanita) Universiti Sain Malaysia (USM) membuat program Pengabdian Internasional Mandiri bersama Panti Asuhan Rumah Kesayangan di Penang, Malaysia melalui Program 4MW. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan agar anak-anak panti asuhan memahami dan lebih mahir dalam membaca, menulis, berhitung, mengaji dan berwirausaha. Penguasaan konsep 4MW mencapai hasil 90% dimana  tercapai peningkatan pengetahuan 4 MW, upaya pemberdayaan anak-anak panti asuhan di bidang pendidikan dan ekonomi, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini bagi anak-anak panti asuhan. Kata kunci: anak panti asuhan; 4MW; USM; USU; pelayanan internasional AbstractEmpowering orphanage children through the 4MW method (Reading, Writing, Counting, Reciting the Koran, and Entrepreneurship) in Malaysia is an important focus to improve knowledge, economic and social welfare. Children in orphanages that are managed have great potential, but are often constrained by problems of limited access to infrastructure, capital, and lack of understanding in utilizing information technology. The Mandiri International Service Program through the application of the 4MW method is predicted to be a solution that can improve the knowledge, skills of reading, writing, counting, reciting the Koran and the entrepreneurial spirit of orphanage children. The main obstacles faced include: lack of time to practice reading and arithmetic, limited access, and resources for training, and high costs for internet use. In addition, social stereotypes and time constraints also hinder the full involvement of orphanage children in the world of education and entrepreneurial spirit. The Center for Gender and Child Studies (PSGA) of the University of North Sumatra (USI) together with the Center for Women and Gender Research (Kanita) of Universiti Sain Malaysia (USM) created an Independent International Service program with the Rumah Kesayangan Orphanage in Penang, Malaysia through the 4MW Program. This community service program aims to provide training and assistance so that the children of the orphanage understand and are more proficient in reading, writing, counting, reciting the Koran and entrepreneurship. Built up of 4MW concept will open up new opportunities in understanding in the field of education. This program supports efforts to empower children of the orphanage in the fields of education and economy, fostering an early entrepreneurial spirit for children of the orphanage. Keywords: orphanage children; 4MW; USM; USU; international service
Pemberdayaan dan kemandirian Desa Binaan Bagan Kuala, Kabupaten Serdang Bedagai melalui inisiatif pengabdian masyarakat yang berfokus pada ekowisata dan pengembangan produk pewarna alami ecoprint Mohammad Basyuni; Iwan Risnasari; Bejo Slamet; Deni Elfiati; Yunasfi Yunasfi; Ahmad Baiquni Rangkuti; Erni Jumilawaty; Etti Sartina Siregar; Ameilia Zuliyanti Siregar; Alfian Mubaraq; Andi Aznan Aznawi; Meutia Nauly
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27477

Abstract

Abstract Pemberdayaan masyarakat dan kemandirian ekonomi merupakan elemen penting dalam pembangunan berkelanjutan. Pengabdian ini bertujuan menganalisis keberhasilan pemberdayaan dan penguatan kemandirian masyarakat Desa Bagan Kuala, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Indonesia melalui inisiatif yang berfokus pada ekowisata dan pengembangan produk pewarna alami ecoprint. Program ini melibatkan 50 peserta lokal yang terbagi ke dalam dua kelompok mitra: Kelompok Pengrajin Ecoprint dan Kelompok Pengelola Ekowisata Mangrove. Kedua kelompok ini mendapatkan pelatihan intensif tentang pembuatan produk ecoprint ramah lingkungan menggunakan pewarna alami dari flora lokal, serta manajemen ekowisata berbasis konservasi lingkungan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan keterampilan kelompok mitra sebesar 70%, dengan diversifikasi produk ecoprint meningkat dari tiga jenis menjadi tujuh jenis, yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan pengrajin hingga 20%. Selain itu, Kelompok Pengelola Ekowisata berhasil menarik lebih dari 200 pengunjung dalam enam bulan pertama, memberikan tambahan pendapatan sebesar 15% bagi desa. Inisiatif pemberdayaan ini juga meningkatkan kemandirian ekonomi kelompok mitra dengan membekali mereka untuk mengelola usaha secara mandiri, termasuk pemasaran produk ecoprint dan paket wisata mangrove. Program ini memperkuat kapasitas organisasi kelompok mitra dalam manajemen bisnis berkelanjutan serta meningkatkan kesadaran lingkungan melalui kegiatan konservasi seperti penanaman mangrove. Dengan partisipasi aktif masyarakat, inisiatif ini berhasil meningkatkan hasil ekonomi sekaligus mempromosikan upaya konservasi lingkungan jangka panjang di Desa Bagan Kuala. Program ini sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) PBB, terutama TPB 1 (Tanpa Kemiskinan), TPB 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan TPB 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan). Kata kunci: pemberdayaan; kemandirian; ecoprint; ekowisata; konservasi mangrove Abstract Community empowerment and economic independence are essential for sustainable development. This study analyzes the success of empowering and fostering independence within the community of Bagan Kuala Village, Serdang Bedagai, through initiatives focused on ecotourism and the development of natural dye ecoprint products. The program involved 50 local participants organized into two partner groups: the Ecoprint Artisan Group and the Mangrove Ecotourism Management Group. Both groups underwent intensive training on producing eco-friendly ecoprint products using natural dyes from local flora, as well as managing ecotourism that emphasizes environmental conservation. Results of community service indicated a 70% improvement in the skills of the partner groups, with product diversification increasing from three to seven types of ecoprint, leading to a 20% increase in artisan income. Additionally, the Ecotourism Management Group attracted over 200 visitors within the first six months, contributing a 15% boost to village revenue. The empowerment initiatives enhanced the economic independence of the partner groups, allowing them to manage their businesses autonomously, including marketing ecoprint products and mangrove tour packages. The program also strengthened the groups’ organizational capacity in sustainable business management while fostering environmental awareness through conservation activities like mangrove planting. Through active community participation, this initiative successfully improved economic outcomes and promoted long-term environmental conservation efforts in Bagan Kuala. This program aligns with several United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 1 (No Poverty), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), and SDG 11 (Sustainable Cities and Communities). Keywords: empowerment; independence; ecoprint; ecotourism; mangrove conesrvation
Pelatihan dam implementasi eko enzim mendukung pertanian ramah lingkungan memitigasi ketahanan pangan di Pesantren Al Kautsar, Medan Ameilia Zuliyanti Siregar; Zulkifli Nasution; Meutia Nauly; Tulus Tulus; Netti Herlina Siregar; Ichwana Ramli; Mahidin Mahidin; Nasrul Nasrul; Indera Sakti Nasution; Melinda Melinda; Muhibuddin Muhibuddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34006

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengabdian masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) USU 2025 sebagai co-host dengan host Universitas Syiah Kuala (USK) ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam mengolah sampah organik menjadi ekoenzim sebagai produk ramah lingkungan yang bermanfaat. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD) melalui tahapan discovery, dream, design, define, dan destiny. Pelaksanaan meliputi Sosialisasi, Pelatihan pembuatan ekoenzim, pembuatan desinfektan berbahan ekoenzim, serta implementasinya pada kegiatan berkebun. Sebanyak 40 santri (15 putra dan 25 putri, rentang usia 14-17 Tahun, santri dari kelas 1, 2, 3 SMA) yang mengikuti kegiatan,  diawali dengan pre-test dan diakhiri dengan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test 65,25 dan post-test 93,5. Sebanyak 95% peserta menyatakan kegiatan sangat menarik, 93% menyatakan bermanfaat, dan 89% menyatakan pemahamannya meningkat. Kegiatan ini berhasil membekali santri dengan keterampilan pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai guna dalam bentuk eko enzim yang mendukung pertanian ramah lingkungan dan mitigasi masalah ketahanan pangan di lingkungan pesantren. Kata kunci: ekoenzim; pengolahan sampah organik; pertanian ramah lingkungan; pengabdian masyarakat. Abstract The Indonesian Collaboration Community Service (ICCS) of University Sumatera Utara Programme 2025 as co-hosy qith host was University Syiah Kuala (USK) was conducted at Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan, aiming to enhance students’ knowledge and skills in processing organic waste into eco-enzyme, an environmentally friendly and beneficial product. The program adopted the Asset Based Community Development (ABCD) method through five stages: discovery, dream, design, define, and destiny. Activities included awareness sessions, eco-enzyme production training, eco-enzyme-based disinfectant preparation, and its application in gardening activities. A total of 40 students (15 males and 25 females, age rates was 14-17 years old, consit of 1, 2, 3 SMA students),  starting with a pre-test and ending with a post-test. Evaluation results indicated a significant improvement in understanding, with average pre-test and post-test scores of 65.25 and 93.5, respectively. Furthermore, 95% of participants stated the program was very interesting, 93% found it beneficial, and 89% reported increased comprehension. This program successfully equipped students with skills in organic waste processing into value-added products, while supporting environmentally friendly agriculture and contributing to food security resilience in the pesantren environment. Keywords: eco-enzyme; organic waste processing; community service; environmentally friendly agriculture.
Pengolahan sampah tepat guna pada kawasan mangrove di desa Bagan Kuala kabupaten Serdang Bedagai Ameilia Zuliyanti Siregar; M. Basyuni; Delvian Delvian; Netti Herlina; Arida Susilowati; Ridwanti Batubara; Nelly Anna; Masitta Tanjung
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25333

Abstract

Abstrak Mangrove Sumatera Utara berpotensi dikembangkan sebagai edu wisata. Pengabdian Masyarakat Desa Binaan LPPM USU dilaksanakan di Pantai merdeka, Desa Bagan kuala sejak bulan April sampai dengan September 2024 kepada 30 orang ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Remaja Peduli Pesisir dan Masyarakat Peduli Sampah Pesisir (MPSP) Serdang Bedagai. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mentabulasi dan mengelola sampah dikawasan mangrove  dengan program 3R(Reuse, Reduce, Recycle) berpotensi secara ekonomis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Serdang. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan memberikan sosialisasi pengolahan sampah tepat guna, pelatihan program 3R dari limbah olahan hasil laut (kulit kerang, kulit kepah, tiram, dan sisik ikan). Selanjutnya dilakukan Fokus Grup Diskusi (FGD) dan Monitoring Evaluasi dalam pengolahan limbah hasil olahan laut. Dari hasil Pengabdian Desa Binaan LPPM USU, kaum perempuan dan masyarakat  memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan limbah olahan hasil laut sebesar 80% dari kulit kerang, kulit kepah, sisik ikan menjadi gantungan kunci, asbak rokok, frame foto, asbak rokok, mainan depan pintu, magnetik kulkas, dan produk lainnya yang akan meningkatkan perekonomian keluarga dan kesejahteraan masyarakat di Serdang Bedagai. Kata kunci: mangrove; sampah pesisir; kulit kerang; bagan kuala; PUI mangrove AbstractNorth Syumatra North Sumatra mangroves have the potential to be developed as educational tourism. Community Service in Villages Assisted by LPPM USU was carried out at Pantai Merdeka, Bagan Kuala Village from April to September 2024 to 30 peoples of family welfare empowermetn, coastal care youth and coastal waste concern community (CWCC) of Serdang Bedagai. The aim of tabulating and managing waste in mangrove areas with the 3R (Reuse, Reduce, Recycle) program which has economic potential. in improving the welfare of the community in Serdang. Community service activities are carried out by providing socialization on appropriate waste processing, training on the 3R program from processed marine waste (shells, kepah shells, oyster, fish scales), followed by Focus Group Discussions (FGD) and Evaluation Monitoring in the appropriate processing of processed marine waste. From the results of the service community of foster village LPPM USU, especially women and community have knowledge and skillsas much as 80% in managing processed marine waste products from shells, kepah shells, fish scales into key chains, cigarette ashtrays, photo frames, cigarette ashtrays, doorstep toys, refrigerator magnets, and other products that will improve the family economy and community welfare in Serdang Bedagai Keywords: mangrove; coastal waste; seashells; bagan kuala, IFP of mangrove