Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 BERBASIS AR –VIDECK (AUGMENTED REALITY, VIDEO, KOMIK DIGITAL, PEARDECK, AND QUIZZIZ) Nafi'ah, Ulfatun; Djono, Djono
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p358-373

Abstract

Abstract: History learning is required to produce more innovation to answer the challenges and developments of the industrial revolution 4.0. This is because the students we are dealing with are the digital generation. Therefore, this research aims to produce innovative history learning media based on AR-VIDECK (augmented reality, video, digital comics, peardeck, and quizziz). This research uses the development method carried out by Davidson-Shiver and Rasmunssen. The model was selected based on suitability to appropriate development characteristics in developing AR-VIDECK media with stages 1) Analysis, 2) Evaluation Plan, 3) Simultaneous Design which includes design, system development, testing and Implementation and Formative evaluation. This phase can be done many times up to an indefinite time limit; 4) Full Implementation; 5) Summative Evaluation and Research. The data collection technique is in the form of a questionnaire. The type of data used is qualitative and quantitative data. The instrument used in this research was a questionnaire. The questionnaire created was measured using a scale. The data analysis technique uses qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis. Based on the results of product trials with 92.5% media experts and 95% material experts, the feasibility of AR-VIDECK learning media content is categorized as valid. Abstrak: Pembelajaran sejarah dituntut lebih banyak menghasilkan inovasi untuk menjawab tantangan dan perkembangan revolusi industri 4.0. Hal ini dikarenakan siswa yang dihadapi adalah generasi digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan inovasi media pembelajaran sejarah berbasis AR-VIDECK (augmented reality, video, komik digital, peardeck, dan quizziz). Penelitian ini menggunakan metode pengembangan yang dilakukan oleh  Davidson-Shiver dan Rasmunssen. Model tersebut dipilih berdasarkan kesesuaian terhadap karakteristik pengembangan yang sesuai dalam mengembangan media AR-VIDECK dengan tahapan 1) Analisis, 2) Rencana Evaluasi, 3) Desain Serentak yang meliputi desain, pengembangan sistem, ujicoba dan implementasi dan evaluasi formatif. Fase ini dapat dilakukan berkali-kali hingga batas waktu yang tidak ditentukan; 4) Implementasi Penuh; 5) Evaluasi Sumatif dan Penelitian. Teknik pengumpulan data berbentuk angket. Jenis data yang digunakan data kualitatif dan kuantitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket. Angket yang dibuat diukur dengan menggunakan skala. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil uji coba produk kepada ahli media 92,5% dan ahli materi 95% maka kelayakan konten media pembelajaran AR-VIDECK dikategorikan valid.
Literatur review: Analisis perbandingan literasi sejarah di Australia dengan Indonesia Nafi'ah, Ulfatun; Purwanta, Hieronymus
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i32024p326-344

Abstract

Abstract This article aims to compare historical literacy in Australia with Indonesia. The purpose of writing the article is to understand the similarities and differences in historical literacy in Australia and Indonesia. This study uses a literature review method on Scopus journal. Articles published between 2010-2024. The results were 36 documents about historical literacy in Australia and 13 journal articles about historical literacy in Indonesia. A total of 20 articles were analyzed in more depth because they were appropriate to the topic. The result is that historical literacy in Indonesia is still low, both at secondary and tertiary levels. The goals of historical literacy in Australia and Indonesia have similarities, namely increasing students' historical awareness of the concept of critical historical thinking. The use of digital media is important to improve historical literacy, in Indonesia using various digital media such as the web, historical YouTube, films, e-modules, and multimedia. In Australia, movies and e-books are used. For learning methods in Australia, the PAPA model, and receptive and productive models are applied. In Indonesia, increasing historical literacy uses the "like a historian" model, the READI model, the "brainwriting" model, and the Scholarship of Teaching and Learning (SoTL) model.Abstrak Artikel ini bermaksud untuk membandingkan literasi sejarah di Australia dengan Indonesia. Tujuan penulisan artikel adalah untuk memahami persamaan dan perbedaan literasi sejarah di Australia dan Indonesia. Kajian ini menggunakan metode literature review terhadap artikel jurnal scopus yang terbit antara tahun 2010-2024. Hasilnya diperoleh 36 dokumen tentang literasi sejarah di Australia dan 13 artikel jurnal tentang literasi sejarah di Indonesia. Sebanyak 20 artikel dianalsisi secara lebih mendalam karena sesuai dengan topik. Hasilnya literasi sejarah di Indonesia masih rendah, baik di tingkat menengah dan perguruan tinggi. Tujuan literasi sejarah di Australia dan Indonesia memiliki persamaan yaitu meningkatkan kesadaran sejarah siswa dengan konsep berpikir sejarah secara kritis. Penggunaan media digital menjadi penting untuk meningkatkan literasi sejarah, di Indonesia menggunakan berbagai media digital seperti web, youtube sejarah, film, e-modul dan multimedia. Di Australia menggunakan media film, dan e-book. Untuk metode pembelajaran di Australia menerapkan model PAPA, model reseptif, dan produktif. Di Indonesia peningkatan literasi sejarah menggunakan model “like a historian”, model READI, model “brain writing” dan model Scholarship of Teaching and Learning (SoTL).
PERANCANGAN MOTIF BATIK BALUNG BUTO TERINSPIRASI DARI FOSIL BINATANG PURBA SEBAGAI MOTIF BATIK MONOKROMATIK DESA PAYAMAN Nafi'ah, Ulfatun
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i12022p109-118

Abstract

The aim of this article was as a stimulus for creative individuals who were going through problems of the low level of community creativity, especially the executors of small and medium enterprise, low level of interest to take advantage from either historical potential or local archeological heritage, and lack of education and comprehension on the local history in their region, so they could successfully overcome those problems properly. Moreover, this article was also aimed to popularize or introduce ancient fauna fossils at Payeman Village, Bojonegoro District, then the next generation could be familiar with the background of local history and surrounding environment where they lived in. to be able to achieve that purpose, the researcher used these following methods in this research: (1) observation was conducted in December, 2020 through interview and observation techniques, (2) idea exploration, (3) planning by involving expert teams such as archeological team from State University of Malang and all community elements at Payeman Village, also (4) work realization. On the planning and work realization steps, several techniques as development technique and empowerment technique were exerted, so the local community were able to result products with economic, aesthetic, and historical values. Through those methods and techniques, the researcher and all community elements at Payeman Village could successfully yield products with economic, aesthetic, and historical values, for instance batik fabric, batik shirt, hand bag, and tote bag with the ornament of monochromatic batik of ancient fauna motive. The selection of monochromatic batik with ancient fauna motive as the fabric ornament and icon on the product was not apart from the condition of profitable market potential. Based on economical aspect, that motive has never been produced yet in Bojonegoro, while based on historical aspect, that product has historical elements that were able to deliver local history nuance which could be retold to the next generation. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah sebagai stimulus bagi orang-orang kreatif yang sedang menghadapi permasalahan tentang rendahnya tingkat kreativitas masyarakat utamanya pelaku UMKM, rendahnya minat memanfaatkan potensi sejarah maupun tinggalan arkeologis setempat, dan kurangnya edukasi serta pemahaman terhadap sejarah lokal di daerahnya sehingga berhasil mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut secara tepat guna. Selain itu, penulisan artikel ini juga bertujuan untuk “memasyarakatkan” fosil fauna purba di Desa Payeman, Kabupaten Bojonegoro sehingga generasi berikutnya dapat mengetahui latar belakang sejarah masyarakat dan lingkungan tempat tinggalnya. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, metode yang penulis gunakan terdiri atas (1) observasi pada bulan Desember tahun 2020 dengan teknik wawancara dan pengamatan, (2) eksplorasi ide, (3) perancangan dengan melibatkan tim ahli seperti tim arkeologi dari Universitas Negeri Malang dan segenap elemen masyarakat Desa Payeman, serta (4) perwujudan karya. Pada tahap perancangan dan perwujudan karya, ada beberapa teknik yang dilakukan sehingga masyarakat setempat mampu menghasilkan produk bernilai ekonomis, estetis, dan historis yaitu teknik pengembangan dan teknik pemberdayaan. Melalui metode dan teknik-teknik tersebut, penulis dan seluruh elemen masyarakat di Desa Payeman berhasil memproduksi produk bernilai ekonomis, estetis, dan historis yaitu berupa kain batik, kaos batik, hand bag, dan tote bag yang dihias dengan batik monokromatik motif fauna purba. Pemilihan batik monokromatik bermotif fauna purba sebagai hiasan dan icon pada produk tidak lepas dari potensi pasarnya yang sangat menguntungkan, dari segi ekonomis motif tersebut belum pernah diproduksi di Bojonegoro sebelumnya sedangkan secara historis produk tersebut memiliki muatan unsur sejarah sehingga mampu memberikan nuansa sejarah lokal yang dapat diceritakan kembali kepada generasi berikutnya.
Pengembangan Media Panca Hati (Papan Baca Khas Pati) Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca di Sekolah Dasar Putri, Annisa Hernandha; Nafi’ah, Ulfatun; Hilyana, F Shoufika; Mawarda, Layyina Ayu; Muna, Nailal; Astari, Nia Ditta
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i5.5990

Abstract

Penelitian yang dilatarbelakangi karena rendahnya kemampuan membaca siswa SD kelas 1 yang pada umunya sudah harus bisa membaca dan minimal mengenal huruf maupun merangkai huruf menjadi kata. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa yang pada saat kelas 1 justru belum lancar mengenal huruf apalagi membaca.  Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk membangun media papan baca panca hati untuk siswa kelas 1 sebagai media untuk memperkuat kemampuan siswa dalam membaca. Media papan baca ini dilengkapi dengan pengetahuan kearifan lokal khas Pati. Subjek uji coba penelitian pengembangan ini adalah siswa kelas 1 SDN Kutoharjo 02 yang berjumlah 8 siswa dan 4 diantaranya belum lancar membaca. Ini adalah jenis penelitian pengembangan yang mengacu pada model ADDIE. Untuk memulai penilaian kemampuan membaca siswa, angket dan wawancara digunakan. Wawancara dilakukan dengan pendidik kelas untuk mendapatkan informasi tentang kegiatan pembelajaran, kesulitan membaca siswa, dan metode yang digunakan pendidik untuk menangani masalah membaca siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, uji coba media papan baca khas Pati pada siswa menunjukkan hasil kategori luar biasa. Kemampuan membaca empat siswa telah meningkat sejak awal, meskipun mereka masih menghadapi kesulitan membedakan huruf, merangkai huruf menjadi kata, dan mengurai kata.
VISUM (Virtual Tour of 18th Century Lasem History) for Historical Learning Wijaya, Daya Negri; Wahyudi, Deny Yudo; Nafi'ah, Ulfatun; Mufti, Muhammad 'Afwan
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 14, No 1 (2026): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v14i1.11360

Abstract

This article examines the potential of virtual tour technology as an innovative educational tool to study the Yellow War in Lasem, a pivotal event in Indonesian history in the 18th century. By developing an immersive virtual environment and accompanying educational guidebook, the virtual tour allows users to explore the landscape and key locations associated with the conflict while engaging with its narrative. The integration of written and oral history sources enhances the learning experience, encouraging a deeper understanding of the Yellow War and its significance in Indonesia's past. This article discusses the design considerations involved in creating an effective virtual tour, the educational benefits it offers, and its wider implications for history learning. The article emphasizes how virtual tour technology can actively engage and educate diverse audiences, making historical events more accessible and relatable. Through this dynamic and immersive approach, users can gain insight into the complexities of the Yellow War, ultimately contributing to a more nuanced understanding of Indonesian history. The findings suggest that virtual tour technology has the potential to revolutionize history learning, providing an engaging platform for learning and exploration.
Pemanfaatan Situs Sejarah di Lingkungan Sekolah untuk Pembelajaran Tematik SD Negeri 1 Dinoyo Berbasis Edutainment Wahyudi, Deny Yudo; Sapto, Ari; Nafi’ah, Ulfatun; Ayundasari, Lutfiah; Utari, Shela Dwi; Laili, Vita Sabrina Azda; Ananda, Labuda Shofiya
Education & Learning Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/el.v5i1.1663

Abstract

Malang area is one of the strategic areas that holds many cultural remains from the traditional kingdom period (Hindu-Buddhist period). One of them is the yoni site which was found in the area of SD Negeri 1 Dinoyo. In this regard, this article aims to discuss about the use of yoni sites in the school environment as a support for thematic learning at the elementary school. Especially for thematic learning at SD Negeri 1 Dinoyo. This research was conducted with a descriptive qualitative approach. The main topics of discussion in the study include: 1) the potential of Hindu-Buddhist sites in the Malang area, 2) the concept of edutainment learning, and also discusses about 3) the use of edutainment-based historical sites for thematic learning at SD Negeri 1 Dinoyo. So that it can be seen the important role of sites in the school environment (yoni site int the area SD Ngeri 1 Dinoyo) as well as the potential and advantages possessed by the edutainment method in supporting the achievement of thematic learning in elementary schools
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE SEBAGAI UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA JAWA DI SEKOLAH DASAR Nafi'ah, Ulfatun; Fardani, Much Arsyad; Santoso, Denni Agung
Jurnal Prasasti Ilmu Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Prasasti Ilmu
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpi.v4i1.12132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk alih kode dan campur kode sebagai upaya pemertahanan bahasa Jawa yang dilakukan oleh SD Negeri Kropak 02. Metode naratif kualitatif menjadi metode yang digunakan dalam penelitian ini dimana penelitian ini berorientasi pada fenomena atau gejala yang bersifat alami. Jadi, dapat dikatakan bahwa penelitian kualitatif memiliki sifat mendasar, natural, dan alami. Teknik pengumpulan data meliputi teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi merupakan teknik yang digunakan untuk menguji keabsahan data penelitian. Hasil penelitian yang didapatkan 12 percakapan yang terdiri dari 7 percakapan alih kode dan 5 percakapan campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pemertahanan bahasa Jawa oleh SD Negeri Kropak 02 dilakukan melalui alih kode dan campur kode.
Pengembangan Batik Cap Khas Tuban dengan Motif Relief Situs Makam Sunan Bonang Khakim, Moch. Nurfahrul Lukmanul; Nafi'ah, Ulfatun; Sulistyo, Wahyu Djoko; Sidyawati, Lisa; Pratama, Refaldi Andika
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i1.2971

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah upaya mengamalkan dan membudayakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperdayakan masyarakat. Tuban memiliki kompleks Makam Sunan Bonang sebagai situs sejarah Islam yang layak untuk dijadikan ide pemberdayaan masyarakat sekitar. Sunan Bonang adalah anggota Wali Songo yang menyembarkan agama Islam di Jawa dan Madura sejak abad ke-16. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Campurejo melalui pengembangan motif batik relief sulur bunga dari hiasan keramik kuno di kompleks Makam Sunan Bonang. Metode yang digunakan adalah observasi, eksplorasi ide, perancangan, serta perwujudan karya. Kegiatan ini melibatkan kelompok mitra: Pemerintah Desa Campurejo dan PKBM Mandiri Desa Campurejo. Hasil kegiatan adalah dua motif batik khas desa yang diaplikasikan pada desain motif batik tulis kain. kelebihan utama batik cap yaitu mudah dipelajari dan digunakan oleh para pembatik pemula. Pengabdian pelatihan motif batik cap khas Tuban ini membekali kemampuan membatik bagi sejumlah 35 warga Desa Campurejo sehingga mereka diharapkan mampu mengembangkan produksi batik cap khas Tuban yang bernilai ekonomis.
THE YELLOW WAR IN LASEM IN THE XVIII CENTURY: PERANG KUNING DI LASEM ABAD XVIII Wijaya, Daya Negri; Wahyudi, Deny Yudo; Nafi'ah, Ulfatun; Mufti, Muhammad 'Afwan
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 8 No 2 (2024): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v8i2.4592

Abstract

Penelitian ini mengkaji Perang Kuning yang terjadi di Lasem pada abad XVII, suatu konflik yang signifikan dalam konteks sejarah lokal dan nasional Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian sejarah, studi ini mengumpulkan sumber-sumber primer dan sekunder, termasuk catatan kolonial, dokumen sejarah, dan tradisi lisan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penyebab, jalannya, dan dampak dari perang tersebut terhadap masyarakat Lasem dan struktur kekuasaan pada masa itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perang Kuning dipicu oleh ketegangan antara penguasa lokal dan kekuatan kolonial Belanda, serta faktor internal seperti persaingan antar kelompok masyarakat. Konflik ini tidak hanya mempengaruhi aspek politik, tetapi juga membawa perubahan sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Lasem. Dengan memahami dinamika perang ini, kita dapat melihat bagaimana peristiwa tersebut membentuk identitas dan resistensi masyarakat lokal terhadap dominasi kolonial.
EKSISTENSI KOMIK SILAT DI INDONESIA (1962-1994) Rozaq, Mokhamad Amirul; Agung, Dewa Agung Gede; Nafi'ah, Ulfatun
ISTORIA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol. 20 No. 1 (2024): ISTORIA Edisi Maret 2024, Vol. 20. No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/istoria.v20i1.52998

Abstract

Saat ini komik silat dianggap sebagai media yang ditelan zaman karena tidak bertahan dalam persaingan pasar komik. Bahkan, komik silat menjadi salah satu genre yang paling banyak dibaca dalam sastra populer di Indonesia pada tahun 1970-an. Eksistensi komik silat di Indonesia dibentuk oleh ekosistem baru dalam subkultur tradisi sastra Indonesia, yaitu akulturasi antara komik silat Tiongkok dengan cerita silat Indonesia. Komik silat tumbuh dengan semangat untuk memperkuat identitas budaya Indonesia dengan pola akulturasi budaya populer. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi keberadaan komik silat di Indonesia yang diadopsi dari cerita silat Indonesia. Berdasarkan perspektif sejarah sosial dan budaya,koperasi pencak silat pada periode 1962-1994 menunjukkan produktivitas yang signifikan yang dihasilkan dari kerjasama antara komikus dan penerbit. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode sejarah, termasuk, heuristik, kritik, pemilihan interpretasi dan historiografi. Komik silat juga mendominasi pasar komik lokal berkat serinya panjang dan tumbuhnya kelompok-kelompok yang solid antar komik. Sayangnya, pada akhirnya, komik silat harus memiliki persaingan dengan sesama komik silat juga mendominasi pasar komik lokal berkat serinya yang panjang dan tumbuhnya kelompok-kelompok yang solid antar komik. Sayangnya, pada akhirnya, komik silat harus menghadapi persaingan dengan sesamaKomik silat juga mendominasi pasar komik lokal berkat serinya panjang dan tumbuhnya kelompok-kelompok yang solid antar komik. Sayangnya, pada akhirnya, komik silat harus rela tergerus oleh persaingan media-media hiburan yang lain.