Paternus Hanye
Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak

Published : 39 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

KOSAKATA BERCOCOK TANAM PADI DI SAWAH DALAM BAHASA MELAYU DIALEK SAMBAS: KAJIAN SEMANTIK Pribady, Haries; Hanye, Paternus; Susilo, Firman
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 9 (2014): September 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen makna kosakata bercocok tanam padi di sawah dalam BMDS, jenis makna kosakata bercocok tanam padi di sawah dalam BMDS, dan fungsi semantis kosakata bercocok tanam padi di sawah dalam BMDS. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan bentuk kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah kosakata yang terdapat dalam kegiatan bercocok tanam, termasuk alat dan bahan yang digunakan dalam bercocok tanam. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan dengan daftar gambar. Hasil penelitian sebagai berikut terdapat 43  leksem yang berkaitan dengan kegiatan bercocok tanam padi; 28 leksem dikategorikan sebagai verba; 15 leksem dikategorikan sebagai nomina, terdapat 36  makna leksikal, 9 makna gramatikal, dan lima kategori makna kolokatif; kegiatan menggunakan alat, kegiatan tanpa alat, peralatan berbahan kayu, peralatan berbahan logam, dan peralatan berbahan anyaman, terdapat 18 leksem dengan fungsi semantis proses; 10 leksem dengan fungsi semantis  perbuatan; 15 leksem dengan fungsi semantik nomina.   Kata kunci : kosakata, bercocok tanam padi, semantik Abstract: This study aims to  describe lexical-component of Sambas Malay vocabulary in farming procession, meaning-type of Sambas Malay vocabulary in farming procession, and semantic function of Sambas Malay vocabulary in farming procession. Research method used in this study is descriptive method with qualitative form. Data source in this research is Malay Sambas native speaker and the data is Sambas Malay vocabulary in farming procession including tools and substances used in the procession. Data acquisition technique is interview using pictures. The result is as follow: there are 43 lexemes related with rice farming procession, 28 lexemes are categorized as verb, and 15 as noun; there are 36 lexical meaning, 9 grammatical meaning, and 5 colocative meaning category: activity using tools, activity without tools, wooden tools, iron tools, and wicker tools; there are 18 lexeme with process semantic function, 10 lexeme with act semantic function, and 15 lexeme with noun semantic function. Keywords: vocabulary, rice farming, semantic
MORFOLOGI BAHASA DAYAK POMPAKNG Mustaqim, Nursuki; Hanye, Paternus; Seli, Sesilia
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 7, No 4 (2018): April 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe Pompakng Dayak language consists of morphemes and the word Morfem is the smallest element that has a meaning that can be a word or part of a word. Morphem BDP also has a form, namely the bound form and the free form. Morphological processes that occur in Dayak Pompakng language include, affix, reduplication, and compounding. Affix form in Dayak Pompakng language there are three kinds, namely prefix, suffix and confix. Prefix in Dayak Pompakng language there are six kinds, namely (bo-), (meN-), (le-), (ko-), (poN-), (to-). There are two kinds of suffixes, namely (-lah), and (-nih). Meanwhile, there are three types of confixes, namely (ko-an), (le-nih), (meN-nih). Dayak Pompakng language there are only two repetitions, the whole repetition and partial recurrence. The composition in the BDP has the characteristics, (1) One or all of its elements are the subject of the word, and (2) when viewed from the nature of its construction the elements of the compound word can’t be separated or impossible to change its structure. While the type of the word mejemuk consists of 2 that is, based on the relationship of elements that support it and based on the construction of the class he said. Keywords: morphology, language, pompakng
FRASA BAHASA MELAYU DIALEK SANGGAU Wati, Lidia; Hanye, Paternus; Susilo, Firman
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 6 (2014): Juni 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan distribusi unsur frasa, kategori frasa, dan makna frasa bahasa Melayu dialek Sanggau (BMDS). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan bentuk penelitian kualitatif. Data penelitian ini adalah frasa BMDS yang digunakan masyarakat Liku, Kabupaten Sanggau. Sumber data penelitian berupa BMDS yang dituturkan oleh penutur asli BMDS yang diwakili dua orang informan. Teknik yang digunakan adalah teknik wawancara dan teknik simak libat cakap, sedangkan alat yang digunakan adalah daftar pertanyaan, cerita rakyat yang dituturkan informan, buku catatan, dan alat tulis. Hasil analisis data terhadap frasa BMDS yaitu, terdapat distribusi unsur frasa berupa frasa endosentris (frasa endosentris atributif, frasa endosentris koordinatif, dan frasa endosentris apositif) serta frasa eksosentris. Selain itu, terdapat lima kategori frasa BMDS  (frasa nomina, frasa verba, frasa adverbia, frasa preposisi, dan frasa adjektiva) dan terdapat lima makna frasa BMDS (makna frasa verba, makna frasa adverbia, makna frasa preposisi, dan makna frasa adjektiva). Kata kunci: frasa bahasa Melayu, dialek Sanggau Abstract: The propose of this research is to describe the distribution of phrase elements, phrase cattegory, and the meanings of  BMDS phrase. The methode used in this research is descriptive methode and the form of research is qualitative research. The data in this research are BMDS phrase that is used in Liku, Sanggau district. The data source in this research are BMDS which was spoken by BMDS native speakers that represented by two informants. The technique that is used in this research are interview and simak libat cakap technique, meanwhile the instruments that is used in this research are the list of questions, folklore that is told by the informant, note book, and writing equpments. The results of this research are there are two distribution of BMDS phrase elements, they are endosentris phrase (atributive endosentris phrase, coordinative endosentris phrase, and apositive endosentris phrase) and eksosentris phrase. There are five BMDS phrase cattegories (noun phrase, verb phrase, adverb phrase, preposition phrase, and adjective phrase) and there are five BMDS phrase meanings based on their cattegory phrases, (noun phrase meaning, verb phrase meaning, adverb phrase meaning, preposition phrase meaning, and adjective phrase meaning). Keywords: Malay language phrase, Sanggau dialect
NOMINA BAHASA DESA DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENGAJARAN BAHASA INDONESIA Bunga, Jimiana; Hanye, Paternus; Simanjuntak, Hotma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2013): Februari 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nomina Bahasa Desa dan Implementasinya dalam Pengajaran Bahasa Indonesia bertujuan untuk mendeskripsikan nomina bahasa Desa, khususnya pada bentuk, fungsi, makna, dan Implementasinya dalam pengajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian: 1) Bentuk nomina Bahasa Desa terdiri nomina dasar dan nomina turunan, 2) Fungsi nomina Bahasa Desa dalam kalimat sebagai subjek, predikat, objek, konektif, keterangan, dan pelengkap, 3) Makna afiks pembentuk nomina dengan prefiks ke- menyatakan di-, dan prefiks peN menyatakan makna: orang, orang melakukan kegiatan, alat untuk melakukan kegiatan yang dinyatakan oleh verba, 4) Nomina Bahasa Desa pada pengajaran Bahasa Indonesia diajarkan kepada siswa khususnya nomina Bahasa Desa yang tidak ada dalam bahasa lain. Kata kunci: bentuk, fungsi, makna, dan implementasi. Abstract: Desa Language Noun and its implementation in Indonesian language teaching aimed to describe Desa language noun, especially in its form, function and implementation language teaching. the method used in this research is descriptive method. research findings: 1) the form of Desa language noun consists of base noun and deviation noun, 2) the function of Desa language noun as subject, predicate, object, conjunction, explanation and complement. 3) the meaning of affix as noun maker with prefix ke- to state di- and PeN prefix to state meaning: person, person does an activity, tool to do activity which is stated by verb, 4) Desa Language noun in Indonesian language teaching to syudents especially Desa language noun which can not be found in another language. Key words: form, function, meaning, and implementation.
RELASI SEMANTIK KATA DALAM BAHASA DAYAK SUHAID DIALEK SEJIRAM Agnes, Maksima; Hanye, Paternus; Simanjuntak, Hotma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2013): Februari 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul penelitian adalah Relasi Semantik Kata Dalam Bahasa Dayak Suhaid Dialek Sejiram. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk pendeskripsian Masalah umum Relasi Semantik Kata dalam BDSDS. Penelitian ini menggunakan metode desktriptif, berbentuk kualitatif. Sumber data yaitu cerita rakyat Bahasa Dayak Suhaid yang telah dituturkan oleh informan ditranskripsikan kedalam bentuk tertulis. Penelitian ini menggunakan teknik pengamatan langsung, yaitu teknik pancing, wawancara dan studi dokumenter. Alat pengumpul data yaitu daftar pertanyaan, instrumen gambar, cerita rakyat dan catatan khusus. Adapun kesimpulan penelitian sebagai berikut. 1) pertalian Relasi antara bentuk dan makna melibatkan: (a) Sinonim (Lebih dari satu bentuk bertalian dengan satu makna). (b) Polisemi (Bentuk yang sama memiliki lebih dari satu makna). 2) pertalian relasi antara dua makna melibatkan: (a) Hiponim (cakupan makna dalam sebuah makna yang lain). (b) Antonim (posisi sebuah makna di luar sebuah makna yang lain). 3) pertalian relasi antara satu bentuk mengacu kepada dua referen yang berlainan; Kata kunci: Relasi semantik, Makna dan Bentuk. Abstract: The title of this research is Relasi Semantik Kata Dalam BDSDS. This research is aimed to describe general problem of word semantic relation in Dayak Suhaid Language, Sejiram Dialect. This research conducted by using descriptive method, meanwhile qualitative. The data was collected from Dayak Suhaid folklore which was told by the informant and then transcribed into written format. This research uses direct observation, fishing technique, interview, and documentary study. The researcher is using questions list, picture instrument, folklore, and certain notes as the research instrument. As conclusions of this research are follows: 1) Relation connection between form and meaning involves: a) synonym (has more than one bond form in one meaning) b) polysemi (the same form with more than one meaning) 2) Relation connection between two meanings which. a) Hyponym (meaning scopes in other meanings) b) antonym (position of a meaning beyond another meaning). 3) Relation connection between one a form which refers two different references. Keywords: Semantic relation, meaning and form
MEDAN MAKNA VERBA MAKAN DALAM BAHASA MELAYU DIALEK SAMBAS Yandi, Syarif; Susilo, Firman; Hanye, Paternus
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 8 (2014): Agustus 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini difokuskan pada bidang semantik, dengan tujuan untuk mendeskripsikan medan makna verba makan Bahasa Melayu Dialek Sambas (BMDS). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata dan kalimat yang mengandung medan makna verba makan BMDS. Sumber data dalam penelitian ini adalah BMDS yang dituturkan oleh informan di desa Tebas Kuala, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Teknik pengumpulan data adalah teknik cakap dan teknik simak. Prosedur dan teknik analisis data berupa transkripsi, penerjemahan, klasifikasi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data ditemukan 22 leksem verba makan dalam BMDS yang memiliki medan makna, komponen makna, jenis makna, dan fungsi semantis. Kata kunci: Medan Makna, Verba, Makan. Abstract. This research focused on the field of semantics, in order to describe the eat verb meaning field in Sambas dialect of Malay language. The method used in this research are the words that contain verb eat in SDML field. Source of data in this research is SDML spoken by the informant in Tebas Kuala village, subdistrict of Tebas, in Sambas Regency. The techniques of data collecting are observation, involvement, competent, and stimulation tecniques. Prosedures and techniques of data analysis are transcription, translation, data classification, data analysis, are transcription, translation, data classification, data analysis, and conclusion. Based on data analysis, it was found 22 leksem verb eat in SDML which has a field of meaning, is the components of meaning, meaning types, and function semantic. Key word: Field Meaning, Verb, Eat.
MEDAN MAKNA VERBA BERJALAN BAHASA MELAYU DIALEK NGABANG Karmila, Mia; Hanye, Paternus; Susilo, Firman
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 5 (2013): Mei 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The general problem in this research is walking verb meaning field in Ngabang dialect of Malayan language, and the specific problems are meaning component, meaning kind, and meaning function. The method in this research is descriptive method. The data in this research are words that contains walking verb meaning field in Ngabang dialect of Malayan language spoken by Melayu society in Ngabang district. The source of data is Ngabang dialect of Malayan language spoken by the informants. The techniques in data collecting are listening speaking and inducement technique. The tools of data collecting are questions list guide, pictures, visual aid, and recording tape. Based on the data analysis, it shows that walking verb meaning field in Ngabang dialect of Malayan language has meaning component, meaning kind, and meaning function. Keywords: meaning field, verb, walking Abstrak: Masalah umum penelitian ini adalah medan makna verba berjalan dalam Bahasa Melayu Dialek Ngabang, masalah khususnya adalah komponen makna, jenis makna dan fungsi makna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata yang mengandung medan makna verba berjalan bahasa Melayu dialek Ngabang yang digunakan oleh masyarakat Melayu Kecamatan Ngabang. Sumber data dalam penelitian ini adalah Bahasa Melayu Dialek Ngabang yang dituturkan oleh informan. Teknik pengumpulan data adalah teknik simak dan cakap serta teknik pemancingan. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu pedoman daftar pertamnyaan, gambar dan alat peraga serta alat perekam. Berdasarkan hasil analisis data yang ada, hasil penelitian menunjukkan bahwa medan makna verba berjalan Bahasa Melayu Dialek Ngabang memiliki komponen makna, jenis makna dan fungsi makna. Kata kunci: Medan Makna, Verba, Berjalan
KESINONIMAN NOMINA INSANI DALAM BAHASA MELAYU DIALEK SEKADAU Sisilia A, Ana; Hanye, Paternus; Simanjuntak, Hotma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2013): Februari 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang kesinoniman nomina insani dalam bahasa Melayu dialek Sekadau bertujuan untuk mendeskripsikan leksem, substitusi leksem, dan analisis komponen makna leksem kesinoniman nomina insani dalam bahasa Melayu dialek Sekadau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesinoniman nomina insani dalam bahasa Melayu dialek Sekadau memiliki medan makna dan komponen makna. Bentuk medan makna bahasa tersebut dianalisis menggunakan kolokasi, substitusi, dan analisis komponen makna. Jika suatu leksemdapat disubstitusikan dalam konteks kalimat yang samadan makna konteks kalimat tersebut tidak berubah, maka kedualeksem tersebut bersinonim. Untuk menguji kembali kedua leksem yang maknanya bermiripan itu benar-benar bersinonim dapat ditelaah berdasarkan analisis komponen makna. Kata Kunci: Kesinoniman, Nomina, Insani Abstract: Research on synonymy noun in Malay Dialects Spirit Sekadau aims to describe leksem, leksem substitution, and the meaning of component analysis leksem synonymy human noun in Malay dialect Sekadau. The method used in this research is descriptive method. The results of this study show that synonymy human noun in Malay dialect Sekadau has a field of meaning and the meaning component. Form field is the meaning of language is analyzed using collocation, substitution, and the meaning of component analysis. If a leksem can be substituted in the same sentence context and meaning of the context of the sentence is not changed, then the two are synonymous leksem. To reexamine the meaning of the second leksem resemble it actually synonymous to be reviewed based on the analysis of the components of meaning. Key Word: Synonymy, Noun, Human
MEDAN MAKNA VERBA MELIHAT DALAM BAHASA MELAYU DIALEK SAMBAS (F11108029), Juniarti; Hanye, Paternus; Susilo, Firman
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 4 (2013): April 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research focused on the field of semantics, in order to describe the See verb meaning field in Sambas dialect of Malay language. The merhod used in this research are the words that contain verb see in SDML field. Source of data in this research is SDML spoken by the informant in Sempadian village, subdistrict of Tekarang, in Sambas Regency. The techniques of data collecting are observation, involvement, competent, and stimulation tecniques. Prosedures and techniques of data analysis are transcription, translation, data classification, data analysis,are transcription, translation, data classification, data analysis, and conclusion. Based on data analysis, it was found 27 leksem verb see in SDML which has a field of meaning, is the components of meaning, meaning types, and function semantic. Key word: field Meaning, Verb, See. Abstrak. Penelitian ini difokuskan pada bidang semantik, dengan tujuan untuk mendeskripsikan medan makna verba melihat Bahasa Melayu Dialek Sambas (BMDS). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata dan kalimat yang mengandung medan makna verba melihat BMDS. Sumber data dalam penelitian ini adalah BMDS yang dituturkan oleh informan di desa Sempadian, Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas. Teknik pengumpulan data adalah simak dan teknik cakap. Prosedur dan teknik analisis data berupa transkripsi, penerjemahan, klasifikasi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data ditemukan 27 leksem verba melihat dalam BMDS yang memiliki medan makna, komponen makna, jenis makna, dan fungsi semantis. Kata kunci: Medan Makna, Verba, Melihat.
MENINGKATKAN AKTIVITAS MENULIS KARANGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BERSERI PADA SISWA KELAS V F 34211560, Marselina; Hanye, Paternus; ., Halini
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 6 (2014): Juni 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Meningkatkan Aktivitas Menulis Karangan Menggunakan Media Gambar Pada Siswa Kelas V Seklah Dasar Negeri 28 Sei Laki, Kecamatan Mempawah Hulu. Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Aktivitas Menulis Karangan Menggunakan Media Gambar Pada Siswa Kelas V Seklah Dasar Negeri 28 Sei Laki, Kecamatan Mempawah Hulu. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif dan bersifat kolaboratif lebih mengutamakan proses dari pada hasil.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran menulis dengan menggunakan  media gambar mengalami peningkatan yang cukup memuaskan. Dalam pelaksanaannya menggunakan dua siklus. dalam hal ini diperoleh data: Kemampuan siswa sebelum tindakan nilai rata-rata siswa 5,75 atau 25 % dari jumlah 20 siswa, pada siklus I nilai rata-rata siswa 6,5 atau 62,5 % sedangkan pada siklus II Nilai rata-rata siswa 7,45 atau 85 % dari jumlah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 28 Sei laki, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak. Dengan demikian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar  untuk meningkatkan aktivitas menulis pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 28 Sei laki Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak dinyatakan dapat “diterima”. Kata kunci : Meningkatkan, Aktivitas, Menulis, Media, Gambar. Abstract: The progress of writing activity using picture media for the students of 5 grade, SD Negeri 28 Sei Laki, Mempawah Hulu, Landak Regency. The perpose of this recearch is to improve writing activity  by using picture, media to the student of grate V SDN 28 Sei Laki, Mempawah Hulu, Landak Regency. This recearch uses deskriptive and collaborative methods and give priority to process more than result. From the result of this research is concludedthat writing learning process using picture media haas significant progress this research has 2 cycles, This result shows the student’s ability before the research has the average score of 5,75 or 25% of 20 studnts, in cycle the average score of the students is 6,5 or 62’1 % and in the cycles II is 7,45 or 85 % of the 20 students of grade 5 SDN 28 Sei Laki, Mempawah Hulu, Landak regency. The conclutions is using picture media to improve writing activity for the students of grade 5 SDN 28 Sei Laki, Mempawah Hulu, Landak regency is “acceptable”.   Key Word : Progress, Activity, Writing, Media, Picture