Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analisis pemenuhan hak pendidikan anak didik di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak Annisa Saputri; Sawaludin Sawaludin; Bagdawansyah Alqadri
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 6 No. 2 (2026): Sixteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v6i2.1008

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the fulfillment of the educational rights of Correctional Students at LPKA Class II Central Lombok, including driving and inhibiting factors, as well as the efforts undertaken by the in stitution. This study uses a qualitative approach with a case study type. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research results show that the fulfillment of the right to education is carried out through formal and non-formal education paths. Formal education is conducted through cooperation with SD-SMP Satu Atap 02 Batukliang and SMA Negeri 1 Batukliang Utara, while non-formal education is implemented through PKBM Andikpas with Paket A, Paket B, and Paket C programs as well as skills development. Encouraging factors include institutional policies and commitments, institutional support, and cooperation with external parties. Inhibiting factors include administrative obstacles, lack of family support, limited educational personnel, and children's characteristic conditions. The institution's efforts include coordination with schools and families, facilitating distance learning, and adjustments to education paths. The study concludes that the fulfillment of the right to education has been carried out, but there is still a need to strengthen resources and administration.
Peningkatan Minat Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Team Game Tournament Berbasis Media Game Wordwall pada Pendidikan Pancasila Rizka Manzili; M. Ismail; Sawaludin Sawaludin
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.33518

Abstract

Minat belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan akademik siswa, namun kurangnya minat dapat menimbulkan kebosanan dan penurunan prestasi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT) berbasis media game Wordwall pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas VIII di SMPN 3 Gunungsari. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan minat belajar siswa. Pada siklus I, rata-rata persentase angket mencapai 70,83% dengan 36% siswa masih memiliki minat rendah, serta pengamatan menunjukkan 7 dari 10 indikator belum terpenuhi. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, rata-rata persentase meningkat menjadi 85,41%, dan seluruh indikator pengamatan tercapai. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan model TGT berbasis Wordwall efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini juga menegaskan bahwa integrasi model kooperatif dengan media digital interaktif mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan partisipatif.Learning interest is an essential factor in students’ academic success, while a lack of interest often leads to boredom and decreased achievement. This study aims to improve students’ learning interest through the implementation of the cooperative learning model Team Game Tournament (TGT) using Wordwall game-based media in the Civic Education subject for eighth-grade students at SMPN 3 Gunungsari. The research employed Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. Data were collected through observation and questionnaires. The findings revealed a significant increase in students’ learning interest. In the first cycle, the average questionnaire score reached 70.83%, with 36% of students still showing low interest, and observation results indicated that 7 out of 10 indicators had not yet been achieved. After improvements in the second cycle, the average score increased to 85.41%, and all observation indicators were fulfilled. These results demonstrate that the TGT model integrated with Wordwall is effective in enhancing students’ interest in learning Civic Education. Furthermore, the study highlights that combining cooperative learning with interactive digital media can foster a more engaging and participatory learning atmosphere.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Solidaritas antara Masyarakat Pendatang dengan Masyarakat Lokal dalam Memperkuat Integrasi Nasional Muhammad Mabrur Haslan; Sawaludin Sawaludin
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i1.33023

Abstract

Solidaritas antara masyarakat pendatang dan masyarakat lokal memegang peran penting dalam memperkuat integrasi nasional, khususnya dalam konteks masyarakat desa yang majemuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat terbangunnya solidaritas sosial di Desa Rumak, Lombok Barat, Indonesia, sebagai representasi dari interaksi sosial antar kelompok dalam ruang sosial yang beragam. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen dari warga pendatang maupun lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gotong royong, komunikasi terbuka, dan penerimaan terhadap keberagaman merupakan faktor utama yang mendorong terciptanya solidaritas. Nilai-nilai tersebut memperkuat kepercayaan, pengakuan sosial, dan partisipasi kolektif, memungkinkan masyarakat pendatang terintegrasi secara bermakna ke dalam komunitas lokal. Di sisi lain, perilaku individualistik, sentimen primordial, dan kesenjangan sosial ekonomi menjadi penghambat utama yang melemahkan kohesi sosial dan membatasi interaksi lintas kelompok. Temuan ini menegaskan bahwa solidaritas merupakan proses sosial yang terbentuk melalui interaksi kultural dan tantangan struktural yang terus berubah. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman solidaritas akar rumput dan memperkaya diskursus tentang kohesi sosial dalam masyarakat majemuk. Kajian ini juga menjadi dasar penting bagi perumusan kebijakan integrasi yang inklusif dan kontekstual.Solidarity between immigrant and local communities plays a pivotal role in promoting national integration, especially in plural rural settings. This study investigates the factors that support and hinder social solidarity in Rumak Village, West Lombok, Indonesia, where diverse populations interact within a shared socio-cultural space. Employing a qualitative descriptive approach, the research gathered data through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis with both immigrant and local residents. The findings highlight that mutual cooperation (gotong royong), open communication, and cultural acceptance serve as primary drivers of solidarity. These mechanisms foster trust, social recognition, and community participation, enabling immigrants to integrate meaningfully into local society. Conversely, the study reveals that individualistic behavior, strong primordial attachments, and economic disparities are major obstacles, leading to social exclusion and weakened collective identity. These results suggest that solidarity is a dynamic social process shaped by both cultural resilience and structural challenges. The study affirms the relevance of classical and contemporary sociological theories while offering new insights into grassroots integration practices. By focusing on localized interactions and community-based mechanisms, the research contributes to a deeper understanding of social cohesion and provides a foundation for future policies aimed at inclusive integration in diverse societies.
Bentuk-Bentuk Perilaku Perundungan (Bullying) pada Siswa SMPN Se-Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat Muhammad Mabrur Haslan; Sawaludin Sawaludin
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i1.33032

Abstract

Perundungan (bullying) merupakan persoalan sosial yang sering kali diabaikan di lingkungan sekolah, meskipun berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis dan sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk perilaku bullying yang dialami oleh siswa SMP Negeri Se-Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen yang melibatkan guru, siswa, dan pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua bentuk utama bullying yang terjadi adalah bullying fisik dan bullying verbal. Bullying fisik mencakup pemukulan, cakaran, dan pemalakan oleh teman sebaya, sedangkan bullying verbal meliputi ejekan terhadap nama orang tua, olok-olok berbasis bahasa daerah, serta penghinaan secara berulang. Perilaku ini tidak bersifat insidental, melainkan sistematis dan diperkuat oleh norma sosial di kalangan siswa serta minimnya intervensi institusional dari pihak sekolah. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap literatur tentang kekerasan di sekolah, khususnya dalam konteks Indonesia, dengan menekankan pentingnya pendekatan berbasis budaya lokal dalam menangani bullying. Temuan ini mendorong perlunya strategi preventif berbasis komunitas dan intervensi kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan.Bullying is a pervasive social problem in school environments, often overlooked despite its long-term psychological and social consequences for students. This study aims to identify and analyze the forms of bullying behavior experienced by junior high school students in Kediri District, West Lombok Regency. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis involving teachers, students, and school administrators. Findings show that two primary forms of bullying were prevalent: physical and verbal. Physical bullying included hitting, kicking, and coercive extortion, while verbal bullying involved name-calling, mockery based on parents' names, and linguistic or cultural derogation. These behaviors were not isolated incidents but systematic actions reinforced by peer support and weak institutional responses. The discussion highlights how bullying operates within asymmetric power relations and is culturally normalized within student interactions. The study contributes to existing literature by contextualizing bullying within Indonesian school settings and revealing its socio-cultural dimensions. These findings suggest the need for school-wide, culturally sensitive interventions to promote safer and more inclusive learning environments. Future research should explore broader sociological patterns and evaluate intervention outcomes.
Efektivitas Pembelajaran Kooperatif STAD Berbasis Video Animasi Terhadap Kemandirian Belajar Siswa Luluk Handayani; Edy Herianto; Sawaludin Sawaludin; Muhammad Ismail
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.31300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) berbasis video animasi terhadap kemandirian belajar peserta didik dalam mata pelajaran PPKn. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental, khususnya nonequivalent control group design. Sampel terdiri atas dua kelas yang dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu kelas eksperimen (VIII E) dan kelas kontrol (VIII F), masing-masing berjumlah 29 siswa. Instrumen penelitian berupa angket kemandirian belajar yang telah divalidasi dan reliabel. Data dianalisis melalui uji prasyarat (uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji homogenitas Levene’s Test), diikuti dengan uji hipotesis menggunakan pooled variance t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, dengan rata-rata skor kemandirian belajar siswa di kelas eksperimen sebesar 120,52 dan kelas kontrol sebesar 100,48. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan model pembelajaran STAD berbasis video animasi secara signifikan meningkatkan kemandirian belajar peserta didik.This study aims to examine the effectiveness of the Student Team Achievement Division (STAD) type cooperative learning model based on animated videos on students' learning independence in Civics subjects. The research used a quantitative approach with a quasi-experimental design, specifically a nonequivalent control group design. The sample consisted of two classes selected through purposive sampling technique, namely the experimental class (VIII E) and the control class (VIII F), each totalling 29 students. The research instrument was a validated and reliable learning independence questionnaire. Data were analysed through prerequisite tests (Shapiro-Wilk normality test and Levene's Test homogeneity test), followed by hypothesis testing using pooled variance t-test. The analysis results showed a significance value (sig. 2-tailed) of 0.000 <0.05, with an average score of student learning independence in the experimental class of 120.52 and the control class of 100.48. This finding indicates that the application of STAD learning model based on animated video significantly increases students' learning independence
Implementasi Kebijakan Penanggulangan Pengemis di Kota Mataram Lina Rahmayani; Yuliatin Yuliatin; Sawaludin Sawaludin
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3597

Abstract

Fenomena keberadaan pengemis di Kota Mataram masih menjadi persoalan sosial yang kompleks. Meskipun pemerintah daerah telah menerbitkan Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2012 tentang Penanggulangan Anak Jalanan, Gelandangan, dan Pengemis, praktik mengemis masih sering dijumpai di berbagai titik strategis kota. Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan dalam implementasi kebijakan, baik dari sisi penegakan, pembinaan, maupun partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan penanggulangan pengemis di Kota Mataram berdasarkan Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2012 serta dampaknya terhadap ketertiban sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Informan penelitian terdiri dari aparat pelaksana (Satpol PP dan Dinas Sosial), tokoh masyarakat, dan pengemis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dilaksanakan melalui penertiban dan razia rutin, pengembalian pengemis ke keluarga dan masyarakat, pemberian bantuan sosial dan pembinaan keterampilan, serta rehabilitasi sosial melalui penampungan sementara. Implementasi kebijakan ini berdampak pada berkurangnya jumlah pengemis di titik strategis, meningkatnya kesadaran masyarakat, dan adanya upaya pemulihan sosial, meskipun masih terkendala keterbatasan sumber daya dan rendahnya partisipasi masyarakat. Kesimpulannya, kebijakan ini berkontribusi terhadap ketertiban umum dan kesejahteraan sosial, namun masih memerlukan optimalisasi.
The Role of Pancasila Education Teachers in Instilling Civic Responsibility in Students at SMAN 1 Batukliang Riska Riska; Muhammad Mabrur Haslan; Sawaludin Sawaludin
Jurnal Penelitian Medan Agama Vol 16, No 2 (2025): JULY-DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58836/jpma.v16i2.26370

Abstract

This study aims to analyze the role of Civic Education teachers in instilling civic responsibility among students and to identify the supporting and inhibiting factors in the process at SMAN 1 Batukliang. The research uses a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews, participant observation, and documentation involving Civic Education teachers, the principal, vice principal for student affairs, and students. Data analysis follows the Miles and Huberman model, including data reduction, display, and conclusion drawing, with data validity tested through triangulation of techniques, sources, and time. The results show that Civic Education teachers play multidimensional roles as facilitators, classroom managers, mediators, motivators, evaluators, and demonstrators in shaping civic responsibility. Supporting factors include school support, flexible curriculum policies, active teacher participation, and a positive school social environment. Inhibiting factors include students' low awareness of social responsibility, lack of family support, and limited time and innovative learning media.In conclusion, fostering civic responsibility requires a holistic approach involving continuous synergy between schools, families, and communities to develop responsible, caring, and active citizens with strong state responsibility.
Pengembangan Civic Participation Siswa Oleh Guru Pendidikan Pancasila Di SMP Negeri 1 Jonggat Riska Septi Aryani Aryani; Mohammad Ismail; Sawaludin sawaludin
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran (JIPP) Vol. 5 No. 1 (2026): Maret: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran (JIPP)
Publisher : LPD Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jipp.v5i1.10308

Abstract

This research aims to determine how teachers help students improve their civic participation in Pancasila Education at SMP Negeri 1 Jonggat, and to identify the challenges and ease faced by teachers. This research uses a qualitative method with a phenomenological research type. The research subjects are students at SMP Negeri 1 Jonggat, while the informants in this study are Pancasila Education teachers. Research data was collected thru observation, interviews, and documentation. Data presentation techniques included data reduction, data display, and drawing conclusions using data validity techniques such as source triangulation, data triangulation, and time triangulation to check data accuracy. Research shows that students' civic participation grows thru two types of activities: extracurricular and intracurricular. The teacher has tried to instill values such as democracy, responsibility, discipline, and caring for others thru various activities that directly involve the students. However, doing this still faces some problems such as students' lack of learning motivation, some students being passive in discussions, and a lack of facilities and infrastructure. The results of this study indicate that students' civic participation at SMP Negeri 1 Jonggat has increased thanks to the active role of Pancasila Education teachers, although different teaching methods, better technology utilization, and stronger motivation for students are still needed to fully achieve the goals of civic education. Keywords: Civic Participation, Pancasila Education, Teacher’s Role
TANTANGAN PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI MASYARAKAT LOKAL DI KAWASAN TIGA GILI LOMBOK UTARA yuliatin; Basariah Basariah; sawaludin sawaludin
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.543

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan pemenuhan hak pendidikan bagi masyarakat lokal di kawasan Tiga Gili, Kabupaten Lombok Utara, yang berada di tengah perkembangan pesat industri pariwisata. Meskipun sektor pariwisata memberikan peluang ekonomi yang signifikan, berbagai kelompok masyarakat lokal masih menghadapi hambatan dalam memperoleh akses, partisipasi, dan keberlanjutan pendidikan yang berkualitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan masyarakat, orang tua, pendidik, dan pemangku kepentingan terkait, observasi lapangan, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama pemenuhan hak pendidikan meliputi keterbatasan akses pendidikan pada jenjang Sekolah Menegah Atas dan Pendidikan Tinggi, orientasi kerja jangka pendek di sektor wisata, serta belum optimalnya sinergi antara pemerintah, sekolah, dan pelaku industri pariwisata. Temuan ini sejalan dengan berbagai studi yang menegaskan bahwa kawasan pariwisata sering menghadapi paradoks antara pertumbuhan ekonomi dan investasi pendidikan jangka panjang. Selain itu, kesenjangan infrastruktur pendidikan dan terbatasnya program pendidikan berbasis kebutuhan lokal turut mepengaruhi tingkat partisipasi pendidikan masyarakat. Penelitian menyimpulkan bahwa pemenuhan hak pendidikan di kawasan Tiga Gili memerlukan pendekatan kolaboratif yang mengintegrasikan kebijakan pendidikan, perlindungan sosial, dan tanggung jawab sektor pariwisata. Direkomendasikan penguatan program beasiswa, pendidikan vokasional yang relevan dengan kebutuhan lokal, serta kemitraan berkelanjutan antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha pariwisata guna menjamin pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal.
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BERBASIS TPACK: STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PENDIDIKAN PANCASILA Mohammad Ismail; Sawaludin Sawaludin; Basariah Basariah
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.559

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru mampu merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan pemanfaatan teknologi secara optimal. Namun, implementasi kedua aspek tersebut dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam mengakomodasi keragaman karakteristik belajar peserta didik dan mengintegrasikan teknologi secara pedagogis. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis TPACK sebagai strategi implementasi Kurikulum Merdeka pada Pendidikan Pancasila serta mendeskripsikan dampaknya terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Subjek penelitian terdiri atas 76 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mataram yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data kuantitatif dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data kuantitatif menggunakan independent sample t-test, sementara data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis TPACK berhasil mengakomodasi perbedaan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar peserta didik melalui asesmen diagnostik, diferensiasi konten, proses, dan produk, serta pemanfaatan berbagai media digital. Implementasi tersebut meningkatkan keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran dan berdampak positif terhadap capaian belajar. Rata-rata skor pengetahuan pada kelas eksperimen meningkat dari 68,1 menjadi 82,4, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 67,5 menjadi 71,2. Pada aspek sikap terjadi peningkatan dari 72,3 menjadi 80,5 pada kelas eksperimen dan 71,8 menjadi 74,0 pada kelas kontrol. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek keterampilan, yaitu dari 70,4 menjadi 86,7 pada kelas eksperimen, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 69,2 menjadi 72,1. Hasil independent samples t-test menunjukkan bahwa perbedaan kedua kelompok signifikan pada aspek pengetahuan (t=5,82; p<0,001), sikap (t=3,26; p<0,01), dan keterampilan (t=7,14; p<0,001). Kata kunci: Pembelajaran berdiferensiasi; TPACK; Kurikulum Merdeka; Pendidikan Pancasila; pembelajaran abad ke-21.