Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pemberian Informasi Dioksin Pada Pembalut Wanita Dalam Perawatan Genitalia Dalam Pemeliharaan Personal Hygiene Siswi SMP Nurul Ilmi Nasution, Nurul Hidayah; Ramadhini, Delfi; Harahap, Alprida
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 1 No. 1 (2019): Vol. 1 No. 1 Desember 2019
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.697 KB)

Abstract

Pembalut wanita merupakan alat kesehatan yang digunakan untuk menyerap darah haid pada saat menstruasi (BSN, 2010). Pembalut wanita memiliki persyaratan kualitas yang harus sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang pembalut wanita dan memiliki acuan berdasarkan Permenkes No. 96 tahun 1977 tentang wadah, pembungkus, penanda, dan periklanan kosmetik dan alat kesehatan. Pemeliharaan personal hygiene melalui perawatan genitalia dapat dilakukan dengan carapemilihan pembalut pada saat wanita mengalami mestruasi. Jenis pengabdian ini adalah promosi kesehatan dengan metode penyuluhan dan demonstrasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Jum’at tanggal 27 Juli 2018 di SMP Nurul ‘Ilmi, Kota Padangsidimpuan. Populasi dan sampel pengabdian masyarakat terdiri dari 120 orang siswa. Kegiatan ini meliputi pemberian informasi tentang dioksin, efek dioksin, personal hygiene, perawatan genitalia, prosedur dan langkah-langkah yang dipraktekkan dalam pemilihan pembalut yang memenuhi syarat kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil pengabdian masyarakat dalam kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan ini diterima antusias oleh siswi SMP Nurul ‘Ilmi yang terlihat dari banyaknya siswi yang bertanya seputar cara memilih pembalut wanita yang memenuhi syarat untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Siswi terlihat tertib dan sesuai dengan yang diarahkan oleh panitia kegiatan. Kegiatan penyuluhan ini berhasil dilaksanakan. Disarankan kegiatan penyuluhan ini dilakukan secara berkala dengan frekuensi yang lebih sering dan jangkauan penyebaran informasinya juga dapat diperluas sehingga mencakup seluruh lapisan masyarakat agar siswi dan masyarakat lebih mengetahui, memahami dan dapat mempraktikkan cara pemilihan pembalut wanita yang memenuhi syarat kesehatan dalam kehidupan sehari-hari yang akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Analyzing the Sociodemographic and Psychological Factors Influencing the Intention to Consume Single-Use Plastics Among University Students: A Cross-Sectional Quantitative Study  Harahap, Alprida; Adi Antoni; Haslinah Ahmad; Anton J. Hadi; Nanda Masraini Daulay
Jurnal Teknokes Vol. 18 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/jteknokes.v18i4.116

Abstract

The rising use of disposable plastics among Indonesian university students contributes to the growing problem of plastic waste, making it essential to understand the factors shaping their intentions to use single-use plastics. This research aims to determine the impact of sociodemographic factors (age, education level, and economic status) and psychological factors (subjective norms, emotional motivation, and beliefs) on the intention to use disposable plastic among university students. The study contributes by integrating the Theory of Planned Behaviour (TPB) and the Value-Belief-Norm (VBN) Theory to explain the intention to consume single-use plastics in the Indonesian context, identifying the belief variable as the most dominant factor influencing behavioral intention. The research employed a quantitative descriptive-analytical approach with a cross-sectional design, conducted from April to June 2024. A total of 125 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires developed based on the TPB and VBN frameworks, then analyzed using descriptive statistical tests and multivariate logistic regression to identify significant predictors of behavioral intention. The results show that sociodemographic factors, age (p = 0.002), education level (p = 0.000), and economic status (p = 0.000), significantly influence the intention to consume disposable plastics. Likewise, psychological factors, subjective norms (p = 0.001), emotional motivation (p = 0.000), and beliefs (p = 0.000), also have a significant effect, with beliefs emerging as the most dominant factor (Exp(B) = 10.234). The study implies that efforts to reduce single-use plastic consumption among university students should focus on strengthening environmental education and transforming social norms to foster sustainable behaviors. Furthermore, future research with longitudinal designs and broader populations is recommended to enhance the generalizability of these findings.
Penguatan Pelayanan Kesehatan Darurat Penderita Diabetes melalui Integrasi Emergency Response Kit dan Kader Siaga Desa di Desa Tandihat Tahun 2025 antoni, adi; Abdullah AA; Alprida harahap; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2442

Abstract

Kondisi bencana dan situasi kedaruratan sering memperburuk status kesehatan penderita penyakit kronis, termasuk diabetes melitus. Stres, keterbatasan akses pelayanan kesehatan, serta terganggunya ketersediaan obat berpotensi meningkatkan kadar glukosa darah dan risiko komplikasi akut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pelayanan kesehatan darurat bagi penderita diabetes melalui integrasi Emergency Response Kit dan pemberdayaan Kader Siaga Desa di Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 11 Desember 2025, dan dihadiri oleh seluruh warga pengungsi di Desa Tandihat. Metode yang digunakan meliputi skrining kadar glukosa darah, pemberian intervensi farmakologis bekerja sama dengan tenaga kesehatan setempat, serta edukasi kesehatan yang menekankan pengelolaan stres dan aspek spiritual. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat 15 orang dengan kadar glukosa darah >200 mg/dl yang selanjutnya mendapatkan intervensi obat antidiabetes dan edukasi komprehensif. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi layanan darurat, pendekatan komunitas, dan intervensi psikososial–spiritual efektif dalam mendukung pengendalian glukosa darah pada penderita diabetes dalam situasi kedaruratan.
Pengaruh Karakteristik Individu, Efek Lingkungan, Perilaku Aggressive Driving Terhadap Penerapan K3 pada Pengemudi Angkutan Kota di Kota Padang Sidempuan: The Influence of Individual Characteristics, Environmental Effects, Aggressive Driving Behavior on the Application of OHS in Public Transportation Drivers in the Padang Sidempuan City Nayodi Permayasa; Anto J. Hadi; Alprida Harahap
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3443

Abstract

Latar belakang: Kecelakaan yang dialami oleh angkutan umum lebih banyak terjadi akibat ulah dari pengemudi angkutan tersebut yang tidak menerapkan K3, terbiasa mengemudikan kendaraannya secara “ugal-ugalan” dan tidak mematuhi rambu lalu lintas yang ada serta menyetir kendaraan sambil menelepon. Tujuan: untuk menganalisis pengaruh karakteristik individu, efek lingkungan, dan perilaku aggressive driving pengemudi angkutan Kota terhadap penerapan K3. Metode: Jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional study. Populasi dan sampel adalah seluruh pengemudi angkutan Kota sebanyak 127 pengemudi. Teknik pengembilan sampel menggunakan total sampel (exhaustive sampling) serta analisis data menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa usia (p=0,413), efek/ kondisi lingkungan (p=0,161) tidak berpengaruh terhadap penerapan K3. Pendidikan (p=0,000), status perkawinan (p=0,001), lama kerja (p= 0,012), perilaku aggressive driving (p=0,003) berpengaruh terhadap penerapan K3. Sedangkan variabel yang paling berpengaruh adalah status perkawinan (Exp. (B)=21,254). Kesimpulan: penerapan K3 oleh pengemudi dalam berkendaraan sangat dipengaruhi faktor pendidikan, status perkawinan, lama kerja, dan perilaku aggressive pengemudi. Diharapkan agar pemerintah khususnya Dinas Perhubungan memfasilitasi sopir angkutan untuk meningkatkan pengetahuan tentang K3 (safety driver).
Faktor yang Berhubungan dengan Peran Aktif Lurah dan Kepala Desa dalam Pencegahan Stunting di Kota Padang Sidempuan : Factors Related to the Active Role of the Village Head about Stunting Prevention in Padang Sidempuan City Camelia Viaduri; Anto J. Hadi; Alprida Harahap
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3455

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan ibu dan anak. Prevalensi stunting pada tahun 2022 di Kota Padang Sidempuan sebesar 28,8 % dan masih diatas prevalensi Nasional (target Nasional 27,4%). Tingginya prevalensi stunting pada balita yang memiliki dampak jangka panjang pada status kesehatan masyarakat sehingga diperlukan peran kelurahan dan pemerintah desa dalam pencegahan stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan peran aktif lurah dan kepala desa dalam pencegahan stunting. Metode: Jenis penelitian bersifat observasional dengan desain cross sectional study. Populasi dan sampel adalah seluruh seluruh Lurah dan Kepala Desa di Kota Padang Sidempuan sebanyak 79 orang dengan teknik pengambilan sampel secara total sampel (exhaustic sampling) serta analisis data menggunakan chi- square dan regresi logistic. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwah pengetahuan (p=0,001), dukungan Puskesmas (p=0,006), pelatihan (p=0,001), dukungan tokoh masyarakat (p=0,001), sikap (p=0,071), masa kerja sebagai lurah/ kepala desa (p=0,824), Sedangkan variabel yang paling berhubungan adalah pengetahuan dengan nilai Exp (B)=2,762. Kesimpulan: Peran aktif Lurah dan Kepala Desa dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, dukungan Puskesmas, pelatihan, dan dukungan tokoh masyarakat serta masa kerja lurah / kepala desa, sehingga lurah dan kepala desa dapat lebih aktif dan semangat dalam pencegahan stunting.
Hubungan Motivasi, Prestasi, Penghargaan Terhadap Kinerja Perawat di Rumah Sakit TNI Kota Padang Sidempuan : The Relationship of Motivation, Achievement and Awards to Nurse Performance at the Padang Sidempuan TNI Hospital Eva Rahayu; Alprida Harahap; Rusdiyah Sudirman Made Ali; Haslinah Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.3468

Abstract

Latar belakang: Peranan tenaga kesehatan dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan sangatlah penting khususnya sebagai tenaga pelaksana pelayanan kesehatan, sehingga wajar bila kinerja tenaga kesehatan sebagai salah satu penentu keberhasilan dalam pelayanan kesehatan. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan motivasi, prestasi, penghargaan, terhadap kinerja perawat di Rumah sakit TNI. Metode: Jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional study. Populasi dan sampel adalah seluruh Perawat di rumah sakit TNI sebanyak 51 perawat. Teknik pengembilan sampel menggunakan total sampel (exhaustive sampling) serta analisis data menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi (p=0,000), prestasi (p=0,005), penghargaan (p=0,000) berpengaruh terhadap kinerja perawat. Sedangkan variabel yang paling berpengaruh adalah motivasi perawat (Exp(B)= 6,364). Kesimpulan: Diperoleh bahwa kinerja perawat sangat berhubungan oleh faktor motivasi, prestasi, penghargaan, sehinggar perawat dapat lebih aktif lagi dalam bekerja dalam pencapaian visi misi rumah sakit.
Hubungan Sosial Demografi dan Perilaku Keluarga Sadar Gizi dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Menawi Kabupaten Kepulauan Yapen: Social Demographic Relationships and Nutrition Aware Family Behavior with Stunting Incidents in Menawi Perawatan Public Health Center Working Area Yapen Islands District Lindawati; Anto J. Hadi; Alprida Harahap; Rusdiyah Sudirman Made Ali; Haslinah Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.3469

Abstract

Latar belakang: Indonesia mempunyai masalah gizi yang cukup berat yang ditandai dengan banyaknya kasus stunting pada anak balita dan berdampak buruk pada kualitas sumber daya manusia pada masa depan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sosial demografi dan perilaku keluarga sadar gizi dengan kejadian stunting di wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Menawi Kabupaten Kepulauan Yapen. Metode: Jenis penelitian observasional dengan pendekatan cross section study. Populasi adalah seluruh keluarga yang memiliki balita sebanyak 242 balita dan sampel sebanyak 149 balita yang ada di wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Menawi Kabupaten Kepulauan Yapen dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling serta uji statistik menggunakan chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil peneltian diperoleh bahwa kontak dengan budaya lain (p=0,001), konsumsi makanan beraneka ragam (p=0,001) dan perilaku keluarga sadar gizi (p=0,001) adalah variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting, sedangkan variabel pendidikan (p=0,394) dan pendapatan (p=0,646) tidak berhubungan dengan kejadian stunting. Selain itu perilaku keluarga sadar gizi yang paling berpengaruh dengan kejadian stunting dengan nilai Exp (B)=3,884. Kesimpulan: Diperoleh bahwa kontak dengan budaya lain, konsumsi makanan beraneka ragam dan perilaku keluarga sadar gizi merupakan faktor penyebab stunting. Sehingga diperlukan intervensi kesehatan yang berkelanjutan berupa edukasi gizi keluarga.
Pengaruh Pola Asuh Menggunakan Media Permainan Ular Tangga terhadap Pencegahan Stunting pada Calon Pengantin di Wilayah Kerja Puskesmas Batunadua Kota Padang Sidempuan: The Effect of Parenting Using Snakes and Ladders as Media on Stunting Prevention in Future Bride ang Groom in the Working Area of the Batunadua Public Health Center, Padang Sidempuan City Masroini Ritonga; Alprida Harahap; Haslinah Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i6.3528

Abstract

Latar belakang: Stunting atau sering disebut kerdil atau pendek bahwa kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Identifikasi stunting dilakukan dengan membandingkan tinggi anak dengan standar tinggi anak pada populasi normal sesuai dengan usia dan jenis kelamin yang sama. Anak digolongkan stunting jika tinggi badan nya tidak sesuai dengan usia dan tumbuh kembang anak seusianya. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pola asuh menggunakan media permainan ular tangga terhadap pencegahan stunting pada calon pengantin Di Wilayah Kerja Puskesmas Batunadua Kota Padang Sidempuan. Metode: Jenis penelitian ini adalah pre experimental dengan rancangan penelitian one group pre test-post test design dengan menggunakan media ular tangga sebagai bentuk edukasi promosi kesehatan pada 49 calon pengantin. Pengukuran pre test dan post test menggunakan kuesioner yang kemudian dilakukan analisis dengan uji paired sample t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa media permainan ular tangga memiliki tingkat kemaknaan yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan pola asuh dari sebelum dan sesudah diberikan intervensi yaitu nilai p = 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung = -8.218 > t tabel = 1,677. Dimana pola asuh juga menunjukkan bahwa ada peningkatan dengan menggunakan media permainan ular tangga yaitu nilai p = 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung = -12,755 > t tabel = 1,677. Kesimpulan: Kesimpulan diperoleh bahwa media permainan ular tangga dapat meningkatkan pengetahun dan pola asuh untuk mencegah ataupun menanggulangi permasalahan stunting dengan melakukan intervensi melalui edukasi.
Pengaruh Promosi Kesehatan dengan Metode Peer Education terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dalam Pencegahan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Batunadua Kota Padang Sidempuan Tahun 2023: The Effect of Health Promotion Using the Peer Education Method on Knowledge and Attitude of Pregnant Women in Stunting Prevention in Batunadua Health Center Working Area Padang Sidempuan City 2023 Lin Khariyetni Lase; Rusdiyah Sudirman Made Ali; Alprida Harahap; Haslinah Ahmad; Owildan Wisudawan B
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i6.3529

Abstract

Latar belakang: Stunting atau tubuh pendek merupakan akibat kekurangan gizi kronis atau kegagalan pertumbuhan di masa lalu dan digunakan sebagai indikator jangka panjang untuk gizi kurang pada anak. Promosi kesehatan melalui peer education diharapkan dapat meningkatkan upaya kesehatan masyarakat, khususnya dalam pengembangan perlaku hidup sehat. Tujuan: Untuk melihat pengaruh promosi kesehatan dengan metode peer education terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam pencegahan stunting. Metode: Jenis penelitian adalah pre-experimental desain dengan one group pretest-posttest design. Seluruh ibu hamil pada trimester I dan trimester II di wilayah kerja puskesmas Batunadua dengan jumlah 67 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan seluruh jumlah sampel sama dengan seluruh jumlah populasi yang ada dengan uji normalitas data Kolmogorov-Smirnova dan uji analisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil peneltian diperoleh bahwa dari hasil uji Wilcoxon didapati Pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi ada peningkatan nilai rata-rata dari 8,24 menjadi 13,55 dengan nilai signifikanya p=0,000 < 0,005 dan sikap ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi ada peningkatan nilai rata-rata dari 29,09 menjadi 37,13 dengan nilai signifikanya p=0,000 < 0,005. Kesimpulan: Diperoleh bahwa temuan pada penelitian ini ada pengaruh metode peer education terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam pencegahan stunting, sehingga diperlukan peran aktif teman sebaya dalam pencegahan stunting.
Faktor Yang Berhubungan dengan Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Padangmatinggi Kota Padang Sidempuan : Factors Related to Complete Basic Immunization in Infants in the Working Area of the Padangmatinggi Health Center, Padang Sidempuan City Ikrimah Pohan; Alprida Harahap; Anto J. Hadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i8.3928

Abstract

Latar belakang: Imunisasi saat ini diperkirakan dapat mencegah 2 hingga 3 juta kematian setiap tahunnya. Kendala utama keberhasilan program imunisasi pada bayi yaitu rendahnya kesadaran ibu yang mempunyai bayi untuk membawa anaknya di imunisasi. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan imunisasi dasar lengkap pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Padangmatinggi kota Padang Sidempuan. Metode: Jenis dan desain penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi sebanyak 946 bayi dan sampel sebanyak 281 bayi dengan teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling, instrumen penelitian dengan kuesioner serta analisis data menggunakan chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan (p=0,007), kepercayaan (p= 0,000), waktu tempuh (p=0,000), peran petugas kesehatan (p=0,008) berhubungan signifikan terhadap imunisasi dasar lengkap pada bayi sedangan pekerjaan (p=0,381) dan sikap (p=0,292) tidak berhubungan terhadap imunisasi dasar lengkap pada bayi serta variabel yang paling berhubungan adalah pengetahuan dengan nilai Exp (B)=7,249. Kesimpulan: Diperoleh bahwa pengetahuan, lokasi tempat tinggal, peran petugas kesehatan merupakan faktor yang berhubungan terhadap imunisasi dasar lengkap rtipada bayi. Sehingga diperlukan intervensi kesehatan yang berkelanjutan berupa edukasi terhadap keluarga.