Arman Sayuti
Clinic Laboratory Of Veterinary Medicine, Faculty Of Veterinary Medicine, Syiah Kuala University, Jln Tgk Hasan Kreung Kalee No 4, Banda Aceh, Nangroe Aceh Darusalam, Indonesia 23111

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Veteriner

Pemberian Ekstrak Akar Pasak Bumi Meningkatkan Kualitas Spermatozoa Domba Waringin Amalia Sutriana; Mira Ayu Lestari Hasibuan; Nurhazimah Nurhazimah; Teuku Armansyah; Tongku Nizwan Siregar; Budianto Panjaitan; Hafizuddin Hafizuddin; Arman Sayuti; Dwinna Aliza; Rosmaidar Rosmaidar
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.503 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.3.317

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack) terhadap peningkatan konsentrasi testosteron domba Waringin. Dalam penelitian ini digunakan dua ekor domba waringin jantan berumur ±4 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan pola bujur sangkar latn 2 x 2 sehingga hewan percobaan diberi perlakuan 20 mL akuades per oral sebagai kontrol (P1) dan 20 mL larutan yang mengandung 45 mg/kg bobot badan ekstrak pasak bumi yang diberikan per oral (P2). Perlakuan diberikan selama enam hari pada pukul 09.00 WIB. Pada bulan ke-1 domba pertama mendapat perlakuan P1 sedangkan domba kedua mendapat perlakuan P2. Sebaliknya, pada bulan ke-2 domba pertama mendapat perlakuan P2 sedangkan domba kedua mendapat perlakuan P1. Koleksi darah untuk pemeriksaan konsentrasi hormon testosteron dilakukan lima jam setelah pemberian ekstrak akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack). Analisis konsentrasi testosteron dilakukan menggunakan metode enzyme linked immunosorbent assay (ELISA) yang diukur pada hari 1, 3 dan 6. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji sidik ragam pola bujur sangkar latin. Hasil analisis statistika menunjukkan bahwa volume semen, motilitas spermatozoa, viabilitas spermatozoa dan abnormalitas spermatozoa pada domba yang diberikan ekstrak akar pasak bumi (E. longifolia Jack) menunjukkan perbedaan yang signifikan (P<0,05) dibandingkan dengan kontrol namun konsentrasi testosteron tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (P>0,05). Disimpulkan bahwa pemberian ekstrak akar pasak bumi meningkatkan kualitas spermatozoa namun tidak menyebabkan peningkatan konsentrasi hormon testosteron pada domba waringin.
Determination of Gestational Age and Observation of Kacang Goat Fetal Development during 60 Days of Pregnancy by Using Transcutaneous Ultrasonography Arman Sayuti; Khairiah Khairiah; Tongku Nizwan Siregar; Juli Melia; Syafruddin Syafruddin; Erdiansyah Rahmi; Herrialfian Herrialfian; Mahdi Abrar; Budianto Panjaitan; Razali Daud
Jurnal Veteriner Vol 20 No 4 (2019)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.184 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2019.20.4.534

Abstract

This study was aimed to observe correlation between gestational age and fetal growth of Kacang goat for 60 days after mating with transcutaneous ultrasonography visualization. Three female goats of productive age with normal estrus cycle and one male goat were used in this study. The female goats were synchronized with double injection of prostaglandin F2á (PGF2á) intramuscularly with dosage of 1 mL for each female goat with 11 days’ time interval. Observation of oestrus was conducted using male goat after being synchronized. When the sign of estrus were prominent, the female goats were naturally mated. The result was pregnant positive for one female goat. Detection of early pregnancy was observed on the 24th days after mating, with the result of 6.77 mm length embryo by isoechogenic visualization. On 35th days of pregnancy, fetal could be seen clearly in isoechogenic to hyperechogenic visualization with head diameter and fetal length were 17.4 mm and 36.2 mm, consecutively. The observation also found the placentom. On day 45 of pregnancy, head diameter and fetal length were 21.8 mm and 40.6 mm. Later on day 49 of pregnancy, the size of gestational saccus was 44.1 mm, with head diameter of 25 mm, and average placentom diameter size of 12.4 mm. On day 53 of pregnancy, head diameter was 25.2 mm with fetal length of 63.6 mm and placentom diameter of 15 mm. On day 56 of pregnancy, vertebrae of fetal were observed using hyperechogenic visualization and placentom was measured 17.9 mm in diameter. On day 60 of pregnancy, we observed that the fetal length was 79.8 mm and the organs such as eyes, heart, liver, os costae, and fetal extremities, could be observed clearly. The size of developing fetal and organs would grow along with the addition of gestational age.