Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pasar dan Produk Perawatan Tubuh dengan Bioaktif Berbasis Hasil Samping Agroindustri Nelfiyanti Nelfiyanti; Rini Siskayanti; Ratri Ariatmi Nugrahani; Nurul Hidayati Fithriyah
BASKARA : Journal of Business and Entrepreneurship Vol 2, No 2 (2020): Baskara: Journal of Business and Entrepreneurship
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.498 KB) | DOI: 10.54268/baskara.2.2.71-82

Abstract

Semakin meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap industry yang menerapkan zero waste, mendorong semakin banyaknya kajian dan riset mengenai pemanfaatan bahan alam yang berasal dari hasil samping suatu industry, baik skala kecil maupun besar. Padi merupakan komoditi bahan pangan pokok bagi masyarakat Indonesia dan produksinya melimpah, sehingga hasil sampingnyapun cukup banyak, seperti sekam, jerami, dedak, bekatul. Dedak padi adalah salah satu hasil samping agroindustri pengolahan padi dan di dalamnya terkandung berbagai macam bahan yang bermanfaat seperti protein, mineral, serat, dan minyak, serta berbagai bioaktif seperti feluric acid, g-oryzanol. Adapun Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis pasar dan produk terhadap produk perawatan tubuh dengan menggunakan bioaditif bersumber dari hasil samping industry agro, selanjutnya menginterpretasikan dan pengolahan data serta menentukan spesifikasi produk yang diinginkan oleh masyarakat. Metodologi penelitian ini adalah 1). Melakukan pengumpulan data mengenai kebutuhan masyarakat terhadap produk hasil diversivikasi dedak padi untuk keperluan non pangan 2).  Melakukan interpretasi dan pengolahan data; 3). Menentukan Spesifikasi Produk yang diinginkan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil penyebaran dan olahan kusioner untuk produk Tamanu Cleansing Oil dapat disimpulkan bahwa layak untuk diproduksi dan dipasarkan ke konsumen sebagai pembersih kulit muka, dengan perbaikan yang harus dilakukan yaitu tekstur dibuat menjadi lebih lembut sehingga nyaman digunakan. Sedangkan produk Body Lotion Pitoe layak untuk diproduksi dan dipasarkan ke konsumen dengan beberapa perbaikan seperti : Tekstur dari body lotion pitoe lebih dilembutkan dan tidak encer.
PENGARUH BLENDING MINYAK NABATI PADA PELUMAS DARI MINYAK MINERAL TERHADAP STABILITAS OKSIDASI DAN KETAHANAN KOROSI Tita Diana Ningsih; Retno Farida; Ratri Ariatmi Nugrahani
JURNAL KONVERSI Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.6.1.7-12

Abstract

Pelumas adalah bahan yang dipakai untuk melapisi permukaan sehingga tidak kontak langsung dengan permukaan lain yang bergerak relatif terhadap permukaan lain. Beberapa usaha telah dilakukan untuk meminimalkan pemakaian pelumas dari minyak bumi, karena terbatasnya ketersediaan, tidak terbarukan dan mempunyai kelemahan diantaranya tidak mampu didegradasi sehingga bisa mengakibatkan pencemaran lingkungan. Salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk menurunkan konsumsi dan meningkatkan karakteristik minyak bumi adalah dengan mencampurkan antara base oil dari minyak mineral dengan minyak nabati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pencampuran minyak nabati pada base oil dari minyak mineral terhadap kestabilan oksidasi. Kestabilan oksidasi dikaji berdasarkan sifat fisik dan kimianya, yaitu Total Acid Number (TAN), Indek Viskositas (IV), dan Uji ketahanan terhadap korosi. Penelitian dilakukan dengan mencampurkan base oil minyak mineral dengan campuran minyak kelapa dan minyak dedak padi agar kualitasnya meningkat. Minyak nabati yang ditambahkan terhadap base oil minyak mineral pada penelitian ini adalah 0%, 5%, 10%, 15%, serta 20% (%v/v), pencampuran dilakukan selama 15 menit pada temperatur 600C sampai dengan 700C. Campuran minyak didiamkan selama 30 hari, selanjutnya diuji Total Acid Number, Indeks Viskositas, dan Pengurangan Berat Logam Kata Kunci: Base Oil, Minyak Nabati, Stabilitas Oksidasi
The Effects of Aloe Vera Gel Addition on the Effectiveness of Sunscreen Lotion Tri Yuni Hendrawati; Hana Ambarwati; Ratri Ariatmi Nugrahani; Susanty Susanty; Ummul Habibah Hasyim
Jurnal Rekayasa Proses Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.426 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.45247

Abstract

especially in cosmetics. The aloe plant that is cultivated in Indonesia to supply this industry is Aloe chinensis Baker. This research is to determine the effects of Aloe vera gel extract on the effectiveness of sunscreen lotion. The steps taken included Aloe vera gel extraction, flavonoid absorption test, sun protection factor (SPF) value measurement, pH test, viscosity test, homogeneity test, and organoleptic evaluation. The extract was added to the base sunscreen formulation at five different concentrations. UV-Vis spectrophotometry at 290 – 320 nm was performed on the preparations to determine their SPF values. The highest SPF value of 10.21 was found in the preparation containing 20% Aloe vera gel extract. This value falls within the national industrial standard for sunscreen SPF value range of 2 – 60. The research showed that a higher concentration of Aloe vera gel extract increased the pH, with the most elevated pH at 7.0 for the preparation containing 20% Aloe gel vera extract. This value also falls within the national pH standard for sunscreen of 4.5 – 8.0. The higher concentration of Aloe vera gel extract also increased the dispersive amount of the sunscreen preparation, with the highest value of 5 cm resulting from 20% Aloe vera gel extract addition. This research showed that the increased addition of Aloe vera gel extract resulted in higher SPF value. A B S T R A KLidah buaya adalah salah satu tanaman obat yang banyak digunakan dalam industri farmasi, terutama di bidang kosmetik. Tanaman lidah buaya yang dibudidayakan di Indonesia untuk memasok kebutuhan  industri adalah Aloe jenis Chinensis Baker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak gel lidah buaya terhadap efektivitas lotion tabir surya. Langkah-langkah yang diambil adalah ekstraksi gel lidah buaya, uji serapan flavonoid, pengukuran nilai sun protection factor (SPF), uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, dan evaluasi organoleptik. Ekstrak ditambahkan ke formulasi tabir surya dasar pada lima konsentrasi yang berbeda. Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm dilakukan pada persiapan untuk menentukan nilai SPF tabir surya aloe vera. Nilai SPF tertinggi sebesar 10,21 ditemukan dalam sediaan yang mengandung 20% ekstrak gel lidah buaya. Nilai ini termasuk dalam Standar Industri Nasional (SNI) untuk kisaran nilai SPF tabir surya 2-60. Penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi yang lebih tinggi dari ekstrak gel lidah buaya meningkatkan pH, dengan pH tertinggi pada 7,0 untuk preparasi yang mengandung 20% ekstrak lidah buaya. Nilai ini juga berada  kisaran standar pH nasional untuk tabir surya 4,5-8,0. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak gel Aloe vera juga meningkatkan nilai dispersif sediaan tabir surya, dengan nilai tertinggi 5 cm yang dihasilkan dari penambahan 20% ekstrak lidah buaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak gel lidah buaya menghasilkan nilai SPF yang lebih tinggi.
Lead Adsorption in Lubricant Waste using Zeolite 'Aini Rahmadhaniar; Ratri Ariatmi Nugrahani; Nurul Fithriyah; Titik Lestariningsih
Jurnal Rekayasa Proses Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.792 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.49489

Abstract

Lubricant waste is one of the hazardous refuses which are regulated on the limit of lead content according to Government Regulations (Kep-51/MenLH/10/1995). Therefore, it is necessary to research for reducing the lead content. The purpose of this study is to understand the effect of adding adsorbents to decrease lead content in waste of lubricants taken from ships. The waste lubricant was recycled by adsorption using zeolite. Lubricant waste samples of 200 mL each were physically and chemically identified subjected to adsorption process using zeolite adsorbent whose concentrations (%w/w) were varied as follows: 7.5%, 13.25%, 14.25%, 15.75% and 17.5% with stirring speed of 150 rpm and contact time for 60 minutes. The best results were obtained at the adsorbent amount of 26.5 grams (concentration of 13.25%), for which lead content reduction reached 83%. The ANOVA F was obtained to be 13.42, and hence the study concluded that the amount of the adsorbent was related to the decrease in lead content.A B S T R A KPelumas bekas adalah salah satu limbah berbahaya yang dibatasi kadar timbalnya dalam Peraturan Pemerintah, sehingga perlu penelitian untuk menurunkan kadar timbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pengaruh penambahan adsorben untuk menurunkan kadar timbal dalam pelumas bekas yang berasal dari mesin kapal. Pelumas bekas didaur ulang dengan adsorpsi menggunakan zeolit. Setiap sampel berisi 200 mL pelumas bekas yang telah diidentifikasi sifat fisika dan kimia-nya diadsorpsi menggunakan adsorben zeolit. Variasi konsentrasi zeolit (%w/w) yang digunakan yaitu: 7,5%; 13,25%; 14,25%; 15,75% dan 17,5% dengan kecepatan pengadukan 150 rpm dan waktu kontak 60 menit. Hasil terbaik diperoleh pada jumlah adsorben 26,5 g (konsentrasi 13,25%) dengan penurunan kadar timbal mencapai 83%. Faktor F pada hasil ANOVA adalah 13,42. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara konsentrasi adsorben dan penurunan kadar timbal.
Pelatihan Pembuatan Sabun Cair Pada Komunitas Ibu-Ibu Lingkungan Jl Yudistira II, RT/RW 010/017, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan Helfi Gustia; Yukarie Ayu Wulandari; Ismiyati Ismiyati; Ratri Ariatmi Nugrahani; Tri Yuni Hendrawati; Muh Kadarisman; Dedek Rahayu; Desy Hijriyah; Rusnia Junita Hakim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.4.2.100-104

Abstract

Covid-19 mengancam berbagai Negara di belahan dunia, salah satunya Indonesia. Masyarakat diminta untuk selalu menjaga kebersihan kesehatan dan kebersihan diri untuk mencegah penularan virus ini seperti rajin mencuci tangan. Kegiatan PKM di tengah pandemi ini, memunculkan ide kreatif untuk membuat sabun cair untuk cuci tangan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat yang dapat dilakukan dengan berbagai cara dan pendekatan, salah satunya adalah dengan melakukan pemberdayaan. Pemberdayaan dapat dilakukan dengan berbagai macam kelompok sasaran salah satunya adalah ibu-ibu. melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan sabun cair. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman serta keterampilan ibu – ibu dengan harapan dapat mengandalkan kemampuan serta keterampilannya sendiri. Diharapkan dari kegiatan ini ibu-ibu wilayahYudistira II, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan tertarik dan termotivasi untuk memanfaatkan waktu luang dalam memulai berwirausaha, membentuk kelompok anggota yang menjadi mandiri secara ekonomi dengan memanfaatkan peluang yang ada termasuk memproduksi sabun cair pencuci tangan untuk digunakan skala rumah tangga
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT : PRODUKSI DAN PEMBAGIAN HAND SANITIZER KEPADA MASYARAKAT TERDAMPAK COVID 19 SEKITAR KAMPUS UMJ Tri Yuni Hendrawati; Ratri Ariatmi Nugrahani; Ismiyati Ismiyati; Helfi Gustia; Yustinah Yustinah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.3.2.71-76

Abstract

Aloe vera merupakan tanaman pertanian daerah tropis yang berpeluang besar untuk dikembangkan di Indonesia sebagai usaha agribisnis. Produksi tananaman Aloe vera cukup tinggi, dan sudah mulai dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan menjadi bahan baku industri. Aloe vera memiliki kandungan zat nutrisi seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida, protein dan komponen lain. Selain itu juga memiliki berbagai khasiat bagi kesehatan, seperti sumber vitamin A dan C sebagai antioksidan untuk memerangi radikal bebas, sumber kalori, protein, lemak, karbohidrat, mineral, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B1, serat, pektin dan air. Dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satu di dalamnya adalah Pengabdian Kepada Masyarakat. Dimana menghadapai pandemic Corona Virus Disease 19 (Covid-19) dibutuhkan banyak handsanitizer guna menjaga kebersihan diri sehingga mampu mengurangi kemungkinan terinfeksi virus tersebut. Handsanitizer berbahan aloevera gel menjadi favorit dikalangan masyarakat karena mudah diolah sendiri dan cenderung aman.  Berdasar permasalahan ini maka perlu dilaksanakan pembuatan dan pembagian handsanitizer aloevera gel kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk keperdulian terhadap penanggulangan covid 19. Adapun sebagai Mitra program Pengabdian Masyarakat adalah PT. Agriland Agro Sinergi selaku pemilik kebun Aloe vera. Selain itu Mitra yang dilibatkan adalah PT. Zekindo yang merupakan mitra produksi handsanitizer. Mitra sasaran pembagian handsanitizer adalah Aisyiah UMJ, Ojek Online, Pedagang sekitar UMJ, Satpam Kompleks, RS/Klinik terdekat UMJ. Tujuan kegiatan, pengabdian masyarakan diantaranya adalah penanganan new normal pandemi covid-19 dengan memproduksi dan membagikan handsanitizer gratis kepada kalangan masyarakat yang sangat membutuhkan
REKAYASA MODEL LAJU PENGERINGAN PADA PROSES MASERASI DAUN SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) DENGAN PELARUT ETANOL Fitri Nuryani; Yustinah Yustinah; Ismiyati Ismiyati; Ratri Ariatmi Nugrahani
JURNAL KONVERSI Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.1.6

Abstract

Tumbuhan banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional (obat herbal), salah satu tanaman yang dipercaya dapat dijadikan obat adalah sukun (Artocarpus altilis). Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan, daun sukun mengandung flavonoid yang sifatnya sebagai antibakteri. Tujuan penelitian adalah: mendapat waktu pengeringan daun sukun yang optimal, mendapatkan nilai laju pengeringan daun sukun, mendapatkan ekstrak daun sukun dengan proses maserasi, dan mendapatkan pengaruh waktu maserasi terhadap kadar flavonoid dalam ekstrak daun sukun. Penelitian dengan di awali proses persiapan bahan, yaitu daun sukun dikeringkan di oven dengan suhu 35 oC dengan variasi waktu pengeringan yaitu 1, 2, 3, 4 dan 5 Jam. Selanjutnya dilakukan ektraksi daun sukun secara maserasi dengan pelarut etanol. Proses ekstraksi dengan variasi waktu ekstraksi 24, 30, 36, 42, dan 48 jam, sehingga didapat ektraks daun sukun. Hasil ekstrak daun sukun dilakukan analisa : uji kadar air, rendemen, pH, viskositas, dan organoleptis. Hasil penelitian pada proses pengeringan di dapat, semakin lama waktu pengeringan maka semakin menurun laju pengeringannya.  Sedangkan pada proses ekstraksi, flavonoid terbesar pada waktu maserasi 42 jam dengan kadar flavonoid rata-rata sebesar 18,051 ppm
Peningkatan Efisiensi Dye Sentisized Solar Cell (DSSC) dari Antosianin Kulit Manggis (Garcinia mangostana L) Menggunakan Papain Ika Nirmalasari; Ratri Ariatmi Nugrahani; Budiyanto Budiyanto
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n2.38011

Abstract

Untuk membantu aksesibilitas energi listrik, sumber energi alternatif misalnya, sel berorientasi matahari telah dibuat. Dye Sentisized Solar Cell (DSSC) mengubah energi bertenaga matahari menjadi energi listrik dengan zat warna (dye) sebagai sensitizer dan semikonduktor sebagai elektroda. TiO2 diaplikasikan pada kaca konduktif indium tin oxide (ITO) sebagai elektroda di DSSC. Warna sebagai sensitizer yang digunakan adalah antosianin dari kulit manggis. Tujuan penelitian ini adalah melakukan ekstraksi antosianin kulit manggis dengan metode maserasi,  menghasilkan DSSC yang dapat mengkonversi secara maksimal energi cahaya menjadi energi listrik dengan material komposit grafit-TiO2 menggunakan dye organik ekstrak manggis dan papain; menentukan pengaruh variasi waktu perendaman dye (2, 4, 6, 8 dan 10 jam) terhadap voltase dan kuat arus DSSC menggunakan dye organik ekstrak manggis; menentukan efisiensi voltase dan kuat arus DSSC menggunakan dye organik ekstrak manggis dengan variasi penambahan papain (1, 2, 3, 4 dan 5%). Metodologi penelitian yang dilakukan adalah: pembuatan DSSC dengan dye antosianin kulit manggis dan papain, meliputi preparasai dye kulit manggis, preparasi pasta TiO2, preparasi elektrolit, preparasi counter elektroda karbon, perakitan DSSC. Analisa yang dilakukan adalah analisa arus, tegangan, efisiensi DSSC, dan analisa antosianin menggunakan spektrofotometer UV Vis. Hasil pengujian di bawah cahaya setelah variasi waktu perendaman warna (2, 4, 6, 8 dan 10 jam), menunjukkan bahwa semakin lama waktu perendaman dye, semakin meningkat tegangannya dan semakin meningkat kuat arusnya. Waktu perendaman warna terbaik adalah 6 jam.  Variasi penambahan papain (1, 2, 3, 4 dan 5%) dilakukan pada waktu perendaman dye terbaik dengan hasil menunjukkan bahwa semakin banyak papain yang ditambahkan, semakin tinggi tegangan yang diperoleh dan semakin meningkat nilai arus yang didapat. Penambahan papain terbaik adalah 5%. Hasil uji antosianin dengan spektrofotometer UV Vis adalah sebesar 233,44 mg/kg. Nilai efisiensi (ɳ) DSSC tertinggi yaitu 0,0190%.
The performance of beeswax coating containing vegetable oil-based lecithin as an emulsifier on weight loss and shelf life estimation of mango NURUL HIDAYATI FITHRIYAH; RATRI ARIATMI NUGRAHANI; RUSNIA JUNITA HAKIM
Jurnal Natural Volume 20 Number 2, June 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.365 KB) | DOI: 10.24815/jn.v20i2.16758

Abstract

Fruits are one of the agricultural commodities grown in Indonesia and mango constitutes the third largest. One of the disadvantages in transporting mangoes to long distant markets is the short shelf life when fruits are stored at the room temperature. Some efforts to maintain quality and freshness have been coating the fruits with natural wax/beeswax. This study aimed to determine the effects of beeswax coating containing vegetable oil-based lecithin on physical and weight loss in mango, as well as estimate the shelf life using the Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) method. The coating formulation consisted of beeswax, triethanolamine, stearic acid, vegetable lecithin (soybean: rice bran), and water. Mango coated with beeswax coating with a concentration of vegetable lecithin emulsifier were varied at 0.25, 0.5, 0.75, 1%, and control (without beeswax coating) stored at room temperature 301oK and cooler temperature 286oK. Samples were monitored for five weeks and evaluated periodically for physical change and weight loss. Beeswax coated mango exhibited slower rate of ripening than the control stored in both room and cooler temperatures. The lowest total weight loss of mangoes at both temperatures for 5 weeks with beeswax coating at 0.25% vegetable lecithin emulsifier was 7.25%. The estimation of shelf life using ASLT method and Arrheinus model to mango fruit coated with beeswax coating at 0.25% vegetable lecithin concentration as emulsifier was 36.91 days.
PEMANFAATAN UAP KELUARAN EVAPORATOR UNTUK PENGERINGAN AMPAS TEBU BAHAN BAKAR PABRIK GULA Azrul Syamsu; Nurul Hidayati Fithriyah; Ratri Ariatmi Nugrahani
Jurnal Teknologi Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.15.1.151-158

Abstract

Have been factors that influence on the use of the baggase as fuel. One of them is water contained in the baggase. A sugar factory in Lampung Tengah district is PT Gula Putih Mataram, produce baggase in contained water by 50,10%. The purpose of this research is to know the number of water to levels unloaded on baggase by using heat from steam exodus evaporator. know influence the flow hot air to the water level of optimal for flow of steam exodus evaporator, used to draining bagasse. Know time drying to influence the water level and time best of process of drying bagasse, use of heat from the exodus steam evaporator. And the research methodology used data processing. Where data is collected of direct observation in PT Gula Putih Mataram, and study literature in the form data of a journal before. Using a hot vapor exodus evaporator in heat exchanger, rate obtained hot air flow 36.296,62 kg/hours, with 40°C temperature. Next hot air is used as air dryer in rotary dryer. Air dryer to flow of 32 tons/hours, 33 tons/hours, 34 tons/hours, 35 tons/hours and 36 tons/hours, obtained the the water level of 45,05%; 44,89%; 44,73%; 44,58% and 44,42%. With sample 36 tons/hours take 5 sample drying time. That is 1 hours, 2 hours, 3 hours, 4 hours and 5 hours, and is found the water levels by 44,42%; 38,74%; 33,06 %; 27,38% and 21,70%. Of the results of data processing shows variations in the drying time flow hot air and give a linear variation to the moisture content of reduced the number. Where the bigger the flow air dryer will increase the moisture content of which can be reduced. And time for drying, the longer the drying hence the larger the to amount to the moisture content of which can be reduced.
Co-Authors 'Aini Rahmadhaniar Agdila, Alivia Fernanda Ahmad Muhammad Rizki Triaji Aini Rahmadhaniar Alvika Meta Sari Amalia, Fauziah Amalia, Gizka Nurizki Ananda Kinanty Andyco Amihardy Anisa Kemala Dewi Anisa Kemala Dewi, Anisa Kemala Anisa Nurtri Lestari Anwar Ilmar Ramadhan Athiek Sri Redjeki Azrul Syamsu Budiyanto Budiyanto Darto Darto Dedek Rahayu Desart Puto, Abdur Rauf Desy Hijriyah Dimah Noviyanti Faisal, Arief Rafi Fatma Sari Fitri Nuryani Gati Ningsih, Gati Hajir, Siti Hakim, Rusnia Junita Hana Ambarwati Helfi Gustia Helmi Rizki Hayati Helmi Rizki Hayati, Helmi Rizki Hidayat, Sri hidayat, untung Ika Kurniaty, Ika Ika Nirmalasari Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati, Ismiyati kadarisman, muhammad Lilik Sumarni Loekman Satibi Loekman Satibi, Loekman Miftah Andriansyah, Miftah Moh. Amin Tohari Muh. Kadarisman Muhammad Djarkasih Muhammad Ilham Setyoaji Muhammad Subehi N Nelfiyanti Nurul Hidayati Nurul Hidayati Fithriyah Nurul Hidayati Fitriyah Priyanto Dwi Nugroho Putri, Dirga Aulia Eka Putri, Shavyta Rahmawati, Rizky Renty Anugerah Mahaji Puteri Retno Farida Rini Siskayanti Rudiatin, Endang Rusnia Junita Hakim RUSNIA JUNITA HAKIM Sakalaty, Evanda Enggelina Sari, Fatma Setyawati, Novita Shafira Hafizhah Putri Suharno Shela Ratri Utami, Shela Ratri Susanty Susanty Susanty Susanty Susanty, Susanty Syamsudin Abdullah, Syamsudin Tiara Armelia Ismoyo Tita Diana Ningsih Titik Lestariningsih Titik Lestariningsih Tri Wahyuni Wasyilah Tri Yuni Hendrawati Tria Astika Endah Permatasari Ummul Habibah Hasyim Wusono, Ciska Nabila wusono, ciska nabilah Wusono, Ciska Nabilla Yukarie Ayu Wulandari Yunita Teresa Yusril, Ariadi Yustinah Yustinah Zahra Hanifah Zihan, Nurul