Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH BLENDING MINYAK NABATI PADA PELUMAS DARI MINYAK MINERAL TERHADAP STABILITAS OKSIDASI DAN KETAHANAN KOROSI Tita Diana Ningsih; Retno Farida; Ratri Ariatmi Nugrahani
JURNAL KONVERSI Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.6.1.7-12

Abstract

Pelumas adalah bahan yang dipakai untuk melapisi permukaan sehingga tidak kontak langsung dengan permukaan lain yang bergerak relatif terhadap permukaan lain. Beberapa usaha telah dilakukan untuk meminimalkan pemakaian pelumas dari minyak bumi, karena terbatasnya ketersediaan, tidak terbarukan dan mempunyai kelemahan diantaranya tidak mampu didegradasi sehingga bisa mengakibatkan pencemaran lingkungan. Salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk menurunkan konsumsi dan meningkatkan karakteristik minyak bumi adalah dengan mencampurkan antara base oil dari minyak mineral dengan minyak nabati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pencampuran minyak nabati pada base oil dari minyak mineral terhadap kestabilan oksidasi. Kestabilan oksidasi dikaji berdasarkan sifat fisik dan kimianya, yaitu Total Acid Number (TAN), Indek Viskositas (IV), dan Uji ketahanan terhadap korosi. Penelitian dilakukan dengan mencampurkan base oil minyak mineral dengan campuran minyak kelapa dan minyak dedak padi agar kualitasnya meningkat. Minyak nabati yang ditambahkan terhadap base oil minyak mineral pada penelitian ini adalah 0%, 5%, 10%, 15%, serta 20% (%v/v), pencampuran dilakukan selama 15 menit pada temperatur 600C sampai dengan 700C. Campuran minyak didiamkan selama 30 hari, selanjutnya diuji Total Acid Number, Indeks Viskositas, dan Pengurangan Berat Logam Kata Kunci: Base Oil, Minyak Nabati, Stabilitas Oksidasi
PENGARUH LAMANYA WAKTU EKSTRAKSI REMASERASI KULIT BUAH DURIAN TERHADAP RENDEMEN SAPONIN DAN APLIKASINYA SEBAGAI ZAT AKTIF ANTI JAMUR Gati Ningsih; Shela Ratri Utami; Ratri Ariatmi Nugrahani
JURNAL KONVERSI Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.4.1.%p

Abstract

ABSTRAK. Durian (Durio Zibethius L) merupakan salah satu buah asli Asia Tenggara dan mengandung zat Saponin, yang bermanfaat untuk kesehatan manusia sebagai anti jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi Saponin kulit buah durian dengan metode remaserasi, melakukan analisa fitokimia, dan selanjutnya diaplikasikan menjadi zat aktif pada krim anti jamur. Penggantian pelarut dilakukan setiap satu hari sekali selama proses ekstraksi berlangsung. Ekstraksi ini dilakukan di dalam botol flakon 250 ml tertutup.  Variabel yang digunakan dalam proses ekstraksi pada penelitian adalah pengantian pelarut selama 3 hari , 5 hari, 7 hari, 9 hari, 11 hari terhadap Rendemen. Hasil rendemen terbanyak diperoleh pada hari ke 9 yaitu sebanyak 9,35 g dan persamaan polinomial yang dihasilkan adalah y = -0,0307x4 + 0,619x3-3,6466x2 + 8,0812x dan mengasilkan R2 sebesar 0,9927, hal itu  menunjukkan bahwa lama waktu remaserasi memiliki hubungan terhadap rendemen hasil ekstraksi. Hasil ekstrak di analisa senyawa fitokimia dan menunjukkan bahwa dalam ekstrak tersebut terkandung senyawa flavonoid, fenol, tannin dan saponin. Setelah itu dilakukan pembuatan formula sediaan krim dan selanjutnya dilakukan pengujian seperti bau, warna, dan aktivitas anti jamur krim terhadap Candida albicans.Kata kunci : Krim, Kulit Durian, Saponin, Anti Jamur
PENGARUH KOMPOSISI DAN WAKTU PRESS CAMPURAN DIOKTIL PTALAT (DOP), EPOKSI MINYAK DEDAK PADI DAN EPOKSI MINYAK KELAPA SAWIT TERHADAP SIFAT MEKANIK PLASTIK KEMASAN PVC Imam Hidayat; Bayu Handika Prasetyo; Mohammad Gani Rafidianto; Ratri Ariatmi Nugrahani
JURNAL KONVERSI Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.825 KB) | DOI: 10.24853/konversi.8.2.7

Abstract

Bahan komposit pada umumnya terdiri dari dua unsur, yaitu serat (fiber) sebagai bahan pengisi dan bahan pengikat serat - serat tersebut yang disebut matriks Bila penggunaan komposit yang sulit didaur ulang dilakukan secara terus – menerus, hal ini akan memberikan dampak yang sangat berbahaya bagi kehidupan dan lingkungan karena sebagian besar komposit tersebut akan meninggalkan limbah yang tak terurai dan tidak dapat diproses sehingga akan mengendap di lingkungan dan menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Dalam penelitian ini limbah sekam padi sebagai bahan baku pembuatan biokomposit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan abu silika berukuran nano (nano filler) yang berasal dari pengabuan sekam padi dengan variasi massa abu sekam padi (0, 3, 5, 7 dan 9%) dan mengetahui pengaruh perbandingan komposisi sekam padi dan abu nano sekam padi dengan resin epoxy dengan variasi komposisi (65%:35%,, 70%:30%, 75%:25%, 80%:20%, dan 85%:15%) dari total massa bahan biokomposit yaitu berupa sekam padi hasil delignifikasi dan resin epoksi, terhadap sifat mekanik biokomposit sebagai kampas rem. Hasil penelitian menunjukkan pada biokomposit dengan konsentrasi abu sekam padi 5% menunjukkan hasil keausan 1,20126E05 gr/mm2.detik dan kuat lentur 299,26 Kg/cm2 dan menjadikan hasil tersebut sebagai hasil terbaik pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan pada biokomposit dengan perbandingan komposisi 85%:15% menunjukan hasil uji kekerasan 51,29 Kgf (HR) dan menjadikan hasil tersebut sebagai hasil terbaik pada penelitian ini.
The Effects of Aloe Vera Gel Addition on the Effectiveness of Sunscreen Lotion Tri Yuni Hendrawati; Hana Ambarwati; Ratri Ariatmi Nugrahani; Susanty Susanty; Ummul Habibah Hasyim
Jurnal Rekayasa Proses Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.426 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.45247

Abstract

especially in cosmetics. The aloe plant that is cultivated in Indonesia to supply this industry is Aloe chinensis Baker. This research is to determine the effects of Aloe vera gel extract on the effectiveness of sunscreen lotion. The steps taken included Aloe vera gel extraction, flavonoid absorption test, sun protection factor (SPF) value measurement, pH test, viscosity test, homogeneity test, and organoleptic evaluation. The extract was added to the base sunscreen formulation at five different concentrations. UV-Vis spectrophotometry at 290 – 320 nm was performed on the preparations to determine their SPF values. The highest SPF value of 10.21 was found in the preparation containing 20% Aloe vera gel extract. This value falls within the national industrial standard for sunscreen SPF value range of 2 – 60. The research showed that a higher concentration of Aloe vera gel extract increased the pH, with the most elevated pH at 7.0 for the preparation containing 20% Aloe gel vera extract. This value also falls within the national pH standard for sunscreen of 4.5 – 8.0. The higher concentration of Aloe vera gel extract also increased the dispersive amount of the sunscreen preparation, with the highest value of 5 cm resulting from 20% Aloe vera gel extract addition. This research showed that the increased addition of Aloe vera gel extract resulted in higher SPF value. A B S T R A KLidah buaya adalah salah satu tanaman obat yang banyak digunakan dalam industri farmasi, terutama di bidang kosmetik. Tanaman lidah buaya yang dibudidayakan di Indonesia untuk memasok kebutuhan  industri adalah Aloe jenis Chinensis Baker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak gel lidah buaya terhadap efektivitas lotion tabir surya. Langkah-langkah yang diambil adalah ekstraksi gel lidah buaya, uji serapan flavonoid, pengukuran nilai sun protection factor (SPF), uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, dan evaluasi organoleptik. Ekstrak ditambahkan ke formulasi tabir surya dasar pada lima konsentrasi yang berbeda. Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm dilakukan pada persiapan untuk menentukan nilai SPF tabir surya aloe vera. Nilai SPF tertinggi sebesar 10,21 ditemukan dalam sediaan yang mengandung 20% ekstrak gel lidah buaya. Nilai ini termasuk dalam Standar Industri Nasional (SNI) untuk kisaran nilai SPF tabir surya 2-60. Penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi yang lebih tinggi dari ekstrak gel lidah buaya meningkatkan pH, dengan pH tertinggi pada 7,0 untuk preparasi yang mengandung 20% ekstrak lidah buaya. Nilai ini juga berada  kisaran standar pH nasional untuk tabir surya 4,5-8,0. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak gel Aloe vera juga meningkatkan nilai dispersif sediaan tabir surya, dengan nilai tertinggi 5 cm yang dihasilkan dari penambahan 20% ekstrak lidah buaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak gel lidah buaya menghasilkan nilai SPF yang lebih tinggi.
Lead Adsorption in Lubricant Waste using Zeolite 'Aini Rahmadhaniar; Ratri Ariatmi Nugrahani; Nurul Fithriyah; Titik Lestariningsih
Jurnal Rekayasa Proses Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.792 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.49489

Abstract

Lubricant waste is one of the hazardous refuses which are regulated on the limit of lead content according to Government Regulations (Kep-51/MenLH/10/1995). Therefore, it is necessary to research for reducing the lead content. The purpose of this study is to understand the effect of adding adsorbents to decrease lead content in waste of lubricants taken from ships. The waste lubricant was recycled by adsorption using zeolite. Lubricant waste samples of 200 mL each were physically and chemically identified subjected to adsorption process using zeolite adsorbent whose concentrations (%w/w) were varied as follows: 7.5%, 13.25%, 14.25%, 15.75% and 17.5% with stirring speed of 150 rpm and contact time for 60 minutes. The best results were obtained at the adsorbent amount of 26.5 grams (concentration of 13.25%), for which lead content reduction reached 83%. The ANOVA F was obtained to be 13.42, and hence the study concluded that the amount of the adsorbent was related to the decrease in lead content.A B S T R A KPelumas bekas adalah salah satu limbah berbahaya yang dibatasi kadar timbalnya dalam Peraturan Pemerintah, sehingga perlu penelitian untuk menurunkan kadar timbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pengaruh penambahan adsorben untuk menurunkan kadar timbal dalam pelumas bekas yang berasal dari mesin kapal. Pelumas bekas didaur ulang dengan adsorpsi menggunakan zeolit. Setiap sampel berisi 200 mL pelumas bekas yang telah diidentifikasi sifat fisika dan kimia-nya diadsorpsi menggunakan adsorben zeolit. Variasi konsentrasi zeolit (%w/w) yang digunakan yaitu: 7,5%; 13,25%; 14,25%; 15,75% dan 17,5% dengan kecepatan pengadukan 150 rpm dan waktu kontak 60 menit. Hasil terbaik diperoleh pada jumlah adsorben 26,5 g (konsentrasi 13,25%) dengan penurunan kadar timbal mencapai 83%. Faktor F pada hasil ANOVA adalah 13,42. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara konsentrasi adsorben dan penurunan kadar timbal.
Pelatihan Pembuatan Sabun Cair Pada Komunitas Ibu-Ibu Lingkungan Jl Yudistira II, RT/RW 010/017, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan Helfi Gustia; Yukarie Ayu Wulandari; Ismiyati Ismiyati; Ratri Ariatmi Nugrahani; Tri Yuni Hendrawati; Muh Kadarisman; Dedek Rahayu; Desy Hijriyah; Rusnia Junita Hakim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.4.2.100-104

Abstract

Covid-19 mengancam berbagai Negara di belahan dunia, salah satunya Indonesia. Masyarakat diminta untuk selalu menjaga kebersihan kesehatan dan kebersihan diri untuk mencegah penularan virus ini seperti rajin mencuci tangan. Kegiatan PKM di tengah pandemi ini, memunculkan ide kreatif untuk membuat sabun cair untuk cuci tangan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat yang dapat dilakukan dengan berbagai cara dan pendekatan, salah satunya adalah dengan melakukan pemberdayaan. Pemberdayaan dapat dilakukan dengan berbagai macam kelompok sasaran salah satunya adalah ibu-ibu. melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan sabun cair. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman serta keterampilan ibu – ibu dengan harapan dapat mengandalkan kemampuan serta keterampilannya sendiri. Diharapkan dari kegiatan ini ibu-ibu wilayahYudistira II, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan tertarik dan termotivasi untuk memanfaatkan waktu luang dalam memulai berwirausaha, membentuk kelompok anggota yang menjadi mandiri secara ekonomi dengan memanfaatkan peluang yang ada termasuk memproduksi sabun cair pencuci tangan untuk digunakan skala rumah tangga
Hydrolytic Process of Proteins in Moringa oleifera Seeds in Varied Concentrations of Sodium Hydroxide and Hydrochloric Acid Ika Kurniaty; Ratri Ariatmi Nugrahani; Fatma Sari; Wenny Diah Rusanti; Haryadi Wibowo
ASEAN Journal of Chemical Engineering Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.3 KB) | DOI: 10.22146/ajche.50383

Abstract

Indonesia is endowed with an immense biodiversity that can be used as protein sources. One of these is Moringa oleifera tree that is locally known as Kelor. The seeds of this plant can be used as a protein source, an effective coagulant for water purification, a natural absorbent, and an antimicrobial treatment. Kelor seeds are known to contain fibers, proteins, carbohydrates, and vitamins. The objectives of this study were to identify the optimal solution concentration, determine the yield percentage, and determine the optimal protein content from hydrolytic processes of Moringa seed extraction using Sodium Hydroxide (NaOH) and Hydrochloric Acid (HCl). The hydrolysis took place for 30 minutes at 60oC. The proteins extracted from Moringa seeds were identified with biuret and Braford tests. The NaOH extractions resulted in the highest yield of 12.1% and protein content of 0.43% with 2% NaOH. Whereas those of HCl produced the highest yield of 11.1% and protein content of 9.63% with 1% HCl.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT : PRODUKSI DAN PEMBAGIAN HAND SANITIZER KEPADA MASYARAKAT TERDAMPAK COVID 19 SEKITAR KAMPUS UMJ Tri Yuni Hendrawati; Ratri Ariatmi Nugrahani; Ismiyati Ismiyati; Helfi Gustia; Yustinah Yustinah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.3.2.71-76

Abstract

Aloe vera merupakan tanaman pertanian daerah tropis yang berpeluang besar untuk dikembangkan di Indonesia sebagai usaha agribisnis. Produksi tananaman Aloe vera cukup tinggi, dan sudah mulai dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan menjadi bahan baku industri. Aloe vera memiliki kandungan zat nutrisi seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida, protein dan komponen lain. Selain itu juga memiliki berbagai khasiat bagi kesehatan, seperti sumber vitamin A dan C sebagai antioksidan untuk memerangi radikal bebas, sumber kalori, protein, lemak, karbohidrat, mineral, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B1, serat, pektin dan air. Dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satu di dalamnya adalah Pengabdian Kepada Masyarakat. Dimana menghadapai pandemic Corona Virus Disease 19 (Covid-19) dibutuhkan banyak handsanitizer guna menjaga kebersihan diri sehingga mampu mengurangi kemungkinan terinfeksi virus tersebut. Handsanitizer berbahan aloevera gel menjadi favorit dikalangan masyarakat karena mudah diolah sendiri dan cenderung aman.  Berdasar permasalahan ini maka perlu dilaksanakan pembuatan dan pembagian handsanitizer aloevera gel kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk keperdulian terhadap penanggulangan covid 19. Adapun sebagai Mitra program Pengabdian Masyarakat adalah PT. Agriland Agro Sinergi selaku pemilik kebun Aloe vera. Selain itu Mitra yang dilibatkan adalah PT. Zekindo yang merupakan mitra produksi handsanitizer. Mitra sasaran pembagian handsanitizer adalah Aisyiah UMJ, Ojek Online, Pedagang sekitar UMJ, Satpam Kompleks, RS/Klinik terdekat UMJ. Tujuan kegiatan, pengabdian masyarakan diantaranya adalah penanganan new normal pandemi covid-19 dengan memproduksi dan membagikan handsanitizer gratis kepada kalangan masyarakat yang sangat membutuhkan
REKAYASA MODEL LAJU PENGERINGAN PADA PROSES MASERASI DAUN SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) DENGAN PELARUT ETANOL Fitri Nuryani; Yustinah Yustinah; Ismiyati Ismiyati; Ratri Ariatmi Nugrahani
JURNAL KONVERSI Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.1.6

Abstract

Tumbuhan banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional (obat herbal), salah satu tanaman yang dipercaya dapat dijadikan obat adalah sukun (Artocarpus altilis). Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan, daun sukun mengandung flavonoid yang sifatnya sebagai antibakteri. Tujuan penelitian adalah: mendapat waktu pengeringan daun sukun yang optimal, mendapatkan nilai laju pengeringan daun sukun, mendapatkan ekstrak daun sukun dengan proses maserasi, dan mendapatkan pengaruh waktu maserasi terhadap kadar flavonoid dalam ekstrak daun sukun. Penelitian dengan di awali proses persiapan bahan, yaitu daun sukun dikeringkan di oven dengan suhu 35 oC dengan variasi waktu pengeringan yaitu 1, 2, 3, 4 dan 5 Jam. Selanjutnya dilakukan ektraksi daun sukun secara maserasi dengan pelarut etanol. Proses ekstraksi dengan variasi waktu ekstraksi 24, 30, 36, 42, dan 48 jam, sehingga didapat ektraks daun sukun. Hasil ekstrak daun sukun dilakukan analisa : uji kadar air, rendemen, pH, viskositas, dan organoleptis. Hasil penelitian pada proses pengeringan di dapat, semakin lama waktu pengeringan maka semakin menurun laju pengeringannya.  Sedangkan pada proses ekstraksi, flavonoid terbesar pada waktu maserasi 42 jam dengan kadar flavonoid rata-rata sebesar 18,051 ppm
Peningkatan Efisiensi Dye Sentisized Solar Cell (DSSC) dari Antosianin Kulit Manggis (Garcinia mangostana L) Menggunakan Papain Ika Nirmalasari; Ratri Ariatmi Nugrahani; Budiyanto Budiyanto
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n2.38011

Abstract

Untuk membantu aksesibilitas energi listrik, sumber energi alternatif misalnya, sel berorientasi matahari telah dibuat. Dye Sentisized Solar Cell (DSSC) mengubah energi bertenaga matahari menjadi energi listrik dengan zat warna (dye) sebagai sensitizer dan semikonduktor sebagai elektroda. TiO2 diaplikasikan pada kaca konduktif indium tin oxide (ITO) sebagai elektroda di DSSC. Warna sebagai sensitizer yang digunakan adalah antosianin dari kulit manggis. Tujuan penelitian ini adalah melakukan ekstraksi antosianin kulit manggis dengan metode maserasi,  menghasilkan DSSC yang dapat mengkonversi secara maksimal energi cahaya menjadi energi listrik dengan material komposit grafit-TiO2 menggunakan dye organik ekstrak manggis dan papain; menentukan pengaruh variasi waktu perendaman dye (2, 4, 6, 8 dan 10 jam) terhadap voltase dan kuat arus DSSC menggunakan dye organik ekstrak manggis; menentukan efisiensi voltase dan kuat arus DSSC menggunakan dye organik ekstrak manggis dengan variasi penambahan papain (1, 2, 3, 4 dan 5%). Metodologi penelitian yang dilakukan adalah: pembuatan DSSC dengan dye antosianin kulit manggis dan papain, meliputi preparasai dye kulit manggis, preparasi pasta TiO2, preparasi elektrolit, preparasi counter elektroda karbon, perakitan DSSC. Analisa yang dilakukan adalah analisa arus, tegangan, efisiensi DSSC, dan analisa antosianin menggunakan spektrofotometer UV Vis. Hasil pengujian di bawah cahaya setelah variasi waktu perendaman warna (2, 4, 6, 8 dan 10 jam), menunjukkan bahwa semakin lama waktu perendaman dye, semakin meningkat tegangannya dan semakin meningkat kuat arusnya. Waktu perendaman warna terbaik adalah 6 jam.  Variasi penambahan papain (1, 2, 3, 4 dan 5%) dilakukan pada waktu perendaman dye terbaik dengan hasil menunjukkan bahwa semakin banyak papain yang ditambahkan, semakin tinggi tegangan yang diperoleh dan semakin meningkat nilai arus yang didapat. Penambahan papain terbaik adalah 5%. Hasil uji antosianin dengan spektrofotometer UV Vis adalah sebesar 233,44 mg/kg. Nilai efisiensi (ɳ) DSSC tertinggi yaitu 0,0190%.
Co-Authors 'Aini Rahmadhaniar Agdila, Alivia Fernanda Ahmad Muhammad Rizki Triaji Aini Rahmadhaniar Alvika Meta Sari Amalia, Fauziah Amalia, Gizka Nurizki Ananda Kinanty Andry Setiawan Andyco Amihardy Anisa Kemala Dewi Anisa Kemala Dewi, Anisa Kemala Anisa Nurtri Lestari Anwar Ilmar Ramadhan Athiek Sri Redjeki Azrul Syamsu Bayu Handika Prasetyo Budiyanto Budiyanto Darto Dedek Rahayu Desart Puto, Abdur Rauf Desy Hijriyah Dicka Ar Rahim Dimah Noviyanti E Ernyasih Endang Rudiatin Faisal, Arief Rafi Fatma Sari Fatma Sari Fitri Nuryani Gati Ningsih Gati Ningsih, Gati Gema Fitriyano Ghaida Gusrinisa Hajir, Siti Hakim, Rusnia Junita Hana Ambarwati Hana Ambarwati Haryadi Wibowo Helfi Gustia Helmi Rizki Hayati Helmi Rizki Hayati, Helmi Rizki Hidayat, Sri hidayat, untung Ika Kurniaty Ika Nirmalasari Imam Hidayat Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati, Ismiyati kadarisman, muhammad Lilik Sumarni Loekman Satibi Loekman Satibi, Loekman Mela Perdana Sunarso Miftah Andriansyah, Miftah Mohammad Gani Rafidianto Muh. Kadarisman Muhammad Djarkasih Muhammad Ilham Setyoaji Muhammad Subehi N Nelfiyanti Nurfida, Anita Nurul Hidayati Nurul Hidayati Fithriyah Nurul Hidayati Fitriyah Priyanto Dwi Nugroho Putri, Dirga Aulia Eka Putri, Shavyta Rahmawati, Rizky Renty Anugerah Mahaji Puteri Retno Farida Rini Siskayanti Rusnia Junita Hakim RUSNIA JUNITA HAKIM Sakalaty, Evanda Enggelina Setyawati, Novita Shafira Hafizhah Putri Suharno Shela Ratri Utami Shela Ratri Utami, Shela Ratri Siswahyudianto Susanty Susanty Susanty Susanty Susanty Susanty, Susanty Syafira, Izzatus Syamsudin Abdullah, Syamsudin Tiara Armelia Ismoyo Tita Diana Ningsih Titik Lestariningsih Titik Lestariningsih Tri Wahyuni Wasyilah Tri Yuni Hendrawati Tria Astika Endah Permatasari Ummul Habibah Hasyim Wenny Diah Rusanti Wika Prasetia Dewi Wusono, Ciska Nabila wusono, ciska nabilah Wusono, Ciska Nabilla Yukarie Ayu Wulandari Yunita Teresa Yusril, Ariadi Yustinah Zahra Hanifah Zihan, Nurul