Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH RASIO PELARUT KLOROFORM (V/V) PADA EKSTRAKSI TRIMIRISTIN BIJI PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT) Yunita Teresa; Nurul Hidayati; Ratri Ariatmi Nugrahani
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah Pala (Myristica Fragans Houtt) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri  dikenal dengan minyak pala. Trimiristin  dapat digunakan sebagai minyak makan dalam makanan dan menyerap  kotoran dalam sedian kosmetik.  Tujuan penelitian ini adalah  mencari pengaruh perbandingan jumlah kloroform dan bubuk biji pala terhadap rendemen trimiristin dan mengidentifikasi.  Dalam penelitian ini diamati pengaruh variasi perbandingan bubuk biji pala dan jumlah kloroform 1:5, 1:7, 1:9, 1:11, 1:13 (v/v) dengan waktu ekstraksi 3 hari. Peralatan yang digunakan adalah wadah maserasi, dan  hotplate. Metode analisa yang dilakukan adalah menghitung rendemen, mengidentifikasi trimiristin menggunakan FTIR (Fourier  Transform Infrared).  Variasi perbandingan kloroform dan bubuk biji pala  menghasilkan rendemen kristal trimiristin  5,20%, 6,50%, 7,66%, 8,23%, 7,45%. Berdasarkan data hasil penelitian dilakukan regresi terhadap rendemen kristal trimiristin maka didapatkan  hasil persamaan  y =  -0,0655x2 + 1,2891x + 1,8369 dengan R2 = 0,9906. Dimana x adalah perbandingan jumlah kloroform terhadap bubuk biji pala dan y adalah rendemen. FTIR menunjukkan adanya gugus C=O pada bilangan gelombang 1734,69 – 1735,01 cm-1, gugus  CH3  terdapat pada  bilangan gelombang  1390,03  –  1390,16 cm-1, gugus CH2  terdapat pada bilangan gelombang adalah 1472,3cm-1  dan gugus C-H pada bilangan gelombang  2848,05  – 2953,09cm-1. Hasil ini menunjukkan gliserida. Trimiristin merupakan golongan trigliserida.  Kata kunci: biji pala, ekstraksi, kloroform, trimiristin
KAJIAN PENGARUH TEMPERATUR PENGERINGAN SEMPROT (SPRAY DRYER) TERHADAP KADAR AIR SANTAN KELAPA BUBUK (COCONUT MILK POWDER) Anisa Kemala Dewi; Ratri Ariatmi Nugrahani; Loekman Satibi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bagian dari kelapa adalah daging buahnya dengan penambahan air maupun tidak pada hasil ekstrak daging buah kelapa dapat menghasilkan santan. Santan ini dapat dikeringkan menggunakan Pengering Semprot (Spray Dryer) dan akan menghasilkan Santan Kelapa Bubuk (Coconut Milk Powder). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh temperatur pengeringan terhadap kadar air santan kelapa bubuk. Metodologi pembuatan santan kelapa bubuk dilakukan dengan cara memisahkan skim dan krim dari santan kelapa, kemudian skim yang diperoleh ditambahkan maltodekstrin 10% (b/b) dan natrium kaseinat 3% (b/b). Lalu, dilakukan pengeringan menggunakan EYELA Spray Dryer SD-1000  pada variasi temperatur inlet (110, 120 130)OC. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fitokimia LIPI Cibinong Science Center. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar air paling baik untuk standar produk bubuk yaitu sebesar 7% dengan  persamaan y = -0,001x + 0,2.
Pengaruh Waktu Sentrifugasi Terhadap Kadar ɣ-Oryzanol Hasil Ekstraksi Rice Bran Dengan Metode Ultrasonic Bath Tiara Armelia Ismoyo; Zahra Hanifah; Ratri Ariatmi Nugrahani
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rice bran mengandung banyak bioaktif salah satunya adalah γ-Oryzanol. γ-Oryzanol merupakan antioksidan alami yang sangat kuat dalam mencegah oksidasi dan lebih efektif mencegah radikal bebas dibandingkan dengan vitamin E. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh waktu sentrifugasi pada ekstraksi γ-Oryzanol dari rice bran menggunakan metode ultrasonic bath. Pelarut yang digunakan dalam ekstraksi ialah n-Heksana : Isopropanol dengan perbandingan 1:3 (v/v). Hasil ekstraksi disentrifugasi untuk memperoleh supernatan ekstrak γ-Oryzanol dengan variasi waktu sentrifugasi 5, 10, 15, 20, dan 25 menit. Pada sampel ekstrak γ-Oryzanol dilakukan uji kualitatif dan kuantitatif dengan metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography). Semakin lama waktu sentrifugasi maka semakin banyak rendemen yang diperoleh sampai waktu 25 menit. Hasil uji kualitatif menggunakan metode HPLC menunjukan bahwa semua sampel mengandung ɣ-Oryzanol. Hasil uji kuantitatif sampel ɣ- Oryzanol dengan waktu sentrifugasi 25 menit memiliki kadar ɣ-Oryzanol tertinggi 2,84 mg/g. Hasil ini menunjukkan semakin lama waktu sentrifugasi maka semakin tinggi kadar ɣ-Oryzanol yang diperoleh.
Pengaruh Konsentrasi Amonium Sulfat Terhadap Rendemen Isolat Protein Defatted Dedak Padi Pada Ekstraksi Menggunakan Air Shafira Hafizhah Putri Suharno; Tri Wahyuni Wasyilah; Ratri Ariatmi Nugrahani
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Defatted dedak padi adalah dedak yang telah diekstrak kandungan minyaknya. Di dalam defatted dedak padi masih terkandung protein. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Amonium Sulfat terhadap persen recovery protein dedak padi pada proses isolasi protein dedak padi dengan metode ekstraksi ultrasonik. Penambahan Amonium sulfat pada ekstrak protein dilakukan untuk mengendapkan protein, sehingga terbentuk isolate. Metode penelitian ini terdiri dari Tahap pembuatan deffated dedak padi yaitu dedak padi ditimbang sebanyak 200 gram, tambahkan dengan heksana dengan rasio 1:7 (w/v), dimaserasi 3 jam dan diekstraksi dengan ultrasonik selama 10 menit; tahap ekstraksi protein defatted dedak padi dengan pelarut air sebanyak 1:5 (w/v) menggunakan ultrasonik selama 20 menit; Tahap Isolasi protein dari ekstrak protein dedak padi yaitu pada ekstrak protein yang sudah diperoleh kemudian ditambahkan Amonium sulfat dengan variasi konsentarsi 0%,10%, 30%, 40%, 45% (w/v). Penambahan Amonium sulfat sebanyak 78 gr atau konsentrasi 30% menghasilkan isolat protein terbanyak yaitu 10,49 gr yaitu rendemen 26,22%. Hal ini menunjukkan terdapat korelasi antara Penambahan Amonium sulfat terhadap rendemen isolat protein.
PENGARUH KONSENTRASI MALTODEKSTRIN TERHADAP RENDEMEN PADA PEMBUATAN SANTAN KELAPA BUBUK (COCONUT MILK POWDER) Helmi Rizki Hayati; Ratri Ariatmi Nugrahani; Loekman Satibi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK            Penambahan air pada ekstrak daging buah kelapa menghasilkan santan, Santan dapat dikeringkan menggunakan pengering semprot (spray dryer) menghasilkan santan kelapa bubuk (coconut milk powder). Santan kelapa bubuk memiliki kandungan asam lemak dapat digunakan untuk keperluan pangan misalnya sebagai bahan pembuatan kue, creamer pada minuman dan non pangan misalnya digunakan pada formulasi produk kesehatan, yaitu sebagai penjaga kelembaban kulit, dan perawatan untuk tubuh. Tujuan dari penelitian ini  adalah  mempelajari pengaruh konsentrasi maltodekstrin terhadap rendemen santan kelapa bubuk dengan menggunakan pengering semprot. Variasi komposisi maltodekstrin yang digunakan terdiri dari 2%, 4%, 6%, 8%, 10% (w/w) pada temperatur pengeringan inlet spray dryer 1500C. Metode pembuatan santan kelapa bubuk dilakukan dengan cara memisahkan skim dan krim dari santan kelapa, kemudian skim yang diperoleh ditambahkan maltodekstrin dengan berbagai variasi komposisi dan ditambahkan natrium kaseinat 3% (w/w), kemudian diaduk agar homogen. Selanjutnya dilakukan pengeringan di dalam spray dryer. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen terbesar yaitu 6,2% (w/w) terdapat pada sampel dengan konsentrasi maltodekstrin 10% (w/w). Hubungan antara rendemen (y) dan konsentrasi maltodekstrin (x) mengikuti persamaan regresi y = 466,66x3 – 87,288x2 + 4,9634x – 0,0288, R2=0,89.
PEMANFAATAN NANOBENTONIT SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PADA FORMULA GREASE, KOSMETIK DAN NANOKOMPOSIT POLIMER Ratri Ariatmi Nugrahani; Ismiyati Ismiyati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentonit merupakan  salah  satu  Sumber  daya  mineral  Indonesia  dengan  jumlah  yang  sangatmelimpah.  Beberapa  wilayah  penghasil  bentonit  adalah  Jawa,  Sumatera,  Kalimantan.  Bentonitmerupakan  suatu  jenis  tanah  liat,  yang  tersusun  dari  berbagai  mineral phyllosilicate,  dengankandungan  utama  monmorilonit.  Karena  kandungan  mineral  yang  beragam,  maka  bentonitmerupakan bahan baku yang penting bagi berbagai macam aplikasi industri. Selama ini bentonitbanyak digunakan sebagai adsorben zat warna maupun pengotor-pengotor minyak atau limbah cair.Kegunaan  lain  adalah  sebagai  katalis  baik  dengan  modifikasi  bentonit  maupun  tidak. Kajian  inimerupakan kajian deskriptif dari data sekunder mengenai pemanfaatan lain bentonit sesuai dengankarakteristiknya, yaitu (1) Sebagai thickenergrease, (2) Rheological Modifier oleh dispersi bentonitdi  dalam  pelarut  organik  kosmetik,  dan  (3) filler pada  nanokomposit  polimer  yang  ditinjau  daripeningkatan  kinerja  pada  aplikasinya  dan  peningkatan  nilai  tambahnya.    Metode  penambahannanobentonit  pada setiap formula  adalah dengan  cara dicampur  pada  temperatur dan  kecepatanputaran  tertentu. Aplikasi nanobentonite pada  berbagai formula  menghasilkan peningkatanperformansidan reologi. Sebagai thickener pada grease dapat menghasilkan grease yang memilikiketahanan terhadap  temperatur tinggi  dan  memiliki  stabilitas  kerja baik,dengan ukuran droppingpoint,hal  ini  terjadi  karena  bentonit  bersifat tidak  meleleh  pada  temperatur  tinggi.  Pada  formulakosmetik  mampu  mendispersikan bentonit dalam  pelarut  organik  yang  banyak digunakan  padakosmetik  berbentuk  gel dan  kinerja diukur dengan shear  test. Selanjutnya  peran  nanobentonitsebagai filler pada formula nanokomposit polimer adalah dapat meningkatkan beberapa sifat dasarpolimer seperti sifat ketahanan termal dan sifat mekanik, dan diantaranya diukur besarnya tensilestrength,hal  ini  disebabkan  karena  adanya  sifat  fisik  bentonityaitu tingginya daya  serap,  derajatplastisitas, maupun faktor ukurannya.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK MINYAK DEDAK PADI (RICE BRAN OIL) TERHADAP pH DAN SIFAT ANTIMIKROBIAL SABUN CAIR Fatma Sari; Ratri Ariatmi Nugrahani; Nurul Hidayati Fithriyah; Nelfiyanti Nelfiyanti; Susanty Susanty
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dedak padi mengandung nutrisi dan berbagai senyawa aktif untuk keperluan pangan maupun non pangan. Salah satu bahan yang terkandung di dalamnya adalah minyak. Minyak dedak padi mengandung asam lemak jenuh maupun tidak jenuh, minyak atsiri yang mengandung bioaktif sebagai antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan ekstrak minyak dedak padi terhadap pH dan sifat antimikroba sabun cair. Adapun metodologi penelitian yang dilakukan adalah pembuatan sabun cair dengan bahan baku asam stearat, asam laurat, asam miristat, KOH dan ekstrak minyak dedak padi sebagai bahan tambahan dengan cara mencampurkan semua bahan termasuk bahan tambahan pada temperatur kamar dengan variasi ekstrak minyak dedak padi 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% (v/v), selanjutnya dilakukan analisis pH, uji antimikroba, dan analisis korelasi antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada berbagai penambahan ekstrak minyak dedak padi, besarnya pH cenderung tetap. Pada penambahan ekstrak minyak dedak padi 2%, 4%, 6% menunjukkan pH 7 dan pada penambahan ekstrak 8%,10% pH mengalami penurunan menjadi 6, hal ini dikarenakan minyak dedak padi bersifat asam. Hasil ini sesuai dengan SNI 1996 persyaratan pH sabun mandi cair berkisar antara 6-8. Kemampuan penghambatan mikroba eschericia coli tetap sebesar 8 cm dan penghambatan mikroba staphylococcus aureus meningkat, terbesar pada ekstrak minyak dedak padi 10% yaitu 21 cm. Ekstrak minyak dedak padi mempunyai kemampuan menghambat mikroba Esherichia coli dan Staphylococcus aureus
KARAKTERISASI AWAL PELUMAS DARI MINYAK GORENG BEKAS YANG TELAH DIOLAH DAN DITAMBAH DENGAN BIOADITIF Ahmad Muhammad Rizki Triaji; Andyco Amihardy; Ratri Ariatmi Nugrahani
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi minyak nabati yang melimpah di Indonesia dapat mensubstitusi minyak bumi yang sudah mulai terbatas ketersediaanya. Minyak goreng bekas yang sudah digunakan untuk keperluan konsumsi pada rumah-rumah mempunyai potensi untuk dimanfaatkan kembali, dengan cara memurnikan dari residu serta menurunkan bilangan asam secara adsropsi fisik menggunakan Bentonit. Minyak nabati mempunyai kelemahan mudahnya teroksidasi, oleh karena itu untuk pemanfaatannya sebagai base oil pelumas, perlu ditambahkan dengan bioaditif dari minyak nabati. Tujuan penelitian ini adalah melakukan karakterisasi awal penggunaan Minyak goreng bekas yang sudah diolah dan telah ditambahkan dengan bioaditif sebagai pelumas. Metodologi penelitian yang dijalankan adalah : penurunan bilangan asam minyak goreng bekas melalui adsorbsi fisik menggunakan bentonit, penambahan bioaditif pada minyak goreng bekas yang telah diolah, serta karakterisasi awal pelumas minyak goreng bekas yang telah diolah dan ditambahkan dengan bioaditif. Hasil penelitian menunjukkan, dengan menggunakan 30% (b/b) bentonit pada suhu pencampuran 60oC selama 6 jam, diperoleh minyak goreng bekas dengan bilangan asam 1,8 mgKOH/gr sampel, turun dari 6,5 mgKOH/gr sampel. Pada pembuatan bioaditif diperoleh bilangan hidroksil sebesar 50,49. Karakterisasi awal base oil ini adalah setara dengan SAE -120
Pengaruh Konsentrasi Pelarut Etanol Terhadap Ekstrak Minyak Atsiri Dari Akar Bunga Anggrek (Orchidaceae) Dengan Maserasi-Ultrasonik Fatma Sari; Ratri Ariatmi Nugrahani; Anisa Nurtri Lestari; Dimah Noviyanti
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akar anggrek merupakan salah satu penghasil minyak atsiri. Pada akar bunga anggrek terdapat kandungan alami berupa protein, sukrosa, kalsium, prozenat, minyak atsiri, resin, dekstrin, dan protein. Minyak atsiri memiliki zat yang dapat memberikan aroma di tumbuhan. Minyak atsiri dibeberapa tumbuhan memiliki komponen volatil dengan karakteristik tertentu. Minyak atsiri banyak digunakan di industri parfum, kosmetik, bahan tambahan makanan dan obat. Minyak atsiri diperoleh dari akar bunga anggrek tanah dengan metode maserasi dengan bantuan ultrasonik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen terbesar dari proses ekstraksi dengan memvariasikan konsentrasi pelarut serta untuk mengetahui apakah terdapat kandungan fenol dalam minyak atsiri akar anggrek tanah. Bahan yang digunakan adalah akar bunga anggrek tanah yang sudah dihaluskan sebanyak 20 gram dengan pelarut 100 mL. Variabel yang digunakan adalah konsentrasi pelarut etanol. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dengan metode maserasi ultrasonik didapatkan rendemen terbaik pada konsentrasi pelarut etanol 70% dengan rendemen 18.1%. Dan dari identifikasi zat antioksidan fenol dengan Reagen Folin-Ciocalteu menggunakan Spektrofotometer-UV terdapat zat antioksidan fenol.dengan panjang gelombang 765 nm didapatkan nilai absorbansi 2.591abs
PERSAMAAN TRANSFER MASSA PADA ISOLASI TRIMIRISTIN BIJI PALA (Myristica fragrance) DAN APLIKASINYA SEBAGAI ADITIF MASKER Nurul Hidayati; Ratri Ariatmi Nugrahani; Yunita Teresa
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Buah Pala mengandung Trimiristin. Trimiristin adalah salah satu lemak yang bisa dimanfaatkan sebagai aditif untuk kosmetik. Trimiristin dalam biji pala dapat disiolasi dengan menggunakan metode maserasi.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  persamaan  transfer massa trimiristin pada proses maserasi dalam pelarut kloroform, mengetahui hasil uji fisik masker yang sudah ditambahkan dengan trimiristin, yaitu uji viskositas dan pH.  Metode penelitian yang dilakukan adalah (1)  Proses isolasi trimiristin di dalam kloroform dengan metode maserasi dengan variasi waktu 1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari, dan 5 hari, hasil kemudian disaring, filtrat diuapkan dengan pemanasan pada suhu 65°C, dilanjutkan dengan proses rekristalisasi  dan penentuan rendemen; (2) Penentuan persamaan  transfer massa (3) Pembuatan sediaan masker dengan penambahan trimiristin,  pengujian  viskositas dan pH.  Bertambahnya waktu maserasi sampai dengan titik tertentu meningkatkan rendemen trimiristin, nilai tertinggi  adalah 5.2%  (b/b)  terdapat pada waktu maserasi 3 hari. Persamaan  transfer massa yang menghubungkan antara konsentrasi trimiristin (CA) pada sumbu y dan waktu maserasi, t pada sumbu x adalah y = 0.614x – 7.191. Penambahan kristal trimiristin pada formula masker memberikan hasil pH  yang sesuai dengan fisiologi kulit  yaitu  5  dan viskositas memberikan sifat alir pseudoplastic.   Kata Kunci: Buah pala, isolasi, kloroform, transfer massa, masker
Co-Authors 'Aini Rahmadhaniar Agdila, Alivia Fernanda Ahmad Muhammad Rizki Triaji Aini Rahmadhaniar Alvika Meta Sari Amalia, Fauziah Amalia, Gizka Nurizki Ananda Kinanty Andyco Amihardy Anisa Kemala Dewi Anisa Kemala Dewi, Anisa Kemala Anisa Nurtri Lestari Anwar Ilmar Ramadhan Athiek Sri Redjeki Azrul Syamsu Budiyanto Budiyanto Darto Darto Dedek Rahayu Desart Puto, Abdur Rauf Desy Hijriyah Dimah Noviyanti Faisal, Arief Rafi Fatma Sari Fitri Nuryani Gati Ningsih, Gati Hajir, Siti Hakim, Rusnia Junita Hana Ambarwati Helfi Gustia Helmi Rizki Hayati Helmi Rizki Hayati, Helmi Rizki Hidayat, Sri hidayat, untung Ika Kurniaty, Ika Ika Nirmalasari Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati, Ismiyati kadarisman, muhammad Lilik Sumarni Loekman Satibi Loekman Satibi, Loekman Miftah Andriansyah, Miftah Moh. Amin Tohari Muh. Kadarisman Muhammad Djarkasih Muhammad Ilham Setyoaji Muhammad Subehi N Nelfiyanti Nurul Hidayati Nurul Hidayati Fithriyah Nurul Hidayati Fitriyah Priyanto Dwi Nugroho Putri, Dirga Aulia Eka Putri, Shavyta Rahmawati, Rizky Renty Anugerah Mahaji Puteri Retno Farida Rini Siskayanti Rudiatin, Endang Rusnia Junita Hakim RUSNIA JUNITA HAKIM Sakalaty, Evanda Enggelina Sari, Fatma Setyawati, Novita Shafira Hafizhah Putri Suharno Shela Ratri Utami, Shela Ratri Susanty Susanty Susanty Susanty Susanty, Susanty Syamsudin Abdullah, Syamsudin Tiara Armelia Ismoyo Tita Diana Ningsih Titik Lestariningsih Titik Lestariningsih Tri Wahyuni Wasyilah Tri Yuni Hendrawati Tria Astika Endah Permatasari Ummul Habibah Hasyim Wusono, Ciska Nabila wusono, ciska nabilah Wusono, Ciska Nabilla Yukarie Ayu Wulandari Yunita Teresa Yusril, Ariadi Yustinah Yustinah Zahra Hanifah Zihan, Nurul