Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pembuatan Detergen Cair Alami dari Lerak sebagai Implementasi Model Pemberdayaan Kelompok Usaha ISMEA Sumarni, Lilik; Rudiatin, Endang; Nugrahani, Ratri Ariatmi; Tohari, Moh Amin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyrakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.6.1.55-61

Abstract

Persoalan limbah menjadi hal yang perlu di prioritaskan. Oleh karena itu dibutuhkan detergen yang ramah lingkungan, efektif membersihkan dan menggunakan produk halal. Detergen memiliki dampak yang besar dalam merusak ekosistem. Kandungan surfaktan (ABS) pada detergen dapat merusak biota air. Demikian pula busa yang dihasilkan detergen disinyalir dapat menyebabkan mikroorganisme didalam air kekurangan oksigen. Kemasan detergen umumnya berbahan plastik menambah tinggi pencemaran lingkungan. Oleh sebab dibuat salah satu produk inovasi sebagai solusi yaitu detergen ramah lingkungan. Bahan pembuatan detergen cair ini adalah Buah Lerak (Sapindus rarak D), Air Bunga Kamboja, Daun Salam, Daun Bidara dan daun sereh.  Buah Lerak sebagai sumber bahan baku produk pembersih rumah tangga misal sabun dan shampoo, berbeda dengan sabun konvensional karena menghasilkan busa yang lebih sedikit, cocok untuk pakaian berwarna, bermotif dan bukan putih. Air bunga kamboja, berfungsi menambah pembusaan dan pewangi, pengawet, Daun Bidara mengandung flavonoid, tannin sebagai antibakteri, sedangkan bahan fragrance menggunakan Daun Sereh, Salam dan Kulit Jeruk. Metode pembuatan Detergen Cair dari buah lerak; (1).Siapkan buah lerak tanpa biji (2). Masukkan ke panci dan tambahkan bahan lain (3). Rebus (4). Tambahkan fragrance (5). Dinginkan  (6). Saring (7). Kemas. Hasil adalah bahwa pelaksanaan pelatihan pembuatan detergen ramah lingkungan, halal, bernilai ekonomi, serta sebagai peluang bagi mahasiswa atau wirausaha. Bertempat Harjamukti. Cimanggis Depok, mitra ISMEA (Indonesian Small Medium Enterprises Association) mahasiswa, dan stakeholder. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan kegiatan, mitra terbantu dengan adanya kegiatan ini, memberi stimuli, serta meningkatkan komunikasi antara wirausahawan, menambah semangat organisasi, ilmu dan wawasan mengenai inovasi produk ramah lingkungan.Persoalan limbah menjadi hal yang perlu di prioritaskan. Oleh karena itu dibutuhkan detergen yang ramah lingkungan, efektif membersihkan dan menggunakan produk halal. Detergen memiliki dampak yang besar dalam merusak ekosistem. Kandungan surfaktan (ABS) pada detergen dapat merusak biota air. Demikian pula busa yang dihasilkan detergen disinyalir dapat menyebabkan mikroorganisme didalam air kekurangan oksigen. Kemasan detergen umumnya berbahan plastik menambah tinggi pencemaran lingkungan. Oleh sebab dibuat salah satu produk inovasi sebagai solusi yaitu detergen ramah lingkungan. Bahan pembuatan detergen cair ini adalah Buah Lerak (Sapindus rarak D), Air Bunga Kamboja, Daun Salam, Daun Bidara dan daun sereh.  Buah Lerak sebagai sumber bahan baku produk pembersih rumah tangga misal sabun dan shampoo, berbeda dengan sabun konvensional karena menghasilkan busa yang lebih sedikit, cocok untuk pakaian berwarna, bermotif dan bukan putih. Air bunga kamboja, berfungsi menambah pembusaan dan pewangi, pengawet, Daun Bidara mengandung flavonoid, tannin sebagai antibakteri, sedangkan bahan fragrance menggunakan Daun Sereh, Salam dan Kulit Jeruk. Metode pembuatan Detergen Cair dari buah lerak; (1).Siapkan buah lerak tanpa biji (2). Masukkan ke panci dan tambahkan bahan lain (3). Rebus (4). Tambahkan fragrance (5). Dinginkan  (6). Saring (7). Kemas. Hasil adalah bahwa pelaksanaan pelatihan pembuatan detergen ramah lingkungan, halal, bernilai ekonomi, serta sebagai peluang bagi mahasiswa atau wirausaha. Bertempat Harjamukti. Cimanggis Depok, mitra ISMEA (Indonesian Small Medium Enterprises Association) mahasiswa, dan stakeholder. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan kegiatan, mitra terbantu dengan adanya kegiatan ini, memberi stimuli, serta meningkatkan komunikasi antara wirausahawan, menambah semangat organisasi, ilmu dan wawasan mengenai inovasi produk ramah lingkungan.
Pelatihan Peningkatan Produksi CV Madu Apiari Mutiara melalui Peran Research & Development dalam Desain Produk Diversifikasi Ecoinovasi Nugrahani, Ratri Ariatmi; Sumarni, Lilik; Sari, Fatma; Setyawati, Novita; Abdullah, Syamsudin; Hidayat, Sri; Desart Puto, Abdur Rauf; Faisal, Arief Rafi; Amalia, Gizka Nurizki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyrakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.6.2.128-132

Abstract

Permasalahan umum yang dihadapi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) adalah melakukan Perancangan produk untuk keperluan diversifikasi dan inovasi sebagai upaya untuk peningkatan produksi, adalah karena keterbatasan atau tidak adanya unit Research dan Development. Perlu peran Perguruan Tinggi dalam peningkatan kualitas dan kuantitas produk diversifikasi dan inovasi untuk UMKM. Khususnya diperlukan untuk mentransfer Ilmu dan Teknologi melalui pelaksanaan pelatihan mengenai diversifikasi dan inovasi produk dengan menerapkan hasil penelitian. Metode Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat terdiri dari: i. Observasi terhadap Mitra, melalui pengumpulan data sekunder dari berbagai sumber pustaka yang mendukung, data primer berupa hasil survey, wawancara/ diskusi untuk mengetahui permasalahan mitra; ii. mengadakan kemitraan melalui pengisian lembar kebersediaan sebagai Mitra PKM; iii. Koordinasi Dosen/ Mahasiswa PKM dan KKN dengan Mitra utk pelaksanaan kegiatan Pelatihan untuk menyelesaikan permasalahan; iv. Persiapan pelaksanaan Pelatihan (Penentuan Topik dan Narasumber, Pembagian Tugas: Dokumentasi; Pembuatan Soal Pre dan Post Test, ATK (Spanduk, Cetak Soal, Sertifikat, Kuisoner kepuasan Mitra); v. Pelaksanaan Pelatihan, Pengolahan Data (Pre test, Post Test, dan Kuisoner), Pemberian Rekomendasi bagi Mitra; vi. Penyusunan Laporan & Luaran. Pada kegiatan kolaborasi PKM dan KKN UMJ 2023 dengan Mitra UMKM CV Madu Apiari Mutiara, diharapkan mampu mendesain produk dengan mendiversifikasi dan menginovasi berbasis produk-produk yang telah ada melalui hasil dari penelitian Perguruan Tinggi. Rekomendasi R&D bagi mitra diantaranya adalah dengan meningkatkan kerjasama dengan Peneliti dari Lembaga Penelitian atau Perguruan Tinggi untuk dapat memanfaatkan hasil penelitian.
Effectiveness of Quercetin in Kenikir Leaves (Cosmos Caudatus Kunt) in Nanoemulsion Formulas with VCO (Virgin Coconut Oil) and Olive Oil Phase Hajir, Siti; Nugrahani, Ratri Ariatmi; Ismiyati, Ismiyati
Jurnal Teknologi Vol 16, No 2 (2024): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.16.2.195-202

Abstract

Kenikir (Cosmos Caudatus Kunth) is a herbal plant and contain quercetin compounds (flavonoids) which can have an effect as an antioxidant, antibacterial, antifungal, anti-inflammatory. This study aims to determine the effect of adding quercetin extract to a nanoemulsion formula with several oil phases, namely VCO (Virgin Coconut Oil) and Olive Oil. Evaluation of the characteristics of the preparation for each formula included organoleptic test, pH test, particle size, emulsion type, and determination of the level of quercetin absorbed in the nanoemulsion system as well as antioxidant activity test using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) method. The results showed that the nanoemulsion preparations with the VCO oil phase, olives had good and stable characteristics.  The pH test of the nanoemulsion was in the range of 4.5-6.5 while for the emulsion type it was an Oil in Water (M/A) type and the particle size was in accordance with the criteria for nanoemulsion preparations <200 nm, namely 13-178 nm. To see the ability of the active substance to be absorbed in the formula by calculating the % EE (Entrapping Efficiency) the % EE is obtained, which is 99%, which means that the nanoemulsion formula is able to absorb the active substance well and the antioxidant activity test using the DPPH method shows in the formulation of kenikir extract with the VCO oil phase gives an IC50 value of 52.238 ppm while the olive oil phase is 305.783 so that the nanoemulsion formula with the VCO oil phase is more reactive than the olive oil phase.
Pengaruh penambahan Ekstrak Biji Kelor sebagai Antioksidan Masker Gel peel off Sari, Fatma; Sari, Alvika Meta; Nugrahani, Ratri Ariatmi; Kurniaty, Ika; Putri, Dirga Aulia Eka
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2023: PROSIDING SNTKK 2023
Publisher : Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Compounds called antioxidants are particularly beneficial to human health. Antioxidant substances are frequently utilized as free radicals because they can prevent the growth of oxidation reactions. Because of their high antioxidant content, moringa seeds produce oil that is resistant to rancidity and does not easily oxidize.  The peel-off gel mask formulation in this investigation included Moringa seed oil extract as a source of natural components. The goal of this study was to evaluate the antioxidant activity of a peel-off gel mask preparation made from Moringa seed oil extract. Maceration extraction is the technique used for extraction, and DPPH is the technique used to test for antioxidants. The results showed that the sample with a solvent volume of 450 ml had the best yield (34.64%), and the antioxidant activity of the extract of Moringa seed oil was measured at 256.89 g/ml with an average pH of 5.79.  The Moringa seed oil extract peel-off gel mask has the attributes of being white, thick, and smelling like moringa seeds. The peel-off gel mask gets thicker the more Moringa seed oil extract there is in it. This study establishes the potential of using Moringa seed oil extract in peel-off gel mask formulations extract in peel-off gel mask formulations.
Lead adsorption in lubricant waste using zeolite Aini Rahmadhaniar; Ratri Ariatmi Nugrahani; Nurul Hidayati Fithriyah; Titik Lestariningsih
Jurnal Rekayasa Proses Vol 14 No 1 (2020): Volume 14, Number 1, 2020
Publisher : Jurnal Rekayasa Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.49489

Abstract

Lubricant waste is one of the hazardous refuses which are regulated on the limit of lead content according to Government Regulations (Kep-51/MenLH/10/1995). Therefore, it is necessary to research for reducing the lead content. The purpose of this study is to understand the effect of adding adsorbents to decrease lead content in waste of lubricants taken from ships. The waste lubricant was recycled by adsorption using zeolite. Lubricant waste samples of 200 mL each were physically and chemically identified subjected to adsorption process using zeolite adsorbent whose concentrations (%w/w) were varied as follows: 7.5%, 13.25%, 14.25%, 15.75% and 17.5% with stirring speed of 150 rpm and contact time for 60 minutes. The best results were obtained at the adsorbent amount of 26.5 grams (concentration of 13.25%), for which lead content reduction reached 83%. The ANOVA F was obtained to be 13.42, and hence the study concluded that the amount of the adsorbent was related to the decrease in lead content.
Extraction Of Pipper Betle L. And Formulation Of Herbal Propolis Mouthwash Wusono, Ciska Nabila; Hendrawati, Tri Yuni; Nugrahani, Ratri Ariatmi; Yustinah, Yustinah
Journal of Applied Sciences and Advanced Technology Vol. 7 No. 3 (2025): Journal of Applied Sciences and Advanced Technology
Publisher : Faculty of Engineering Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jasat.7.3.83-90

Abstract

Betel leaf (Pipper Betle L.) is a climbing plant that has many benefits. Betel leaves have long been used for fever therapy, cough, stomach cramps, anti-allergic, wound healing, antimicrobial, and antiproliferative. Extraction of betel leaves with green solvent requires optimization of the extraction time and percentage of betel leaves with water. Betel and propolis extracts need to be formulated to become an herbal propolis mouthwash. The purpose of this research (1). Getting the best time and percentage of betel leaves in the extraction into betel extract formulated to make herbal propolis mouthwash. (2). Getting the best formula for variations in the percentage of propolis in herbal propolis mouthwash, (3). Conduct a selectivity test to obtain the results of mouthwash as an antibiotic. Based on the results of this research with a comparison of the heating time of betel leaf extraction. Betel leaf extraction was carried out by the infusion method, and the extract was distilled with variations in the percentage of betel leaves of 2.5%, 5%, 7.5%, 10%, 12.5% , and 50% compared with water. The best heating time results for the best betel leaf extraction, based on the yield of betel leaf extraction and pH were 60 minutes. For the optimum betel leaf extraction results at a betel leaf concentration of 50%. Getting a yield value of 40% and pH 4.55 at an extraction time of 60 minutes. The research is still ongoing by conducting a test of the inhibition of Staphylococcus Aureus bacteria in herbal propolis mouthwash with variations in the percentage of propolis of 0%, 2.5%, and 5%.In the blank without the addition of propolis it does not inhibit bacteria Staphylococcus Aureus, the addition of 2.5% and 5% propolis to the herbal propolis mouthwash formula has been proven to inhibit bacteria Staphylococcus Aureus.
Formulasi Dan Uji Antioksidan Emulsi Ekstrak Biji Kelor(Moringa oleifera L.) Dengan Kombinasi Minyak Zaitun Amalia, Fauziah; Rahmawati, Rizky; Sari, Fatma; Kurniaty, Ika; Susanty; Nugrahani, Ratri Ariatmi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomis dan medis tinggi adalah tanaman kelor (Moringa oleifera L.). Minyak biji kelor digunakan dalam industri kosmetik sebagai perawatan kulit dan formulasi kosmetik berkualitas tinggi karena mengandung asam lemak tak jenuh dengan sifat antioksidan, anti penuaan dan anti inflamasi yang kuat serta mudah diserap oleh kulit. Penelitian ini mengembangkan metode ekstraksi dengan variasi volume etanol 96% (250 , 300 , 350 ,400 dan 450 ml) dengan waktu maserasi 2 hari dan penggunaan Vaccum Rotary Evaporator untuk pemekatan ekstrak. Hasil penelitian menunjukan bahwa volume pelarut sangat berpengaruh terhadap hasil rendemen, hasil rendemen paling besar yaitu pada volume 450ml sebesar 49,60%. Pada penelitian ini dibuat variasi formulasi emulsi (F1 (0,8 g ekstrak) ; F2 (1 g ekstrak) ; F3 (1,2 g ekstrak) ; F4 (1,4 g ekstrak) ; F5(1,6 g ekstrak) ; F6 (1,8 g minyak zaitun) ). Rasio kombinasi ekstrak biji kelor dengan minyak zaitun adalah 1 : 1. Uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH (1,1-Difenil-2-pikrilhidrazil). Perhitungan nilai IC50 pada penelitian ini didapat aktivitas antioksidan pada ekstrak biji kelor sebesar 69,49 ppm dikategorikan sebagai aktivitas antioksidan kuat dan formulasi dengan nilai aktivitas antioksidan terbaik adalah F3 didapat nilai IC50 sebesar 46,61 ppm dianggap sebagai aktivitas antioksidan yang sangat kuat.
Kinerja Inhibisi Antioksidan Ekstrak Daun Miana (Coleus scutellarioides (L.) Benth.) pada Variasi Waktu Ekstraksi dan sebagai Bahan Tambahan Sabun Mandi Cair Sakalaty, Evanda Enggelina; Nugrahani, Ratri Ariatmi; Fithriyah, Nurul Hidayati
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n1.47348

Abstract

Kulit menjadi salah satu organ penting dari tubuh manusia, sehingga perlu untuk dijaga dan dilindungi. Sabun mandi merupakan salah satu produk yang dapat membersihkan kulit, sehingga diharapkan selain dapat membersihkan kulit sabun mandi juga harus dapat melindungi kulit dari reaksi oksidasi. Daun miana (Coleus scutellarioides (L.) Benth.)dapat dimanfaatkan sebagai salah satu zat tambahan dalam sabun mandi, hal ini karena daun miana memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang dapat bermanfaat sebagai antioksidan alami.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh waktu ekstraksi ultrasonikasi dan pengaruh penambahan ekstrak daun miana terhadap inhibisi antioksidan dalam pembuatan sabun mandi cair. Penelitian ini menggunakan dua variabel bebas yaitu waktu ekstraksi (60, 90, 120, 150 dan 180 menit) dan konsentrasi ekstrak (0%, 1%, 2%, 3% dan 4%) dalam formula sabun, dengan menggunakan metode ekstraksi ultrasonikasi. Adapun proses ekstrasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil perhitungan rendemen tertinggi yaitu pada ekstraksi 150 menit, dengan nilai 2,30. %Inhibisi antioksidan tertinggi juga didapat pada ekstrak dengan waktu ekstraksi 150 menit, yaitu 81,486. Persamaan regresi yang diperoleh yaitu y = -0,4427x4 + 4,9163x3 - 19,212x2 + 32,665x + 56,91 dan R² = 1. Kemudian untuk %inhibisi antioksidan sabun mandi cair yang paling tinggi yaitu pada sabun mandi dengan konsentrasi esktak daun miana 4% (v/v) yaitu sebesar 59,322. Dengan persamaan regresi yang diperoleh yaitu y = -1,1874x2 + 17,939x - 1,7731 dan R² = 0,9866. Hasil pengujian organoleptik dari 30 Panelis didapatkan bahwa konsentrasi ekstrak yang ditambahkan dalam sabun tidak mempengaruhi hasil pengujian organoleptik.
Pengaruh penambahan Ekstrak Biji Kelor sebagai Antioksidan Masker Gel peel off Sari, Fatma; Sari, Alvika Meta; Nugrahani, Ratri Ariatmi; Kurniaty, Ika; Putri, Dirga Aulia Eka
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2023: PROSIDING SNTKK 2023
Publisher : Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Compounds called antioxidants are particularly beneficial to human health. Antioxidant substances are frequently utilized as free radicals because they can prevent the growth of oxidation reactions. Because of their high antioxidant content, moringa seeds produce oil that is resistant to rancidity and does not easily oxidize.  The peel-off gel mask formulation in this investigation included Moringa seed oil extract as a source of natural components. The goal of this study was to evaluate the antioxidant activity of a peel-off gel mask preparation made from Moringa seed oil extract. Maceration extraction is the technique used for extraction, and DPPH is the technique used to test for antioxidants. The results showed that the sample with a solvent volume of 450 ml had the best yield (34.64%), and the antioxidant activity of the extract of Moringa seed oil was measured at 256.89 g/ml with an average pH of 5.79.  The Moringa seed oil extract peel-off gel mask has the attributes of being white, thick, and smelling like moringa seeds. The peel-off gel mask gets thicker the more Moringa seed oil extract there is in it. This study establishes the potential of using Moringa seed oil extract in peel-off gel mask formulations extract in peel-off gel mask formulations.
Co-Authors &#039;Aini Rahmadhaniar Agdila, Alivia Fernanda Ahmad Muhammad Rizki Triaji Aini Rahmadhaniar Alvika Meta Sari Amalia, Fauziah Amalia, Gizka Nurizki Ananda Kinanty Andyco Amihardy Anisa Kemala Dewi Anisa Kemala Dewi, Anisa Kemala Anisa Nurtri Lestari Anwar Ilmar Ramadhan Athiek Sri Redjeki Azrul Syamsu Budiyanto Budiyanto Darto Darto Dedek Rahayu Desart Puto, Abdur Rauf Desy Hijriyah Dimah Noviyanti Faisal, Arief Rafi Fatma Sari Fitri Nuryani Gati Ningsih, Gati Hajir, Siti Hakim, Rusnia Junita Hana Ambarwati Helfi Gustia Helmi Rizki Hayati Helmi Rizki Hayati, Helmi Rizki Hidayat, Sri hidayat, untung Ika Kurniaty, Ika Ika Nirmalasari Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati, Ismiyati kadarisman, muhammad Lilik Sumarni Loekman Satibi Loekman Satibi, Loekman Miftah Andriansyah, Miftah Moh. Amin Tohari Muh. Kadarisman Muhammad Djarkasih Muhammad Ilham Setyoaji Muhammad Subehi N Nelfiyanti Nurul Hidayati Nurul Hidayati Fithriyah Nurul Hidayati Fitriyah Priyanto Dwi Nugroho Putri, Dirga Aulia Eka Putri, Shavyta Rahmawati, Rizky Renty Anugerah Mahaji Puteri Retno Farida Rini Siskayanti Rudiatin, Endang Rusnia Junita Hakim RUSNIA JUNITA HAKIM Sakalaty, Evanda Enggelina Sari, Fatma Setyawati, Novita Shafira Hafizhah Putri Suharno Shela Ratri Utami, Shela Ratri Susanty Susanty Susanty Susanty Susanty, Susanty Syamsudin Abdullah, Syamsudin Tiara Armelia Ismoyo Tita Diana Ningsih Titik Lestariningsih Titik Lestariningsih Tri Wahyuni Wasyilah Tri Yuni Hendrawati Tria Astika Endah Permatasari Ummul Habibah Hasyim Wusono, Ciska Nabila wusono, ciska nabilah Wusono, Ciska Nabilla Yukarie Ayu Wulandari Yunita Teresa Yusril, Ariadi Yustinah Yustinah Zahra Hanifah Zihan, Nurul