Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Beberapa Jenis Bunga dengan Metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) munira, munira; Nasir, Muhammad; Halimatussakdiah
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v4i1.564

Abstract

Several ornamental plants such as roses (Rosa sp.), hibiscus flowers (Hibiscus rosa-sinensis) and butterfly pea flowers (Clitoria ternatea) function as medicinal ingredients. These flowers have varying colors. The varying colors of these flowers are caused by anthocyanin compounds which are part of the secondary metabolites of flavonoids. Flavonoids are part of the group of phenolic compounds and flavonoids have the ability to act as antioxidants. This research aims to determine the antioxidant activity levels of rose, hibiscus and butterfly pea flower extracts. This research is experimental. Extraction was carried out by maceration using 70% ethanol solvent. Determination of the antioxidant activity test using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) free radical scavenging method which was measured using a UV-Vis spectrophotometer. The results of the antioxidant activity test showed that rose flower extract had an IC50 value of 18.39 µg/ml and hibiscus flowers had an IC50 value of 3.56 µg/ml and butterfly pea flower had an IC50 value of 9.44 µg/ml. Hibiscus flowers have higher antioxidant activity than roses and butterfly pea flowers.
Preeeklamsia: patofisiologi, diagnosis, skrining, pencegahan dan penatalaksanaan Veri, Nora; Lajuna, Lia; Mutiah, Cut; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Dewita, Dewita
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v4i1.588

Abstract

Salah satu target dalam SDGs adalah untuk mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 70 kematian per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Preeklampsia/ eklampsia merupakan penyebab kedua terbanyak kematian ibu setelah perdarahan. Prevalensi preeklampsia/ eklampsia di negara berkembang jauh lebih tinggi dibandingkan di negara maju. Preeklamsia didefinisikan sebagai hipertensi gestasional yang berhubungan dengan ibu yang baru lahir atau disfungsi uteroplasenta pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Faktor risiko yang berhubungan dengan terjadinya preeklampsia antara lain usia ibu usia, nuliparitas, primigravida, obesitas, riwayat diabetes melitus, riwayat hipertensi kronik, riwayat penyakit ginjal, riwayat preeklampsia, riwayat preeklampsia keluarga, jarak antar kehamilan, tingkat sosio-ekonomi yang rendah, dan penyakit autoimun. Pencegahan preeklamsia dilakukan dengan aspirin dosis rendah, antioksidan (vitamin C dan E), vitamin D, suplemen kalsium, minyak ikan, oksida nitrat suplemen, donor oksida nitrat, asam folat, penurunan berat badan, obat antihipertensi, metformin dan aktivitas fisik. Tatalaksana preeklamsia antara lain dengan kontrol tekanan darah, pencegahan kejang, terminasi kehamilan, pengaturan cairan, diet, latihan dan tindak lanjut jangka panjang.
Pengembangan Desa Sehat Ibu dan Remaja Putri (Bu_Retri) dengan Pendekatan Tokoh Gampong Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Abdurrahman, Abdurrahman; Mutiah, Cut; Veri, Nora
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17600

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan ibu hamil,  ibu menopause dan remaja puteri masih terjadi di masyarakat. Masalah kesehatan pada kelompok tersebut disebabkan karena ketidaktahuan mereka terhadap masalah kesehatan dirinya. Masalah-masalah tersebut diantaranya: belum ada kesadaran penyiapan makanan cukup gizi pada ibu hamil dan balita, pemeriksaan kesehatan pada ibu hamil kurang teratur, belum adanya pemeriksaan SADARI pada remaja putri dan kurangnya Medical checkup rutin ibu menopause. Tujuan Program pengembangan Desa sehat  yaitu meningkatkan pelayanan kesehatan pada ibu hamil, ibu menopause dan remaja puteri  melalui program Bu_Retri. Menggunakan kuantitatif dengan pendekatan experimental pre-posttes. Pemecahan masalah dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner  skala likert 1-5. Peserta pengabmas adalah warga desa Meunasah Tutong Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar berjumlah 40 peserta. Implementasi dilakukan dengan penyuluhan dan pelatihan Kegiatan berlangsung tanggal 3-8 Juli 2022. Data dianalisis dengan SPSS dengan bantuan komputer. Hasilnya ditemukan bahwa penilaian masyarakat tentang pelaksanaan Bu_Retri ditemukan setuju dan mendukung kegiatan tersebut dengan nilai 75%. Nilai rata rata pengetahuan pretest adalah 3,92 (baik) dan rata rata pengetahuan posttest program Bu_Retri yaitu 4.24 (sangat baik). Kegiatan Bu_Retri dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan swadaya masyarakat, kader, tokoh gampong dan Bidan Desa. Kata Kunci: Ibu Hamil, Menopause, Remaja Putri, Gampong  ABSTRACT Health problems for pregnant women, menopausal women, and young women still occur in society. Health problems in this group were caused by ignorance of their health problems. These problems include: there is no awareness of preparing sufficient nutritious food for pregnant women and toddlers, the lack of regular health check-ups for pregnant women, the absence of breast self examinations for young women, and the lack of routine medical check-ups for postmenopausal women. The Healthy Village development program aims to improve health services for pregnant women, menopausal women, and young women through the Bu_Retri program. The research method uses quantitative with an experimental pre-posttest approach. Problem-solving with the nursing process approach includes assessment, planning, implementation, and evaluation. Data collection using a likert scale questionnaire 1-5. The community service participants were residents of the village of Meunasah Tutong, Want Jaya District, Aceh Besar, totaling 40 participants. Implementation is carried out through counseling and training. The activity takes place July 3-8 2022. Data is analyzed using SPSS with the help of a computer. The results found that the community's assessment of the implementation of Bu_Retri was found to agree and support the activity with a value of 75%. The average value of pretest knowledge is 3.92 (good) and the average posttest knowledge of the Bu_Retri program is 4.24 (very good). Bu_Retri activities can be carried out in the form of community self-help activities, cadres, village leaders, and village midwives. Keywords: Pregnant Women, Menopause, Adolescent Girl, Village
Pelatihan Penanggulangan Krisis Kesehatan bagi Petugas Kesehatan di Kota Langsa Abdurrahman, Abdurrahman; Mutiah, Cut; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Oktabina, Rizky Wan; Helmi, Alfian; Zakirullah, Zakirullah; Alchalidi, Alchalidi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.16996

Abstract

ABSTRAK Indonesia sering mengalami bencana alam dan non alam (wabah) yang menimbulkan krisis kesehatan, seperti korban mati, korban luka, sakit, pengungsi, lumpuhnya pelayanan kesehatan, penyakit menular, sanitasi lingkungan, gangguan jiwa dan masalah kesehatan lainnya. Kegiatan Penanggulangan Krisis Kesehatan dilaksanakan mulai pra-krisis kesehatan, tanggap darurat, dan pasca krisis kesehatan dengan menitikberatkan pada Pengurangan Risiko Krisis Kesehatan. Salah satu permasalahan di Kota Langsa adalah banjir yang membuat rumah dan fasilitas publik termasuk Puskesmas terendam air sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak maksimal serta berpotensi menimbulkan krisis kesehatan serta terbentuknya Emergency Medical Team (EMT) yang mencakup lintas profesi kesehatan Kota Langsa untuk menghadapi ancaman bencana. Meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan tentang penanggulangan krisis kesehatan serta meningkatkan kapasitas dan keterampilan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan dalam kondisi darurat dan mencegah terjadinya penurunan status kesehatan pada daerah yang rawan bencana. Metode atau bentuk kegiatan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dimulai dengan pembentukan tim tenaga kesehatan tanggap bencana dan selanjutnya pelatihan mencakup simulasi Penanggulangan Krisis Kesehatan. Peserta belum mendapatkan pelatihan tentang latihan Table Top dengan jumlah 27 orang (90%) peserta, terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Dengan hasil kategori berpengetahuan baik sebelum edukasi yaitu 12 peserta (40%) menjadi 18 orang (60%) serta peserta mampu melakukan pelatihan penanggulangan bencana di mulai dari pencegan mitigasi dan kesiapsiagaan yang dilakukan pada fase pra bencana, kegiatan tanggap darurat pada saat bencana dan fase pemulihan pasca bencana. Peserta telah memahami tentang penanggulangan krisis kesehatan dan telah terampil dalam memberikan pelayanan kesehatan dalam kondisi darurat dan mencegah terjadinya penurunan status kesehatan pada daerah yang rawan bencana. Kata Kunci: Pelatihan, Penanggulangan Krisis Kesehatan, Rawan Bencana  ABSTRACT Indonesia often experiences natural and non-natural disasters (outbreaks) which cause health crises, such as deaths, injuries, illnesses, refugees, paralyzed health services, infectious diseases, environmental sanitation, mental disorders and other health problems. Health Crisis Management activities are carried out starting from pre-health crisis, emergency response, and post-health crisis with an emphasis on Reducing the Risk of Health Crisis. One of the problems in Langsa City is flooding which causes houses and public facilities including the Community Health Center to be submerged in water so that health services to the community are not optimal and have the potential to cause a health crisis and the formation of an Emergency Medical Team (EMT) which includes a cross-section of health professions in Langsa City to face the threat of disaster. Increase health workers' understanding of how to deal with health crises and increase the capacity and skills of health workers in providing health services in emergency conditions and preventing a decline in health status in disaster-prone areas. The method or form of activity used in this community service begins with the formation of a team of disaster response health workers and then training includes a Health Crisis Management simulation. Participants had not received training on table top exercises with a total of 27 people (90%) participants, there was an increase in knowledge before and after education. With the results of the good knowledge category before education, namely 12 participants (40%) to 18 people (60%) and participants were able to carry out disaster management training starting from prevention, mitigation and preparedness carried out in the pre-disaster phase, emergency response activities during the disaster and the post-disaster recovery. Conclusion: Participants understand how to deal with health crises and are skilled in providing health services in emergency situations and preventing a decline in health status in disaster-prone areas. Keywords: Training, Health Crisis Management, Disaster Prone
The Effect of the Implementation of the Postpartum Care Laboratory Skill Integrated Learning Model on Improving the Competence Abdurrahman, Abdurrahman; Mutiah, Cut; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.3911

Abstract

The conventional laboratory learning model has proven to be inadequate in improving competencies. Therefore, there is a need to develop a learning model that integrates the knowledge gained with the skills and attitudes required when providing care, namely an integrated laboratory skills learning model. The purpose of this study was to analyze the effect of the implementation of an integrated postpartum care laboratory skill learning model on improving the competencies of Diploma-3 midwifery students. This study adopted a quasi-experimental pretest-posttest nonequivalent control group design with 79 students divided into two groups: the intervention group consisting of 39 students from STIKes Indramayu and the control group consisting of 40 students from Poltekkes BPH Cirebon. The intervention group was given the integrated learning model, while the control group was given the conventional learning model. Data analysis was conducted using t-tests, Mann-Whitney tests, and chi-square tests with a significance level of p<0.05. The results showed that the pretest competencies of the intervention group were 33 (84.6%) who were not competent, while in the control group, 35 (87.5%) were not competent. There was an increase in competencies in the intervention group by 49% (0-887) and in the control group by 19.4% (0-50.9). Further analysis indicated a significant difference in competency improvement between the group given the integrated laboratory skills learning model and the group given the conventional laboratory skills learning model (p<0.05). The conventional laboratory skills learning model was a risk factor causing students to be incompetent with a relative risk of 1.64 (95% CI 1.15-2.35) and NNT 3.2. The Integrated model of laboratory skills has a positive impact on students’ skill elevation.
Pengaruh Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Tumbuh Kembang Janin dan Hemoglobinnya Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Zakiah, Noni; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i2.959

Abstract

Anemia selama kehamilan menjadi salah satu faktor risiko utama terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan janin. Moringa oleifera (daun kelor) merupakan tanaman dengan kandungan zat besi, vitamin, dan protein tinggi yang berpotensi mencegah anemia dan mendukung perkembangan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak daun kelor terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dan kadar hemoglobin pada tikus putih (Rattus norvegicus) betina bunting. Penelitian menggunakan desain eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 25 ekor tikus yang dibagi menjadi 5 kelompok: K1 sebagai kontrol negatif (tanpa perlakuan), K2 sebagai kontrol positif (pemberian Sulfas Ferosus), K3 (pemberian ekstrak etanol daun kelor 100 mg/kgBB), K4 (200 mg/kgBB), dan K5 (300 mg/kgBB), yang diberikan selama 21 hari masa kebuntingan. Parameter yang diamati adalah berat badan janin, panjang janin, lingkar kepala janin, serta kadar hemoglobin induk pada hari ke-4, ke-11 dan ke-21. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun kelor berpengaruh signifikan terhadap peningkatan janin (p=0,050), tetapi tidak menunjukkan pengaruh terhadap panjang janin (p=0,985), lingkar kepala janin (p=0,742), maupun kadar hemoglobin induk tikus putih betina bunting (p=0,501). Pemberian ekstrak daun kelor berpengaruh signifikan terhadap peningkatan berat badan janin, namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap panjang badan janin, lingkar kepala janin, dan kadar hemoglobin induk.
Relationship Between Parenting Patterns and the Incidence of Stunting in Toddlers Khaira, Nuswatul; Faisal, T. Iskandar; Kurniawan, Rahmat; Helmi, Alfian; Asmawati, Asmawati; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Muchtar, Afdhal; Jamni, Teuku
Journal Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58774/jourkep.v4i2.134

Abstract

Background: Stunting remains a public health problem in Indonesia, including in Palu City, Central Sulawesi, with prevalence increasing from 23.9% to 24.7% in 2022, remaining below the national target for stunting reduction. Several studies have shown that 22.9% of parents practice poor parenting practices, a factor contributing to the high incidence of stunting in toddlers. Purpose: To determine the relationship between parenting patterns and the incidence of stunting in toddlers in the work area of ​​Tawaeli Health Center, Palu City. Methods: This type of research is quantitative with a cross-sectional design. The study population was all toddlers aged 24–59 months in the Tawaeli Community Health Center working area. A sample of 70 respondents was selected using a purposive sampling technique, with the inclusion criteria being toddlers who had complete data regarding height and weight and mothers who were willing to be respondents. Data on family parenting patterns were collected using a structured questionnaire, while stunting status was determined based on anthropometric data. Data analysis was performed using the Chi-Square test. Results: There was a significant relationship between family parenting patterns and the incidence of stunting in toddlers with a p value of 0.02 (p <0.05). Toddlers raised with poor parenting patterns had a higher risk of stunting than toddlers raised with good parenting patterns. Conclusion: Family parenting patterns are significantly associated with stunting in toddlers aged 24–59 months. Strengthening the family's role through education on appropriate parenting patterns needs to be a focus of pediatric and community nursing interventions in stunting prevention efforts.
Pemanfaatan Inovasi Aplikasi Breathemama (Box Breathing Digital) untuk Pencegahan Hipertensi dalam Kehamilan di Lima Provinsi Indonesia Aprina, Aprina; Anita, Anita; Astuti, Titi; Rohmin, Anur; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Suhartini, Suhartini; Nadi, Hartin I.K.
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23492

Abstract

ABSTRAKPreeklampsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu di Indonesia dengan prevalensi mencapai 10–15% dari total kehamilan. Kondisi ini ditandai oleh peningkatan tekanan darah, sakit kepala, dan edema, yang diperburuk oleh stres, kecemasan, serta rendahnya edukasi pengendalian tekanan darah. Hasil wawancara awal di wilayah Lampung, Aceh, Banten, Palembang, dan Ternate menunjukkan keterbatasan pengetahuan ibu hamil serta minimnya pemanfaatan media digital kesehatan sebagai sarana pencegahan hipertensi kehamilan. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan inovasi aplikasi BreatheMama (Box Breathing Digital) sebagai media edukasi dan intervensi non-farmakologis dalam pencegahan hipertensi pada ibu hamil di lima provinsi Indonesia. Metode yang digunakan adalah edukasi dan pelatihan penerapan aplikasi BreatheMama melalui pendekatan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu input (persiapan dan sosialisasi), proses (edukasi kesehatan dan pelatihan penggunaan aplikasi), serta output (penerapan aplikasi selama empat minggu disertai pendampingan dan monitoring tekanan darah). Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tekanan darah dan tingkat pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi. Rata-rata tekanan darah ibu hamil sebelum intervensi menunjukkan kecenderungan tinggi dengan nilai sistolik 142 mmHg dan diastolik 91 mmHg. Setelah penggunaan aplikasi BreatheMama dan praktik box breathing, terjadi penurunan tekanan darah menjadi rata-rata sistolik 121 mmHg dan diastolik 82 mmHg. Tingkat pengetahuan ibu hamil juga mengalami peningkatan signifikan, dari kategori baik sebesar 18% sebelum intervensi menjadi 72% setelah edukasi, sementara kategori pengetahuan kurang menurun dari 52% menjadi 6%. Pemanfaatan aplikasi BreatheMama efektif sebagai media edukasi digital dan intervensi non-farmakologis dalam pencegahan hipertensi kehamilan. Aplikasi ini berkontribusi pada peningkatan pengetahuan ibu hamil serta penurunan tekanan darah, sehingga mendukung penguatan layanan promotif dan preventif berbasis teknologi di puskesmas. Kata Kunci: Kehamilan, Hipertensi, Preeklampsia, Box Breathing, Kesehatan Digital    ABSTRACT Preeclampsia is one of the main causes of maternal morbidity and mortality in Indonesia with a prevalence of 10-15% of total pregnancies. This condition is characterized by increased blood pressure, headaches, and edema, which is exacerbated by stress, anxiety, and low blood pressure control education. The results of initial interviews in the Lampung, Aceh, Banten, Palembang, and Ternate regions show the limited knowledge of pregnant women and the lack of use of health digital media as a means of preventing pregnancy hypertension. This activity aims to utilize the innovation of the BreatheMama (Box Breathing Digital) application as an educational medium and non-pharmacological intervention in the prevention of hypertension in pregnant women in five Indonesian provinces. The method used is education and training on the application of the BreatheMama application through a participatory approach. The activity was carried out in three stages, namely input (preparation and socialization), process (health education and application use training), and output (application implementation for four weeks accompanied by assistance and blood pressure monitoring). Evaluation was carried out through blood pressure measurement and knowledge level of pregnant women before and after the intervention. The average blood pressure of pregnant women before the intervention showed a high tendency with a systolic value of 142 mmHg and a diastolic value of 91 mmHg. After the use of the BreatheMama application and box breathing practice, there was a decrease in blood pressure to an average systolic of 121 mmHg and a diastolic of 82 mmHg. The level of knowledge of pregnant women also increased significantly, from the good category of 18% before intervention to 72% after education, while the less knowledge category decreased from 52% to 6%. The use of the BreatheMama application is effective as a digital educational medium and non-pharmacological intervention in the prevention of pregnancy hypertension. This application contributes to increasing the knowledge of pregnant women and reducing blood pressure, thereby supporting the strengthening of technology-based promotive and preventive services at health centers. Keywords: pregnancy, hypertension, preeclampsia, box breathing, digital health