Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Kajian Jumlah Sel Limfosit Pasca Vaksinasi Covid-19 Dosis Tiga dengan Metode Diff CountKajian Jumlah Sel Limfosit Pasca Vaksinasi Covid-19 Dosis Tiga Dengan Metode Diff Count Asri Jumadewi; Irwana Wahab; Nazir Nazir; Halimatussakdiah Halimatussakdiah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14205

Abstract

The number of lymphocyte cells is one indicator of the body's immunity. Vaccination is carried out to increase immunity against COVID-19 disease. Injecting the third dose of the COVID-19 vaccine is expected to increase the lymphocyte cell count. This study aims to investigate the increase in the number of lymphocytes after the third stage of COVID-19 vaccination in adolescents. The research design applied in this study was cross-sectional. This study involved a sample of 80 adolescents, based on inclusion criteria, with a sampling technique that was purposive sampling. This research was conducted at the Department of Medical Laboratory Technology, Poltekkes Kemenkes Aceh, in September 2022. The blood samples obtained were then processed and analyzed using descriptive statistical methods. The results showed that there was an increase in the number of lymphocytes by 46.25%, the number of normal lymphocytes was 40%, and the number of lymphocytes decreased by 13.75% with an average value of 36.89% and a standard deviation of 12.68. It was concluded that the number of lymphocyte cells increased in respondents due to the third phase of the COVID-19 vaccine. This increase is expected to provide herd immunity against the spread of COVID-19 which has hit since 2019.Keywords: COVID-19; vaccination; lymphocyte count; diffcount; herd immunity ABSTRAK Jumlah sel limfosit merupakan salah satu indikator imunitas tubuh. Vaksinasi dilakukan untuk meningkatkan imunitas terhadap penyakit COVID-19. Penyuntikan vaksin COVID-19 dosis ketiga diperkirakan dapat meningkatkan limfosit cell count. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peningkatan jumlah limfosit setelah vaksinasi COVID-19 tahap ketiga pada usia remaja. Desain penelitian yang diterapkan dalam studi ini adalah cross-sectional. Penelitian ini melibatkan sampel dari 80 remaja, berdasarkan kriteria inklusi, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Teknologi Laboratorium Medik, Poltekkes Kemenkes Aceh, pada pada bulan September tahun 2022. Sampel darah yang didapatkan selanjutnya diolah dan dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah limfosit sebanyak 46,25%, jumlah limfosit normal sebanyak 40%, dan jumlah limfosit menurun sebanyak 13,75% dengan nilai rata-rata sebesar 36,89% dan deviasi standar 12,68. Disimpulkan bahwa jumlah sel limfosit meningkat pada responden akibat pemberian vaksin COVID-19 tahap ketiga. Peningkatan ini diharapkan dapat menjadi herd immunity terhadap penyebaran COVID-19 yang telah melanda semenjak tahun 2019 lalu.Kata kunci: COVID-19; vaksinasi; jumlah limfosit; diff count; herd immunity
Analisis senyawa kimia dan uji antihiperglikemia daun petai cina (Leucaena leucocephala) dari kawasan geotermal Ie Seum Aceh Besar Noni Zakiah; Munira Munira; Berwi Fazri Pamudi; Muhammad Nasir; Frengki Frengki; Halimatussakdiah Halimatussakdiah
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 3A (2024): Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i3A.1848

Abstract

Background: Hyperglycemia can cause serious complications due to the side effects of synthetic drugs used. Traditional medicines, such as petai cina, which contain secondary metabolite compounds like flavonoids, saponins, and steroids, have antidiabetic potential.Objectives: Hyperglycemia can cause serious complications due to the side effects of synthetic drugs used. Traditional medicines, such as petai cina, which contain secondary metabolite compounds like flavonoids, saponins, and steroids, have antidiabetic potential.Methods: This experimental research used a Completely Randomized Design (CRD) with 11 treatments: Na CMC, glibenclamide, and ethanol, ethyl acetate, and N hexane extracts of petai cina leaves at doses of 200 mg/kg BW, 400 mg/kg BW, and 600 mg/kg BW each. Each treatment was repeated five times.Results: Phytochemical screening showed that petai cina leaf extract contains phenolics, flavonoids, steroids, and saponins. GC-MS tests identified antidiabetic compounds such as phytol, squalene, and octacosanol. The antihyperglycemic test showed a significant decrease in blood sugar levels in rats after administration of petai cina leaf extract (P = 0,00). The decrease in blood sugar levels increased over time after the extract was given.Conclusion: Chinese petai leaf extract sourced from the Ie Seum Aceh Besar geothermal area exhibits an antihyperglycemic effect on male rats. KeywordsAntihyperglycemic, Leucaena leucocephala, geothermal, Diabetes, Traditional medicine
Implementation of Foot Reflexology Impacts Pain Intensity, Sleep Quality and Breast Milk Production in Post-Caesarean Section Patients M.Basyah, Halimatussakdiah; Wagiyo, Wagiyo; Galih Zulva Nugroho, Erlangga; Suwardi, Suwardi; Azhari, Della Putri
Journal Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58774/jourkep.v4i1.115

Abstract

Background: Sectio caesarea is a major surgical procedure that generally causes postoperative pain, so it can interfere with the physical and psychological recovery process of the mother, including in terms of initiation and smooth production of breast milk (ASI). In addition, the effects of the pain caused can cause sleep disorders in patients. Non-pharmacological therapy is needed to overcome these problems. Purpose: To determine the impact of applying foot reflexology on pain intensity, sleep quality and breast milk production in post-cesarean section patients. Methods: This type of research is descriptive through a case study approach involving 3 respondents who are post-cesarean section patients. The research instrument uses the PSQI (Pitsburgh Sleep Quality Index) questionnaire to assess sleep quality and VRS (Verbal Rating Scale) to assess pain levels. The intervention of foot reflexology application was carried out for 3 days. Results: After being applied to respondents, the results showed that there was a decrease in the pain scale from an average scale of 2.66 to 1.33, there was an increase in sleep quality as indicated by a score of 12 (bad) to a score of 9 (good), and there was an increase in breast milk production from patients who were unable to produce breast milk to those who were able to produce breast milk with an average production of 47 ml. Conclusion: The application of foot reflexology can reduce pain intensity, improve sleep quality and breast milk production in post-caesarean section patients.
Bagaimanakah Persepsi Remaja Tentang Edukasi SADARI Menggunakan Aplikasi Whatsapp? Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 14 No. 1 (2021): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan hormon dalam tubuh remaja kadangkala mengalami penyimpangan pada payudara, yang beresiko terjadi kanker. Data Riskesdas (2018), menyebutkan bahwa kanker payudara di Indonesia sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000. Sosialisasi sejak dini perlu dilakukan untuk pencegahan kanker payudara. Survei menyebutkan bahwa 82,2% remaja membutuhkan pelayanan yang mudah diakses untuk kelancaran pelayanan kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat persepsi remaja tentang edukasi SADARI dengan menggunakan WhatsApp (WA). Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan desain posttest design only. Populasi dalam penelitian adalah seluruh remaja di SMA di kota Banda Aceh dan Kota Sigli di Aceh. Sampel penelitian sebanyak 199 responden dan diperoleh melalui multistage sampling. Kriteria inklusi responden yaitu 1). Remaja putri yang ada menstruasi, 2). Siklus mentruasi 21- 28 hari, 3). Tidak mengalami penyakit pada sistem reproduksi, 3). Mempunyai orang tua/ keluarga 4) bersedia menjadi responden. Pengumpulan data di SMAN 1 Sigli dan SMAN 5 Banda Aceh tanggal 7 Agustus - 5 September 2019 dengan menggunakan kuesioner yang telah duji reabilitas dan validitasnya. Analisa data menggunakan analisis deskriptif dengan program statistik. Hasil penelitian didapatkan bahwa persepsi responden tentang edukasi SADARI dengan nilai rerata 3.54 (baik), Persepsi responden edukasi dimonitor oleh perawat Puskesmas 3, 64 (baik) dan persepsi responden tentang penggunaan Aplikasi WA (baik) dengan nilai 3,32 (baik). Perawat Puskesmas dapat membuat group edukasi dengan WA sesuai issue dan trends remaja yang tertarik dengan media. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pencapaian pelayanan yang tepat dan kontinyu pada kelompok remaja.
Tryout Uji Kompetensi; Cross-sectional Study pada Mahasiswa Diploma III Keperawatan di Banda Aceh Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 14 No. 2 (2021): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji kompetensi telah ditetapkan pada institusi Pendidikan Diploma III Keperawatan oleh organisasi profesi dan pemerintah. Namun uji kompetensi pada Diploma III keperawatan masih menimbulkan pro dan kontra pada mahasiswa, dosen, pengelola dan pimpinan intitusi. Progam Uji Kompetensi sampai saat ini masih menemukan kendala dan tantangan karena masih ditemukannya institusi yang hanya dapat meluluskan mahasiswanya <10 %. Tujuan penelitian ini untuk melihat faktor faktor yang berkorelasi dengan peluang kelulusan Uji Kompetensi. Desain penelitian berdasarkan pendekatan crossectional dan berbentu restrospective study, yaitu melakukan pengumpulan data pada mahasiswa yang telah mengikuti Uji Kompetensi. Waktu dan tempat penelitian dilakukan pada 5 institusi D III Keperawatan di Banda Aceh pada tanggal 31 Agustus -18 September 2016. Sampel sebanyak 50 responden yang ditentukan dengan consecutive sampling. Analisa data memnggunakan regresi lineir sederhana dengan bantuan program komputer. Hasil penelitian ditemukan ada hubungan IPK dengan peluang lulus uji kompetensi menunjukkan hubungan sedang (r =0.30. p value 0.061), hubungan prestasi akademik dengan peluang lulus uji kompetensi menunjukkan hubungan lemah (r=-0.138. p-value 0.339), pengaruh motivasi terhadap peluang lulus uji kompetensi menunjukkan hubungan lemah (r=-0.0.202, p value 0.180) dan pengaruh partisipasi terhadap peluang lulus uji kompetensi menunjukkan hubungan lemah (r=-0.021. p value 0.883). Rekomendasi kepada institusi pendidikan keperawatan agar melakukan proses bimbingan yang teroganisir kepda mahasiswa tingkat III dengan mempersiapkan Uji Kompetensi menggunakan pendekatan coaching yang baik.
Pemberdayaan kader posyandu dalam penyusunan menu ibu hamil dan menyusui untuk pencegahan stunting Fitriyaningsih, Eva; Rachmawati, Rachmawati; Mulyani, Nunung Sri; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Lajuna, Lia; Wagustina, Silvia; Al Rahmad, Agus Hendra
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 7, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v7i2.2632

Abstract

The target community of posyandu is in accordance with the target of specific nutrition interventions for handling stunting. Posyandu is a place for pregnant, lactating mothers, infants and toddlers to get services that include maternal and child health in the form of growth and development monitoring, provision of vitamin A capsules, immunization, prevention and control of diarrhea, nutritional counseling according to their problems and family planning. Posyandu cadres are the main drivers of all activities carried out in the posyandu. One of the most basic posyandu problems is the low level of knowledge of cadres both from an academic and technical perspective, therefore to be able to provide optimal services at Posyandu, it is necessary to adjust the knowledge and skills of cadres, so that they are able to carry out Posyandu activities according to the norms, standards, procedures and criteria for developing Posyandu.In preventing stunting, the thing that must be considered is the balanced nutrition of pregnant women and nursing mothers. The purpose of this community service in general is to empower cadres to increase knowledge and skills in compiling and processing menus for pregnant women and nursing mothers as an effort to prevent stunting. The benefits of this activity are to increase the knowledge and skills of cadres in processing a balanced menu for pregnant women and nursing mothers so that cadres can provide this nutrition education widely, sustainably, and independently.Evaluation results showed a significant improvement in cadres' knowledge and skills, as evidenced by the comparison of pre-test and post-test results. A total of 85% of cadres showed a better understanding of nutrition and were able to develop a balanced menu.
Community Empowering Dalam Meningkatkan Kepatuhan Perawatan Diabetes Mellitus pada Kelompok Lanjut Usia Di Masyarakat Wirda Hayati; Marianthi, Dewi; Halimatussakdiah; Ritawati
JKA Vol. 1 No. 2 (2024): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/jgr8kq62

Abstract

Diabetes mellitus is a prevalent chronic condition among the elderly and can lead to severe complications if not managed properly. Adherence to diabetes care is crucial for reducing the risk of complications and improving quality of life. This article explores community empowerment strategies for enhancing adherence to diabetes care among elderly individuals within the community. The focus is on examining effective community empowerment methods that support diabetes management, including health education, social support, and community-based outreach. The article reviews various interventions implemented in communities to increase knowledge, skills, and motivation among the elderly for adhering to their diabetes care plans. Research findings indicate that community empowerment involving health education, support groups, and family involvement can significantly improve adherence to diabetes care. These insights are expected to contribute to the development of more effective public health programs for managing diabetes in the elderly population.
Entrepreneurship and e- Marketing (e-Mak) of Moringa Product among Aceh Health Politechnic Alumni Halimatussakdiah
Seumike : Society Progress Journal Vol. 1 No. 1 (2025): SEUMIKE
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tantangan yang dihadapi oleh alumni Politeknik Kesehatan Aceh dalam memanfaatkan strategi pemasaran digital untuk mempromosikan produk berbasis Moringa. Meskipun potensi Moringa di industri kesehatan dan kebugaran terus berkembang, banyak wirausahawan yang kesulitan untuk memanfaatkan sepenuhnya alat pemasaran digital dan platform e-commerce. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana alumni ini menerapkan teknik e-marketing, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, dan menilai keterampilan digital mereka. Pendekatan kualitatif digunakan dengan wawancara mendalam dengan 15 alumni dan survei online terhadap 35 alumni lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun 80% alumni sudah memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp untuk promosi, hanya 50% yang memiliki pemahaman yang cukup tentang e-commerce dan pemasaran digital lanjutan. Tantangan utama yang dihadapi antara lain terbatasnya akses terhadap alat pemasaran digital, kurangnya keterampilan teknis, dan persaingan yang ketat di pasar. Penelitian ini menyimpulkan perlunya peningkatan pendidikan dan pelatihan pemasaran digital untuk memperkuat efektivitas e-marketing bagi produk Moringa.
Pendidikan Kesehatan Tentang Perawatan Bayi Baru Lahir Dewi Marianthi; Wirda Hayati; Halimatussakdiah; Asniah Syamsuddin
Seumike : Society Progress Journal Vol. 1 No. 2 (2025): SEUMIKE
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya pengetahuan ibu terkait perawatan bayi baru lahir masih menjadi penyebab utama tingginya angka morbiditas dan mortalitas neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendidikan kesehatan tentang perawatan bayi baru lahir dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kesiapan ibu, dan kesadaran komunitas terhadap perawatan neonatal. Penelitian ini menggunakan metode hybrid participatory action research (PAR), yang mencakup identifikasi kebutuhan, pengembangan teknologi tepat guna, pelatihan tatap muka dan daring, serta monitoring dampak di Soi Ram Intra, Bangkok. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan: 85% peserta mampu mengoperasikan teknologi perawatan dasar, 70% meningkatkan pemahaman tentang perawatan kebersihan bayi, dan 75% lebih sadar akan pentingnya kesehatan neonatal. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan berbasis PAR mampu memperluas jangkauan edukasi, meningkatkan literasi kesehatan, serta memperkuat kolaborasi akademik lintas negara. Kesimpulannya, program ini berkontribusi pada peningkatan kemandirian ibu dan keberlanjutan kesehatan bayi baru lahir.
PENINGKATAN KAPASITAS ALUMNI DALAM IMPLEMENTASI PEMANFAATAN DAUN KELOR BAGI KESEHATAN IBU HAMIL: INCREASING ALUMNI CAPACITY IN IMPLEMENTING THE UTILIZATION OF MORINGA LEAVES FOR THE HEALTH OF PREGNANT WOMEN Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Abdurrahman, Abdurrahman; Ahmad, Aripin; Zakiah, Noni
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i3.2741

Abstract

Daun kelor merupakan bahan yang mudah didapat dan dapat dikembangkan dalam usaha  pangan berkualitas untuk pencegahan anemia ibu hamil. Data dari BPS tahun 2021, menyebutkan bahwa, usaha  di Indonesia saat ini didominasi oleh kegiatan perdagangan   besar dan eceran (37,72 %) yang berupa Industri, sedangkan usaha yang bersifat pengolahan hanya (16,28 %). Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan wirausaha produk kelor pada alumni Poltekkes Kemenkes Aceh. Pengabmas ini menggunakan pendekatan Proses Keperawatan komunitas meliputi: 1) Pengkajian dengan melakukan pengumpulan data jumlah peserta dari Ka Prodi, 2) Membuat perencanaan dan koordinasi dengan narasumber 3) Melakukan pretest pembekalan materi dan praktik ke UMKM, 4) melakukan posttest, 5) pengolahan dan analisis data dan 6) melakukan evaluasi. Pengabmas dilakukan tanggal 1 – 2 Agustus 2024 di Poltekkes Kemenkes Aceh dan UMKM Aroma Food. Jumlah peserta 20 orang dari 5 Jurusan di Poltekkes kemenkes Aceh. Analisis data menggunakan komputer dan data disajikan dalam bentuk tabel dan dilakukan penjelasan narasi atau deskriptif.  Hasil nilai pretest didapatkan nilai dominan pada katagori baik sebanyak 13 orang (65 %) dan pada meningkat nilai posttest yaitu18 orang (90 %) pada katagori baik. Sisanya pada katagori nilai cukup. Kegiatan pengabdian bermanfaat untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan alumni tentang usaha dan tehnis pemasaran produk olahan daun kelor. Diharapkan setelah pengabmas ini adanya kader wirausaha dari alumni Poltekkes Kemenkes Aceh dalam bentuk UMKM makanan siap saji  untuk pencegahan anemia ibu hamil dari bahan kelor yang dipasarkan secara online.