Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

When I Hate to Follow You: Hate-Following, Envy, and Schadenfreude on Instagram Yusainy, Cleoputri; Adila, Isma; Kusumastuti, Ayu; Hikmiah, Ziadatul; Faradisa, Koesrina Rahma; Valentinovich, Konstantinov Vsevolod
Jurnal Psikologi Vol 50, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpsi.84357

Abstract

Popular media has documented an increasing interest in the phenomenon of “hate-following”. The current study explored the utility of hate-following motive, independent of hate, within the framework of dual approach of envy and schadenfreude. Undergraduate Instagram’s users (n = 560, 73.39% females; M age =21.14, SD = 2.04) were asked to recall an envy episode and filled in measures of state envy, hate-following motive, and hate, then read a schadenfreude scenario and completed measure of schadenfreude. We found that both hate-following motive and hate were positively associated with pain of envy, malicious envy, and schadenfreude, but only hate-following motive positively associated with benign envy. While the hate-followers experiences of malicious envy predicted higher schadenfreude, the presence of benign envy predicted lower schadenfreude. These findings highlight the unique contribution of hate-following motive, while at the same time open up many questions as to how this antisocial but nevertheless functional motive may be improved.
Sadari Emosi Sedari Dini: Psikoedukasi Pemahaman Emosi pada Usia Anak Yusainy, Cleoputri; Rachmayani, Dita; Zahro, Elmy Bonafita
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v15i1.65276

Abstract

Pemahaman tentang emosi dan muasalnya adalah prasyarat bagi kesiapan sekolah, kompetensi sosial, dan prestasi akademik pada usia anak. Program Pengabdian kepada Masyarakat bersama Mitra dari KB-TK Permata Iman 2 Kota Malang ini mengambil bentuk psikoedukasi, dengan fokus kepada peningkatan pemahaman emosi siswa. Program diikuti oleh 75 siswa TK (mean usia = 5.57 tahun; SD = 0.53; 58.67% perempuan). Respons peserta diukur melalui modifikasi komponen Recognition dan Cause dari Test of Emotion Comprehension untuk perempuan dan laki-laki, dan dikombinasikan dengan emoji. Kebanyakan siswa berhasil mengenali ekspresi wajah dan emoji dari emosi dasar. Namun emosi marah, senang, dan takut lebih akurat diidentifikasi dibandingkan emosi sedih. Sebaliknya, pemahaman tentang faktor situasional penyebab kemarahan dan rasa takut lebih rendah dibandingkan penyebab rasa senang dan sedih. Akurasi terendah ditunjukkan dalam mengenali emosi netral dan penyebab kemunculannya. Hasil ini menandakan bahwa anak cenderung mengantisipasi ekspresi emosi yang menandai keberadaan ancaman eksternal (marah dan takut). Kemampuan untuk memahami alasan kemunculan emosi lebih tergantung pada perasaan dan pengalaman internal mereka.
Changing Climate, Fluctuating Mental Health: Hubungan antara Kecemasan dengan Harapan Atas Perubahan Iklim Rachmayani, Dita; Yusainy, Cleoputri Al; Zahro, Elmy Bonafita
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 1 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i1.513

Abstract

Perubahan iklim saat ini menjadi isu penting, karena dapat berdampak bagi setiap aspek kehidupan manusia. Riset sebelumnya menemukan bahwa perubahan iklim dapat memunculkan gejala kecemasan dan hal ini berpengaruh pada kondisi kesehatan mental individu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kecemasan perubahan iklim dan harapan atas perubahan iklim. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional, dengan 141 partisipan berusia 17 tahun ke atas yang direkrut menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian ini menggunakan tiga instrumen penelitian yaitu skala kecemasan perubahan iklim dan harapan atas perubahan iklim. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi product moment dengan bantuan JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara kecemasan dengan harapan atas perubahan iklim, yang berarti bahwa semakin tinggi individu merasa cemas, semakin tinggi harapan atas perubahan iklim. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah untuk mengatasi kecemasan yang dirasakan atas perubahan iklim, individu dapat merealisasikan harapan yang dirasakan sebagai dorongan untuk dapat melakukan perubahan perilaku yang ramah lingkungan.
Psikoedukasi Deromantisasi Gangguan Mental pada Komunitas Online Cleoputri Yusainy; Dita Rachmayani
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v4i2.7060

Abstract

This public service activity aims at increasing literacy on the complexity of mental disorders. We used the form of public education on psychology (‘psych-ed’) focusing on the issue of deromanticization of mental disorders. The activity was conducted in collaboration with Manusiabiasa digital community, involving 111 participants from younger audiences (mean age = 22.48 years old; SD = 5.33; 87.79% females). A self-reported questionnaire was employed to compare participants’ percentages of presenting correct answers before and after the psych-ed. Based on Wilcoxon signed-rank test, we found an overall increase in participants understanding, mainly on subtopics regarding views on diagnoses of mental disorders, the impact of deromanticizing mental disorders, and interventions for mental disorders. Further psych-ed is required on the subtopic of perspectives on mental disorders specifically.
Implementation of Psychoeducation Program: Body Identification and Sex Education for Early Childhood: Implementasi Program Psikoedukasi: Pengenalan Tubuh danPendidikan Seks untuk Anak Usia Dini Zahro, Elmy Bonafita; Yusainy, Cleoputri; Rachmayani, Dita
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 5 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/

Abstract

Even though sex education is still considered taboo, it is an essential thing for children to protect their private body parts. This psychoeducation aims to provide knowledge about the body and how to keep sexual organs healthy, targeting children aged 5 to 6 years. The population of this study were students of Kindergarten B Permata Iman 2 Malang City. The research method used was experimental design (n=64, girls 51.56%) with paired sample t-test statistical analysis techniques. The results show that providing sexual education through storytelling picture books and posters can significantly increase their knowledge about private body parts. The instruments used in this pilot study are considered easy to understand. They can be used as reference material, which needs to be adapted to the local cultural wisdom of each region. Apart from that, it is important to provide sexual education to children from an early age to prevent inappropriate actions.
Sistem Rekomendasi Profesi Berdasarkan Dimensi Big Five Personality Menggunakan Fuzzy Inference System Tsukamoto Mar'i, Farhanna; Mahmudy, Wayan Firdaus; Yusainy, Cleoputri
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 5: Oktober 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4012.459 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201965942

Abstract

Sistem rekomendasi dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk pengambilan keputusan. Pada sebuah perusahaan, sistem rekomendasi profesi bisa digunakan untuk menempatkan seorang karyawan pada posisi yang tepat. Pada penelitian ini diusulkan sistem rekomendasi profesi berdasarkan Big Five Personality traits yang meliputi Extraversion, Aggreableness, Conscentiousness, Neuroticm, dan Opennes. Input yang digunakan ialah parameter dimensi Big Five Personality yang dirumuskan oleh John. Metode yang digunakan adalah Fuzzy Inference System (FIS) Tsukamoto. Keakuratan sistem dihitung dengan membandingkan output sistem dengan dengan acuan Top Ranked Personality - Based Work Styles for 22 Job Families yang menghasilkan nilai akurasi sebesar 63%.AbstractRecommendation systems can be used as a tool for decision making. In a company, a professional recommendation system can be used to place an employee in the right position. In this study proposed system of professional recommendation based on Big Five Personality traits which includes Extraversion, Aggreableness, Conscentiousness, Neuroticm, and Opennes. The input used is the Big Five Personality dimension parameter formulated by John. The method used is Fuzzy Inference System (FIS) Tsukamoto. The accuracy of the system is calculated by comparing the output of the system with the reference Top Personality - Based Work Styles for 22 Job Families that produce an accuracy score of 63%.
Psikoedukasi Strategi Regulasi Emosi Pada Anak Usia 5-7 Tahun: Psychoeducation Emotion Regulation Strategies for Children Aged 5-7 Rachmayani, Dita; Yusainy, Cleoputri; Bonafita Zahro, Elmy
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.594

Abstract

Emosi adalah respons psikologis dan fisiologis terhadap peristiwa tertentu. Anak yang dapat memahami emosi dengan baik dan mengatur emosinya akan mampu mengenali dan memahami dirinya sendiri, beradaptasi dengan baik, lebih mandiri, mampu memahami perasaan orang lain sehingga dapat meningkatkan keterampilan sosialnya. Sebaliknya, anak yang kesulitan mengatur emosi akan sulit beradaptasi dengan baik, kurang empati dan hubungan sosial dengan orang lain. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini fokus pada psikoedukasi strategi regulasi emosi pada anak. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman anak dalam mengatur emosi negatif yang dirasakannya. Video edukasi digunakan untuk melakukan psikoedukasi pada 58 anak usia 5-7 tahun. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon’s matched-pairs sign-rank test. Hasil analisis menunjukkan terjadi peningkatan signifikan peserta yang memberikan jawaban strategi regulasi emosi yang tepat sebelum dan setelah psikoedukasi pada emosi marah (T = 101,5; z = -2,311; p = 0,008) dan emosi takut (T = 49,5; z = -4,011; p = <0,001). Namun, tidak terjadi peningkatan pada emosi sedih (T = 104,5; z = 0,827; p = 0,359). Implikasi dari kegiatan pengabdian ini adalah perlunya kerjasama antara orang tua dan guru dalam meningkatkan strategi pengaturan emosi negatif pada anak melalui aktivitas atau lebih peka terhadap emosi yang dirasakannya.
The Mind Anchor: Peran Trait Rumination dalam Struktur Pengalaman Afektif Shaleha, Rinanda Rizky Amalia; Yusainy, Cleoputri Al; Herani, Ika
Mediapsi Vol 4 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2018.004.01.5

Abstract

This study aimed to investigate whether trait rumination has a role in individual’s structure of current affect, specifically on valence and arousal dimension. Within-subject experiment design was used as a study design which involved eighty-one undergraduate students of Department of Psychology, Universitas Brawijaya as participants. Images from International Affective Picture System (IAPS) were used to evoke participant’s affect and measured by Self Assessment Manikin’s (SAM) rating while trait rumination was measured using Ruminative Response Scale (RRS). Statistical analysis using one-way repeated measures ANOVA technique found that trait rumination has a significant role in participant’s structure of current affect on relation between valence stimulus and rating valence (F=5.276, p<0.01) but has no role on relation between arousal stimulus and rating arousal (F=0.753, p>0.05).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah trait rumination memiliki peran dalam struktur pengalaman afektif individu, yaitu dimensi valence dan arousal. Penelitian ini menggunakan desain within-subject experiment dengan melibatkan delapan puluh satu orang mahasiswa baru Prodi Psikologi Universitas Brawijaya sebagai partisipan. Afek partisipan dibangkitkan menggunakan stimulus gambar dari International Affective Picture System (IAPS) yang diukur melalui Self Assessment Manikin (SAM) dan trait rumination diukur menggunakan Ruminative Response Scale (RRS). Hasil analisis statistik menggunakan teknik one-way repeated measures ANOVA menunjukkan bahwa trait rumination memiliki peran signifikan dalam hubungan antara valence stimulus dan rating valence (F=5.276, p<0.01). Namun, trait rumination tidak memiliki peran dalam hubungan antara arousal stimulus dan rating arousal (F=0.753, p>0.05).
#MAGER: AKTIVITAS FISIK DITINJAU DARI FEAR OF MISSING OUT DAN TRAIT SELF-CONTROL PENGGUNA INSTAGRAM Balqis, Audita Izza; Yusainy, Cleoputri
Mediapsi Vol 7 No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.02.5

Abstract

In the world we live in today, technology has greatly simplified human life but at the same time significantly reduced physical activities. In this research, we examined the extent to which physical activity among 479 Instagram’s users (Mage = 21.24, SDage = 1.31) could be predicted by fear of missing out (FoMO), a pervasive apprehension to stay connected virtually with others while accounting for the unique contribution of individual differences in controlling mental processes and behaviour (trait self-control). As predicted, participants with higher levels of FoMO more than those with lower levels of FoMo reported less adherence in carrying out physical activity. However, the role of FoMO on physical activity became insignificant once trait self-control was taken into account. Individuals with high self-control traits were able to display adequate physical activity, irrespective of their low or high levels of FoMO.  This finding implies that the benefit of having good self-control in physical activity surpasses the detrimental role of FoMO. Given the importance of social media in shaping their life especially during the COVID-19 pandemic, social media users need to be more selective in maintaining virtual friendships and balancing it with self-control exercises.  Era teknologi saat ini di satu sisi sangat mempermudah hidup manusia, namun di sisi lain mengurangi porsi gerakan tubuh dengan sangat signifikan. Dengan mempertimbangkan kontribusi unik perbedaan kemampuan individual dalam mengendalikan proses mental dan perilaku (trait self-control), penelitian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana aktivitas fisik di kalangan pengguna media sosial Instagram dapat diprediksi oleh fear of missing out (FoMO) sebagai bentuk kecemasan spesifik akibat keinginan untuk terus terhubung secara virtual. Partisipan berjumlah 479 (Musia = 21.24, SDusia = 1.31) yang direkrut melalui survei online yang dirancang sebagai studi korelasional. Hasil penelitan menunjukkan bahwa partisipan dengan FoMO yang lebih tinggi dibandingkan dengan partisipan dengan FoMO rendah melaporkan kepatuhan yang lebih rendah dalam menjalankan aktivitas fisik. Meskipun demikian, peran FoMO menjadi tidak signifikan ketika trait self-control partisipan diperhitungkan. Terlepas dari derajat FoMO mereka, individu-individu dengan trait self-control yang tinggi mampu menampilkan aktivitas fisik yang adekuat. Temuan ini berimplikasi bahwa peran positif trait self-control melampui peran negatif FoMO dalam aktivitas fisik individu. Mengingat pentingnya peran interaksi virtual dalam memengaruhi kehidupan mereka terutama pasca status pandemi COVID-19, pengguna media sosial perlu lebih selektif dalam memilih pertemanan dan menyeimbangkannya dengan latihan self-control. 
Prediktor Internal dan Eksternal Suicidal Ideation Remaja Fitria, Ika; Yusainy, Cleoputri; Rahma, Ulifa; Rachmayani, Dita
Mediapsi Vol 11 No 1 (2025): JUNI IN PRESS
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2025.011.01.1139

Abstract

The desire to survive is a basic human instinct, but the transitions and role changes in adolescence could paradoxically trigger suicidal ideation. In this correlational study (N = 202, 86.14% female; age range 12-20 years, Mage = 19, SDage = 2.77), we examined the extent to which adolescents' suicidal ideation (Scale for Suicide Ideation: SSI) could be predicted by levels of their perceived social support (Multidimensional Scale of Perceived Social Support: MSPSS), self-efficacy (General Self-Efficacy Scale), and depression (Beck Depression Inventory: BDI-II). We found that these three variables simultaneously predicted suicidal ideation by 52%. Self-efficacy perceived social support, and depression also partially predicted suicidal ideation (11.2%, 29.2%, and 47.12%). Mental health promotion, prevention programs, and coping strategies focusing on suicidal ideation would benefit from an early identification of how these three variables may interact with each other in adolescents.