Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Gadget dengan Persiapan Pembelajaran Mahasiswa Sarjana Keperawatan STIKes Bani Saleh Bekasi Paramida, Cici; Harini, Rika; Ponirah, Ponirah
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 16 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v16i1.175

Abstract

Gagdet merupakan salah satu bentuk nyata dari perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilengkapi fitur-fitur canggih seperti kamera, permainan (games) yang dapat mengganggu perhatian mahasiswa selama pembelajaran diperkuliahan. Suara, gambar, cahaya, music, chatting, camera dan fitur lainnya kerap mengalihkan fokus belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan persiapan pembelajaran pada mahasiswa sarjana keperawatan Stikes Bani Saleh, Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 92 responden dengan teknik pengambilan total sampling. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar mahasiswa 90.2% atau 83 orang menggunakan gadget saat perkuliahan., 82.6% atau 76 orang mahasiswa memiliki persiapan pembelajaran yang kurang baik. Hasil uji bivariat didapatkan terdapat hubungan antara penggunaan gadget dengan persiapan pembelajarn dengan nilai p value = 0,00 < (0,05). Penggunaan gadget terbukti mengganggu persiapan mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran perkuliahan. Peneliti menyarankan sebelum memulai pembelajaran, diharapkan pengajar/dosen menerapkan aturan agar mahasiswa menonaktifkan gadget sampai akhir pembelajaran
Environmental Health Impacts and Risks of Domestic Wastewater Issues in Small Island Maliga, Iga; Purwono, Suryo; Harini, Rika; Hasifah, Herni; Lestari, Ana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i4.15420

Abstract

The problem of domestic wastewater on small islands poses a significant threat to the surrounding marine ecosystem. Generally, residents of small islands tend to overlook the sanitation aspects of domestic wastewater. The contents of domestic wastewater can harm environmental ecosystems and act as vectors for diseases within the community. This study aims to assess the sanitation risk index of domestic wastewater and its impact on environmental and public health. The research was conducted on Bungin Island in May 2024, using a mixed-methods approach with a Sequential Explanatory Design. The study involved 274 households as respondents and six key informants. Research instruments included questionnaires, observation sheets, and interview guides. Data collected were analyzed using Microsoft Excel 2013 and IBM SPSS version 29.0, while interview and observation data were processed using NVIVO version 14.0. The findings indicate that residents generally do not perceive domestic wastewater as a potential problem. Bungin Island falls into the high-risk category for sanitation, impacting fish ecosystems, coral reefs, and contributing to marine pollution. Furthermore, it acts as a driving factor for diarrheal diseases and stunting in children. In conclusion, poor sanitation conditions have direct and indirect impacts on environmental ecosystems and public health. Integrated efforts are thus essential to address domestic wastewater issues on densely populated small islands.
Perilaku Jajan Pada Anak Sekolah Dasar Kelas IV, V, VI di SDN Sriamur 05 Kab Bekasi Rahayu, Amefa Krismon Tika; Harini, Rika; Ponirah, Ponirah; Sunirah, Sunirah; Yeni, Roza Indra
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.9461

Abstract

ABSTRACTChildren's health is an important part of human quality of life and cannot be separated from the food consumed by children every day. The current child health problem is the large number of school-age children who like to eat snacks in the school environment. The percentage of school snacks is 4.3% which contains hazardous ingredients. Factors that influence the selection of snacks in school-age children are knowledge, attitudes and behavior. Objective To get an overview of snacking behavior towards elementary school children in grades IV, V, VI. Methodology Using a Quantitative Descriptive Design with Univariate Analysis The sample used was random sampling of 176 respondents consisting of 3 classes, class IV, V, VI. The results of this study showed that the respondents were in their early teens (59.1%), female (59.7%), had good snacking behavior (67.6%). Conclusion The researchers concluded that the majority of respondents had good snacking behavior.Keywords: Elementary School Children, Snacking Behavior ABSTRAK Kesehatan anak merupakan bagian penting terhadap kualitas hidup manusia dan tidak lepas kaitannya dengan makanan yang dikonsumsi oleh anak setiap hari. Permasalahan kesehatan anak yang dialami saat ini adalah banyaknya anak usia sekolah yang gemar jajan di lingkungan sekolah. Presentase pangan jajanan sekolah sebesar 4,3% yang mengandung bahan berbahaya. Faktor yang mempengaruhi pemilihan jajanan pada anak usia sekolah adalah pengetahuan, sikap, dan perilaku. Tujuan Untuk mendapatkan gambaran perilaku jajan terhadap anak SD kelas IV, V, VI. Metodologi Menggunakan desain Deskriptif Kuantitatif dengan Analisa Univariat Sampel yang digunakan adalah random sampling sebanyak 176 responden terdiri dari 3 kelas, kelas IV, V, VI. Hasil Penelitian ini menunjukan responden pada usia remaja awal (59,1%), berjenis kelamin perempuan (59,7%), perilaku jajan baik (67,6%). Kesimpulan Peneliti menyimpulkan bahwa mayoritas responden berperilaku jajan baik.Kata Kunci: Anak Sekolah Dasar, Perilaku Jajan
Pengaruh Edukasi Screening HIV/AIDS Terhadap Sikap Ibu Hamil Said, Fathia Fakhri Inayati; Makualina, Narli; Harini, Rika; Iksan, Ricky Riyanto
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i10.16000

Abstract

ABSTRACT Background: Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) is an infectious disease caused by the Human Immunodeficiency Virus (HIV). HIV/AIDS can be transmitted through blood transfusions, sexual intercourse, HIV-infected syringes, organ transplants and transmission from mother to fetus. To deal with transmission from mother to fetus, the government has a Triple Elimination program where pregnant women are required to undergo screening, one of which is HIV screening. /AIDS For this reason, education regarding HIV screening is needed to improve attitudes regarding HIV/AIDS screening in pregnant women. Research Objective: To determine the effect of HIV/AIDS screening education on the attitudes of pregnant women at the Sentani Community Health Center in 2023. Research Method: This research uses a pre-experimental design with a one group pretest – posttest design research design, the instruments used in this research were Lieflet and questionnaires. The sampling technique used purposive sampling as many as 72 respondents. Results: Data analysis using the Wilcoxon Signed Rank test showed that there was a difference in the mean value before (48.29) and after being given the HIV/AIDS Screening Education intervention for pregnant women (59.59) with an increase in the mean value of 11.3 with a significance value (p value) = 0.000 < 0.05 Conclusion: There is an influence of providing HIV/AIDS screening education on the attitudes of pregnant women. Keywords: Education, HIV/AIDS, Pregnant Women ABSTRAKAcquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sebuah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). HIV/AIDS dapat menular melalui transfuse darah, seksual, jarum suntik yang terinfeksi HIV, transplantasi organ dan penularann dari ibu ke janin, untuk menangani penularan dari ibu ke janin pemerintah memiliki program Triple Eliminasi dimana ibu hamil di wajibkan melakukan screening salah satunya yaitu screening HIV/AIDS  Untuk itu perlunya edukasi terkait screening HIV untuk meningkatkan sikap terkait screening HIV/AIDS Pada ibu hamil. Untuk mengetahui pengaruh edukasi screening HIV/AIDS terhadap sikap ibu hamil di Puskesmas Sentani 2023. Penelitian ini menggunakan desain Pre-eksperimental dengan rancangan penelitian one grup pretest – postest design, instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah Lieflet dan kuesioner. tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 72 responden. Analisa data dengan uji Wilcoxon Signed Rank mendapatkan hasil adanya perbedaan nilai mean sebelum (48.29) dan sesudah diberikan intervensi Edukasi Skrining HIV/AIDS pada ibu hamil (59.59) dengan peningkatan nilai mean 11.3 dengan nilai signifikansi (p value) = 0.000 < 0.05. Adanya pengaruh pemberian edukasi skrining HIV/AIDS terhadap sikap ibu hamil. Kata Kunci: Edukasi, HIV/AIDS, Ibu Hamil
Sinergisitas Akademisi Mewujudkan Anak Sehat (SIMAS) di Paud Ar Rayyan, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kota Bekasi Harini, Rika; Sunirah, Sunirah; Astuti, Puji; Listyorini, Meria Woro; Batubara, Salamah T.; P, Dewi Maharani; Rofilawati, Nova; Setianingrum, Tuwastuti; Tarah, Tarah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12878

Abstract

ABSTRAK Anak usia dini merupakan periode yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak dan ditandai dengan perubahan yang sangat cepat dalam berbagai aspek, namun berisiko tinggi terkena infeksi atau masalah kesehatan lainnya.  Tujuan kegiatan adalah mendapatkan gambaran Kesehatan murid PAUD dan meningkatkan pemahaman orangtua tentang makanan sehat dan Kesehatan. Metode Mengunakan tehnik  wawancara observasi pada para ibu, didapatkan keterangan bahwa mereka bertekad memberikan makanan sehat untuk anak dan menghindari makanan cepat saji, mengajarkan anak perilaku hidup bersih dan sehat, para ibu akan menjaga kesehatan dan selalu mengkonsumsi makanan sehat. Hasil dari pelaksanaan SIMAS ini didapatkan jumlah murid 43 orang. sebanyak 90.7% (39 orang) ibu mengikuti kegiatan edukasi kesehatan untuk ibu. Berdasarkan status gizi didapatkan 23.26% (10 anak) memiliki status gizi gemuk, 9.30% (4 anak) dengan status gizi kurus dan 67.44% (29 anak) masuk kategori gizi normal. Hasil tes daya lihat diketahui sebanyak 15.90% (7 anak) mengalami masalah penglihatan dan sisanya 84.1% (37 anak) memiliki penglihatan baik. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menyarankan kepada pengelola PAUD agar melaksanakan proses skrining secara berkala dan meningkatkan pengetahuan ibu dalam mengasuh dan membesarkan anak mereka. Kata Kunci: Sinergisitas Akademisi, Anak Sehat, Paud.  ABSTRACT Early childhood is a very important period in a child's growth and development and is characterized by very rapid changes in various aspects, but is at high risk of infection or other health problems. The aim of the activity is to get an overview of the health of PAUD students and increase parents' understanding about healthy food and health. Method Using observational interview techniques with mothers, information was obtained that they were determined to provide healthy food for their children and avoid fast food, teach children clean and healthy living behavior, mothers would maintain their health and always consume healthy food. The results of the SIMAS implementation showed that the number of students was 43 people. As many as 90.7% (39 people) of mothers took part in health education activities for mothers. Based on nutritional status, it was found that 23.26% (10 children) had an obese nutritional status, 9.30% (4 children) had a thin nutritional status and 67.44% (29 children) were in the normal nutritional category. The results of the vision test revealed that 15.90% (7 children) had vision problems and the remaining 84.1% (37 children) had good vision. The implementation of this community service suggests that PAUD managers carry out a regular screening process and increase mothers' knowledge in caring for and raising their children. Keywords: Academic Synergy, Healthy Children, Early Childhood Education.
Kajian Daya Dukung Lingkungan Berdasarkan Produktivitas Lahan Pertanian dalam Menunjang Swasembada Pangan di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Adji, Alief Rizky Purnama; Santosa, Langgeng Wahyu; Harini, Rika
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i4.15334

Abstract

Upaya untuk memenuhi kebutuhan area untuk berbagai aktivitas seperti perdagangan, jasa, kegiatan sosial budaya, dan perumahan akan berkonsekuensi pada penggunaan lahan yang tadinya digunakan untuk pertanian menjadi lahan yang telah dibangun. Kapasitas daya dukung lahan pertanian dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan menjadi terancam. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengkaji produktivitas lahan pertanian untuk mendukung swasembada pangan di Kabupaten Sleman; (2) menganalisis daya dukung lingkungan berdasarkan kemampuan lahan untuk pengembangan pertanian di Kabupaten Sleman; (3) merumuskan strategi pengelolaan lingkungan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian guna mendukung swasembada pangan di Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan fokus pada analisis wilayah sebagai unit analisis. Metode penghitungan kapasitas daya dukung tanah mengadopsi pendekatan tingkat produktivitas lahan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan daya dukung lahan pertanian pada sebagian besar kecamatan di Kawasan Sleman Tengah antara tahun 2016-2021. Pada Kawasan Sleman Tengah Kecamatan Depok menjadi wilayah yang tergolong dalam kelas III dimana tidak mampu untuk swasembada pangan dimana wilayah ini menjadi pusat perekonomian serta di laluli jalan arteri primer. Pengaruh penurunan daya dukung lahan pertanian juga mengarah pada wilayah di sekitarnya, Sebagian besar kecamatan di sekitar nya juga mengalami penurunan daya dukung. Berdasarkan analisis perhitungan daya dukung terlihat hapir seluruh kecamatan di setiap Kawasan mengalami penurunan kelas daya dukung menjadi kelas II dan haya pada Kecamatan Depok dan Turi saja yang selalu pada Kelas III. Penurunan daya dukung yang terjadi dapat di atasi dengan adanya kebijakan RTRW dan LP2B.
Impact of Land Conversion on Agricultural Carrying Capacity and LP2B in Sleman Regency Harini, Rika; Ariani, Rina Dwi; Kuncoro, Aflah Bening; Buana, Adam Satria; Puspitaningrum, Ismi Nuari
JURNAL GEOGRAFI Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v17i1.57795

Abstract

Land conversion is frequent in rural and urban areas where an increase in population is directly connected to the growing demand for additional land. A region with the highest rate of land conversion is Sleman Regency which is among the 3 regencies in the Special Region of Yogyakarta. Therefore, this study aimed to examine conversion of agricultural land to determine the qualification as sustainable and how the resources could be relocated for other uses. The analysis was conducted quantitatively and descriptively using secondary data from a time series database spanning 2015 to 2020. The results were presented through a combination of tables, graphs, images, and map visualizations. The study further showed that 4.412 hectares of agricultural land experienced a functional change over 5 years with the most significant change occurring in Pakem Subdistrict (1.540 hectares) and the least in Kalasan Subdistrict (4 hectares). Carrying capacity value of agricultural land in Moyudan, Godean, Cangkringan, Minggir, Seyegan, Ngaglik, Mlati, Prambanan, and Ngemplak was also influenced by the quantity of agricultural land available in each subdistrict. A maximum carrying capacity showed that adequate food was produced to sustain the population. Conversely, Depok and Turi Subdistricts possessed the lowest land-carrying capacity, showing that the subdistricts depended on food production to meet the population’s needs.
A New Competition: Changes in the Flow of Fruit Commodities Sales in Kalianda District, South Lampung Regency, Indonesia Nabillah, Ratu; Abubakar, Kamaru; Rijanta, R; Harini, Rika
Tunas Geografi Vol. 12 No. 2 (2023): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v12i2.45119

Abstract

The COVID-19 pandemic transformed the industry into the strongest online industry of the last decade. One of the commodities that have experienced faster sales since the COVID-19 pandemic is healthy food; fruit is one of them. As a response to the crisis, online fruit traders have emerged using social media. Unfortunately, not all community groups can adapt to technology. Fruit traders who stay in the kiosk (selling offline) are included in the new left-behind group due to their inability to technology adaptation. This study aims to differentiate the sales flow of fruit commodities (before and after the appearance of online sales) and describe the advantages and disadvantages of each group (online traders and kiosk/offline traders). The data to answer the two research goals were processed in a qualitative descriptive way. The results show that online traders have a shorter sales flow than kiosk traders. The main advantages of online traders include using social media, which makes it easier to find market and customer information, low prices, and ownership of transportation. Meanwhile, the main disadvantages of offline fruit traders are the limited quantity of human resources, the inability to operate smartphones and social media, and not always having transportationKeywords: New Competition, Fruit Sales Flow, Online Trader, Kiosk Merchant
Co-Authors Abubakar, Kamaru Adji, Alief Rizky Purnama Agus Eko Raharjo Pepekai Ahmad Mujamil, Jaenudin Aini, Novanda Nurul Alfana, Muhammad Arif Fahruddin Amikarois, Amikarois Ana Lestari Armandha Redo Pratama Ayu, Ghina Fairuz Batubara, Salamah T. Bowo Susilo Bowo Susilo Buana, Adam Satria Dairina, Isnaini Dike Alma Dian Prastika Djaka Marwasta Edi Martono, Edi Emilya Nurjani Fakhri Inayati Said, Fathia Falih, Gusti Muhammad Fauziah, Liliek Febriani, Yenni Fidiatun Nofus Hadi Sabari Yunus Handayani, Cicik Oktasari Hayati, Teti Herni Hasifah Hindayani, Purna Ig. L. Setyawan Purnama Iga Maliga Iksan, Ricky Riyanto Jatmiko Jatmiko Jelatu, Veronika Ace JOKO MARIYONO Kasto Kasto, Kasto Kuncoro, Aflah Bening Kusumawati, Meir Diana Langgeng Wahyu Santosa Listyorini, Meria Woro Lutfhi Muta’ali M Chrisna Satriagasa Makualaina, Fenska Narli Makualina, Narli Maulana, Alvin Monica, Inneke Muhammad Baiquni Munandar, Ariko V. Mutaqin, Bachtiar W. Nabillah, Ratu NUR K. AGUSTIN Nuzula, Affie Maghfira P, Dewi Maharani Paramida, Cici Ponirah, Ponirah Puji Astuti Purnama, Ig.L. Setyawan Puspitaningrum, Ismi Puspitaningrum, Ismi Nuari R. Rijanta Rachmi, Isfi Nurafifa Rahayu, Amefa Krismon Tika Rathna Wijayanti Rina Dwi Ariani Rina Dwi Ariani Rofilawati, Nova Sari, Vanessa Anggreta Satriagasa, M C Septian, Bambang Setianingrum, Tuwastuti Sinaga, Hotma Slamet Hartono Sri Rahayu Budiani Sri Rum Giyarsih Su Rito Hardoyo Sudrajat Sudrajat Sudrajat Sudrajat Sunirah, Sunirah Suparyanto, Roro C. Supriyati Supriyati, S Suryo Purwono Tarah, Tarah Tarumasely, Timothy F. Tiara Sarastika Tjahyanityasa, Wanda Fitri Umi Listyaningsih Widiastuti, Arum Yeni, Roza Indra Yuendini, Emy Puspita Yuniasari, Fianika Zayyin, Muhammad